cover
Contact Name
Boy Riza Juanda
Contact Email
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Phone
+6285260088450
Journal Mail Official
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Editorial Address
Jl. Meurandeh, Langsa Lama, Kota Langsa - Aceh, 24415
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agrosamudra
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560495     EISSN : 27164101     DOI : https://doi.org/10.33059/jupas.v9i1.5466
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrosamudra adalah media ilmiah yang memuat kajian konseptual dan kajian hasil penelitian di bidang agroteknologi yang meliputi Kesuburan Tanah, Bioteknologi Pertanian, Remote Sensing, Pemuliaan Tanaman, Hidrologi, Pengembangan Wilayah, Agronomi, Hama Penyakit Tanaman dan Konservasi Sumber Daya Lahan
Articles 155 Documents
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS UNGGUL PADI GOGO PADA LAHAN KERING DI KABUPATEN PIDIE JAYA Idawanni
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.524 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v8i1.3490

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan dan hasil tiga varietas unggul padi gogo pada lahan kering. Pengkajian ini dilaksanakan Desa Baroh Musa Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya dengan luas lahan 1 ha yang dilakukan dari bulan Januari - Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah varietas Inpago 8, Inpago 9, dan Inpago 11. Setiap ulangan terdiri dari 3 plot perlakuan, pengambilan sampel dilakukan disetiap plot sebanyak 15 tanaman. Parameter tanaman yang diamati adalah pertumbuhan dan komponen hasil tanaman, yaitu : tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah total per malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai, berat 1000 butir, dan hasil gabah ton/hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil padi. Varietas Inpago 8, memberikan hasil tertinggi 5.28 ton/ ha diikuti varietas Inpago 11 4.20 ton/ ha, dan Inpago 9 4.02 ton/ ha. Kata Kunci : Padi gogo, lahan kering, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 11
ANALISIS TINGKAT KEPARAHAN PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Polyrhizus) DI DESA SUNGAI KURUK TIGA, ACEH TAMIANG Maria Heviyanti; Adnan; Vitia Cahyono
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.28 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v8i1.3720

Abstract

Tanaman buah naga (Hylocereus polyrhizus) mampu beradaptasi pada berbagai jenis iklim. Buah yang berasal dari Amerika ini termasuk kedalam jenis tanaman kaktus. Desa Sungaii Kuruk Tiga, Kabupaten Aceh Tamiang adalah desa yang menjadi pusat penanaman buah naga. Dalam budidaya buah naga salah satu masalah yang dihadapi petani adalah serangan pathogen penyebab penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman buah naga merah di Desa Sungaii Kuruk Tiga adalah serangan penyakit busuk batang yang disebabkan oleh pathogen Erwinia sp. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat keparahan penyakit dan persentase serangan penyakit busuk batang tanaman buah naga merah. Analisis tingkat keparahan penyakit dilaksanakan pada empat dusun di desa Sungai Kuruk Tiga yaitu Dusun Bakti, Dusun Tengah, Dusun Depan dan Dusun Keluarga. Metode yang digunakan adalah metode survey dimana lokasi ditentukan secara purposive sampling method. Hasil pengamatan yang diperoleh menunjukkan bahwa persentase serangan penyakit busuk batang pada setiap dusun rata-rata mencapai 100%. Intensitas penyakit busuk batang tanaman buah naga pada empat dusun menunjukkan bahwa Intensitas serangan penyakit tertinggi terjadi di Dusun Keluarga (51%), diikuiti oleh Dusun Depan (47%), Dusun Tengah (38%) dan Dusun Bakti (21%). Rata-rata Intensitas serangan penyakit busuk batang lunak adalah 39,25%. Tingginya persentase serangan dan intensitas serangan penyakit ini diantaranya dikarenakan cara budidaya yang tidak tepat, sanitasi lingkungan yang buruk, tidak adanya perawatan lahan pertanaman, curah hujan dan kelembaban yang tinggi.
OPTIMASI PEMUPUKAN UREA DALAM PENINGKATAN PRODUKSI PADI GOGO LOKAL ACEH TIMUR Ainul Mardiyah
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.117 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v8i1.3727

