cover
Contact Name
Delipiter Lase
Contact Email
-
Phone
+6282113755597
Journal Mail Official
jurnal@sttsundermann.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Street No. 19 Gunungsitoli, Sumatera Utara
Location
Kota gunungsitoli,
Sumatera utara
INDONESIA
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan STT BNKP Sundermann
ISSN : 19793588     EISSN : 27158969     DOI : https://doi.org/10.36588/sundermann
Jurnal Sundermaan is a scientific journal that publishes the result of studies and researches in the areas related to theology, Christian education, and socio-culture studies. This journal focused on novelty and innovation in the field of Biblical studies, Christian theology, Educational science, Sociology, and Religious studies. The audiences of this journal are graduate students, academicians, practitioners, and others who are interested in theology, religion, education, social, and cultural issues.
Articles 62 Documents
Daud and Mephibosheth: Reconstruction of the meaning of Inheritance Rights Justice for Persons with Disabilities in 2 Samuel 9:1-13 Laurentius Khoswandy, Geovanny Geraldy
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i1.118

Abstract

The condition of a person's disability is still a hot polemic to be discussed. One of the problems that is often overlooked or even normalized by today's people is the granting of inheritance rights for people with disabilities. Their situation as persons with disabilities keeps them from getting their full rights in the inheritance that they should get. Persons with disabilities are considered unable to obtain or even unable to manage these rights/inheritance. This of course creates a new oppression for them as persons with disabilities because they cannot receive what they should get. Inheritance problems for people with disabilities can actually be found in the Bible. One of the Bible stories that today's Christians may rarely know is about one of the children of Jonathan, David's friend, Mephibosheth. Jonathan's son is a person with a disability because his legs are lame as a result of an incident in his childhood. Mephibosheth's condition as a person with a disability meant that he was denied his rights as the grandson of King Saul (a descendant of the royal family). Therefore, through this paper, using a simple historical critical method, I want to show and dismantle the problem of injustice for persons with disabilities, especially in terms of inheritance. In addition, considering that this paper uses a disability perspective, of course it will at least provide a new perspective on the issue of inheritance rights for persons with disabilities by prioritizing aspects of justice and equality which so far have been underestimated.
Re-Interpretasi Hak Milik Pribadi Dalam Bingkai Dimensi Sosial Sianipar, Magelhaens
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 16 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v16i2.119

Abstract

This article aims to explain how private property rights are framed in a social dimension. Property rights here are given by God as a means to protect human life as well as those of others around them. This research was carried out using qualitative methods by reviewing Christian theological literature and developing topics related to private property rights within the framework of the social dimension. First, the author explains how property rights are defined, the social dimensions and what the Biblical view of this is. Then the author explains how Christianity views this by explaining how the significance of property ownership comes from God. Then explains the theological view regarding private property rights within the framework of the social dimension which directs each individual to a view that shows that each person's rights must also be seen as part of someone's property rights within them. Private ownership or personal rights have a moral obligation to see other groups in society as having a part in it. With this understanding, private ownership must also be in a good and correct flow. Private property rights must always be in order to fulfill needs, while protecting personal sustainability and the lives of other people in need.
Gratitude dalam Budaya Undhuh-Undhuh di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jawa Christofandi, Diorestu Lamas
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 16 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v16i2.121

