cover
Contact Name
Iskandar Musa
Contact Email
-
Phone
+627654300443
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Kampus Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Jl. Wan Amir No. 1, Kel. Pangkalan Sesai, Kec. Dumai Barat, Kota Dumai
Location
Kota dumai,
Riau
INDONESIA
Authentic Research of Global Fisheries Application Journal (Aurelia Journal)
ISSN : -     EISSN : 27157113     DOI : -
Core Subject :
Aurelia menerbitkan beberapa artikel dari hasil penelitian asli dan inovatif untuk memberikan pengetahuan dan penelitian terbaru kepada para pembaca tentang ilmu dan teknologi perikanan dan kelautan serta pengembangan pengelolaannya. Scope: Teknologi Perikanan Laut, Agribisnis Perikanan, Manajemen dan Teknologi Budidaya Perairan, Teknologi Pengolahan Hasil Laut, Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir, Teknologi Mekanisasi Perikanan, Kebijakan Kelautan dan Perikanan
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PENGARUH CARBOXYL METHYL CELLULOSE TERHADAP KUALITAS MIE INSTAN “INDOFISHME” SEBAGAI INOVASI MIE INSTAN KAYA NUTRISI BERBASIS OLAHAN HASIL LAUT Miftahul Huda Nelas; Sumartini Sumartini; Rizka Nabila; Natasya Hutapea; Eggy Fitriana; Nanang Saputra
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11514

Abstract

Mie instan merupakan makanan cepat saji yang sangat mendominasi dan diminati oleh masyarakat Indonesia. Konsumsi 12,6 miliar porsi mie instan pada 2020, jumlah tersebut meningkat 120 juta porsi atau 0,96% dibandingkan pada tahun sebelumnya. Saat ini produsen mie instan umumnya mengembangkan mie instan sehat, diantaranya berbahan organik. Indofishme merupakan mie instan yang telah memiliki ijin PIRT dan diproduksi dengan fortifikasi ikan, rumput laut, limbah udang dan tepung buah mangrove sebagai upaya menurunkan kandungan gluten pada penggunaan tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas mie instan dengan penambahan nutrisi dari hasil laut serta penambahan carboxyl methyl cellulose (CMC). Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbedaan konsentrasi CMC, yaitu C0(0%), C1(0,5%), C2 (1%), dan C3(1,5%) dengan 3 formulasi (F1, F2, dan F3). Rancangan penelitian ini adalah experimental design menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan parameter yang diuji daya serap air, kadar proksimat dan nilai kalori. Mie instan memiliki kadar air (7,28-8.92%), kadar lemak (4,32-5,85%), kadar protein (4,6-12,84%), kadar abu (1,52-1,86%), kadar karbohidrat (75,75-83,75%), daya serap air (220,77-344,22%) dan nilai kalori (147,78-278,46kkal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan CMC (Carboxyl methyl cellulose) dapat memperbaiki kualitas mie instant (Indofishme). Selain itu Indofishme sebagai mie instant inovasi baru berbasis olahan hasil laut dapat digunakan sebagai alternatif mie instant sehat karena lebih kaya nutrisi dibandingkan dengan mie instant komersial. 
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN AVICENNIA MARINA DARI KAWASAN BANDAR BAKAU DUMAI Nirmala Efri Hasibuan; Aulia Azka; Basri Basri; Apri Mujiyanti
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11626

Abstract

Salah satu hutan mangrove yang masih dilestarikan di kota Dumai adalah kawasan Bandar Bakau. Terdapat berbagai jenis mangrove di kawasan Bandar Bakau, antara lain Avicennia marina. Tumbuhan merupakan sumber senyawa bioaktif alami yang tidak terbatas dan memiliki potensi dalam bidang kesehatan dan industri farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak etanol daun A.marina. Tahapan penelitian ini terdiri dari tahap preparasi sampel, ekstraksi dan skrining fitokimia. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun A.marina positif mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, steroid, saponin dan tanin, tetapi menunjukkan hasil negatif untuk kandungan alkaloid.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PANCING ULUR YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MUNCAR Aditya Bramana; Liya Tri Khikmawati; Made Mahendra Jaya; Ari Gunawan
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11636

