cover
Contact Name
Tri Cahyono
Contact Email
tricahyonoubt@gmail.com
Phone
+6282252730211
Journal Mail Official
jbkb.borneo@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan, Jl. Amal Lama, No 1, Tarakan
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo
ISSN : 26850753     EISSN : 26852039     DOI : -
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo (JBKB), mempublikasikan kajian dan hasil penelitian pada ruang lingkup Bimbingan dan Konseling serta pendidikan yang berkaitan dengan Bimbingan dan Konseling. Setiap naskah yang dikirimkan akan ditinjau menggunakan metode peninjauan ganda. Scope Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo (JBKB): Personal Guidance and Counseling Social Guidance and Counseling Career Guidance and Counseling Academic Guidance and Counseling Assessment in Guidance and Counseling Group Guidance Group Counseling Individual Counseling Multicultural Counseling Behavior Analysis and Modification Evaluation and Supervision in Guidance and Counseling Guidance and Counseling Management Mental Hygiene Media of Guidance and Counseling Information Technology in Guidance and Counseling.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 133 Documents
EFEKTIVITAS ECITE DALAM MENINGKATKAN KONSELING INDIVIDUAL VIA TELEGRAM Chandra Dewi; Nadya Citra Palmita; Afi Faturrohmah; Sri Maryati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2338

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan karena adanya penurunan yang signifikan terkait terbatasnya interaksi interaksi antara konseli dan konselor dalam proses konseling tatap muka di tengah pandemi (Covid-19) yang masih melanda Indonesia dan dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model layanan konseling elektronik melalui ECITE (Electronic Counseling In Telegram) dan untuk menguji efektivitas dan solusi media dalam membantu pengguna sebagai solusi situasi konseling individu dalam membantu masalah yang mereka hadapi. Jenis penelitian dan pengembangan (RD) dari (Borg Gall, 1983) mengubah menjadi lima tahap, yaitu (1) pengumpulan data, (2) perencanaan awal aplikasi, (3) uji validasi, dan revisi awal, (4) uji lapangan terbatas dan (5) uji lapangan terbatas dan revisi akhir.hitung lebih besar dari rtabel , maka dinyatakan valid dan uji reliabilitas dengan cronbach's alpha diperoleh hasil sebesar 0,935 0,700 dan tergolong tinggi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen pretest dan posttest dinyatakan layak. Uji coba media konseling mendapat rata-rata pretest 89,7 dan posttest 108,65, hal ini menunjukkan adanya peningkatan persepsi sebelum menggunakan media dan setelah menggunakan media saat konseling, dan dinyatakan berpengaruh (efektif). Kata Kunci : Strategi Adaptive Coping, Caregiver, Lansia AbstrakPenelitian ini dilakukan dikarenakan adanya penurunan yang signifikan terkait terbatasnya mobilitas interaksi antara konseli dan konselor dalam  proses konseling secara langsung bertatap muka  di tengah pandemic (Covid-19) yang masih melanda Indonesia maupun dunia. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah  mengembangkan model layanan konseling elektronik  melalui ECITE (Electronic Counseling In Telegram), serta menguji tingkat efektivitas dan kelayakan media dalam membantu para penggunanya sebagai solusi situasi konseling individual dalam mengentaskan permasalahan yang dihadapinya. Jenis penelitian Research and Development (RD) dari (Borg Gall, 1983) yang dimodifikasi menjadi lima tahapan yaitu (1) pengumpulan data, (2) perencanaan aplikasi awal, (3) uji validasi dan revisi awal, (4) uji lapangan terbatas dan (5) uji lapangan terbatas dan revisi akhir. Hasil penelitian diawali dengan pengolahan data untuk  uji validitas dengan rumus Korelasi Product Moment dengan hasil rhitung lebih besar dari rtabelmaka dinyatakan valid dan uji reliabilitas dengan alpha cronbach memperoleh hasil 0,9350,700 dan berklasifikasi tinggi. Maka, penelitian menunjukan instrumen pretest dan posttest dinyatakan layak. Uji coba media konseling mendapat rata-rata prettest sebesar 89,7 dan posttest sebesar 108,65 hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi sebelum menggunakan media dan sebelum menggunakan media saat berkonseling, dan dinyatakan memberi pengaruh (efektif). Kata Kunci : media layanan konseling, konseling elektronik di telegram
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ABC (ADVENTURE BASED COUNSELING) UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Lidia Anggi Pratiwi; Elia Firda Mufidah
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i1.2004

