Culture & Society: Journal Of Anthropological Research
Culture & Society: Journal of Anthropological Research was published to develop and enrich scientific discussion for scholars who put interest on socio-cultural issues in Indonesia. Editors welcome theoretical or research based article submission. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The criteria of the submitted article covers the following types of article: first, the article presents the results of an ethnographic/qualitative research in certain topic and is related with ethnic/social groups in Indonesia; second, the article is an elaborated discussion of applied and collaborative research with strong engagement between the author and the collaborator’s subject in implementing intervention program or any other development initiative that put emphasizes on social, political, education and cultural issues; last, a theoretical writing that elaborates social and cultural theory linked with the theoretical discourse of anthropology, especially in Indonesia.
Articles
119 Documents
Respon Orang Minangkabau Terhadap Kasus Kawin Sasuku
Khairani, Rizka;
Fitriani, Erda
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v1i4.40
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan respon orang Minangkabau terhadap kasus kawin sasuku di Nagari Sako Utara Pasia Talang. Kawin sasuku merupakan sesuatu yang dilarang secara adat Minangkabau, akan tetapi di nagari ini kawin sasuku terjadi. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini ialah Teori Pertukaran oleh Peter M. Blau. Metodelogi yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan menggunakan tipe studi kasus serta teknik pemilihan informan purposive sampling. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon orang Minangkabau terhadap kasus kawin sasuku pada masyarakat Nagari Sako Utara Pasia Talang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan yaitu : 1) Respon positif karena perilaku ini tidak dilarang dalam agama; 2) Respon positif karena perilaku ini dapat menghindari zina; 3) Respon negatif karena tidak sesuai dengan aturan adat; 4) pelaku mendapat sanksi adat berupa dikucilkan dalam masyarakat; 5) hubungan pelaku dengan warga masyarakat menjadi tidak harmonis.
Peran Urang Sumando dalam Baralek di Kalumbuk Kecamatan Kuranji Kota Padang Sumatera Barat
Mutiara Mutiara;
Desy Mardhiah;
Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v1i4.41
Artikel ini membahas tentang peran urang sumando dalam baralek di Kalumbuk. Urang sumando ikut berpartisipasi pada saat sebelum menikah, pada saat baralek sampai sesudah baralek. Penelitian ini dianalisis dengan teori fungsionalisme struktural oleh Radcliffe-Brown. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Hasil penelitian mengungkapkan adanya peran urang sumando dalam baralek di Kalumbuk Kecamatan Kuranji Kota Padang Sumatera Barat. Urang sumando yang memiliki peran saat acara baralek bukan hanya urang sumando dari pihak keluarga tetapi seluruh urang sumando yang ada di Kalumbuk akan ikut berpartisipasi pada saat acara baralek mulai dari sebelum menikah, pada waktu baralek dan sesudah baralek. Adapun peran urang sumando pada saat baralek di Kalumbuk yaitu mulai dari sebelum menikah yaitu, mancaliak minantu, mambuek hari, maagiah gala. Peran urang sumando pada waktu baralek yaitu, manjapuik marapulai, manunggu manjapuik marapulai, malakek kain dan manatiang dan peran urang sumando sesudah baralek yaitu, manjapuik marapulai malam dan manunggu manjapuik marapulai malam.
Peran Urang Sumando dalam Baralek di Kalumbuk Kecamatan Kuranji Kota Padang Sumatera Barat
Mutiara, Mutiara;
Fitriani, Erda;
Mardhiah, Desy
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v1i4.41
Artikel ini membahas tentang peran urang sumando dalam baralek di Kalumbuk. Urang sumando ikut berpartisipasi pada saat sebelum menikah, pada saat baralek sampai sesudah baralek. Penelitian ini dianalisis dengan teori fungsionalisme struktural oleh Radcliffe-Brown. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Hasil penelitian mengungkapkan adanya peran urang sumando dalam baralek di Kalumbuk Kecamatan Kuranji Kota Padang Sumatera Barat. Urang sumando yang memiliki peran saat acara baralek bukan hanya urang sumando dari pihak keluarga tetapi seluruh urang sumando yang ada di Kalumbuk akan ikut berpartisipasi pada saat acara baralek mulai dari sebelum menikah, pada waktu baralek dan sesudah baralek. Adapun peran urang sumando pada saat baralek di Kalumbuk yaitu mulai dari sebelum menikah yaitu, mancaliak minantu, mambuek hari, maagiah gala. Peran urang sumando pada waktu baralek yaitu, manjapuik marapulai, manunggu manjapuik marapulai, malakek kain dan manatiang dan peran urang sumando sesudah baralek yaitu, manjapuik marapulai malam dan manunggu manjapuik marapulai malam.