Abstract

The fishery resources found in the waters of the Bali Strait are very high from small pelagic to large pelagic fish. The abundance of fishery resources in these waters makes fishermen choose the type of catch to be taken. The types of catches obtained by fishermen vary, this is influenced by the fishing gear used, one of which is handline fishing gear. This research was conducted from May to June 2021. Primary data collection was carried out by purposive sampling method. Researchers participate in fishing activities directly. From the results of the unloading activities of the catches of four fishing boats, the main types of catches on the ulur fishing boats are kenyar (Sarda orientalis), banyar cobs (Euthynnus affinis), and layur (Trichiurus lepturus).  Bycatch obtained from four fishing boats, there are seven types of fish, namely Lanjaman Shark (Carcharhinus falciformis), Squid (Loligo sp), Manta Ray (Mobula birostris), Blue Kite (Decapterus macarellus), Slengseng (Scomber australasicus), Yellowfin Tuna (Thunnus albacares), and Marlin Black (Istiompax indica).
POTENSI NILAI KEHILANGAN JASA EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA Yudi Wahyudin; Mahipal Mahipal; Muhammad Nur Arkham; Septa Riadi; Dudi Lesmana
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11882

Abstract

Pemanfaatan ekosistem terumbu karang secara berlebih akan menyebabkan hilangnya sebuah jasa dan fungsi dari ekosistem tersebut. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi nilai kehilangan jasa ekosistem terumbu karang Pulau Pari. Nilai kehilangan jasa ekosistem dihitung dengan kombinasi teknik-teknik valuasi ekonomi, diantaranya EOP, TCM, CVM, dan BTM. Hasil kajian menunjukkan bahwa jasa ekosistem terumbu karang Pulau Pari mencapai sebesar Rp. 832.399,19 per meter persegi per tahun. Nilai ini terdiri atas nilai jasa pengaturan iklim sebesar Rp. 2.292,88, jasa pengaturan gangguan (biotik-abiotik) sebesar Rp. 32.972,45, jasa pengaturan abrasi sebesar Rp. 295.708,12, jasa pendukung habitat untuk perkembangan biakan, asuhan dan suplai nutrien sebesar Rp. 35.609,91, jasa penyedia/produksi makanan berupa ikan konsumsi sebesar Rp. 18.870,93, jasa penyediaan material bangunan sebesar Rp. 42.460,73, jasa penyedia sumberdaya genetik sebesar Rp. 64.139,12, jasa penyedia wisata/rekreasi sebesar Rp. 301.570,41 dan penyedia jasa budaya sebesar Rp. 38.774,64. Nilai total jasa ekosistem ini menjadi potensi nilai kehilangan jasa ekosistem terumbu karang Pulau Pari yang rusak akibat kandasnya kapal/tongkang. Kajian ini setidaknya menunjukkan bahwa potensi kehilangan jasa ekosistem terumbu karang dapat dihitung untuk menjadi masukan dalam menentukan nilai kerugian lingkungan hidup yang diakibatkan oleh kandas kapal/tongkang di wilayah pesisir dan laut.
EFEKTIVITAS KERJA NELAYAN PADA PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE DENGAN PENDEKATAN FULL-TIME EQUIVALENT DI KEPULAUAN RIAU Suci Asrina Ikhsan; Ratu Sari Mardiah; Roma Yuli F Hutapea; Djunaidi Djunaidi; Rangga Bayu Kusuma Haris; Muhammad Nur Arkham
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11651

Abstract

Efektivitas kerja dalam pengoperasian alat tangkap purse seine membutuhan peranan nelayan agar tercapainya penangkapan yang optimal. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis efektivitas kerja nelayan pada saat pengoperasian alat tangkap purse seine. Penelitian ini dilakukan kepada 27 pekerja di atas kapal purse seine dengan metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan dengan perhitungan nilai Full Time Equivalent (FTE). Hasil perhitungan dikategorikan sebagai posisi underload (jika nilai FTE 0-0.99), fit (jika nilai FTE 1-1.28), dan overload (jika nilai FTE> 1.28). Hasil yang telah didapatkan pada penelitian ini dimana adanya posisi jabatan pekerja yang overload sebanyak 4 posisi pekerja yaitu nakhoda, mualim, kepala kamar mesin, dan koki. Keadaan fit sebanyak 5 posisi jabatan pekerja yaitu kerani, juru sampan, juru haluan, juru batu, dan ABK. 
RANCANG BANGUN PANEL AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SEBAGAI CATU DAYA KINCIR AIR PADA TAMBAK PERIKANAN Bobby Demeianto; Rizqi Ilmal Yaqin; Juniawan Preston Siahaan; Yuniar Endri Priharanto; M Zaki Latif Abrori; Mula Tumpu; Aqshal Ilham Fadiga; Taufan Mahendra
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11686

