cover
Contact Name
Erda Fitriani
Contact Email
erdafitriani@fis.unp.ac.id
Phone
+6285278103477
Journal Mail Official
culture@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research
ISSN : 26863421     EISSN : 2686343X     DOI : https://doi.org/10.24036/culture
Culture & Society: Journal of Anthropological Research was published to develop and enrich scientific discussion for scholars who put interest on socio-cultural issues in Indonesia. Editors welcome theoretical or research based article submission. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The criteria of the submitted article covers the following types of article: first, the article presents the results of an ethnographic/qualitative research in certain topic and is related with ethnic/social groups in Indonesia; second, the article is an elaborated discussion of applied and collaborative research with strong engagement between the author and the collaborator’s subject in implementing intervention program or any other development initiative that put emphasizes on social, political, education and cultural issues; last, a theoretical writing that elaborates social and cultural theory linked with the theoretical discourse of anthropology, especially in Indonesia.
Articles 119 Documents
Kawasan Sepakat: “Modernisasi Dari Peri-Urbanisasi” Kota Pontianak Eginta Sai Sari Ginting; Diaz Restu Darmawan; Efriani Efriani; Nadia Novianti
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i2.54

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas perubahan yang terjadi di Kawasan sepakat semenjak dibukanya wilayah itu menjadi Kawasan Pendidikan dan menjadi wilayah kecamatan baru. Penelitian ini dilakukan dikawasan Sepakat, Desa Bansir Darat, Kabupaten Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pendekatan penelitian kualitatif, dengan metode observasi dan wawancara. Temuan penelitian dianalisa dengan teori pembangunan Rostow. Hasil penelitian menunjukkan wilayah Sepakat merupakan wilayah pendidikan pinggiran kota (peri-urbanisasi), yang mengalami perubahan terus-menerus dilatarbelakangi oleh kemajuan masyarakat urban untuk mengubah lingkungan Sepakat. Masyarakat urban mengidentifikasi Sepakat sebagai lokasi strategis dari target ekonomi yang dinamis. Kemajuan masyarakat urban di lingkungan Sepakat telah membuat masyarakat asli mengikuti jejak yang sama. Masyarakat lokal merubah haluan perekonomian mereka menjadi seperti masyarakat pendatang. Meninggalkan pola kehidupan masyarakat agraris yang hidup mengikuti lingkungan, ikut menjadi masyarakat modern yang terjebak ke dalam kebutuhan materialis.
Resiliensi Ayah dalam Pendidikan Anak Naniek Nadia; Eko Siswono; Dian Alfia Purwandari
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi ayah dalam mendidik anak-anak dengan kondisi istri bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ayah beradaptasi dengan kondisi yang baru saja dialaminya semasa hidup yaitu mengurus rumah tangga dan mendidik anak. Untuk menyesuaikan dirinya, ayah mengalami 4 tahapan resiliensi yang berkaitan, guna membentuk kembali kehidupan lamanya yang diaplikasikan ke dalam kehidupan barunya saat ini, adapun 4 tahapan tersebut ialah: 1) Mengalah untuk tujuan yang lebih baik, 2) Bertahan menjalani hidup, 3) Pemulihan, mencoba untuk bangkit kembali, dan 4) Berkembang, dimana ayah terbiasa dengan kondisi yang ia jalani saat ini. Lingkungan budaya di desa yang pada umumnya istri banyak bekerja sebagai TKW di luar negeri maka si ayah dapat beradaptasi dengan baik.
Critical Legal Feminism pada Kedudukan Perempuan dalam Hak Waris pada Sistem Patriarki Fransisca Jallie Pattiruhu
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i1.57

Abstract

Secara garis besar, penulisan ini memuat kritikan terhadap feminisme jurisprudence dalam hukum kewarisan nasional Indonesia, dimana mengkaji kedudukan dan hak perempuan sebagai ahli waris. Di Indonesia secara umum dapat dikategorikan menganut teori feminisme sosialis yakni masyarakat yang menganut sistem patriarki dalam sistem kekeluargaannya, hal ini merupakan bentuk diskriminasi terhadap hak-hak dan kedudukan dari perempuan. Dimana dalam sistem patriarki ini anak perempuan dan janda tidak dapat menjadi ahli waris. Terkait dengan hukum kewarisan nasional sendiri Indonesia belum memiliki suatu aturan yang konkrit tentang masalah waris di Indonesia dalam bingkai pluralistik hukum. Banyak peraturan yang memuat tentang kesetaraan gender, akan tetapi masalah waris sering dipertentangkan dengan hukum adat pada masyarakat dengan sistem patriarki. Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dijadikan dasar berpikir dalam konteks kesetaraan kedudukan perempuan dan laki-laki dalam hal perkawinan, namun dalam hal pembagian harta atau hak untuk menjadi ahli waris belum diatur, sehingga pendiskriminalisasi hak perempuan terutama bagi masyarakat yang menganut sistem patriarkhi mau tidak mau mereka harus tunduk pada sistem hukum tersebut.
Perilaku Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19 Andar Prastiwi; Diaz Restu Darmawan; Efriani Efriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i2.59

