cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
Analisis Daya Dukung Fondasi Dangkal Jalan Raya di Atas Tanah Clayshale Kenji Kasan Putra; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16623

Abstract

Tanah clayshale adalah sebuah sedimen yang berbentuk butiran halus terbentuk dari konsolidasi mineral lempung yang mempunyai karakter kembang susut yang sangat besar apabila terjadi perubahan kadar air. Merupakan hasil pelapukan atau transportasi batuan sedimentasi tipe mekanik dengan material timbunan, daya dukung fondasi, kestabilan lereng konstruksi bawah tanah dan lain sebagainya. Pada skripsi kali ini akan membahas mengenai konstruksi jalan raya di atas tanah clayshale yang ditinggikan. Untuk melindungi tanah clayshale dari degradasi kekuatan tanah, maka permukaan tanah clayshale di isolasi menggunakan slab beton, kemudian di atasnya diberikan tanah urug. Beban daripada jalan raya tersebut ditransfer di bawah langsung ke tanah clayshale bukan ke tanah urug. Tanah urug digunakan untuk mengurangi kemungkinan kenaikan air tanah sementara akibat hujan. Hasil yang didapat disajikan dan semua peraturan yang terkait digunakan seperlunya. Hasil dari analisis yang didapat dari perhitungan daya dukung fondasi sebelum degradasi NSPT sebesar 72.16 Ton. Lalu untuk daya dukung fondasi setelah degradasi NSPT sebesar 35% sebesar 52.109 Ton, 40% sebesar 49.096 Ton, 50% sebesar 44.083 Ton. Sehingga jika dibandingkan dengan beban luar sebesar 36.050 Ton, fondasi kuat menahan beban luar di atasnya. Clayshale soil is a sediment of a fine grains formed from the consolidation of clay minerals that have a very large shrinkage character when there is a change in water content. It is the result of weathering or transportation of mechanical type sedimentary rock with embankment material, foundation bearing capacity, slope stability of underground construction and so on. In this thesis, we will discuss the construction of highways on elevated clayshale soil. To protect the clayshale soil from the degradation of soil strength, the clayshale soil surface is isolated using a concrete slab, then fill soil is given on it. The load from the highway is transferred below directly to the clayshale soil rather than to the backfill. Backfill is used to reduce the possibility of temporary groundwater rise due to rain. The results obtained are presented and all relevant regulations are applied as necessary. The result of the analysis obtained from the bearing capacity of the foundation before NSPT degradation is 72.16 Tons. Then for the bearing capacity of the foundation after NSPT degradation, 35% is 52.109 tons, 40% is 49,096 tons, 50% is 44.083 tons. So when compared to the external load of 36,050 Tons, the foundation is strong enough to withstand external loads on it.
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN VARIASI KONSISTENSI TANAH ASLI DAN TANAH TIMBUNAN Valencia Renata; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16717

Abstract

Retaining wall is a structure that is built to retain inclined land or on land where its stability is easilydisturbed. Retaining wall structures are used to withstand lateral soil pressures caused by embankment soilor unstable original soil due to topographic conditions. However, it is also common to find cases oflandslides at project sites where retaining walls have been installed. The failure of this retaining wall isgenerally caused by a design that is not in accordance with the soil conditions at th e project site or due toexternal factors that are not considered in the planning process. Therefore, in designing retaining walls,the parameters and properties of the soil, both original soil and embankment soil, are important factors tobe considered. The purpose of this study is to compare 5 designs of gravity retaining walls in 2 soilconditions that have different consistency of original soil and embankment soil. The design of retainingwalls is checked for shear stability, overturning, soil bearing capacity, global failure, and deformation.Calculation of soil pressure is calculated using conservative method with Rankine Theory and thecalculation of stability to the failure of the bearing capacity of the soil is calculated based on the Hansenand Vesic equations based on soil characteristics and technical data (c and ϕ). Analysis of shear stability,overturning, and bearing capacity of retaining walls was carried out using conventional method , whilestability calculations against global failure and deformation were carried out u sing the finite elementmethod-based program using CPT data and SPT value on project located in Bukit Asam area, Palembang.and Buleleng Regency, Bali.
KORELASI HASIL PENGUJIAN NILAI CBR DAN NILAI DCP PADA TINGKAT PLASTICITY INDEX TERTENTU Alfian Pramaditya Ershano; Gregorius Sandjaja Sentosa
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16786

