Jurnal Gamaliel Teologi Praktika
JURNAL TEOLOGI PRAKTIKA Merupakan jurnal yang berisi artikel, penelitian, dan review mengenai teologi praktika dalam bidang : 1. Hemerneutika 2. Homiletika 3. Misi Penginjilan 4. Kepemimpinan Kristen 5. Konseling Kristen 6. Apologetika Kristen 7. Etika Kristen 8. Pastoral 9. Manajemen Kristen 10. Pendidikan Kristen 11. Pemuridan
Articles
70 Documents
MODEL MUSIK KEMERDEKAAN: MENYAMPAIKAN KEMERDEKAAN DALAM KRISTUS KEPADA KOMUNITAS PUNK UNDERGROUND
Haryono, Timotius;
Harjanto, Hery;
Putranto, Dhebertus Widhi
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 1 Maret 2023
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v5i1.190
Gereja sebagai agen kabar kemerdekaan dalam Yesus terhambat oleh komunitas Punk Underground. Komunitas ini memberikan dua tantangan yaitu sikap menentang agama dan penyimpangan arti kemerdekaan dalam Kristus. Gereja memerlukan model komunikasi yang tepat untuk memperkenalkan kemerdekaan dalam Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model komunikasi kemerdekaan berdasarkan Galatia 5:1-26. Penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Penelitian ini mengumpulkan data melalui studi pustaka dan wawancara kepada anggota Punk Underground. Analisis data dilakukan dengan analisis jalinan dalam tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berhasil menghasilkan Model Musik Kemerdekaan untuk mengomunikasikan konsep kemerdekaan dalam Kristus menurut Galatia 5:1-26 kepada komunitas Punk Underground.The church as an agent for the news of freedom in Jesus is hampered by the Punk Underground community. This community gives two challenges, namely the attitude against religion and the distortion of the meaning of freedom in Christ. The church needs the right communication model to introduce freedom in Christ. This study aims to develop a communication model for freedom based on Galatians 5:1-26. This research is a qualitative approach with phenomenological methods. This study collected data through literature study and interviews with Punk Underground members. Data analysis was carried out by linkage analysis in three steps, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research succeeded in producing a Musical Model of Independence to communicate the concept of freedom in Christ according to Galatians 5:1-26 to the Punk Underground community.
PERAN SEKOLAH KRISTEN TERHADAP PENGARUH NEGATIF METAVERSE BAGI IDENTITAS DAN INTERAKSI SISWA
Hayma Elphis Bangngu;
Dylmoon Hidayat
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 1 Maret 2023
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v5i1.165
Teknologi Metaverse yang berkembang pesat dalam dunia pendidikan membawa dampak positif maupun negatif. Sekolah Kristen harus menolong para siswa menyikapi secara alktabiah. Tujuan penelitian yaitu menjelaskan sikap sekolah Kristen terhadap kemajuan teknologi, dampak negatif Metaverse dan peran sekolah Kristen dalam menghadapi dampak negatif Metaverse berbasis konsep penciptaan dan perjanjian dalam Akitab. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan kajian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metaverse dapat membantu siswa dan guru untuk menikmati pembelajaran yang menarik dan lebih modern dengan teknologi yang mumpuni, namun Metaverse pun dapat membawa siswa untuk mencintai identitas palsu yang dimiliki dalam dunia maya sehingga perlahan-lahan mulai membatasi diri dalam interaksi sosial secara nyata. Untuk itu, sekolah Kristen perlu mengajarkan konsep penciptaan dan perjanjian demi menolong siswa agar dapat menemukan identitasnya dihadapan Tuhan dan bertumbuh dalam iman kepada Kristus, serta berpegang pada firman Tuhan sebagai senjata iman dalam menghadapi dampak negatif dari setiap kemajuan teknologi yang akan datang.Metaverse technology which is growing rapidly in the world of education has both positive and negative impacts. Christian schools must help students respond biblically. The research objective is to explain the attitude of Christian schools towards technological progress, the negative impacts of the Metaverse and the role of Christian schools in dealing with the negative impacts of the Metaverse based on the concepts of creation and covenants in the Bible. The research method used is a literature study with a descriptive study. The results of the study show that Metaverse can help students and teachers to enjoy interesting and more modern learning with capable technology, but Metaverse can also lead students to love fake identities they have in cyberspace so that they slowly begin to limit themselves in real social interactions. . For this reason, Christian schools need to teach the concepts of creation and covenant in order to help students find their identity before God and grow in faith in Christ, and hold on to God's word as a weapon of faith in facing the negative impacts of any future technological advances.
