Articles
163 Documents
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA PASIEN HIV-AIDS DI PUSKESMAS KOTA SORONG
Triani Banna
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Jurnal keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i2.120
HIV-AIDS yang menyerang sistem imun manusia membuat tubuh tidak mampu untuk sembuh dari penyakit oportunistik dan mengarah ke kematian. Angka kejadian HIV-AIDS terus meningkat, baik secara nasional maupun secara global. Salah satu upaya pengendalian yang dilakukan adalah pemberian obat antiretroviral (ARV). Namun, angka kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV-AIDS masih belum mencapai target sasaran keberhasilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada pasien HIV-AIDS di Puskesmas Kota Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2019, terhadap 51 orang penderita HIV dan AIDS yang tergabung dalam kelompok dukungan sebaya (KDS) diambil dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82.4% adalah perempuan, 84.3% berusia 17-45 tahun, 51% didiagnosa HIV antara 1-5 tahun, 94.1% pernah mendapatkan informasi tentang terapi ARV, dan 51% aktif dalam pertemuan KDS. Uji Fisher menunjukkan terdapat hubungan antara self-efficacy dengan kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada pasien HIV-AIDS di Puskesmas Kota Sorong (p=0,004). Disarankan kepada Pembina KDS maupun tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengobatan pasien HIV-AIDS agar meningkatkan self-efficacy pasien dengan memberikan informasi tentang pengobatan ARV, dan lebih meningkatkan keaktifan pasien dalam KDS.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP HARGA DIRI PASIEN YANG DILAKUKAN HEMODIALISA DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH SURABAYA
Pandeirot Nancye;
sagita Dwi Lyla
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Jurnal keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i2.285
Harga diri rendah merupakan perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. Harga diri rendah sering juga terjadi pada klien yang menderita penyakit terminal seperti gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan meningkatkan harga diri klien yang menderita penyakit gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisa adalah dengan memberikan komunikasi yang terapeutik. Dengan komunikasi yang terapeutik klien dapat meningkatkan hubungan interpersonal dengan klien sehingga akan tercipta suasana yang kondusif karena klien merasa dihargai, mendapat kepercayaan yang akhirnya klien dapat mengungkapkan perasaan dan harapan-harapannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian komunikasi terapeutik terhadap harga diri pasien yang dilakukan hemodialisa di ruang hemodialisa Rumah Sakit William Booth Surabaya. Desain penelitian pre eksperimental, pre test and post test group design. Tempat penelitian di ruang Hemodialisa Rumah Sakit William Booth Surabaya. Sampel penelitian berjumlah 28 pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa dengan tehnik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan ada pengaruh pemberian komunikasi terapeutik terhadap harga diri pasien yang dilakukan hemodialisa (p value < 0,05). Peneliti menyarankan hendaknya perawat menerapan dan melakukan pendekatan secara psikologis melalui komunikasi terapeutik sehingga dapat mengurangi angka pasien yang mengalami harga diri rendah pasien yang menjalani hemodialis serta menyarankan Rumah Sakit William Booth Surabaya mengadakan pelatihan mengenai komunikasi terapeutik pada perawat di Ruang Hemodialisa.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI YAYASAN KANKER INDONESIA SURABAYA
Erika Untari Dewi;
Ni Putu Widari
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Jurnal keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i2.289
Pada masa pandemi Covid-19 ini mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis dari penderita kanker yang bisa berakibat pada kualitas hidupnya. Kualitas hidup seseorang ditentukan oleh individu itu sendiri karena sifatnya sangat spesifik dan bersifat abstrak, serta sulit diukur. Ketidakmampuan penderita memenuhi kebutuhannya dan melakukan perannya akan mengakibatkan penderita mengalami ketidakberdayaan atau putus asa. Ketidakberdayaan atau putus asa yang dialami oleh penderita kanker menurunkan kualitas hidupnya.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor yang mempengaruhi kualitas hidup yakni usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, sosial ekonomi, status pernikahan, lama sakit dan dukungan keluarga pada pasien Kanker masa pandemi Covid-19 di Yayasan Kanker Indonesia Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Hasil dari penelitian ini menunjukan Faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, sosial ekonomi, status pernikahan dan pekerjaan tidak mempengaruhi kualitas hidup penderita kanker di masa pandemi Covid-19. Faktor lama sakit dan dukungan keluarga mempengaruhi kualitas hidup penderita kanker di masa pandemi Covid-19
PENGARUH STIMULASI PSIKOSOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRA SEKOLAH
Ethyca Sari
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Jurnal keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i2.290
Usia prasekolah merupakan salah satu periode emas tumbuh kembang anak , rasa ingin tahu yang besar inilah yang kemudian mendorong anak usia prasekolah mengembangkan kemampuan kognitifnya. Kemampuan kognitif memiliki peran yang besar pada perkembangan kecerdasan . Hal ini tidak lepasa dari fakor genetik dan lingkungan. Stimulasi Psikososial bagi anak salah satunya dari lingkungan keluarga itu sendiri . Lingkungan juga bisa mengekplorasi pengembangan kognitif melalui panca indera sehingga akan mempunyai maafat bagi anak sendiri. Untuk itu aspek kognitif memegang peranan yang sangat penting dalam diri seseorang. Dalam penelitian mempergunakan metode one group pre post test dengan uji statistik Wilcoxon. populasinya adalah Anak TK ADNI usia pra sekolah di wilayah Demak Timur Surabaya sejumlah 30 responden.Sample adalah sebagian anak usia pra sekolah di wilayah Demak Timur Surabaya tetapi pada penelitian sample keseluruhan yang diambil yaitu n: 30 anak .dengan menggunakan teknik total sampling . Variabel yang dipergunakan adalah tunggal. Pengumpulan data dengan kuisioner. Hasl penelitian menunjukan Perkembangan kognitif baik berjumlah 16 orang (53%) sedangkan untuk stimulasi Psikososial yang sesuai sebanyak 16 orang ( 53%) . Kesempulannya perkembangan kognitif dan stimulasi Psikososial yang terjadi pada anak yang sesuai jika orang tua memperhatikan dan mengetahui sedini mungkin adanya suatu perubahan yang tidak sesuai dengan perkembangan usia anak secara normal.