Abstract

English:Many factors affect the bearing strength of the subgrade so this test is carried out using various methods depending on conditions and needs in the field. One way to determine the bearing capacity of the subgrade is by knowing the value of the California Bearing Ratio. Dynamic Cone Penetrometer is a test tool used in road pavement projects that require fast results for a relatively large number of test points. In this paper, the author will analyze the accuracy of the Dynamic Cone Penetrometer when it is correlated with testing using the standard California Bearing Ratio test method when used in determining the bearing capacity of the subgrade for building projects according to different Plasticity Index values. The analysis carried out in this study includes the comparison of some data for comparison and the measurement value after which it is plotted into a graph to determine the range of values. The final result of testing the two of plasticity index measuring instruments at a level of 5 to 30 percent, the CBR value is in the range of 4 to 24 percent and the DCP is in the basic range of 2 to 20 mm/hit. Bahasa:Banyak faktor yang mempengaruhi kuat dukung tanah dasar sehingga pengujian ini dilakukan menggunakan metode yang bervariasi juga tergantung kondisi dan kebutuhan di lapangan. Salah satu cara menentukan besar daya dukung tanah dasar yaitu dengen mengetahui besar nilai California Bearing Ratio. Dynamic Cone Penetrometer merupakan salah satu alat uji yang digunakan pada proyek perkerasan jalan yang membutuhkan hasil yang cepat untuk jumlah titik uji yang yang relatif banyak. Dalam tulisan ini penulis akan menganalisis keakuratan alat Dynamic Cone Penetrometer apabila dikorelasikan dengan pengujian menggunakan metode standar pengujian California Bearing Ratio lapangan ketika digunakan dalam menentukan besar daya dukung tanah dasar kebutuhan proyek bangunan menurut nilai Plasticity Index berbeda. Analisis yang dilakukan dlam penelitian ini antara lain membandingkan sejumlah data untuk menjadi komparasi dan nilai ukur setelah itu di plot kedalam grafik untuk mengetahui rentng nilainya. Hasil akhir dari pengujian kedua alat ukur tanah dasar pada tingkat plasticity index 5 sampai 30 persen maka nilai CBR berada pada rentang 4 sampai  24 persen dan DCP berada pada rentang 2 sampai 20 mm/pukulan.
EVALUASI JALAN KYAI TAPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE IRAP DAN AKJ UNTUK MENCAPAI STAR RATING 4 DAN 5 Ni Luh Putu Shinta Eka Setyarini; Gilbert lie
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16610

Abstract

ABSTRACTTraffic accidents are a serious problem for every country, especially for low and middle-income countries. The losses that occur can be in the form of material and immaterial, the Indonesian government has made various efforts to improve road safety. One of the efforts to increase the level of road safety is by implementing a road safety improvement strategy, such as the IRAP (The International Road Assessment Program) and AKJ (Road Safety Audit) methodologies. Therefore, in order to improve road safety, this study will discuss the IRAP and AKJ methodologies, which will be applied along the Kyai Tapa road, which is expected to result in IRAP reaching 4 and 5-star ratings and AKJ reaching forgiving roadABSTRAKKecelakaan lalu lintas menjadi permasalahan serius bagi setiap negara, terutama untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kerugian yang terjadi bisa berupa material dan immaterial, di Indonesia pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan tingkat keselamatan di jalan. Salah satu upaya untuk meningkatkan tingkat keselamatan di jalan yaitu dengan melakukan strategi peningkatan keselamatan jalan, seperti metodologi IRAP ( The International Road Assessment Programme) dan AKJ ( Audit Keselamatan Jalan). Maka dari itu dalam rangka meningkatkan tingkat keselamatan di jalan, penelitian ini akan membahas mengenai metodologi IRAP dan AKJ, yang akan diterapkan pada sepanjang ruas jalan Kyai Tapa, yang diharapkan hasilnya untuk IRAP dapat  mencapai star rating 4 dan 5 dan AKJ dapat mencapai jalan yang berkeselamatan
ANALISA PUSHOVER PADA STRUKTUR BETON DENGAN EXTERNAL PRESTRESSING UNTUK TRANSFER GAYA AKSIAL Christopher Felix
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16891