Nanjoak Umoah: Upacara Adat Penyembuhan Luka Bakar di Desa Pulau Tengah Kerinci
Andrianus Andrianus;
Delmira Syafrini;
Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v1i4.42
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan makna dari upacara Nanjoak Umoh di Desa Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci. Penelitian ini dianalisis dengan teori interpretativisme simbolik oleh Clifford Geertz. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Pemilihan informan secara purposive sampling sebanyak 29 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dan observasi partisipasi, dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian mengungkapkan makna Upacara Nanjoak umoh di desa Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci secara emik yaitu (1) menghukum orang dan keluarga korban luka bakar atas kelalaiannya, (2) sebagai wujud maaf kapada seluruh para pengurus adat Desa Pulau Tengah dan kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya, (3) untuk meminta do’a kesembuhan kepada seluruh peserta upacara tradisi Nanjoak Umoh. Selain dari itu juga peneliti menemukan makna Nanjoak Umoh secara Etik yaitu adanya (1) Keyakinan bahwa Nanjoak Umoh obat yang ampuh menyembuhkan luka bakar;(2) Sebagai pembelajaran; (3) Memperkuat Solidaritas Sosial; (4) Menunjukkan Identitas.
Nanjoak Umoah: Upacara Adat Penyembuhan Luka Bakar di Desa Pulau Tengah Kerinci
Andrianus, Andrianus;
Fitriani, Erda;
Syafrini, Delmira
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v1i4.42
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan makna dari upacara Nanjoak Umoh di Desa Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci. Penelitian ini dianalisis dengan teori interpretativisme simbolik oleh Clifford Geertz. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Pemilihan informan secara purposive sampling sebanyak 29 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dan observasi partisipasi, dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian mengungkapkan makna Upacara Nanjoak umoh di desa Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci secara emik yaitu (1) menghukum orang dan keluarga korban luka bakar atas kelalaiannya, (2) sebagai wujud maaf kapada seluruh para pengurus adat Desa Pulau Tengah dan kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya, (3) untuk meminta do’a kesembuhan kepada seluruh peserta upacara tradisi Nanjoak Umoh. Selain dari itu juga peneliti menemukan makna Nanjoak Umoh secara Etik yaitu adanya (1) Keyakinan bahwa Nanjoak Umoh obat yang ampuh menyembuhkan luka bakar;(2) Sebagai pembelajaran; (3) Memperkuat Solidaritas Sosial; (4) Menunjukkan Identitas.
Ritual Ngunggah Beras dalam Acara Ewoh Orang Jawa di Dharmasraya
Lipah Walinda Sari;
Emizal Amri;
Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v1i4.45
Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian mengenai ritual ngunggah beras dalam acara Ewoh orang Jawa di Jorong Aur Jaya Nagari Koto Padang. Dilihat dari segi pendekatannya, penelitian ini termasuk kualitatif dengan tipe etnografi. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling,dan data dianalisis dengan perspektif teori Interpretatif yang dikemukakan oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian mengungkapkan, makna ritual ngunggah beras bagi masyarakat Jorong Aur Jaya mengadopsi makna; (1) penghormatan terhadap Dewi Sri dan roh nenek moyang; (2) wahana untuk menjauhkan dan melindungi masyarakat dari bahaya; (3) menunjukkan prestise bagi orang Jawa; dan (4) wujud kebersamaan, keempat temuan tersebut mengidentifikasi bahwa singkretisme di kalangan orang Jawa di Jorong Aur Jaya.