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan metode penelitian pra-eksperimen dengan menggunakan One Group Pre-Test Post-Test Design. Penelitian ini terdiri dari dua variable yaitu variable X dan variable Y, variabel X adalah ABC, (Adventure Based Counseling) dan variabel Y adalah Interaksi Sosial. Anggota populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Mengnti yang berjumlah 35 siswa terdiri dari 20 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Peneliti mengambil sampel sebanyak 4 siswa yang di pilih berdasarkan hasil tes melalui angket interaksi sosial dengan hasil tes paling rendah dalam tes interaksi sosial. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan mengunakan bantuan SPSS for Windows versi 26.0, dengan menggunakan uji Wilcoxon mendapatkan hasil uji t-test sebesar sig. (0,046) 0,05 yang berarti hipotesis diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik ABC (Adventure Based Counseling) dapat meningkatkan interaksi sosial siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 1 Menganti.Kata Kunci : ABC (Adventure Based Counseling), Interaksi sosial
EFEKTIVITAS KONSELING PERILAKU DENGAN TEKNIK DISENSITISASI SISTEMATIS UNTUK MENGURANGI DAMPAK TRAUMA PADA ANAK KORBAN PERCERAIAN DI DESA BANTENGAN KECAMATAN BANDUNG Yuli Dwi Susanti; Wikan Galuh Widyarto
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i1.1999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak trauma pada anak korban perceraian dan untuk mengetahui efektivitas konseling perilaku dengan teknik disensitisasi sistematis untuk mengurangi dampak trauma pada anak korban perceraian di Desa Bantengan Kecamatan Bandung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimen dengan jenis one group pre-test post-test design. Dalam pemilihan subjek dengan dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Menggunakan empat teknik dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara,dokumentasi dan angket. Penelitian ini dilakukan di Desa Bantengan Kecamatan Bandung. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak korban perceraian di Desa Bantengan yang berjumlah 40 anak. Sedangkan sampel yang diambil berjumlah 8 anak yang mempunyai dampak trauma tinggi akibat korban perceraian. Dalam analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan uji hipotesis dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Hasil dari penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap perubahan dampak trauma pada anak yang telah diberikan layanan konseling perilaku kelompok dengan teknik disensitisasi sistematis. Dari hasil perhitungan uji paired sample t-test didapatkan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 0,05 yang mempunyai arti bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Hal tersebut dapat diartikan bahwa layanan konseling perilaku kelompok dengan teknik disensitisasi sistematis dapat mengurangi dampak trauma pada anak korban perceraian di Desa Bantengan Kecamatan Bandung.Kata Kunci : Trauma, Teknik Disensitisasi Sistematis, Anak
PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PROBLEM SOLVING TENTANG MANAJEMEN WAKTU BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 4 SEWON Lu’luun Nafisah; Ariadi Nugraha; Sri Hartini; Siti Muyana
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2344

