cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
ANALISIS FINITE ELEMENT DEFORMASI RIGID INCLUSION DENGAN DAN TANPA INCLUSION CAPS DI TIMBUNAN BATUBARA Muhammad Farrel Mahran Arry; Ali Iskandar; Giovanni Pranata
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.17039

Abstract

Kebutuhan energi yang besar untuk bangsa ini membuat para pelaku usaha mencoba bisnis pertambangan. Kalimantan Utara dengan cadangan batubara yang cukup besar menjadi salah satu incaran dari para pengusaha. Dalam membangun usaha pertambangan perlu di dukung oleh infrastruktur yang sangat memadai. Banyak tantangan yang dihadapi saat membangun infrastruktur tersebut salah satunya adalah tanah lunak yang tersebar di Kalimantan Utara. Tanah lunak menjadi kendala infrastruktur yang tidak boleh dipandang sebelah mata karena deformasi yang diakibatkan tanah lunak dapat berakibat fatal bagi suatu struktur bangunan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut banyak metode perbaikan tanah yang bisa digunakan salah satunya adalah rigid inclusion. Metode ini mengambil prinsip dasar yaitu transfer beban dengan disalurkan ke load transfer platform yang merupakan ciri khas dari metode ini. Penambahan inclusion caps juga merupakan salah satu opsi pemodelan dari metode ini dimana dapat meningkatkan effisiensi di rigid inclusion. Dengan metode ini waktu pengerjaan akan lebih cepat dan efisien serta membuat deformasi tanah yang terjadi tidak besar. The large energy demand for this nation makes business people try the mining business. North Kalimantan, with its large coal reserves, is one of the targets of entrepreneurs. In building a mining business it is necessary to be supported by a very adequate infrastructure. Many challenges were faced when building the infrastructure, one of which was soft soil spread across North Kalimantan. Soft soil is an infrastructure constraint that should not be underestimated because the deformation caused by soft soil can be fatal to a building structure. To overcome these problems, there are many soil improvement methods that can be used, one of which is rigid inclusion. This method takes the basic principle of load transfer by being channeled to a load transfer platform which is the hallmark of this method. The addition of inclusion caps is also one of the modeling options of this method which can increase efficiency in rigid inclusion. With this method, the processing time will be faster and more efficient and the soil deformation that occurs is not large.
ANALISIS PENGARUH JUMLAH PENGAKU TERHADAP PERILAKU BALOK KASTELA DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Havi Yoga Prastyo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16479

Abstract

Balok kastela merupakan modifikasi bentuk dari balok IWF yang sering digunakan dalam keperluan konstruksi khususnya untuk struktur bentang panjang. Meningkatnya tinggi dimensi pada balok kastela membuat momen inersia dan modulus penampang juga meningkat, dan menyebabkan peningkatan pada kekuatan dan kekakuan lenturnya tanpa disertai penambahan beban. Namun adanya bukaan di sisi web, perilaku kegagalan pada balok kastela lebih kompleks dibandingkan balok IWF, khususnya fenomena tekuk pada web-post yang disebabkan oleh kurangnya tahanan lateral pada badan dan adanya konsentrasi tegangan pada sisi bukaan. Pengaku merupakan salah satu solusi untuk meminimalisasi kegagalan tekuk pada pelat badan. Pada penelitian ini, terdapat 5 studi kasus balok kastela dengan bukaan heksagonal dengan variasi jumlah pengaku vertikal. Analisis dilakukan dengan metode elemen hingga menggunakan software MIDAS FEA v1.1. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pemasangan pengaku vertikal pada balok kastela dapat menghindari tekuk pada web-post akibat beban terpusat. Peningkatan kapasitas beban tertinggi terjadi pada kasus 5 yaitu sebesar 28,532%. Pengaruh sepasang pengaku dalam memberikan penambahan kekuatan balok kastela pada setiap kasus sebesar 2,19% sampai 2,57%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan semakin banyak jumlah pengaku vertikal yang terpasang, semakin besar peningkatan kapasitas beban, namun semakin kecil pengaruh sepasang pengaku dalam memberikan kekuatan pada balok kastela.
Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalan Studi Kasus: Jalan Gatot Subroto Jakarta Ivan Kurniawan; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16751

