cover
Contact Name
Ethycasari
Contact Email
-
Phone
+62315633365
Journal Mail Official
lppmwb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cimanuk No.20, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60241
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 2302948X     EISSN : 26865297     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal keperawatan menerbitkan artikel ilmiah terkait masalah keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini ada sejak tahun 2012 dan terbit dua kali dalam satu tahun di bulan Mei dan November.
Articles 163 Documents
PENGARUH KECEMASAN SAAT PEMBELAJARAN DARING MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STIKES WILLIAM SURABAYA Erika Untari Dewi
Bahasa Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v9i1.210

Abstract

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara dosen dan mahasiswa. Dengan adanya pembelajaran daring seringkali membuat mahasiswa menjadi cemas. kecemasan adalah suatu keadaan aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa yang buruk akan segera terjadi. Karena kuliah daring lebih banyak tugas dibandingkan dengan pengajaran mata kuliah dan juga dengan mengikuti perkuliahan daring bisa mendapatkan IPK yang kurang baik. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional, yang bertujuan untuk mencari hubungan antara pembelajaran daring dengan kecemasan mahasiswa. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu pembelajaran daring dan variabel dependen yaitu kecemasan mahasiswa. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Stikes William Booth berjumlah 19 responden, dengan sampel 19 responden. Pengumpulan data dengan kuisioner pembelajaran daring, kecemasan Hars dan data prestasi mahasiswa berupa indeks prestasi. Hasil penelitian menunjukan pembelajaran daring cukup sebanyak 14 orang (73,6%) dan kecemasan Hars sedang sebanyak 9 orang (47,3%) serta Indeks prestasi 3,00 – 3,49 sebanyak 52%. Analisa data menggunakan uji statistic spearman Rho Correlation de peroleh tingkat kemaknaan 0,04 (p<0,05). Dengan demikian Ho di tolak yang berarti ada hubungan kecemasan selama pembelajaran daring dengan prestasi mahasiswa mahasiswa di Stikes William Booth.
SELF – EFFICACY REMAJA PECANDU NARKOBA DI RUMAH SEHAT ORBIT MARGOREJO INDAH UTARA SURABAYA Aristina Halawa
Bahasa Indonesia Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v8i2.211

Abstract

Penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja yang menimbulkan dampak terhadap psikologis remaja yang berakibat menurunnya self-efficacy atau rendahnya keyakinan terhadap kemampuan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Self-Efficacy Pada Remaja Pecandu Narkoba Di Rumah Sehat Orbit Margorejo Indah Utara Surabaya. Desain penelitian yaitu menggunakan desain deskriptif, dengan jumlah populasi 12 responden, dan jumlah sampel 12 responden remaja pecandu narkoba. Tehnik sampling yang digunakan yaitu Total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dalam pengambilan data. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Diharapkan self efficacy Remaja Pecandu Narkoba ini dapat menjadi gambaran agar menjadi perhatian bagi bagian yang terkait untuk terus memperhatikan remaja pecandu Narkoba sehingga mereka dapat ditingkatkan self efficacynya.
SELF MANAGEMENT DIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN ULKUS DIABETIKUM DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA Hendro Djoko Tjahjono
Bahasa Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v9i1.212

Abstract

Diabetes Melitus (DM) saat ini masih menjadi masalah serius di negara-negara berkembang. Prevalensi yang cenderung meningkat dan penanganan yang tidak baik berdampak pada kejadian komplikasi. Salahsatu komplikasi yang dialami pasien DM adalah Ulkus Diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self management diabetes (SMD) pada pasien DM. Desain penelitian yang digunakan analisis deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian yaitu self management diabetes (SMD) pada pasien DM. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM di Puskesmas Jagir Surabaya. Sampel yang diambil sebanyak 18 responden melalui consecutive sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner SMD. Hasil penelitian menunjukkan SMD pasien DM yaitu katagori cukup sebanyak 10 orang (56%). Puskesmas dan tenaga kesehatan dapat menjadi sarana dan fasilitator bagi penderita DM dalam meningkatkan kemampuan SMD melalui edukasi, promosi kesehatan secara berkala dan kontinyu kepada pasien dan juga kepada keluarga sebagai support system pasien dalam dukungannya pada berbagai hal terkait penatalaksanaan DM.
EFETIFITAS MUSIK KERONCONG DAN MUSIK JAWA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA YANG MENGALAMI INSOMNIA DI PANTI GRIYA WREDA SURABAYA Ni Putu Widari; Lintang Sinta Sasanti Taloda
Bahasa Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v9i1.213

