cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2020)" : 7 Documents clear
PENGARUH SUBSTITUSI ADITIF MOLASES DENGAN LUMPUR KECAP PADA ENSILASE TANAMAN JAGUNG TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM DOMBA GARUT JANTAN Renaldi Sanjaya; Tidi Dhalika; Rahmat Hidayat
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.31548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi aditif molases dengan lumpur kecap pada ensilase tanaman jagung terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum Domba Garut jantan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian ransum mengandung 70 % silase tanaman jagung pada berbagai substitusi molases dengan lumpur kecap dan 30 % konsentrat, yaitu P0 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% molases serta 30% konsentrat, P1 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan  3,75% molases dan 1,25% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P2 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 2,5% molases dan 2,5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, P3 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 1,25% molases dan 3,75% lumpur kecap serta 30% konsentrat dan P4 = Ransum mengandung 70% silase tanaman jagung dengan 5% lumpur kecap serta 30% konsentrat, tiap perlakuan diulang 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi aditif molases dengan lumpur kecap sampai taraf 5 % pada ensilase tanaman jagung tidak memberikan pengaruh  terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum pada Domba Garut jantan.
KADAR GLUKOSA DAN TRIGLISERIDA AYAM RAS PETELUR FASE LAYER YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) Vina Ristiani Nurmalia; Denny Rusmana; Andi Mushawwir
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.27396

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak pegagan terhadap kadar glukosa dan trigliserida ayam ras petelur fase layer. Penelitian dilakukan selama satu bulan, dimulai bulan Desember 2019 hingga Januari 2020 yang bertempat di kandang ayam ras petelur, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Terdapat 4 kelompok percobaan, ransum tanpa ekstrak pegagan, ransum dengan 0,04% ekstrak pegagan, ransum dengan 0,08% ekstrak pegagan dan ransum dengan 0,12% ekstrak pegagan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan uji ortogonal polinomial. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak pegagan berbeda nyata (p<0,05) pada kadar glukosa dan trigliserida ayam yang dipuasakan, sedangkan untuk kadar trigliserida 1 jam setelah makan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (p>0,05).
JUMLAH HIDUP Tribolium castaneum DAN SUSUT BOBOT POLLARD YANG DICAMPUR DENGAN KULIT KOPI DALAM PENYIMPANAN Ummul Hajar; Denny Rusmana; Iman Hernaman
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.31539

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit kopi terbaik pada pollard terhadap jumlah hidup Tribolium castaneum dan susut bobot pollard yang dicampur kulit kopi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak lima kali. Berdasarkan analisis statistik, menunjukkan bahwa pemberian kulit kopi sampai level 30% pada pollard tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah hidup Tribolium castaneum dan susut bobot pollard yang dicampur kulit kopi (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kulit kopi sampai level 30% tidak dapat digunakan dalam menghambat Tribolium castaneum.  Kata Kunci : kulit kopi, pollard, susut hidup dan Tribolium castaneum
EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT KACANG TANAH DAN BAKTERI LACTOBACILLUS ACIDOPHILUS SEBAGAI SINBIOTIK Mikael Sihite; Yosephine Laura Raynardia Esti Nugrahini; Erick Marcelino Simanjuntak
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.29998