Abstract

Gatot Subroto is one of the primary roads in Jakarta with primary arterial type. Gatot Subroto road passes through two administrative cities, namely the administrative cities of South Jakarta and Central Jakarta. Currently, the Gatot Subroto Road has reduced it capacity due to overcrowding on the road, causing traffic jams. The research location in on the Gatot Subroto road Cawang to Grogol and Grogol to Cawang. In this study, we will discuss the level of service on Gatot Subroto road. The research method used the ministerial regulation number 14 of 2006, the ministerial regulation number 96 of 2015 and 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI). The research was conducted by using a traffic low survey method on Gatot Subroto road by noting the number of vehicles thast passing by, so that researchers can find out the capacity, free flow speed, volume, density, degree of saturation and level of service of these roads. From the results of data processing, the LOS value of each road directions is 1.70 and 1.41 so that it enters the service level category “category F”. Questionnaires were also distributed to 100 respondents. This questionnaire aims to obtain perception data in the form of the respondent’s speed and time when passing through the Gatot Subroto road in smooth, non-smooth and congested conditions. Then the results of direct analysis and questionnaires will be compared with the Regulation of the Minister of Transportation Regulation No.14 of 2006 and No.96 of 2015.Jalan Gatot Subroto merupakan salah satu jalan besar di Jakarta yang bertipe arteri primer. Jalan Gatot Subroto melewati dua kota adminstrasi yaitu kota administrasi Jakarta Selatan dan Jakarta pusat. Saat ini jalan Gatot Subroto kapasitasnya berkurang disebabkan karena kepadatan pada ruas jalan tersebut sehingga mengakibatkan kemacetan. Lokasi penelitian terdapat di ruas jalan Gatot Subroto Cawang arah Grogol dan Grogol arah Cawang. Pada penelitian ini, akan membahas mengenai tingkat pelayanan jalan di ruas Jalan Gatot Subroto. Acuan penelitian adalah Peraturan Menteri perhubungan no 14 tahun 2006, Peraturan Menteri perhubungan no 96 tahun 2015 dan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey arus lalu lintas di jalan Gatot Subroto dengan mencatat jumlah kendaraan yang lewat, sehingga peneliti dapat mengketahui kapasitas, kecepatan arus bebas, volume, kepadatan, derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalan dari ruas jalan tersebut. Dari hasil pengolahan data, diperoleh nilai LOS dari masing-masing arah jalan yaitu sebesar 1.70 dan 1.41 sehingga masuk ke kategori tingkat pelayanan “kategori F”. Dilakukan juga penyebaran kuesioner kepada 100 responden. Kuesioner ini bertujuan untuk mendapatkan data presepsi berupa kecepatan dan waktu responden saat melewati jalan Gatot Subroto dalam kondisi lancar, tidak lancar dan macet. Kemudian hasil observasi langsung dan kuesioner akan dibandingkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan no 14 tahun 2006 dan no 96 tahun 2015.
Analisis Pengaruh Bentuk Bukaan Pada Pelat Lentur Dengan Metode Elemen Hingga Prem Singh; Leo S. Tedianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.17229

