cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
+6285891495357
Journal Mail Official
jipt@untirta.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Pertanian Pascasarjana UNTIRTA Alamat Kontak : Jl.Raya Jakarta Km.4 Kota Serang Banten 42124
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa
ISSN : -     EISSN : 27153657     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa merupakan publikasi ilmiah berkala yang diterbitkan Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian terhadap teori dan praktek penerapan ilmu pertanian dalam arti luas, meliputi Ilmu Tanaman, Agronomi, Agro-teknologi, AgroEkosistem dan Lingkungan, Ilmu Pangan, Teknologi Pangan, Agribisnis, Sosial-Ekonomi Pertanian, dan Informasi Pertanian.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "vol 8, no 1 (2026)" : 4 Documents clear
Analisis Kapasitas Nelayan Tangkap Skala Kecil Di Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana; Asih Mulyaningsih; Aliudin Aliudin; Kartina AM
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v8i1.40804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas nelayan tangkap skala kecil di Kabupaten Serang berdasarkan lima dimensi: kemampuan bertahan, meningkatkan nilai tambah, manajerial, pemasaran, dan kemempuan teknis. Menggunakan metode survei kuantitatif dengan pengambilan sampel sebanyak 150 nelayan yang menggunakan kapal di bawah 5 GT, penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar nelayan berada pada kategori “sedang” dalam lima dimensi kapasitas yang diukur. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun nelayan telah memiliki kompetensi dasar dalam menjalankan usaha perikanan tangkap, kemampuan mereka dalam menghadapi fluktuasi ekonomi dan lingkungan, serta dalam mengelola usaha perikanan, masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini mengusulkan intervensi kebijakan yang lebih mendalam terkait akses modal, pelatihan manajerial, dan penguatan kapasitas teknis untuk meningkatkan keberlanjutan usaha perikanan tangkap di Kabupaten Serang.
Pengaruh Penggunaan Batang Ganda dan Panjang Entres Terhadap Keberhasilan dan Pertumbuhan Sambung Pucuk Durian David Heriawan; syamsul bahri; Risky Ridha
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v8i1.41227

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Perbanyakan tanaman durian umumnya dilakukan secara vegetatif melalui teknik sambung pucuk untuk menghasilkan bibit yang memiliki sifat seragam dan mempertahankan keunggulan tanaman induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan batang ganda, panjang entres, serta interaksi keduanya terhadap keberhasilan dan pertumbuhan sambung pucuk durian. Penelitian dilaksanakan di Desa Perdamaian, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, selama 3 bulan 3 minggu, mulai November 2024 hingga Februari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jumlah batang bawah yang terdiri atas satu batang bawah (B1), dua batang bawah (B2), dan tiga batang bawah (B3), serta panjang entres yang terdiri atas 5 cm (P1), 7,5 cm (P2), dan 10 cm (P3). Parameter yang diamati meliputi persentase keberhasilan sambung pucuk, pertambahan tinggi entres, jumlah daun, luas daun, waktu pecah tunas, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah batang bawah berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan tinggi entres, serta berpengaruh nyata terhadap persentase keberhasilan sambung pucuk, jumlah daun pada umur 5 dan 7 minggu setelah sambung, dan waktu pecah tunas. Panjang entres tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Interaksi antara jumlah batang bawah dan panjang entres berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi entres dan waktu pecah tunas. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan satu batang bawah dengan panjang entres 5 cm memberikan hasil terbaik pada perbanyakan durian melalui teknik sambung pucuk.
Persepsi Masyarakat Terhadap Dampak Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit: Tinjauan Literatur Tentang Aspek Ekonomi, Sosial, Dan Lingkungan Dinda Uswatun Hasanah; Asih Mulyaningsih
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v8i1.40114

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat terhadap dampak keberadaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang berkaitan dengan manfaat ekonomi serta konsekuensi sosial dan lingkungan pada tingkat lokal. Permasalahan ini penting dikaji karena kontribusi ekonomi sektor kelapa sawit pada tingkat nasional tidak selalu sejalan dengan manfaat dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat di sekitar perkebunan dan pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan persepsi masyarakat, faktor-faktor yang berkaitan dengan pembentukan persepsi, serta variasi temuan pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan tinjauan literatur dengan menganalisis 10 artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional. Literatur ditelaah melalui identifikasi, seleksi, ekstraksi informasi, dan sintesis naratif berdasarkan tema ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat bersifat beragam dan multidimensional. Manfaat ekonomi berupa peningkatan pendapatan, kesempatan kerja, dan pembangunan infrastruktur berkaitan dengan persepsi positif, tetapi distribusi manfaat yang tidak merata dapat menimbulkan persepsi negatif. Pada aspek sosial, persepsi dipengaruhi oleh akses terhadap pekerjaan dan sumber daya, hubungan dengan perusahaan, serta perubahan sosial dan konflik lahan. Sementara itu, dampak pencemaran dan perubahan lingkungan menjadi faktor penting dalam pembentukan persepsi terhadap keberadaan industri kelapa sawit. Temuan juga menunjukkan peluang penerimaan terhadap praktik pengelolaan yang lebih berkelanjutan, termasuk agroforestri.
Penanganan Pasca Panen: Pengemasan, Penyimpanan, dan Distribusi Pada Budidaya Hidroponik Selada (Lactuca Sativa L.) Di Riyan Farm Kota Serang Aulia Haniifah; Annisa Nailah Hanun; Nazwa Muji Afrisza; Vega Yoesepa Pamela; Fitria Riany Eris
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v8i1.41304

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan komoditas yang mudah mengalami kerusakan setelah panen sehingga memerlukan penanganan pascapanen yang tepat untuk mempertahankan kualitas dan kesegarannya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sistem budidaya hidroponik selada serta mengevaluasi penanganan pascapanen yang diterapkan di Riyan Farm, Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Budidaya selada hidroponik dilakukan mulai dari penyemaian hingga tahap pendewasaan. Perlakuan budidaya yang terkontrol, seperti pengaturan pH, pemberian nutrisi AB mix, dan pengendalian hama serta penyakit mampu menghasilkan selada yang berkualitas baik dari segi nutrisi maupun segi penerimaan konsumen. Namun, pengemasan, distribusi, dan penyimpanan pascapanen belum dilakukan secara tepat. Penggunaan plastik PE sebagai kemasan kurang efektif dalam mempertahankan mutu karena permeabilitasnya dapat mempercepat respirasi dan meningkatkan kelembaban yang memicu pembusukan. Proses distribusi masih dilakukan secara sederhana tanpa sistem pendingin. Penyimpanan pada suhu ruang dapat menyebabkan penurunan kualitas selada, seperti layu, susut bobot, dan kerusakan akibat benturan selama distribusi. Perbaikan dapat dilakukan melalui penggunaan kemasan plastik PP, penerapan sistem pendingin selama distribusi dan penyimpanan agar kualitas, kesegaran, dan umur simpan selada dapat dipertahankan hingga sampai ke konsumen.

Page 1 of 1 | Total Record : 4