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI SECARA DINI: HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU
Maulana Widi Andrian;
Nailiy Huzaimah;
Arisda Candra Satriyawati;
Putri Lusi
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Jurnal keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i2.291
Pendahuluan: Pengetahuan ibu yang kurang memadai tentang makanan pendamping ASI (MP-ASI) dapat mempengaruhi keputusan ibu dalam pemberian MP-ASI secara dini. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan perilaku pemberian MP-ASI secara dini pada bayi usia kurang dari enam bulan di Desa Ambunten Tengah. Metode: Penelitian kuantitatif ini merupakan jenis penelitian korelasional dengan metode Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 di Desa Ambunten Tengah. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan perilaku pemberian MP-ASI dini pada bayi usia kurang dari enam bulan (p=0,000). Pemberian MP-ASI dini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengetahuan ibu. Penelitian tentang strategi edukasi kesehatan pada ibu hamil dan ibu post partum masih diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI di waktu yang tepat.
KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA
Aristina Halawa
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Jurnal keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i2.293
Kecanduan game online pada remaja ini dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua karena remaja menghabiskan waktunya untuk bermain game online dan menjadi tidak bertanggung jawab terhadapt tugas-tugasnya baik di rumah, sekolah maupun tanggungjawab sosialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecanduan game online dan tingkat kecemasan orang tua. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja berusia 12-21 tahun yang bermain game online sekitar 5-6 jam bahkan lebih perhari dan orang tua yang anaknya kecanduan game online sejumlah 24 responden. Pengambilan sampel dilakuan dengan cara Total Sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner IAT dan TMAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengalami kecanduan game online ringan orang tuanya juga mengalami kecemasan ringan yaitu sebanyak 10 orang (72%) dan remaja yang mengalami kecanduan game online berat menunjukkan orangtuanya juga paling banyak mengalam kecemasan berat yaitu sebanyak 5 orang (50%). Dari hasil uji statistik spearmen didapatkan hasil p= 0,001 yang berarti H0 ditolak atau ada hubungan antara kecanduan game online pada remaja dan tingkat kecemasan orang tua. Orang tua dapat melakukan pengawasan pada anak dengan mendampingi anak bermain game online dan memberi batasan waktu yang tegas sehingga anak tidak mengalami kecanduan dan orang tua juga tidak mengalami kecemasan.