Abstract

Openings in the slab are generally unavoidable. Openings need to be provided to meet the needs of services such as water pipes, electrical wiring, and air vents. The area around the opening will experience an increase in deflection and stress. In this thesis, the plate will be analyzed with variations in the shape of the opening and boundary conditions. The shape of slab is square and receives a transverse uniform load. The shapes of the openings are square, rectangle, and circle. The area of the openings is kept the same and flexed at the center of the plate with different boundary conditions i.e. simple support, fixed on 4 sides, fixed on 3 sides, fixed on 2 opposite sides, and fixed on 2 adjacent sides. Slab analysis with openings was carried out using the finite element method and the help of the MIDAS FEA software. The results of the analysis showed that among the three shapes of openings, area around rectangular openings tend to produce the highest increases in displacement and stress viz. 2.6 times and 4.7 times. Meanwhile, area around the circular opening experienced the lowest increase in deflection and stress viz. 1.3 times and 1.1 times. The boundary conditions that cause the highest increase in deflection and stress are simple supports.Bukaan pada pelat umumnya tidak dapat dihindarkan. Bukaan perlu dibuat untuk memenuhi kebutuhan pelayanan seperti pipa air, kabel listrik, dan ventilasi udara. Daerah pada sekeliling bukaan akan mengalami peningkatan lendutan dan tegangan. Pada skripsi ini, akan dianilisis pelat dengan variasi bentuk bukaan dan kondisi batas. Pelat yang dianalisis berbentuk bujur sangkar dan menerima beban merata secara transversal. Bentuk bukaan yang dianalisis adalah bujur sangkar, persegi panjang, dan lingkaran. Luas ketiga bentuk bukaan dipertahankan tetap sama dan diltekkan pada pusat pelat dengan kondisi batas yang berbeda-beda yaitu tumpuan sederhana, jepit di 4 sisi, jepit di 3 sisi, jepit di 2 sisi berseberangan, dan jepit di 2 sisi bersebelahan. Analisis pelat dengan bukaan dilakukan menggunakan metode elemen hingga dan bantuan software MIDAS FEA. Hasil analisis menunjukkan diantara ketiga bentuk bukaan, bukaan berbentuk persegi panjang cenderung menghasilkan peningkatan lendutan dan tegangan yang paling tinggi yaitu sebesar 2.6 kali lipat dan 4.7 kali lipat. Sementara bukaan berbentuk lingkaran mengalami peningkatan lendutan dan tegangan yang paling rendah yaitu 1.3 kali lipat dan 1.1 kali lipat. Adapun kondisi batas yang menyebabkan terjadinya peningkatan lendutan dan tegangan yang yang paling tinggi adalah tumpuan sederhana.
Studi Konfigurasi Susunan & Material Pengisi Pada Ban Bekas Sebagai Solusi Alternatif Dinding Penahan Tanah Michael Limanow; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16565

Abstract

Recycling processed used tyres and alternative solution of earth retaining materials that cost-effective, environmental friendly, prompted the study of using waste tyres as geotechnical structures’ material. Studies show that the use of waste tyres, either whole scrap tyre, shredded to chips or flakes, granulated and powdered, are feasible as reinforcement material for retaining structure. This time, an idea arose to analyze the reuse of whole scrap tyres for Retaining Wall as an alternate substitution to Gabion wall. The purpose of this analysis is to measure the behavior and the effectiveness of waste tyre as a retaining wall with variety of stack configurations and types of tyre filler. On the analysis, manual calculations were carried out with the help of Plaxis 2D program and literature studies to compare and complete the analysis of the retaining walls’ behavior. Sand embankment behind the retaining wall is 6 meters height. The analysis shows that waste tyre retaining wall is more effective and a proper alternative retaining wall compared to Gabion wall.
KETEBALAN OPTIMAL KACA PADA PENGAPLIKASIAN AKUARIUM DAN GLASSPOND Jimmy Leonardy Lim; Wati Asriningsih Pranoto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16674

Abstract

Indonesia is a country rich in fauna species, especially ornamental fish. There are about 8500 species of fish and 1300 of them are fish that live in fresh water. This fish diversity is one of the factors that triggers the growth of the economic sector in the hobby sector in the form of maintaining ornamental fish. The maintenance of this ornamental fish requires a container so that it can be enjoyed directly. Commonly used containers are aquariums and glassponds. In the process of making this aquarium and glasspond requires glass material. Glass itself has a special property that is transparent but easily broken. The load on the total volume of water accommodated by the aquarium and glasspond is a major factor in the selection of the thickness and type of glass. This research focuses on 8 mm and 12 mm glass thickness for aquarium and 12 mm tempered type for glasspond. By calculating and analyzing the total water load and the strength of the glass in holding the water load, the optimal glass thickness is obtained in water structures such as aquariums and glassponds.
ANALISIS RIWAYAT WAKTU FONDASI TIANG TUNGGAL DAN KELOMPOK DI TANAH LUNAK Albert Gandarasa; Hendy Wijaya; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16666

