cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Volume 5, Nomor 1, Februari 2022" : 24 Documents clear
Pengaruh Kemiringan Tiang Pancang Batter Pile Terhadap Penurunan Tanah
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16663

Abstract

One form of foundation engineering that aims to increase the lateral bearing capacity of the foundation when it is needed to withstand excessive lateral loads is the use of Batter Piles. Batter Pile piles are piles that are driven with a certain angle of inclination and Batter Pile piles are rarely seen in buildings in urban areas, generally used as the foundation of bridges, buildings, and also offshore buildings because this type of foundation can obtain the bearing capacity of the foundation. maximum lateral. Forces that press axially or laterally can result in land subsidence, the greater the force or load received by the pile, the greater the soil settlement that occurs. In this study, we will check the effect of the slope of the Batter Pile pile at a slope of 0˚ to 25◦ on the soil subsidence that occurs. Calculation of land subsidence that occurs will be reviewed in a project in Wakatobi Regency, Southeast Sulawesi and will use computer software assistance. Based on the analysis, it was found that the greater the angle of pile driving, the greater the land subsidence that occurs. Salah satu bentuk rekayasa pondasi yang bertujuan untuk meningkatkan daya dukung lateral pondasi ketika dibutuhkan untuk menahan beban lateral yang berlebih adalah penggunaan tiang pancang Batter. Tiang pancang Batter Pile adalah tiang pancang yang dipancang dengan sudut kemiringan tertentu dan tiang pancang Batter Pile jarang terlihat pada bangunan di daerah perkotaan, pada umumnya digunakan sebagai fondasi dari jembatan, gedung, dan juga bangunan lepas pantai dikarenakan tipe fondasi ini dapat memperoleh daya dukung fondasi lateral yang maksimum. Gaya yang menekan secara aksial maupun lateral dapat mengakibatkan penurunan tanah, semakin besar gaya atau beban yang diterima oleh tiang, maka akan semakin besar juga penurunan tanah yang terjadi.  Dalam penelitian ini, akan melakukan pengecekan pengaruh dari kemiringan pemancangan tiang Batter Pile pada kemiringan 0˚ hingga 25◦ terhadap penurunan tanah yang terjadi. Perhitungan penurunan tanah yang terjadi akan ditinjau pada suatu proyek di daerah Kabupaten Wakatobi, Sulawsi Tenggara dan akan menggunakan bantuan software komputer. Berdasarkan analisa didapatkan bahwa semakin besar sudut pemancangan tiang, maka akan semakin besar juga penurunan tanah yang terjadi.
ANALISIS PERBAIKAN DEFORMASI TANAH PERTAMBANGAN KALIMANTAN TIMUR DENGAN METODE RIGID INCLUSION Joses Evan Javianto; Giovanni Pranata; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16894

Abstract

Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah penghasil batubara di Indonesia. Tetapi, terdapat masalah umum pada  pembangunan pertambangan di daerah Kalimantan Timur berupa adanya lapisan tanah lunak pada sebagian besar daerah pertambangan yang membuat struktur tanah menjadi tidak stabil sehingga bila tanah dibebani akan merusak tanah dan struktur sekitar. Oleh karena itu, dibutuhkan pemilihan metode perbaikan tanah (baik dari nasional maupun internasional) yang sesuai dengan kondisi lapangan agar tanah dapat digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan pertambangan. Salah satu metode perbaikan tanah dapat diandalkan oleh berbagai negara maju adalah metode rigid inclusion. Kelebihan dari metode ini adalah pengerjaannya dapat dilakukan dengan cepat, dapat menahan beban yang besar dengan material yang murah, dan memiliki biaya pengerjaan yang murah. Selain menggunakan rigid inclusion, terdapat alternatif perbaikan tanah berdasarkan metode SNI 8460:2017 yaitu deep mixing. Berdasarkan hasil pengamatan, rigid inclusion tanpa menggunakan geogrid mampu mengurangi deformasi pada daerah radial pad sebesar 84,15%, rigid inclusion tanpa menggunakan geogrid mampu mengurangi deformasi pada daerah radial pad sebesar 84,16%, sedangkan deep cement mixing sebesar 87,04%.
Volume 5, Nomor 1, Februari 2022 JMTS JMTS
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.17649

