cover
Contact Name
Iskandar Musa
Contact Email
-
Phone
+627654300443
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Jl. Wan Amir No. 1, Kel. Pangkalan Sesai, Kec. Dumai Barat, Kota Dumai
Location
Kota dumai,
Riau
INDONESIA
Authentic Research of Global Fisheries Application Journal (Aurelia Journal)
ISSN : -     EISSN : 27157113     DOI : -
Core Subject :
Aurelia menerbitkan beberapa artikel dari hasil penelitian asli dan inovatif untuk memberikan pengetahuan dan penelitian terbaru kepada para pembaca tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan serta pengembangan pengelolaannya. Scope: Teknologi Perikanan Laut, Agribisnis Perikanan, Manajemen dan Teknologi Budidaya Perairan, Teknologi Pengolahan Hasil Laut, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir, Teknologi Mekanisasi Perikanan, Kebijakan Kelautan dan Perikanan
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
KARAKTERISTIK MUTU PENGOLAHAN YELLOW FIN TUNA (Thunnus albacares) LOIN MASAK BEKU Abyan Haidar Amru; Yuliati H Sipahutar
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.10774

Abstract

Ikan tuna adalah salah satu spesies Scombridae yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditi ekspor hasil perikanan penting bagi Indonesia. Untuk itu, diperlukan proses penanganan dan pengolahan yang baik dan benar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikarakteristik mutu pengolahan tuna loin masak beku. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dan keterlibatan langsung dalam proses mulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan, dengan melakukan pengujian terhadap mutu (organoleptik, mikrobiologi), pengamatan penerapan rantai dingin, rendemen. Analisa data dilakukan dengan deskriptif. Hasil penelitian ini adalah proses pengolahan menjadi tuna loin masak beku mencakup empat belas tahapan proses dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan produk untuk dijual. Sistem rantai dingin telah diterapkan dalam pengolahan dengan menjaga suhu pusat ikan selalu < 5°C. Hasil uji organoleptik bahan baku tuna beku adalah 7.9 dan produk akhir tuna loin masak beku adalah 8,4 Hasil uji histamin tuna beku berkisar 2.13 – 3.38 ppm dan pada tuna loin masak beku berkisar 1.12 ppm -3.57 ppm. Nilai ALT tuna beku 2.1x 103kol/g sampai 2,7 x 103 kol/g dan hasil ALT tuna loin masak beku 7,7 x103 kol/g. Hasil uji tuna beku E. coli<3, Coliform <3, S. aureus <3, Salmonella negative dan V. Parahaemolyticus negative. Hasil uji tuna loin masak beku E. coli, Coliform <3, S. aureus, V. parahaemolyticus negative dan Salmonella, memenuhi standar perusahaan dan SNI.  Rendemen tahap penyiangan 88,91-90,75%, pemasakan 74,45-82,9%, deheading (kepala+ekor) 61,4%-66,94%, skinning 52,44% - 59,99%, cleaning 36,3%-38,27%. 
Frontmetter Aurelia Journal Yaser Krisnafi
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11920

Abstract

KONDISI OSEANOGRAFI DAERAH PENANGKAPAN IKAN DAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN BAGAN CUNGKIL DI KABUPATEN BONE, PROVINSI SULAWESI SELATAN Imran Abu Ziyad; Toni Ruchimad; Ita Junita Puspa Dewi
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11482

Abstract

Alat tangkap bagan yang dioperasikan oleh nelayan di Kabupaten Bone ada berbagai macam diantaranya bagan rambo, bagan cungkil dan bagan tancap.  Bagan cungkil sendiri merupakan alat tangkap yang baru dikenal oleh nelayan di Kabupaten Bone.  Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam pengoperasian bagan cungkil diantara kesesuaian kondisi oseanografi perairan sebagai daerah penangkapan untuk ikan pelagis kecil.  Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kesesuaian kondisi oseanografi perairan sebagai daerah penangkapan ikan dan mengetahui komposisi hasil tangkapan bagan cungkil di Desa Lamuru.  Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode wawancara dan survei.  Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan bagan cungkil terdiri atas ikan teri, tembang, pepetek, layang dan cumi-cumi.  Dimana ikan teri merupakan jenis ikan yang dominan tertangkap.  Sedangkan untuk kondisi oseanografi perairan yaitu suhu permukaan laut, salinitas, pH, kecepatan arus dan kecerahan perairan pada daerah penangkapan ikan cukup stabil dan kisarannya memenuhi sebagai daerah penangkapan ikan untuk bagan cungkil dengan sasaran ikan pelagis kecil.
STATUS EKOSISTEM LAMUN PULAU DODOLA KABUPATEN PULAU MOROTAI Firmansyah Firmansyah; Nurafni Nurafni; Kismanto Koroy; Iswandi Wahab
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11371

