cover
Contact Name
Ethycasari
Contact Email
-
Phone
+62315633365
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No.20, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60241
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 2302948X     EISSN : 26865297     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal keperawatan menerbitkan artikel ilmiah terkait masalah keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini ada sejak tahun 2012 dan terbit dua kali dalam satu tahun di bulan Mei dan November.
Articles 163 Documents
PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RUANG MIRAH DELIMA RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH SURABAYA Hale M. A; Hendro Tjahjono
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i1.184

Abstract

Hospitalisasi merupakan penyebab stress bagi anak terutama perpisahan dengan lingkungan keluarga. Kecemasan adalah perasaan yang dialami oleh anak yang timbul akibat hospitalisasi, biasanya dimunculkan dengan anak menangis dan takut pada orang baru. Bermain merupakan terapi yang dilakukan pada anak yang menjalani hospitalisasi, dimana metode ini dapat mengurangi konflik dan kecemasan yang dialami anak. Pada saat bermain anak akan mampu mengekspresikan perasaan frustasi, permusuhan, serta rasa marah, sehingga anak dapat melupakan ketegangan dan mampu beradaptasi terhadap kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap kecemasan anak yang menjalani hospitalisasi.Variabel independen adalah terapi bermain dan variabel dependennya adalah kecemasan.Desain penelitian menggunakan pendekatan one group pra-post test design dengan jumlah sampel 27 responden.Data penelitian diambil dengan memberikan kuesioner kepada responden, setelah terkumpul data dianalisa dengan Uji Wilcoxon.Hasil penelitian diperoleh sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 18 responden (67%), sebagian besar responden belum pernah dirawat di rumah sakit sebanyak 19 responden (71%), sebagian responden berusia 6 tahun sebanyak 14 responden (52%), responden terbanyak sebelum diberikan terapi bermain memiliki tingkat kecemasan Oversensitivity sebanyak 15 responden (55%) dan setelah diberikan terapi bermain didapatkan 13 orang mengalami perubahan/penurunan skor/skala. Berdasarkan uji statistik terdapat pengaruh terapi bermain dengan kecemasan, dengan tingkat kesignifikansinya 0,000 dimana ρ<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terapi bermain di rumah sakit tidak hanya akan memberikan rasa senang pada anak, tetapi juga akan membantu anak mengekspresikan perasaan dan pikiran cemas, takut, sedih, tegang, nyeri dan anak akan lebih kooperatif terhadap tindakan keperawatan yang diberikan sehingga diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan.
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK: STIMULASI PERSEPSI SESI 1-2 TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIENSKIZOFRENIA DI RUANG FLAMBOYAN RUMAH SAKIT JIWAMENUR SURABAYA Aristina Halawa
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i1.185

Abstract

Pasien halusinasi biasanya lama dalam hal mengontrol halusinasi bahkan setelah pasien pulang pun masih mengalami halusinasi. TAK sudah dilakukan tetapi masih belum spesifik sesuai masalah pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok: Stimulasi Persepsi Sesi 1-2 terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra-Eksperimen dengan menggunakan one group pre-post test design, populasi pada penelitian ini sebanyak 10 respondenya itu seluruh pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi pendengaran dan jumlah sampel yang diambil adalah 9 responden dengan menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi sebelum dan setelah dilakukan TAK, kemudian di uji dengan menggunakan uji Wilcoxon. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mampu mengontrol halusinasi sebelum TAK sebanyak 6 orang (66.7%), sebagian besar responden mampu mengontrol halusinasi setelah TAK sebanyak 8 orang (88.9%) dan ada pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok: Stimulasi Persepsi Sesi 1-2 terhadap kemampuan mengontrol halusinasi dengan nilai p=0.025. Diharapkan agar perawat mengevaluasi kemampuan pasien setelah memberikan TAK dan dapat memberikan TAK ulang bagi pasien yang belum mampu untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi.
TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH PADA ANAK USIA (6-12 thn) DI RUANG MIRAH DELIMA RS WILLIAM BOOTH SURABAYA Ethyca Sari; Mariana Lalita
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i1.186

