Articles
163 Documents
Intervensi Terapi Akupresure (Titik L14) pada Nyeri Persalinan Kala I Aktif
Retty Nirmala Santiasari;
Ethyca Sari;
Andri Dwi Saputri
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v9i2.261
Nyeri adalah bagian integral dari persalinan dan melahirkan. Nyeri selama kala I fase aktif persalinan, diakibatkan oleh dilatasi serviks dan segmen bawah uterus serta distensi korpus uteri. salah satu upaya non-farmakologi untuk menurunkan nyeri persalinan dengan memberikan tindakan terapi akupresur titik L14. Tujuan studi kasus ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada nyeri persalinan kala I aktif di ruang VK RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Metode ini adalah study kasus dengan sampel 2 pasien dengan persalinan kala I aktif yang dirawat selama 3 hari. Sehingga study kasus didapatkan diagnosa prioritas adalah nyeri akut berhubungan dengan kontraksi uterus. Implementasi yang dilakukan pada kedua pasien adalah mengobservasi reaksi ketidaknyamanan non-verbal dari raut wajah atau tingkah laku, mengontrol lingkungan pasien dan suhu ruangan, melakukan pengkajian nyeri, memberikan terapi nonfarmakologis yaitu terapi akupresure pada titik L14, mengajarkan tehnik akupresur titik L14. Terapi akupresur titik L14 dapat mengatasi nyeri ibu pada saat persalinan kala I fase aktif dengan cara melakukan penekanan pada titik akupresur pada titik L14 diantara tulang metacarpal pertama dan kedua bagian distal dengan gerakan memutar. Dengan demikian terapi relaksasi akupresur dapat menurunkan nyeri persalinan kala I aktif. Evaluasi pada pasien 1 dan pasien 2 dengan masalah keperawatan nyeri akut ditandai dengan pasien mengatakan sudah tidak merasakan nyeri. Hasil menunjukkan keefektifan implementasi pada kedua pasien mengalami perbaikan kondisi dan masalah keperawatan nyeri kronis pada kedua pasien teratasi.
SELF – EFFICACY MAHASISWA DALAM BELAJAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI STIKES WILLIAM BOOTH
Aristina Halawa
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v9i2.262
Pandemi Covid-19 memberi dampak bukan hanya pada bidang Kesehatan tetapi juga pada bidang pendidikan dimana proses pembelajaran berubah menjadi pembelajaran daring. Hal ini mempengaruhi Self-Efficacy mahasiswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi Self-Efficacy mahasiswa dalam belajar pada masa pandemic Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dengan jumlah populasi 103 responden, dan jumlah sampel 103 responden mahasiwa yang mengisi kuisioner. Tehnik sampling yang digunakan yaitu Total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dalam pengambilan data. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahawa sebagian besar mahasiswa memiliki Self-efficacy yang tinggi dalam belajar. Dengan demikian diharapkan institusi tetap meningkatkan proses pembelajaran yang kreatif dan interaktif agar dapat meningkatkan Self-Efficacy mahasiswa dalam belajar.
UPAYA PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL MELALUI TERAPI BERMAIN : PARALLEL PLAY MENGANYAM KERTAS
Siska Christianingsih
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v9i2.263
Anak retardasi mental umumnya memiliki kemampuan motorik kasar dan halus yang lebih rendah dibandingkan anak normal, karena kelemahan pada sistem saraf sehingga sulit mencapai perkembangan secara normal. Hal tersebut dapat ditingkatkan dengan memberikan stimulasi yang baik dan berkesinambungan. Terapi bermain: Parallel Play menganyam kertas merupakan permainan aktif mandiri anak retardasi mental untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Experimental. Populasinya adalah anak usia 11-12 tahun di SDLB AKW Kumara II. Sampel terdiri dari 12 responden dengan purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi dan dianalisis dengan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann Whitney U Test dengan tingkat signifikan α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terapi bermain: Parallel Play menganyam kertas dapat meningkatkan motorik halus anak retardasi mental. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok perlakuan didapatkan data nilai p = 0.026 dan kelompok kontrol p = 0.063. Uji statistik menggunakan Mann Whitney U Test menunjukkan motorik halus pada kelompok perlakuan lebih baik daripada kelompok kontrol (nilai p = 0,030). Kesimpulannya, terapi bermain: parallel play menganyam kertas dapat meningkatkan motorik halus anak retardasi mental ringan.
