cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 2,344 Documents
Hubungan Jumlah Item Obat Dengan Potensi Kejadian Interaksi Obat Di Intensive Care Unit Rumah Sakit Efarina Pematangsiantar Berliana Christina Nainggolan; Oshin Maria Nainggolan; Arsiaty Sumule
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12504

Abstract

Pasien yang dirawat di ruang ICU umumnya memiliki kondisi medis yang kompleks dan kritis, sehingga memerlukan berbagai jenis obat dalam satu waktu. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan terjadinya interaksi antar obat yang berisiko mengganggu efektivitas terapi dan membahayakan keselamatan pasien. Polifarmasi menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan deskriptif analitik. Data diperoleh dari 78 rekam medis pasien ICU Rumah Sakit Efarina Pematang Siantar selama Januari–Desember 2024. Penilaian interaksi obat dilakukan menggunakan basis data Micromedex dan Medscape, sedangkan analisis statistik dilakukan dengan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara jumlah item obat dan potensi kejadian interaksi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 97,4% pasien mengalami potensi interaksi obat, dengan total 579 kasus yang teridentifikasi. Jenis interaksi paling umum adalah interaksi farmakodinamik (61,5%), dan mayoritas dikategorikan sebagai interaksi dengan tingkat keparahan berat (62,4%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah obat yang diberikan dan potensi interaksi obat (p = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa jumlah obat yang tinggi pada pasien ICU secara signifikan berkorelasi dengan meningkatnya risiko interaksi obat. Oleh karena itu, pemantauan dan evaluasi terapi obat secara komprehensif sangat penting untuk mengurangi risiko efek samping yang merugikan
Analisis Permasalahan Guru Dalam Penerapan Model Project Based Learning Pada Materi Ekosistem Di SMA Negeri 1 Babalan. Tiar Mayasari Sitanggang; Priska Kaban; Puspita Sari Tarigan; Diana Vera Wati Situmorang; Widya Arwita
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi guru pada penerapan Project Based Learning (PjBL) pada materi ekosistem di SMA Negeri 1 Babalan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Subjek penelitian terdiri atas guru biologi yang terlibat langsung pada pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala utama yang dihadapi guru, yaitu keterbatasan sarana dan sumber belajar, partisipasi siswa yang belum merata, pemahaman guru terkait konsep dan implementasi PjBL yang masih terbatas, serta keterbatasan waktu pembelajaran. Kendala-kendala tersebut memengaruhi efektivitas penerapan model PjBL pada materi ekosistem. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi serta memberikan gambaran bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis proyek di sekolah
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Umbi Porang (Ammorphophallus muelleri Blume) Pada Streptococcus pyogenes, Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli Teguh Adiyas Putra; Mariam Ulfa; Ratu Faradhifa Ananda Tiany
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12769

Abstract

 Penelitain ini bertujuan untuk menetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) terhadap bakteri Streptococcus pyogenes, Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli serta untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder pada tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume). Ekstrak dibuat dengan menggunakan metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 3x24 jam. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) yaitu 10%, 15%, 20%, dan 25%, dan dilakukan skrining senyawa metabolit sekunder menggunakan uji tabung dan pengujian Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan Fourier Transform Infrared (FTIR) . Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa ekstrak umbi porang (Amorphophallus muelleri Blume) memiliki aktvitas antibakteri terbesar pada konsentrasi 25% dengan hasil rata-rata diameter pada tiap bakteri uji  10,01 mm dan diamaeter zona hambat terendah menunjukan nilai rata rata 6,16 mm, serta positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Hasil analisis data menggunakan SPSS menunjukan hasil data yang terdistribusi normal dan homogen dengan hasil p0,05, dan data menunjukan hasil p0,05 pada uji ANOVA yang menunjukan adanya perbedaan yang signifikan pada variasi konsentrasi, sehingga ekstrak umbi porang berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza ) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Nuraisyah Fitri Lesti; Suci Rahmawati; Septi Wulandari; Putri Mulia; Yona Harianti Putri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13363