Abstract

PERILAKU KEGAGALAN KONSTRUKSI JALAN RAYA YANG BERTUMPU PADA FONDASI TIANG DI TANAH CLAY SHALE Hansel Adisurya; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16516

Abstract

Clay shale has unique mechanical properties compared to other soil types. When dry and undisturbed, clay shale will shrink and resemble hard rock. When the clay shale layer exposes to air and water, it will expand and experience weathering that causes its shear strength to decrease drastically. This research aimed to analyze highway construction that requires strengthening the pile foundation and found a layer of clay shale. The shear strength of clay shale can be reduced by 20% – 80% when exposed to air and water. This study assumes that the clay shale has reduced shear strength due to weathering by 50%. The displacement analysis will use the MIDAS GTS NX program. The results of the axial bearing capacity of the pile with a diameter of 0,8 m and a length of 8 m before the shear strength reduction was 47 tons, while after the shear strength reduction was 33 tons. It needs five piles to carry the design load, whereas if the clay shale's shear strength is 100%, it only needs four. The results of the analysis of highway displacement without pile reinforcement are 50 mm, and it would be 30 mm if the roads are using the pile reinforcement.Clay shale memiliki sifat mekanis yang unik dibandingkan dengan jenis tanah lainnya. Ketika dalam kondisi kering dan tidak terganggu, clay shale akan menyusut dan sifatnya menyerupai batuan yang sangat keras. Ketika lapisan clay shale terekspos oleh udara dan air maka clay shale akan mengembang dan mengalami pelapukan yang menyebabkan kekuatan gesernya menurun secara drastis. Penulisan ini akan membahas konstruksi jalan raya yang memerlukan perkuatan fondasi tiang dan ditemukan lapisan clay shale. Kuat geser clay shale dapat tereduksi sebesar 20% – 80% bila terekspos udara dan air. Pada studi ini, diasumsikan clay shale mengalami reduksi kuat geser akibat pelapukan sebesar 50%. Analisis displacement akan menggunakan program MIDAS GTS NX. Hasil daya dukung aksial tiang dengan diameter 0,8 m dan panjang 8 m sebelum reduksi kuat geser sebesar 47 ton, sedangkan sesudah reduksi kuat geser sebesar 33 ton. Oleh karena itu diperlukan 5 buah tiang pancang untuk memikul beban rencana, sedangkan jika kuat geser clay shale tidak direduksi akan dibutuhkan hanya 4 buah tiang pancang. Hasil analisis displacement jalan raya tanpa perkuatan tiang pancang sebesar 50 mm dan displacement ketika menggunakan perkuatan tiang pancang sebesar 30 mm.
PENYEBAB TERJADINYA SISA MATERIAL PADA BANGUNAN GEDUNG SUPERMARKET Kristoforus Gregorius; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16648

