cover
Contact Name
Alfred
Contact Email
alfredpemikir@gmail.com
Phone
+6285263804191
Journal Mail Official
pustakapusatuinib@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No.15, Padang Pasir, Padang Barat. Kota Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Imam Bonjol : Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan
ISSN : 25491091     EISSN : 25793160     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Imam Bonjol Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan merupakan Jurnal Ilmiah Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang yang meliputi Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan. Terbit dua kali setahun pada Bulan Maret dan September. Jurnal ini terdaftar di LIPI (lembaga Pusat Ilmu pengetahuan Indonesia) tanggal permohonan pada Kamis, 19 Januari 2017 dengan ISSN (International Standard Serial Number) 2549-1091 (untuk media cetak) dan 2579-3160 (untuk media online).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
PUSTAKAWAN MASA LALU, SEKARANG DAN AKAN DATANG SEBAGAI SUMBER INFORMASI DALAM PENDIDIKAN Khadijah Khadijah; Afrizal Afrizal
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2020): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v4i1.68

Abstract

Abstract: The term Librarian is very unfamiliar in the midst of society. Because the term librarian is something people rarely hear. Because the librarian is very closely related to the library in the people's understanding that the library is a warehouse filled with piles of books that are worn and unkempt. After that, the Law of the Republic of Indonesia number 43 of 2007 Librarians have been recognized by the state as technical educational functional personnel, so that they are equal to other functions. Such as functional analysis of positions, researchers and others. This paper presents the history and description of the library's past, present and future. Among these challenges include global competition, free trade in the Asean / MEA economic community, Human Resources Development, language skills, managerial skills, mastery of technology, communication skills and scientific skills.Keywords: Librarian, Information Sources in Education, LibraryAbstrak: Istilah Pustakawan memang sangat asing sekali di tengaah-tengah masyarakat. Sebab, istilah pustakawan suatu hal yang jarang didengar orang. Hal ini dikarenakan perpustakaan itu erat berkaitan dengan pemahaman masyarakat yang menganggap perpustakaan itu adalah sebuah gudang yang dipenuhi oleh tumpukan buku yang sudah kumal dan tidak terawat lagi. Setelah itu undang undang RI nomor 43 tahun 2007 Pustakawan sudah diakui oleh negara sebagai tenaga fungsional teknis kependidikan, sehingga mereka sudah setara dengan fungsional lainnya. Seperti fungsional analisis jabatan, peneliti dan lain-lain. Tulisan ini menyajikan History dan penjelasan perpustakaan masa lalu, sekarang dan akan datang. Diantara tantangan tersebut diantaranya seperti persaingan global, perdagangan bebas masyarakat ekonomi Asean/ MEA, Pembinaan SDM, Kemampuan berbahasa, kemampuan manajerial, penguasaan teknologi, kemampuan dalam berkomunikasi dan  keterampilan ilmu pengetahuan.Kata Kunci: Pustakawan, Sumber Informasi dalam Pendidikan, Perpustakaan
PELAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Rani Bunga Angelina; Sukaesih Sukaesih; Evi Nursanti Rukmana; Samson CMS
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 1 (2021): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v5i1.95

Abstract

Pandemi covid-19 telah berlangsung selama kurang lebih delapan bulan lamanya di negara Indonesia. Berbagai kegiatan yang seharusnya dapat dilaksanakan secara langsung, harus dialihkan menjadi kegiatan daring, ditunda, atau bahkan ditiadakan terlebih dahulu. Kebijakan pemerintah yang mengharuskan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar pada masa awal menyebarnya covid-19 di Indonesia mengharuskan berbagai lembaga ditutup, termasuk lembaga pendidikan formal atau sekolah serta perguruan tinggi. Kebijakan mendadak tersebut memberikan berbagai macam hambatan yang cukup besar dalam berbagai aspek. Salah satu bagian yang juga harus menerima hambatan tersebut adalah perpustakaan. Perpustakaan yang berada di sekolah merupakan salah satu bagian yang ikut serta dalam proses penyebaran informasi dan ilmu pengetahuan di lingkungan sekolah. Layanan perpustakaan yang semula dapat dilaksanakan secara langsung dan leluasa, harus dialihkan kepada berbagai alternatif atau bahkan diberhentikan terlebih dahulu. Proses layanan sirkulasi yang terhambat mengharuskan pustakawan untuk memikirkan cara lain untuk memastikan kembali bahan pustaka yang dipinjam oleh pemustaka telah dikembalikan atau belum. Selain hal tersebut, selama masa pandemi covid-19 pemanfaatan media sosial juga menjadi salah satu jalan agar pelayanan di perpustakaan dapat terus dijalankan. Dengan adanya pandemi covid-19 juga, kegiatan yang telah direncanakan jauh-jauh hari juga harus dipikirkan kembali oleh pihak-pihak yang bersangkutan dalam proses penyelenggaraannya. Adaptasi pada kebiasaan baru juga ternyata telah menghasilkan berbagai inovasi di tengah-tengah masyarakat. Meski begitu, kegiatan yang dialihkan menjadi kegiatan daring juga menjadi salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh masyarakat agar dapat menekan angka penyebaran covid-19 di Indonesia. 
RESEARCH METHODOLOGY SCIENTIFIC/NON-SCIENTIFICTHINKING: OBJECTIVES AND ITS FUNCTIONS Diana Dwi Putri; Zaim Rais; Rocky Kurniawan
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 2 (2020): Edisi 2
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v4i2.79

