Culture & Society: Journal Of Anthropological Research
Culture & Society: Journal of Anthropological Research was published to develop and enrich scientific discussion for scholars who put interest on socio-cultural issues in Indonesia. Editors welcome theoretical or research based article submission. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The criteria of the submitted article covers the following types of article: first, the article presents the results of an ethnographic/qualitative research in certain topic and is related with ethnic/social groups in Indonesia; second, the article is an elaborated discussion of applied and collaborative research with strong engagement between the author and the collaborator’s subject in implementing intervention program or any other development initiative that put emphasizes on social, political, education and cultural issues; last, a theoretical writing that elaborates social and cultural theory linked with the theoretical discourse of anthropology, especially in Indonesia.
Articles
119 Documents
Pokdarwis: Agen Pengembangan Wisata Geopark Ranah Minang Silokek
Gusrinda Gusrinda;
Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v3i1.88
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pokdarwis sebagai agen pengembangan wisata Geopark Ranah Minang Silokek khususnya di Nagari Silokek Kabupaten Sijunjung. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori agen dan struktur dari Pierre Bourdieu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 23 orang. Pada penelitian ini peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi, untuk mendapatkan data yang valid dilakukan trianggulasi data. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif dari Mills dan Huberman yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Pokdarwis melakukan berbagai tindakan sebagai agen dalam rangka mengembangkan wisata Geopark Ranah Minang Silokek. Tindakan yang dilakukan Pokdarwis tetap berdasarkan pada tugas pokok sebagai Pokdarwis. Tindakan ini berupa kerjasama, promosi, dan pelatihan, pemberdayaan masyarakat dan eksplorasi wisata baru. Sebagai kelompok penggerak, Pokdarwis menjadi tolak ukur bagi masyarakat dalam berinteraksi dengan wisatawan. Masyarakat secara tidak langsung dipengaruhi dengan adanya berbagai kegiatan yang dilakukan Pokdarwis. Pengaruh Pokdarwis terhadap masyarakat berdampak pada struktur masyarakat.
Peran Ganda Perempuan Buruh Tani Karet
Eki Parmana;
Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v3i1.90
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perempuan yang bekerja sebagai buruh tani dan bekerja di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ganda perempuan buruh tani karet dalam memenuhi kebutuhan keluarga di kampung Sawah Liek, Kenagarian Lagan Hilir Kabupaten Pesisir Selatan. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipasi, wawancara mendalam (indepth interview), dan studi dokumen. Data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ganda perempuan buruh tani karet bekerja di dua sektor yaitu sektor domestik dan sektor publik. Penyebab perempuan bekerja di dua sektor adalah untuk menambah pendapatan keluarga guna memenuhi kebutuhan hidup dan dipengaruhi oleh pendidikan yang rendah dan tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk bekerja di bidang lain.
Hak Waris Sako dan Pusako Bagi Anak Naiak di Nagari Surantih
Feni Octafia Dwi Putri;
Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v3i1.91
Penelitian ini difokuskan pada hak waris sako dan pusako bagi anak naiak di Nagari Surantih. Sako dan pusako diwariskan kepada anak perempuan dan laki-laki sebuah keluarga di dalam kaum/ suku tertentu. Sebagai pendukung budaya Minang, masyarakat Surantih mengenal sako dan pusako yang bisa diwariskan kepada generasi penerus berdasarkan garis keturunan matrilineal. Sako dan pusako diwariskan kepada anak perempuan dan laki-laki sebuah keluarga di dalam kaum/suku tertentu. Problemnya sekarang adalah anak naiak yang dilahirkan dalam sebuah keluarga, juga mengakui dan diakui ada keluarga lamanya, serta diakui juga oleh masyarakat setempat. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Untuk mendapatkan keabsahan data dipilih teknik triangulasi sumber. Analisis dilakukan mengacu pada model analisis etnografi yang dikembangkan Cliffort Geertz, meliputi: hermeneutik data, menginterpretasikan data, interpretatif yang dipresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan hak waris sako dan pusako bagi anak naiak di Nagari Surantih ditentukan berdasarkan garis keturunan matrilineal; dan sako sepersukuan berdasarkan ikatan sesuku. Untuk hak waris pusako, di keluarga lamanya anak naiak mendapatkan pusako rendah yang berasal dari hasil mata pencaharian ayah dan ibunya dahulu, pada keluarga baru ia memiliki hak waris pusako rendah dan pusako tinggi, tidak ada pembedaaan karena si anak naiak merupakan anak kandung dari keluarga baru.
