cover
Contact Name
Boy Riza Juanda
Contact Email
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Phone
+6285260088450
Journal Mail Official
boyrizajuanda@unsam.ac.id
Editorial Address
Jl. Meurandeh, Langsa Lama, Kota Langsa - Aceh, 24415
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agrosamudra
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560495     EISSN : 27164101     DOI : https://doi.org/10.33059/jupas.v9i1.5466
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrosamudra adalah media ilmiah yang memuat kajian konseptual dan kajian hasil penelitian di bidang agroteknologi yang meliputi Kesuburan Tanah, Bioteknologi Pertanian, Remote Sensing, Pemuliaan Tanaman, Hidrologi, Pengembangan Wilayah, Agronomi, Hama Penyakit Tanaman dan Konservasi Sumber Daya Lahan
Articles 155 Documents
TINGKAT SERANGAN PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO (Phytophthora palmivora L.) DAN KEHILANGAN HASIL TANAMAN KAKAO DI KECAMATAN DARUL IHSAN KABUPATEN ACEH TIMUR Muhammad Fajar Zikri; Cut Mulyani; Yenni Marnita
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v9i2.6565

Abstract

Indonesia merupakan salah satu satu negara pembudidaya tanaman kakao paling luas di dunia dan termasuk negara penghasil kakao terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana, yakni dengan nilai produksi tahunannya 593.331 ton dimana 94,78% hasil produksi kakao Indonesia berasal dari perkebunan rakyat. Sebagian besar perkebunan kakao di kabupaten Aceh merupakan perkebunan rakyat. Salah satu wilayah penghasil kakao di Aceh yaitu Kabupaten Aceh Timur di Kecamatan Darul Ihsan. Terdapat lima desa penghasil kakao di kecamatan Darul Ihsan yaitu, Lhok Leumak, Seuneubok Teungoh, Lhok Meureu, Panton Meureubo dan Seuneubok Kulam. Rendahnya produktivitas tanaman kakao merupakan masalah klasik yang hingga kini masih sering di hadapi. Selain penyaki busuk buah kakao, serangan Vascular Streak Dieback/VSD yang disebabkan oleh jamur Oncobasidium theobromae dan Penggerek Buah Kakao (PBK) yang disebabkan hama Conophomorpha cramenella juga menjadi masalah utama di beberapa daerah produksi kakao. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase dan intensitas serangan busuk buah kakao di Kecamatan Darul Ihsan Kabupaten Aceh Timur serta mengetahui tingkat kehilangan hasil akibat serangan penyakit busuk buah kakao di Kecamatan Darul Ihsan Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik observasi dengan pengambilan contoh (sampling) pada tanaman yang memiliki kriteria yang akan diamati. Hasil pengamatan yang diperoleh menunjukkan bahwa persentase dan intensitas serangan penyakit busuk buah kakao P. palmivora tertinggi yaitu pada kebun dengan kriteria tidak terawat dengan nilai 71,21% dan 32,27% yaitu pada Desa Lhok Meureu. Persentase dan intensitas serangan penyakit busuk buah kakao P. palmivora yang terendah terdapat pada kriteria kebun terawat dengan nilai masing-masing 36,79% dan 11,64% yaitu pada Desa Lhok Leumak. Kehilangan hasil akibat meningkatnya intensitas serangan penyakit busuk buah kakao P. palmivora di Kecamatan Darul Ihsan mencapai 481,78 Kg/Ha/tahun dengan intensitas serangan rata-rata 24,77%. Tingginya persentase serangan dan intensitas serangan penyakit ini diantaranya dikarenakancara budidaya yang tidak tepat, sanitasi lingkungan yang buruk, tidak adanya perawatan lahan pertanaman, curah hujan dan kelembaban yang tinggi. Kata kunci:Tanaman kakao, P. palmivora, penyakit busuk buah
PENGARUH BERBAGAI JENIS MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEMBANG KOL (Brassica oleracea var. Botrytis L) VARIETAS PM 126 F1 Boy Riza Juanda; Syukri Risyad; Asna Dewi Hasibuan
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v9i2.6788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil kembang kol varietas PM 126 F1. Untuk mengetahui efektivitas berbagai mulsa dibandingkan MPHP terhadap pertumbuhan dan hasil kembang kol varietas PM 126 F1. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra Kota Langsa Provinsi Aceh dengan ketinggian ± 10 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2022. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial. Faktor yang diamati adalah beberapa jenis mulsa yang terdiri dari 13 mulsa dengan 1 buah kembang kol varietas PM 126 F1 yang diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot brangkasan tanaman, diameter bunga, bobot tanaman bunga dan produksi per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis mulsa berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 20 HST, jumlah daun umur 20 HST dan berat tanaman brangkasan basah saat panen. Namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter diameter bunga dan bobot bunga tanaman serta produksi per hektar pada saat panen. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan M6 (tandan kelapa sawit kosong), M1 (MPHP), namun sama baiknya dengan perlakuan M10 (bata pecah) dan M11 (kain bekas). Untuk budidaya tanaman kembang kol disarankan menggunakan mulsa tandan kosong kelapa sawit, MPHP, pecahan batu bata atau kain bekas.
UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS PADI LOKAL ACEH DAN DOSIS PUPUK NPK-PIM DAN PUPUK POLIVIT-PIM TERHADAP PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) Maulida; Iswahyudi; Yenni Marnita
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jupas.v9i2.6816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi beberapa varietas padi lokal aceh dan dosis pupuk NPK-PIM dan Polivit-PIM terhadap produksi tanaman padi, serta interaksi kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 taraf yaitu: faktor varietas padi (V) terdiri dari 5 jenis: V1= Inpari 32 (kontrol), V2= US-02 Batuta, V3= Galur Gaptas, V4= UA-12 Sigupai, V5= UA-11. Faktor dosis pupuk (P) terdiri dari 4 taraf: P0= 0 kg ha-1 (kontrol ), P1= 100 kg ha-1 NPK PIM 15-15-15 + 200 kg ha-1 Polivit PIM, P2= 150 kg ha-1 NPK PIM 15-15-15 + 150 kg ha-1 Polivit PIM, P3= 200 kg ha-1 NPK PIM 15-15-15 + 100 kg ha-1 Polivit PIM. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah gabah per malai (butir), bobot 1.000 butir gabah (gr), persen gabah berisi (%), persen gabah hampa (%), hasil gabah ubinan (kg), dan dugaan hasil gabah per hektar (ton). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas padi berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter yang diambil. Produksi tertinggi diperoleh pada varietas US-02 Batuta (V2). Adapun kombinasi dosis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah gabah per malai, persentase gabah berisi dan persentase gabah hampa, berpengaruh nyata terhadap parameter hasil gabah ubinan dan dugaan hasil gabah per hektar, serta berpengaruh tidak nyata terhadap bobot 1.000 butir gabah. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan kombinasi dosis pupuk 150 kg ha-1 NPK PIM 15-15-15 + 150 kg ha-1 Polivit PIM (P2). Interaksi antara faktor varietas padi dengan faktor kombinasi dosis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah gabah per malai, persentase gabah berisi, persentase gabah hampa, hasil gabah ubinan dan dugaan hasil gabah per hektar. Namun berpengaruh tidak nyata terhadap bobot 1.000 butir gabah. Interaksi terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan varietas US-02 Batuta dengan dosis pupuk 150 kg ha-1 NPK PIM 15-15-15 + 150 kg ha-1 Polivit PIM (V2P2). Kata Kunci : Padi Lokal, Dosis Pupuk, Produksi.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Akibat Perbedaan Jenis dan Dosis Bahan Organik pada Tanah Ordo Inceptisol Iwan putra
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian bahan organik berbeda jenis dan dosis terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada tanah ordo Inceptisol serta mengetahui pengaruh interaksi antara jenis dan dosis bahan organik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada tanah ordo Inceptisol. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dengan memakai bahan organik berbeda jenis dan dosis. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial, 6 x 3 yang terdiri atas 2 faktor yaitu bahan organik berbeda jenis (B) dan dosis bahan organik (D). Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan dan hasil jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis dan dosis bahan organik secara tunggal maupun interaksi berpengaruh sangat nyata dan nyata terhadap pertumbuhan dan hasil jagung seperti tinggi tanaman 15, 30 dan 45 HST, berat pipilan kering per plot, per hektar dan per 1000 burtir. Nilai terbaik hasil pipilan kering per hektar tanaman jagung dijumpai pada dosis : (1) 39,82 ton ha-1 pada bahan organik jenis pupuk kandang dengan hasil jagung sebesar 6,11 ton ha-1, (2) 38,61 ton ha-1 pada bahan organik jenis sisa tanaman kedele dengan hasil jagung sebesar 6,00 ton ha-1, (3) 35,16 ton ha-1 pada bahan organik jenis jerami padi dengan hasil jagung sebesar 6,40 ton ha-1, (4) 34,55 ton ha-1 pada bahan organik jenis pupuk kandang + jerami padi dengan hasil jagung sebesar 6,43 ton ha-1, (5) 36,75 ton ha-1 pada bahan organik jenis pupuk kandang + sisa tanaman kedele dengan hasil jagung sebesar 6,45 ton ha-1, dan (6) 36,45 ton ha-1 pada bahan organik jenis pupuk kandang + sisa tanaman kedele + jerami padi dengan hasil jagung sebesar 6,78 ton ha-1.