Abstract

Indonesian territory has high earthquake possibility because it lays on two seismic gaps. Earthquake can cause a great damage for mankind, in example deaths and infrastructure damage. Therefore, interventions are needed to prevent the damages by analyzing the effect of earthquake towards the foundation stability. The most common analysis method is time history analysis. Time history analysis is a step by step method to find out the respond that given by a structure by simulating an earthquake record to the structure model. This method needs a ground motion from an accelerogram. Spectral response is also needed from the area where the infrastructure will be built. This journal will analyze the time history on the single pile and group pile. This journal will used geotechnical-based programme which is Midas GTS NX that will resulting the displacement and the internal force caused by the seismic load. This journal is expected in assist the planning of a building by calculating the earthquake effects and minimalizing the possibility of pile foundation failure. Wilayah Indonesia memiliki potensi gempa yang cukup besar karena dilewati oleh dua jalur seismik. Gempa bumi dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi umat manusia, seperti korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Maka dari itu, dibutuhkan langkah-langkah untuk mencegah hal tersebut dengan menganalisis efek gempa terhadap kestabilan fondasi. Salah satu analisis yang biasa digunakan adalah analisis riwayat waktu. Analisis riwayat waktu adalah suatu metode langkah demi langkah untuk mengetahui respons yang diberikan suatu struktur dengan cara pemberian rekaman gempa terhadap model struktur tersebut. Metode ini membutuhkan rekaman gerak tanah dari sebuah akselerogram. Diperlukan juga respon spektra dari daerah tempat dimana infrastruktur tersebut akan dibangun. Pada jurnal ini akan dilakukan analisis riwayat waktu pada tiang tunggal dan tiang kelompok. Jurnal ini menggunakan program Midas GTS NX yang berbasis geoteknik yang akan menghasilkan nilai perpindahan dan gaya dalam akibat beban gempa. Jurnal ini diharapkan dapat membantu dalam merencanakan sebuah bangunan dengan memperhitungkan pengaruh beban gempa dan meminimalisir kemungkinan terjadinya kegagalan fondasi tiang.
ANALISIS TINGKAT PENERAPAN KONSTRUKSI HIJAU DAN FAKTOR KENDALANYA PADA PROYEK GEDUNG Albert Nogo Susilo; Oei Fuk Jin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16508

Abstract

As an effort to overcome the negative impact of building projects by implementing green construction. Therefore, the application of green construction is very necessary in the implementation of building projects, although there are still projects that do not or do not implement green construction. The purpose of this research is to identify the factors of implementing green construction and the constraints that affect the 5 groups that have been determined with their respective categories so that a strategy can be recommended. The methods used in this research are validity test, reliability test, normality test, One Way ANOVA test between subjects and Relative Importance Index (RII) method, and SWOT analysis. The data obtained in this study were based on distributing questionnaires with purposive sampling and interview techniques. Based on the results of data analysis, it shows that the application of green construction in the 5 groups has implemented the application of green construction quite well with the majority of the constraint factor that greatly affects the implementation of green construction is the government aspect, so that a strategy is obtained such as requiring to have ISO 14000, providing costs for training, innovating, and giving appreciation.Sebagai upaya untuk mengatasi dampak negatif dari proyek gedung dengan menerapkan konstruksi hijau. Oleh karena itu, penerapan konstruksi hijau sangat diperlukan dalam pelaksanaan proyek gedung walaupun masih terdapat proyek yang tidak atau kurang menerapkan konstruksi hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penerapan konstruksi hijau dan kendalanya yang mempengaruhi pada 5 kelompok yang sudah ditentukan dengan kategori masing-masing sehingga dapat direkomendasikan suatu strategi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji One Way ANOVA Between Subject dan metode Relative Importance Index (RII), serta analisis SWOT. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berdasarkan dari penyebaran kuesioner dengan teknik purposive sampling dan wawancara. Berdasarkan dari hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan konstruksi hijau pada 5 kelompok tersebutsudah melaksanakan penerapan konstruksi hijau dengan cukup baik dengan mayoritas faktor kendala yang sangat mempengaruhi dalam penerapan konstruksi hijau merupakan aspek pemerintah, sehingga diperoleh suatu strategi seperti mensyaratkan untuk memiliki ISO 14000, menyediakan biaya untuk pelatihan, melakukan inovasi, dan memberikan apresiasi
Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalan Studi Kasus: Jalan Jenderal Sudirman Jakart Hendy Putera Winata; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16774

