cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
AUDIT KESELAMATAN JALAN TOL KUNCIRAN-SERPONG Liana Fentani Natalia; Ni Luh Putu Shinta Eka Setyarini
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8387

Abstract

The imbalance population and number of vehicles increasing from year to year with number of roads causing traffic jam. Build toll road is the government's effort to solve traffic jam. The construction of toll roads that carried out by Government is expected to be able reduce traffic jam on arterial roads but in reality does not reduce traffic jam even though traffic jam still exist on toll roads. Traffic jam causes stress and fatigue and can lead to traffic accidents. Indonesia has a much higher mortality rate compared to other countries. Traffic accidents are influenced by three main factors: human factors, vehicle factors, and road factors. To improve road safety and high number of deaths each year, it will carried out research by direct observation using the Road Safety Audit (RSA) form of the Kunciran-Serpong Toll Road. The result of this research by direct observation on Kunciran-Serpong Toll Road in general there are still many shortcomings, such as various types of road damage and pavement, there are no signs to bend to the left or right, the drainage system is not good on several roads, and the median is not good because not all segments get fenced.ABSTRAKKetidakseimbangan antara jumlah penduduk dan jumlah kendaraan yang dari tahun ke tahun semakin bertambah dengan ruas jalan yang ada hal tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas. Dengan membangun jalan tol adalah upaya pemerintah dalam menangani kemacetan. Pembangunan jalan tol yang dilakukan oleh Pemerintah diharapkan untuk mampu  mengurangi kemacetan yang terdapat di jalan arteri namun pada kenyataannya tidak mengurangi kemacetan bahkan jalan tol sekalipun mengalami kemacetan. Kemacetan menyebabkan stres dan lelah fisik dan pada akhirnya dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Indonesia memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara lainnya. Kecelakaan lalu lintas dipengaruhi tiga faktor utama yaitu faktor manusia, faktor kendaraan, dan faktor jalan.  Dalam rangka upaya penyelamatan jalan dan banyaknya angka kematian setiap tahunnya dilakukanlah penelitian metode observasi langung dengan mengunakan formulir Audit Keselamatan Jalan (AKR) atau Road Safety Audit (RSA) pada ruas jalan Tol Kunciran-Serpong. Hasil penelitian metode observasi langung pada jalan Tol Kunciran-Serpong secara umum masih terdapat banyak kekurangan, seperti berbagau jenis kerusakan jalan dan perkerasan, tidak ada rambu peringatan tikungan ke kiri maupun ke kanan, sistem drainase yang kurang baik pada beberapa ruas jalan, dan median yang kurang baik karena tidak semua ruas mendapatkan pemagaran.
ANALISIS PENGARUH BENTUK DAN LOKASI BUKAAN PADA BALOK TINGGI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Anthony Fariman; Leo S. Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8320