Abstract

ABSTRACTThe rest of the material in the construction can be interpreted as a loss or loss of material resources, time (taking into account labor and equipment), and also capital, this is caused by activities that require costs, either directly or indirectly, but do not add up at all. value in construction service products. The purpose of this study is to find the most dominant residual value and the cause of the residual material that occurs. This study uses the Pareto diagram method in processing real data obtained from the IKEA building construction project located in Jakarta Garden City and also using the Relative Importance Index (RII) method with a significance level of 5% and assisted by the application of Statistical Product and Service Solutions (SPSS) to test and calculate data. Material data consists of 44 items waste material. From all the data obtained, it can be concluded that the largest residual value of the material is the steel structure and the most dominant cause is design changes.ABSTRAKSisa material dalam konstruksi dapat kita artikan sebagai kehilangan atau kehilangan sumber daya materi, waktu (dengan memperhatikan tenaga kerja dan peralatan), dan juga modal, hal ini disebabkan oleh aktivitas yang memerlukan biaya, baik secara langsung maupun tidak langsung, tetapi sama sekali tidak menambahkan nilai pada produk jasa konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari nilai sisa yang paling dominan serta penyebab terjadinya sisa material yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode diagram pareto dalam mengolah data riil yang didapat dari proyek pembangunan gedung IKEA yang berlokasi di Jakarta Garden City dan juga menggunakan metode Relative Importance Index (RII) dengan taraf signifikansi 5% dan dibantu dengan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) untuk menguji dan menghitung data. Data material terdiri dari 44 item material sisa. Dari keseluruhan data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa nilai sisa material yang paling besar adalah steel structure dan penyebab yang paling dominan adalah perubahan desain. 
STUDI PERILAKU TIANG AKIBAT INTERAKSI STRUKTUR DAN TANAH PADA BANGUNAN GEDUNG Charles Charles; Hendy Wijaya; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16830

Abstract

ABSTRACTThe interaction between pile foundation and soil results a bearing capacity that allows the superstructure to be securely maintained. The interaction impact of the soil structure can lead to more accurate analysis, especially on structure's ability to endure seismic forces. Therefore, the pile foundation must be idealized as a multilinear spring support in order to analyze the interaction of the soil structure. The Midas GTS NX and Midas GEN programs were used to examine the impact of soil structure interactions. The program requires data such as superstructure models, soil factors, pile specifications, and pile bearing capacity. The z-direction deformation (-11,112 mm) and axial force (-2207,914 kN) on the C19-3 pile are both greater than in the corner and edge pile sites under gravity load condition. The z-direction deformation (2,909 mm) and the axial force (587,850 kN) on the C2-2 pile are both greater than in the corner and center pile sites under the x-direction static earthquake load condition. The z-direction deformation (2,909 mm) on the C4-6 pile and the axial force (587,850 kN) on the C4-7 pile are both greater than at the edge and center pile sites under the y-direction static earthquake load condition.ABSTRAKInteraksi antara fondasi tiang dengan tanah menghasilkan daya dukung yang dapat mempertahankan kondisi struktur atas dengan aman. Efek interaksi struktur tanah dapat menghasilkan analisis yang lebih akurat terutama pada kapasitas struktur dalam menahan gaya gempa. Oleh karena itu dalam analisis interaksi struktur tanah, fondasi tiang perlu diidealisasikan sebagai tumpuan pegas multilinear. Analisis efek interaksi struktur tanah dilakukan menggunakan program Midas GTS NX dan Midas GEN. Data yang diperlukan seperti permodelan struktur atas, parameter tanah, spesifikasi tiang, dan daya dukung tiang dimasukkan ke dalam program. Pada kondisi pembebanan gravitasi di tiang C19-3, deformasi arah z (-11,112 mm) dan gaya aksial (-2207,914 kN) kedua nilainya lebih besar daripada di lokasi tiang pojok maupun pinggir. Pada kondisi pembebanan gempa statik arah x di tiang C2-2, deformasi arah z (2,909 mm) dan gaya aksial (587,850 kN) kedua nilainya lebih besar daripada di lokasi tiang pojok maupun tengah. Pada kondisi pembebanan gempa statik arah y, deformasi arah z (2,909 mm) di tiang C4-6 dan gaya aksial (587,850 kN) di tiang C4-7 kedua nilainya lebih besar daripada di lokasi tiang pinggir maupun tengah.
STUDI PENILAIAN KEANDALAN BANGUNAN GEDUNG Nicholas Taurino; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.7063

