cover
Contact Name
Sudoko
Contact Email
masdoko93@gmail.com
Phone
+628562882330
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 13 Ungaran Kabupaten Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
INSPIRASI: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam
ISSN : 25485717     EISSN : 25984268     DOI : -
Core Subject : Education,
INSPIRASI - Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam UNDARIS Kabupaten Semarang dua kali dalam satu tahun. Jurnal ini mempunyai spesifikasi sebagai media publikasi untuk mengkomunikasikan hasil kajian pemikiran serta hasil-hasil penelitian dalam bidang Pendidikan Islam. Redaksi sangat mengharapkan para penulis dan ahli Pendidikan Islam dapat turut memberikan kontribusi naskahnya dalam jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi" : 7 Documents clear
Pengaruh Skill Manajerial Kepala Madrasah Terhadap Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (Mbs) Di Mts Tarbiyatul Athfal Nambuhan Grobogan Witanti, Fitria Nita
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.996 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.11

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Skill Manajerial Kepala Madrasah Terhadap Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di MTs Tarbiyatul Athfal Nambuhan Grobogan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui Quesioner, Interview, Observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah guru MTs Tarbiyatul Athfal Nambuhan, yang sekaligus dijadikan sampel dengan jumlah 20 guru. Hasil analisis data, menunjukan bahwa kedua variabel termasuk dalam kategori baik yaitu variabel X dengan mean 74,85 sedangkan variabel Y dengan mean 69,3. Sedangkan, pengaruh skill manajerial kepala madrasah terhadap implementasi manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam uji korelasi pearson product moment diketahui sebesar 0,776. Selanjutnya didapat: Freg = 27,254. Perbandingan antara Freg dengan Ftabel, yaitu pada taraf signifikansi 1% dan 5% diperoleh Freg > Ftabel. Sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang diajukan oleh penulis diterima. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan peneliti dapat diterima kebenarannya yang berarti ada pengaruh positif antara skill manajerial kepala madrasah terhadap implementasi manajemen berbasis sekolah (MBS) di MTs Tarbiyatul Athfal Nambuhan. Semakin baik skill manajerial yang dikuasai kepala madrasah, maka semakin baik pula implementasi MBS di madrasah.Kata Kunci:     skill manajerial kepala madrasah; implementasi manajemen berbasis sekolah. This study aims to determine the influence of Madrasah Head Manager's Skill on School Based Management Implementation (MBS) at MTs Tarbiyatul Athfal Nambuhan Grobogan. This research uses descriptive research type with quantitative approach. While the data collection techniques in this study is through Quesioner, Interview, Observation and documentation. Population in this research is MTs teacher Tarbiyatul Athfal Nambuhan, which also used as sample with number of 20 teacher. The results of data analysis, showed that both variables included in either category ie variable X with mean 74.85 while variable Y with mean 69.3. Meanwhile, the influence of madrasah head managerial skill on school-based management (MBS) implementation in Pearson product moment correlation test is known as 0.776. Hereinafter obtained: Freg = 27,254. Comparison of Freg with Ftabel, that is at significance level 1% and 5% obtained Freg> Ftabel. So it can be concluded the hypothesis proposed by the authors accepted. Thus, the hypothesis proposed by the researcher can be accepted by the truth which means there is a positive influence between managerial skill of madrasah head towards implementation of school based management (MBS) in MTs Tarbiyatul Athfal Nambuhan. The better the managerial skills controlled by madrasah head, the better is the implementation of SBM in the madrasah.
Struktural Fungsional Robert K. Merton: Aplikasinya Dalam Kehidupan Keluarga Adibah, Ida Zahara
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.294 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.12