Abstract

Abstract:  A scientific approach is an approach carried out by conducting research and research to obtain correct data and information. The factors that influence it are human curiosity, curiosity, all-around asking, all-thinking, and likes to seek the truth. Information in preparing a theoretical basis can be obtained from books, reports on other people's research results—interviews with experts, or through direct observation in the field. The theoretical base is useful as a base for drawing hypotheses. And a hypothesis is a provisional or presumptive answer to the problem or question raised based on the framework/ theoretical basis's conclusions. It is said to be a quick answer because this hypothesis only contains logical and theoretical. After all, it has not been proven through experiments. Research is essentially an activity or a systematic process to solve problems done by applying scientific methods. The purpose of all scientific endeavors is to explain, predict, and control phenomena. The purpose is based on the assumption that all behavior and events are impacts and that all results have probable causes.Keywords: Scientific,  Thinking Patterns, ResearchAbstrak:  Pendekatan ilmiah adalah pendekatan yang dilakukan dengan melakukan penelitian untuk memperoleh data dan informasi yang benar. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah keingintahuan manusia, keingintahuan yang serba bisa, serba berpikir, dan suka mencari kebenaran. Informasi dalam menyusun landasan teori dapat diperoleh dari buku, laporan hasil penelitian orang lain,wawancara dengan pakar, atau melalui observasi langsung di lapangan. Landasan teori berguna sebagai dasar untuk menggambar hipotesis, dan hipotesis adalah jawaban sementara atau dugaan atas masalah atau pertanyaan yang diajukan berdasarkan kesimpulan kerangka / landasan teori. Dikatakan sebagai jawaban yang cepat karena hipotesis ini hanya mengandung logika dan teoritis. Toh, itu belum dibuktikan lewat eksperimen. Penelitian pada hakikatnya merupakan kegiatan atau proses sistematis untuk menyelesaikan masalah yang dilakukan dengan menerapkan metode ilmiah. Tujuan dari semua upaya ilmiah adalah untuk menjelaskan, memprediksi, dan mengendalikan fenomena. Tujuannya didasarkan pada asumsi bahwa semua perilaku dan peristiwa adalah sebuah dampak dan semua hasil memiliki kemungkinan penyebab.Kata Kunci: Ilmiah, Pola Berpikir, Penelitian
PEMANFAATAN GOOGLE SEBAGAI SUMBER INFORMASI UTAMA KARYA TULIS Jamri Dafrizal
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2020): Edisi 1
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v4i1.62

Abstract

Abstract: Primary sources of information are needed to support arguments and theories as basic tools to help discover the truth about people, events, and problems in research or written work. Google search engines and their derivatives are believed to make it easier to find quality main information sources. Providing better, more relevant results, allows Google to be considered a reliable resource for finding information on the web. However, it takes knowledge and skills in finding quality information and using google search engines properly. Knowledge of the main source with related aspects such as the characteristics of the main source, the advantages and disadvantages of the main source, the types of which should not be denied. Skills in searching for quality information and using google search engines and the decrease in skills that must be honed continuously so that it becomes a skill that integrates with the search for main source information. Considering that online information sources on Google, especially those on Google Books, are often incomplete, searchers can find them on various free sites that provide books, as well as articles searched for on Google Shoolar are often paid, they can also be found on the site. free site, but the role that is no less important is the library must provide sources of information needed by information seekers who are their clientsKeyword: Utilization of Google, Writing, Library Abstrak: Sumber informasi utama dibutuhkan mendukung argument dan teori sebagai alat dasar untuk membantu menemukan kebenaran tentang orang, peristiwa, dan masalah dalam penelitian atau karya tulis. Google search engine dan turunannya diyakini dapat memudahkan menemukan sumber informasi utama berkualitas. Memberikan hasil yang lebih baik, lebih relevan, memungkinkan Google dianggap sebagai sumber yang dapat dipercaya untuk menemukan informasi di web. Namun, dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menemukan informasi yang berkualitas dan menggunakan google search engine secara baik. Pengetahuan mengenai sumber utama dengan aspek terkait seperti karateristiks sumber utama, Kelebihan dan kekekurangan Sumber Utama, jenis-jenis meruapakah yang tidak boleh dinafikan. Keterampilan dalam menelusuri informasi yang berkualitas dan menggunakan google search engine dan turunanya juga keterampilan yang mesti diasah terus menerus sehingga menjadi ketrampilan yang menyatu dengan penulusuran informasi sumber utama. Mengingat sumber informasi online yang ada di google terutama yang ada di google book yang sering tidak utuh, maka penelusur bisa mendapatkannya di berbagai situs gratis yang menyediakan buku, demikian juga artikel yang ditelusur di google shoolar sering berbayar, maka juga dapat ditemukan di situs situs gratis, namun peran yang tidak kalah pentingya adalah perpustakaan harus menyediakan sumber informasi untuk yang dibutuhkan oleh pencari informasi yang menjadi klien merekaKata Kunci: Pemanfaatan Google, Karya Tulis, Perpustakaan
PENCARIAN INFORMASI OLEH PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN Rini Masri
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 2 (2020): Edisi 2
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v4i2.103