Ritual Ngunggah Beras dalam Acara Ewoh Orang Jawa di Dharmasraya
Walinda Sari, Lipah;
Amri, Emizal;
Fitriani, Erda
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v1i4.45
Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian mengenai ritual ngunggah beras dalam acara Ewoh orang Jawa di Jorong Aur Jaya Nagari Koto Padang. Dilihat dari segi pendekatannya, penelitian ini termasuk kualitatif dengan tipe etnografi. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling,dan data dianalisis dengan perspektif teori Interpretatif yang dikemukakan oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian mengungkapkan, makna ritual ngunggah beras bagi masyarakat Jorong Aur Jaya mengadopsi makna; (1) penghormatan terhadap Dewi Sri dan roh nenek moyang; (2) wahana untuk menjauhkan dan melindungi masyarakat dari bahaya; (3) menunjukkan prestise bagi orang Jawa; dan (4) wujud kebersamaan, keempat temuan tersebut mengidentifikasi bahwa singkretisme di kalangan orang Jawa di Jorong Aur Jaya.
Dampak Boyband EXO Style Bagi komunitas EXO-L Sumbar
Elwa Moneta;
Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v2i1.49
Penelitianaini bertujuan untuk menjelaskan dampak Boyband EXO Style bagi komunitas EXO-L Sumbar di Kota Padang. Temuan penelitian dianalisis denganamenggunakanateori Imitasi yang dikembangkan oleh Gabriel Tarde. Penelitian ini menggunakannpendekatannkualitatiffdengan tipe penelitian studiikasus. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dampak Boyband EXO style bagi Komunitas EXO-L Sumbar diantaranya (1) anggota komunitas mengikuti style Idol K pop, mulai dari cara berpakaian hingga make-up (2) berbahasa (Korea, Jepang, China dan Inggris) menjadi lancar karena anggota Komunitas EXO-L Sumbar menyukai lagu-lagu Boyband EXO (3) mengembangkan Hobi bernyanyi dan dance dengan musik-musik Boyband EXO (4) perilaku Konsumtif, membeli barang-barang yang berkaitan dengan Boyband EXO, (5) anggota meniru cara hormat orang korea serta rasa sensitif terhadap berita Boyband EXO. (6) kurang disiplin, lupa dengan waktu dan lupa untuk melakukan yang harus dilakukan karena menaruh perhatian lebih kepada Boyband EXO.
Jaringan Sosial Tanah Ombak dalam Mengembangkan Budaya Literasi
Anisaq Qastalani Sajidah;
Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v2i1.50
Latarbelakang penelitian ini adalah munculnya jaringan sosial Tanah Ombak untuk mengembangkan budaya literasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa bentuk jaringan sosial Tanah Ombak dalam mengembangkan budaya literasi di Kampung Purus III, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Pemilihan informan secara purposive sampling dengan jumlah 13 informan. Pengumpulan data dilakukan secara observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : A. Jaringan Sosial yang dilakukan Tanah Ombak diantaranya: 1) Jaringan Sosial Pertemanan, 2) Jaringan Sosial dengan Pihak Pemerintah Daerah, 3) Jaringan Sosial dengan Pihak LSM, 4)Jaringan Sosial dengan Pihak CSR Perusahaan, 5) Jaringan Melalui Media Sosial.
Minat Remaja Perempuan Belajar Bertenun Pada Masyarakat Desa Silungkang Duo Kota Sawahlunto
Resti Yulia Putri;
Erianjoni Erianjoni
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v2i1.52
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kurangnya minat remaja perempuan belajar bertenun pada masyarakat Desa Silungkang Duo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kurangnya minat remaja perempuan belajar bertenun pada masyarakat Desa Silungkang Duo Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif, tipe penelitian studi kasus. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data secara observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan ada beberapa faktor penyebab kurangnya minat remaja perempuan belajar bertenun diantaranya: Bertenun sebagai suatu pekerjaan yang membosankan, Pengaruh Pendidikan, Pilihan Pekerjaan yang Sudah Semakin Banyak, serta Kurangnya Motivasi dan Daya Tarik yang diberikan Kepada Remaja Perempuan Untuk Belajar Bertenun. Berdasarkan penjelasan tersebut peneliti menemukan bahwasanya minat remaja perempuan belajar bertenun mengalami penurunan, hal ini menandakan rendahnya nAch yang dimiliki remaja perempuan untuk belajar bertenun. Oleh karena itu dibutuhkan peran beberapa pihak untuk meningkatkan need for achievement remaja perempuan untuk belajar bertenun.