Abstract

ABSTRACTThis study aims to develop a training module using problem solving techniques on study time management for class VII students at SMP Negeri 4 Sewon. The type of research used in this research is Research and Development (RnD) using a 4D model (Define, Design, Development and Dissemination). Based on the results of interviews that have been conducted by researcher, it can be seen that there are still many students who find the difficult to do assignments, students are not aware of the importance of learning and lack of awareness of students to do assignments. Thus, to assist students in learning time management, one of them is by using a training module. This research produces a product in the form of a training module on learning time management. The result of the material expert test obtained a score of 89.58 in the very good category, the media expert test obtained a score of 85 in the very good category and the expert test on guidance and counseling services obtained a score of 77 very good categories. Thus, the training module on study time management for grade VII students of SMP Negeri 4 Sewon is feasible to use. Keywords: learning time management, students, training module AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pelatihan dengan menggunakan teknik problem solving tentang manajemen waktu belajar untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Sewon. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (RnD) dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Development and Dissesmination). Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti, dapat diketahui bahwa masih banyak siswa yang merasa kesulitan untuk mengerjakan tugas, siswa belum sadar akan pentingnya belajar dan kurangnya kesadaran siswa untuk mengerjakan tugas. Dengan demikian, untuk membantu siswa dalam manajemen waktu belajar salah satunya dengan menggunakan modul pelatihan. Penelitian ini menghasilkan produk berupa modul pelatihan tentang manajemen waktu belajar. Hasil uji ahli materi diperoleh skor 89,58 kategori sangat baik, uji ahli media diperoleh skor 85 kategori sangat baik dan uji ahli layanan bimbingan dan konseling diperoleh skor 77 kategori sangat baik. Dengan demikian, modul pelatihan tentang manajemen waktu belajar untuk siswa kelas VII SMP Negeri 4 Sewon layak untuk digunakan.  Kata kunci: manajemen waktu pembelajaran, siswa, modul pelatihan
PELAKSANAAN KONSELING TERHADAP PECANDU NARKOBA (STUDI KASUS DI YAYASAN SEKATA KOTA TARAKAN) Riska Putri Septiyani; Siti Rahmi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1761

Abstract

Pecandu narkoba di Indonesia semakin tahun semakin meningkat. Mulai dari aparatur negara, ibu rumah tangga hingga pelajar. Pecandu narkoba yang ingin pulih harus mengikuti program rehabilitasi. Dalam proses pemulihan konselor akan menggali permasalahan dan penyebab penyalahgunaan dari para pecandu narkoba. Dalam proses penggalian masalah tersebut konselor akan menggunakan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan konseling terhadap pecandu narkoba. Jenis penelitian ini adalah  penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang konselor yang berkerja di Yayasan Sekata Kota Tarakan.  Teknik  pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan verification (conclusion drawing). Hasil penelitian bahwa proses pelaksanaan konseling terhadap pecandu narkoba di Yayasan Sekata Kota Tarakan ada dua yaitu, konseling individu dengan teknik motivational interviewing (MI) dan cognitive behavior therapy (CBT) dan konseling kelompok. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan kedepannya peneliti selanjutnya dapat lebih mendalam membahas mengenai teknik konseling dalam penyelesaian terhadap pecandu narkoba.Kata Kunci : Konseling, Pecandu Narkoba
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN SOSIODRAMA DALAM MENGURANGI KECEMASAN BERKOMUNIKASI REMAJA DI NAGARI PANTI SELATAN KABUPATEN PASAMAN Rezy Widya Fatma; Alfi Rahmi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2339

Abstract

ABSTRACTThis study departs from the phenomenon of the existence of teenagers who experience communication anxiety where teenagers are nervous when communicating with new people, shaking and hesitating when expressing opinions in front of a crowd and their facial color changes when asked to talk to a crowd. The aim of this study is to determine the effectiveness of group guidance services using sociodrama in reducing communication anxiety among adolescents in the southern village of the Pasaman Regency.This research is a pre-experimental research with One Group Pretest Posttest Design model. The population is several youths of the southern village village, while the research sample is teenagers who experience high communication anxiety based on the purposive sampling technique and the results of the pretest. The data collection instrument is a Liker scale. The data analysis technique uses the homogeneity test and the Wilcoxon test, while the data analysis requirements use the SPSS version 15 hypothesis test.The research results that have been known from the Wilcoxon test results show differences between the pretest and posttest scores. From the calculation results of the Wilcoxon test, a significant p-value of 0.005 was obtained. Based on the applicable provisions, it is known that the Wilcoxon Sig p-value test result is 0.005 (0.05) which means Ha is accepted and Ho is rejected. From the calculation results of the Wilcoxon test, it can be concluded that there is a decrease in adolescent communication anxiety for pretest and posttest through group guidance services using sociodrama. Keywords: Group Guidance Services Using Sociodrama, Communicating Anxiety ABSTRAK Penelitian ini beranjak dari fenomena terdapatnya remaja yang mengalami kecemasan berkomunikasi dimana remaja gugup ketika berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal, gemetar dan ragu-ragu ketika menyampaikan pendapat dihadapan orang banyak serta adanya rona wajah yang berubah saat disuruh untuk berbicara dengan orang banyak. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas layanan bimbingan kelompok menggunakan sosiodrama dalam menggurangai kecemasan berkomunikasi remaja di nagari panti selatan kabupaten pasaman.Penelitian ini adalah penelitian Pre Ekperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasi adalah beberapa remaja nagari panti selatan, sedangkan sampel penelitian adalah remaja yang mengalami kecemasan berkomunikasi yang tinggi berdasarkan teknik pusposive sampling dan hasil dari pretest. Instrument pengumpulan data adalah skala liker. Teknik analisis data menggunakan uji homogenitas dan uji Wilcoxon, sedangkan persyaratan analisis data menggunakan uji hipotesis SPSS versi 15.Hasil penelitian yang telah diketahui dari hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan anatara nilai pretest dan posttest. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon di peroleh nilai signifikan p-value sebesar 0,005. Berdasarkan ketentuan yang berlaku diketahui hasil uji Wilcoxon Sig p-value sebesar 0,005 α (0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon sapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan kecemasan berkomunikasi remaja untuk pretest dan posttest melalui layanan bimbingan kelompok menggunakan sosiodrama.Kata kunci: Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Sosiodrama, Kecemasan Berkomunikasi
EFEKTIFITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANAGEMEN WAKTU BELAJAR SISWA SMA IT GRANADA SAMARINDA Dwi Sona; Ulfa Dwi Yanti
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v2i2.1756