Abstract

ABSTRAKBalok tinggi beton bertulang merupakan salah satu struktur khusus yang dapat memikul beban cukup besar dan umumnya digunakan sebagai transfer girder, struktur lepas pantai, struktur dinding, dan pondasi. Kehadiran bukaan pada balok tinggi dapat memfasilitasi jalur saluran AC, saluran pipa, jaringan kabel dan lain-lain. Dengan adanya bukaan pada balok tinggi dapat memberikan beberapa efek samping yaitu terjadinya diskontinuitas geometri, tegangan terdistribusi non-linier pada balok tinggi, berkurangnya kekuatan dari balok, dan timbulnya konsentrasi tegangan di sekitar bukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek dari kehadiran bukaan pada balok tinggi di atas dua perletakan (sendi-rol) dan dibebani beban terpusat di tengah bentang balok lalu memvariasikan bentuk bukaan (persegi, persegi panjang, dan lingkaran) dan lokasi bukaan. Tegangan lentur pada balok tinggi dan konsentrasi tegangan yang terjadi di sekitar bukaan merupakan hal yang akan dibahas dalam penelitian. Analisis akan dibantu dengan Midas FEA yang merupakan program berbasis elemen hingga dan  pemodelan dilakukan dengan elemen solid tiga dimensi. Hasil dari analisis ini menunjukkan bahwa kehadiran bukaan pada balok tinggi menyebabkan kenaikan tegangan secara signifikan. Lokasi dari bukaan yang mendekati daerah tengah bentang balok juga sangat mempengaruhi besarnya tegangan yang terjadi.ABSTRACTReinforced concrete deep beam is one of the special structures that can carry quite a big load and generally used as a transfer girder, offshore structure, wall structure, and foundation. The appearance of openings in deep beams can facilitate AC pipelines, plumbing pipes, cable networks, etc. The existence of openings in deep beams can provide a few side effects such as geometric discontinuity, non-linear stress distributions over the deep beams, reduced strength of the deep beams, and stresses concentration will emerged around the openings. The purpose of this research is to analyze the effects from the existence of openings in deep beams on two supports (hinge and roller) and loaded by concentrated load in mid-span then variate the shape of openings (square, rectangle, and circle) and location of the openings. Flexural stresses in deep beams and the stress concentrations that occur around the openings are discussed in this research. The analysis will be assisted by Midas FEA which is a finite element based program and modelling will be executed in three dimensional solid elements. The result of this analysis showed that the existence of the openings in deep beams can cause stresses to increase significantly high. The location of the openings close to the mid-span of the deep beams also affect the amount of the stresses that occurs.
ANALISIS KAPASITAS DAN KINERJA LALU LINTAS DI JALAN H.R. RASUNA SAID JAKARTA Edmund Surya Jaya; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10551

Abstract

Some of the main roads in South Jakarta, one of which is Jalan H.R. Rasuna Said, which is always crowded with passing vehicles, both residents of Jakarta and Jabodetabek, traffic on Jalan HR Rasuna Said Jakarta often experiences congestion, one of the causes is the increase in the number of vehicles in the city and also traffic performance which is not matched by an increase in number. road users. The increase in the volume of traffic will cause a change in behavior towards traffic performance, based on the guidelines of MKJI 1997 (Manual of Indonesian Road Capacity) the value of road capacity is C = 6968 pcu/km with a free flow speed of Fv = 59,55 km/hour while the capacity Greenberg's selected model produces a capacity of C = 11384 pcu/km with a free flow speed of Sff = 49,72 km/hour while the condition of the passing vehicle exceeds the basic capacity based on MKJI 1997, namely the maximum volume of V = 10635 pcu/km and with a speed of S = 18,25 km/hour so that the research model that will be used as a reference for the next calculation is the Greenberg model. ABSTRAKBeberapa ruas jalan raya di Jakarta Selatan salah satunya adalah jalan H.R. Rasuna Said yang selalu dipadati dengan kendaraan yang melintas baik itu warga Jakarta maupun dari Jabodetabek, lalu lintas di Jalan H.R Rasuna Said Jakarta sering sekali mengalami kemacetan salah satu penyebabnya adalah peningkatan jumlah kendaraan di dalam kota dan juga kinerja lalu lintas yang tidak diimbangi oleh meningkatnya jumlah pengguna jalan. Peningkatan jumlah volume lalu lintas akan menyebabkan perubahan perilaku terhadap kinerja lalu lintas, berdasarkan pedoman MKJI 1997 (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) nilai kapasitas ruas jalan sebesar C = 6968 smp/km dengan kecepatan arus bebas sebesar Fv = 59,55 km/jam sedangkan kapasitas model terpilih Greenberg menghasilkan kapasitas C = 11384 smp/km dengan kecepatan arus bebas Sff = 49,72 km/jam sedangkan kondisi kendaraan yang melintas melebihi kapasitas dasar bedasarkan MKJI 1997 yaitu volume maksimum sebesar V = 10635 smp/km dan dengan kecepatan S = 18,25 km/jam sehingga model penelitian yang akan digunakan sebagai acuan perhitungan selanjutnya adalah model Greenberg.
ANALISIS ULANG STABILITAS TANAH DENGAN COMPACTED LATERITIC SOIL COLUMNS PADA COLLAPSIBLE SOIL MENGGUNAKAN RUMUS ELASTIK Antonius Kristanto Kusuma; Gregorius Sandjaja
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8307