Abstract

Abstrak ‘Struktural Fungsional’ merupakan hasil pengaruh yang sangat kuat dari teori sistem umum di mana pendekatan fungsionalisme yang diadopsi dari ilmu alam khususnya ilmu biologi, menekankan pengkajiannya tentang cara-cara mengorganisasikan dan mempertahankan sistem. Dan pendekatan strukturalisme yang berasal dari linguistik, menekankan pengkajiannya pada hal-hal yang menyangkut pengorganisasian bahasa dan sistem sosial. Fungsionalisme struktural atau ‘analisa sistem’ pada prinsipnya berkisar pada beberapa konsep, namun yang paling penting adalah konsep fungsi dan konsep struktur. Dalam pengantarnya, Merton menunjukkan rasa kekhawatiran yang sama tentang fungsionalisme kontemporer yang para antropolog awal gagal untuk menyelesaikannya. Merton dalam pandangan teori fungsional mempertanyakan 3 postulat : (1) kesatuan funsgsional dari sistem sosial, (2) Universalitas fungsional dari sistem sosial, (3) indisipensability fungsional untuk sistem sosial. Masyarakat dianggap terdiri dari bagian-bagian yang secara teratur saling berkaitan. Walaupun skema paradigma Merton merupakan penyempurnaan dari fungsionalisme yang lebih awal, tetapi dia masih tetap saja menekankan kesatuan, stabilitas dan harmoni sistem sosial. Fungsionalisme Struktural tidak hanya berlandaskan pada asumsi-asumsi tertentu tentang keteraturan masyarakat, tetapi juga memantulkan asumsi-asumsi tertentu tentang hakikat manusia. Penerapan teori Struktural Fungsional dalam konteks keluarga terlihat dari struktur dan aturan yang ditetapkan. Keluarga adalah unit universal yang memiliki peraturan, seperti peraturan untuk anak-anak agar dapat belajar untuk mandiri. Tanpa aturan atau fungsi yang dijalankan oleh unit keluarga, maka unit keluarga tersebut tidak memiliki arti (meaning ) yang dapat menghasilkan suatu kebahagiaan.Kata Kunci:     fungsionalisme struktural; aplikasi, keluarga 'Functional Structural' is the result of the powerful influence of general system theory in which the approach of functionalism adopted from the natural sciences, especially biological science, emphasizes its assessment of ways of organizing and maintaining the system. And structuralism approach derived from linguistics, emphasizing its assessment on matters involving the organization of language and social system. Structural functionalism or 'system analysis' in principle revolves around several concepts, but the most important is the concept of function and structure concept. In his introduction, Merton shows the same concern about contemporary functionalism that early anthropologists failed to solve. Merton in the view of functional theory poses three postulates: (1) the functional unity of the social system, (2) the functional universality of the social system, (3) functional indisipensability for the social system. Society is considered to consist of parts that are regularly interrelated. Although Merton's paradigm scheme is a refinement of earlier functionalism, it still emphasizes the unity, stability and harmony of the social system. Structural functionalism is not only based on certain assumptions about the regularity of society, but also reflects certain assumptions about human nature. The application of Functional Structural theory in the context of the family is seen from the structure and rules set. Families are universal units that have rules, such as rules for children to learn to be independent. Without the rules or functions run by the family unit, then the family unit has no meaning (meaning) that can produce a happiness.
Aplikasi Total Quality Management Dalam Lembaga Pendidikan Islam Priarni, Rina
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.255 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.13

Abstract

Abstrak Diera kontemporer dunia pendidikan dikejutkan dengan adanya model pengelolaan pendidikan berbasis industri. Pengelolaan model ini mengandaikan adanya upaya pihak pengelola institusi pen­didikan untuk meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan manajemen perusahaan. Secara filosofis, konsep ini menekankan terhadap perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan dan kepuasaan pelanggan. Aplikasi Total Quality Management di beberapa lembaga pendidikan sudah mulai nampak dewasa ini. Hal ini disebabkan semakin tingginya persaingan antar lembaga pendidikan Islam. Unsur Total Quality Management meliputi 10 hal yang sama persis dengan apa yang diajarkan oleh islam, baik didalam AL-quran maupun Al-hadits. 10 unsur itu, yaitu: fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal, obsesi terhadap kualitas, penggunaan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, komitmen jangka panjang; kerja sama tim (team­work); adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan, perbaikan proses secara berkesinambungan, adanya pendidikan dan pelatihan yang bersifat bottom-up, kebebasan yang terkendali, adanya kesatuan tujuan. Jika aplikasi unsur Total Quality Management yang telah disebutkan dilaksanakan oleh lembaga pendidikan Islam secara serius, maka diyakini peningkatan kualitas outpit yang diharapkan akan dengan mudah dapat dicapai dan akan dapat bersaing dengan lembaga pendidikan lain baik di tingkat nasional bahkan internasional sekalipun.Kata Kunci: Total Quality Management; pendidikan Islam The contemporary world of education is struck by the industry-based education management model. The management of this model presupposes the efforts of managers of educational institutions to improve the quality of education based on company management. Philosophically, this concept emphasizes on continuous improvement to achieve customer objectives and satisfaction. Total Quality Management applications in some educational institutions are beginning to appear today. This is due to the increasing competition among Islamic educational institutions. The Total Quality Management element includes 10 things that are exactly the same as what is taught by Islam, both in the Quran and Al-hadith. The 10 elements are: customer focus, both internal and external customers, obsession with quality, use of scientific approach in decision making and problem solving, long-term commitment; Teamwork; Employee engagement and empowerment, continuous process improvement, bottom-up education and training, controlled freedom, unity of purpose. If the application of the mentioned Total Quality Management element is implemented by the Islamic education institution seriously, then it is believed that the improvement of outpit quality which is expected to be easily achieved and will be able to compete with other educational institutions both at national and even international level.
Implementasi Konsep Edutainment Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smpnegeri 1 Boyolali Maftuh, Hasan
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.695 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.9