Abstract

Setiap tahun jumlah penderita demam berdarah mengalami peningkatan dan angka kematian kasus ini juga terus mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan orang tua tentang upaya pencegahan demam berdarah. Mengetahui upaya pencegahan adalah langkah yang paling penting bagi penderita sehingga dapat segera dilakukan tindakan. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk mengambil judul “Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Upaya Pencegahan Demam Berdarah Pada Anak Usia (6-12 tahun) di Ruang Anak RS William Booth Surabaya”. Berdasarkan tujuan peneliti, desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif, populasi penelitiannya adalah orang tua klien demam berdarah yang memenuhi kriteria inklusi, alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Metode sample diambil secara consecutive sampling sebanyak 28 responden. Hasil dari penelitian ini menggambarkan tingkat pengetahuan responden tentang upaya pencegahan demam berdarah termasuk dalam kategori pengetahuan baik 7%, pengetahuan cukup 56%, pengetahuan kurang 37%. Adanya responden dengan pengetahuan kurang tentang upaya pencegahan demam berdarah dapat disebabkan karena mereka kurang mendapat informasi tentang hal-hal tersebut. Selama ini informasi yang mudah didapatkan atau yang sebarkan melalui media masa, cetak dan elektronik maupun melalui pendidikan informal terbatas pada cara pencegahan demam berdarah yang disosialisasikan oleh pemerintah.
EFFECT OF NEBULIZER AND EFFECTIVE COUGH ON THE STATUS OF BREATHING COPD PATIENTS Lutfi Wahyuni
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i1.187

Abstract

COPD is characterized by air flow resistance in the respiratory tract that is not fully reversible. This air flow resistance is progressive and associated with lung inflammatory processes of the particles or toxic gases or disaster. Giving nebulizer and effective cough in COPD patients to facilitate clearance of bronchial those help to control the inflammatory process and improve the function of ventilation, and if action to combined nebulizer and effective cough form of ventilation can increase the function. The design used this study use pre experimental one-group pre test - post test design. In this study the target population is COPD patients in the Pajajaran RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari.The samples in this study are 20 respondents,that are taken by using the technique sampling.That meet the criteria for inclusion and independent exclusion.The variabel in this study is a combination of nebulizer and effective cough,whereas the dependent variable is the status of respiratory ,which were collected by using observation sheets and analyzed using Willcoxon Sign Rank Test with significance level p <0.05. The result show that giving nebulizer and effective cough influence have the increase in respiratory status of COPD patients is (p = 0.001). It can be concluded that nebulizer and effective cough can improve the respiratory status of COPD patients.
RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT WITH ANXIETY LEVEL IN APPENDICTOMY PREOPERATIVE PATIENTS AT PROF .Dr.SOEKANDAR HOSPITALS MOJOSARI MOJOKERTO DISTRIC Binarti Dwi W
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i1.188

Abstract

Family support are attitude, action and acceptance family towards patients who get illness. The. The anxiousness is part of human’s life that signed by fearfullness or deeply nervousness and having a continously. This research purposes to determine the relationship of family support with anxiety levels in appendictomy preoperative patients at Prof. Dr. Soekandar hospitals Mojokerto. This research is a correlational research with cross sectional approach. The population was all apendictomy preoperative patients. The sampling method was consecutive sampling. The analysis of the relationship of family support and the level of anxiety apply Spearman Rho correlation test showed a significant relationship with p = 0.004 (<α 0.05). The result showed that family support in medium category was 2 people (13%), the family support in good category was 12 people (80%), the family support in excellent category was 1 (7%), while the number and percentage of respondents who experienced in mild anxiety as much as 4 people (27%), moderate anxiety as much as 9 people (60%), and severe anxiety as much as 2 people (13%). There is no respondents in analysis who have family support in less category, and There is no respondents in analysis who have not experienced a panic and anxiety. The level of anxiety was influenced by family support, pain, ignorance, disanlement, death and anesthesia. However, the factors that affect the level of anxiety that is family support. The anxiousness would be lower if you have a good family support.
MOTIVASI IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI MAKANAN YANG MENGANDUNG ASAM FOLAT DI DESA KEBONAGUNG KECAMATAN PORONG KABUPATEN SIDOARJO Lida Khalimatus Sa’diya
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i1.189

