cover
Contact Name
Rizki Hamdani
Contact Email
rizki.hamdani@uii.ac.id
Phone
+6285275875524
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta Gedung Ace Partadiredja, Ring Road Utara, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, Indonesia 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance
ISSN : -     EISSN : 27150992     DOI : -
Core Subject : Economy,
National Conference on Accounting & Finance (NCAF) is an annual conference held by Master Program in Accounting, Faculty of Economics Universitas Islam Indonesia. It is aimed to facilitate all researchers and academicians to present and publish their research paper as well as to built networking among Accounting and Finance scholars nationally and internationally.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Volume 8, 2026" : 12 Documents clear
The impact of brand equity, service quality, and organizational performance on public trust in zakat institutions: evidence from Indonesia Edy Junaedi; Johan Budiman; Irwan Maulana; Aisyah Azzahra; AR Haikal Alkanz
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With an emphasis on the functions of organizational performance, service quality, and brand equity, this study attempts to explore the factors that influence public confidence in Indonesian zakat institutions. A survey questionnaire was used in a quantitative manner. Information was gathered from Indonesian zakat institutions' donors and recipients. The Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method using SmartPLS 3.0 was used to examine the study model. The findings show that public trust is significantly positively impacted by organizational performance (β = 0.198, p < 0.01) and service quality (β = 0.771, p < 0.001). Remarkably, it was discovered that public trust was not significantly impacted by brand equity (β = -0.148, p = 0.568). With a significant explanatory power, the model accounts for 63.7% of the variation in public trust. In order to establish and maintain public trust, managers of zakat institutions should place a high priority on investments in excellent service delivery and strong internal governance, including accountability and transparency. Without these fundamental components, brand-building initiatives are insufficient. This study challenges the notion that brand equity has a direct impact on trust in religious charitable contexts by highlighting service quality as the most important driver of trust in Islamic social finance institutions.
Analisis pemahaman pencatatan laporan keuangan dalam meningkatkan kualitas bisnis pada Swalayan Uci Market Medan Siti Aisyah; Agistya Zahwa Ardhana
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan penerapan ilmu akuntansi dalam meningkatkan kualitas bisnis pada Swalayan Uci Market di Kota Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, di mana peneliti berupaya menggali secara mendalam bagaimana pengelola usaha memahami serta menerapkan prinsip-prinsip akuntansi dalam kegiatan operasional sehari-hari. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap aktivitas keuangan yang dilakukan oleh pihak swalayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap akuntansi pada dasarnya telah ada, meskipun penerapannya masih dilakukan secara sederhana dengan sistem manual. Pemilik usaha telah menyadari pentingnya pencatatan transaksi keuangan secara teratur sebagai dasar pengendalian kas dan evaluasi kinerja penjualan. Penerapan prinsip akuntansi, walaupun terbatas, memberikan dampak positif terhadap peningkatan efisiensi operasional, transparansi keuangan, dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan pengetahuan teknis masih menjadi kendala utama dalam pengembangan sistem akuntansi yang lebih terstruktur dan berbasis digital. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan pemahaman dan penerapan ilmu akuntansi secara konsisten dapat memperkuat kualitas bisnis serta mendukung keberlanjutan usaha di sektor ritel.