APOLOS SI “PENGKHOTBAH KECIL”: RELEVANSI KEHIDUPAN APOLOS BAGI PENGKHOTBAH MASA KINI
Sunarto Sunarto;
Yohanes Hasiholan Tampubolon
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 1 Maret 2023
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v5i1.98
Apolos merupakan tokoh Alkitab yang jarang dibahas sekalipun ia memiliki peran penting dalam penginjilan gereja perdana. Pembahasan mengenai Apolos sering mengenai “persaingannya” dengan Paulus yang tertulis dalam surat kepada jemaat Korintus. Dalam penelitian ini akan membahas secara khusus mengenai Apolos, seorang yang fasih dalam berkhotbah dan status kerasulannya. Penelitian ini juga akan melihat sosok Apolos dari perspektif Martin Luther. Luther tidak pernah secara khusus membahas mengenai Apolos, namun Apolos beberapa kali disinggung dalam risalah-risalah yang dituliskannya, seperti di “ The Bondage of the Will” , “ Concerning the Ministry” dan “ Lectures on Isaisah” .Hasil penelitian ini menemukan bahwa Apolos yang akses oleh Marthin Luther adalah seorang “pengkhotbah kecil” sekalipun ia diakui sebagai rasul. Namun, status kerasulannya tidak setara dengan rasul-rasul lain yang diangkat secara formal. Melalui Apolos juga diajarkan bahwa pemberitaan firman Tuhan adalah Allah dan Allah memakai siapa pun juga. Berkhotbah juga merupakan seni untuk memengaruhi pendengar yang membutuhkan pemahaman yang cukup, sehingga bersemangat dan ketelitian untuk menyampaikan pesan.
STRATEGI GEMBALA JEMAAT DALAM PEMBANGUNAN MOTIVASI DAN KONSISTENSI SPIRITUAL GENERASI “Z”
Joni Manumpak Parulian Gultom
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 1 Maret 2023
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v5i1.152
Gembala jemaat berpengaruh besar untuk membangun kembali kepribadian generasi “Z” di tengah kecanduan teknologi dan dekadensi moral. Hal ini bersifat mendesak karena pendidikan agama di sekolah dan keluarga belum cukup untuk membangun religiusitas mereka. Tujuan penulisan ini adalah membangun motivasi dan konsistensi religius generasi Z yang mengalami disruptif akibat kemajuan teknologi, globalisasi dan komunitas virtual “tanpa Tuhan”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode pengambilan data melalui studi literature. Hasil penelitian yaitu Kepemimpinan gembala jemaat yang kekinian sangat mendesak, manajemen modern diperlukan dan gembala jemaat sebagai penerobos dalam ruang hybrid; gembala jemaat bukan saja menunjukkan nilai kasih yang tinggi dan selalu siap menjadi sahabat sejati, namun produktif dan kreatif ; Bentuk ruang konseling untuk kemajuan dimensi pemahaman dan citra diri generasi Z dengan unsur roh, kasih dan semangat senantiasa disediakan; Motivasi pertumbuhan dan konsistensi, menghargai proses menjadi dasar gembala jemaat dalam memberikan bimbingan vokasi dan kepemimpinan di dunia kerja dan gereja kepada generasi Z. Shepherds are influential in rebuilding the personality of generation “Z” in the midst of technology addiction and moral decadence. This is urgent because religious education in schools and families is not enough to build their religiosity. The purpose of this writing is to build the motivation and religious consistency of Generation Z which is disruptive due to technological advances, globalization and "Godless" virtual communities. This study uses a descriptive qualitative approach and data collection methods through literature studies. The results of the study are that the current pastoral leadership is very urgent, modern management is needed and the shepherd is an intruder in the hybrid space; Shepherds not only show a high value of love and are always ready to be true friends, but are productive and creative; Counseling room forms for the advancement of Z generation's dimensions of understanding and self-image with elements of spirit, love and enthusiasm are always provided; Motivation for growth and consistency, respect for process is the basis for pastors in providing vocational guidance and leadership in the world of work and the church to generation Z.