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit kacang tanah dan bakteri Lactobacillus acidophilus sebagai sinbiotik pada fermentasi 24 jam dan setelah penyimpanan pada suhu ruang selama lima hari. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar pada bulan Juli hingga Agustus tahun 2020. Tahap penelitian ini terdiri dari ekstraksi kulit kacang tanah dan selanjutnya inokulasi bakteri Lactobacillus acidophilus ke dalam ekstrak kulit kacang tanah. Ekstrak kulit kacang yang diperoleh dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer lalu bakteri Lactobacillus acidophilus diinokulasikan ke dalam larutan ekstrak kulit kacang dan difermentasikan di dalam inkubator selama 24 jam, hasil fermentasi dibiarkan di dalam suhu ruang hingga lima hari untuk selanjutnya dilakukan pengamatan kedua. Parameter yang diamati untuk fermentasi 24 jam dan setelah penyimpanan suhu ruang selama lima hari adalah pH dan jumlah total koloni bakteri Lactobacillus acidophilus. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui perubahan yang terjadi selama fermentasi 24 jam dan setelah penyimpanan suhu ruang selama lima hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH dan jumlah koloni Lactobacillus acidophilus pada fermentasi 24 jam berbeda nyata dengan kontrol, selanjutnya pH dan jumlah koloni bakteri Lactobacillus acidophilus pada penyimpanan suhu ruang selama lima hari juga berbeda nyata dengan pH dan jumlah koloni bakteri Lactobacillus acidophilus pada fermentasi 24 jam. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa ekstrak kulit kacang tanah dan bakteri Lactobacillus acidophilus sangat efektif untuk difungsikan sebagai sinbiotik. Kata kunci: ekstrak kulit kacang tanah, Lactobacillus acidophilus, sinbiotik ABSTRACTThis research was aimed to know the effectiveness of peanut shell extract and Lactobacillus acidophilus as a synbiotic in 24 hours fermentation and room temperature storage for five days. This research was conducted in Microbiology Laboratory, Faculty of Agriculture, Tidar University in July till August 2020. The stages of this research were extracting the peanut shell and the next was Lactobacillus acidophilus inoculation into the extract. The peanut shell extract was put into Erlenmeyer flask and Lactobacillus acidophilus was inoculated into the extract, incubated, and the first data recorded after 24 hours incubation. The fermented extract was kept in room temperature for five days, and the second data were recorded after. The data recorded for 24 hours incubation and five days room temperature storage were pH and Lactobacillus acidophilus colony total. The data collected was analyzed using t-test to find out the differences occurs in 24 hours fermentation and after five days room temperature storage. The results showed that pH and Lactobacillus acidophilus colony total in 24 hours fermentation was significantly different compared to control. Furthermore, the pH and Lactobacillus acidophilus colony total after five days room temperature storage was significantly different compared to pH and Lactobacillus acidophilus colony total of 24 hours fermentation. It is concluded that peanut shell extract and Lactobacillus acidophilus was highly effective to be functioned as synbiotic. Keywords: peanut shell extract, Lactobacillus acidophilus, synbiotic
PENGARUH ISOFLAVON KACANG KORO PEDANG FERMENTASI DAN IMPLIKASINYATERHADAP ANTIOKSIDAN DAN RASIO KHOLESTEROL LDL/HDL DARAH PUYUH (Coturnix-coturnix japonica L) Sri Utami; Sri Lestari
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.29982

Abstract

Isoflavon adalah golongan senyawa isoflavonoid, bioaktivitas fusiologis senyawa isoflavon mempunyai peranan potensial terhadap dua hal yaitu sebagai antioksidan dan aspek kesehatan manusia dan hewan. Fermentasi kacang koro pedang  menyebabkan perubahan strukturkimia isoflavon dan dapat meningkatkan komponen fungsional biologis yang lebih baik. Isoflavon kacang koro pedang adalah produk fermentasi dari kacang koro pedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isoflavon kacang koro pedang  terhadap kandungan antioksidan SOD dan rasio cholesterol LDL/HDL serum puyuh petelur. Perlakuan pakan yang dicobakan terdiri 5 kelompok kandungan isoflavon kacang koro pedang fermentasi: T-0 (pakan control tidak mengandung isoflavon), T-1, T-2, T3, dan T4 masing-masing mengandung isoflavon kacang koro pedang fermentasi 5,896; 11,792; 17,688; 23,584 mg/100g pakan. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan diulang 6 kali dan setiap ulangan berisi 10 ekor. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Duncant. Materi yang digunakan puyuh petelur sebanyak 300 ekor umur 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isoflavon kacang koro pedang fermentasi di dalam pakan semakin banyak menyebabkan SOD meningkat nyata(p<0.05) dan rasio kholesterol LDL/HDL serum puyuh petelur turun secara nyata(p<0,01).Kesimpulan: penggunaan isoflavon sebanyak 17,688mg/100 g pakan memberikan kandungan antioksi dan SOD dan rasio LDL/HDL darah paling optimal.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK CENTELLA ASIATICA L. TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT DAN DIFERENSIASI LEUKOSIT AYAM PETELUR Titin Patimah; Handi Burhanuddin
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.29318

