cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 861 Documents
DISTRIBUSI LALU LINTAS ANGKUTAN BARANG YANG MELINTAS JEMBATAN TIMBANG CIKANDE SERANG BANTEN BERDASARKAN JENIS PELANGGARAN Raymond Wiling; Dewi Linggasari; Hokbyan R.S. Angkat
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20153

Abstract

The freight transportation system is an important part of transportation in supporting the logistics system and becomes the backbone of the national goods movement flow. The national freight transportation system is dominated by land transportation modes. The problem that arises is the behavior of Over Dimension Over Loading (ODOL) transportation. Some of the losses caused by ODOL transportation include damage to road, bridge and port infrastructure, shortening the service life of roads while increasing maintenance costs, causes and perpetrators of traffic accidents, and causes excessive air pollution. This research will focus on examining the distribution of heavy freight traffic across the weighbridge based on the type of violation in UPPKB Cikande Serang Banten using quantitative analysis methods on primary and secondary data on freight traffic This research will be very useful for understanding the distribution pattern of freight traffic across weighbridges and developing strategies that support the Zero ODOL policy. The results of the cross tabulation analysis of secondary data between types of violations and vehicle axes during 2020-2021 show that the most frequent occurrences are 1.2 vehicle axles that violate documents, but in 2022 the most occurrences change to 1.2 vehicle axles that do not violate documents.   Abstrak Sistem angkutan barang merupakan bagian penting transportasi dalam mendukung sistem logistik dan menjadi tulang punggung arus pergerakan barang nasional. Sistem angkutan barang nasional didominasi oleh moda transportasi darat. Permasalahan yang muncul adalah adanya perilaku angkutan Over Dimension Over Loading (ODOL). Beberapa kerugian yang diakibatkan oleh angkutan ODOL antara lain kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan, memperpendek umur layan jalan sekaligus meningkatkan biaya pemeliharaan, penyebab dan pelaku kecelakaan lalu lintas, dan menimbulkan polusi udara yang berlebihan. Penelitian ini akan fokus mengkaji distribusi lalu lintas angkutan barang berat yang melintas jembatan timbang berdasarkan jenis pelanggaran di UPPKB Cikande Serang Banten dengan menggunakan metode analisis kuantitatif terhadap data primer dan sekunder lalu lintas angkutan barang. Penelitian ini akan sangat bermanfaat untuk memahami pola distribusi lalu lintas angkutan barang yang melintas jembatan timbang dan mengembangkan strategi yang mendukung kebijakan Zero ODOL. Hasil analisis tabulasi silang data sekunder antara jenis pelanggaran dan sumbu kendaraan selama tahun 2020-2021 menunjukkan bahwa yang paling banyak terjadi adalah sumbu kendaraan 1.2 yang melanggar dokumen, tetapi pada tahun 2022 yang paling banyak terjadi berubah menjadi sumbu kendaraan 1.2 yang tidak melanggar.
PERINGKAT FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI Celine Faustine; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human resources, which can also be called labor or manpower or workforce, is one of the various factors that affect the success of the construction project. Based on that statement, an analysis of labor productivity is necessary. There are many kinds of factors that can affect labor productivity in construction projects. The purpose of this study is to determine the highest ranks of the factors affecting or influencing labor productivity in high-rise building construction projects in Jabodetabek. The quantitative research method, namely questionnaires, is the method or the technique used in this study. Furthermore, this research was analyzed using the IBM SPSS software program for validity and reliability testing and analyzed with the Relative Importance Index (RII) to determine or find out the ranking of each factor. According to the validity and reliability test results, 14 variables are declared valid and reliable. The highest-ranked factor affecting or influencing labor productivity on construction projects is work skills with an RII score or value of 0,906.   