cover
Contact Name
Efi Nurwindayani, S. Sos., M. Th
Contact Email
-
Phone
+6285606186185
Journal Mail Official
jurnalgamaliel@gmail.com
Editorial Address
Jalan Petir 18, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Gamaliel Teologi Praktika
ISSN : 26562332     EISSN : 26562367     DOI : 10.38052
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL TEOLOGI PRAKTIKA Merupakan jurnal yang berisi artikel, penelitian, dan review mengenai teologi praktika dalam bidang : 1. Hemerneutika 2. Homiletika 3. Misi Penginjilan 4. Kepemimpinan Kristen 5. Konseling Kristen 6. Apologetika Kristen 7. Etika Kristen 8. Pastoral 9. Manajemen Kristen 10. Pendidikan Kristen 11. Pemuridan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 75 Documents
STRATEGI PEMURIDAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ERA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 Kezia Yemima
Jurnal STT Gamaliel Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Gamaliel Vol. 2 No. 2 September 2020
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v2i2.56

Abstract

ABSTRAK – Pandemi Covid-19 berdampak pada Sekolah Tinggi Teologi (STT). Kegiatan pendidikan, persekutuan maupun kegiatan yang melibatkan banyak mahasiswa dan menimbulkan kerumunan harus dibatasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pemuridan bagi mahasiswa di sekolah tinggi teologi yang tepat, alkitabiah, dan kontekstual pada era New Normal pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian teologia sistematika kualitatif yaitu metode induktif. Strategi pemuridan mahasiswa teologi yang dihasilkan, yaitu: pertama, para dosen perlu hadir dalam kehidupan mahasiswa yang dilayani menggunakan berbagai media Teknologi Informasi dan Komputer(TIK) dan menyampaikan Kabar Baik dengan sederhana, jelas, sikap yang benar, terbuka, dan gigih menggunakan setiap kesempatan untuk memberitakan kabar baik sampai dapat diterima. Kedua, dosen menggabungkan para mahasiswa yang dilayani dalam Kelompok Tumbuh Bersama Kontekstual (KTBK) yang memiliki kegiatan secara online dan offline. Ketiga, dosen memperlengkapi para mahasiswa melalui pelatihan-pelatihan pelayanan yang dilakukan dengan bantuan TIK. Keempat, pelayan mengutus para mahasiswa untuk bermultiplikasi dengan melakukan hal yang sama melalui pengurapan Roh Kudus. ABSTRACT – Covid-19 Pandemic has an impact on theological colleges. Teaching activities, Fellowship activities and activities that involve many student dan cause crowds must be limited. The purpose of this studied was to formulate appropriate, biblical, and contextual discipleship strategies in theological colleges during the New Normal Covid-19 pandemic era. This studied used qualitative systematic theological research methods, namely the inductive method. The resulting discipleship strategies are: first, the lecturer need to be present in the lives of students who are served using various ICT media and deliver the good news with a simple, clear, right attitude, open and persistent use every opportunity to preach the good news until it can be accepted. Second, the lecturer combine students who are served in the Contextual Bible Group who have online and offline activities. Third, the lecturer equip students through service training conducted with the help of ICT. Fourth, the Lecturer sent students to multiply by doing the same thing through the anointing of the Holy Spirit. 
ETIKA PESERTA DIDIK DALAM CYBER SYSTEM: SEBUAH TINJAUAN ETIS ALKITABIAH PADA PEMBELAJARAN ERA PENDIDIKAN 4.0 Ayub Budhi Anggoro; Aritya Gusmala Sari
Jurnal STT Gamaliel Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Gamaliel Vol. 3 No. 1 Maret 2021
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v3i1.64