Abstract

Ekosistem lamun merupakan ekosistem penting yang menunjang kehidupan beragam jenis mahluk hidup, sekaligus sebagai lumbung protein bagi masyarakat. Berdasarkan data hasil penelitian P2O LIPI pada tahun 2015-2018 Indonesia termasuk dalam kategori lamun kurang sehat. Kondisi padang lamun di lingkungan pesisir disebabkan faktor alami dan manusia. Berkembangnya kegiatan maupun aktivitas manusia di wilayah pesisir khususnya di perairan Pulau Dodola yang merupakan ikon wisata Kabupaten Pulau Morotai memungkinkan adanya pengaruh terhadap ekosistem lamun, sehingga menyebabkan terjadinya perubahan fisik, kelimpahan, tutupan maupun persentase. Tujuan penelitian yaitu menganalisis kerapatan jenis dan tutupan lamun Pulau Dodola. Penelitian dilakukan pada bulan November 2020 dengan menggunakan metode transek kuadrat. Hasil penelitian ditemukan 6 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serulata, Halodule pinifolia dan Halophila ovalis. Kerapatan jenis tertinggi di stasiun I lamun adalah jenis Enhalus acoroides (19,33 tegakan/m²), terendah pada jenis Cymodecea rotundata (11,00 tegakan/m²). Stasiun II jenis lamun tertinggi Enhalus acoroides (20,00 tegakan/m²) terendah Cymodecea serrulata (5,80 tegakan/m²) dan pada stasiun III lamun tertinggi Enhalus acoroides (22,00 tegakan/m²) sedangkan paling terendah Halodule pinifolia (4,67 tegakan/ m²). Persentase tutupan lamun tertinggi adalah stasiun II yaittu 16,33%, sedangkan pada stasiun I memiliki nilai tutupan 14,05% dan stasiun III memiliki nilai tutupan yang paling rendah dengan nilai 7,03%.
PENGARUH KONSENTRASI UDANG YANG BERBEDA TERHADAP MUTU OTAK-OTAK UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei) Mohammad Sayuti; Andes Andes; David Obrian Simbolon; Dwi Rahmadi
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11312

Abstract

Udang vanamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki kandungan protein yang tinggi yang dapat diolah dalam berbagai bentuk varian olahan salah satunya adalah otak-otak. Otak-otak merupakan modifikasi produk olahan antara bakso dan kamaboko yang dalam pembuatannya hampir sama dengan pembuatan produk berbahan dasar surimi seperti bakso, nugget, sosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik mutu dari produk otak-otak udang vanamei. Penelitian menggunakan tiga (3) formulasi perlakuan perbandingan tepung: udang yaitu 1:1,5 (P1), 1:2 (P2) dan 1:3 (P3). Bahan baku udang dilakukan pengujian organoleptik untuk mengetahui mutunya kemudian dihitung rendemennya setelah dilakukan penyiangan. Produk yang dibuat dari 3 formulasi perlakuan dilakukan pengujian hedonik. Penentuan produk terpilih dengan menggunakan metode Bayes dan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE). Produk terpilih dilakukan pengujian proksimat dan mikrobiologi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan udang vanamei bahan baku memiliki nilai organoleptik 7 dengan rendemen 56,9%. Hasil uji hedonik produk otak-otak P1 agak suka, P2 suka dan P3 suka. Produk terpilih dengan metode Bayes dan MPE yaitu formulasi perlakuan 3 (P3). Nilai organoleptik bahan baku udang adalah 7 dengan nilai rendemen 56,9 %. Otak-otak terpilih berdasarkan hasil uji hedonik adalah otak-otak pengujian 3 (P3). Hasil uji proksimat otak-otak udang diperoleh 57 % kadar air, 5,5 % kadar protein, 1,5% kadar lemak, dan 1,3% kadar kadar abu. Hasil uji ALT yaitu 8,06 x10³ koloni/gram dan hasil pengujian E. coli yaitu negatif. Produk otak-otak udang terpilih memenuhi standar mutu SNI produk otak-otak ikan.
Backmatter Aurelia Journal Yaser Krisnafi
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11921

Abstract

DINAMIKA POPULASI BELANAK (MUGIL CEPHALUS) HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI MUARA SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Aprit Jose Kurniawan; Fitra Wira Hadinata; FX. Widadi Padmarsari
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11375