Abstrak Sumber daya manusia atau yang bisa disebut juga dengan tenaga kerja adalah satu dari berbagai macam faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek konstruksi. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka perlu dilakukan analisis mengenai produktivitas tenaga kerja. Ada banyak macam faktor yang dapat mempengaruhi atau berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja pada suatu proyek konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peringkat tertinggi dari faktor-faktor yang mempengaruhi atau berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja pada proyek konstruksi gedung bertingkat tinggi di Jabodetabek. Metode penelitian kuantitatif, yaitu dengan menggunakan angket atau kuesioner merupakan metode yang dipakai pada penelitian ini. Selanjutnya penelitian ini dianalisis menggunakan program perangkat lunak IBM SPSS untuk pengujian validitas dan reliabilitas serta dianalisis dengan indeks kepentingan relatif atau Relative Importance Index (RII) untuk mengetahui peringkat tiap faktor tersebut. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas, terdapat 14 variabel yang dinyatakan valid dan reliabel. Hasil peringkat tertinggi dari faktor-faktor yang mempengaruhi atau berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja pada suatu proyek konstruksi adalah keterampilan kerja, yaitu dengan nilai RII 0,906.
PERANAN PENGEMUDI DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS JALAN: LITERATURE REVIEW Bambang Hermanto; Leksmono Suryo Putranto; Dadang Muhammad Ma'soem
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of problem in road transport is accident and based on data the main cause of accident is human or driver. The purpose of this study is to identify the role of human (driver) in accident process. This study will be analyzed the role of driver in road accident based on literature review result. The results show that a driver has major role, first, he must have and knows his capability (state awareness), secondly, he understands the task demand (risk awareness), and thirdly, he is able to decrease the task demand if his capability is under the task demand (calibration). The driver's capability is influenced by the competence and human factor ie. physical and non-physical conditions during the driving. Task demands are a combination of environment conditions such as road conditions, vehicle, other road users and surrounding nature. Nevertheless, the driver also contributes to the increasing or the descreasing the task demand itself, namely his driving behaviour and speed during driving. All the above shows that the driver has a major role in the process of an accident.   Abstrak Salah satu masalah utama transportasi jalan adalah kecelakaan dan berdasarkan data penyebab utamanya manusia atau pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peranan manusia (pengemudi) dalam proses terjadinya kecelakaan. Penelitian ini akan menganalisis peranan pengemudi dalam kecelakaan jalan berdasarkan hasil dari kajian pustaka. Dari hasil pembahasan diperoleh bahwa pengemudi memiliki peranan yang besar dalam proses terjadinya kecelakaan. Pengemudi memiliki tanggung jawab, pertama, dia harus memiliki dan mengetahui kemampuannya dalam berkendara (state awareness), kedua, dia harus mengetahui risiko (tuntutan tugas) yang dihadapi (risk awareness) dan ketiga, ia harus dapat mengurangi tuntutan tugas jika kemampuannya berada di bawah tuntutan tugas (calibration). Kemampuan mengemudi dipengaruhi oleh kompetensi dan faktor manusia (kondisi fisik dan non fisik) pengemudi selama berkendara. Sedangkan tuntutan tugas merupakan kombinasi dari kondisi lingkungan seperti kondisi jalan, kendaraan, pengguna jalan lain dan kondisi alam. Namun, pengemudi juga berkontribusi terhadap peningkatan atau penurunan tuntutan tugas, yaitu perilaku mengemudi dan kecepatannya selama mengemudi. Karena tanggungjawabnya itu, maka pengemudi memiliki peranan yang sangat besar terhadap terjadinya kecelakaan.
PERINGKAT FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA COST OVERRUN PADA PROYEK KONSTRUKSI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Vincent Andian; Mega Waty
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i3.20258

