cover
Contact Name
Asri
Contact Email
nurasri138@yahoo.co.id
Phone
+6285242199519
Journal Mail Official
stikespanritahusadabulukumba@yahoo.co.id
Editorial Address
Jl.Pendidikan Taccorong Bulukumba, Sulawesi Selatan
Location
Kab. bulukumba,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Panrita Husada
ISSN : 2502745X     EISSN : 27151832     DOI : -
Core Subject : Health,
Kesehatan Panrita Husada merupakan jurnal yang melahirkan informasi kesehatan yang mengandung nilai religi. Masalah kesehatan melahirkan tenaga yang professional unggul dan terampil di dunia kerja sehingga informasi tenaga kesehatan dapat diberdayakan. Religi merupakan nilai-nilai yang ditanamkan pada diri alumni agar dalam menjalankan tugasnya dapat memberikan keniscayaan pada diri pasien dan nilai pada masyarakat.
Articles 139 Documents
Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Penerapan Terapi Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Cut Siti Nurhafiza; Bayu Saputra
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v8i2.1032

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolisme tubuh akibat hormon insulin yang tidak dapat digunakan oleh tubuh secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga dapat menyebabkan tingginya konsentrasi gula darah. Peningkatan gula darah jika tidak diatasi dengan baik akan dapat menimbulkan masalah atau komplikasi hingga kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol kadar gula darah secara non-farmakologi ialah pelaksanaan relaksasi benson. Metode: Menganalisis asuhan keperawatan pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah dengan penerapan relaksasi benson terhadap penurunan kadar gula darah di ruang rawat inap medikal kelas III Kenanga RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Hasil: penerapan relaksasi benson didapatkan bahwa hasil pengecakan gula darah pertama kali yaitu GD : 232 mg/dl dan hasil pengecekan dihari terakhir yaitu GD : 179 mg/dl sehingga didapatkan total penurunan sebanyak 53 point. Kesimpulan: Hasil penerapan ini menunjukkan bahwa penerapan relaksasi benson memiliki pengaruh dalam menurunkan kadar gula darah pasien DM tipe 2. Kata kunci: Diabetes Melitus, Relaksasi Benson
Hubungan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Selawangi Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Siti Mariam Nopitasari Fauziah Fauziah; Rima Novianti Utami; Ady Waluya
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v8i2.1033

Abstract

Prevalensi stunting masih dinilai sebagai masalah yang serius di Indonesia, menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 menunjukkan bahwa angka stunting pada tahun 2018 sebanyak 30,8% dan mengalami penurunan yaitu menjadi 21,6% pada tahun 2022. Walau terjadi penurunan tetapi angka tersebut masih melebihi standart WHO dimana tidak boleh lebih dari 20%. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Selawangi Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Balita adalah anak yang berusia antara 12 sampai dengan 59 bulan. Stunting adalah kondisi yang gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tinggi badan anak lebih pendek untuk usianya. Pola pemberian makan adalah upaya yang dilakukan orang tua untuk memenuhi kebutuhan makan balita. Jenis penelitian ini yaitu korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu balita yang berusia 24-59 bulan dengan sampel yaitu sebanyak 172 responden, diambil menggunakan cluster sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu dengan kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar balita dengan pola makan tidak tepat sebanyak 87 (57.2%) dan balita tidak Stunting sebanyak 120 (78.9%). Hasil uji Chi-Square didapatkan P-Value = 0.007 < 0,05. Simpulan menujukkan ada hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Selawangi Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi pihak lahan untuk dapat mensosialisasikan atau memberikan Pendidikan Kesehatan terkait pola pemberian makan terutama pada jadwal makan untuk menurunkan angka kejadian stunting. Kata Kunci : Balita, Pola Pemberian Makan, Stunting
Hubungan Faktor Individu Dengan Pengetahuan Orang Tua Siswa Tentang Kelainan Refraksi Pada Anak Di MIS Al-Mubarak Imam Nawawi; Ulfah Rimayanti; Andi Irhamnia Sakinah
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v8i2.1037