Abstract

Penggunaan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dapat menimbulkan masalah resistensi, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak terhadap bakteri Escherichia coli. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi, kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Escherichia coli. Variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif, sedangkan ciprofloxacin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli mulai terbentuk pada konsentrasi 20% sebesar 0,10±0,17 mm, kemudian meningkat pada konsentrasi 40% sebesar 0,75±0,22 mm, 60% sebesar 2,18±0,67 mm, dan mencapai nilai tertinggi pada konsentrasi 80% sebesar 5,78±1,66 mm. Sementara itu, kontrol positif menunjukkan daya hambat yang sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang temulawak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli, yang ditunjukkan dengan terbentuknya clear zone dan meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi.
Pengaruh Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi Terhadap Minat Baca Di Sekolah Dasar Harumi Siregar; Hafni Sari Nasution; Fitri Humairah; Anesia Octavia Purba; Lavenia Claudia Nainggolan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi terhadap minat baca siswa sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di kelas V SDN 060861 Medan dengan jumlah partisipan sebanyak 29 siswa sebagai partisipan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan teknik observasi langsung terhadap kegiatan literasi yang meliputi membaca teks, menjawab pertanyaan, dan menuliskan kembali isi bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa aktif terlibat dalam kegiatan literasi, yang mencerminkan peningkatan minat baca serta keterlibatan mereka selama proses pembelajaran. Siswa yang masuk dalam kategori aktif memperlihatkan antusiasme tinggi, respons cepat, serta konsistensi dalam mengikuti rangkaian kegiatan.Hasil ini mengindikasikan bahwa penerapan pembelajaran berbasis literasi memberikan kontribusi positif terhadap motivasi membaca dan kemampuan pemahaman siswa. Selain itu, penggunaan teks yang kontekstual, strategi interaktif, dan kegiatan menulis reflektif turut memperkaya pengalaman membaca siswa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya dukungan guru dan penyediaan lingkungan membaca yang kondusif agar minat baca dan keterampilan literasi siswa dapat berkembang secara optimal. Disarankan pula agar praktik literasi diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran serta terus diinovasikan agar dapat menjaga semangat membaca siswa
Perspektif Farmasetis dan Klinis Terhadap Penggunaan Tablet Fast Disintegrating Kharisma Zahrotul Aulia; Devi Ratna Sari; Tasya Afriani Saputri; Atika Atika
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12944

Abstract

Tablet fast disintegrating (FDT) atau orally disintegrating tablets (ODT) merupakan inovasi bentuk sediaan oral yang dirancang untuk hancur dengan cepat di rongga mulut tanpa memerlukan air, sehingga meningkatkan kenyamanan penggunaan dan kepatuhan pasien. Artikel ini meninjau secara naratif aspek farmasetis dan klinis FDT, mencakup konsep dasar, formulasi, teknologi pembuatan, inovasi terkini, serta tantangan dan prospek pengembangannya. Dari sisi farmasetis, keberhasilan formulasi FDT sangat bergantung pada pemilihan bahan aktif dan Superdisintegrant seperti crospovidone, croscarmellose sodium, atau sodium starch glycolate, serta penerapan metode produksi seperti direct compression, Lyophilization, dan 3D printing. Inovasi terbaru melibatkan penggunaan nanoteknologi, co-processed excipients, dan teknologi digital untuk meningkatkan kecepatan disintegrasi, stabilitas, dan personalisasi dosis. Secara klinis, FDT memberikan manfaat nyata berupa peningkatan kepatuhan, kenyamanan, dan percepatan onset efek terapeutik, terutama pada pasien anak, lansia, dan disfagia. Namun, tantangan seperti stabilitas terhadap kelembapan, keterbatasan dosis tinggi, dan biaya produksi masih menjadi kendala utama. Ke depan, pengembangan berbasis polimer alami, teknologi digital, serta pendekatan in-vitro–in-vivo correlation (IVIVC) diharapkan mampu mengoptimalkan performa FDT agar menjadi bentuk sediaan oral unggulan yang cepat, aman, dan personalisasi bagi pasien
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN APLIKASI CANVA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI SISWA KELAS XI DI MAN 2 MODEL MEDAN Dwi Fadhilah Putri; Martina Restuati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13928