Abstract

Building reliability is the ability of a building to carry out its functions according to plan. But in reality there are cases where buildings are not reliable. Therefore it is necessary to assess the reliability of the building in order to know the value of the reliability of a building so that it can be concluded whether the building is still functional or not. So a study was conducted on the assessment of the reliability of buildings that cover 5 aspects of the building, namely aspects of architecture, structure, utilities, accessibility, and building and environmental layout. The assessment will be carried out according to the existing function weights for the five aspects of the assessment. Evaluation is broadly carried out using visual observation methods and specifically for the aspect of utility the document study method is used as an additional. Can be known reliability in each aspect with the existing reliability classification. After evaluating each aspect, a comprehensive reliability assessment will be carried out with the weight of existing functions and can be known whether the building is reliable, less reliable, or unreliable through the existing reliability classifications and it can be seen whether the building is still in a worthy condition or not.
ANALISIS KAPASITAS DUKUNG TIANG TUNGGAL BERDASARKAN DATA KALENDERING Aazokhi Waruwu; Jhonson Frenky Leonardo Sirait
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.12534

Abstract

Fondasi tiang digunakan untuk mendukung bangunan, bila lapisan tanah kuat terletak sangat dalam. Kapasitas dukung tiang perlu dianalisis untuk menentukan seberapa kemampuan tiang dalam mentransfer beban-beban ke lapisan tanah keras. Banyak metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kapasitas tiang. Metode yang digunakan tergantung data yang tersedia. Analisis kapasitas tiang pancang tunggal memerlukan data kalendering berupa data pemancangan di lapangan. Beberapa metode dapat digunakan, namun perlu diketahui metode mana yang memberikan hasil yang mendekati satu sama lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kapasitas dukung tiang, hubungannya dengan penetrasi, dan perbandingan antar metode yang digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data-data kelendering pada dua lokasi titik pemancangan. Berdasarkan metode Hilley, Sanders, dan Navy-Mckay dilakukan analisis kapasitas dukung tiang dan hubungannya dengan penetrasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas dukung tiang Hiley mendekati sama dengan Navy-Mckay. Metode Sanders menujukkan perbedaan yang cukup jauh dan lebih tinggi 80% dari metode Hiley, sedangkan metode Navy-Mckay memiliki perbedaan 20% lebih tinggi dari dari metode Hiley.  Hubungan kapasitas ijin tiang rata-rata dengan penetrasi tiang didapatkan bahwa semakin kecil nilai penetrasi tiang, maka nilai kapasitas dukung tiang semakin besar.
Studi Penggunaan Material Geosintetik Sebagai Konstruksi Alternatif Pada Proyek Dinding Penahan Tanah Cimanggis Matthew Ephraim; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16537

Abstract

Retaining wall is a building structure that is used to hold the soil or provide stability to the soil to prevent the collapse of sloping soil or slopes whose ability cannot be guaranteed by the soil itself. To improve safety, reinforcement materials are used, namely geosynthetic materials in the form of geogrids which have capabilities equivalent to conventional methods such as reinforced concrete. It is also more resistant towards microbial attack because it is made of polymer material. This study was conducted to determine how much influence the anchorage length with 3 variations, namely normal, stepped wall, trapezoidal wall. The work begins with calculating slope stability using MIDAS GTS NX to calculate the overall safety factor and the deformation, then using manual calculation to calculate the safety factor against overturning and sliding. The results of the analysis shows that the safety factor based on calculations using MIDAS GTS NX ranges from 3 to 4 and based on manual calculations are 3.5 to 4.1 for sliding and 4 to 5.1 for rolling. From the results of the deformation analysis, it is found that the total deformation is in the range of 0.3 m to 0.4 m and for the horizontal in the range of 0.01 m to 0.025 m.Dinding penahan tanah adalah struktur bangunan yang digunakan untuk menahan tanah atau memberikan kestabilan pada tanah untuk mencegah keruntuhan tanah yang miring atau lereng yang kemampuan tidak dapat dijamin oleh tanah itu sendiri. Untuk meningkatkan keamanan maka digunakan material perkuatan yaitu material geosintetik berupa geogrid yang memiliki kemampuan yang setara dengan metode konvensional seperti beton bertulang. Serta lebih kuat dari serangan mikroba karena terbuat dari bahan polimer. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa pengaruhkan panjang penjangkaran dengan 3 variasi yaitu normal, stepped wall, trapezoidal wall. Pekerjaan dimulai dengan menghitung stabilitas tanah dengan penggunaan program metode elemen hingga berupa MIDAS GTS NX untuk mendapatkan faktor keamanaan secara keseluruhan serta menghitung deformasi yang terjadi, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan manual untuk mendapatkan faktor keamanan terhadap geser dan guling. Dari hasil analisa menunjukkan bahwa faktor keamanan berdasarkan perhitungan melalui MIDAS GTS NX berkisar antara 3 hingga 4dan berdasarkan perhitungan manual yaitu 3,5 hingga 4,1 untuk geser dan 4 hingga 5,1 untuk guling. Dari hasil analisa deformasi didapatkan hasil untuk deformasi total pada kisaran 0,3 m hingga 0,4 m dan untuk horisontal pada kisaran 0,01 m hingga 0,025 m.
ANALISIS PERANAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM MENCEGAH KETERLAMBATAN WAKTU KONSTRUKSI Albert Darmali; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i1.16651