Peran media sosial sebagai media pendidikan akuntansi mahasiswa Ratih Anggraini Siregar; Purwita Sari; M. Rizky Wijaya
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola belajar mahasiswa, termasuk dalam bidang akuntansi yang membutuhkan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis. Pembelajaran konvensional sering kali dianggap kurang menarik dan tidak selalu mampu memberikan penjelasan aplikatif, sehingga mahasiswa mencari alternatif sumber belajar yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Media sosial kemudian menjadi salah satu pilihan utama, karena menyediakan konten edukatif berbasis visual, ruang berbagi informasi, dan interaksi akademik yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Platform seperti YouTube, Instagram, WhatsApp Group, dan Google Classroom banyak dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami materi akuntansi, berdiskusi, serta mengikuti perkembangan profesi. Namun demikian, penggunaan media sosial sebagai sumber belajar juga menghadapi tantangan, seperti rendahnya literasi digital, sulitnya memverifikasi kredibilitas informasi, dan potensi distraksi dari konten non-akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka untuk menelaah peran media sosial dalam pembelajaran akuntansi. Analisis dilakukan terhadap berbagai literatur terkait media pembelajaran, perilaku belajar mahasiswa, serta pemanfaatan media sosial dalam pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai media belajar tambahan, sarana interaksi akademik, dan alat pengembangan kompetensi profesional. Media sosial terbukti memperluas akses belajar, meningkatkan keterlibatan mahasiswa, serta membantu mereka menghubungkan teori dengan praktik. Meski bermanfaat, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kemampuan mahasiswa dalam memilih sumber yang kredibel serta bimbingan dosen dalam mengarahkan penggunaan media sosial secara tepat. Dengan demikian, media sosial memiliki potensi signifikan dalam mendukung pendidikan akuntansi apabila digunakan secara bijak dan terstruktur.
Effects of local government size, leader profile, and community quality on SDG indicators through WSD in Indonesian districts and municipalities Redha Purnama; Heru Fahlevi; Darwanis
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of fiscal capacity, regional head profile, and community quality on public information disclosure through local government websites (WSD) and its implications for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) indicators. The research employed a quantitative approach using purposive sampling and Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis. The results reveal that fiscal capacity, regional head profile, and community quality contribute weakly to very weakly to improving the quality of WSD. The R-square values indicate that the variation in WSD can be explained by only 15% (low category), while SDGs can be explained by 51% (moderate–substantial category). Nevertheless, community quality shows a strong influence on the achievement of SDGs, suggesting that the increasingly critical capacity of society has not been fully matched by the optimization of WSD as an instrument of substantive transparency. Therefore, the role of WSD as a medium of legitimacy and accountability still needs to be strengthened to more effectively and participatively support the achievement of SDGs.
Audit dan Environmental, Social, and Governance (ESG): studi systematic literature review Silfiana
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja Environmental, Social, Governance (ESG) yang diwujudkan secara nyata dan dipertanggungjawabkan dalam sebuah pelaporan keberlanjutan yang berkualitas membutuhkan peran serta fungsi pengawasan dan penjaminan baik dari fungsi audit internal maupun auditor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana hubungan antara audit dengan kinerja ESG. Dengan mendasarkan pada konteks studi sebelumnya, penelitian ini menunjukkan peran penting audit sebagai fungsi penjaminan hingga harapan stakeholder terhadap fungsi audit untuk meningkatkan kinerja ESG. Penelitian ini juga menunjukkan faktor-faktor lainnya yang mampu mempengaruhi hubungan ESG dan audit seperti liputan media, reputasi publik, dan kebijakan pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan alat bantu software Publish or Perish. Dengan metode PRISMA, diperoleh sebanyak 38 artikel jurnal terpilih. Selanjutnya, pencarian literatur dilakukan pada beberapa basis data online kajian akademis yaitu Elsevier, Springer, Emerald, ScienceDirect, dan Google Scholar. Karena beberapa kriteria eksklusi yang ditetapkan, penelitian ini tidak mencakup pembahasan investasi teknologi pada audit ESG, maka penelitian selanjutnya dapat secara khusus mengkaji tema tersebut. Selain itu, para peneliti selanjutnya perlu memperbanyak studi kualitatif untuk memperdalam kajian mengenai peran dan fungsi audit dalam perannya terhadap kematangan ESG perusahaan. Maka, studi ini memberikan wawasan berharga dan pandangan yang lebih komprehensif bagi para para praktisi audit, manajer perusahaan, investor, dan akademisi mengenai pentingnya peran dan fungsi audit dalam kontribusinya terhadap peningkatan kinerja ESG dan selanjutnya berkontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.