Abstract

ABSTRAK – Revolusi Industri 4.0 (RI 4.0) berdampak pada seluruh bidang termasuk pendidikan dengan munculnya pendidikan 4.0. Pendidikan 4.0 yang bercirikan cyber system berisiko menimbulkan pelanggaran etika. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tinjauan etis alkitabiah terhadap pelanggaran etika dalam pembelajaran cyber system di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode teologi sistematika dengan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada penalaran induktif dan paradigma fenomenologi. Hasil penelitian yaitu praktik pelanggaran cyber system merupakan masalah etika yang berisiko untuk terjadi dalam pembelajaran era RI 4.0. Pelanggaran tersebut dapat dilakukan secara sengaja maupun karena faktor ketidaktahuan. Ada 2 hal yang harus dilakukan untuk mencegah pelanggaran itu terjadi dan terbentuknya kehidupan beretika Kristen yang unggul dalam pembelajaran cyber system yaitu pertama, memiliki indentitas yang baru di dalam Yesus Kristus, karena hidup yang utuh dan bermakna itu dimiliki ketika Kristus berdiam dalam diri seseorang. Kedua, praktik pola hidup berintegritas dalam pembelajaran cyber system.Kata Kunci: Cyber System, Etika Alkitabiah, Pembelajaran Era Revolusi Industri 4.0 ABSTRACT - Industrial Revolution 4.0 (RI 4.0) has an impact on all fields including education with the emergence of education 4.0. Education 4.0 which is characterized by a cyber system is at risk of causing ethical violations. This study aims to provide a biblical ethical review of ethical violations in cyber system learning in the era of the industrial revolution 4.0. This study uses a systematic theological method with a qualitative approach based on inductive reasoning and a phenomenological paradigm. The result of the research shows that cyber system violation practices are ethical issues that are at risk of occurring in the learning era of RI 4.0. These violations can be done intentionally or because of ignorance. There are 2 things that must be done to prevent these violations from occurring and the formation of a Christian ethical life that is superior in cyber system learning, namely first, having a new identity in Jesus Christ, because a full and meaningful life is owned when Christ dwells in a person. Second, practice a lifestyle with integrity in cyber system learning. Keywords: Cyber System, Biblical Ethics, Learning in the Industrial Revolution Era 4.0
RESPON ORANG KRISTEN TERHADAP PEMBERITAAN TELEVISI MENGENAI COVID-19 Simon Simon
Jurnal STT Gamaliel Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Gamaliel Vol. 2 No. 2 September 2020
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v2i2.52

Abstract

ABSTRAK - Artikel ini menyoroti respon orang Kristen terhadap pemberitaan televisi terkait Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan konten analisis. Hasil dari temuan artikel ini mengungkapkan bahwa pemberitaan televisi terkat Covid-19 lebih cenderung memberitakan angka-angka kematian dibandingkan dengan peliputan pasian yang sembuh. Kemudian dalam pemberitaan Covid-19 kepada pemirsa, narasi ketakutan sering digemakanoleh televisi dibandingkan narasi yang sifatnya menyemangati atau mengajak untuk bersikap optimisme. Selain itu, pemberitaan televisi dalam negeri masih lebih dominan mengekor pada pemberitaan media luar negeri. Berdasarkan fakta  pemberitaan televisi tentang Covid-19 ini maka orang Kristen perlu meresponinya dengan hati dan pikiran tetap tenang yang diperoleh melalui perenungan Firman Tuhan dan iman yang teguh kepada Allah, melakukan pembanding informasi dari apayang ditonton, serta tidak ikut tersugesti atau terpengaruh. ABSTRACT - This article highlights how Christians have responded to television coverage regarding Covid-19. The method used is descriptive qualitative method with content analysis approach. The results of the findings of this article reveal that television coverage related to Covid-19 is more likely to report mortality rates than coverage of patients who recover. Then in Covid-19 reporting to viewers, narratives of fear are often echoed by television compared to narratives that are encouraging or inviting to be optimistic. In addition, domestic television coverage is still more dominant following foreign media coverage. Seeing this fact in relation to television coverage of Covid-19, Christians should respond with a calm heart and mind, make comparisons of information about what they watch, and not be suggested or influenced. This can be applied by Christians when the Word of God is firmly meditate on and believed and becomes a guide for their life.
MEREDUKSI STIGMATISASI MISIOLOGI HANYA UNTUK PEMIMPIN GEREJA SEBAGAI MOTIVASI ORANG PERCAYA UNTUK MENGINJIL Yonatan Alex Arifianto
Jurnal STT Gamaliel Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Gamaliel Vol. 3 No. 1 Maret 2021
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v3i1.60