Abstract

Folic acid is very important especially in the early days of pregnancy, because at that time the nervous system of a baby is being formed. Folic acid deficiency causes babies born with cleft lip, babies born with low weight, down's syndrome, and miscarriage. The purpose of this study was to determine the motivation of pregnant women to consume folic acid in the Village Kebonagung Porong Sidoarjo. This research is a descriptive study. Population in this study sample of 41 respondents who used as many as 41 respondents drawn with total sampling technique. After the analysis of data collected by the data editing, coding, scoring, tabulating. The results motivate pregnant women to consume folic acid in the Village Kebonagung Porong Sidoarjo in 2013 showed that of the 41 respondents largely motivated weak as many as 20 respondents (48.8%) and the fraction that is strongly motivated by 8 respondents (19.5%) . Weak motivation is manifested in the form of a weak desire to consume folic acid as part of a much-needed nutrients pregnant women in the developing baby. Motivation studies in pregnant women taking folic acid in the Village Kebonagung Porong Sidoarjo in 2013 showed that of the 41 respondents largely motivated weak. That mothers should increase motivation in consuming foods that contain lots of folic acid for the health of the mother and fetus were conceived.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT DENGAN KEADAAN TALI PUSAT NEONATUS DI BKIA RS WILLIAM BOOTH SURABAYA. Eny Astuti
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v4i1.190

Abstract

Tali pusat adalah tali kehidupan bayi waktu berada dalam rahim ibu dan dipotong setalah bayi lahir. Tali pusat perlu mendapatkan perawatan yang aseptik untuk mencegah terjadinya infeksi yang menyebabkan kematian pada neonatus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang perawatan tali pusat dengan keadaan tali pusat neonatus di BKIA Rumah Sakit William Booth Surabaya. Sampel yang diambil adalah ibu post partum yang mempunyai bayi usia 0 – 1 bulan di BKIA Rumah Sakit William Booth Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi. Besar sampel 41 orang dengan tehnik non probability sampling tipe consecutive sampling. Data yang terkumpul diolah dengan uji statistik koefisien spearman dengan tingkat kemaknaan r < 0,05. Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa responden yang berpengetahuan baik dengan keadaan tali pusat lepas sebanyak 22 orang (53,33 %), hasil uji statistik korelasi spearman diapatkan nilai r = 0,000 yang berarti lebih kecil dari r = 0,05 sehingga Ho ditolak, sehingga dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum dengan keadaan tali pusat neonatus. Dari penelitian ini diharapkan petugas kesehatan di BKIA Rumah Sakit William Booth Surabaya untuk senantiasa memberikan informasi atau penyuluhan tentang perawatan tali pusat neonatus kepada ibu-ibu.
PENGARUH TERAPI AKUPUNKTUR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PANTI WERDHA MOJOPAHIT MOJOKERTO Sufendi Hariyanto
Bahasa Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v9i1.207