Do ESG practices and intellectual capital drive financial performance? panel evidence from Indonesian public firms Noor Endah Cahyawati; Syarifah Najla
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Intellectual Capital (IC) terhadap kinerja keuangan perusahaan publik di Indonesia selama periode 2016–2022. Kinerja ESG diukur menggunakan skor ESG Refinitiv, sedangkan IC dihitung melalui model Value Added Intellectual Coefficient (VAIC). Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Tobin’s Q untuk merepresentasikan penilaian pasar terhadap nilai perusahaan. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model, berdasarkan hasil uji pemilihan model yang menunjukkan kesesuaian model terhadap karakteristik data. Sampel penelitian terdiri atas 35 perusahaan yang memiliki kelengkapan data secara konsisten, sehingga menghasilkan total 245 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG, baik secara agregat maupun pada masing-masing dimensinya (lingkungan, sosial, dan tata kelola), tidak berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q. Hal ini menandakan bahwa faktor keberlanjutan belum menjadi determinan utama dalam penilaian pasar. Sebaliknya, Intellectual Capital terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin’s Q, yang mengindikasikan bahwa efektivitas pengelolaan aset tidak berwujud lebih diapresiasi oleh investor dibandingkan inisiatif keberlanjutan. Variabel kontrol menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan, sedangkan profitabilitas dan leverage tidak memengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat literatur mengenai determinan nilai perusahaan di pasar negara berkembang dengan menunjukkan bahwa modal intelektual merupakan faktor strategis yang lebih diperhatikan pasar dibandingkan ESG. Hasil penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi perusahaan untuk memprioritaskan pengembangan modal intelektual sebagai strategi peningkatan nilai pasar, serta bagi regulator untuk mendorong peningkatan kualitas, relevansi, dan kedalaman pelaporan ESG agar mampu memberikan sinyal yang lebih kuat bagi investor.
Peran praktik keberlanjutan (ESG) dalam menekan risiko kredit perbankan di era pasca pandemi COVID-19 Aikho Maharani; Diansari, Rani Eka; Lulu Amalia Nusron
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan agar dapat mendeteksi pengaruh tentang praktik keberlanjutan (Environmental, Social, Governance), bank size, CAR, dan BOPO pada NPL perbankan konvensional yang tercatat di Indonesia Stock Exchange dengan periode 2022-2024. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perbankan dan juga laporan mengenai keberlanjutan. Pada penelitian ini mengambil populasi dari perbankan konvensional yang tercantum pada BEI periode 2022-2024. Sampel yang menjadi bagian dari studi ini dipilih melalui metode purposive sampling, dan perbankan yang memenuhi persyaratan atau kriteria sebanyak 20 perbankan. Teknik menganalisis yang diterapkan dengan regresi linear berganda. Hasil temuan memperlihatkan bahwa praktik keberlanjutan (Environmental, Social, Governance) memberikan dampak negatif dan juga signifikan terhadap tingkat NPL, untuk bank size (ukuran bank) dan BOPO mempunyai dampak positif dan juga signifikan terhadap tingkat NPL, sementara itu, untuk CAR tidak adannya pengaruh terhadap NPL.
Analisis financial distress dan financial performance sebelum dan selama pandemi Covid-19 pada perusahaan sub sektor pariwisata, perhotelan dan restauran Natalia Ratna Ningrum; Vika Nurqurotul Nabila
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kondisi financial distress dan financial performance sebelum dan selama pandemi COVID-19 pada perusahaan subsektor pariwisata, perhotelan dan restauran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif, di mana data yang digunakan merupakan laporan keuangan tahunan dari 21 perusahaan subsektor pariwisata, perhotelan dan restauran yang terdaftar di BEI selama periode 2018–2021. Indikator yang digunakan untuk mengukur financial performance adalah Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE, sedangkan untuk mengukur financial distress digunakan model Altman Z-Score. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji hipotesis non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perbedaan yang signifikan antara periode sebelum dan selama pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada kondisi financial distress, NPM, ROA, dan ROE perusahaan antara periode sebelum dan selama pandemi. Hal ini mengindikasikan bahwa pandemi COVID-19 berdampak negatif terhadap kondisi keuangan dan kinerja perusahaan subsektor pariwisata, perhotelan dan restauran.