Abstract

Abstract: Information search is a person's activity to obtain information. The information obtained shows the behavior of the informants to meet the required information needs. Information seeking behavior begins when a person feels that his current knowledge is less than the knowledge he needs. To meet this need, a person looks for information using various sources of informationKeyword: Information Search, LibraryAbstrak: Pencarian informasi adalah kegiatan seseorang yang dilakukan untuk mendapatkan informasi. Informasi yang diperoleh menunjukkan perilaku informan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan. Perilaku pencarian informasi dimulai ketika seseorang merasa bahwa ada pengetahuan yang dimilikinya saat itu kurang dari pengetahuan yang dibutuhkannya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut seseorang mencari informasi dengan menggunakan berbagai sumber informasiKata Kunci: Pencarian Informasi, Pemustaka
PEMELIHARAAN BAHAN PUSTAKA SEBAGAI UPAYA DALAM MERAWAT BAHAN PERPUSTAKAAN Evalina Evalina
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2020): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v4i1.70

Abstract

Abstract: Libraries as a source of learning and information will not mean anything and will even be left by users if the products they own (information) cannot be enjoyed anymore. Therefore, library collections must be well maintained so that they are durable and can be used by users. Maintenance is trying not to quickly experience damage and its maintenance must be started from the time the library material was held. Maintenance of library materials is one of the most important activities carried out in the library.Keyword: Maintenance, Library MaterialsAbstrak: Perpustakan sebagai sumber belajar dan informasi, tidak akan    berarti    apa-apa bahkan akan ditinggalkan oleh penggunanya jika produk yang dimilikinya (informasi) tidak dapat dinikmati lagi. Oleh karena itu, koleksi perpustakaan harus dipelihara dengan baik agar tahan lama dan dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Pemeliharaan adalah mengusahakan agar tidak cepat mengalami kerusakan dan pemeliharannya harus dimulai sejak bahan pustaka tersebut diadakan.  Pemeliharaan bahan pustaka merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dilakukan di perpustakaan.Kata Kunci: Pemeliharaan, Bahan Pustaka
ANALISIS SITASI HADITS PADA TESIS MAGISTER PRODI HUKUM KELUARGA KONSENTRASI TAFSIR HADITS UIN SUSKA RIAU Hasanah, Rusydatul; Sudiar, Nining; Amelia, Vita
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 1 (2021): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v5i1.61

Abstract

This study aimed to analyze the citation of hadith, frequency of using hadith, history and type of hadith that are ofted be cited by narrators at the master students' theses of family law study program, specifically hadith interpretation concentration of UIN Suska Riau. The method of this study was descriptive statistic. Data collection techniques were observation and documentation. The result of this study indicates the number of theses from hadith interpretation concentration from 2016-2019 as many as 39 theses, with 218 citations from 2.505 citations that listed on  bibliography of theses with a percentage 79.48%. From 218 hadiths, hadiths that commonly used as reference were narrated by Bukhori as many as 51 hadiths (23.39%) and type of hadith that commonly be cited was  authentic hadith/hadith shohih as many as 168 hadiths
MELAYANI PEMUSTAKA DENGAN BEBAGAI KARAKTER Yendri Buharma
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 2 (2020): Edisi 2
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v4i2.65