Eksistensi Tradisi Sambatan dan Ingon pada Masyarakat Petani Jawa
Bagas Handoyo;
Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v3i1.92
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan tradisi sambatan dan ingon yang dilaksanakan masyarakat Jawa yang menetap di daerah transmingrasi. Permasalahannya di Nagari Sungai Duo pelaksanaan pertanian sudah pakai teknologi seperti alat traktor dan lainnya, akan tetapi bagi sebagian kelompok petani Jawa ini masih menerapkan tradisi sambatan dalam pengolahan lahan, dan panen. Untuk menganalisis permasalahan penelitian ini, penulis menggunakan teori fungsionalisme dan resiprositas. Orientasi teori fungsionalisme Malinowski dan teori pemberian atau the gift dari Marcell Mauss. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus, serta teknik pemilihan informan ialah teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 12 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dengan teknik analisis data dari Miles dan Huberman Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan selama berada di lapangan maka dapat peneliti tarik kesimpulan bahwa ada beberapa fungsi yang terdapat didalam tradisi sambatan dan ingon yang menjadikan tradisi ini masih dipertahankan oleh masyarakat petani di Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya yaitu: (1). Fungsi Ekomoni; (2). Fungsi Hubungan Sosial, seperti sifat berbagi dan nilai kearifan lokal.
Peran Ninik Mamak dalam Pilkada
Geri Purnama;
Eka Vidya Putra;
Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v3i2.38
Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran ninik mamak dalam mempengaruhi pilihan politik warga di Desa Sebukar Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci. Teori menganalisis permasalahan yaitu teori jaringan yang dikemukakan oleh Barry Wellman. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Untuk pemilihan informan dilakukan cara purposive sampling. informan pada penelitian ini berjumlah 33 orang. Data dikumpulkan dengan observasi non partisipasi, wawancara mendalam, untuk pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi data berupa metode, sumber dan waktu penelitian. Kemudian dianalisis dengan model interaktif analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman melalui langkah-langkah yaitu: mereduksi data, mendisplay data, dan penarikan kesimpulan. Temuan hasil penelitian ini, menunjukkan peran ninik mamak dalam memepengaruh pilihan politik warga di Desa Sebukar antara lain sebagai berikut: (1) Meberikan Izin Kampanye (2) Menyatukan Pemahaman, (3) Menfasilitasi Kandidat Kampanye, dan (4) Mengarahkan Masyarakat.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Bahari Pulau Kapoposang Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan
Andi Oktami Dewi Artha Ayu Purnama
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v3i2.84
Partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata bahari merupakan suatu kewajiban dengan mengingat bahwa potensi bahari adalah milik bersama dan yang terpenting dengan adanya partisipasi, masyarakat akan lebih memiliki kesadaran mengenai potensi bahari yang dimilikinya dan harus terus menerus dilindungi agar dapat memberikan kehidupan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan serta menganalisis keterlibatan multi pihak dan bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata bahari, menggunakan deskriptif kualitatif dengan sumber data diperoleh dari kata-kata dan tindakan informan yang selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dengan teknik purposive. Data yang diperoleh dikumpulkan melalui observasi (observation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif melalui tiga tahap yaitu tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, keterlibatan masyarakat masih berkisar pada kelompok-kelompok masyarakat dan penyediaan sarana prasarana oleh pihak swasta sementara masyarakat hanya dilibatkan sebatas perencanaan sedangkan pada proses pelaksanaan dan pemanfaatannya masyarakat sudah tidak dilibatkan. Dalam partisipasi masyarakat inilah disebut “partisipasi pasif” karena berdasarkan hasil analisis dan beberapa poin yang belum terpenuhi oleh masyarakat seperti pengelolaan wisata kolaborasi yang melibatkan seluruh stakeholder dan pemberdayaan masyarakat yang pada akhirnya menimbulkan partisipasi interaktif yang di mana masyarakat Kapoposang ikut serta dalam pengelolaan pulaunya sendiri dengan pengambilan keputusan bersifat lokal dan menentukan bagaimana ketersediaan sumber daya yang digunakan, sehingga memiliki kekuasaan untuk menjaga potensi yang ada di lingkungannya.