Abstract

Penambahan jumlah lantai pada bangunan eksisting akibat perubahan fungsi bangunan akan berpengaruh pada beban dipikul oleh pondasi yang sudah ada. Sehingga perencana bangunan tersebut harus melakukan pengecekan ulang pengaruh penambahan beban tersebut terhadap bangunan eksisting. Penambahan jumlah tiang pondasi tidak mungkin dilakukan sehingga perlu dilakukan pemindahan gaya aksial pada kolom. Pemindahan gaya dapat dilakukan dengan menaikan kekakuan kolom. Namun untuk memindahkan gaya aksial kolom yang cukup besar perlu dilakukan dengan menggunakan prategang external. Bangunan yang digunakan untuk studi kasus adalah bangunan eksisting 3 dimensi yang didesain dengan standar penulangan SK SNI T-15-1991-03 dan tahan gempa dengan standar SNI 1726-2002. Gaya aksial kolom tepi dipindahkan ke kolom sudut dengan tendon Strand baja mutu 270 Ksi (1860 MPa) ukuran 12.7 mm dengan standar ASTM A416 dan didesain dengan kombinasi beban tegangan izin (ASD). Dalam pengujian analitis digunakan 4 jenis model dengan gaya jacking yang sama namun jumlah tendon dan ukuran strand berbeda-beda. Bangunan dengan prategang tersebut akan ditinjau pengaruhnya terhadap gempa SNI 1726-2019 dengan metode pushover Analysis. Penggunaan external prestressing menghasilkan nilai faktor reduksi gempa (Ry1) dan waktu getar efektif (Te) yang lebih kecil dibandingkan dengan eksisting. Selain memindahkan gaya, External Prestressed juga memberikan sumbangan kekakuan pada bangunan eksisting.
ANALISIS FONDASI AKIBAT BEBAN DINAMIK MESIN GENSET DI JAKARTA TIMUR DAN TANGERANG Theodore Seamditia; Hendy Wijaya; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16641

Abstract

Struktur fondasi adalah salah satu struktur yang sangat penting dalam sebuah pekerjaan konstruksi bangunan yang berada di bawah permukaan tanah. Fungsi dari struktur fondasi adalah meneruskan beban sendiri bangunan yang berada di atasnya serta beban-beban lain yang juga bekerja pada bangunan tersebut yang kemudian di teruskan ke lapisan tanah tertentu yang memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan semua gaya tersebut. Pada skripsi ini dilakukan analisis pada fondasi tiang pancang tunggal dan tiang pancang kelompok beton yang disatukan dengan pile cap yang diberikan beban dinamik. Analisis ini dilakukan menggukanan program berbasis geoteknik yaitu Midas GTS NX yang hasil outputnya berupa nilai-nilai reaksi tiang yang sudah dimodelkan The foundation structure is one of the most important structures in a building construction work that is below ground level. The function of the foundation structure is to continue the load of the building above it and other loads that also work on the building which is then transferred to a certain layer of soil that has sufficient strength to withstand all these forces. In this thesis, an analysis of the single pile and group piles concrete foundation is carried out which is attached to a pile cap under dynamic load. This analysis was carried out using a geotechnical-based program, namely Midas GTS NX, whose output was the modeled pile reaction values.
STUDI PERBANDIGAN TEKANAN LATERAL TANAH SEDANG DAN TANAH AMAT LUNAK Alexandro Kevin Wijaya; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16746