Abstract

ABSTRAK Seorang konsultan manajemen konstruksi berperan sebagai penasehat, pembantu, dan partner. Keterlibatan konsultan manajemen konstruksi diharapkan dapat memberikan informasi terpercaya kepada pemilik proyek. Pemakaian jasa konsultan manajemen konstruksi umunya digunakan pada proyek yang memiliki skala besar, dimana konsultan manajemen konstruksi memiliki peran dalam mengelola manajemen proyek. Macam-macam permasalahan pada tahap pelaksanaan pembangunan proyek sering terjadi. Salah satu permasalahan yang secara umum terjadi ialah keterlambatan waktu konstruksi yang menyebabkan suatu proyek konstruksi tidak selesai sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan. Faktor yang memicu terjadinya keterlambatan adalah: struktur organisasi proyek yang tidak beraturan, sdm yang tidak profesional ataupun kendala alam. Maka dari itu, sangat dibutuhkan peninjauan apa saja peranan konsultan manajemen konstruksi dan bagaimana implementasi peranan tsb dalam mencegah keterlambatan konstruksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh peranan Konsultan Manajemen Konstruksi dalam mencegah keterlambatan waktu konstruksi pada pembangunan proyek konstruksi gedumg bertingkat. Dalam pelaksanaan penelitian disusun suatu lingkup perencanaan yang meliputi: studi literatur, persiapan menentukan data yang diperlukan, pengambilan data primer langsung dari objek yang diteliti dengan penyebaran kuisioner. Setelah itu hasil dari kuesioner tersebut diolah dengan metodePLS untuk mengetahui pengaruh peranan konsultan manajemen konstruksi dalam mencegah keterlambatan konstruksi pada pembangunan gedung bertingkat dan peranan nya yang paling dominan.Kata Kunci: Konsultan Manajemen Konstruksi Peranan, Keterlambatan Waktu Konstruksi, Proyek         Konstruksi gedung bertingkat     ABSTRACT Construction management consultants are advisors, assistants and partners. The involvement of construction management consultants is expected to provide reliable information to project owners. The use of construction management consultant services is usually only on large-scale projects,. Various problems at the implementation stage of development often occur. One of the problems that often occurs is the delay in construction time which causes a construction project to not be completed according to the scheduled time. The factors include: unorganized project organization, unprofessional human resources. Therefore, it is necessary to review what the role of a construction management consultant is and how to implement that role in preventing construction delays. The purpose of the study was to determine the role of Construction Management Consultants in preventing construction delays. In carrying out the research, a planning scope was developed which included: literature study, preparation of determining the required data, retrieval of primary data directly from the object under study by distributing questionnaires. After that the results of the questionnaire were processed by thePLS method to find out the influence of the role of construction management consultants in preventing construction delays in the construction of multi-storey buildings and their most dominant role. Keywords: Construction Management Consultant,Role,Construction Time Delay,High-RisenBuilding Construction Project

Page 2 of 3 | Total Record : 24