Abstract

Abstrak Pelajaran Pendidikan Agama Islam selalu dipandang sebagai pelajaran yang mem­bosankan, sehingga kurang diminati oleh banyak siswa. Pelajaran Pendidikan Agama Islam yang diperoleh siswa selalu monoton dan disajikan kurang menarik oleh guru. Ada upaya untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang menyenangkan dalam dunia pendidikan yakni saat munculnya konsep edutainment yang mencoba me­madukan antara dua aktivitas ”pendidikan” dan ”hiburan”. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui implementasi konsep edutainment pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Boyolali tahun 2014/2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Boyolali. Dengan subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII dan guru Pendidikan Agama Islam kelas VII, dan para informan yang terdiri dari kepala sekolah dan guru bidang studi lain. Data yang dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi metode. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran konsep edutainment hanya sekedar istilah saja, tetapi ke­nyataannya belum memenuhi pembelajaran edutainment yang sebenarnya karena konsep edutainment harus terkonsep dengan baik, kelas di desain sedemikian rupa sesuai dengan materi terkait. Metode dan game yang dilaksanakan lebih mengarah pada model PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inofatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan). Penggunaan video yang ditayangkan sebagai sisipan pada pembelajaran menggunakan video kartun Dodo Syamil kurang cocok untuk pembelajaran di tingkat SMP.Kata Kunci:     implementasi konsep edutainment; Pendidikan Agama Islam Islamic Education Lessons that students get are always monotonous and presented less attractive by the teacher. There is an effort to create an atmosphere and a fun learning process in the world of education that is when the emergence of the concept of edutainment that tries to combine the two activities of "education" and "entertainment". The purpose of this research is to know the implementation of edutainment concept on PAI subjects in SMPN 1 Boyolali year 2014/2015. This research uses descriptive qualitative research method. This research was conducted in SMPN 1 Boyolali. With the subjects of this study are students of class VII and teachers of Islamic Education class VII, and the informants consisting of principals and teachers of other fields of study. Data collected by observation method, interview, documentation. The validity of the data is obtained through the method triangulation technique. The data collected were analyzed by data reduction, data presentation and conclusion. The results of this study indicate that the implementation of learning concept of edutainment is just a term, but in reality has not meet the actual edutainment learning because edutainment concept must be conceptualized well, the class is designed in such a way according to the related material. Methods and games that are implemented more lead to the model PAIKEM (Active, Inofatif, Creative, Effective and Exciting). The use of video that is served as an insertion on learning using Dodo Syamil cartoons is less suitable for junior high school learning.
Harmonisasi Upacara Keagamaan Dan Proses Sosial Di Kalangan Muslim Pedesaan: Kasus Empat Desa Di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Hadi, Imam Anas
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.982 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.14