Abstract

Kemunculan Pandemi virus Covid-19 diawal tahun 2020 membawa pengaruh besar hampir seluruh Dunia, tidak terkecuali Indonesia. Beragam kebijakan dan respon telah diambil oleh pemerintah dan wilayah pusat untuk menekan pencegahan penyebaran virus. Termasuk juga pada kawasan perdesaan yang mengambil tindakan pencegahan penyebaran virus di wilayahnya dengan sumber informasi yang minim, salah satunya membangun pos penjagaan di pintu masuk desa. Fokus penelitian ini adalah melihat perubahan perilaku yang dilakukan orang-orang Desa Suka Jaya Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang dalam menyikapi penyebaran virus Covid-19. Penelitian ini menggunakan sudut pandang kajian antropologi kesehatan dengan menggunakan teori perilaku kesehatan Nico S. Kalangie. penelitian dilakukan dengan metode etnografi, dengan sudut pandang emik dan etik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya kesadaran masyarakat untuk membuat pos pemeriksaan secara gotong-royong dan memeriksa orang luar yang masuk ke desa, dann munculnya perubahan perilaku mereka dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.
Tradisi Ngihok Pada Masyarakat Desa Pulau Tengah Kerinci Jambi Eryanto Eryanto; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i2.62

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi tradisi ngihok bagi masyarakat Desa Pulau Tengah, Kabuoaten Kerinci Provinsi Jambi. Tradisi ngihok merupakan suatu kegiatan yang berupa pengumuman ataupun penyampaian informasi dari depati ninik mamak yang disampaikan oleh lingang kepada masyarakat dengan tujuan untuk memberikan informasi terkait tentang kegiatan-kegiatan adat, peringatan hari-hari besar, gotong royong, upacara adat, dan lain sebagainya. Tradisi ini sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berusaha menghasilkan data deskriftif dengan tipe penelitian etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisivan dan wawancara mendalam. Data dianalisa dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh EE. Evan Pritchard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat beberapa fungsi ngihok bagi masyarakat, yaitu; memperkuat solidaritas antar kelompok masyarakat, memperkuat indentitas adat, sebagai alat komunikasi, dan sebagai pembeda perintah raja dengan kepala desa.
Eksistensi Badikia di Nan Limo Hilia Andri Satria; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan eksistensi Badikia Rabano di desa Nan Limo Hilia serta mengetahui upaya yang dilakukan oleh pemain Badikia Rabano, masyarakat serta tokoh masyarakat yang ada di desa Nan Limo Hilia. Eksistensi Badikia Rabano di desa Nan Limo Hilia adalah keberadaannya masih ada di tengah masyarakat Nan Limo Hilia. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah pradigma etnosains yang dikemukakan oleh James P. Spradley. Motodologi yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif yang menggunakan tipe studi kasus serta teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan James P. Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Badikia Rabano masih dibutuhkan oleh masyarakat dibuktikan dengan adanya Badikia Rabano dalam berbagai kegiatan yang bernuansa agama di masyarakat. Pemain Badikia secara umum tidak mengetahui arti dari kitab Badikia yang dibaca, namun menurut kepercayaan masyarakat yang ada bahwa kitab dibaca menceritakan sejarah Nabi Muhammad SAW.
Pengetahuan Pelaku Illegal Logging tentang Hutan Drefika Putra; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i2.65

Abstract

Masalah kerusakan hutan tidak hanya semata masalah alamiah, akan tetapi ada faktor manusia yang menjadi aktor dibelakangnya. Para illegal loging sebagai salah satu aktor yang melakukan aktivitas penebangan hutan illegal, perlu digali pengetahuan mengenai hutan dan lingkunganya. Lokasi penelitian yaitu Nagari Unggan Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung. Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif tipe etnografi. Peneliti melakukan observasi partisipasi aktif dengan mengikuti penebang hutan dan melakukan wawancara mendalam dengan penebang hutan dan tokoh masyarakat nagari. Hasil penelitian memperlihatkan pengetahuan pelaku illegal logging terhadap hutan di Nagari Unggan. Pengetahuan yang dimiliki oleh illegal loging merupakan pengetahuan yang diperoleh sebagai bagian dari anggota masyarakat dan budaya setempat, seperti pengetahuan mengenai batasan hutan, ritual-ritual di dalam hutan, jenis-jenis pohon dalam hutan, serta pantangan-pantangan perilaku ketika berada di dalam hutan. Selain itu pengetahuan yang dimilikinya sebagai pelaku illegal loging yang melahirkan pengetahuan yang khas, sebagai strategi dalam hidupnya. Pelaku illegal logging menganggap hutan sebagai sumber uang, pekerjaan mereka memiliki tantangan mempertaruhkan nyawa, dan bekerja sama dengan oknum. Pengetahuan pelaku illegal logging (pekerja somel) terhadap hutan merupakan hasil interprestasi mereka dari pengalaman selama bekerja sebagai pekerja somel.
Pesta Kerja Tahun Masyarakat Karo di Desa Batu Karang Kecamatan Payung Kabupaten Karo Emia Ariska Br Purba; Adri Febrianto
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i2.66