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan efektifitas musik keroncong dan musik jawa dalam meningkatkan kualitas tidur lansia yang mengalami insomnia. Design dalam penelitian ini menggunakan pra eksperimen (on-group pre-post design) dengan sampel penghuni Panti Werdha Griya Jambangan sebanyak 12 responden. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 6 responden untuk terapi musik keroncong dan 6 responden untuk terapi musik jawa. Pengambilan data dengan cara memberikan kuisioner untuk mengetahui tingkat insomnia pada lansia sebelum dilakukan terapi musik keroncong dan terapi musik jawa (10-30 menit). Skala insomnia diukur dengan menggunakan Insomnia Rating Scale. Dalam penelitian ini uji statistik diukur menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon didapatkan hasil p = 0,027 dengan kemaknaan p<0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat pengaruh antara pre test dan post test pada terapi musik keroncong. Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon didapatkan hasil p = 0,068 dengan kemaknaan p>0,05 yang berarti H0 diterima sehingga tidak terdapat perbedaan antara pre test dan post test pada terapi musik keroncong pada lansia yang mengalami insomnia. Kesimpulan untuk terapi ini, musik keroncong lebih efektif dibandingkan musik jawa pada lansia yang mengalami insomnia di Panti Werdha Griya Jambangan Surabaya.
SELF-ESTEEM REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI OVERWEIGHT DI SMP DHARMA WANITA SURABAYA Aristina Halawa
Bahasa Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v9i1.214

Abstract

Remaja yang mengalami overweight seringkali mengalami masalah harga diri rendah karena merasa bahwa fisik merupakan hal yang sangat peting untuk memiliki teman atau masuk dalam suatu grup. Self-Esteem atau harga diri yang rendah akan membuat individu merasa malu, memiliki persepsi yang negatif terhadap dirinya dan hal ini akan mempengaruhi remaja tersebut dalam bergaul dan bahkan akan mempengaruhi prestasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Self-Esteem pada remaja yang mengalami overweight. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif dengan populasi seluruh siswa di SMP Dharma Wanita Surabaya yaitu ssebanyak 44 responden dengan sampling menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner, data yang diperoleh kemudian dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian dari 44 responden yang mengalami overweight diperoleh hasil 35 siswa (79,55%) memiliki self-esteem rendah dan 9 siswa (20,45%) self-esteem tinggi. Peran orang tua dan sekolah sangat penting untuk membentuk cara pandang remaja kearah yang positif sehingga dapat menerima dirinya apa adanya dan memiliki self esteem yang tinggi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Erika Untari Dewi
Bahasa Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v10i1.215

Abstract

Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. (Kemenkes, 2020). Pencegahan dan penanggulangan penyakit yang penting adalah dengan cara memutus rantai penularan, yaitu dengan menghentikan agen masuk ke pejamu dan pencegahan yang mengarah pada upaya penanggulangan faktor risiko penyakit, seperti perilaku yang merupakan akumulasi dari pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan seseorang untuk terbebas dari penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Desain yang digunakan pada penelitian ini deskriptif korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Populasi dari Penelitian ini adalah masyarakat binaan Ners Stikes William Booth. Sampel yang digunakan 70 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dengan kuisioner. Data diperoleh dari hasil kuisoner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel dan dikonfirmasikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil dari empat faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19 yakni factor usia, tingkat Pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan, ternyata faktor tingkat pengetahuan yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19. Berdasarakan hasil penelitian ini sehingga untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan Covid-19 diperlukan Pendidikan kesehatan kepada masyarakat secara terus-menerus dan berkesinambungan.
DETEKSI DINI DISFUNGSI EREKSI PADA DM MENGGUNAKAN IIEF-5 Hendro Djoko Tjahjono
Bahasa Indonesia Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v8i2.231

Abstract

Disfungsi Ereksi (DE) merupakan salahsatu bentuk gangguan seksual yang dapat dialami oleh pasien diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi secara dini adanya disfungsi ereksi menggunakan instrument International Index of Erectile Function-5 (IIEF-5). Desain yang digunakan dengan pendekatan PICO (Problem, Intervention, Comparison, Outcomes) dan melalui penelusuran jurnal dari Proquest, Ebsco, Science Direct, didapatkan 16 responden. Hasil penerapan menunjukkan disfungsi ereksi ringan dialami 5 orang (31,25%), disfungsi ereksi ringan ke sedang 9 orang (56,25%) dan disfungsi ereksi sedang 2 orang (12,5%). Disfungsi ereksi memerlukan penanganan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitus.
Uji Coba Instrumen Pengkajian Keperawatan Medikal Bedah Berbasis Pola Fungsional Kesehatan Gordon Aprilia Nuryanti
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v9i2.243

