cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS ATP-WTP PENUMPANG KERETA REL LISTRIK LINTAS BOGOR-JAKARTA KOTA Jeffry Nathanael; Dewi Linggasari; Hokbyan Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10454

Abstract

The determination of Kereta Rel Listrik (KRL) rates needs to consider the value of Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) of service users to spend a certain amount of money for the services they get. The purpose of this research was to determine the value of the Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) of KRL service users across Bogor-Jakarta Kota. The method of collecting research data online is by giving questionnaires to respondents who use KRL cross Bogor-Jakarta Kota. The research data obtained were then analyzed and information was obtained about the individual characteristics of the respondent, the characteristics of the respondent's trip, the amount of ATP value, and the amount of the WTP value. Based on the analysis results on the existing tariff of Rp. 3,000, - obtained the value of ATP and WTP is Rp. 3,770, - and Rp. 3,974, -. This shows that the tariff is smaller than ATP, smaller than WTP, so that the current rate is still affordable for users. The 100% condition for ATP and WTP sensitivity is a condition where the increased tariff is proportional to the service received. ABSTRAKPenetapan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) perlu mempertimbangkan antara nilai Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) pengguna jasa untuk mengeluarkan sejumlah uang demi pelayanan jasa yang didapatkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besaran nilai Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) pengguna jasa KRL lintas Bogor-Jakarta Kota. Metode pengumpulan data penelitian secara online dengan cara memberikan kuesioner kepada responden yang menggunakan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota. Data penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis dan didapatkan informasi mengenai karakteristik individu responden, karakteristik perjalanan responden, besaran nilai ATP, dan besaran nilai WTP. Berdasarkan hasil analisis pada tarif eksisting sebesar Rp. 3.000,- didapat besaran nilai ATP dan WTP adalah Rp. 3.770,- dan Rp. 3.974,-. Hal ini menunjukkan bahwa tarif tersebut lebih kecil dari ATP lebih kecil dari WTP sehingga tarif yang diberikan saat ini masih dapat terjangkau bagi pengguna. Kondisi 100% pada sensitivitas ATP dan WTP merupakan kondisi dimana tarif yang ditingkatkan sebanding dengan pelayanan yang diterima.
ANALISIS KAPASITAS DAN KECEPATAN ARUS BEBAS BERDASARKAN MKJI DI RUAS JALAN GATOT SUBROTO Zahwa Nur Raudah; Widodo Kushartomo; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10458

Abstract

The congestion that occurs in the city of Jakarta is caused by the large number of four-wheeled and two-wheeled vehicle drivers who fill the road, so that the volume increases which results in a congestion on the road segment. In this research, we will discuss about the capacity and free flow on Gatot Subroto street  in both directions. The data needed to calculate the capacity and speed of free flow is the volume of the vehicle, the speed and density of the road sections. This research was conducted in the morning to evening, each 2 hours with a time interval of 15 minutes. The calculation in the study used the MKJI 1997 method and the Greenshield method. Obtained from the Greenshield model the highest R2 value in the morning to evening is 0,9943 with a VS value = 40.011 - 0.0396D for direction 1 and a value of C = 10107 pcu / hour while the R2 value for direction 2 is 0,9193 with VS = 66 ,9928 – 0,1583D for direction 2, the value of C = 7088 pcu / hour. By using the MKJI 1997 method, the value of C = 4890,6 pcu / hour was obtained. ABSTRAKKemacetan yang terjadi di Kota Jakarta disebabkan  banyaknya pengemudi kendaraan roda empat maupun roda dua  yang memenuhi ruas jalan tersebut, sehingga volume meningkat yang mengakibatkan terjadinya kepadatan pada ruas jalan tersebut. Pada penelitian ini, akan dibahas mengenai  kapasitas dan kecepatan arus bebas di ruas jalan Gatot Subroto di kedua arah. Data yang dibutuhkan untuk menghitung kapasitas dan kecepatan arus bebas adalah volume kendaraan,kecepatan dan kepadatan ruas jalan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada pagi hari hingga sore hari  , masing masing setiap 2 jam dengan interval waktu 15 menit. Perhitungan pada penelitian menggunakan metode MKJI 1997 dan metode Greenshield. Didapat dari model Greenshield nilai R2  tertinggi pada saat pagi hingga sore hari yaitu 0,9943 dengan nilai  VS = 40,011 – 0,0396D untuk arah 1 dan nilai C = 10107 smp/jam sedangkan nilai R2 untuk arah 2  0,9193 dengan  VS = 66,9928 – 0,1583D untuk arah 2 nilai C = 7088 smp/jam. Dengan menggunakan metode MKJI 1997 didapat nilai C = 4890,6 smp/jam.
PEMANFAATAN LAHAN BEKAS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR DENGAN STABILISASI TANAH SECARA KIMIAWI Satya Bodhinanda; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10700