PENGETAHUAN DAN TINDAKAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA
Ni Luh Agustini Purnama
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i1.264
Perawatan saat menstruasi perlu dilakukan karea jika kurang dijaga kebersihannya akan berpotensi terhadap timbulnya infeksi pada organ reproduksi. Dalam meningkatkan kebersihan organ reproduksi dan pencegahan penyakit, diharapkan untuk wanita memiliki pengetahuan yang baik sehingga dapat berpengaruh pada kebiasaan positif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan personal hygiene menstruasi remaja putri. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Responden sebanyak 42 remaja putri di SMKN 4 Negara yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengetahuan dan praktik diukur dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini dengan uji Spearman. Dari dari 35 reponden yang berpengetahuan baik sebanyak 55 (94,3%) tindakan personal hygiene saat menstruasinya dalam kategori baik. Hanya 1 responden yang memiliki pengetahuan ketegori kurang dengan tindakan personal hygiene yang tidak baik . Hasil Uji Rank Spearman menunjukkan nilai p< 0,05 artinya ada hubungan pengetahuan dengan tindakan personal hygiene saat mentruasinya. Nilai korelasi rho yaitu 0,47 hal ini arah hubungan positif dan kekuatan hubungan sedang. Arah hubungan positif artinya semakin tinggi skor pengetahuan maka semakin baik tindakan personal hygiene
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DIABETES MELLITUS TIPE I PADA HEWAN MENCIT (MUS MUSCULUS)
Taufan Citra Darmawan
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i1.265
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) adalah salah satu jenis penyakit degenerative yang mengalami peningkatan setiap tahun di negara-negara seluruh dunia. Di Indonesia fenomena diabetes melitus terkini tidak hanya menyerang lansia tapi juga rentang usia lainnya. Salah satu solusi alternatif yang dapat dicoba yaitu pengobatan tradisional dengan daun jambu biji. Penelitian sebelumnya terkait daun jambu biji mengatakan bahwa dalam daun jambu biji terdapat zat yang berdampak menurukan gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung pengaruh rebusan daun jambu biji terhadap kadar glukosa darah. Metode: penelitian ini adalah true experiment Desain penelitian yang digunakan yakni pre post test control group design. Lokasi penelitian dilakukan di laboratorium biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah hewan mencit sebanyak 32 ekor yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan dan kontrol. Hasil dan Analisa: Dengan menggunakan uji chi - square didapatkan hasil yang signifikan ρ < α = 0,00 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh pada rebusan air daun jambu biji terhapat penurunan glukosa darah pada mencit. Hasil penelitian 16 ekor mencit yang dilakukan uji coba didapatkan bahwa seluruh mencit mengalami penurunan kadar glukosa darah. Kesimpulan: air rebusan daun jambu biji (psidium guajava) dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit jenis (mus muculus). Penelitian ini masih merupakan penelitian tahap awal dimana perlu dilakukan uji coba lebih lanjut terhadap spesimen hewan mamalia jenis lainnya sebelum dilakukan kepada manusia.