Abstract

Perubahan iklim berdampak pada peningkatan luas lahan khususnya lahan kering sehingga menjadi ancaman terhadap ketersediaan pangan dunia. Penggunaan padi gogo untuk lahan kering bisa menjadi solusi untuk ketersediaan pangan dunia dengan meningkatkan produksi melalui pemupukan N yang optimum. Penelitian dilakukan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Langsa dengan ketinggian tempat ± 10 m dpl selama 1 musim tanam mulai bulan Agustus sampai Desember 2020. Penelitian disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor tiga ulangan dengan faktor pertama adalah varietas lokal Aceh Timur yaitu Sileso, Arias Kuning dan varietas pembanding padi unggul Inpago Unsoed 1. Faktor kedua adalah dosis pemupukan urea yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0 kg/ha, 75 kg/ha, 150 kg/ha dan 225 kg/ha. Hasil Penelitian menunjukkan kultivar lokal lebih efisien dalam penggunaan pupuk urea sementara varietas unggul lebih membutuhkan urea dalam jumlah lebih besar. Dosis optimum untuk kultivar Sileso sebesar 145.3 kg urea setara dengan 66.84 kg N, kultivar Arias Kuning Sebesar 135 kg urea setara dengan 62.1 kg N dan varietas Inpago Unsoed 1 sebesar 184.4 kg urea setara dengan 84.8 kg N.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI SEBAGAI TANAMAN SELA DIANTARA TANAMAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Idawanni
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.121 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v8i2.4344

Abstract

Pengembangan kedelai sebagai tanaman sela diantara tanaman sawit belum menghasilkan umur 2 tahun untuk uji beberapa varietas kedelai merupakan salah satu alternatif untuk menambah pendapatan petani sebelum tanaman pokok menghasilkan di Kabupaten Aceh Timur. Tujuan kajian ini untuk mendapatkan varietas unggul baru kedelai yang dapat beradaptasi dan memberikan hasil tinggi pada lahan diantara tanaman kelapa sawit muda . Penelitian ini dilakukan di lahan kering pada daerah perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Aceh Barat Daya Kecamatan Kuala Bate Desa Lhok Gajah dari bulan Maret – Juli 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, luas lahan 0,4 ha. Susunan perlakuan adalah varietas Anjasmoro , Kipas Merah, Dena 1, dan Demas 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Varietas Anjasmoro hasil tertinggi 1.90 ton ha-1 diikuti varietas Dena 1 1.65 ton ha-1, Demas 1 1.50 ton -1 dan Kipas Merah 1.45 ton ha-1.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L) PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN MOL BONGGOL PISANG Abdul Muis; Muhammad Syahril; Murdhiani
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.29 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v8i2.4379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L) pada berbagai komposisi media tanam dan pemberian MOL bonggol pisang, serta melihat interaksi antara komposisi media tanam dengan pemberian MOL bonggol pisang. Penelitian ini dilakasanakan di Desa Meurandeh Dayah, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, pada bulan Agustus sampai September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Kelompok (RAK) pola fakorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu: faktor Komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 9 taraf, yaitu: M1 = Tanah + Pupuk Kandang Sapi + Arang Sekam (2:1:1),M2 = Tanah + Pupuk Kandang Sapi + Pasir (2:1:1), M3 = Tanah + Pupuk Kandang Sapi + Cocopeat (2:1:1), M4 =Tanah + Pupuk Kandang Ayam + Arang Sekam (2:1:1), M5 = Tanah + Pupuk Kandang Ayam + Pasir (2:1:1), M6 =Tanah + Pupuk Kandang Ayam + Cocopeat (2:1:1), M7 =Tanah + Pupuk Kandang Kambing + Arang Sekam (2:1:1), M8 =Tanah + Pupuk Kandang Kambing + Pasir (2:1:1) dan M9 = Tanah + Pupuk Kandang Kambing + Cocopeat(2:1:1). Faktor konsentrasi MOL bonggol pisang (B) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: B0 = 0 ml / 1 liter air/ poly bag, B1 = 150 ml/ 1 liter air/ poly bag dan B2 = 300 ml/ 1 liter air/ poly bag. Parameter yang diamati antara lain: tinggi tanaman, umur berbunga,panjang buah, diameter buah, produksi per tanaman, produksi per plot.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, umur berbunga, panjang buah, diameter buah, produksi per tanaman dan produksi per plot.Interaksiperlakuan media tanam dengan MOL bonggol pisang terbaik diperoleh pada perlakuan M8 =Tanah + Pupuk Kandang Kambing + Pasir (2:1:1) dan B2 = 300 ml/ 1 liter air/ poly bag.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao, L) PADA TANAH MARGINAL YANG DIBERIKAN MIKORIZA Mutia Erdayana; Syukri; Iswahyudi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.084 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v8i2.4380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao, L) pada tanah marginal yang diberikan mikoriza, serta interaksi kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancang Acak Kelompok (RAK) pola fakorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu: faktor jenis tanah marginal dengan notasi (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: T1 = Tanah top soil (kontrol), T2= Tanah bekas tambang , T3= Tanah yang ditumbuhi tanaman alang-alang, T4= Tanah bekas terbakar. Faktor dosis mikoriza dengan notasi (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : M0= 0 g/polybag (kontrol), M1= 5 g/polybag, M2= 10 g/polybag, M3= 15 g/polybag. Parameter yang diamati antara lain: tinggi bibit, diameter pangkal batang, jumlah daun, panjang daun, bobot brangkasan basah bibit dan bobot basah akar.Hasilpenelitian menunjukkan bibit kakao akibat perlakuan jenis tanah marginal menunjukkan respon yang sangat nyata terhadap tinggi bibit umur (50 dan 65 HST), jumlah daun umur 65 HST, panjang daun umur (50 dan 65 HST), bobot brangkasan basah bibit, bobot basah akar, respon nyata terhadap tinggi bibit umur (20 dan 35 HST), jumlah daun umur (35 dan 50 HST) dan panjang daun umur 35 HST. Pertumbuhan bibit kakao akibat perlakuan dosis mikoriza menunjukkan respon yang sangat nyata terhadap tinggi bibit umur (35, 50 dan 65 HST), jumlah daun umur (35 dan 65 HST), panjang daun umur (35, 50 dan 65 HST), bobot brangkasan basah bibit, bobot basah akar, respon nyata terhadap jumlah daun umur 50 HST. Interaksi antara jenis tanah marginal dan dosis mikoriza memberikan respon yang nyata terhadap parameter jumlah daun bibit kakao umur 35 HST. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu jenis tanah marginal tanah top soil dan dosis mikoriza 15 g/polybag (T1M3) yang dilakukan secara bersamaan.
INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snell) DAN KEHILANGAN HASIL KAKAO (Theobroma cacao) DI KECAMATAN PEUNARON Fajar Pratama; Cut Mulyani; Boy Riza Juanda
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.987 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v8i2.4381