Abstract

Ketersediaan media pembelajaran yang menarik dan variatif belum optimal dalam menunjang proses pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan, kevalidan, kepraktisan dan efektifitas dari media pembelajaran interaktif berbasis Problem Based Learning berbantuan aplikasi Canva pada materi sistem ekskresi di MAN 2 Model Medan yang dikembangkan terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XI. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI-F1B yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Development dan Disseminate). Instrumen yang digunakan terdiri dari pedoman wawancara, angket validasi ahli materi, ahli pembelajaran dan ahli media, angket kepraktisan respon guru dan siswa, serta instrumen tes berupa 20 soal pilihan berganda. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data diperoleh persentase validitas pengembangan sebesar 88,33% dari ahli materi, 92,5% dari ahli pembelajaran dan 94,16% dari ahli media dengan masing-masing persentase dalam kriteria “sangat layak”. Hasil analisis angket kepraktisan respon guru sebesar 95% dengan kriteria “sangat layak” serta skor respon siswa sebesar 87,67% pada uji kelompok kecil dan 95,89% pada uji kelompok besar dengan kriteria “sangat baik”. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari hasil persentase nilai pretest sebesar 56,83 dan posttest sebesar 91,16 dengan N-Gain score sebesar 0,78 berada pada kategori tinggi dan efektif. Dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan valid, sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI-F1B di MAN 2 Model Medan
Analisis Faktor Risiko Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2023 Aisyah Nadhira; Alamsyah Lukito; Mayang Sari Ayu; Agus Sumedi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12113

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan data WHO tercatat bahwa Indonesia berada pada posisi kedua dengan jumlah penderita tuberkulosis paru terbanyak di dunia sebanyak 969.000 kasus tuberkulosis paru. Pada tahun 2023, Sumatera Utara menempati urutan ke-6 sebagai provinsi dengan kasus tuberkulosis paru terbesar sebanyak 19.147 kasus dan penemuan yang tertinggi pada KotaMedan, Binjai dan Pematangsiantar. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko pada pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Haji Medan tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil: Distribusi dan persentase karakteristik pada penelitian ini mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 65,7% dengan usia mayoritas 46- 65 tahun sebanyak 56,5%, serta status gizi mayoritas underweight sebanyak 90,7%, yang mayoritas disertai dengan penyakit penyerta sebanyak 52,8%. Distribusi dan persentase pasien tuberkulosis paru pada penelitian ini mayoritas positif tuberkulosis paru sebanyak 62,0%. Terdapat hubungan jenis kelamin dengan pasien tuberkulosis paru (p=0.013).Terdapat hubungan usia dengan pasien tuberkulosis paru (p=0.039).Terdapat hubungan status gizi dengan pasien tuberkulosis paru (p=0.009).Terdapat hubungan penyakit penyerta dengan pasien tuberkulosis paru (p=0.033). Kesimpulan: Terdapat hubungan usia, jenis kelamin, status gizi, penyakit penyerta dengan pasien tuberkulosis paru
Uji Efektivitas Anti Diabetes Ekstrak Etanol Daun Ulam Raja (Cosmos caudatus K.) Pada Tikus Jantan Putih (Galur wistar) Yang Diinduksi Streptozotocin Dan Nicotinamide Anggun Syafitri; Siti Rahmah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13054