Abstract

Indonesia is a country consisting of thousands of islands and different geographical conditions. Soil conditions in Indonesia have different characteristics. Soil is made up of minerals and organic materials. The distribution of very soft soil in Indonesia is quite large, but it is rarely discussed and even questioned, so that it can cause construction failure. It turns out that the nature of the very soft soil is different from the nature of the soil in general. Very soft soil has soil properties that tend to be like 'thick water' like slurry that flows freely compared to soil in general. In this study, an analysis of the comparison of the lateral pressure of the soil on medium and very soft soils will be carried out, without paying attention to external loads. This is done by comparing the lateral pressure of the soil when the soil is at rest, the active and passive states when the soil is moderate and the soil is very soft for each soil layer. The analysis of the results of mathematical calculations is entered into a geotechnical-based program for lateral soil deformation. The results of the analysis of the calculation of the lateral stress and pressure of the soil, it was found that the lateral pressure of the soil in the very soft soil is greater than the stress and the lethal pressure of the soil in the medium soil, and the resulting deformation of the very soft soil layer is greater than the result of the medium soil layer. Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau dan kondisi geografis yang berbeda-beda pula. Kondisi tanah di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Tanah sendiri terbentuk dari mineral dan bahan-bahan organik. Sebaran tanah amat lunak di Indonesia lumayan banyak namun jarang dibahas bahkan dipermasalahkan, sehingga dapat menyebabkan kegagalan konstruksi. Ternyata sifat dari tanah amat lunak berbeda dengan sifat dari tanah pada umumnya. Tanah amat lunak memiliki sifat tanah yang cenderung seperti ‘air kental’ bagaikan bubur yang mengalir dengan bebas dibandingkan dengan tanah pada umunya. Pada peneilitian akan dilakukannya analisis perbandingan tekanan lateral tanah terhadap tanah sedang dan tanah amat lunak, dengan tidak memperhatikan beban yang berasal dari luar. Dilakukan dengan membandingakan tekanan lateral tanah pada saat tanah keadaan diam, keadaan aktif maupun pasif pada saat keadaan tanah sedang dan tanah amat lunak untuk setiap lapisan tanah. Analisis dari hasil perhitungan matematis dimasukan kedalam program berbasis geoteknik untuk defromasi lateral tanah. Hasil dari analaisi perhitungan tegangan dan tekanan lateral tanah didapakatkan tekanan lateral tanah pada keadaan tanah amat lunak lebih besar dibandingkan dengan tegangan maupaun tekanan leteral tanah pada keadaan tanah sedang, dan deformansi yang dihasilkan dari lapisan tanah amat lunak lebih besar dibandingan hasil dari lapisan tanah sedang.
ANALISIS EFEKTIVITAS MICROPILE DAN STRAUSS PILE UNTUK MEMPERBESAR DAYA DUKUNG FONDASI Marco Chandra Winata; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16655

Abstract

Daya dukung fondasi merupakan suatu hal yang sangat penting dalam beridirinya suatu bangunan. Hal ini disebabkan daya dukung fondasi lah yang membuat fondasi mampu untuk menahan beban yang tersalurkan dari struktur atas bangunan. Dalam menghitung daya dukung fondasi tentu saja harus mencari mendesain fondasi yang memiliki daya dukung aman sehingga bangunan tersebut pun akan berdiri dengan aman. Dalam memperhitungkan daya dukung dari fondasi perlu diketahui efektivitas tiang fondasi. Pada skripsi ini terjadi suatu kasus dalam penambahan lantai bangunan sehingga membutuhkan tambahan daya dukung dan tiang yang digunakan untuk menambah daya dukung inipun berbeda dari tiang utamanya. Tiang yang akan digunakan untuk menjadi tiang sisipan adalah micropile dan strauss pile. Kedua tiang sisipan tersebut akan dibandingkan jika disisipkan dengan jarak 1,5D dari tiang utama. Dalam menentukan daya dukung tambahan ini maka diperlukan perhitungan efisiensi kembali untuk mengetahui tiang yang paling baik dijadikan tiang sisipan. Hasil dari analisis diketahui bahwa dengan penggunaan satu tiang sisipan micropile sudah mampu untuk mencapai daya dukung yang diinginkan dan untuk strauss pile dibutuhkan 7 tiang sisipan tambahan untuk mencapai daya dukung yang diinginkan. Dari hasil analisa juga diperoleh bahwa reduksi daya dukung tiang strauss pile lebih besar dikarenakan jarak tiang yang saling berdekatan satu sama lain. Sehingga jika dibandingkan micropile lebih efektif digunakan menjadi tiang sisipan.
IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN EXCAVATOR PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT DI MASA PANDEMI COVID-19 Vinka Tania Latif; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16618