Abstract

Upacara undhuh-undhuh dalam Gereja Kristen Jawi Wetan memiliki makna sebagai bentuk rasa syukur. Upacara ini merupakan akulturasi dari dua budaya yaitu budaya Jawa dan ajaran kristiani. Undhuh-undhuh memiliki makna selain sebagai ungkapan rasa syukur, juga terkandung nilai toleransi. Tujuan dari studi ini adalah Menganalisa tentang budaya undhuhundhuh dari sudut tinjauan gratitude. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu studi literatur dengan konsep psikologi budaya. Budaya undhuh-undhuh adalah salah satu budaya yang masih dilestarikan oleh umat GKJW. Akulturasi pada budaya ini terletak pada kegiatan penduduk sekitar yang berprofesi sebagai petani. Undhuh-undhuh itu sendiri dengan ajaran kristen protestan sebagai kepercayaan penduduknya mengandung nilai gratitude yang berupa rasa terimakasih yang dipicu oleh penerimaan manfaat dari Tuhan. Gratitude sangat berdampak pada kehidupan manusia dalam hal kepuasan, kebahagiaan, prososial, mengurangi rasa iri dan materialisme, meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain, serta meningkatkan wellbeing dan pshysical health yang lebih baik. Undhuh-undhuh juga memiliki nilai toleransi yang merupakan cerminan juga dari gratitude. Gratitude membuat orang lebih memahami kekurangan dirinya dan dapat menumbuhkan rasa sosial terhadap orang lain. Dari hasil kajian, pengkaji merekomendasikan agar upacara undhuh-undhuh tetap dilestarikan oleh umat GKJW dan masyarakat setempat, karena selain dapat dilaksanakan sebagai event tahunan yang dapat mendatangkan investasi daerah, juga memiliki fungsi sebagai nilai toleransi antar umat beragama yang merupakan akulturasi dua budaya yaitu budaya setempat dan ajaran kristiani.
Mengembangkan Diakonia Reformatif bagi Orang Miskin di Jemaat Banua Niha Keriso Protestan Siofabanua Ndraha, Yunelis
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 16 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v16i2.122

Abstract

Konteks warga Gereja BNKP Jemaat Siofabanua yang dihadapkan dengan persoalan kemiskinan menjadi pemicu pelayanan diakonia karitatif. Pelayanan dalam bentuk pemberian bantuan uang atau barang, kepada warga jemaat yang miskin, dilakukan sekali dalam empat bulan. Namun, diakonia karitatif belum menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan warga jemaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Gereja BNKP Jemaat Siofabanua telah menerapkan diakonia reformatif dalam upaya untuk mengentaskan kemiskinan warga jemaatnya. Dalam penelitian ini penulis memakai metode deskriptif dalam rangka menggambarkan dan menganalisa penerapan diakonia reformatif serta manfaatnya secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama ini, pelayanan diakonia bagi warga Gereja BNKP Jemaat Siofabanua adalah pelayanan diakonia karitatif. Pelayanan ini baik untuk menyelesaikan masalah yang bersifat insidentil dalam durasi waktu yang tidak lama atau dalam bahasa lain tanggap darurat, namun belum mampu mengentaskan kemiskinan warga jemaat. Mengingat bahwa pelayanan diakonia karitatif itu berupa uang dan barang yang habis terpakai dalam waktu singkat karena sangat dibutuhkan. Gereja BNKP Jemaat Siofabanua masih menerapkan pelayanan diakonia karitatif, belum diakonia reformatif yang dapat membangun kehidupan jemaat. Dengan kata lain, pelayanan diakonia yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan warga jemaat ialah pelayanan diakonia reformatif, bukan karitatif. Sebab penerapan diakonia reformatif berimplikasi bagi pertumbuhan ekonomi warga jemaat.
Peningkatan Kualitas Sermon Pelayan dan Signifikansinya pada Pemberitaan Firman dalam Ibadah di BNKP Harefa, Gustav Gabriel; Telaumbanua, Sozawato
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 16 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v16i2.124

Abstract

Khotbah adalah salah satu unsur terpenting dalam ibadah Kristen. Pentingnya khotbah karena disitulah pesan Tuhan disampaikan melalui hamba-Nya, dalam hal ini di gereja BNKP melalui para pengkhotbah, baik Pendeta, Vikar, Guru Jemaat, SNK (penetua Gereja yang ditugaskan untuk pelayanan ini. Namun, realita yang terjadi, khotbah cenderung kurang berkualitas sehubungan dengan kurangnya persiapan pelayan dalam mempersiapkan khotbah. Salah satu solusi penting yang dapat digunakan adalah sermon atau persiapan pelayan. Tulisan ini mencoba meneliti sejauh mana pelaksanaan sermon dalam mempersiapkan khotbah di gereja BNKP, sekaligus menganalisis faktor yang menyebabkan kurang aktifnya sermon pelayan di BNKP. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti melaksanakan sebaran kuisioner melalui google form kepada 80 orang Vikar I dan II yang sedang melayani di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka peneliti  memberikan rumusan tentang teknik pelaksanaan sermon yang berguna bagi peningkatan kualitas khotbah para hamba Tuhan di gereja BNKP.
Strategi Pengembangan Gereja Bercermin dari Sejarah Misi dan Penginjilan di Tanah Minahasa Fingfing Keren Grace Wong; Sulistiyo, Ferdiand; Imanuel, Dolie Fransix
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i1.125