Abstract

Refractive disorders are conditions when the image of an object does not form perfectly on the retina due to abnormalities in the eye's optical system, so that vision becomes blurred. The role of parents is very important in detecting refractive errors in children so that prevention can be done more quickly. The aim of this research was to determine the relationship between individual factors and parents' knowledge about refractive errors in children at Al-Mubarak Private Madrasah Ibtida'iyah. This research is quantitative research with an analytical survey method; namely, the researcher only makes direct observations of the variables studied without providing treatment. This research was designed with a cross-sectional study approach. Correlation tests using the Spearman test and the Eta Correlation test did not show a significant correlation in the variables age, gender, education, income and occupation with a P-value > 0.05. Meanwhile, for the information source variable, significant results were obtained with a p-value of 0.000 (<0.05).
Gambaran Gangguan Emosi Pada Anak Dengan Online Learning Selama Masa Pandemi Covid-19 Novi Asti Wulandari; Trisnawaty; Andi Irhamnia Sakinah
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v8i2.1038

Abstract

Gangguan emosi anak adalah kondisi perubahan emoslonal anak yang tidak terkontrol dan dapat menjadi patologis. Mewabahnya virus covid-19 menyebabkan perubahan dalam sistem pembelajaran dari luring menjadi daring. Hal ini menyebabkan peningkatan stress pada anak selama masa pandemi. Tujuan : untuk mengetahui gambaran gangguan emosi pada anak dengan online learning selama masa pandemi covid-19. Metodeo: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsi atau menguraikan gambaran gangguan emosi pada anak. Hasil : Semua subjek menunjukkan sikap yang aktif. Semua subjek memiliki gejala yang sama, yaitu gelisah dan sakit kepala ketika tugasnya banyak dan menumpuk. Beberapa subjek malas mengerjakan tugas dan lebih sering bermain game, sehingga orang tua perlu menegasi dan mengawasi secara langsung di samping subjek. Beberapa pula rajin mengerjakan jika tugasnya tidak terlalu banyak. Masalah utama orang tua adalah ketika subjek susah fokus dalam mengerjakan tugasnya. Jika tidak diawasi dengan benar, subjek akan membuka aplikasi lain di HP-nya, bahkan ada subjek yang membagi layar HP-nya menjadi dua, yang satu untuk menonton yang satunya untuk membuka tugas. Kesimpulan : 1) Kondisi emosional anak dengan online learning mengalami stres dan tertekan. Banyak anak yang merasa bosan dan lelah dalam mengerjakan tugas. 2) Tanggung jawab orang tua dalam membimbing anak mengharuskan orang tua membagi waktu dengan pekerjaan rumah. Beberapa orang tua juga mengalami stres ketika mengajar anak, karena kapasitasnya yang kurang. 3) Tingkat fokus anak dalam belajar di rumah cukup rendah, terutama dalam mengerjakan tugas. Anak-anak cenderung sering menghabiskan waktu dengan bermain game. Karena itu orang tua sering memarahi dan memukul anaknya agar mau belajar dan menyelesaikan tugas tugas yang diberikan. 4) Tekanan dari orang tua dan rasa bosan karena tugas yang menumpuk membuat anak sangat ingin bersekolah kembali seperti biasa. Mereka merindukan tatap muka dengan teman-temannya. Orang tua pun sangat mendukung jika sistem belajarnya kembali seperti dulu, karena menurut mereka akan jauh lebih efektif jika anak-anak di bimbing langsung oleh gurunya. Orang tua juga merasa lebih leluasa dalam mengerjakan pekerjaan rumah. 5) Beberapa anak mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-temannya. ada anak yang diejek karena miskin, ada pula anak yang diejek jelek dan hitam. Namun mereka selalu mendapat dukungan dan nasehat dari orang tuanya agar tidak menghiraukan ejekan yang diterima. 6) Semua anak tidak memiliki gejala gangguan emosi berat. Menurut para orang tua, anak-anak mengekspresikan sikap dan tindakan yang wajar pada usianya walaupun tingkat stres orang tua juga meningkat, namun orang tua sudah memahami tanggung jawabnya untuk mendidik sang buah hati. Kata kunci : Gangguan emosi anak, online learning
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Air Jahe Terhadap Rasa Nyeri Pada Penderita Low Back Pain Di Wilayah Puskesmas Lembanna Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba Safruddin; Fatmawati; Edison Siringiringo
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v8i2.1050

