cover
Contact Name
Nazwar Hamdani Rahil
Contact Email
nhrahil@respati.com
Phone
+6282126797911
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto, KM. 6.3 Depok
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
ISSN : 26572397     EISSN : -     DOI : -
Prosiding ini di terbitkan untuk publikasi artikel hasil penelitian, pengabdian masyarakat yang mencakup bidang kesehatan, sain s dan teknologi, ekonomi, sosial humaniora.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 253 Documents
ANALISIS REPRODUKSIBILITAS AKURASI TEGANGAN DI PESAWAT SINAR-X MEDIS PADA BAGIAN THORAKS MANUSIA Latifah Listyalina, Evrita Lusiana Utari,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 1, No 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional : Pemanfaatan Literasi Digital Dalam Publikasi Ilmiah
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang hubungan reproduksibilitas pada sinar-X medis ini sangat penting terutama berkaitan dengan keselamatan dengan tenaga ahli radiologi dan menghindari paparan radiasi pasien yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rentang reproduksibilitas Akurasi Tegangan, saat melakukan pengeksposan untuk sebuah alat Sinar-X medis Ysio Max. Dari hasil penelitian ini berdasarkan hasil perhitungan terhadap data yang didapat, diperoleh nilai rerata akurasi tegangan thoraks sebesar 3,92%. toleransi. Hal tersebut sesuai dengan keputusan Radiation Safety Act 1975, 2000, bahwa nilai hitung Akurasi Tegangan tidak melebihi nilai toleransi (0.05 atau 5 %).Kata kunci: reproduksibilitas; akurasi; tegangan; sinar X
PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOUR THERAPY (CBT) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA Sri Wulandari, Masruroh, Nur Alvira Pascawati, Kenik Sri Wahyuni, Bernadeta Verawati
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri mempunyai risiko lebih besar terhadap kejadian anemia, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan remaja tentang pengelolaan pola makan yang memenuhi unsur gizi seimbang dan juga karena perilaku remaja dalam mengkonsumsi makanan sebagai sumber zat gizi.Pengabdian dilakukan pada tanggal 15 Oktober – 21 November 2020 dengan melibatkan remaja putri (santri) yang ada di pondok pesantren Pangeran Diponegoro.Pengabdian dilakukan dalam bentuk pemeriksaan hb, penyuluhan dan diskusi tentang anemia dan gizi remaja yang meliputi konsep dasar anemia, diet sehat remaja, dan pola makan remaja.Hasil pengabdian terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia dan gizi remaja sesudah penerapan metode CBT. Remaja dengan pengetahuan rendah dan cukup 63,93% menjadi 12,12%. Dari aspek sikap dan pola makan juga mengalami peningkatan menjadi 100% sikap positif dan pola makan baik. Sebelum kegiatan para remaja mempunyai pemahaman yang keliru tentang anemia, dan sumber gizi yang dibutuhkan remaja.Setelah kegiatan, para remaja mengetahui dampak yang ditimbulkan jika mengalami anemia, serta mempunyai kommitmen yang baik untuk mengatur pola makan/konsumsi zat gizi seagai upaya pencegahan anemia. Penerapan metode Cognitif Behavioral Therapy yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan dan perubahan sikap remaja terkait pengelolaan gizi untuk mencegah anemia
POTENSI JUS UMBI BIT SEBAGAI SUPLEMENTASI ANEMIA Zakiyah, Zahrah; Setyaningsih, Dewi
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 1, No 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional : Pemanfaatan Literasi Digital Dalam Publikasi Ilmiah
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POTENTIAL OF BEETROOT JUICE AS ANEMIA SUPLEMENTATION AbstrakKebutuhan zat besi pada kehamilan secara signifikan terus meningkat sejalan dengan bertambahnya usia kehamilan. Sebanyak 48.9% ibu hamil di Indonesia mengalami anemia defisiensi besi. Stress oksidatif berkontribusi terhadap kejadian anemia defisiensi besi Zat besi sebagai pengobatan utama anemia defisiensi besi diketahui ikut serta dalam peningkatan radikal bebas melalui reaksi Fenton and Haber–Weiss. Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi kadar antioksidan GPx pada tikus bunting anemia yang diberi suplementasi jus umbi bit dan zat besi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain Randomized Posttest Only Control Group Design. Hasil penelitian dianalisis dengan uji ANOVA One Way. Subjek penelitian terbagi dalam 5 kelompok pengamatan. Hasil penelitian ini adalah jus umbi bit dosis 3.6 gr/BB memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mencapai kadar Glutation Peroksidase (GPx) sesuai dengan kelompok tikus sehat dibandingkan suplementasi zat besi 1.08 mg/BB. Kesimpulan peneltian inin adalah jus umbi bit terbukti berpotensi lebih baik untuk menyeimbangkan antioksidan pada penderita anemia defisiensi besi. Kata Kunci : Bit (Bet vularis L),  Antioksidan, Glutation Peroksidase (GPx), Suplemetasi zat besi.