Abstract

ABSTRACTIndonesia is a tropical country that has very high rainfall rate in the whole year. This is very difficult to overcome with land problems that exist in Indonesia. The condition of the land which has a very not  stable soil or we can say that it has collapsible status. Land that has collapse problems is prone to landslides, which involves very low soil carrying capacity and also very high water content in the soil. Many methods can be used to reduce collapsible soi lrate. In this re-analysis we calculate the problem of soil using the lateritic compacted soil columns. This process uses the formation of soil columns by compressing a number of points with a certain diameter so that the carrying capacity of the soil in order to repair and improve minimum occurrence of collapsible soil. But this method has advantages and disadvantages. From the results of the re-analysis conducted it was proven that the stability method using Compacted Lateritic Soil Colums reduced the possibility of soil experiencing collapsible soil. The analysis shows that the value of the edge of displacement or the total decreases due to the stability used using Compacted Lateritic Soil Colums. ABSTRAK  Indonesia adalah negara tropis yang memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Hal tersebut sangat berpengaruh dengan keadaan stabilitas tanah yang berada di Indonesia. Keadaan  tanah yang memiliki stabilitas yang sangat tidak stabil dapat juga di sebut tanah dengan keadaan status collapsible . Tanah yang memiliki keadaan collapsible  memiliki  rentan mengalami longsor ., di akibatkan daya dukung tanah yang sangat rendah dan juga kadar air yang sangat tinggi di dalam kandungan tanah. Banyak metode stabilitas yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya collapsible soil. Pada analisis ulang perhitunga ini membahas stabilitas tanah menggunakanan Compacted Lateritic Soil Colums.Proses stabilitas ini menggunakan cara pebentukan kolom tanah dengan memadatkan bebarapa titik dengan diameter tertentu agar daya dukung tanah mengalami peningkatan dan mencegah terjadinya collapsible soil. Tetapi metode ini memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Dari hasil analisi ulang yang dilakukan terbukti bahwa metode stabilitas menggunakan Compacted Lateritic Soil Colums mengurangi kemungkinan terjadinya tanah mengalami Collapsible soil. Dalam Analisis terlihat nilai edge of displacement atau total penurunan yang terjadi berkurang diakibatkan stabilitas yang di gunakan menggunakan Compacted Lateritic Soil Colums.  
PERBANDINGAN ANALISIS MULTI-TOWER DENGAN MODEL PENDEKATAN TERPISAH DAN MODEL UTUH Raynaldo Raynaldo; Hadi Pranata; Daniel Christianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8812