Abstract

Landfill soil (TPA) has great potential of utilization in construction purpose. Landfill soil has similar characteristic with clay soil that has high water content also contain organic and inorganic material caused by garbage heap. One of the problem in utilizing landfill soil was the low quality of the soil that cause big settlement for the structure. Settlement was an important aspect in performing a construction. Soil stabilization for the landfill soil needed to decrease amount of settlement. Structure model using one, two, three, four floor of load and calculate the settlement occur on the heaviest load location of the foundation. Foundation base was circle and using shallow foundation reconsidering shallow foundation effective for four floor load. Chemical stabilization using 2 methods: Sodium Hydroxide 6% and Limestone 3-4,5%. Based on the calculation, found that Sodium Hydroxide is more effective in decreasing settlement occurred and able to decrease the settlement until 32,42% for the  floor load. However, those methods can’t fulfil the 15 cm settlement limit. Tanah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam bidang konstruksi. Tanah bekas TPA umumnya memiliki karakteristik serupa dengan tanah lempung berkadar air serta memiliki material organik dan anorganik dari timbunan sampah. Salah satu masalah dalam memanfaatkan tanah bekas TPA adalah rendahnya kualitas tanah yang mengakibatkan penurunan besar pada struktur. Perbaikan pada tanah bekas TPA diperlukan untuk mengurangi besarnya penurunan yang terjadi. Penurunan merupakan aspek penting dalam suatu perancangan konstruksi, maka dari itu batasan pada penurunan ditetapkan untuk menghindari penurunan yang berlebihan yang dapat merusak struktur. Permodelan menggunakan beban struktur 1,2,3, dan 4 lantai dan dihitung penurunan yang terjadi pada fondasi dengan beban struktur terbesar. Penampang fondasi berbentuk lingkaran mempertimbangkan beban percobaan hingga 4 lantai cocok untuk fondasi dangkal. Stabilisasi tanah secara kimiawi menggunakan 2 metode yaitu Sodium Hidroksida 6% dan batu kapur 3-4,5%. Berdasarkan hasil perhitungan, didapati stabilisasi menggunakan Sodium Hidroksida lebih efektif dalam mengurangi penurunan tanah yang terjadi dan mampu mengurangi besarnya penurunan hingga 32,42% pada beban struktur 4 lantai. Namun, stabilisasi tanah menggunakan kedua metode belum dapat mencapai batas aman penurunan sebesar 15 cm.
RETRACTED: ANALISIS POTENSI PENGHEMATAN AIR PDAM DENGAN SISTEM PEMANENAN AIR HUJAN DI RUSUNAWA MUARA BARU Michael Randy Raharja; Arianti Sutandi; Vittorio Kurniawan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10531