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI DAERAH PETEMON SURABAYA
Wijar Prasetyo;
Hendro Djoko Tjahjono
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i1.266
Banjir merupakan aliran air di permukaan tanah yang relatif tinggi dan tidak dapat ditampung oleh saluran drainase sehingga melimpah serta merugikan manusia karena jumlahnya melebihi normal. Daerah petemon merupakan dataran rendah sehingga saluran air tidak dapat menampung volume air yang menyebabkan air meluap kedataran. Untuk meningkatkan pengetahuan dapat dilakukan dengan promosi pendidikan kesehatan dengan memberikan penyuluhan terhadap warga agar bisa menambah wawasan, pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Tingkat Pengetahuan Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Banjir Di Petemon Surabaya. Desaign penelitian ini Pre Eksperimen One Groups Pretest-Posttest yang bertujuan untuk menganalisa warga masyarakat yang mengalami tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan dengan menyebarankan kuesioner berisi pertanyaan seputar bencana banjir dan tingkat pengetahuan. Populasi penelitian ini adalah 50 masyarakat dengan sampel 44 responden dengan teknik pengambilan Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan kuesioner dianalisis menggunakan uji statistic Wilcoxon dengan tingkat signifikasi α< 0,05. Hasil yang didapatkan yaitu P=0.038, menunjukkan terhadap pengaruh antara tingkat pengetahuan terhadap masyarakat di Petemon Surabaya. Berdasarkan hasil analisa data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan berpengaruh pada masyarakat sehingga meningkatkan perilaku kesiapsigaan masyarakat, memahami dan menerapkan isi atau informasi yang diberikan saat dilakukan pendidikan kesehatan.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN STRATEGI PENANGANAN KECEMASAN PADA PERAWAT YANG MERAWAT PASIEN PENDERITA COVID-19
Aristina Halawa
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i1.267
Covid-19 mulai masuk ke Indonesia pada awal tahun 2020 dan menyebar ke seluruh daerah di Indonesia. Hal ini menimbulkan kecemasan bukan hanya pada masyarakat namun juga kepada perawat. Kecemasan ini dialami oleh perawat karena perawat merupakan garda terdepan dalam merawat pasien Covid-19. Perawat perlu melakukan strategi penanganan kecemasannya seperti menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan dan menghindari perilaku yang beresiko agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Dalam hal ini dukungan keluarga sangat dibutuhkan oleh perawat karena dukungan keluarga merupakan motivasi bagi perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan strategi penanganan kecemasan pada perawat yang merawat pasien penderita covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode cross-sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 35 dengan jumlah sampel 35 orang perawat yang bekerja merawat pasien penderita Covid-19. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Total Sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 15 (42,8 %) responden memiliki dukungan keluarga baik, 18 (51,4%) responden memiliki dukungan keluarga cukup dan 2 (5,8%) memiliki dukungan kurang. Strategi penanganan kecemasan perawat sebagian besar yaitu 23 (65,7%) responden berada pada tingkat baik dan 12 (34,3%) responden berada pada tingkat cukup. Analisa data menggunakan uji spearman dan diperoleh nilai signifikasi (p) sebesar 0,007 yang berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dan strategi penanganan kecemasan pada perawat yang merawat pasien penderita covid-19. Dengan demikian diharapkan keluarga terus mempertahankan dan meningkatkan dukungannya kepada perawat dan perawat tetap mempertahankan strategi penanganan kecemasanya selama merawat pasien Covi-19 sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
PENGARUH SENAM JANTUNG SEHAT TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA HARGO DEDALI SURABAYA
Ethyca Sari
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i1.268