Abstract

In this study a multi-tower analysis comparison is conducted by comparing a separate approach model and a complete model. There are three approach models used for multi-tower building analysis which are model with unattached towers and podium (Type 1), model with a single tower connected to a cut podium (Type 2) and model with a single tower connected to a whole podium (Type 3). The approach model is analyzed with response spectrum response and the results were compared with the complete model analyzed with response spectrum and time history. The building structure model in this study uses a dual system. The analysis procedure is carried out based on SNI 1726:2012 with ETABS. Based on the analysis results, the type 2 model produces the building period that is the closest to the complete model building period. Type 1 model is not suitable for use as an approach model in multi-tower building analysis. The type 2 model is most ideal for use as an approach model. Type 3 model is a very conservative approach and can be used if more conservative design is desired. The tensile stress that occurs on the podium roof is insignificant in the multi-tower building under study.Pada penelitian ini dilakukan perbandingan analisis multi-tower dengan model pendekatan terpisah dan model utuh. Ada tiga model pendekatan yang digunakan untuk analisis gedung multi-tower yaitu pemodelan menara dan podium terpisah (Tipe 1), pemodelan dengan menara tunggal terhubung pada podium terpotong (Tipe 2) dan pemodelan dengan menara tunggal terhubung pada podium utuh (Tipe 3). Model pendekatan dianalisis dengan prosedur respons spektrum dan hasilnya dibandingkan dengan model utuh yang dianalisis dengan respons spektrum dan riwayat waktu. Model struktur bangunan pada penelitian ini menggunakan sistem struktur ganda yaitu kombinasi antara sistem rangka pemikul momen dan sistem dinding geser. Prosedur analisis dilakukan berdasarkan SNI 1726:2012 dengan bantuan program ETABS. Berdasarkan hasil analisis, model tipe 2 menghasilkan periode bangunan yang paling mendekati dengan periode bangunan model utuh. Model tipe 1 kurang cocok untuk digunakan sebagai model pendekatan pada analisis bangunan multi-tower. Model tipe 2 paling ideal untuk digunakan sebagai model pendekatan. Model  tipe 3 adalah model pendekatan yang sangat konservatif dan dapat digunakan jika ingin memperoleh desain yang konservatif. Tegangan tarik yang terjadi pada atap podium tidak signifikan pada bangunan multi-tower yang ditinjau.
ANALISIS SALURAN EKSISTING DI KELURAHAN PADEMANGAN TIMUR Felix Jayanto; Wati Asriningsih Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10644

Abstract

Flooding is not a strange thing anymore for DKI Jakarta Province. Many factors cause flooding in DKI Jakarta Province, such as heavy rain, blockage of drainage channels by garbage, tides, flooding from higher areas, and others. Lots of losses were caused by this flood, such as damaged roads. Public facilities are also damaged, causing temporary economic paralysis, many residents are sick, it can even cause fatalities. In Pademangan District, several areas are prone to flooding, but strangely, in East Pademangan Village, there is only one place that is affected by floods. The flood in that place has a depth of about 20 cm. So it is necessary to explore why only that place is affected by floods, so that a solution can be found. For that there are several things that need to be analyzed, namely rainfall, channel capacity and the condition of the existing channel. After analyzing everything, it can be concluded that the East Pademangan area is caused by the existing channel capacity which is still unable to accommodate high rainfall. Apart from that, garbage and sediment also cause flooding in this area. ABSTRAKBanjir bukan merupakan hal yang aneh lagi untuk Provinsi DKI Jakarta. Ada banyak faktor yang menyebabkan banjir di Provinsi DKI Jakarta seperti hujan deras, penyumbatan saluran drainase oleh sampah – sampah, pasang surut air laut, banjir kiriman dari daerah yang lebih tinggi, dan lain – lain. Banyak sekali kerugian yang ditimbulkan akibat banjir ini; seperti jalan banyak yang rusak, fasilitas – fasilitas umum juga ikut rusak, menyebabkan kelumpuhan ekonomi sesaat, warga banyak yang sakit, bahkan bisa menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Di Kecamatan Pademangan terdapat beberapa daerah yang rawan banjir, tetapi anehnya di Kelurahan Pademangan Timur hanya ada satu tempat yang terkena genangan banjir. Banjir di tempat tersebut memiliki kedalaman sekitar 20 cm. Maka perlu ditelusuri mengapa hanya di tempat itu saja yang terkena genangan banjir, sehingga bisa dicari solusinya. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dianalisis yaitu curah hujan, kapasitas saluran dan keadaan saluran eksisting. Setelah dianalisis dapat disimpulkan bahwa daerah Pademangan Timur ini disebabkan oleh kapasitas saluran eksisting yang masih belum bisa menampung curah hujan yang tinggi. Selain itu, sampah dan sedimen juga menjadi penyebab banjir di daerah ini.
STUDI PENGARUH KEMIRINGAN, JARAK, DAN PANJANG SOIL NAILING TERHADAP STABILITAS LERENG Harryanto Harryanto; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8377