Abstract

A construction project is the process of specification and design of all resources on a project, such as funds, materials, equipment, technology, manpower, and time to complete construction in accordance with applicable requirements. Construction projects experience several obstacles that hinder the process of success of a project, one of which is cost overruns. Cost overruns are an important issue in the success of a construction, coupled with the Covid-19 pandemic, the possibility of cost overruns is even greater. This research was conducted by collecting data through a literature study, then a survey was carried out using a questionnaire with a likert scale of 1-5. The data will be provided to construction service providers to measure the degree of influence of factors that affect the occurrence of cost overruns on construction projects during the Covid-19 pandemic and find their ratings using the Relative Importance Index (RII) Method. Of the 20 factors obtained, after passing the validity and reliability test, 17 factors were obtained. Furthermore, it is looked for rankings of 17 factors that influence the occurrence of cost overruns with the RII method. From these results will be obtained the highest ranks and the lowest most influential.   Abstrak Proyek konstruksi adalah proses spesifikasi dan desain dari segala sumber daya pada proyek, seperti dana, material, peralatan, teknologi, tenaga kerja, dan waktu untuk menyelesaikan suatu pembangunan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Proyek konstruksi mengalami beberapa kendala yang menghambat proses keberhasilan suatu proyek, salah satunya adalah pembengkakan biaya. Pembengkakan biaya menjadi masalah yang penting dalam keberhasilan suatu konstruksi, ditambahnya dengan pandemi Covid-19, kemungkinan terjadinya pembengkakan biaya semakin besar. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data melalui studi literatur, kemudian dilakukan survei memakai kuesioner dengan skala likert 1-5. Data tersebut akan diberikan kepada penyedia jasa konstruksi untuk mengukur tingkat pengaruh faktor yang mempengaruhi terjadinya pembengkakan biaya pada proyek konstruksi pada saat pandemi Covid-19 dan mencari peringkatnya menggunakan metode Relative Importance Index (RII). Dari 20 faktor yang didapat, setelah melewati uji validitas dan reliabilitas diperoleh 17 faktor. Selanjutnya di cari peringkat dari 17 faktor yang mempengaruhi terjadinya pembengkakan biaya dengan metode. Dari hasil tersebut akan diperoleh peringkat tertinggi dan terendah yang paling berpengaruh.
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA PERCEPATAN PROYEK BERDASARKAN WAKTU LEMBUR Maritza Hayfa Maulidiani Haris; Henny Wiyanto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Construction projects in the execution process sometimes do not always go according to plan which can cause delays. Project schedule delays can result to the failure of a project. To overcome delays, project crashing can be carried out. Project crashing is not only seen from the time side, but also from the cost side. Costs incurred may increase due to schedule crashing. This study uses the project crashing method with 3 alternatives, which are, adding overtime by 1 hour, 2 hours, and overtime by 3 hours, as well as comparing the percentage increase in cost and decrease in duration for the three alternatives. The results showed that alternative 1 had a cost increase of 10,94% and a duration decrease of 1,23%, alternative 2 had a cost increase of 25,53% and a duration decrease of 4,76%, and alternative 3 had a cost increase of 32,82% and a duration decrease of 10,11%.   Abstrak Proyek konstruksi pada proses pelaksanaannya terkadang tidak selalu sesuai perencanaannya sehingga dapat terjadi adanya keterlambatan. Keterlambatan jadwal proyek dapat menyebabkan kegagalan suatu proyek sehingga untuk mengatasi keterlambatan dapat dilakukan percepatan proyek. Percepatan proyek tidak hanya melihat dari sisi waktu, tetapi juga dari sisi biaya. Biaya yang dikeluarkan dapat meningkat akibat percepatan jadwal. Penelitian ini menggunakan metode project crashing dengan 3 alternatif yaitu, penambahan waktu lembur dengan 1 jam, penambahan waktu lembur dengan 2 jam, dan terakhir penambahan waktu lembur dengan 3 jam dan membandingkan persentase peningkatan biaya dan penurunan durasi untuk ketiga alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif 1 mempunyai peningkatan biaya sebesar 10,94% dan penurunan durasi sebesar 1,23%, alternatif 2 mempunyai peningkatan biaya sebesar 25,53% dan penurunan durasi sebesar 4,76%, serta alternatif 3 mempunyai peningkatan biaya sebesar 32,82% dan penurunan durasi sebesar 10,11%.
PENGECEKAN PENAMPANG FONDASI TIANG TERHADAP FENOMENA LIKUIFAKSI AKIBAT GEMPA Kefas Januar; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20269