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektifitas dari layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management untuk meningkatkan manajemen waktu belajar peserta didik SMA IT Granada Samarinda. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Su mber data dari penelitian yaitu dari guru BK, wali kelas, dan peserta didik SMA Granada Samarinda. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan wawancara, observasi, dan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian dan analisis dari penelitian ini dapat disimpulkan yaitu, bahwa permasalahan kurangnya kemampuan peserta didik dalam mengelola waktu belajar di rumah ataupun di sekolah tidak efektif dan efisien. Permasalahan kurangnya kemampuan peserta didik untuk memanajemen waktu belajarnya merupakan permasalahan kemandirian, kedisiplinan, dan motivasi dari peserta didik itu sendiri. Kesimpulannya adalah dengan memberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management efektif untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengelola waktunya dalam belajar. Saran terhadap permasalahan ini yaitu, guru bimbingan dan konseling agar lebih memperhatikan permasalahan yang seperti ini dan menindak lanjutinya dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management.Kata Kunci: Efektivitas Bimbingan Kelompok, Teknik Self Management, dan Kemampuan Manajemen Waktu Belajar
STRATEGI KOPING ADAPTIF DALAM MEREDUKSI STRES CAREGIVER LANSIA Bambang Setiawan
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i1.2005

Abstract

Secara alamiah, munculnya stres merupakan reaksi individu untuk menyesuaikan diri terhadap stressor atau sumber stres yang dihadapinya. Strategi koping sangat dibutuhkan oleh para caregiver, khususnya sangat menghadapi stressor dari tuntutan pekerjaan yang dilakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stres yang dialami caregiver lansia dan strategi koping yang digunakan oleh caregiver lansia di salah satu Panti Wreda yang berada di Kota Cirebon. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang memandang realitas sosial sebagai sesuatu yang holistik, kompleks, dinamis dan penuh makna, serta memfokuskan pada keseluruhan situasi sosial yang diteliti meliputi aspek tempat, pelaku dan aktivitas yang berinteraksi secara sinergis. Adapun teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, peneliti dengan sengaja memilih individu sebagai partisipan dan lokasi penelitian yang akan diteliti dan dipahami fenomena utamanya. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh hasil bahwa ketiga caregiver di salah satu panti wreda yang berada di Kota Cirebon mengalami kategori stres yang berbeda. Inf. 1 mengalami stres kategori sedang, sementara Inf. 2 dan Inf. 3 mengalami stres kategori ringan. Adapun strategi koping yang digunakan oleh para caregiver meliputi: a) koping berfokus pada masalah (problem focused coping); dan b) koping berfokus pada emosi (emotion focused coping), yang dilakukan secara adaptif menyesuaikan dengan sumber stres (stressor) yang diterima oleh para caregiver).Kata Kunci : Strategi Koping Adaptif, Caregiver, Lansia
EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA CYNEMA THERAPHY UNTUK MENINGKATKAN SELF EFFICACY SISWA Iga Vinaya Aginza; Maghfirotul Lathifah
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i1.2000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media cynema theraphy dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan self efficacy pada siswa. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian One Group Pre-Test Post-Test Design. Penelitian ini terdiri dari variabel terikat yaitu self efficacy dan variabel bebas yaitu adalah layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media cynema theraphy. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA dan SMK di RT 3 dan 4 di Desa Kepuh Kiriman, dari populasi itu diambil sampel penelitian 5 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat peningkatan rata-rata skor self efficacy siswa di Desa Kepuh Kiriman dari nilai rata-rata pre-test 36,2 dalam kategori rendah dan skor rata-rata setelah siswa diberikan treatment, rata-rata hasil post-test 66 dalam kategori tinggi. Sehingga, membuktikan bahwa adanya pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan media cynema theraphy dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan self efficacy siswa.Kata Kunci: Cynema Therapy, Bimbingan Kelompok, Self Efficacy
PROFIL SELF CONTROL MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI PROKRASTINASI AKADEMIK DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Yogga Bristone; Zulfikar Zulfikar; Septya Suarja
Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbkb.v3i2.2345