EFESUS 5:1-21 SEBAGAI STRATEGI BIMBINGAN BAGI SISWA KRISTEN TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS YANG KECANDUAN K-POP
Yuliati Yuliati;
Kezia Yemima;
Thomas Agung Prakasa
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 1 Maret 2023
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v5i1.191
Globalisasi membawa K-pop masuk ke Indonesia. Fenomena ini memberikan dampak negatif karena ada siswa Kristen tingkat SMA yang kecanduan K-pop. Gereja perlu menemukan solusi bukan hanya mencegah namun juga mengobati siswa-siswa Kristen yang kecanduan K-pop. Penelitian ini bertujuan untuk membuat strategi bimbingan yang alkitabiah untuk melayani siswa Kristen tingkat SMA yang kecanduan K-pop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian eksegesis Alkitab dan studi kepustakaan. Penelitian ini mengumpulkan data tentang kecanduan pada Jemaat Efesus, prinsip-prinsip tentang menangani kecanduan dalam Efesus 5:1-21, strategi bimbingan terhadap kecanduan menurut para pakar, dan kondisi siswa Kristen yang kecanduan K-pop. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui metode jalinan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan strategi bimbingan ARMY. Globalization brought K-pop into Indonesia. This phenomenon has a negative impact because there are high school Christian students who are addicted to K-pop. The church needs to find a solution not only to prevent but also to treat Christian students who are addicted to K-pop. This study aims to develop a biblical guidance strategy to serve Christian high school students who are addicted to K-pop. This study uses a qualitative approach using the Bible exegesis research method and literature study. This research collects data that will be collected are addiction in the Ephesus Congregation, principles on dealing with addiction in Ephesians 5:1-21, addiction counseling strategies according to experts, and the condition of Christian students who are addicted to K-Pop. Analysis of the data used in this study through the interweaving method, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. This research resulted in an ARMY guidance strategy.
PENGINJILAN KONTEKSTUAL UNTUK MELAHIRKAN KOMUNIKASI ANTARA INJIL DAN RITUAL MORAMBU BERDASARKAN TAFSIRAN IMAMAT 18:6-18
Yayu Astuti Lampi
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 2 September 2023
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v5i2.162
To Rampi (orang Rampi) memiliki ritual yang mereka laksanakan ketika terdapat pasangan yang akan menikah tetapi masih memiliki hubungan darah yakni morambu. Sebagai orang Kristen yang sudah mengenal Firman Tuhan, sangat menarik untuk menemukan nilai Kekristenan dalam ritual morambu dengan pendekatan teologi kontekstual sehingga kehadiran Kekristenan tidak menggeser kebudayaan masyarakat setempat tetapi justru memberikan pembinaan kepada jemaat. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yakni menemukan nilai teologis dalam ritual Morambu berdasarkan Imamat 18:6-18. Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi untuk menemukan nilai dalam ritual morambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kaitan antara morambu dengan kitab Imamat 18-6-18, yaitu bahwa keduanya melarang adanya persetubuhan antar kerabat dekat, karena itu adalah dosa dihadapan Tuhan. Penelitian ini juga menyingkapkan nilai kekristenan yakni nilai kasih, nilai pertobatan dan nilai sosial yakni nilai kekerabatan yang ada di dalam ritual morambu.
IMPLEMENTASI PELAYANAN MUKJIZAT KESEMBUHAN DALAM PERSPEKTIF PENTAKOSTAL DI GKB KAHAL SEMARANG
Mulyono Mulyono;
Kalis Stevanus;
Gregorius Suwito;
Tantri Yulia
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 2 September 2023
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v5i2.227
Perkembangan dunia secara global menuntut adanya standar Pentakostal meyakini akan mukjizat kesembuhan Ilahi sebagai doktrin alkitabiah dan masih berlangsung sampai sekarang ini. Pelayanan kesembuhan Ilahi bukan sekedar untuk menyembuhkan orang dari sakit penyakit tubuh, namun yang paling utama merupakan sarana kesaksian Injil Yesus dan untuk menguatkan iman kepada Yesus Kristus. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mendeskripsikan tentang implementasi pelayanan kesembuhan Ilahi yang dilakukan di GKB Kahal Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayan Tuhan di GKB Kahal kurang intensif terlibat dalam pelayanan kesembuhan, kurang keberanian untuk mendoakan orang sakit, hal ini ditandai dengan sangat jarang dilakukannya implementasi pelayanan kesembuhan Ilahi baik di pertemuan ibadah minggu maupun kelompok sel. Para pelayan Tuhan seyogianya memiliki pemahaman yang utuh tentang pelayanan kesembuhan Ilahi sebagai bagian dari pelayanan pastoral dan misi penjangkauan terhadap mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus sehingga beroleh keselamatan.