Abstract

Low back pain didunia setiap tahunnya sangat bervariasi dengan angka 15-45%. Menurut WHO (2013) menunjukkan 33% penduduk di negara berkembang mengalami nyeri persisten. Di Indonesia penyakit LBP juga merupakan penyakit umum yang banyak dikeluhkan oleh penduduk. Tujuan dari penelitian ini diketahuinya skala nyeri punggung bawah pada penderita Low back pain sebelum dan setelah pemberian kompres hangat air jahe, dan untuk menganalisis pengaruh pemberian kompres hangat air jahe terhadap rasa nyeri pada penderita Low back pain di wilayah Puskesmas Lembanna, Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan desain penelitian true experiment dengan rancangan penelitian pre test and post test control group design. Sampel penelitian ini sebanyak 16 di kelompok perlakuan dan 16 di kelompok kontrol, dengan jenis metode sampling yang digunakan probability sampling dengan teknik pengambilan sampel simple ramdom sampling.Pada hasil penelitian ini, skala nyeri sebelum dilakukan kompres hangat air jahe pada kelompok perlakuan dengan mean sebesar 5.19 (skala nyeri 5 sedang), sedangkan pada kelompok kontrol mean sebesar 5.13 (skala nyeri 5 sedang), dengan menunjukkan nilai yang sama. Skala nyeri setelah pemberian kompres hangat air jahe pada kelompok perlakuan mean sebesar 2.31 (Skala nyeri 2 ringan) sedangkan pada kelompok kontrol dengan mean sebesar 4.50 (Skala nyeri 4 Sedang) , hal ini menunjukkan terjadi penurunan pada kelompok perlakuan. Dengan selisih perbedaan 2.188. dan hasil analisis didapatkan nilai P : 0.0001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian kompres hangat air jahe terhadap rasa nyeri pada penderita Low back pain di wilayah Puskesmas Lembanna, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba
Efektifitas Terapi Murottal Terhadap Perubahan Pola Asuh Ibu Anak Balita Mengalami Stunting Di Desa Sapanang Muhammad Aksa Syam; Najamuddin Palancoi; Fhirastika Annisa; Syatirah Jalaluddin; Takdir
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v8i2.1052