Abstract

Liquefaction is a phenomenon that can cause failure of the foundation. One type of foundation used is a pile foundation and it is necessary to check the effect of liquefaction. Checking the cross section of the pile foundation against the influence of liquefaction is done by varying the size and geometry of the cross section. First, check the liquefaction potential of the soil layer. Then, the axial bearing capacity is calculated without and with the influence of liquefaction. After that, the finite difference analysis on the foundation is carried out with the help of the program to obtain the lateral displacements and internal forces of the pile followed by control of the permissible lateral displacement and the capacity of the pile foundation. The results show that the foundation has failed axial bearing capacity and does not meet the requirements for moment capacity. After increasing the number of piles, the lateral displacements and shears for drilled shafts with a diameter of 1000 mm in all column positions meet the requirements for the permissible shear and lateral displacement capacities. In addition, driven piles with dimensions of 350 x 350 mm and 500 x 500 mm only meet the requirements for shear capacity. Abstrak Likuifaksi merupakan fenomena yang dapat menyebabkan kegagalan pada fondasi. Salah satu jenis fondasi yang digunakan adalah fondasi tiang dan perlu dilakukan pengecekan terhadap pengaruh likuifaksi. Pengecekan penampang fondasi tiang terhadap pengaruh likuifaksi dilakukan dengan melakukan variasi terhadap ukuran dan geometri penampang. Pertama, dilakukan pengecekan potensi likuifaksi dari lapisan tanah. Kemudian, dilakukan perhitungan daya dukung aksial tanpa dan dengan pengaruh likuifaksi. Setelah itu, analisis beda hingga pada fondasi dilakukan dengan bantuan program untuk mendapatkan perpindahan lateral dan gaya-gaya dalam tiang yang dilanjutkan dengan kontrol terhadap perpindahan lateral yang diizinkan dan kapasitas dari fondasi tiang. Hasil menunjukkan bahwa fondasi mengalami kegagalan daya dukung aksial dan tidak memenuhi syarat untuk kapasitas momen. Setelah dilakukan penambahan jumlah tiang, perpindahan lateral dan geser untuk tiang bor dengan diameter 1000 mm di semua posisi kolom memenuhi persyaratan kapasitas geser dan perpindahan lateral yang diizinkan. Selain itu, tiang pancang dengan dimensi 350 x 350 mm dan 500 x 500 mm hanya memenuhi persyaratan untuk kapasitas geser. 
ANALISIS DESAIN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN WASTE MATERIAL Denniss Abiezer; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20272

Abstract

Slope is a plane on the ground level that connects higher ground level with lower ground level. On every slope there is always the possibility of landslides because on uneven ground, the component of gravity tends to move the soil from a high elevation to a lower elevation. One of the efforts that can be made to prevent landslide is to build a retaining wall. Retaining walls are generally made of concrete, but in some conditions, the use of common materials can be problematic, especially in terms of cost. The alternative that can be done is to use waste material. The use of waste material can reduce costs, save main material, and can reduce waste material disposal. In this calculation, the retaining wall is designed to use the gabion type using the waste material as filler material. The waste material is placed into the gabion, and the soil lateral pressure is calculated, followed by calculating the capacity of retaining wall, and calculating the potential for failure of the retaining wall. Based on the research conducted, it was found that the retaining wall with blasting stone is the most effective to be used as a substitute for the main material. Abstrak Lereng adalah suatu bidang di permukaan tanah yang menghubungkan permukaan tanah yang lebih tinggi dengan permukaan tanah yang lebih rendah. Pada setiap lereng selalu ada kemungkinan terjadi longsor karena pada tanah yang tidak rata, komponen gravitasi cenderung menggerakan tanah dari elevasi tinggi ke elevasi yang lebih rendah. Untuk mencegah terjadinya kelongsoran, salah satu upaya yang dapat diusahakan adalah dengan membangun dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah umumnya terbuat dari beton, tetapi dalam beberapa kondisi, penggunaan material umum dapat mengalami kendala terutama dalam hal biaya. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan limbah konstruksi (waste material). Penggunaan limbah konstruksi ini dapat mengurangi biaya, menghemat material utama, serta dapat mengurangi pembuangan limbah konstruksi. Dalam perencanaan ini, dinding penahan tanah direncanakan menggunakan tipe bronjong dengan material pengisinya menggunakan waste material. Material dimasukan ke dalam bronjong, dan perhitungan dilakukan dengan memperhitungkan tekanan lateral tanah, dilanjutkan dengan menghitung kapasitas dinding penahan tanah, dan memperhitungkan potensi terjadinya kegagalan pada dinding penahan tanah.
ANALISIS PERBANDINGAN DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PADA TANAH BERBUTIR HALUS DAN TANAH BERBUTIR KASAR PADA N-SPT 30 Indah Wati; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20273