Abstract

Rancang bangun panel Automatic Transfer Switch (ATS) untuk aplikasi pada PLTS di Tambak Perikanan belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun panel ATS yang akan diaplikasikan pada sistem PLTS dan sistem kelistrikan lainnya atau dalam hal ini adalah sumber listrik yang berasal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Metode penelitian ini dilakukan dengan melakukan perancangan dan pembuatan panel ATS yang diaplikasikan pada sistem kelistrikan gabungan antara PLTS dengan listrik PLN dimana kedua sistem kelistrikan tersebut akan dipergunakan sebagai catu daya utama sebagai sumber listrik untuk motor kincir air pada tambak udang. Pengujian panel ATS dilakukan dengan cara mengoperasikan motor kincir air selama 24 jam dengan sumber listrik utama adalah berasal dari sistem PLTS off-grid atau berasal dari muatan listrik yang tersimpan di dalam baterai. Sistem panel ATS ini diujikan pada 1 unit motor kincir air berkapasitas 1 HP yang dalam penggunaannya umumnya dipergunakan untuk meningkatkan sumber oksigen terlarut pada budidaya tambak perikanan. Dari hasil pengujian tersebut didapatkan bahwa perpindahan interkoneksi antara sistem Baterai dengan listrik PLN pada panel ATS tidak mengganggu kinerja dan operasional dari motor kincir air. Perancangan dan pembangunan panel ATS pada interkoneksi 2 sumber kelistrikan pada sistem PLTS dan sistem PLN ini dapat menjadi informasi baru guna meningkatkan penggunaan sumber listrik dengan energi baru terbarukan pada tambak budidaya perikanan.
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN KAPAL GILLNET DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU (STUDI KASUS: KM ANDORA B) Beta Indi Sulistyowati; Ully Wullandari
Aurelia Journal Vol 4, No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i1.11530

Abstract

Salah satu alat penangkapan ikan yang memiliki prospek baik untuk dikembangkan di Indonesia pada saat ini adalah gill net. Alat ini memiliki produktifitas dan efektifitas yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan berbagai alat penangkapan ikan lainnya karena dalam pengoperasianya dapat menangkap ik an dalam jumlah yang besar (Baithur, 2015). Jenis ikan yang tertangkap dengan Gill net adalah ikan-ikan dasar dan ikan demersal seperti layang, cakalang, kembung dan lain-lain. Selain ikan dasar dan ikan demersal tujuan penangkapan Gill net. Tidak hanya ikan saja udang, lobster, kepiting, juga terjerat oleh Gill net. Tujuan dilaksanakannya penelitian  ini  adalah untuk mengetahui komposisi dan jenis ikan hasil tangkapan Gill net baik yang target, bycatch/sampingan, dan discard/dibuang. Dalam sekali trip kapal gillnet beroperasi selama 30 hari, setting dilakukan sebanyak 1 kali dalam sehari dalam waktu 1 – 2 jam, kemudian dilanjutkan immarsingmenunggu jaring di naikan ke atas kapal, dan dilanjutkan dengan hauling selama 9 jam.
TEKNIK PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP POLE AND LINE DI KMN.KCBS 15 DI MAUMERE, NUSA TENGGARA TIMUR Liya Tri Khikmawati; Demetrio Lopes Dethan; Arwan Renanda; Aditya Bramana
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11625