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada orang lanjut usia. Faktor kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi salah satunya adalah adanya ketegangan psikologis atau sress, dalam penangan hipertensi dapat dilakukan dengan pengobatan non farmakologi seperti terapi akupunktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh terapi akupunktur terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Werdha Mojopahit Mojokerto. Penelitian menggunakan Metode Quasy-experimental dengan desain pretest-posttest control group desain, dengan jumlah sampel sebanyak 16 responden (8 kelompok perlakuan dan 8 kelompok kontrol) dengan mengunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode obsevasi dan selanjutnya ditabulasi dengan menggunakan distribusi frekuensi dan diuji menggunakan uji T- Test Independen dan Paired T Test tingkat kemaknaan α = 0,05. Dari hasil penelitian ini menunjukan antara kedua kelompok dihasilkan hipertensi pada lansia, setelah diberikan terapi akupunktur sebanyak 4 kali dalam waktu 4 hari sekali terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan pada kelomok perlakuan dibanding kelompok kontrol baik tekanan sistolik maupun diastolik pada uji Paired T- Test. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah ada pengaruh terapi akupunktur terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Dari hasil yang ada tersebut terapi akupunktur dapat direkomendasikan untuk mengatasi masalah hipertensi pada lansia yang di sebabkan oleh konsumsi garam yang tinggi, obesitas, kurang olahraga, stress, merokok, kafein dan faktor genetik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA ANAK PENDERITA TUBERCULOSIS (TBC) DI PUSKESMAS PERAK TIMUR SURABAYA Ethyca Sari
Bahasa Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v9i1.208

Abstract

Tuberculosis is a disease that is transmitted through the respiratory system that can attack at any age, especially at the age of children who experience decreased immune system and close contact with people with Tuberculosis caused by Mycobacterium tuberculosis. The purpose of this study was to determine the relationship of parental knowledge with treatment adherence in children with tuberculosis. The method used in this study is to use a cross-sectional method. The population in this study was 15 with the number of samples used as research respondents was 15 respondents (parents). Sampling is done by Total Sampling. The research instrument used was a questionnaire, observation and interview. The results showed that as many as 9 respondents (60%) had a sufficient level of knowledge with compliant behavior. Analysis of data using the Spearman test and obtained a significance value (p) of 0.620 where p <0.05, which means there is no relationship between parental knowledge and medication adherence in children with tuberculosis. It can be concluded that there is no relationship between parental knowledge and treatment adherence in children with tuberculosis in Puskesmas Perak Timur Surabaya.With this research, it is expected to increase health knowledge, especially in children with tuberculosis in the Health Center in East Surabaya Surabaya by means of health education.
KOMPARASI KEPUASAN SEKSUAL ANTARA PEMAKAI AKDR DAN SUNTIK 3 BULAN Eny Astuti
Bahasa Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v9i1.209

Abstract

Banyaknya masyarakat yang mengeluh tentang efek samping dari AKDR menyebabkan pasangan suami-istri (pasutri) bisa mengalami masalah dalam memenuhi kebutuhan seksualitasnya sehingga dapat menganggu kenyamanan dan aktifitas rutin yang biasa dilakukan. Dengan adanya efek yang dirasakan oleh pasangan suami-istri (pasutri), mereka lebih banyak memilih jenis kontrasepsi lain yang dianggap lebih aman dan tidak menimbulkan efek terhadap kepuasan seksual yaitu menggunakan KB suntik 3 bulan. Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui perbedaan antara pemakaian AKDR dan suntik 3 bulan terhadap kepuasan seksual di BPS Listiyani. Desain penelitian ini menggunakan studi komparatif, sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah Suami Pasangan Usia Subur (PUS) yang memakai AKDR di sebanyak 14 responden dan yang memakai suntik 3 bulan sebanyak 14 responden. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode pengisian kuisioner tertutup dan kemudian di analisis menggunakan uji Chi-square Test dengan perangkat lunak SPSS for windows 16. Hasil analisis data menunjukkan data didapatkan nilai X2 hitung > X2 tabel maka Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini ialah ada perbedaan antara pemakaian AKDR dan Suntik 3 bulan terhadap kepuasan seksual di BPS Listyani. Sehingga penulis menyarankan untuk dapat memilih alat kontrasepsi yang sesuai dan nyaman bagi suami-istri.

Page 8 of 17 | Total Record : 163