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dan diidentifikasi oleh kadar glukosa darah yang tinggi atau dikenal sebagai hiperglikemia. Kondisi ini berkaitan dengan berbagai kelainan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin akibat kerusakan sel beta pankreas, penurunan sensitivitas insulin, atau kombinasi keduanya. Namun, penggunaan obat sintetis secara terus-menerus juga berisiko menyebabkan berbagai efek samping lainnya, seperti gangguan saluran pencernaan dan hati, edema perifer, sakit kepala, batuk, hiperkalemia, gangguan rasa, apnea tidur, disfungsi ereksi, dan angioedema. Oleh karena itu, alternatif terapi yang lebih aman berdasarkan bahan alami sangat dibutuhkan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antidiabetes adalah daun king ulam (Cosmos cauvdatus K.), yang mengandung senyawa flavonoid seperti quercetin dan kaemferol. Senyawa ini bersifat antioksidan, mampu melindungi sel beta pankreas, dan meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam otot melalui aktivasi jalur AMPK. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak etanol daun king ulam (Cosmos cauvdatus K) sebagai antidiabetes pada tikus yang diinduksi streptozotocin dan nikotinamida, membandingkan efektivitasnya dengan glibenklamida, dan menganalisis dosis ekstrak etanol daun king ulam yang paling efektif sebagai antidiabetes. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental pada 25 tikus jantan putih (galur Wistar) yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na-CMC) 0,5%, kontrol positif (Glibenklamida 0,45 mg/kgBB), EEVDUR dosis 100 mg/kgBB, EEVDUR 200 mg/kgBB, dan EEVDUR 400 mg/kgBB. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa EEVDUR mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan pada tikus dan memiliki efektivitas yang setara dengan glibenklamida. Dosis EEVDUR 400 mg/kgBB menunjukkan efek paling optimal sebagai antidiabetes. Hasil ini mendukung potensi penggunaan daun king ulam sebagai terapi alternatif yang lebih aman dalam pengelolaan diabetes melitus
MUTASI DAN PERUBAHAN JUMLAH KROMOSOM PADA PENDERITA LEUKIMIA Rika Armiati; Ratna Dewi Munthe; Fauziyah Harahap; Syahmi Edi; Herbert Sipahutar
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.14073

Abstract

Leukemia merupakan salah satu keganasan hematologi yang ditandai oleh proliferasi abnormal sel darah akibat gangguan pada proses hematopoiesis. Perkembangan ilmu biologi molekuler menunjukkan bahwa leukemia tidak hanya disebabkan oleh gangguan fisiologis, tetapi juga berkaitan erat dengan mutasi genetik serta perubahan struktur dan jumlah kromosom. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan hubungan antara mutasi gen dan perubahan jumlah kromosom dengan kejadian leukemia, serta mengidentifikasi peran faktor genetik dan lingkungan pada pasien.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif sederhana. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara terhadap pasien leukemia di Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Variabel yang diamati meliputi riwayat keluarga sebagai indikator faktor genetik serta kajian literatur terkait jenis perubahan genetik pada leukemia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien tidak memiliki riwayat keluarga dengan leukemia, sehingga mengindikasikan bahwa penyakit ini lebih dominan disebabkan oleh mutasi somatik daripada faktor herediter. Selain itu, terdapat indikasi bahwa faktor lingkungan seperti paparan bahan kimia turut berperan sebagai pemicu mutasi genetik. Berdasarkan kajian literatur, perubahan genetik yang umum ditemukan meliputi mutasi gen, translokasi kromosom yang menghasilkan gen fusi, serta aneuploidi seperti trisomi dan monosomi. Perubahan tersebut menyebabkan gangguan proliferasi, diferensiasi, dan apoptosis sel darah, sehingga terjadi akumulasi sel abnormal. Kesimpulannya, leukemia merupakan penyakit multifaktorial yang terutama disebabkan oleh mutasi genetik somatik dengan kontribusi faktor lingkungan. Pemahaman mengenai perubahan genetik sangat penting dalam mendukung diagnosis, klasifikasi, serta penentuan terapi yang tepat pada penderita leukemia