Abstract

Abstrak:  Kekristenan tidak lupu dari mandat AManat Agung Tuhan Yesus dalam emlakukan pekerjaan misi bagi seluruh dunia. Namun banyak kekristenan baik gereja maupun orang percaya enggan melakukan penginjilan karena bukan tugas dan tanggung jawabnya. Sehingga gereja terus mengalami kendala dalam melakukan misi bagi orang yeng belum mengenal Yesus sebagai juruselamat.Dengan melalui studi literatur dan pendekatan kualaitatif deskriptif tujuan penulisan ini menjadi pemahaman orang percaya untuk dapat melakukan misi. Yang dapat disimpulkan bahwa, mereduksi stigmatisasi perlu di ajarkan kepada orang percaya dengan memperkenalkan yang pertama, Misiologi dalam Mandat Amanat Agung Tuhan Yesus yang harus dikerjakan walaupun menghadapi tantangan namun motivasi penginjilan bagi orang percaya harus dikerjkan sebab hal itu adalah bagian dari orang percaya secara personal maupun korporat menjadi kawan sekerja Tuhan. Namun dalam mengaktualisasi misiologi harus mendapat pimpinan Roh Kudus yang menyertai proses misiologi itu sebagai rencana Tuhan bagi keselamatan manusia.Abstarct:  Christianity does not escape from the mandate of the Great Commission of the Lord Jesus in carrying out missionary work for the whole world. However, many Christians, both churches and believers, are reluctant to do evangelism because it is not their duty and responsibility. So that the church continues to experience obstacles in carrying out missions for people who do not know Jesus as Savior.Through literature study and a descriptive qualitative approach, the purpose of this writing is to understand believers to be able to carry out missions. It can be concluded that reducing stigmatization needs to be taught to believers by introducing the first, Missiology in the Great Commission Mandate of the Lord Jesus which must be done even though it faces challenges, but evangelism motivation for believers must be done because it is part of the believer personally and the corporation becomes God's fellow workers. However, in actualizing missiology, the guidance of the Holy Spirit must be accompanied by the missiological process as God's plan for human salvation.
PENAFSIRAN TEKS MAZMUR 91 YANG BENAR DALAM MEREFLEKSIKAN PERISTIWA PANDEMI COVID-19 Dio Angga Pradipta
Jurnal STT Gamaliel Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Gamaliel Vol. 2 No. 2 September 2020
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v2i2.53

Abstract

ABSTRAK - Mazmur 91 sering dipilih sebagai salah satu rujukan orang percaya untuk memohon perlindungan kepada Allah terhadap  Covid-19. Mazmur 91 memang menggaungkan perlindungan dan keselamatan total kepada mereka yang mengikuti syarat yang terkandung di dalam pasal tersebut. Permasalahan timbul ketika cara penafsiran teks Mazmur 91 yang tidak tepat. Penafsiran yang keliru dapat membuat orang percaya merasa diri kebal terhadap sakit- penyakit maupun menjadi tidak percaya atau ragu terhadap janji Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode grounded theory. Penelitian ini membandingkan penafsiran receptive history, struktural dan kanonikal serta Kristologis untuk menghasilkan penafsiran Mazmur 91 yang tepat. Penelitian ini berhasil menemukan penafsiran Mazmur 91 harus diarahkan kepada kebergantungan kepada Tuhan yang mengizinkan masa sulit terjadi. Dengan demikian, Mazmur 91 dapat menjadi rujukan dalam doa pada masa pandemi Covid-19.Kata kunci: Mazmur 91, Penafsiran, COVID-19 ABSTRACT – Psalm 91 is often chosen as one of the references of believers to seek God's protection against Covid-19.  Psalm 91 often being choosen by believer to ask for protection from Covid-19. Psalm 91 truly offered promises of protection, safety, and assurance to the people who follow the rule in the teks. The problem arose when Psalm 91 intrepreted in a wrong way. Wrong interpretation from Psalm 91 could make believer feels invincible from disease or doubt to the promise the promises did not match with the reality around them: believers and even pastors contracted the disease and some of them passed away due to the disease. This could create a form of distrust and doubt God’s promise. This research used a qualitative approach and grounded theory method. This research compared receptive history intrepretation, structural and canonic interpretation, also Christological interpretation. This reseach found that the correct way to interpret Psalm 91 is directed to dependency on God who allow this hard time happen. Thus, Psalm 91 can be reference in pray on Covid-19 pandemic period.Keyword :, Psalm 91, Interpretation, COVID-19.
PELAYANAN MULTIFUNGSI PROFESIONAL KRISTEN DALAM KONTEKS ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Timotius Haryono
Jurnal STT Gamaliel Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Gamaliel Vol. 3 No. 2 September 2021
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v3i2.76

