cover
Contact Name
Ethycasari
Contact Email
-
Phone
+62315633365
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No.20, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60241
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 2302948X     EISSN : 26865297     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal keperawatan menerbitkan artikel ilmiah terkait masalah keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini ada sejak tahun 2012 dan terbit dua kali dalam satu tahun di bulan Mei dan November.
Articles 163 Documents
PENGAWAS MENELAN OBAT BERPERAN DALAM KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH PUSKESMAS BALONGBENDO SIDOARJO Astuti, Eny; Siagian, Martha Lowrani; Azizah, Hidayatul
Bahasa Indonesia Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v14i1.696

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TBC) adalah peyakit kronis menular yang masih tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia.. WHO merekomendasikan strategi pengobatan DOTS (Directly observed treatment shortcourse), yaitu penderita minum obat dengan diawasi pengawas menelan obat. Faktor utama yang dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan pasien TB paru salah satunya adalah peran pengawas menelan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis. Jenis penelitian yang digunakan adalah Corellational dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien TBC di Wilayah puskesmas Balongbendo Sidoarjo sebanyak 45 orang. Dan untuk sampelnya sejumlah 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam kategori mendukung dan kepatuhan dalam kategori kepatuhan tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran Pengawas Menelan Obat (PMO) terhadap kepatuhan minum obat dengan p-value 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,727. Disarankan bagi puskesmas untuk memilih PMO yang tepat sehingga PMO dapat menjalankan perannya agar pasien tetap patuh dan menunjang keberhasilan pengobatan.
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN INTERVENSI PROMOSI HARGA DIRI PADA MASALAH KEPERAWATAN HARGA DIRI RENDAH SITUASIONAL DENGAN DIAGNOSA TBC DI RW 02 SIMO GUNUNG KRAMAT TIMUR, KELURAHAN PUTAT JAYA, KEC. SAWAHAN SURABAYA Widari, Ni Putu; Halawa, Aristina
Bahasa Indonesia Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v14i1.702

Abstract

Harga diri rendah situasional adalah keadaan dimana individu yang sebelumnya memiliki harga diri positif mengalami perasaan negatif mengenai diri dalam berespon terhadap suatu kejadian. Apabila dari harga diri rendah situasional tidak ditangani segera, maka dapat menjadi harga diri rendah kronik. Harga diri rendah situasional merupakan salah satu masalah konsep diri yang dapat dialami oleh seorang penderita TB paru. Tujuan dari studi ini untuk menjelaskan serta melakukan asuhan keperawatan klien dengan intervensi promosi harga diri pada masalah keperawatan harga diri rendah situasional yang terjadi pada pasien TBC. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan membandingkan 2 partisipan dan menggunakan format pengkajian asuhan keperawatan psikososial. Pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan dengan pemberian promosi harga diri. Data yang dikumpulkan meliputi data biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Diagnosa keperawatan sesuai dengan masalah yang ada pada klien yaitu masalah harga diri rendah situasional. Intervensi yang dilakukan adalah promosi harga diri selama 4 hari. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 4 hari kunjungan rumah (KR) pada pasien 1 dan 4 hari kunjungan rumah pada pasien 2 didapatkan hasil pasien dapat menunjukkan peningkatan harga diri. Penerapan intervensi pendekatan promosi harga diri ini efektif bagi pasien dengan harga diri rendah situasional. Keberhasilan perawat dalam melaksanakan perannya diharapkan dapat membantu pasien dalam mengatasi harga diri rendah setelah diberikan asuhan keperawatan. Kerjasama dengan keluarga sebagai sistem pendukung utama juga memiliki peran penting dalam membantu pasien meningkatkan harga dirinya.
EFEKTIFITAS KEMAMPUAN KELURGA MERAWAT TERHADAP KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI KUBU KARANGASEM BALI Nancye, Pandeirot Marjory; Halawa, Aristina; Juliantari, Ni Kadek
Bahasa Indonesia Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v14i1.703

Abstract

Remaja dengan Gangguan Mental Emosional memerlukan dukungan dan kemampuan perawatan dari keluarga. Psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat remaja dengan gangguan mental emosional (GME) melalui 3 sesi yaitu pengkajian masalah, perawatan remaja klien dengan gangguan jiwa dan manajemen stress keluarga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh dari terapi psikoedukasi keluarga terhadap kemampuan keluarga merawat remaja dengan gangguan mental emosional. Desain penelitian ini menggunakan metode pra experimental-one group pretest postest desain. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 45 keluarga remaja yang mengalami gangguan mental emosional di SMK Negeri 1 Kubu Karangasem Bali dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kusioner sebelum dan setelah dilakukan psikoeduasi keluarga,setelah itu ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa seluruh responden tidak memiliki kemampuan merawat sebelum dilakukan psikoedukasi keluarga sebanyak 30 orang (100%) sedangkan setelah dilakukan psikoedukasi keluarga responden mampu merawat remaja sebanyak 30 orang (100%) dan ada pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap kemampuan keluarga merawat remaja dengan masalah gangguan mental emosional dengan nilai p=0,000 (p < 0,05). Diharapkan dengan psikoedukasi keluarga yang sudah diberikan keluarga memiliki kemampuan dalam merawat remaja