Model konseptual niat whistleblowing: efektivitas WBS, kepercayaan, risiko retaliasi, perlindungan whistleblower dan viralitas media sosial Christina Indrawati; Arief Rahman
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Niat whistleblowing merupakan komponen penting dalam menjaga integritas dan akuntabilitas sektor publik, khususnya pada lingkungan kerja ASN dan pegawai BUMN yang berhadapan dengan risiko retaliasi dan tantangan etis yang kompleks. Perkembangan teknologi digital dan media sosial turut mengubah dinamika pelaporan pelanggaran, namun belum sepenuhnya terjelaskan dalam pendekatan teoretis yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan model konseptual mengenai pengaruh efektivitas whistleblowing system, kepercayaan terhadap organisasi, dan persepsi risiko retaliasi terhadap niat whistleblowing. Untuk membangun kerangka hubungan tersebut, penelitian ini mengintegrasikan Theory of Planned Behavior (TPB) dan Organizational Trust Theory (OTT) sebagai dasar teoretis yang menjelaskan pembentukan sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dalam proses pengambilan keputusan melaporkan pelanggaran. Selain itu, perlindungan whistleblower dan viralitas media sosial diposisikan sebagai variabel moderasi yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antarvariabel utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif konseptual melalui analisis literatur untuk membangun model yang komprehensif dan relevan dengan konteks digitalisasi tata kelola sektor publik. Model konseptual yang dihasilkan diharapkan memberikan kontribusi teoretis dalam memahami niat whistleblowing serta menjadi rujukan bagi penelitian empiris dan pengembangan kebijakan perlindungan pelapor di Indonesia.
Deteksi suap di lembaga sektor publik Indonesia: analisis multigrup Bambang Moertono Setiawan; Briyan Efflin Syahputra; Anggit Esti Irawati
Proceeding of National Conference on Accounting & Finance Volume 8, 2026
Publisher : Master Program in Accounting, Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada lembaga sektor publik, suap masih menjadi sebuah fenomena yang masih sulit untuk dikendalikan. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir saja, suap yang terjadi di lembaga sektor publik (utamanya di Indonesia), masih tergolong sebagai salah satu jenis tindakan korupsi yang paling banyak terjadi, apabila dibandingkan dengan jenis tindakan korupsi lainnya. Maka dari itu, penelitian yang berfokus untuk mengeksplorasi berbagai faktor yang dapat meningkatkan kualitas proses pendeteksian fraud, utamanya tindakan suap, masih sangat dibutuhkan hingga saat ini. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama, untuk menganalisis secara empiris pengaruh dari faktor pengalaman, sebagai variabel yang diyakini dapat memoderasi hubungan antara audit forensik, dan audit investigasi terhadap proses pendeteksian suap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Survei dipilih sebagai metode, dengan kuesioner yang turut digunakan dalam rangka untuk memperoleh data utama pada penelitian ini. Adapun sebanyak 199 responden, yaitu auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia, diketahui telah mengisi secara lengkap setiap item pertanyaan kuesioner pada penelitian ini. Sementara itu, efek moderasi atas faktor pengalaman pada penelitian in, akan diuji dengan menggunakan smith-satterthwaite test. Hasil dari penelitian ini, membuktikan secara empiris bahwa faktor pengalaman ternyata belum terbukti sebagai variabel moderasi dalam proses pendeteksian suap. Hal ini menegaskan bahwa, kualitas pendeteksian suap melalui audit forensik/investigasi tidak terlalu dipengaruhi faktor pengalaman. Melainkan oleh faktor lainnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 12