Abstract

Abstrak Upacara keagamaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Sumowono Kabupaten Semarang, yang sudah mendarah daging hingga kini, merupakan fenomena yang tak bisa dilepaskan dengan akar sejarah kepercayaan-kepercayaan yang pernah dianut oleh masyarakat Jawa itu sendiri. Masalah penelitiannya terfokus pada bagaimana pelaksanaan upacara keagamaan dan proses sosial di kalangan masyarakat muslim pedesaan di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang dan bagaimana persepsi masyarakat mengenai arti penting upacara keagamaan dan proses sosial di kalangan masyarakat muslim pedesaan di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskripstif. Teori yang digunakan adalah teori fungsionalisme struktural, struktur sosial dan pranata sosial tersebut berada dalam suatu sistem sosial yang berdiri atas bagian-bagian atau elemen-elemen yang saling berkaitan dan menyatu dalam keseimbangan. Ada tujuh upacara keagamaan yang sampai saat ini masih diperingati oleh masyarakat Sumowono yaitu : sura (muharam), selametan rajaban, selametan mauludan yang, selametan ruwahan, selametan likuran, selametan bodonan, dan selametan besaran yang dilaksanakan pada tanggal 10 zulhijjah. Masyarakat senantiasa melakukan proses ritual upacara dalam rangka melestarikan budaya leluhur dengan berbagai simbul. Adapun besaran biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan upacara keagamaan dan proses sosial adalah bervariasi.Kata Kunci:     harmonisasi; keagamaan; sosial Religious ceremonies are usually done by people Sumowono Semarang District, which is ingrained until now, is a phenomenon that can not be released to the historical roots of the beliefs that once embraced by the Java community itself. Problem research focused on how the implementation of religious ceremonies and social processes among rural Muslim communities in the District of Semarang District Sumowono and how people's perceptions of the importance of religious ceremonies and social processes among rural Muslim communities in the District Sumowono Semarang District. This research is a descriptive qualitative research type. The theory used is the theory of structural functionalism, social structures and social institutions that are in a social system that stands on the parts or elements that are interrelated and integrated in the balance. There are seven religious ceremony is still celebrated by the community Sumowono namely: suras (sacred), selametan Rajaban, selametan mauludan that, selametan ruwahan, selametan likuran, selametan bodonan, and selametan magnitude of which was held on 10 Zulhijjah. The people always perform the ceremonial ritual process in order to preserve the ancestral culture with various symbols. The amount of costs incurred for the implementation of religious ceremonies and social processes is varied.
Pelaksanaan Mentoring Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) Dalam Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Siswa Kelas X Di Sma Negeri 3 Boyolali Tahun Ajaran 2015/2016 Zaman, Badrus
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.214 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.10