Abstract

Stunting dipengaruhi secara tidak Iangsung oIeh faktor poIa asuh yang menimbulkan beberapa resiko yaitu meningkatnya angka mortaIitas, menurunnya kemampuan kognitif, dan menurunnya perkembangan motorik serta mengganggu keseimbangan fungsi-fungsi tubuh. Menurut WHO, UNICEF dan The WorId Bank Grup jumIah anak stunting sebanyak 21,3% atau 144 juta jiwa. Presentase baIita yang mengaIami stunting pada tahun 2018 di Indonesia sekitar 30,8%. Lantunan ayat suci AI-Quran menciptakan sebuah kekuatan penyembuhan yang efektif. Tujuan: Mengetahui poIa asuh ibu yang memiIiki baIita stunting usia 12-60 buIan, sebeIum dan sesudah terapi murottaI berdasrkan praktik pemberian makan,rangsangan psikososiaI, praktik kebersihan, pemanfaatan peIayanan kesehatan dan sanitasi Iingkungan di Desa Sapanang. Metode: PeneIitian ini adaIah metode pre-eksperimentaI dengan one group pre-post test design merupakan peneIitian kuantitatif dengan jumIah sampeI 21 orang yang memenuhi kriteria inkIusi dan ekskIusi. Data diperoIeh dari pengisian kuesioner kemudian di anaIisis menggunakan uji T berpasangan yaitu uji paired sampeIs test dan uji wiIcoxon. HasiI: uji paired sampIes test pada data praktik pemberian makan, praktik kebersihan, dan pemanfaatan peIayanan kesehatan yaitu niIai Sig. (2-taiIed) 0.436, 0,337 dan 0,073 > 0,05, maka dengan demikian data yang diperoIeh tidak signifikan. HasiI uji two reIated sampIes test (wiIcoxon) pada data sanitasi Iingkungan yaitu niIai Asymp. Sig. (2-taiIed) 0,631 > 0,05, maka dengan demikian data yang diperoIeh tidak signifikan. Sedangkan pada data rangsangan psikososiaI yaitu niIai Asymp. Sig. (2-taiIed) 0,006 < 0,05, maka dengan demikian data yang diperoIeh signifikan. KesimpuIan : Terapi murottaI efektif terhadap poIa asuh ibu berdasarkan rangsangan psikososiaI yang memiIiki baIita stunting usia 12-60 buIan di Desa Sapanang.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Miana (Coleus Scutellarioides (L) Benth) Menggunakan Metode Ultrasonic Asisted Extraction Untuk Identifikasi Formalin Pada Mie Basah Rismawaty Sikanna; Muliyani; Arfiani nur
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v8i2.1054

Abstract

Miana (Coleus scutellarioides (L) Benth.) leaves contain anthocyanin compounds that can be used to detect formalin in food, including wet noodles. The purpose of this study was to determine the highest levels of anthocyanin extract of miana leaves produced using the ultrasonic assisted extraction (UAE) method with variations in extration time and to determine the potential of miana leaf anthocyanin compounds in detecting formaldehyde content in wet noodles. The extraction method used is UAE with 5 variations of extraction time. Anthocyanin levels were measured using a UV-VIS Spectrophotometer at wavelengths of 510 and 700 nm using differential pH, namely pH 1 and pH 4.5. Formalin identification was carried out on wet noodles with the concentration of 0.25; 0.5; 1; and 2 ppm. The results obtained the highest level of anthocyanin in miana leaves, namely 196,66 mg/L wich was extracted for 10 minutes wich could be used for identification of formalin in wet noodles. Keywords: Miana leaf (Coleus scutellarioides (L) Benth.), Ultrasonic Assisted Extraction (UAE), Anthocyanin and Formaldehyde
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU VAKSINASI COVID-19 PADA LANSIA Tri Zulfiandi; Dewi Kurnia Putri; Saputra, Bayu
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v9i1.1061

Abstract

Lansia akan mengalami perubahan fisik dan perubahan psikologis akibat proses degeneratif sehingga menyebabkan penurunan fungsi tubuh sehingga upaya promotif dan preventif sangat penting dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku vaksinasi COVID-19 pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini 135 orang dengan teknik Consecutive Sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan perilaku terhadap vaksinasi COVID-19. Analisis yang digunakan berupa analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Sommer’s dan Gamma untuk melihat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku vaksinasi COVID-19 pada lansia. Hasil penelitian didapatkan rerata usia 66.47 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan, tingkat pendidikan menengah (SMA), rerata pensiunan, riwayat penyakit hipertensi. Untuk tingkat pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19 sebagian responden memiliki tingkat pengetahuan kurang 64 orang (47.4%), dan untuk perilaku terkait vaksinasi COVID-19 sebagian responden berperilaku baik 85 orang (63.0%). Hasil uji didapatkan Pvalue = 0.059 (< 0,05) artinya tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku vaksinasi COVID-19 pada lansia. Penelitian ini menyarankan agar sosialisasi terkait vaksinasi COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Jalan Sidomulyo Kota Pekanbaru harus terus digalakan dengan melibatkan kader serta tokoh masyarakat agar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik dan demi terciptanya perilaku kesehatan terutama pada lansia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI DALAM MEMBERIKAN BANTUAN HIDUP DASAR KASUS HENTI JANTUNG DI KOMUNITAS BULUTANGKIS Muin, Ilhamsyah; Pratiwi, Andi Widya
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v9i1.1065