SEGMENTASI AREA OPTIC DISC BERDASAR ALGORITMA DEEP LEARNING Ikhwan Mustiadi, Latifah Listyalina,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokter akan memeriksa kondisi mata pasien dalam rangka mengetahui kualitas penglihatannya. Salah satu bagian mata yang diperika ialah kondisi pusat syaraf mata atau optic disc (OD). Hal tersebut dilakukan melalui serangkaian pengamatan pada citra retina pasien dari hasil citra kamera fundus. Namun begitu, pemeriksaan menjadi tidak efektif apabila dokter mata harus melakukan pengamatan secara manual pada citra retina dengan jumlah yang banyak. Dalam hal ini, kesalahan pengamatan sangat mungkin terjadi. Lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan bahwa hasil pengamatan oleh seorang dokter dengan dokter lainnya menunjukkan hasil yang berbeda, atau dengan kata lain hasil pengamatan manual dapat bersifat subyektif. Dengan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, peneitian ini bertujuan untuk merancang sebuah program komputer guna membantu dokter melakukan segmentasi optic disc (OD) secara simultan dan akurat. Algoritma segmentasi OD dilatih dan diuji pada 800 buah citra retina dari basis data REFUGE selama 150 epoh menggunakan algoritma optimasi adaptive moment estimation (Adam) optimizer. Proses pelatihan dan evaluasi dilakukan pada CPU dengan spesifikasi prosesor Inter Xeon @2,30 GHz dan sebuah GPU NVIDIA Tesla T4 yang disediakan secara gratis oleh Google’s Colab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma yang diusulkan telah mampu memisahkan area OD dengan area lain pada citra retina dengan baik.
PEMANFAATAN TERAPI KOMPLEMENTER PADA ASUHAN ANTENATAL : STUDI KUALITATIF Henny Safety, Dewi Setyaningsih, Almira Gitta Novika,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan Pelayanan kesehatan tradisional alternatif dan komplementer di dunia sudah membudaya dan mulai masuk dalam sistim pelayanan kesehatan perseorangan. Pengobatan komplementer dan alternatif di beberapa komunitas kebidanan sudah menjadi bagian penting dari praktik kebidanan. Bagi bidan dan wanita, pelayanan kebidanan komplementer merupakan salah satu alternative pilihan untuk mengurangi intervensi medis saat hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan terapi komplementer dalam asuhan antenatal, kebutuhan terapi komplementer ibu hamil serta faktor yang mempengaruhi pemilihan terapi komplementer selama kehamilan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologis. Pengambilan data dilakukan dengan cara indept interview. Sampel penelitian ini adalah 6 ibu hamil yang melakukan kunjungan Antenatal Care yang diambil dengan tehnik purposive sampling. Sedangkan untuk informan triangulasi adalah 3 bidan yang memberikan pelayanan Antenatal Care. Berdasarkan penelitian Ibu hamil mempunyai minat yang baik dalam menggunakan terapi komplementer selama kehamilan. Tetapi pemanfaatan terapi komplementer dalam asuhan antenatal yang dilakukan dengan bidan masih kurang. Ibu hamil masih menggunakan terapi komplementer dari non medis. Terapi komplementer yang diinginkan ibu adalah prenatal yoga, pijat kehamilan, aromatherapy, akupuntur. Faktor yang menjadi pertimbangan ibu hamil dalam memilih pelayanan komplementer adalah waktu, ketrampilan tenaga kesehatan, komunikasi petugas, tempat, keramahan, jarak dan transportasi
ANALISIS KEPUASAN PELAYANAN KESEHATAN PADA ODHA DI PUSKESMAS GEDONGTENGEN YOGYAKARTA Nuraini, Iva Shobiatul Izza, Rini Pratiwi,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: HIV adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS adalah kumpulan gejala yang timbul karena sangat turunya kekebalan tubuh penderita HIV dan stadium akhir HIV. Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki urutan ke-9 sebagai provinsi dengan penderita HIV-AIDS terbanyak. Puskesmas Gedongtengen merupakan pelayanan kesehatan yang paling banyak menerima pasien ODHA. Tujuannya adalah ntuk menganalisis Reliability, Assurance, Tangibles, Empaty dan Responsiveness kepuasan pelayanan kesehatan pasien ODHA Di Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kualitatif, dengan dilakukan wawancara mendalam kepada ODHA dan petugas puskesmas, dengan jumlah informan 6, terdiri dari 4 informan kunci dan 2 informan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dengan metode wawancara mendalam yaitu dari lima dimensi kepuasan mengatakan puas terhadap pelayanan puskesmas seperti kenyamanan, kemudahan dalam mengakses fasilitas kesehatan, keramahan petugas, dan kesigapan petugas. Sedangkan pada dimensi Tangibles pasien ODHA mengatakan bahwa kondisi ruang periksa masih kurang efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayanan suatu organisasi dikatakan berkualitas apabila telah dilaksanakan dengan baik, pada penelitian ini pelayanan yang diberikan belum sepenuhnya diberikan dengan baik dari lima dimensi yang diteliti masih ada dimensi yang kurang baik yaitu pada dimensi tangibles berupa kondisi ruang periksa yangmasih di rasa kurang efektif.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA IBU PRIMIGRAVIDA 1 TETANG STUNTING Nurya Kumalasari, Sutiyono,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan salah satu masalah pertumbuhan yang diakibatkan kurangnya gizi pada anak. Berdasarkan data dari Riskesdas (2018) sebanyak 62,847 balita mengalami stunting (54,9%). Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Danie (2017) menyatakan bahwa anak yang mengalami stunting dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu yang kurang (46,7%). Untuk mengurangi kejadian stunting pada anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan telah melakukan berbagai cara. Memberikan pendidikan kesehatan pada ibu tentang pola asuh dan memberikan pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi serta gizi pada remaja tetapi hasilnya belum maksimal.Tujuan : tujuan penelitian ini adalah untuk mempengaruhi pengaruh media pembelajaran komik terhadap pengetahuan ibu primigravida 1 tentang stunting di Kabupaten Grobogan Tahun 2019 Metode Penelitian : metode penelitian ini menggunakan desain true eksperimen dengan rancangan randomized salomon four group. Analisa data dibagi 2 yaitu analisis bivariate. Hasil Penelitian : adanya perubahan pada pengetahuan ibu tentang stunting dengan media komik dengan nilai signifikan 0,0001 dengan nilai beda sebesar 5.181 dan adanya perubahan rata rata sebesar 6,52. Adanya perubahan pada pengetahuan ibu tentang kehamilan dengan media komik dengan nilai signifikan 0,009 dengan nilai beda sebesar 2.837 dan adanya perubahan rata rata sebesar 3,64. Adanya perubahan pada pengetahuan ibu tentang gizi dengan media komik dengan nilai signifikan 0,0001 dengan nilai beda sebesar 6,053 dan adanya perubahan rata rata sebesar 5,56. Kesimpulan : terdapat pengaruh pengembangan media pembelajaran komik tentang stunting, kehamilan dan gizi terhadap pengetahuan ibu tentang stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI KELAS WANI MPASI SEBAGAI UPAYA ANTI STUNTING DAN ANTI ANEMIA BERBASIS BAHAN PANGAN LOKAL DI YOGYAKARTA Sinta Massolo, Nur Khasanah, Novi Indrayani,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir semua posyandu yang ada di wilayah kerja puskesmas banguntapan III sudah pernah mengirim salah satu kadernya mewakili pelatihan PMBA, namun pelatihan tersebut belum merata diperoleh oleh semua kader, sehingga kegiatan yang dilakukan di Posyandu belum optimal. Kegiatan hanya berfokus pada penimbangan dan pengukuran PB serta pemberian Vit A, sedangkan pemberian makanan tambahan khususnya MPASI belum sesuai standar WHO. Berdasarkan studi pendahuluan didapatkan informasi bahwa sebagian besar kader posyandu belum mengetahui secara detail tentang MPASI, hal tersebut sejalan dengan masih adanya kasus gizi buruk, gizi kurang, stunting dan BGM di kelurahan banguntapan. Para Kader berasumsi bahwa penyediaan MPASI/PMT sesuai standar membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sehingga