Abstract

Rainwater is so abundant, more wasted than used. This writing aims to determine the volume of water that can be accommodated in the roof area of the rain catchment by calculating the area of the roof and daily rainfall, then calculating the optimal size of the reservoir according to the manufacturing costs using the payback period method and to find out the large percentage of potential water and cost savings. Water-saving. From the calculation, the largest amount of water that can be accommodated in 2019 is in January of 422.36 m3 and 2020 in February of 1152.81 m3. By calculating the payback period, the optimal size of the reservoir is 75 m3. Based on the results of the analysis of cost savings from the amount of water collected, with a tank size of 330 m3, it was found that the savings that occurred in 2019 amounted to IDR 12,843,152.60. The savings that occur from 2020 to August are IDR 19,127,241.30. Based on the calculation of the percentage of efficiency according to data on water use, the average efficiency in 2019 is 4%, and in 2020 it is 7.7%.  Air hujan yang begitu berlimpah, lebih banyak terbuang percuma dibanding untuk dimanfaatkan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui volume air yang dapat ditampung di area atap tangkapan hujan dengan menghitung luasan atap dan curah hujan harian, lalu menghitung besar bak penampung yang optimal sesuai dengan biaya pembuatan dengan menggunakan metode payback period dan untuk mengetahui persentase besar potensi penghematan air dan biaya penghematan air. Dari perhitungan, jumlah air yang mampu ditampung terbesar tahun 2019 pada bulan Januari sebesar 422,36 m3 dan tahun 2020 pada bulan Februari sebesar 1152,81 m3. Dengan perhitungan payback period, didapat ukuran bak penampungan optimal adalah sebesar 75 m3. Berdasarkan hasil analisis penghematan biaya dari jumlah air yang ditampung, dengan ukuran bak 330 m3 didapat bahwa penghematan yang terjadi pada tahun 2019 adalah sebesar Rp12.843.152,60. Untuk penghematan yang terjadi pada tahun 2020 sampai bulan Agustus adalah sebesar Rp19.127.241,30. Berdasarkan hasil perhitungan persentase efisiensi menurut data pemakaian air efisiensi rata-rata tahun 2019 adalah sebesar 4% dan tahun 2020 sebesar 7,7%.
PENYEBAB CHANGE ORDER PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT Adi Ananias Ardine; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8235

Abstract

The number of high rise building construction projects in Jabodetabek area continues to grow. The main reason is increasing population of the region, so that development in the vertical direction becomes a solution. There are three important criteria in every construction project, namely cost, quality, and time. These criteria must be agreed upon and regulated in the form of a contract. Based on prior research, change orders cannot be avoided in every construction project. Change order can give complex impact and able to harm related parties. To minimize and anticipate the occurrence of change orders, it is necessary to know the factors that can cause changes in a contract. The factors that have been determined from the results of the literature study are compiled into a questionnaire to find out the main causes of change orders. The questionnaire was distributed to owners, contractors and consultants in high rise building projects in Jabodetabek area. PLS-SEM is used as a method for analyzing data in this study with the help of the smartPLS 3.0 program. From the results of the analysis carried out, obtained two factors that have a significant influence on the change order, namely construction factors and administrative factors.  ABSTRAKJumlah proyek konstruksi gedung bertingkat di wilayah Jabodetabek terus bertumbuh. Alasan utama karena kondisi wilayah yang semakin padat, sehingga pengembangan pembangunan ke arah vertikal menjadi solusi. Terdapat tiga kriteria penting yang menjadi fokus dalam setiap proyek konstruksi, yaitu biaya, mutu, dan waktu. Kriteria-kriteria tersebut harus disepakati dan diatur oleh pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku dalam bentuk kontrak. Berdasarkan penelitian terdahulu, perubahan atau change order merupakan hal yang umum dan tidak dapat dihindari dalam setiap proyek konstruksi. Change order memberikan dampak yang kompleks, sehingga sangat berpengaruh terhadap kinerja suatu proyek konstruksi dan dapat merugikan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Untuk meminimalisir serta mengantisipasi terjadinya change order, maka perlu untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan dalam suatu kontrak pada proyek konstruksi gedung bertingkat. Faktor-faktor yang sudah ditentukan dari hasil studi literatur disusun menjadi sebuah kuesioner untuk mengetahui penyebab utama dari change order. Penyebaran kuesioner tersebut dilakukan terhadap owner, kontraktor, dan konsultan pada proyek gedung bertingkat di wilayah Jabodetabek. PLS-SEM digunakan sebagai metode untuk menganalisis data pada penelitian ini dengan bantuan program smartPLS 3.0. Dari hasil analisis yang dilakukan, didapat dua faktor yang memiliki nilai pengaruh signifikan terhadap change order, yaitu faktor konstruksi dan faktor administrasi.
ANALISIS TINGKAT KETEPATAN WAKTU KRL COMMUTER LINE TANAH ABANG - RANGKASBITUNG (STUDI KASUS: STASIUN TANAH ABANG) David Siwi; Dewi Linggasari; Hokbyan R. S. Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8414