Abstract

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak pandemi COVID-19 harus tetap melakukan  perkembangan dan meningkatkan perekonomian yang terkena dampak pandemi ini. Perkembangan yang dilakukan Indonesia salah satunya adalah melanjutkan proyek pembangunan. Alat berat sebagi faktor utama dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi menjadi salah satu faktor terpenting dalam pembangunan. Penggunaan atas alat berat diperlukan dalam proses mempercepat pelaksanaan pekerjaan konstruksi sesuai dengan target yang telah ditentukan. Penggunaan atas alat berat ini menimbulkan permintaan atas alat berat. Penelitian ini membahas mengenai faktor yang mempengaruhi permintaan alat berat pada proyek gedung bertingkat di masa pandemi Covid-19, tetapi karena lingkup alat berat besar maka pada penelitian akan meneliti alat berat Excavator. Excavator digunakan untuk penggalian tertutama dalam pembuatan gedung bertingkat. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis faktor dengan tujuan mencari faktor dominan yang mempengaruhi permintaan excavator. Bedasarkan indentifikasi awal didapatkan 7 variabel yang mempengaruhi permintaan excavator lalu dari hasil analisis didapatkan satu faktor dominan baru.Indonesia as one of the countries affected by the COVID-19 pandemic must continue to develop in order to repair the economic collapse of the countries affected by this pandemic. One of the developments in Indonesia can be seen from the ongoing developments during the COVID-19 pandemic. Heavy equipment as a major factor in the implementation of a construction project is one of the most important factors in development. The use of heavy equipment is needed in the process of accelerating the implementation of construction work in accordance with predetermined targets. The use of this machine creates a demand for heavy equipment. This study discusses the factors that affect the demand for heavy equipment on high-rise building projects during the Covid-19 pandemic, but because the scope of heavy equipment is large, this study will examine excavator heavy equipment. Excavators are used for excavation, especially in the manufacture of high-rise buildings. In this study using the method of factor analysis with the aim of finding the dominant factors that affect the demand for excavators. Based on the initial identification obtained 7 variables that affect the demand for excavators then from the analysis results obtained a new dominant factor.
ANALISIS R, Ω0, CD PADA STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG DENGAN MULTISTROY X-BRACING MENGGUNAKAN METODE PUSHOVER VRYSCILIA MARCELLA; Daniel Christianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i2.16975

Abstract

The difference in earthquake design regulations causes differences in building planning criteria. One way that can be done to increase stability and lateral stiffness is to use steel bracing. However, for buildings with reinforced concrete structures with steel bracing, the values of the response modification factor (R) and the strength factor ( ) and the deflection factor (Cd) have not been found in SNI 1726-2019. Therefore, the analysis is intended to review the values of R,  and Cd in reinforced concrete structures with steel bracing with a multistory configuration of X and V How to determine the value of R,  and Cd is to do a pushover analysis. The results of the analysis show that the steel bracing with multistroy X configuration with the bracing position on the edge of the building gives the best results where the first yielding occur in steel bracing and the column does not experience yielding. The ductility factor values for R are 6.85 (X direction) and 7.36 (Y direction). The values of  are 2.97 (X direction) and 2.42 (Y direction). While the value of Cd is 1.173 (X direction) and 1.107 (Y direction). Based on the level of performance, the structure is included in the Damage Control category in both X and Y directions if it is based on ATC-40. If based on FEMA 356, the X direction is Immediate Occupancy and the Y direction is Life Safety. Adanya perbedaan peraturan desain gempa menyebabkan terdapat perbedaan pula pada kriteria perencanaan bangunan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kestabilan dan kekakuan lateral adalah menggunakan bracing baja. Namun, untuk bangunan dengan struktur beton bertulang dengan bracing baja, nilai dari faktor modifikasi respons (R) dan faktor kuat lebih ( ) dan pembesaran defleksi (Cd) belum terdapat pada SNI 1726-2019. Oleh karena itu, analisis ini ditujukan untuk meninjau nilai R,  dan Cd pada bangunan struktur beton bertulang dengan bracing baja dengan konfigurasi multistory X dan V. Cara untuk mengetahui besarnya nilai R,  dan Cd adalah dengan melakukan analisis pushover. Hasil analisis menunjukkan bahwa bracing baja dengan konfigurasi multistroy X dengan posisi bracing di tepi bangunan memberikan hasil yang terbaik, dimana bracing leleh pertama dan kolom tidak mengalami pelelehan. Nilai faktor daktilitas R adalah 6,85 (arah X) dan 7,36 (arah Y). Nilai  adalah 2,97 (arah X) dan 2,42 (arah Y). Sedangkan nilai Cd adalah 1,173 (arah X) dan 1,107 (arah Y). Berdasarkan tingkat kinerja struktur termasuk dalam kategori Damage Control baik arah X dan Y jika berdasarkan ATC-40. Apabila berdasarkan FEMA 356, untuk arah X adalah Immediate Occupancy dan arah Y adalah Life Safety.