Abstract

Tanah Minahasa merupakan sebuah wilayah yang terkenal dengan warisan agama Kristen yang kuat. Misi dan penginjilan gereja Kristen di tanah Minahasa memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan gereja dan masyarakat di wilayah tersebut. Namun, beberapa tahun terakhir telah terjadi penurunan kehadiran di gereja dan partisipasi dalam kegiatan gereja. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain urbanisasi, sekularisasi, dan bangkitnya gerakan keagamaan baru. Peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk mengumpulkan data tentang sejarah penginjilan di Tanah Minahasa dan strategi pengembangan gereja. Pemberitaan Injil dan pendirian gereja memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat Minahasa. Kekristenan membawa perubahan dalam praktik tradisional masyarakat Minahasa, seperti penghapusan perbudakan, penghentian pengayauan, dan penerapan monogami. Dengan menyusun strategi pengembangan gereja yang berakar pada Injil dan relevan dengan tantangan kontemporer yang dihadapi gereja-gereja di Minahasa, maka Gereja-gereja di Minahasa dapat berkembang dengan berfokus pada pemberitaan Injil. Gereja-gereja yang memberitakan Injil secara efektif akan mengalami pertumbuhan kehadiran dan partisipasi.
Pendidikan Kristen dalam Isu Perang dan Konflik Global Pertiwi, Ivana Elsa Dian
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i1.130

Abstract

Keberadaan manusia dari masa ke masa dipengaruhi oleh permasalahan perang dan konflik global yang mempunyai pengaruh besar terhadap stabilitas, kehidupan sosial manusia, perekonomian, dan kesehatan. Permasalahan ini sudah menjadi urgensi global karena seiring berjalannya waktu perkembangan senjata modern juga semakin meningkat yang dapat mengancam peradaban dunia. Sebagai masyarakat global yang terkena dampak langsung dan tidak langsung dari permasalahan ini, memiliki peran dalam menjaga perdamaian dunia. Sebab inilah cita-cita Kristus bagi manusia dalam mewujudkan perdamaian dunia dan menegakkan kebenaran-Nya di dunia. Untuk mencapai tujuan-Nya, pendidikan Kristen merupakan lembaga yang paling berpengaruh dalam mendidik dan mengembangkan peserta didik untuk mewujudkan peran dan tanggung jawabnya sebagai umat beriman di tengah realitas dunia yang kompleks dan tidak stabil. Oleh karena itu, jurnal ini bertujuan untuk menyelidiki urgensi pendidikan Kristen dalam mengajar dan membimbing siswa untuk memahami panggilan dan perannya di dunia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian tinjauan pustaka dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, dan menganalisis sumber-sumber yang relevan sesuai dengan bidang penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen berperan penting dalam membentuk pemahaman siswa terhadap isu perang dan konflik global. Pendidikan mengenai isu-isu ini dapat membantu siswa memahami secara kritis konflik global, dampaknya, dan upaya untuk memajukan perdamaian dan menegakkan kebenaran Tuhan.
Menggugat Tuhan: Harmoni Teodisea Leibniz dalam Realitas Krisis dan Penderitaan Liyan di Gaza simbolon, krisma; Riyanto, Eko Armada
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i1.131