Abstract

KRL Commuter Line as one of the transportation options is preferred in Jabodetabek because of its ability to meet the needs of large quantity of passengers. The title of this thesis is the Punctuality Analysis of the Commuter Line KRL Tanah Abang – Rangkasbitung Line (Case Study: Tanah Abang Station). The purpose of this study is to identify the departure’s punctuality towards the Green Line KRL schedule and classifying the departure delay rate and determining a solution to reduce the delay rate on the Green Line KRL. The method used is an online questionnaire and a field survey. Then it is analyzed by Gap Analysis in order to obtain information about the individual characteristics of Green Line KRL users in Tanah Abang Station. Tanah Abang Station respondents are 71% men and 29% women, consist 72%. users who aged 21% -30 years. 79.3% originated from DKI Jakarta Province with a S1 degree of 61%, the data shows that the passenger is 74% students. With expense ranged Rp 1,000,000 - Rp 2,000,000 per month. Most passengers use train to go to school/home. 76.8% respondents use KRL upon needs.ABSTRAKSalah satu moda transportasi yang diminati masyarakat Jabodetabek adalah KRL Commuter Line karena kemampuannya menampung penumpang dalam jumlah besar menjadikan KRL Commuter Line sebagai salah satu moda transportasi yang sangat diminati masyarakat luas. Judul penelitian ini adalah Analisis Tingkat Keterlambatan KRL Commuter Line Lintas Tanah Abang- Rangkasbitung (Studi Kasus: Stasiun Tanah Abang). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi ketepatan waktu keberangkatan KRL Green Line dengan penjadwalannya di Stasiun Tanah Abang serta mengklasifikasikan tingkat keterlambatan keberangkatan KRL  Green Line dan menentukan solusi untuk mengurangi tingkat keterlambatan keberangkatan KRL Green Line. Metode Penelitian yang digunakan adalah kuesioner online dan survei lapangan. Lalu dianalisis dengan Gap Analysis agar didapatkan informasi mengenai karateristik individu dan karateristik perjalanan pengguna  KRL Green Line di Stasiun Tanah Abang. Pengguna Stasiun Tanah Abang mayoritas laki – laki sebesar 71% dan Wanita 29% , berdasarkan data responden, didominasi konsumen berumur 21 – 30 tahun sebesar 72 %. Didapat sebesar 79,3% berdomisilli dari Provinsi DKI Jakarta berpendidikan S1 sebesar 61% sehingga data menunjukan profesi konsumen adalah sebesar 74% pelajar/mahasiswa. Dengan pengeluaran rata-rata per bulan sebesar Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000. Rata-rata menunjukan bahwa konsumen Stasiun Tanah Abang menggunakan KA untuk sekolah/pulang. Responden sepakat bahwa frekuensi penggunaan KA bersifat sesuai kebutuhan (76,8%).
PERANCANGAN OTOMATIS PERHITUNGAN EARNED VALUE PADA PROYEK PEMBANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN C# Rudi Desmanto; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 1, Februari 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10471

Abstract

Earned Value Analysis is one of the methods used in project control to integrate costs and time. Earned Value Analysis is calculated using the C# programming language assistance tool to implement the Gudang Garam Nasional construction work. The method used is Earned Value Analysis. This study's results are equipped with a clear description of the steps that must be taken when starting programming in the C# programming language. For the calculation results of Earned Value Analysis using the Earned Value Analysis program - Rudto 2020 on several Gudang Garam Nasional projects from week 1 to week 2. (1) North Aceh Gudang Garam Nasional has poor cost performance and good timing; (2) Indramayu Gudang Garam Nasional has poor performance and poor costs; (3) Demak Gudang Garam Nasional has poor cost and time performance; (4) Jepara Gudang Garam Nasional has good cost performance but poor time performance; (5) Pati Gudang Garam Nasional has poor cost performance but good time performance; (6) Pamekasan Gudang Garam Nasional has poor cost performance but good time performance. ABSTRAKEarned Value Analysis merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pengendalian proyek untuk mengintegrasikan biaya dan waktu. Earned Value Analysis dihitung dengan menggunakan alat bantuan bahasa pemrograman C# pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi Gudang Garam Nasional. Metode yang digunakan adalah Earned Value Analysis. Hasil Penelitian ini dilengkapi deskripsi secara jelas langkah-langkah yang harus dilakukan ketika memulai pembuatan program dengan bahasa pemrograman C#. Untuk hasil perhitungan Earned Value Analysis dengan menggunakan program Earned Value Analysis – Rudto 2020 pada beberapa proyek Gudang Garam Nasional dari minggu ke-1 hingga minggu ke-2. (1) Gudang Garam Nasional Aceh Utara memiliki kinerja biaya yang buruk dan waktu yang baik; (2) Gudang Garam Nasional Indramayu memiliki kinerja yang buruk dan biaya yang buruk; (3) Gudang Garam Nasional Demak memiliki kinerja biaya dan waktu yang buruk; (4) Gudang Garam Nasional Jepara kinerja biaya yang baik namun kinerja waktu yang buruk; (5) Gudang Garam Nasional Pati memiliki kinerja biaya yang buruk namun kinerja waktu yang baik; (6) Gudang Garam Nasional Pamekasan memiliki kinerja biaya yang buruk namun kinerja waktu yang baik.
ANALISIS ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI Yohanes Willy; Jane Sekarsari
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8392