Abstract

AbstrakRendahnya kecerdasan spiritual siswa meng­akibatkan fanatisme berlebihan, keyakinan yang lemah, mudah kehilangan kendali diri dan mudah melakukan penyimpangan terhadap sikap keberagamaan dan sosial. Pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler rohis diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan spiritual siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagai­mana pelaksanaan mentoring ekstra­kurikuler Rohis, faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis, dan untuk mengetahui output pe­laksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis terhadap peningkatan kecerdasan spiritual siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dilaksanakan di SMA Negeri 3 Boyolali pada bulan 06 April 2015-14 Januari 2016. Subjek penelitian ini adalah pembina Rohis SMA Negeri 3 Boyolali. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah dan pengurus Rohis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, do­ku­mentasi, dan wawancara. Untuk mengecek keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber. Teknik analisisnya menggunakan model analisis data interaktif, tahap yang di­tempuh yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali sudah sejak tahun 2000. Mentoring Ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) dilaksanakan secara rutin setiaphari senin setelah selesai kegiatan belajar mengajar (KBM). Proses mentoring biasanya dilakukan dengan menyampaikan materi dengan media dan aplikasi pembelajaran. Dalam pelaksanaannya kegiatan mentoring ekstrakurikuler Rohis menggunakan tiga pendekatan, yaitu Pendekatan Rasional, Emosional, dan Keteladanan. Evaluasi yang digunakan dalam mentoring ekstrakurikuler Rohis menggunakan tes tertulis, tes lisan dan praktikum. Faktor peng­hambat yaitu Proses regenerasi pengurus Rohis yang terlalu cepat, persamaan waktu kegiatan Rohis dengan kegiatan ektrakurikuler lain, Ditahap awal mentoring ekstra­kurikuler Rohis peserta mentoring Rohis siswa-siswi kelas X yang memiliki kecerdasan spiritual rendah banyak yg melakukan penyimpangan. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu Sarana dan prasarana, dana kegiatan Rohis, dan izin kegiatan Rohis. Out Put pelaksanaan mentoring ekstrakurikuler Rohis adalah siswa meningkat kecerdasan spiritualnya dengan ciri-ciri yang dapat terlihat yaitu merasa kehadiran Allah, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, rendah hati, ikhlas dan sabar.Kata Kunci:          mentoring; ekstrakurikuler Rohis; kecerdasan spiritual The low spiritual intelligence of students resulting in excessive fanaticism, weak beliefs, easy loss of self-control and easy to deviate from religious and social attitudes. Implementation of Rohis Extracurricular Mentoring is expected to improve the Spiritual Intelligence of X Class Students in SMA Negeri 3 Boyolali Academic Year 2015/2016. This research was conducted to find out how the execution of Rohis extracurricular mentoring, inhibiting factors and supporting the execution of Rohis extracurricular mentoring, and to know Out Put the execution of Rohis extracurricular mentoring to the improvement of spiritual intelligence of X class student in SMA Negeri 3 Boyolali Lesson Year 2015/2016. This research uses descriptive qualitative research type, implemented in SMA Negeri 3 Boyolali on April 06, 2015-14 January 2016. The subject of this research is builder Rohis SMA Negeri 3 Boyolali. The informant of this research is principal and Rohis management. The method used in this research is observation, documentation, and interview. To check the validity of data using source triangulation techniques. Analysis technique using interactive data analysis model, the steps taken are data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that the implementation of mentoring extracurricular Rohis X class students in SMA Negeri 3 Boyolali has been since 2000. Mentoring Extracurricular Spiritual Islam (Rohis) carried out regularly every Monday after completion of teaching and learning activities (KBM). The mentoring process is usually done by conveying material with media and instructional applications. In the execution of extracurricular mentoring activities Rohis uses three approaches, namely Rational Approach, Emotional, and Exemplary. The evaluation used in Rohis extracurricular mentoring uses written tests, oral and practicum tests. The inhibiting factor is the regeneration process of Rohis executive who is too fast, the equation of activity of Rohis with other ektrakurikuler activity, Initial mentoring extracurricular Rohis participants mentoring Rohis class X students who have low spiritual intelligence many who do deviation. While the supporting factors are facilities and infrastructure, funds Rohis activities, and permission Rohis activities. Out Put the execution of extracurricular mentoring Rohis is the student's increased spiritual intelligence with visible traits of feeling the presence of God, possessing a high level of consciousness, humble, sincere and patient.
Potensi Eklusivitas Pendidikan Islam di Indonesia Khunaifi, Agus
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 1, No 2 (2017): Inspirasi
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.515 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v1i2.15

Abstract

Latar belakang tulisan ini didasarkan pada perkembangan pendidikan Islam di Indonesia akhir-akhir ini. Di mana system pendidikan Islam mengalami geliat yang cukup signifikan di tengah dualisme system kelembagaan pendidikan di Indonesia (Kemenag dan Kemendiknas). Geliat system pendidikan Islam terlihat dari pembaharuan-pembaharuan secara bertahap seperti kurikulum, manajerial dan system kelembagaan. Adapun metode kajian yang digunakan dalam tulisan ini dengan analisis logis sistematis. Artinya penulis mengamati realitas actual pendidikan Islam yang berkembang kemudian dianalisis berdasarkan alur pikir logis. Hasil analisis yang diperoleh adalah geliat system pendidikan Islam di Indonesia akhir-akhir ini  mendapat respon positif dari masyarakat dengan indikasi meningkatnya animo dan dukungan myarakat terhadap pendidikan Islam. Bertemunya dua unsur yakni geliat pendidikan Islam dan tingginya respon positif masyarakat sesungguhnya menyimpan potensi eklusifitas tersendiri yang dapat menghambat perkembangannya. Potensi eklusifitas pendidikan Islam terkait dengan tuntutan pendidikan Islam terhadap doktrinisasi agama. Doktrinisasi agama yang tidak diimbangi dengan wawasan kebangsaan tentu akan berpotensi eklusif. Mengingat Indonesia adalah Negara pancasilais bukan Negara Islam. Potensi eklusifitas pendidikan Islam ini menjadi realitas yang perlu disadari seluruh komponen bangsa.

Page 1 of 1 | Total Record : 7