PEMURIDAN BERLIPATGANDA BERBASIS KEMESIASAN YESUS DALAM KISAH PARA RASUL
Anton Isharjono
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 2 September 2023
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v5i2.226
Memuridkan adalah perintah Tuhan Yesus yang disampaikan kepada murid-murid-Nya sebelum terangkat ke sorga. Perintah itu segera dilaksanakan setelah mereka mengalami penggenapan janji Bapa, yaitu kepenuhan Roh Kudus. Proses pemuridan yang dilakukan berjalan paralel dengan pemberitaan Injil dengan hasil berlipatganda. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan pengajaran yang diterapkan dalam pemuridan di KIS untuk diterapkan dalam pemuridan masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan eksegesa teks Kisah Para Rasul dan studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuridan dalam KIS adalah pemuridan berlipatganda yang berlangsung secara bersamaan dengan pemberitaan Injil. Rahasia keberhasilan pemuridan berlipatganda karena berbasis pengajaran tentang kemesiasan Yesus bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat serta unsur-unsur pemuridan yang terkelola dengan baik. Sehingga buahnya seperti yang dikehendaki Yesus Sang Guru Agung, yaitu bangsa-bangsa menjadi murid-Nya.
STRATEGI MISI KE SUKU-SUKU DI KALIMANTAN: SEBUAH SYSTEMATIC REVIEW
Soleman Kawangmani;
Yosia Wartono;
Hery Fitriyanto
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 2 September 2023
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v5i2.237
Pelayanan misi ke suku-suku di Kalimantan memerlukan suatu strategi misi yang tepat mencakup komponen strategis maupun komponen dukungan misi. Relatif banyak artikel hasil penelitian mengenai misi ke suku-suku di Kalimantan dengan kekhasan pemikiran strategisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematik artikel-artikel tersebut dalam rentang tahun 2018-2023. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu systematic review. Ada lima dari 19 artikel yang memenuhi syarat untuk dikaji (review). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudah ada strategi misi yang memadukan berbagai komponen strategis misi. Demikian pula ada komponen pendukung misi mencakup dukungan moral, doa, finasial dan logistik, komunikasi dan komunitas orang percaya bagi para utusan yang melayani di suku-suku di Kalimantan. Sekalipun demikian ada komponen-komponen pendukung yang belum dinyatakan secara tegas sehingga secara keseluruhan belum utuh. Hal ini berimplikasi yaitu misi kepada suku-suku di Kalimantan memerlukan action plan berupa desain strategi misi yang holistik dan kontekstual.
MENGHADAPI GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISTIK SEBAGAI EPIDEMI MODERN: BEROBAT ATAU BERTOBAT?
Stanley Santoso;
Eva Nurwiyati
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 2 September 2023
Publisher : STT Gamaliel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38052/gamaliel.v5i2.185
Pergerakan dunia sedang berjalan menggenapi Firman-Nya bahwa kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali semakin dekat. Ternyata salah tanda-tanda yang semakin jelas, salah satunya adalah manusia mengasihi dirinya sendiri. Gangguan kepribadian narsistik menjadi perwujudan nyata dari manusia yang tenggelam dalam mengasihi dirinya sendiri dan karena dorongan dosa cenderung memisahkan diri dari Allah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gejala-gejala yang mengindikasikan gangguan kepribadian narsistik berdasarkan kebenaran Firman Tuhan, sebagai solusi untuk memulihkan hubungan manusia dengan pencipta-Nya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menujukkan bahwa solusi gangguan kepribadian narsistik yaitu dengan jalan bertobat, menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan satu-satunya dan Juru Selamat agar menjadi manusia baru. Pengobatan yang tepat oleh dokter diperlukan untuk beberapa kasus dimana seseorang mengalami depresi yang berat.