Abstract

Human resources is one important things to achieve a successful construction project, because the success of a service provider includes human resources. However, in its implementation, construction service providers pay less attention to it. The aspect of human resources is aspects of work competence, work motivation, work loyalty and work discipline. A purpose of this research is to find how the influence of aspects of human resources on the performance of construction project workers in order to create good employee performance so that construction activities can run optimally and efficiently. The study was conducted by distributing questionnaires using purposive sampling techniques with 30 respondents. The data analysis technique used is SPSS software version 25. Data analysis was carried out from the validity test, reliability test, classic assumption test (normality test), descriptive analysis, and Relative Importance Index (RII). The results of the analysis indicate that aspects of human resources affect the performance of construction project workers and the most influential is aspect of work discipline, then the second is aspect of loyalty, the third is aspect of competence and last is  motivational aspect. Thus construction service providers can pay attention to aspects of human resources in order to improve labor performances.ABSTRAKSumber  daya  manusia  merupakan salah satu hal  penting   untuk  mencapai suatu kesuksesan proyek konstruksi,  karena  keberhasilan  suatu penyedia jasa meliputi  sumber daya manusia juga.  Namun pada pelaksanaannya penyedia  jasa  konstruksi  kurang  memperhatikannya.  Aspek-aspek sumber daya manusia yang dimaksud mencakup  aspek  kompetensi kerja,  motivasi kerja,  loyalitas kerja  serta  disiplin  kerja.  Tujuan  dari  penelitian  ini  yaitu  untuk mendapatkan  seberapa besar   aspek  sumber  daya  manusia  memengaruhi  kinerja  pekerja  proyek  konstruksi agar dapat menciptakan  kinerja pekerja  yang  baik sehingga  kegiatan konstruksi dapat berjalan optimal dan efisien. Penelitian  dilakukan  dengan  penyebaran  kuesioner  dengan menggunakan  teknik  purposive sampling dengan total 30 orang.  Teknik analisis data yang dipakai adalah software SPSS versi 25. Analisis data dilakukan mulai dari uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, analisis deskriptif, serta Relative Importance Index (RII). Hasil dari analisis yang dilakukan menunjukkan  bahwa  aspek sumber daya manusia  mmengaruhi kinerja pekerja proyek konstruksi dan yang paling memengaruhi adalah aspek disiplin kerja, kemudian yang  kedua  adalah  aspek  loyalitas , lalu yang  ketiga  adalah  aspek  kompetensi dan yang keempat adalah adalah aspek motivasi.  Dengan  demikian  penyedia jasa  konstruksi  dapat memperhatikan aspek sumber daya manusia  agar dapat memaksimalkan kinerja perkerja.
ANALISIS HUBUNGAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP TINGKAT KECELAKAAN PADA PROYEK Andi Lay Wirawan; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8365