PENGARUH SIFAT FISIKA TANAH LAHAN KERING ALANG-ALANG DENGAN OLAH TANAH DAN AMANDEMEN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Agusni Agusni
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan alang-alang merupakan lahan yang potensial untuk dikembangkan dalam program ekstensifikasi lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis rehabilitasi lahan kering alang – alang dengan olah tanah dan untuk mengetahui pengaruh amandemen kapur terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, pada bulan Januari sampai dengan Maret 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan petak terbagi terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Petak utama adalah pengolahan tanah (T) terdiri atas 3 taraf, yaitu : Tanpa Olah Tanah (TOT), Olah Tanah Minimum (OTM), dan Olah Tanah Maksimum (OTM). Anak petak adalah pengapuran (P) terdiri atas 3 taraf, yaitu : Tanpa Pengapuran 0 ton/ha (P0), Pengapuran 1 ton/ha (P1), dan Pengapuran 2 ton/ha (P2). Hasil penelitian menunjukkan cara pengolahan tanah berpengaruh nyata terhadap berat volume tanah, berat partikel tanah, tinggi tanaman pada umur 15 dan 45 HST. Pengapuran tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan.
Viabilitas dan Vigoritas Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merrill)Akibat Perendaman dalam Ekstrak Telur Keong Mas Risky Ridha; M Syahril; Boy Riza Juanda
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih sangat rentan terhadap cekaman selama penanaman dan perkembangan awal, sehingga perlakuan untuk mempercepat periode perkecambahan dapat meningkatkan penampilan benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh dari ekstrak telur keong mas dalam meningkatkan viabilitas dan vigoritas benih kedelai (Glycine max (L.) Merril). Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial dengan tiga ulangan. Faktor yang diteliti adalah kosentrasi ekstrak telur keong mas (K) yang terdiri dari : 0% (K0), 15% (K1), 30% (K2) dan 45% (K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kosentrasi ekstrak telur keong mas yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap daya berkecambah dan kecepatan tumbuh benih kedelai, pemberian ekstrak telur keong maskosentrasi 45 % merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan daya berkecambah benih sebesar 76% dan kecepatan tumbuh benih sebesar 20,58%/etmal. Hasil penelitian membuktikan adanya perbaikan viabilitas dan vigoritas benih yang ditunjukkan oleh indikasi fisiologi yaitu perbaikan performansi perkecambahan, meningkatkan daya berkecambah dan kecepatan tumbuh benih kedelai.
PENGARUH APLIKASI JENIS DAN KONSENTRASI PESTISIDA ORGANIK TERHADAP PENGENDALIAN HAMA TUNGAU KUNING (Polyphagotarsonemus latus, Banks) PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) Cut Mulyani; Afrizal Afrizal; Siska Verawaty Nadeak
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas aplikasi berbagai jenis dan konsentrasi pestisida organik terhadap pengendalian hama tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus, Banks) pada tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill)” serta interaksi dari kedua perlakuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 (dua) faktor perlakuan, yaitu : Faktor jenis pestisida organik (J) yang terdiri dari 3 taraf J₁ (Daun Serai Wangi), J₂ (Daun Pepaya) dan J₃ (Bawang Putih). Faktor konsentrasi pestisida organik (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : K₁ (10 cc/liter air), K₂ (20 cc/liter air) dan K₃ (30 cc/liter air). Untuk menggambarkan tingkat serangan tungau kuning dilakukan pengamatan dengan parameter populasi hama, persentase serangan, dan intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pestisida organik memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap populasi hama, persentase serangan, dan intensitas serangan. Perlakuan terbaik ditemukan pada pestisida organik bawang putih (J3). Konsentrasi pestisida organik menunjukkan efektifitas yang sangat nyata terhadap populasi hama, persentase serangan, dan intensitas serangan hama tungau kuning pada tanaman tomat. Perlakuan terbaik ditemukan pada konsentrasi 30 ml/liter air (K3). Interaksi antara jenis dan konsentrasi pestisida organik menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap pengendalian populasi hama, persentase serangan, dan intensitas serangan hama tungau kuning pada tanaman tomat. Perlakuan terbaik ditemukan pada kombinasi perlakuan jenis pestisida organik bawang putih dan konsentrasi 30 ml/liter air (J3K3).