Abstract

Soft soil is commonly become the main problem in various types of construction. This type of soil has a low carrying capacity that could affect the stability of structure on it. As time goes by, there’s a various way to improving the stability of soil, such as using geotextile as the reinforcement. This material works by using membrane effect which only relies on its own tensile strength which can helps the subgrade by bearing the loads of embankment. In one project, embankment will be made with a very soft soil subgrade. To make sure the stability of the embankment, geotextile reinforcement is used. To save costs, the length of geotextile anchoring must be planned. The lower that embankment, the shorter geotextile anchoring is used. Meanwhile if the tensile capacity is getting higher, the shorter geotextile anchoring that will be used. And in this study, the ratio between the length of geotextile anchoring and the tensile strength is 0,9. Tanah lunak seringkali menjadi sumber berbagai masalah terhadap proses pada berbagai jenis konstruksi. Tanah lunak memiliki daya dukung yang kecil sehingga sangat berpengaruh terhadap proses konstruksi yang akan berlangsung dan terhadap stabilitas struktur yang berada di atasnya. Seiring berkembangnya zaman, salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan stabilitas tanah yaitu dengan menggunakan perkuatan berupa geotekstil. Geotekstil merupakan suatu geosintetik yang berbentuk seperti karpet atau kain yang bersifat permeable (tidak kedap air). Cara kerja geotekstil yaitu dengan menggunakan metode membrance effect dimana hanya menggunakan kuat tariknya sendiri yang dapat membantu tanah dasar untuk memikul beban agar struktur yang berada di atasnya menjadi lebih stabil. Pada suatu proyek akan dibuat timbunan dengan ketinggian yang beragam di atas tanah dasar yang lunak. Material geotekstil terbukti dapat menstabilkan timbunan yang berada di atas tanah lunak. Untuk menghemat biaya yang dikeluarkan maka panjang penjangkaran yang digunakan harus direncanakan. Untuk timbunan yang rendah, panjang penjangkaran geotekstil yang digunakan lebih kecil dibandingkan dengan timbunan yang lebih tinggi dan apabila kekuatan tarik geotekstil ingin ditingkatkan maka panjang penjangkaran yang dibutuhkan akan semakin kecil, begitupun juga sebaliknya dan pada penelitian kali ini rasio panjang penjangkaran terhadap kuat tarik yang didapatkan adalah sebesar 0,9.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN CAIRAN ADITIF DALAM PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH ORGANIK Ignatius Ega Renaldi; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8750

Abstract

Organic soil is soil with a mixture of organic materials and the remain of plants and animals. Organic soil is classified as soft soil and divided into several parts, namely organic clay, organic silt, and peat. Carrying capacity of soil is the strength of soil to hold a load acting on soil that is normally distributed through the foundation. In calculating the carrying capacity of the soil, parameters greatly affect are cohesion and angle of shear. Cohesion is the force between particles in rocks with the same molecule. Meanwhile, the angle of shear is the angle formed from normal stress and shear stress in the soil or rock material. Calculation of cohesion and angle of shear of soil can be done with direct shear and triaxial test based on American Standard in Test and Materials (ASTM). In this study, an analysis conducted to determine the best waste liquid additive material. Beside being able to increase the carrying capacity of organic soils, this study can reduce existing waste. The result of this test is all additive can be increasing the value of soil compressive strength. Oil is the best additive which effective to increasing about 300% value of compressive strength.[KS1] [IR2]  [KS1]Maks. 200 kata [IR2]okTanah Organik adalah tanah yang memiliki campuran bahan-bahan organik dan sisa-sisa pelapukan tumbuhan dan hewan. Tanah organik merupakan tanah yang tergolong tanah lunak dan terbagi menjadi beberapa bagian yaitu tanah lempung organik, lanau organik, dan gambut. Daya dukung tanah adalah kekuatan tanah untuk menahan suatu beban yang bekerja pada tanah yang biasa disalurkan melalui fondasi. Dalam perhitungan daya dukung tanah, parameter yang sangat mempengaruhi adalah kohesi dan sudut geser dalam tanah. Kohesi adalah gaya tarik menarik antar partikel dalam batuan yang molekulnya sama. Sementara itu, sudut geser dalam tanah merupakan sudut yang terbentuk dari hubungan antara tegangan normal dan tegangan geser dalam material tanah atau batuan. Cara mendapatkan nilai kohesi dan sudut geser dalam tanah dapat dilakukan dengan tes direct shear dan triaxial berdasarkan standar amerika. Bahan aditif yang digunakan dalam penelitian ini digunakan bahan cairan yang merupakan bahan sisa atau sampah yang ada dalam masyarakat. Sehingga, selain meningkatkan daya dukung tanah organik penelitian ini dapat mengurangi sampah yang ada. Kesimpulan pada penelitian adalah penambahan cairan aditif dinilai mampu meningkatkan kekuatan geser tanah. Oli bekas dinilai sebagai bahan aditif terbaik yang mampu meningkatkan sebesar 300% nilai kekuatan geser tanah.
PENGARUH JARAK ANTAR TIANG TERHADAP EFISIENSI DAYA DUKUNG TIANG KELOMPOK BOR Robert S; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 4, Nomor 2, Mei 2021
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v0i0.10528