PENERAPAN INTERVENSI TERAPI AKUPRESUR UNTUK MENGATASI GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI
Budi Artini;
Dianin Handayani
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Jurnal keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v10i2.294
Hipertensi adalah salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu faktor internal (umur, jenis kelamin, faktor genetik) dan faktor eksternal yaitu lingkungan (obesitas, stres, kebiasaan merokok, asupan garam, alkohol dan lain-lain). Tanda dan gejala pasien dengan hipertensi antara lain sakit kepala, jantung berdebar, kelelahan, keringat berlebihan, tremor otot, mual dan muntah. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pola tidur. Gangguan pola tidur ini dapat mencakup gangguan pada jumlah, kualitas ataupun waktu tidur pada seorang individu. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pelayanan keperawatan pada klien hipertensi dengan gangguan pola tidur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan dua partisipan yang dirawat dalam 3 hari di UPTD Griya Werdha Jambangan Surabaya. Hasil studi menjelaskan bahwa klien dengan hipertensi didapatkan diagnosa keperawatan gangguan pola tidur. Intervensi yang diberikan kepada kedua klien adalah dengan pemberian terapi akupresur. Terapi akupresur merupakan terapi yang menggunakan teknik penekanan pada titik tertentu untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan relaksasi sehinga membantu untuk mengurangi gangguan pola tidur. Setelah dilakukan intervensi tehnik akupresur selama 3 hari masalah gangguan pola tidur pada klien satu dan dua dapat teratasi. Kedua klien.mampu memenuhi kebutuhan tidurnya. Oleh karena itu pada lansia yang mengalami gangguan pola tidur dapat diberikan tehnik akupresur untuk mengatasi masalah gangguan pola tidurnya.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN NASAL KANUL TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN COVID19
Denny Setiadi
Bahasa Indonesia Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v11i1.308
Covid 19 atau disebut juga Coronavirus adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 dan bersifat menular. Virus corona menyerang saluran pernapasan yang dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen yang tidak terduga. Penggunaan kanula hidung menjadi pilihan dalam memenuhi kebutuhan oksigen pasien virus corona dengan protes ringan hingga langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kecukupan pemanfaatan kanula hidung pada oksigen imersi pada pasien virus corona di RS Fatmawati. Strategi eksplorasi menggunakan one gathering pretest-posttest plan tanpa menggunakan benchmark group, metode pemeriksaan adalah Complete Examining menggunakan uji Wilcoxon, disusul dengan overall direct model-rehashed measure, jumlah responden adalah 17 orang. Nilai normal perendaman oksigen sebelum diberikan perawatan oksigen kanula hidung adalah 92,24% dan nilai perendaman oksigen setelah diberikan kanula hidung adalah 98,24%. Hal ini cenderung terlihat bahwa ada perbedaan kritis antara saat diberikan kanula hidung dengan perkiraan imersi setelah diberikan kanula hidung, nilai p (0,000) < (0,05). Sehingga cenderung diduga ada kecukupan positif pemanfaatan kanula hidung pada perendaman oksigen pada pasien virus corona.
SEDUHAN BUNGA ROSELLA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI
Rina Budi Kristiani;
Sosilo Yobel
Bahasa Indonesia Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v11i1.320
Hypertension is an increase in blood pressure > 140/90 mmHg is the result obtained with two measurements. Hypertension can be prevented and controlled with non-medical and medical treatment, non-medical treatment including maintaining weight, regulating diet, avoiding alcoholic beverages and cigarettes and steeping rosella flowers. This study aims to see the difference in blood pressure in the control and intervention groups after giving Rosella flower water steeping. The method used is a quasi-experimental pre-post test with a control group of 36 respondents, using a purposive sampling technique to determine the sample, with the intervention group (given rosella flower steeping) totaling 18 respondents and the control group totaling 18 respondents. The data obtained were carried out by the Wilcoxon and Mann Whitney U statistical tests. Data analysis using the Wilcoxon statistical tests in the intervention and control groups showed sig 2 tailed = 0.000 and 0.248 and the Mann Whitney U statistical test showed 0.000 meaning that there was a difference in blood pressure in the control and intervention group respondents. after giving rosella flower steeping. Steeping rosella flowers can be used as an alternative non-drug therapy to control blood pressure in patients with hypertension. Keywords: Rosella Flower Stew, Blood Pressure, Hypertension
HUBUNGAN BURNOUT DENGAN KINERJA PERAWAT PADA ERA PANDEMI COVID-19 DI RS WILLIAM BOOTH SURABAYA
Aristina Halawa;
Hendro Djoko Tjahdjono;
Erisa Navyta Khurniawati
Bahasa Indonesia Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47560/kep.v11i1.328
Selama masa pandemi covid-19 banyak perawat yang mengalami kelelahan akibatnya perawat mengalami burnout karena banyaknya tanggung jawab dan tuntutan kerja. Burnout merupakan kondisi kelelahan secara fisik maupun emosi. Banyaknya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi covid-19 dan peningkatan jumlah pasien covid-19 menyebabkan keterbatasan tenaga medis terutama perawat diruang rawat inap isolasi. Jam kerja yang semula hanya 8 jam menjadi lebih dari waktu tersebut bahkan tidak luput dari jam lembur sehingga dikhawatirkan perawat mengalami tingkat stres dan kelelahan kerja yang berdampak pada penurunan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout dengan kinerja perawat pada era pandemi covid-19 di RS William Booth Surabaya. Desain penelitian korelasi ini dengan kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang dalam penelitian ini adalah semua perawat yang pernah merawat pasien covid-19 diruang isolasi. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner Maslach Burnout Inventory (MBI) dan kuisioner kinerja perawat. Hasil penelitian didapatkan bahwa paling banyak responden mengalami burnout tinggi sebanyak 13 responden (37,1%), dan mayoritas responden memiliki kinerja baik sebanyak 34 responden (97,1%). Dan hasil uji statistik spearman rho didapatkan nilai p = 0.253 yang artinya tidak ada hubungan burnout dengan kinerja perawat pada era pandemi covid-19 di Rumah Sakit William Booth Surabaya. Oleh karena itu, perawat hendaknya mampu mengendalikan burnout yang dialami, agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik dalam memberikan pelayanan profesional kepada pasien secara optimal kepada pasien.