PENGARUH KEHALUSAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI (Glycine max (L) Merrill) PADA TINGKAT KEMASAMAN TANAH YANG BERBEDA Rosmaiti Rosmaiti; Syukri Syukri; Azmul Fauzi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kehalusan kapur terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max (L) Merrill) pada tingkat kemasaman tanah yang berbeda, serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat kehalusan kapur berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman (umur 30 dan 45 HST), berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif, berat 100 butir biji kering dan bobot biji per polibag, sedangkan parameter tinggi tanaman umur 15 HST dan diameter pangkal batang (umur 15, 30 dan 45) berpengaruh tidak nyata. Perlakuan tingkat kehalusan kapur terbaik adalah kehalusan 100 mesh. Tingkat kemasaman tanah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (umur 15 dan 30 HST), jumlah cabang produktif, berat 100 butir biji kering dan bobot biji per polibag sedangkan parameter tinggi tanaman umur 45 HST dan diameter pangkal batang (umur 15, 30 dan 45) berpengaruh tidak nyata. Perlakuan tingkat kemasam tanah terbaik adalah agak masam pH 5,60. Interaksi perlakuan tingkat kehalusan kapur dan kemasaman tanah berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 45 HST. Interaksi terbaik terdapat pada kombinasi tingkat kehalusan kapur 100 mesh dan kemasaman tanah agak masam pH 5,60.
KLASIFIKASI TANAH RAWA PEGUNUNGAN VOLKANIK DI KABUPATEN BENER MERIAH Teti Arabia; Zainabun Zainabun; T Fauzul Muttaqin
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui klasifikasi tanah rawa pegunungan volkan berdasarkan Taksonomi Tanah di Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai deskriptif-kuantitaf. Terdapat tiga pedon yang diamati, yaitu rawa yang pernah ditanami padi, rawa yang ditanami cabai, dan rawa alami. Di lapangan diamati sifat-sifat morfologinya, kemudian diambil bahan tanahnya dari setiap horison dan dianalisis sifat fisika, kimia, dan mineralogi di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pedon sama-sama memiliki sifat tanah andik. Epipedon masing-masing pedon adalah umbrik, molik dan okhrik. Semua pedon memiliki horison penciri bawah sombrik. Semua pedon tergolong ordo Andisol. Semua pedon tergolong subordo Aquand. Semua pedon tergolong great group Endoaquand. Subgrup masing- masing pedon adalah Lithic, Histic, dan Typic. Famili pedon P1 dan P3 adalah medial, campuran, isohipertermik; sedangkan pedon P2: medial, isohipertermik. Klasifikasi tanah setiap pedon: Lithic Endoaquand, medial, campuran, isohipertermik; Histic Endoaquand, medial, isohipertermik; dan Typic Endoaquand, medial, campuran, isohipertermik.
PENGELOLAAN LAHAN KRITIS HUTAN LINDUNG BUKIT BATABUH BERKELANJUTAN Iswahyudi Iswahyudi
Jurnal Penelitian Agrosamudra Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Agrosamudra
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan Lindung Bukit Batabuh merupakan salah satu Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang terletak di Provinsi Riau. Saat ini telah mengalami tekanan terhadap kawasan hutan dan sumberdaya hutannya yang mengancam keutuhan kawasan hutan akibat bertambahnya luas lahan yang termasuk kategori kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luasan lahan kritis dan faktor-faktor dominan yang mendorong laju kerusakan Hutan Lindung Bukit Batabuh. Parameter yang digunakan dalam penilaian tingkat kekritisan lahan sesuai dengan Peraturan Dirjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial No: P.4/V-SET/2013. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kekritisan lahan lahan agak kritis mendominasi untuk tingkat kekritisan secara keseluruhan, yakni seluas +17.511,66 ha (39,04%). Faktor dominan yang mendorong laju kerusakan Hutan Lindung Bukit Batabuh adalah tekanan penduduk dalam bentuk konversi Hutan Lindung dan pemanfaatan lahan Hutan Lindung untuk menyangga sumber mata pencaharian penduduk, pengembangan wilayah pemukiman penduduk, serta penguasaan/pemilikan lahan sebagai aset produksi keluarga.

Page 6 of 16 | Total Record : 155