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intensitas serangan hama penggerek buah kakao dan kehilangan hasil kakao di Kecamatan Peunaron. Penelitian ini menggunakan metode survei, penentuan sampel dilakukan secara “Purposive”. dilaksanakan di tiga desa yaitu Desa Peunaron Lama, Peunaron Baru dan Bukit Tiga mulai dari bulan Maret 2020 sampai bulan April 2020. Pada masing-masing kriteria kebun yang diamati, persentase dan intensitas serangan hama PBK menunjukan tingkatan yang berbeda. hal ini disebabkan oleh tinggi rendahnya kelembaban kebun yang memicu tingginya aktivitas hama PBK. Rerata persentase serangan dan intensitas serangan hama PBK tertinggi yaitu pada kebun yang tidak dirawat dengan nilai masing-masing 49% dan 23,9% yang terendah yaitu pada kebun yang dirawat secara intensif dengan nilai masing-masing 16,5% dan 4,6%. Rerata intensitas serangan pada seluruh kebun yang diamati yaitu 20,9%. Sedangkan kehilangan hasil akibat meningkatnya intensitas serangan hama PBK mencapai 170,34 Kg/Ha/Tahun.
HUBUNGAN KARAKTER KOMPONEN HASIL dan DAYA HASIL LATEKS DARI BEBERAPA GENOTIPE KARET HARAPAN PP/07/04 Sayurandi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.33 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v8i2.4403