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan simbol dan makna yang terdapat pada Pesta kerja tahun di Desa Batu Karang Kecamatan Payung Kabupaten Karo yang merupakan ucapan syukur terhadap hasil panen. Pesta kerja tahun dilakukan setiap tahun di bulan Januari pada hari Cukra dudu dalam penanggalan kalender Karo. Pesta kerja tahun dilaksanakan selama dua hari pada saat pagai beltek. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe etnografi. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi partisipasi dan studi dokumen. Data di analisa dengan menggunakan analisa interpretif dari Clifford Geertz. Temuan penelitian mengungkapkan makan simbol secara emik dan etik. Makna upacara pesta kerja tahun (emik) terdiri dari 1). Makna simbol pemakaian kalender Karo dalam penetapan tanggal pesta kerja tahun 2) Simbol kepemimpinan dan makna dari pembentukan panitia 3) Makna dan simbol sumbangan dana dari masyarakat Desa Batu Karang 4) Makna simbol ngerires dan mantem, 5) Makna simbol festival tari telu serangkai dan vocal solo, 6) Makna simbol dari kirumah-kirumah, 7) Makna gendang guro-guro aron, 8) Makna simbol ngerebu. Makna upacara Pesta Kerja Tahun secara etik yaitu: pengatakenbujun man Tuhan, Mara klesa. Makna Pesta Kerja Tahun sebagai hiburan, Sarana pendidikan dan pelestarian budaya Karo tempat mencari Jodoh.
Motivasi Anak Nagari Mengikuti Silek Kumango Lia Amelia; Rio Putra Winanda
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.67

Abstract

Permainan tradisional daerah atau permainan anak nagari yaitu silek merupakan bentuk dari sebuah kesenian yang memiliki nilai keindahan bagi penikmatnya. Di era modernisasi, masih ada generasi muda yang mempelajari dan menekuni Silek Kumango. Penelitian ini dilakukan di Nagari Kumango Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pendekatan penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data antara lain: (1) wawancara (interview), dengan 18 informan yang terdiri dari Guru Sasian Silek Kumango, Guru Tuo/penasehat Silek Kumango, pelajar/ mahasiswa, Tokoh Adat Nagari Kumango, dan Orang tua Persi Silek Kumango; (2) pengamatan (Observasi) pada pelaksanaan permainan anak Silek Kumango; dan (3) studi kepustakaan dalam bentuk artikel, laporan penelitian terdahulu berserta sumber bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian tentang Silek Kumango. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi para generasi muda ingin mempelajari Silek Kumango selain untuk pelestarian budaya, juga karena rasa ingin tahu terhadap Silek Kumango, rasa aman dan keinginan untuk berprestasi serta dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
Persepsi Masyarakat Terhadap Perempuan Bercadar Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kelurahan Aur Kuning Yaya Permatasari; Wirdanengsih Wirdanengsih
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i3.68

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan persepsi masyarakat terhadap perempuan bercadar di Kelurahan Aur Kuning Kota Bukittinggi pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan secara random kepada 534 penduduk laki-laki dan perempuan di Kelurahan Aur Kuning dengan batasan usia 25-29 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket kepada 53 responden dan dianalisa dengan teknik analisis statistik deskriptif, erta dijelaskan dengan teori etnosains yang dikembangkan oleh Goodenough. Goodenough menyatakan bahwa perilaku masyarakat suatu kebudayaan tergantung dengan pengetahuan yang ia miliki. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa persepsi masyarakat Kelurahan Aur Kuning pada umumnya responden laki-laki dan perempuan mengetahui cadar. Sedangkan persepsi masyarakat mengenai perempuan bercadar pada masa pandemi Covid-19, sebagian kecil responden perempuan beranggapan cadar juga termasuk sebagai alat penyaring virus covid-19 sedangkan responden laki-laki beranggapan bahwa cadar bukanlah alat penyaringan virus. Perempuan bercadar di sekitar Kelurahan Aur Kuning merasa nyaman menggunakan cadarnya pada masa pandemi Covid-19 dan tetap diperlakukan sama dengan masyarakat lainnya. Berbeda sebelum masa pandemi perempuan becadar merasa terasingkan dan tidak percaya diri dalam bergaul.

Page 5 of 12 | Total Record : 119


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 2 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025) Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025) Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024) Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024) Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023) Vol 5 No 1 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2023) Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022) Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022) Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021) Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021) Vol 2 No 4 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2021) Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021) Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020) Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020) Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020) Vol 1 No 3 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2020) Vol 1 No 2 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2019) Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019) More Issue