Abstract

Foundation is the lowest part of the structure that bear all the loads of the building above it. To create a solid building, the foundation must be designed and worked thorough and carefully. Standard penetration test is one of the methods used to determine the parameters of the soil where the building will be built. In designing the foundation, it is often found that the foundation is designed to reach hard soil with N-SPT = 50 even though the soil at N-SPT = 30 is also hard soil. This study aims to analyze the axial bearing capacity and the settlement of spun pile and boring pile that occur on fine-grained soils and coarse-grained soils at N-SPT = 30. This analysis is reviewed in areas in Cikarang. The methods used in calculating the bearing capacity of the spun pile are Meyerhof and Vesic. The methods used in calculating the bearing capacity of bored piles are Reese & Wright and O-Neil. The results of this study will show that the bearing capacity of coarse-grained soils are bigger than fine grained soil and the settlement of coarse-grained soils are bigger than fine coarse-grained soils Abstrak Fondasi merupakan bagian paling bawah dari struktur yang berfungsi memikul seluruh beban bangunan yang ada di atasnya. Untuk menciptakan bangunan yang kokoh, fondasi harus dirancang dan dikerjakan dengan teliti dan hati-hati. Standard penetration test merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui parameter-parameter tanah dimana akan dibangun bangunan. Dalam mendesain fondasi, sering kali dijumpai fondasi yang dirancang hingga mencapai tanah keras dengan N-SPT = 50 walaupun tanah pada N-SPT = 30 juga merupakan tanah keras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung askial dan penurunan fondasi tiang pancang dan tiang bor yang terjadi pada tanah berbutir halus dan tanah berbutir kasar pada N-SPT = 30. Analisis ini ditinjau pada daerah di Cikarang. Metode yang digunakan dalam perhitungan daya dukung spun pile adalah Meyerhof dan Vesic. Pada daya dukung bored pile digunakan metode Reese & Wright dan O-Neil & Reese. Hasil penelitian ini akan menunjukkan daya dukung pada tanah berbutir kasar memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan tanah berbutir halus dan penurunan pada tanah berbutir kasar memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan tanah berbutir halus.
ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI DAN PENURUNAN PADA AREAL REKLAMASI YANG BERLOKASI DI JAKARTA UTARA Ervito Linverando; Gregorius Sandjaja Sentosa; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20291