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakter komponen hasil dan daya hasil lateks beberapa genotipe karet harapan PP/07/04. Sebanyak lima genotipe ditanam pada pengujian Plot Promosi di Kebun Percobaan Sungei Putih pada tahun 2004. Karakter yang diamati pada penelitian ini meliputi karakter pertumbuhan, anatomi kulit, fisiologi lateks, dan daya hasil lateks. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter diameter pembuluh lateks, kecepatan aliran lateks, kadar karet kering, dan indeks hasil memiliki korelasi sangat nyata dan berpengaruh positif terhadap daya hasil lateks. Genotipe HP 92/309 dan HP 92/542 memiliki rerata hasil lateks paling tinggi yaitu masing-masing sebesar 46,82 g dan 46,42 g. Kedua genotipe tersebut potensial dikembangkan sebagai kandidat klon karet dengan karakter hasil lateks tergolong tinggi. Kata kunci: Hevea brasiliensis, genotipe, korelasi, karakter komponen hasil, hasil lateks.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris Schard) AKIBAT PEMBERIAN ABU SABUT KELAPA dan PUPUK NPK PHONSKA Nursayuti Ramli
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.692 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v8i2.4406

Abstract

Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Semangka (Citrullus vulgaris Schard) Akibat Pemberian Abu Sabut Kelapa dan Pupuk Pupuk NPK Phonska Nursayuti1 Dosen Fakultas Pertanian Program studi Agroteknologi Universitas Almuslim Matang glumpang Dua Bireuen Email: nursayuti1979@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman semangka terhadap pemberian berbagai dosis abu sabut kelapa dan pupuk NPK phonska. Penelitian dilaksanakan di Gampong Geudong-Geudong Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen dengan ketinggian tempat 5 mdpl pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2020. Rancangan percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor I : Dosis Abu Sabut Kelapa (A) terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu : A0 = Tanpa aplikasi Abu Sabut Kelapa, A1 = 4 ton/ha (2500 g/plot), A2 = 8 ton/ha (5000 g/plot) dan A3 = 12 ton/ha (5000 g/plot). Faktor II : pupuk NPK phonska (N) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : N0 = Tanpa pupuk NPK phonska (kontrol), N1 = 400 kg/ha (250 g/plot) dan N2 = 800 kg/ha 500 g/plot). Pengamatan yang diamati dalam penelitian ini meliputi panjang tanaman umur 20 dan 40 HST, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, diameter buah per tanaman, berat buah per plot dan berat berangkasan kering tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu sabut kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah semangka per plot, akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah buah, berat buah per tanaman, diameter buah dan berat berangkasan kering tanaman semangka. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan abu sabut kelapa dosis 2500 g/plot (A1). Pemberian pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah semangka per plot, akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah buah, berat buah per tanaman, diameter buah dan berat berangkasan kering tanaman semangka. Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan pupuk NPK dosis 250 g/plot (N1). Tidak terdapat interaksi yang nyata antara kombinasi perlakuan abu sabut kelapa dan pupuk NPK terhadap semua peubah yang diamati Kata Kunci : Abu Sabut Kelapa, Pupuk NPK, Semangka
UJI KETAHANAN GENETIK KLON KARET SERI IRR TERHADAP PENYAKIT GUGUR DAUN Pestalotiopsis DI LABORATORIUM Sayurandi; Indriani Dalimunthe, Cici; Bobby Febrianto, Eka; Anselmus Sianturi, Guido
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.222 KB) | DOI: 10.33059/jupas.v9i1.4683

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan genetik klon karet seri IRR terhadap penyakit gugur daun Pestalotiopsis di Laboratorium. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Proteksi Tanaman Balai Penelitian Sungei Putih Kabupaten Deli Serdang. Klon yang diuji dalam penelitian ini sebanyak tujuh klon karet seri IRR yaitu klon IRR 5, IRR 104, IRR 111, IRR 112, IRR 118, IRR 119, IRR 220 dan klon pembanding PB 260. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan tiga ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa klon IRR 220 tergolong moderat rentan terhadap penyakit gugur daun Petalotiopsis, sedangkan klon IRR 5, IRR 104, IRR 111, IRR 112, IRR 118, IRR 119, IRR 220 dan PB 260 tergolong rentan terhadap penyakit gugur daun Pestalotiopis. Nilai heritabilitas pada pengamatan hari kedelapan setelah inokulasi tergolong tinggi (h2 = 0,65). Hal ini menunjukkan bahwa kerentanan klon karet tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor genetik tanaman dibandingkan dengan faktor lingkungan.

Page 4 of 16 | Total Record : 155