Abstract

Abstract: One common problem faced in library services is the variety of characters or patterns of behavior of visitors. For the effectiveness of the services provided, librarians are expected to be able to understand the nature of service to users, the rights and obligations of visitors, how to deal with various characteristics of users, and the importance of nonverbal communication carried out in services in the library.Keyword: Character Reader, Library ServiceAbstrak: Satu masalah umum yang dihadapi dalam pelayanan di perpustakaan adalah beragamnya karakter atau pola tingkah pemustaka.  Untuk efektifnya pelayanan yang diberikan, pustakawan diharapkan dapat memahami tentang hakikat pelayanan kepada pemustaka, hak dan kewajiban pemustaka, cara menghadapi berbagai karakter pemustaka, serta pentingnya komukasi nonverbal dilakukan dalam pelayanan di perpustakaan.Kata Kunci: Karakter Pemustaka, Layanan Perpustakaan
STUDI LITERASI INFORMASI PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN IAIN KEDIRI DENGAN MODEL SEVEN PILLARS SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN Noer Hidayah; Sulaiman Sulaiman
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2020): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v4i1.63

Abstract

Abstract. The ability of information literacy is one of the important factors that determine student success. The ability of information literacy can be increased through a series of activities. The library as part of the university could take this role.  Therefore libraries need to understand literature information literacy as a basis for developing programs. This study intends to analyze user information literacy in the IAIN Kediri library. The study uses a quantitative-descriptive approach. Data collection uses a questionnaire, where the questionnaire indicators are arranged based on the seven pillars model. The population in this study is the IAIN Kediri user.  The number of samples is 100 students, with the sampling method is random sampling. The results showed that the index of user information literacy at the IAIN Kediri library was 2.68 and included in the sufficient category. Literacy skills that are already good are the ability of scope (the ability to distinguish and identify gaps) and the ability of the plan (ability in information retrieval strategies). Literature information literacy capabilities that fall into the sufficient category are identification gather, evaluate, manage, and present. The ability that needs to be improved is the ability to write scientific papers and publish them to social media and electronic media, the ability to use searching procedures and online catalogs to find information or references, the ability to use bibliographic software (such as Mendeley and Zotero).Keyword : Information Literacy, User,  Seven Pillars Model.Abstrak. Kemampuan literasi informasi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan mahasiswa. Kemampuan literasi informasi dapat ditingkatkan melalui serangkaian kegiatan, salah satunya oleh perpustakaan. Oleh karena itu penting bagi perpustakaan untuk memahami literasi informasi pemustaka sebagai dasar pijakan menyusun program kerja. Penelitian ini bermaksud menganalisis literasi informasi pemustaka di perpustakaan IAIN Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Pengumpulan data menggunakan angket, dimana indikator angket disusun berdasarkan model seven pillars. Populasi dalam penelitian ini adalah pemustaka  IAIN Kediri. Jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa, dengan metode pengambilan sampel adalah random atau acak.  Hasil penelitian menunjukan bahwa indeks  literasi informasi pemustaka di perpustakaan IAIN Kediri sebesar 2,68  dan masuk dalam kategori cukup.  Kemampuan literasi yang sudah baik/tinggi adalah kemampuan scope (kemampuan membedakan dan mengidentifikasi kesenjangan) dan kemampuan plan  (Kemampuan dalam strategi pencarian informasi). Kemampuan literasi informasi pemustaka yang masuk kategori cukup adalah identify, gather, evaluate, manage dan present. Kemampuan yang perlu ditingkatkan adalah kemampuan menulis karya ilmiah dan mempublikasikannya ke media media sosial maupun media elektronik, kemampuan menggunakan teknik penelusuran/pencarian dan katalog online untuk mencari informasi/referensi, kemampuan penggunaan software bibiliografi (seperti mendeley dan zotero).Kata kunci: Literasi Informasi, Pemustaka, Model  Seven Pillars.
URGENSI PRESERVASI INFORMASI DALAM KONTEKS ARSIP KELUARGA Mifta Olievia Wardhani
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 5, No 2 (2021): Edisi 2
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v5i2.119

Abstract

Various types of records must have a valuable system for managing and maintaining records. Generally management records activity are managed by records institution in the scale institution, regional, and national. There is one types of records that also needed better management process, that is family records. Family records is one type of arhives that is belong to personal archives or records, every person in the scope of that family must be responsible for taking care their records, this is also known as preserving family records. Preserving family records can be done in a simplest way, such as storing records document in a records shelf or storage box, paying attention in room condition for storing records, and also classified records by their types, its use, and year. The aim of preserving family records are to maintain the information inside that records, preventing records from destructive elements from human error and disaster. And importantly, making information or records retrieval process easier whenever needed in the future.   

Page 7 of 11 | Total Record : 106