Abstract

ABSTRACTThe problem of this research is motivated by the existence of students who are less able to control themselves in the lecture process, there are students who like to procrastinate in completing lecture assignments, and students who like to be late in attending lecture classes. The purpose of this study is to describe: student self-control in overcoming academic procrastination in terms of the ability to control behavior, the ability to control the stimulus, the ability to anticipate an event or events, the ability to interpret events or events, and the ability to make decisions. quantitative descriptive The research population was 280 students. The sampling technique used is simple random sampling. The number of samples in this study was 164 respondents. The instrument used is a questionnaire. Data analysis with interval scores. The results of this study revealed that in general students' self-control in overcoming academic procrastination was in the high category. Furthermore, it can be seen from the indicators: 1) ) Self control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability to control behavior is in the high category, 2) Self control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability to control stimulus is in the fairly high category, 3) Self control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of the ability to anticipate an event or event is in the high category, 4) Self-control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability to interpret events or events is in the high category, 5) Self-control of students in overcoming academic procrastination based on indicators of ability decision making is in the fairly high category. Based on the findings of this study, it is recommended for students to be able to further improve self-control so that they are able to overcome academic procrastination in lectures. Keywords : Self Control, Academic Procrastination ABSTRAKPermasalahan  penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih adanya mahasiswa yang kurang dapat mengontrol dirinya dalam menjalani proses perkuliahan, adanya mahasiswa yang suka menunda dalam menyelesaikan tugas perkuliahan , dan mahasiswa yang suka terlambat dalam mengikuti kelas perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik dilihat dari aspek kemampuan mengontrol perilaku, kemampuan mengontrol stimulus, kemampuan mengantisipasi suatu peristiwa atu kejadian, kemampuan menafsikan peristiwa atau kejadian, dan kemampuan mengambil keputusan.Penelitian   ini   dilakukan   dengan   menggunakan   metode   deskriptif kuantitatif Populasi penelitian adalah 280 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini  164 orang responden. Instrumen yang digunakan berupa angket. Analisis data  dengan skor interval. Hasil penelitian ini mengungkapkan secara umum  self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berada pada kategori tinggi. Selanjutnya dilihat dari indikator:  1) ) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengontrol perilaku berada pada kategori tinggi, 2) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengontrol stimulus berada pada kategori cukup tinggi, 3) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengantisipasi suatu peristiwa atau kejadian berada pada kategori tinggi, 4) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan menafsirkan peristiwa atau kejadian berada pada kategori tinggi, 5) Self control mahasiswa dalam mengatasi prokrastinasi akademik berdasarkan indikator kemampuan mengambil keputusan berada pada kategori cukup tinggi. Berdasarkan temuan penelitian ini direkomendasikan kepada mahasiswa agar dapat lebih meningkatkan self control sehingga mampu untuk mengatasi prokrastinasi akademik dalam perkuliahan. Kata Kunci : Self Control, Prokrastinasi Akademik

Page 7 of 14 | Total Record : 133