Abstract

ABSTRAK – Semua orang percaya memiliki tanggung jawab untuk melayani. Namun kaum profesional Kristen masih enggan untuk melayani karena munculnya istilah pelayanan penuh waktu dan paruh waktu. Istilah ini secara tidak langsung menganggap kegiatan pelayanan di luar gereja bukanlah pelayanan Kristen yang sesungguhnya. Era Revolusi Industri 4.0 menuntut pelayanan Kristen yang tidak hanya menguasai kerohanian saja tetapi holistik. Keterlibatan profesional Kristen dalam pelayanan menjadi penting dalam menjawab tantangan ini karena kemampuan multifungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu strategi pelayanan multifungsi bagi profesional Kristen di Era Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini menggunakan paradigma fenomenologi teologia dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Grounded Theory. Cara mengumpulkan data melalui studi pustaka. Penelitian ini menemukan peran pelayanan multifungsi profesional Kristen untuk memperluas dan meningkatkan kualitas pelayanan gereja di era Revolusi Industri 4.0.Kata kunci: Profesional Kristen, Pelayanan Multifungsi, Era Revolusi Industri 4.0. ABSTRACT – All believer has responsibility to serve God and others. But christian professional people reluctant because term of full time and part time ministry is appear. This terms indirectly means that service activity in outside of church isn’t the real christian service. The era of Industrial Revolution 4.0 demand christian ministry had not only spirituality but holistic. The involvement of Christian professional people in ministry become important to answer this challenge because they had multi-function ability. This research aims to develop a multi-function ministry strategy for Christian professional people in the era of Industrial Revolution 4.0. This research use phenomenology theology with qualitative approach. This research uses grounded theory method. This research use literature study to data collection process. This research found role of Christian professional people in multi-function ministry to expand and increase the quality of church service in the era of Industrial Revolution 4.0Keyword: Christian Professional People, Multi-function Ministry, The Era of Industrial Revolution 4.0
MENJANGKAU ORANG GANGGUAN JIWA DENGAN KONSEP DAUD DALAM 1 SAMUEL 16:23 Arthur Sitompul; Bartholomeus Diaz Nainggolan; Stimson Hutagalung
Jurnal STT Gamaliel Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Gamaliel Vol. 3 No. 2 September 2021
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v3i2.68

Abstract

Amanat agung yang diberikan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan jiwa kepada semua orang adalah tugas yang mulia untuk diemban, tidak terkecuali orang yang mengalami gangguan jiwa juga harus menjadi sasaran untuk dijangkau. Oleh sebab itu tujuan penulisan ini adalah menemukan metode yang efektif untuk menjangkau jiwa orang yang mengalami gangguan jiwa. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian kualitatif, dengan pengumpulan data melalui study kasus yaitu observasi lapangan, studi pustaka dan hermeneutik untuk menafsirkan ayat Alkitab yang dijadikan acuan. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah seorang penginjil dalam usaha menjangkau orang yang mengalami gangguan jiwa maka harus mampu mengerti ilmu jiwa, dengan demikian metode Daud dalam menjangkau Saul yaitu dengan memberi perhatian khusus, pendampingan dan juga pemenuhan kebutuhan dalam usaha memberi kelegaan.
POKOK-POKOK PERDEBATAN YESUS DENGAN PARA PEMIMPIN YAHUDI DALAM YOHANES 5: 19-47 Mathias Jebaru Adon; Stanislaus Eko Riyadi
Jurnal STT Gamaliel Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Gamaliel Vol. 3 No. 2 September 2021
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v3i2.77