Abstract

North Jakarta is an area of DKI Jakarta which borders the Java Sea, making it a coastal city. Due to this, the DKI Jakarta government made a reclamation project to tidy up the coastal area of North Jakarta so that it becomes more organized as a tourist spot for the public. However, there is a general problem in the area resulting from the reclamation project, namely land subsidence due to embankment. The embankment in the reclamation area has the potential to experience liquefaction because the embankment is saturated with a high groundwater level and the quality of the embankment material is not good. Therefore, soil improvement was carried out using the vibroflotation method based on SNI 8460:2017 to overcome liquefaction in the area under review. Based on the results of the analysis carried out, the soil improvement carried out succeeded in minimizing the potential for liquefaction that occurred in the area. Abstrak Jakarta Utara merupakan wilayah DKI Jakarta yang berbatasan dengan laut jawa sehingga menjadikannya kota pantai. Dikarenakan hal tersebut, pemerintah DKI Jakarta membuat proyek reklamasi untuk merapikan wilayah pantai Jakarta Utara agar menjadi lebih tertata sebagai tempat wisata bagi publik. Tetapi terdapat permasalahan umum pada wilayah hasil proyek reklamasi tersebut yakni penurunan tanah akibat timbunan. Timbunan pada wilayah reklamasi tersebut berpotensi mengalami likuifaksi karena timbunan bersifat jenuh dengan muka air tanah yang tinggi dan kualitas material timbunan yang kurang baik. Oleh karena itu dilakukan perbaikan tanah dengan metode vibroflotation berdasarkan SNI 8460:2017 untuk mengatasi likuifaksi pada areal yang ditinjau. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, perbaikan tanah yang dilakukan berhasil meminimalkan potensi likuifaksi yang terjadi pada areal tersebut.
PERENCANAAN SISTEM PENUNJANG UNTUK MENGATASI PENAMBAHAN DEFORMASI DINDING DIAFRAGMA PADA PROYEK GALIAN BASEMEN Monica Michelle Susanto; Alfred Jonathan Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 5, Nomor 4, November 2022
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v5i4.20292

Abstract

Although has been widely used, cases of diaphragm wall collapse in basemen excavation project still occur sometimes. The collapse of diaphragm wall usually preceded by excessive lateral deformation of the diaphragm wall. This study discussed a case of excessive lateral deformation of the diaphragm wall in a 12 meter deep excavation project. Excessive deformation occurs when the excavation is at -11 meter depth. The amount of deformation occurred is 86.17 mm, while the allowable deformation limit is 84 mm. To prevent the wall from collapsing, excavation support system will be installed with ground anchor and strut as the options. Based on the analysis result, ground anchor can reduce the lateral deformation to 63.32 mm, while struts can reduce the lateral deformation to 67.72 mm. Thus, ground anchor will be recommended as the main option because it generates smaller deformation. However, the length of ground anchor required is very large and shall be installed outside project area so there is a possibility that ground anchor can not be applied. Although struts generates greater deformation than ground anchor, struts is recommended as a backup option that can be used because the struts components are only installed inside the excavation hole. Abstrak Meskipun telah sering digunakan, kasus kegagalan dinding diafragma pada galian basemen masih kerap terjadi. Keruntuhan dinding diafragma biasanya diawali dengan penambahan deformasi lateral yang berlebihan hingga dinding akhirnya runtuh. Penelitian ini membahas salah satu kasus deformasi berlebihan dinding diafragma pada suatu poyek galian sedalam 12 meter. Deformasi berlebihan terjadi ketika galian mencapai elevasi -11 meter. Deformasi yang terjadi adalah 86.17 mm sementara batas defleksi yang diizinkan adalah 84 mm. Untuk mencegah keruntuhan dinding, perbaikan akan dilakukan dengan menambahkan sistem penunjang (support system). Opsi sistem penunjang yang akan dipasang berupa ground anchor dan struts. Berdasarkan hasil analisis, ground anchor dapat mengurangi deformasi dinding menjadi 63.32 mm, sedangkan struts dapat mengurangi deformasi dinding menjadi 67.72 mm. Dengan demikian, ground anchor menjadi opsi utama yang direkomendasikan karena menghasilkan deformasi yang paling kecil. Akan tetapi, panjang komponen ground anchor yang diperlukan cukup besar hingga harus dipasang di luar lahan milik proyek. Akibatnya, terdapat kemungkinan ground anchor tidak dapat dipasang dan harus diambil opsi lain untuk mengantisipasi hal tersebut. Meskipun deformasi yang dihasilkan struts lebih besar dibandingkan ground anchor, komponen struts hanya dipasang di dalam lahan proyek. Dengan demikian, struts direkomendasikan sebagai opsi cadangan untuk digunakan apabila ground anchor tidak dapat diterapkan pada proyek.