penyediaan PMT hanya satu atau dua jenis makanan saja. Berdasarkan hal tersebut Pengabdi menyelenggarakan kembali kegiatan PMBA tetapi lebih berfokus pada MPASI berbahan pangan lokal yang dapat mencegah stunting dan anemia. Metode kegiatan pengabdian meliputi, pembentukan kelompok kader dalam satu wadah grup whatsapp, pelatihan secraa langsung, konsultasi online, praktik perhitungan status gizi dan deteksi dini kondisi stunting, pembuatan social media tentang kesehatan balita khususnya MPASI dilaman Instagram, pembuatan media cetak berupa lembar balik MPASI, monitoring dan evaluasi dengan memantau data penimbangan BB balita pada bulan oktober satu bulan tepat setelah pelatihan dilakukan. Hasil Kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terkait MPASI dan keterampilan kader dalam menilai status gizi balita serta terbit HKI Media cetak Lembar balik MPASI yang dapat digunakan para kader dalam melakukan konseling
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN DENGAN PEMANFAATAN HERBAL , Muflih Muflih, Melani Maranressy, Ester Ratnaningsih, Lenna Maydianasari, Rahayu Widaryanti
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Indonesia secara turun temurun menggunakan tanaman herbal untuk memelihara dan mengatasi masalah kesehatan, namun belum semua memahami manfaat dari tanaman yang ada. Dusun Karangrejo di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman memiliki berbagai potensi sumber daya alam yang baik, ditunjang dengan kondisi tanah yang subur dibuktikan dengan luasnya area persawahan dan perkebunan. Namun masyarakat belum mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam tersebut untuk menanam tanaman herbal sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan pengolahan tanaman herbal dalam memelihara kesehatan masyarakat secara mandiri. Metode yang digunakan adalah melalui pelatihan pemanfaatan tanaman herbal pada ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Pengabdian masyarakat ini melibatkan 12 orang ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Instrumen yang digunakan meliputi lembar pretest dan posttest serta lembar checklist. Kemudian dianalisis menggunakan distribusi frekuensi untuk data demografi dan grafik untuk nilai pretest dan posttest. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan nilai pretest rata-rata peserta adalah 66,67 dan meningkat pada posttest sebesar 82,22 yang menunjukkan ketercapainnya pelaksanaan pelatihan. Untuk kegiatan selanjutnya perlu dilakukan upaya pembinaan dan pendampingan pada keluarga dalam pengolahan tanaman herbal.
PERBEDAAN RISIKO STUNTING BERDASARKAN JENIS KELAMIN Casnuri, Puspito Panggih Rahayu,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 2, No 1 (2020): Tetap Produktif dan Eksis Selama dan Pasca Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia masih tinggi sebesar 30,8%. Stunting pada balita dapat menghambat perkembangan anak hingga berdampak negatif jangka panjang dalam kehidupan selanjutnya. Anak laki-laki lebih mudah mengalami malnutrisi dibandingkan anak perempuan. Namun, pengaruh jenis kelamin terhadap kejadian stunting masih kontroversi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan risiko stunting berdasarkan jenis kelamin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan subjek sejumlah 25 balita usia 0-59 tahun di wilayah Puskesmas Kalasan, Yogyakarta. Variabel bebas adalah jenis kelamin sedangkan variabel terikat adalah kejadian stunting. Analisis data menggunakan Chi-Square untuk mengetahui perbedaan risiko berdasarkan jenis kelamin. Hasil: Mayoritas subjek berjenis kelamin perempuan (52%) dan berstatus gizi normal atau tidak stunting (68%) dan hanya sebagian kecil yang ditemukan stunting (32%). Hasil analisis menunjukkan jenis kelamin tidak berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,673). Simpulan: Tidak ada perbedaan risiko yang bermakna antara laki-laki dan perempuan terhadap kejadian stunting.