Abstract

Ikan belanak (Mugil cephalus) merupakan salah satu ikan yang berpotensi sebagai ikan kosumsi di muara Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Pendugaan stok menjadi penting untuk pengelolaan sumberdaya perikanan agar stok ikan belanak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji parameter populasi ikan belanak (Mugil cephalus) berdasarkan parameter yang di analisis. Pengambilan sampel dilakukan bulan Maret-Mei 2022. Menggunakan alat tangkap jaring insang atau gillnett dengan mesh size 1,5 inci. Sampel ditentukan jenis kelaminnya, ditimbang berat dan diukur panjang total. Analisis data stok menggunakan FISAT II untuk menduga parameter Pertumbuhan, Mortalitas dan Ekploitasi. Hasil penelitian pada belanak jantan dan betina berturut-turut menunjukkan parameter pertumbuhan L∞ dan K adalah L∞=29; K=31 dan L∞=30,20; K=0,51. Nilai mortalitas total, mortalitas alami dan mortalitas penangkapan ikan belanak jantan dan betina berturut-turut adalah Z=15,88; M=3,76; F=12,12 dan Z=3,03; M=1,16; F=1,87 pertahun. Tingkat eksploitasi sebesar 0,71 atau E>0,5 yang menunjukkan bahwa status pemanfaatan ikan belanak (Mugil cephalus) pada lokasi ini adalah overfishing.
KAJIAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN MANGROVE DI KOTA DUMAI Rangga Bayu Kusuma Haris, S.St.Pi, M.Si; Tyas Dita Pramesthy; Muhammad Nur Arkham; Perdana Putra Kelana; Djunaedi Dita Djunaedi
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.12452

Abstract

Partisipasi masyarakat memiliki peranan yang penting dalam pengelolaan mangrove karena masyarakat merupakan garda terdepan dalam menjaga kelestarian mangrove. Tujuan penelitian untuk mengetahui sejauhmana tingkat partisipasi masyarakat Kota Dumai dalam pengelolaan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi kegiatan perencanaan program 91% kurang dilibatkan, Partisipasi dalam kegiatan pelaksanaan program 98,7% selalu dilibatkan dalam pelaksanaan program dan Partisipasi kegiatan evaluasi program 98,6% dilibatkan dalam evaluasi program. Partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan lagi melalui kegiatan pembinaan, penyuluhan dan pendampingan dari instansi terkait. Peningkatan pengetahuan dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya fungsi dan manfaat mangrove bagi keseimbangan ekosistem lingkungan serta manfaat ekonominya, bahaya dan keuntungannya bila mengeksploitasi tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem mangrove melalui  pemberdayaan lembaga-lembaga berkompeten dan seluruh aparat di desa dan kecamatan maupun perusahaan-perusahaan yang melakukan aktivitas ekonominya di sekitar mangrove, sehingga tujuan dari pengelolaan dapat tercapai
ANTIBACTERIAL ACTIVITIES OF MANGROVE PLANT EXTRACT (Rhizophora stylosa) TO THE GROWTH OF BACTERIA Vibrio parahaemolyticus Agus Triwanda Wanda; Yuni Puji Hastuti; Sinung Rahardjo
Aurelia Journal Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v5i1.11650

Abstract

Vibrio parahaemolyticus is a gram-negative halophilic bacterium that lives in estuaries and beaches. These bacteria are agents that cause septicemia in shrimp during the larval and post larvae period. This study aims of this experiment is to determine the effect of mangrove leaf, root, stem and fruit extracts of Rhizophora stylosa growth of the V. parahaemolyticus bacteria. The experimental design used a completely randomized design (CRD) with positive control treatment (Papper disk containing chloramphenicol); Negative control (Papper disk containing methanol) P1 = mangrove extract 100 mg/L; P2 = 200 mg/L mangrove extract; P3 = 400 mg/L mangrove extract and in doing it on 3 times. The research parameter was measuring the bacterial inhibition zone. The results showed that the mangrove leaf, root, stem and fruit extracts of R. stylosa significantly affected on the inhibition zone and of high concentrations of the leaf, root, stem extract concentrations of R. stylosa mangrove fruit, the wider the bacterial inhibition zone. The concentration of 400 mg/L extracts of leaves, roots, stems and fruit heads of R. stylosa mangroves was the most effective concentration to inhibit the growth of V. parahaemolyticus bacteria, which showed an average root inhibition zone of 9.5 mm, leaves 7.7 mm, stems 6.5 mm, and fruit heads 4.8 mm.
Backmatter Aurelia Journal Yaser Krisnafi
Aurelia Journal Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v5i1.12667

Abstract

Page 9 of 19 | Total Record : 181