Abstract

Cakalang merupakan salah satu komoditas perikanan ekspor Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi. Salah satu perairan Indonesia yang menghasilkan ikan Cakalang adalah Kawasan Indonesia Timur (KIT). Salah satu KIT yang menghasilkan ikan cakalang adalah perairan Maumere. Nelayan Maumere biasa menggunakan alat penangkap ikan jenis pancing untuk menangkap cakalang. Pancing yang digunakan adalah jenis pole and line (huhate) yang memiliki konstruksi sederhana terdiri dari Joran/bambu, benang, dan mata pancing. Walaupun alat tangkap ini memiliki konstruksi sederhana namun dapat menangkap ikan dengan nilai ekonomis tinggi. Hal tersebut yang melatarbelakangi dilakukannya pengamatan terhadap pengoperasian alat penangkap ikan jenis pole and line. Pengambilan data secara langsung dengan mengikuti kegiatan pengoperasian alat tangkap dan melakukan wawancara terhadap nelayan. Berdasarkan hasil pengamatan di lapang, diketahui bahawasanya di Maumere nelayan menggunakan alat yang terdiri dari joran, tali kelapa, tali utama, tali sekunder, tasi, timah pemberat, pembungkus timah, cincin, tali rapia, bulu ayam dan mata pancing. Kapal yang digunakan dilengkapi dengan flying deck sebagai tempat para pemancing. Operasi penangkapan ikan diawali dengan persiapan perbekalan melaut. Pengambilan umpan di nelayan bagan dan pemancingan ikan cakalang. Ikan yang tertangkap akan dibersihkan dengan disiram air laut dan disimpan di palka dengan diselimuti es balok untuk menjaga kualitas ikan hasil tangkapan.
ANALISIS ORGANOLEPTIK IKAN HASIL TANGKAPAN PURSE SEINE DI KM. SERASI PUTRA Tyas Dita Pramesthy; Muhammad Nur Arkham; Ratu Sari Mardiah; Shiffa Febyarandika Shalichaty; Rangga Bayu Kusuma Haris; Windri Gunawan
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11594

Abstract

Purse seine merupakan alat tangkap yang memberikan kontribusi besar dalam produksi hasil perikanan tangkap di PPN Sibolga. Produksi hasil tangkapan purse seine dari tahun 2015-2019 sebanyak 119.587 ton, yang didominasi oleh ikan pelagis. Untuk mencegah atau mengurangi kebusukan terhadap ikan serta kemungkinan terjadinya penurunan kualitas hasil tangkapan yang mengakibatkan hilangnya harga jual ikan maka perlu memperhatikan cara penanganan hasil tangkapan yang baik ketika di atas kapal. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas ikan hasil tangkapan purse seine menggunakan uji organoleptik. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 01 Maret sampai dengan 30 Juni 2021 di kapal KM. Serasi putra yang mendaratkan hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga. Metode organoleptik digunakan dengan lembar score sheet penilaian untuk menganalisa secara langsung kelayakan saat melakukan penanganan ikan hasil tangkapan di atas kapal sampai setelah didaratkan. Data primer dikumpulkan dengan cara pengamatan dan wawancara kepada awak kapal. Berdasarkan perhitungan mengenai ketidaklayakan dan kesesuaian kualitas hasil tangkapan kapal purse seine yaitu berupa kualitas mata ikan, insang dan daging diperoleh nilai rata-rata kesesuaian sebesar 59% (cukup baik).
ANALISA STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) TERHADAP KADAR HISTAMIN BAHAN BAKU TUNA SAKU BEKU (Thunnus albacares) DI PT X Putri Wening Ratrinia; Aulia Azka; Liatul Firda
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11384

Abstract

Salah satu parameter utama dalam meningkatkan daya beli suatu produk adalah kualitas produk. Selain itu, untuk bertahan di pasar yang kompetitif, peningkatan kualitas dan produktivitas proses merupakan hal yang penting dilakukan perusahaan. Indikator kualitas dan keamanan pangan pada produk industri perikanan khususnya produk turunan tuna salah satunya adalah histamin. Salah satu metode yang dapat membantu perusahaan dalam upaya pengendalian kualitas pada proses produksinya adalah menggunakan Statistical Process Control (SPC). Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengendalian mutu kadar histamin pada bahan baku ikan tuna di PT X menggunakan metode Statistical Process Control (SPC). Data histamin yang telah didapatkan dari perusahaan kemudian dilakukan analisa kualitatif yaitu check sheet dan diagram sebab akibat. Selain itu dibuat diagram kendali dan diagram pareto. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 2 titik yang berada di atas batas kendali. Kadar histamin pada Maret I dan April IV berada di atas batas kontrol atas yaitu sebesar 3,04 ppm dan 1,39 ppm. Faktor manusia sangat mempengaruhi peningkatan kadar histamin karena kelalaian karyawan pada saat penangganan ikan, kurangnya pengetahuan tenaga kerja terkait cara penanganan ikan yang baik, serta kurangnnya jumlah tenaga kerja sehingga mengakibatkan proses penangganan bahan baku yang lama. Selain itu faktor yang mempengaruhi kadar histamin pada bahan baku ikan tuna adalah faktor metode kerja, material dan lingkungan.

Page 8 of 18 | Total Record : 180