Abstract

Cardiac arrest is a disease of the cardiovascular system and is the number one cause of death in the world and Indonesia. According to WHO data, people died in this case as much as 31 percent of the total deaths from all over the world. This happens in developing countries that have low to moderate income (Widiyono, 2021). This also occurs in the prevalence of events in Indonesia which shows around 37% and it is estimated that around 10 thousand citizens per year will experience this cardiac arrest condition (Riskesdas, 2018). Fast and appropriate management of cardiac arrest events is an indicator of the success of cardiac arrest treatment. Skills that are trained at the beginning of its occurrence both from the general public and health workers can be obtained through training for all levels of society. These trainings will increase knowledge and skills if you get a cardiac arrest. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and motivation in providing basic life support in cases of cardiac arrest in the Makassar Badminton Community. This research was conducted using a quantitative, descriptive and cross-sectional approach with the chi-square test relationship analysis. The research sample was 66 respondents. Based on the research results, there is a significant relationship between knowledge and motivation in the management of Basic Life Support in cases of cardiac arrest with a significance level of 0.01 (below 0.05). The conclusion obtained is that the higher a person's knowledge, the higher the motivation to provide assistance in handling Cardiac Arrest in the Badminton sports community and if lack of knowledge causes a person's lack of motivation in providing Cardiac Arrest treatment.
PENGARUH PEMBERIAN POSISI FOWLER TERHADAP SKALA DYSPNEA PADA PASIEN DENGA ST ELEVATION MYOCARDIAL INFARCTION (STEMI) DI RUANG CVCU Intan Fadila Dewita; Imron Rosyadi; Saputra, Bayu
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v9i2.1109

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) diakibatkan oleh kerusakan aliran darah menuju miokardium dapat asimtomatik, atau dapat menyebabkan sindrom koroner akut (SKA), yang memiliki tingkat mortalitas yang tinggi dan menjadi penyebab kematian utama seluruh dunia. Salah satu bagian dari SKA adalah ST elevation myocardial infarction (STEMI). Salah satu gejala STEMI adalah dyspnea. Salah satu penatalaksanaan keperawatan yang dapat diberikan kepada pasien STEMI yaitu pengaturan posisi yang bertujuan untuk memaksimalkan dalam memenuhi kebutuhan oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian posisi fowler terhadap skala dyspnea pada pasien STEMI di ruang CVCU. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pre-test post-test. Populasi dari penelitian ini adalah pasien STEMI di ruang CVCU dengan sampel 18 orang responden. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien STEMI diruang CVCU dengan minimal 12 jam rawatan, pasien terpasang nasal kanul dan pasien dalam kondisi sadar, dapat berkomunikasi dan mengikuti kegiatan pemberian intervensi sampai selesai. Studi penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji non parametric Wilcoxon. Mayoritas responden adalah laki-laki 15 orang (83,3%), pekerjaan mayoritas adalah wiraswasta 6 orang (33,3% responden), tingkat pendidikannya mayoritas adalah SMA 9 orang (50,0% responden), skor killip mayoritas adalah skor killip 1 sebanyak 12 orang (66,7% responden), dan periode serangan STEMI mayoritas adalah <3 sebanyak 12 orang (66,7%). Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,000 yang dapat disimpulkan bahwa pemberian posisi fowler berpengaruh signifikan terhadap skala dyspnea pada pasien STEMI di ruang CVCU. Disarankan bagi perawat CVCU untuk dapat menggunakan intervensi pemberian posisi fowler dalam menurunkan dyspnea pada pasien STEMI.

Page 11 of 14 | Total Record : 139