Abstract

Jakarta merupakan ibukota Indonesia yang memiliki perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat diberbagai bidang dan sektor. Banyak masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai daerah yang berbondong-bondong untuk mencari penghasilan di Jakarta. Salah satu jalan protokol yang menjadi pusat keramaian pada hari kerja atau jam sibuk adalah Jalan Jenderal Sudirman. Seiring perkembangan di Indonesia, timbul permasalahan yaitu kemacetan pada Jalan Jenderal Sudirman. Pemerintah Provinsi DKI sudah banyak melalukan berbagai kebijakan salah satunya  penambahan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT). Jalan Jenderal Sudirman yang tadinya menjadi pusat kemacetan pada hari kerja, perlahan menjadi membaik. Menganalisa kinerja jalan di Jalan Jenderal Sudirman digunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) dan Peraturan Mentri Perhubungan No.14 Tahun 2006. Analisa yang dilakuka meliputi kinerja, kapasitas, tingkat pelayanan, kecepatan kendaraan, volume kendaraan, jumlah kendaraan, dan  kondisi jalan. Jakarta is the capital city of Indonesia which has very rapid development and progress in various fields and sectors. Many Indonesian people who come from various regions flock to look for income in Jakarta. One of the protocol roads that becomes the center of the crowd on weekdays or peak hours is Jalan Jenderal Sudirman. Along with developments in Indonesia, problems arise, namely congestion on Jalan Jenderal Sudirman. The DKI Provincial Government has implemented various policies, one of which is the addition of Mass Rapid Transit (MRT) and Light Rail Transit (LRT). Jalan Jenderal Sudirman, which used to be the center of traffic jams on weekdays, is slowly getting better. Analyzing road performance on Jalan Jenderal Sudirman used the Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) and Peraturan Mentri Perhubungan No.14 Year 2006 . The analysis includes performance, capacity, level of service, vehicle speed, vehicle volume, number of vehicles, and road conditions.
PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP RENCANA PENGEMBANGAN ANGKUTAN DALAM KAWASAN LIPPO KARAWACI VILLAGE TANGERANG Josua Wicaksana
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.17935

Abstract

Lippo Karawaci Village is a Mandarin city located in the city of Tangerang, Banten province. Lippo Karawaci Village has various land use functions such as work trips, school trips, shopping trips, work business trips, social trips, dining trips, recreational trips. The area has the potential for the presence of microbuses in the area but has not been developed further. Regional buses in the area tend to be stagnant and not optimally operated. The purpose of this study is to determine the travel patterns, user characteristics and user perceptions in Lippo Karawaci Village. The method used in this research is descriptive and crosstabulation. Descriptive and crosstabulation approaches are used to describe current travel patterns, characteristics, and user perceptions in the field. The results showed that the travel patterns of users tended to aim at the Lippo Central area with a percentage of 51.8%, the majority 36.5% aiming for work, and 77.8% of users' perceptions of agreeing to the transportation development plan in the area.Keywords: Land Use Function; Lippo Karawaci; Transportation; Public Transportation; User Perception. Lippo Karawaci Village merupakan sebuah kota mandari bertempat di kota Tangerang provinsi banten. Lippo Karawaci Village mempunyai fungsi guna lahan bervarian seperti perjalanan pekerjaan, perjalanan sekolah, perjalanan belanja, perjalanan bisnis pekerjaan, perjalanan sosial, perjalanan untuk makan, perjalanan rekreasi. Wilayah tersebut berpotensi untuk adanya mikrobus di dalam kawasan namun belum dikembangkan lebih lagi. Bus kawasan didaerah tersebut cenderung stagnan dan tidak optimal pengoperasiannya. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pola perjalanan, karakteristik pengguna dan persepsi pengguna di Lippo Karawaci Village. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan crosstabulation. Pendekatan deskriptif dan crosstabulation digunakan untuk menggambarkan pola perjalanan, karakteristik, dan perspesi pengguna yang ada dilapangan saat ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola perjalanan pengguna yang cenderung bertujuan ke wilayah Lippo Central dengan presentase sebesar 51.8%, mayoritas 36.5% bertujuan untuk bekerja, dan 77.8% persepsi pengguna setuju terhadap rencana pembangunan angkutan dalam kawasan.Kata kunci: Fungsi Guna Lahan; Lippo Karawaci; Transportasi, Angkutan Umum; Persepsi Pengguna.