Abstract

Banyak teori yang digunakan dalam pengkajian keperawatan. Beberapa mengadopsi satu teori, yang lain menggabungkan beberapa teori. Fungsi Kesehatan Gordon memiliki 11 pola kehidupan manusia dan dapat menilai masalah atau kebutuhan perawatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kualitas instrumen pengkajian keperawatan dan kualitas dokumentasi yang digunakan mahasiswa saat bedah keperawatan medik dalam praktik klinis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik pra eksperimental (one shot case study). Subjek dalam penelitian ini sebanyak 96 siswa untuk menilai kualitas instrumen pengkajian keperawatan dan 89 dokumen asuhan keperawatan yang ditulis oleh siswa tingkat III untuk menilai kualitas dokumentasi. Kuesioner skala likert dan daftar observasi digunakan. Penelitian dilaksanakan di STIKES Dirgahayu Samarinda dari bulan April sampai Juli 2019. Mutu dokumentasi pengkajian keperawatan sebagian besar dalam kategori baik. Beberapa komponen dalam kategori cukup yaitu akurasi pada riwayat kesehatan dahulu (58,43%), kelengkapan pada kajian metabolik nutrisi (75,28%), kajian pola aktivitas latihan (75,28%), dan pemeriksaan fisik dimana tiga aspek dalam kategori cukup (69,66%). Mutu instrumen dinilai dalam kategori baik pada ketiga aspek functionality, usability dan efficiency (>76%). Pola fungsional kesehatan menurut Gordon sesuai untuk diterapkan dan dapat dikembangkan untuk pengkajian keperawatan yang baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 Erika Untari Dewi
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v9i2.259

Abstract

Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. (Kemenkes, 2020). Pencegahan dan penanggulangan penyakit yang penting adalah dengan cara memutus rantai penularan, yaitu dengan menghentikan agen masuk ke pejamu dan pencegahan yang mengarah pada upaya penanggulangan faktor risiko penyakit, seperti perilaku yang merupakan akumulasi dari pengetahuan dan sikap terhadap kesehatan seseorang untuk terbebas dari penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19. Desain yang digunakan pada penelitian ini deskriptif korelasi. Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen dan dependen. Populasi dari Penelitian ini adalah masyarakat binaan Ners Stikes William Booth. Sampel yang digunakan 70 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dengan kuisioner. Data diperoleh dari hasil kuisoner, data yang terkumpul ditabulasi dengan tabel dan dikonfirmasikan dalam bentuk tabel. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil dari empat faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19 yakni factor usia, tingkat Pendidikan, pekerjaan, sosial ekonomi dan tingkat pengetahuan, ternyata faktor tingkat pengetahuan yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan Covid-19. Berdasarakan hasil penelitian ini sehingga untuk meningkatkan perilaku pencegahan penularan Covid-19 diperlukan Pendidikan kesehatan kepada masyarakat secara terus-menerus dan berkesinambungan.
APLIKASI MODEL KEPERAWATAN COMFORT KOLCABA DALAM ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT Lina Mahayati
Bahasa Indonesia Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v9i2.260

Abstract

Diaper dermatitis sering terjadi pada anak anak yang berisiko menimbulkan rasa gatal, nyeri, dan ketidaknyamanan. Pendekatan keperawatan untuk memberikan kenyamanan pada pasien didasarkan pada teori Comfort Kolcaba. Teori ini membahas tentang kenyamanan dalam empat konteks kenyamanan yaitu: fisik, psikospiritual, sosial budaya, dan lingkungan, Perianal care dengan menggunakan air merupakan salah satu Evidence Based Nursing Practice yang dapat diterapkan untuk mencegah dan mengatasi diaper dermatitis sehingga kenyamanan pasien dapat teratasi. Hasil dari penerapan teori ini dilakukan pada anak dengan kerusakan integritas kulit. Teori Kenyamanan Kolcaba dapat meningkatkan kesehatan pasien, kepuasan pasien dan keluarga terhadap pelayanan keperawatan bertambah.

Page 9 of 17 | Total Record : 163