Abstract

The construction industry in general can be categorized as activities that contain a lot of elements of danger and very risky for accidents. Occupational safety and health management system (SMK3) is the one of factors in a construction project. Implementation of “SMK3” needs to do to provide a good, safe and comfortable working environment, but it is also useful for avoiding work accidents. This study aims to determine the relationship between the factors of the application of “SMK3” to the level of accidents whether correlated or not, so we get the factors that apply the safety management system and work health which is most related to the accident rate. The research method used is quantitative descriptive method, namely by distributing questionnaires that have been prepared previously. Then the data processing is done with the help of an applied program to obtain the results of the validity test, reliability test, normality test and correlation results using the Pearson Product Moment method. The results of the Pearson Product Moment correlation analysis produced 14 variables that correlated with the accident rate with the most influential factor being the availability of danger signs on the project.ABSTRAKIndustri kontruksi pada umumnya dapat dikategorikan sebagai kegiatan yang banyak mengandung unsur bahaya dan sangat berisiko untuk terjadinya kecelakaan. Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu faktor utama dalam suatu pelaksanaan proyek konstruksi. Penerapan SMK3 perlu dilakukan untuk memberikan suasana lingkungan kerja yang baik, aman, dan nyaman, selain itu juga berguna untuk menghindari kecelakaan kerja. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui hubungan faktor penerapan sistem manajemen keselamatam dan kesehatan kerja terhadap tingkat kecelakaan apakah berkorelasi atau tidak, sehingga didapatkan faktor penerapan SMK3 yang paling berhubungan dengan tingkat kecelakaan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode diskriptif kuantitatif yaitu dengan penyebaran kuesioner yang sudah disiapkan sebelumnya. Lalu pengolahan data dilakukan dengan bantuan program terapan untuk didapatkan hasil uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan hasil korelasi dengan menggunakan metode pearson product moment. Hasil dari analisis korelasi pearson product moment menghasilkan 14 variabel yang berkorelasi terhadap tingkat kecelakaan dengan faktor yang paling berpengaruh adalah ketersediaan rambu-rambu tanda bahaya pada proyek.
ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE DI KECAMATAN KELAPA GADING Stefanus Andrew Kartawijaya; Arianti Sutandi; Vittorio Kurniawan
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10517

Abstract

Flood is a disaster caused by various factors. Floods have caused many losses, ranging from disruption to daily activities to the loss of a person's life. Kelapa Gading is an area that is often hit by floods. This indicates that there are many factors that can cause flooding in Kelapa Gading. This study aims to find the factors that cause Kelapa Gading to be frequently flooded and solutions to reduce flooding in the area. There are several factors that needs to be examined, rainfall, drainage capacity, and drainage conditions. Drainage capacity will be calculated using the Manning method to determine the discharge from the existing drainage channel. Then it will be compared with the discharge caused by rainfall. From the results of the analysis, it is known that 12 of the 32 channels reviewed are not able to accommodate runoff discharge. After the analysis, it can be concluded that the factors that cause flooding are from the capacity of the drainage channels and external factors such as the presence of sediment at the bottom of the channel or the channel is obstructed by road construction. The solutions to this problem, deepening drainage channels or making infiltration wells in flood-prone areas. ABSTRAKBanjir adalah sebuah bencana yang disebabkan oleh berbagai faktor-faktor. Banjir telah menyebabkan banyaknya kerugian, mulai dari gangguan untuk melakukan aktivitas sehari-hari sampai dengan hilangnya nyawa seseorang. Kecamatan Kelapa Gading merupakan wilayah yang sering dilanda banjir. Hal tersebut menandakan ada banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadi banjir di daerah Kelapa Gading. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor yang menyebabkan daerah Kelapa Gading sering dilanda banjir dan solusi untuk mengurangi banjir di daerah Kelapa Gading.  Ada berberapa faktor yang perlu diteliti yaitu curah hujan, kapasitas drainase, dan kondisi drainase. Kapasitas drainase akan dihitung menggunakan Manning method untuk menentukan debit dari saluran drainase eksisting. Kemudian akan dibandingkan dengan debit yang diakibatkan oleh curah hujan. Dari hasil analisis yang diperoleh diketahui bahwa 12 dari 32 saluran yang ditinjau tidak mampu menampung debit limpasan. Setelah analisis dapat disimpulkan faktor-faktor yang menyebabkan banjir ada dari kapasitas saluran drainase dan faktor luar seperti adanya sedimen di dasar saluran atau saluran terhambat oleh pembangunan jalan. Solusi untuk menangani hal tersebut ada dua yaitu memperdalam saluran drainase atau membuat sumur resapan pada daerah yang rawan banjir.