Strategi Bertahan Hidup Nelayan Tour Guide di Masa Pandemi Covid-19
Rino Roy Vandi;
Erda Fitriani;
Adri Febrianto
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v3i2.93
Sektor pariwisata termasuk sektor yang mengalami dampak yang signifikan terhadap pandemi Covid 19. Bisnis pariwisata mengalami mati suri yang disebabkan karena pembatasan sosial dan penutupan destinasi pariwisata. Masalah ini menimbulkan pebisnis pariwisata termasuk nelayan tour guide yang mengantar wisatawan ke pulau kehilangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi yang dilakukan nelayan antar jemput pulau (tour guide) Desa Sungai Pisang dalam memenuhi kebutuhan hidup di tengah bencana Pandemic Covid-19. Penelitian dianalisis dengan teori etnosain oleh James P. Spradley. Pendekatan penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang yang terdiri dari 10 orang nelayan tour guide, 1 (satu) orang Ketua PKBM, 1 (satu) orang Lurah Sungai Pisang, 1 (satu) orang Ketua RT dan 2 orang istri nelayan. Hasil penelitian yaitu nelayan selama pandemi covid-19 melakukan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi untuk bisa bertahan hidup. Strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh nelayan yaitu: (1). Beralih mata pencaharian, pada mata pencaharian yang dulu pernah mereka tekuni dan ada juga yang memulai pekerjaan baru, dan (2). Melakukan pinjaman ke kerabat, koperasi dan pemerintah.
Fungsi Tuor Bagi Orang Mandailing
Yulia Risa;
Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v3i2.94
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi pemberian Tuor dalam adat Mandailing di Jorong Ranto Panjang Nagari Rabi Jonggor Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Fokus dari artikel ini yaitu pemberian Tuor (maskawin) dari pihak laki-laki kepada perempuan dalam adat perkawinan orang Mandailing di Ranto Panjang. Mengingat masyarakat yang berda di Pasaman Barat memiliki suku bangsa yang beragam seperti Minang, Melayu, Mandailing dan Jawa yang memiliki kebudayaan berbeda-beda disetiap daerahnya. Akan tetapi pemeberian Tuor tetap dipertahankan dan selalu ada sebelum upacara perkawinan orang Mandailing baik yang menikah dengan sesama suku mandailing maupun tidak dengan orang Mandailing. Acara penetapan Tuor dilaksanakan pada acara Marsapa (meminang). Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah teori fungsionalisme yang dikemukakan oleh Bronislaw Malinowski. Penelitian dilakukan dengan menerapkan pendekatan kualitatif dengan tipe Etnografi. Informan dipilih secara pusposive sampling. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam (indepth interview), observasi, studi dokumen. Teknik analisis data mengacu pada teknik analisis etnografi yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman melipiti: data reduction (reduksi data), data displey (penyajian data), verification analysis (menarik kesimpulan). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan fungsi pemberian Tuor pada masyarakat Mandailing di Ranto Panjang adalah: (1) penguatan ikatan dua keluarga; (2) menjunjung tinggi tradisi yang diwarisi dari generasi terdahulu; (3) menghormati orang tua si gadis; (4) penghargaan terhadap status pendidikan perempuan; dan (5) mendapatkan legalitas perkawinan secara adat.
Makna Upacara Kematian Osongkapali
Amia Lugita;
Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v3i2.95
Penelitian ini menjelaskan makna simbol pada upacara Osongkapali di Nagari Sungai Patai, Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Upacara Osongkapali merupakan upacara kematian Penghulu suku, tahapan prosesi yang dilaksanakan sedikit berbeda dengan upacara kematian masyarakat biasa yaitu adanya makna simbol yang digunakan pada upacara Osongkapali. Problem ini dinilai menarik untuk dikaji, mengingat budaya khas masyarakat local ini, sudah banyak yang tidak dipahami maknanya oleh generasi penerus. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Untuk mendapatkan keabsahan data dipilih teknik triangulasi sumber. Analisis ini didasarkan pada model analisis etnografi yang dikembangkan Cliffort Geertz, meliputi: hermeneutik data, menginterpretasikan data, interpretatif yang dipresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan makna simbol pada upacara Osongkapali merupakan penghormatan terakhir kepada “penghulu suku” yang sudah banyak berjasa pada kaumnya, dan suatu bentuk kebesaran penghulu suku.
Sanggar Anggun Nan Tongga: Pelestarian Kesenian Tradisional Randai (Suatu Kajian Fungsionalis)
Muhammad Reza Fahrizal;
Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/csjar.v3i2.96
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi Sanggar Anggun Nan Tongga yang ada di Kota Pariaman, Sumatera Barat, dalam melestarikan kesenian tradisional randai Penelitian ini dianalisis dengan teori fungsionalisme dari Bronislaw Malinowski. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, tipe studi kasus. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Perolehan data penelitian didapatkan dari hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Untuk penelitian teknik analisis data digunakan model analisa data dari Miles dan Huberman. Hasil Penelitian yaitu fungsi Sanggar Anggun Nan Tongga dalam melestarikan kesenian tradisional Randai di Desa Talago Sariak Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman, yaitu: 1) fungsi pelestarian pewarisan nilai, 2) sanggar sebagai sarana edukasi generasi muda dalam mengenal kesenian tradisional randai, 3) Sanggar sebagai wadah pengembangan bakat masyarakat Desa Talago Sariak.