Penyakit degeneratif pada masa tua yang sering muncul salah satunya yaitu hipertensi. Hipertensi merupakan tekanan tinggi didalam pembuluh darah arteri yang mengangkut darah dari jantung dipompa keseluruhan jaringan dan organ tubuh. senam merupakan salah satu hal yang efektif dalam menurunkan tekanan darah, salah satunya senam jantung sehat. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental group pre – post test design, yang bertujuan mengidentifikasi pengaruh senam jantung sehat terhadap tekanan darah pada Lansia. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu senam jantung sehat dan variable dependen yaitu tekanan darah pada Lansia. Populasi pada penelitian ini yaitu lansia di Panti Tresna Werdha Hargo Dedali Surabaya berjumlah 16 responden, dengan sampel 16 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengukuran tekanan darah menggunakan spygnomanometer. Pengumpulan data dengan checklist. Hasil penelitian menunjukkan sebelum senam jantung sehat tekanan darah 10 orang (62,5%) termasuk hipertensi stadium I dan setelah senam jantung sehat didapat tekanan darah 13 orang (81,25%) termasuk prehipertensi. Analisa data menggunakan uji statistic Wilcoxon dan diperoleh tingkat signifikan 0,00 (p<0,05), dengan demikian H0 ditolak yang berarti ada pengaruh antara senam jantung sehat terhadap tekanan darah pada lansia di Panti Tresna Werdha Hargo Dedali Surabaya. Lanjut usia yang sudah memiliki riwayat hipertensi dianjurkan untuk lebih rutin melaksanakan senam jantung sehat karena dapat membantu lansia menurunkan atau menstabilkan tekanan darah.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MANAJEMEN DAGUSIBU DAN MANAJEMEN HIPERTENSI TERHADAP SELF MANAGEMENT PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Syarifah Choiriyah;
Budi Artini;
Hendro Djoko Tjahjono
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i1.269
Lansia yang menderita hipertensi mengalami kesulitan dalam mengontrol tekanan darah, dimana kondisi ini dapat memperburuk kesehatannya. Tujuan : Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan manajemen dagusibu dan manajemen hipertensi terhadap self management lansia penderita hipertensi. Metode : Desain penelitian menggunakan Pra-Eksperimental One Grup Pre-Post Test Design. Jumlah populasi pada penelitian sebanyak 26 lansia dengan sampel 26 responden. Tehnik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian : Menunjukkan bahwa 18 responden (69%) memiliki Self Management yang baik. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan diperoleh nilai signifikasi (p) sebesar 0,025 dimana p<0,05 yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan manajemen dagusibu dan manajemen hipertensi terhadap Self Management lansia penderita hipertensi. Kesimpulan : Ada pengaruh pendidikan kesehatan manajemen dagusibu dan manajemen hipertensi terhadap Self Management lansia penderita hipertensi di Posyandu Lansia Dahlia RW IV Kupang Panjaan Surabaya. Kondisi tersebut, dapat meningkatkan derajad kesehatan lansia.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK MENTARI SURABAYA
Ni Putu Widari;
Adellia Meidita Darmasari
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i1.270
Pola asuh dalam keluarga merupakan sebuah hal yang penting yang harus dilakukan oleh orang tua dalam menerapkan perilaku sosial yang baik pada anak, terutama pada anak usia prasekolah dimana usia prasekolah ini anak pertama kali untuk bersosialisasi di lingkungannya. Perilaku sosial yang juga dipengaruh oleh pola asuh orang tua selama dirumah. Dengan itu anak bisa berkembang dengan baik dalam usianya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengiidentifikasi hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku sosial anak usia prasekolah di TK Mentari Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 17 orang siswa pada kelas TK A dan TK B dengan jumlah sampel yang digunakan sebagai responden penelitian adalah sebanyak 17 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Total Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner mengenai pola asuh orang tua dan perilaku sosial. Setelah ditabulasi data yang ada dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rho Correlation dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penlitian ini menunjukan dari 17 responden didapatkan sebanyak 13 responden (76%) mendapatkan pola asuh demokratis dan sebanyak 14 responden (82%) memiliki perilaku sosial yang baik. Hasil uji statistik dengan Korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikasi (p) sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku sosial anak usia prasekolah. Melihat penelitian ini maka perlu adanya sebagai orang tua melakukan pendekatan melalui pola asuh yang tepat merupakan kunci agaterentuk perilaku sosialyangbaik terhadap anak. Oleh karena itu diharapkan orang tua dapat menerapkan pola asuh yang baik atau dengan memperkenalkan anak dilingkungan sekitar agar anak mampu bersosialisasi dengan baik dan sesuai dengan tahapan perkembangan umurnya.