Abstract

Perang yang berlangsung antara Palestina dan Israel di Jalur Gaza sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Pada tahun 2023, perang kembali terjadi lagi di Jalur Gaza, yakni antara Kelompok Hamas (militan Palestina) dengan tentara Israel. Akibatnya, banyak korban berjatuhan dan mengalami penderitaan. Korban ini bukan hanya dari kalangan militer, melainkan juga orang-orang yang tidak bersalah seperti anak-anak, lansia, balita, wanita, penyandang disabilitas, dan sebagainya. Armada Riyanto menyebut kelompok ini sebagai Liyan. Keadaan ini kontradiksi dengan pengalaman akan Tuhan yang menjadi sumber kebaikan, sumber kebijaksanaan, dan sumber keadilan. Mengapa Liyan mengalami penderitaan? Apakah penderitaan tersebut berasal dari Tuhan? Dimana posisi Tuhan dalam penderitaan mereka? Fokus dari tulisan ini adalah untuk menjawab ketiga pertanyaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Leibniz menyatakan Allah merupakan sumber dari segala sesuatu. Allah menciptakan dunia yang terbaik dan tidak pernah menghendaki penderitaan manusia. kejahatan merupakan konsekuensi dari ketidaksempurnaan manusia dan kehendak bebasnya. Penderitaan yang dialami Liyan dalam perang tersebut bukan berasal dari Tuhan, melainkan akibat dari kejahatan sesamanya. Akibat keegoisan dan persaingan yang terjadi di antara pihak yang berperang membuat Liyan mengalami penderitaan. Mereka menjadi korban dari kehendak bebas manusia yang dipergunakan secara keliru. Tuhan selalu mendampingi Liyan yang menderita. Tuhan meminta pertanggungjawaban dari kehendak bebas manusia. Tuhan selalu berkarya dalam hidup manusia, bahkan pada saat manusia itu mengalami penderitaan. Perang ini harus segera dihentikan. Krisis kemanusiaan yang terjadi akibat perang tersebut harus membutuhkan penanganan dan perhatian yang serius dari berbagai pihak, khususnya mereka yang terlibat secara aktif dalam perang tersebut.
Esensi Bunga Altar dalam Liturgi Ibadah Minggu: Studi Kasus tentang Penggunaan Bunga Altar dalam Gereja HKBP Tambun Sari Ressort Bongbongan Pasaribu, Wando Sampetua; Hasibuan, Ricky Pramono; Marpaung, Morrys Syahputra; Mikael
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i1.141

Abstract

Altar flowers play an important role in various religious traditions, including in the context of the worship liturgy of Lutheran churches today. This paper explores the significance of altar flowers in the liturgical context of the Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) church, focusing on their symbolic meaning, aesthetic aspects, and the psychological impact they bring to worship. In worship, altar flowers are visual elements rich in meaning and often used to represent symbols such as the beauty of fertility, new life, or sacrifice, which contribute to the spiritual experience of the congregation. But behind it all, the author has a question from several sources that must be answered by the author regarding how important altar flowers are in the liturgical celebration of worship and what about the flowers that must be given in the altar whether live flowers or otherwise. That way the author will investigate further about the essence and true meaning of altar flowers in the Sunday worship liturgy at the HKBP Tambun Sari Ressort Bongbongan Church. The author then uses the literature method by examining church theological documents and analyzing interview data with congregations at HKBP Tambun Sari Ressort Bongbongan. The results show that regardless of the type of flower chosen, it is important to understand that the essence of using altar flowers is to express deep symbolic and spiritual meaning, in the context of worship.
Online Social Support Terhadap Penyintas Covid-19 dari Perspektif Pendampingan Masyarakat di Karombasan Selatan, Manado-Sulawesi Utara Nendissa, Julio Eleazer; Jacob Daan Engel; Gunawan Yuli Agung Suprabowo
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i2.138

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis online social support bagi penyintas Covid-19 dari perspektif pendampingan masyarakat di Karombasan Selatan, Manado, Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data yaitu wawancara. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa para penyintas Covid-19 di Karombasan Selatan mendapatkan perlakuan tidak baik dari masyarakat seperti dicaci maki, diusir dari rumah, diancam membakar rumah, diasingkan dari pergaulan. Online social support bersifat informasi, emosional, instrumental, penghargaan, jaringan sosial hadir untuk memberikan pendampingan masyarakat seperti gotong royong, tolong-menolong, menopang, mengasihi dan menyayangi, mendengarkan sehingga para penyintas Covid-19 di Karombasan Selatan telah merasakan kenyamanan, diperhatikan, dihormati, disayangi, dicintai, dihargai, dan terobati. Pada akhirnya, online social support dan pendampingan masyarakat bagi para penyintas Covid-19 di Karombasan Selatan berpengaruh positif karena mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik dan kembali lebih kuat tanpa memikirkan lagi pengalaman buruk atau perlakuan tidak pantas.