Abstract

ABSTRACTThe main purpose of this thesis is to determine the effective pile spacings. In this study, the foundation design is bored pile group 3x3 with length 12m and diameter 0,6m. The load capacity of a pile group is depends on pile spacings. Therefore, the spacings that is used in this thesis is 1,7D ; 2D ; 2,5D ; 3D ; 4D ; 5D ; 6D. To determine the efficiency of a pile group with varying spacings, calculations are made using several methods. From the results of the calculation of the efficiency, the most relative effective pile spacings are determined. The results show 2,5D spacing is the most relative effective for bored pile group with diameter 0,6m and length 12m has most relative effective spacing 2,5D.ABSTRAKTujuan utama dari penulisan skripsi ini adalah untuk menentukan jarak tiang yang efektif. Pada penelitian kali ini, digunakan jenis fondasi kelompok tiang bor 3x3 dengan panjang 12m dan diameter 0,6m. Kapasitas dukung sebuah fondasi tiang kelompok tergantung pada jarak tiang yang ditentukan. Oleh karena itu, ditentukan pemasangan jarak tiang sebesar 1,7D ; 2D ; 2,5D ; 3D ; 4D ; 5D ; 6D. Untuk mendapatkan nilai efisiensi dari kelompok tiang dengan jarak yang bervariasi tersebut dilakukan perhitungan menggunakan beberapa metode. Dari hasil perhitungan nilai efisiensi tersebut kemudian ditentukan jarak tiang yang relatif paling efektif untuk kelompok tiang. Hasil analisi menunjukkan bahwa tiang bor dengan diameter 0,6m dan panjang 12m memiliki jarak tiang yang relatif paling efektif sebesar 2,5D. 
ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN DI ATAS KONSTRUKSI TIANG DAN GEOSINTETIK MENGGUNAKAN PROGRAM ELEMEN HINGGA Yosia Firmansyah; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 3, Agustus 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i3.8525

Abstract

soft soil is a challenge for geotechnical engineer due to  the characteristics of the soil that cause over settlement. Geosynthetic reinforcement is used on piles to correct undesirable soft soil characteristics. This thesis will use the BS 8006 methods and 3D software that use the finite element method to compare the geosynthetic tensile strength and how geosynthetic influences the embankment. The author will use the 3D software in the hope that it will produce a more accurate analysis compared to the 2D software. This thesis will compare the calculation of the geosynthetic tensile strength with the finite element method and the BS 8006 method. This is done because the calculation method BS 8006 does not take into account the subgrade in analyzing the geosynthetic tensile strength. This geosynthetic material has been proven to reduce slippage and channel load to the pile. This reinforcement of poles and geocyntetics can increase embankment safety factor by at least 0.35.