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengungkapkan pokok-pokok perdebatan Yesus dengan pemimpin-pemimpin Yahudi dalam Injil Yohanes bab 5: 19-47. Pernyataan-pernyataan yang disampaikan Yesus dalam perdebatan tersebut dianggap oleh pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi sebagai penghujatan kepada Allah dan Taurat. Atas dasar ini, para pemimpin Yahudi bersepakat untuk membunuh Yesus. Karena itu, perikop Injil Yohanes 5:19-47 menjadi salah satu bagian penting untuk mengerti keseluruhan konflik dalam Injil Yohanes. Dalam Injil Yohanes segala sesuatu yang dikatakan dan dilakukan Yesus ditolak dan ditentang oleh pemimpin-pemimpin Yahudi.  Penginjil Yohanes menempatkan kelompok ini sebagai penentang Yesus yang sejak awal sampai akhir tidak mengubah sikapnya. Dalam konteks jemaat semacam inilah, Yohanes menulis injil agar semua orang menjadi percaya dan diselamatkan. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan atas sumber-sumber dan interpretasi Injil Yohanes. Melalui penelitian ini diharapkan para pembaca Injil Yohanes memahami tujuan teologis di balik Injil Yohanes. Sebab secara literer Injil Yohanes memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan injil-injil sinoptik.
DOKTRIN INERANSI ALKITAB MENANGKAL DEMITOLOGI DALAM PENGAJARAN BAGI ORANG KRISTEN PADA MASA KINI Lavandya Permata Kusuma Wardhani; Evangelis Ripno Jayanthi
Jurnal STT Gamaliel Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Gamaliel Vol. 3 No. 2 September 2021
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v3i2.65

Abstract

Demitologi adalah salah satu pandangan yang menyerang kewibawaan Alkitab, bila azas ini digoncangkan  maka orang percaya akan mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran di masa kini. Penelitian  ini  bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang inneransi atau ketaksalahan Alkitab dalam menangkal ajaran demitologi yang berkembang dalam  jemaat pada masa kini. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka berdasarkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian  ini menghasilkan  kesimpulan bahwa ketaksalahan Alkitab membuktikan dengan jelas bahwa demitologi tidak memiliki kekuatan argumentasi dalam menolak obyektifitas mujizat dan berita-berita supernatural di dalam Alkitab. Karena Alkitab tanpa salah  maka semua tulisan di dalamnya adalah kebenaran yang berasal dari Allah sendiri. Sangat penting untuk terus menerus mengajarkan ketaksalahan Alkitab dalam pengajaran orang percaya pada masa kini.
DAMPAK PEMURIDAN BAGI KADERISASI PELAYAN TUHAN DAN PERTUMBUHAN GEREJA BETHEL INDONESIA TOHO Desy Masrina; Muryati Muryati; Suwondo Sumen
Jurnal STT Gamaliel Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Gamaliel Vol. 3 No. 2 September 2021
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemuridan adalah tugas gereja yang telah diberikan oleh Yesus. Dengan adanya pemuridan, maka keberlanjutan iman dan amanat Agung Yesus dapat terpelihara. Riset ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pemuridan bagi kaderisasi pelayan Tuhan dan pertumbuhan Gereja GBI Toho di Desa Toho Ilir, Kecamatan Toho, Kabupaten  Mempawah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemuridan yang dilakukan dengan model kelompok kecil dengan metode sharing, membawa dampak yang signifikan dimana pemuridan membuahkan hasil pertumbuhan rohani bagi para anggota pemuridan, baik itu pertumbuhan iman maupun karakter sehingga mereka berhenti melakukan sinkretisme, dan memberi diri untuk melayani Tuhan sehingga membawa dampak bagi  pertumbuhan gereja di GBI Toho. Pertumbuhan iman ini melahirkan pemimpin-pemimpin rohani lain yang dapat melanjutkan kepemimpinan yang ada di gereja.