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 24 hari, bertempat di salah satu peternakan ayam petelur Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Ekstraksi maserasi dan evaporasi dilakukan di laboratorim ternak unggas dan non Ruminansia fakultas peternakan serta laboratorium Sentral Universitas Padjadjaran.Analisis darah dilakukan di Laboratorium Uji Indosains, Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak pegagan terhadap jumlah leukosit dan diferensiasi leukosit pada ayam petelur fase layer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Analisis statistika menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu, Po = pemberian ransum tanpa ekstrak pegagan, P1 = pemberian ransum dengan ekstrak pegagan 0,04%, P2 = pemberian ransum dengan ekstrak pegagan 0,08%, P3 = pemberian ransum dengan ekstrak pegagan 0,12%. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji Sidik Ragam dan Uji Jarak Berganda Duncan. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukan bahwa pemberian ekstrak pegagan pada berbagai level pemberian tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar leukosit (58,83x103/mm3). Namun, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap diferensiasi leukosit pada taraf pemberian ekstrak pegagan 0,12% yang mampu menurunkan basophil (5,31x103/mm3), eosinofil (4,20x102/mm3) dan meningkatkan kadar limfosit (15,18x103/mm3) serta pemberian ekstrak pegagan 0,04% mampu menurunkan kadar neutrofil. Basophil, neutrofil dan limfosit belum mencapai kadar normal, sedangkan eosinofil berada pada ambang batas normal.Kata kunci: Ayam Petelur, Ekstrak Pegagan, Leukosit, Diferensiasi Leukosit
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KADAR AIR, SIFAT FISIK, DAN ORGANOLEPTIK BEKATUL BERAS MERAH Mohamad Haris Septian; Pradipta Bayuaji; Mikael Sihite; Rizqi Nurul Aeni; Wisnu Romadhon
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 2, No 4 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v2i4.29995

Abstract

ABSTRAK Bekatul beras merah merupakan produk samping dari proses penggilingan padi beras merah yang potensial dijadikan sebagai pakan penguat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap sifat fisik bekatul beras merah. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Data yang dihasilkan diuji menggunakan analisis ragam dan jika ada perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Penelitian terdiri dari 5 perlakuan berupa lama penyimpanan yaittu 0, 1, 2, 3, 4 pekan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Pengujian yang dilakukan adalah kadar air, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan metode banting, berat jenis, dan sifat organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa lama penyimpanan nyata (P<0,05) meningkatkan kadar air, menurunkan nilai kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan metode banting, tetapi tidak memengaruhi (P>0,05) berat jenis. Perubahan warna terjadi pada pekan keempat, perubahan bau mulai terjadi pada pekan ketiga, perubahan tekstur dengan adanya gumpalan pada pekan ketiga, serangan serangga pada pekan keempat, tetapi tidak terdeteksi adanya jamur yang terlihat secara kasat mata hingga pekan keempat. Kesimpulan, lama penyimpanan dapat menyebabkan perubahan sifat fisik dan organoleptik bekatul beras merah.Kata kunci: bekatul beras merah, penyimpanan, sifat fisik ABSTRACT Brown rice polish is a by-product from brown rice grinding which is potential to be used as concentrate feed. This research was aimed to find out the effect of storage duration on physical properties of brown rice polish. This research used experimental of Completely Randomized Design (CRD). Data collected was analyzed using analysis of variance and continued by Duncan’s test if the results was significant. This research contained 5 treatments storage duration which are 0, 1, 2, 3, and 4 weeks. Each treatment was replicated by 5 times. The properties tested were water content, bulk density, compacted bulk density, thrown compacted bulk density, specific gravity, and organoleptic properties. The result showed that storage duration was significantly (P<0.05) increased water content, decrease bulk density, compacted bulk density, thrown compacted bulk density while specific gravity was not affected (P>0.05). The color was changed in the fourth week, the scent was changed in in the third week, the texture shown by clotting occur in the third week, presence of insect in the fourth week while there was no presence of fungus seen even in the fourth week. It is concluded that storage duration changed the physical and organoleptic properties of brown rice polish. Keywords: Brown rice polish, storage duration, physical properties, organoleptic properties

Page 1 of 1 | Total Record : 7