cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
lppm@stikeskendal.ac.id
Editorial Address
Jl. Laut No. 31A Kendal Jawa Tengah 51311
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal
ISSN : 20890834     EISSN : 25498134     DOI : https://doi.org/10.32583/pskm
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal (JIPJISK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.
Articles 1,175 Documents
Peran Muhammadiyah Disaster Management Center dalam Mitigasi Bencana Putra Agina Widyaswara Suwaryo; Sarwono Sarwono; Podo Yuwono
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.258 KB) | DOI: 10.32583/pskm.v10i1.663

Abstract

Bencana alam yang terjadi di Indonesia menimbulkan banyak kerugian, baik korban jiwa maupun harta benda. Hal ini memerlukan perhatian khusus karena kejadian bencana tersebut bukan yang pertama kali, bahkan terjadi berulang kali untuk tiap tahunnya. Pengurangan risiko bencana dan dampak akibat bencana yang terjadi bisa diminimalisir dengan manajemen bencana yang baik, terutama untuk tahap pra bencana seperti mitigasi dan kesiapsiagaan. Mitigasi bencana adalah langkah awal yang dilakukan sebelum terjadi bencana dengan menyiapkan sarana dan prasarana untuk mengurangi risiko bencana. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengambil bagian sebagai lembaga penanggulangan bencana untuk membantu masyarakat mulai dari pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Proses pengambilan data dilakukan kepada tim relawan MDMC, BPBD Forum Relawan Pengurangan Risiko Bencana dan Komunitas Mangroove Muhammadiyah dengan metode wawancara dan Focus Group Discussion (FGD). Teknik analisa data menggunakan model analisis interaktif dari Mathew Milles dan Huberman. Hasil penelitian didapatkan bahwa Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengambil bagian dalam mitigasi bencana di kabupaten Kebumen, seperti keterlibatan aktif dalam sosialisasi bencana dan fasilitator pembentukan Desa Tangguh Bencana, penanaman pohn mangrove, pembentukan cluster kesehatan khusus dari anggota MDMC yang berasal dari tenaga kesehatan, pelatihan tim kesehatan dalam bencana dan pembentukan Komunitas Mangrove Muhammadiyah. Kata kunci : manajemen bencana, mitigasi, MDMC ROLE OF MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER IN DISASTER MITIGATION ABSTRACT Natural disasters that occurred in Indonesia caused many losses, both fatalities and property. This requires special attention because the disaster event is not the first time, it even happens repeatedly for each year. Disaster risk reduction and the impact of disasters that occur can be minimized by good disaster management, especially for the pre-disaster stage such as mitigation and preparedness. Disaster mitigation is the first step taken before a disaster occurs by preparing facilities and infrastructure to reduce disaster risk. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) takes part as a disaster management agency to help the community starting from pre-disaster, emergency response and post-disaster. This research uses descriptive design with a qualitative approach. The data collection process was carried out to the MDMC volunteer team, BPBD Volunteer Risk Reduction Forum and the Mangroove Muhammadiyah Community using the interview method and Focus Group Discussion (FGD). Data analysis techniques using interactive analysis models from Mathew Milles and Huberman. The results obtained by the Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) took part in disaster mitigation in Kebumen district, such as active involvement in disaster socialization and facilitators in the formation of the Resilient Disaster Village, planting mangrove trees, the formation of special health clusters from MDMC members who came from health workers, training the health team in the disaster and the formation of the Muhammadiyah Mangrove Community. Keywords: disaster management, mitigation, MDMC
Status Gizi dan Anemia pada Ibu Hamil dengan Berat Badan Lahir Najdah Najdah; Yudianti Yudianti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.404 KB) | DOI: 10.32583/pskm.v10i1.664

Abstract

Masalah gizi kurang pada ibu hamil menjadi penyebab kematian ibu dan anak secara tidak langsung yang sebenarnya masih dapat dicegah. Rendahnya asupan gizi dan status gizi ibu hamil selama kehamilan dapat mengakibatkan berbagai dampak tidak baik bagi ibu dan bayi. Salah satunya adalah bayi lahir dengan berat badan lahir rendah atau BBLR. Kejadian BBLR merupakan penyebab utama kematian bayi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan anemia pada ibu hamil dengan BBLR. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan penelitian crossectional study, Sampel penelitian adalah semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Campalagian, Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar, dengan jumlah sampel 132 ibu. Data berat badan lahir bayi diambil dari kohor persalinan atau kohor bayi, status gizi ibu hamil ditentukan dengan LILA dan Anemia ditentukan dengan kadar hemoglobin diambil dari kohor pemeriksaan kehamilan yaitu data ANC. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan uji .Hubungan KEK ibu hamil pada trimester III dengan BBLR menunjukkan nilai p > 0,05 (p= 0,149) sehingga tidak ada hubungan antara KEK ibu hamil pada trimester III dengan BBLR. Hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR pada anak menunjukkan nilai p > 0,05 (p= 0,891) yang artinya tidak ada hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR pada anak. Kata kunci : status gizi, anemia, BBLR
Usia, Gravida, Status Gizi, dan Riwayat Hipertensi Berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia Lailatul Mustaghfiroh; Nurhana Sari; Resty Prima Prima
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.956 KB) | DOI: 10.32583/pskm.v10i1.665

Abstract

Pre eklampsia dapat dialami semua ibu hamil trimester kedua atau ketiga. Namun pula terjadi pada usia kehamilan 20 minggu. Di Jawa Tengah tahun 2017, pre eklampsi menduduki peringkat tertinggi penyebab kematian ibu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor umur, gravida, status gizi, dan riwayat hipertensi terhadap pre eklampsia di Puskesmas Tahunan Jepara. Jenis penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan case control.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Tahunan Jepara yang mengalami pre eklampsi bulan September 2017 – September 2018 sebanyak 30 ibu hamil dengan teknik sampling total sampling. Data penelitian ini adalah data sekunder berupa Rekam Medik. Analisa univariat dengan prosentase dan analisa bivariat menggunakan Chi-Square.Hasil Penelitian:Tidak terdapat hubungan umur (p = 0.347), gravida (p = 0.118), status gizi (p = 0.237) terhadap kejadian pre eklampsiadi Puskesmas Tahunan Jepara, namun terdapat hubungan riwayat hipertensi terhadap kejadian pre eklampsia (p = 0.000).Simpulan :Tidak terdapat hubungan antara umur, gravida, status gizi terhadap kejadian pre eklampsiadi Puskesmas Tahunan Jepara, namun terdapat hubungan riwayat hipertensi terhadap kejadian pre eklampsia di Puskesmas Tahunan Jepara.Diharapkan ibu hamil rutin memeriksakan kehamilannya dan aktif mengikuti kelas ibu hamil agar dapat terdeteksi gejala pre eklampsi. Kata kunci : faktor risiko, pre eklampsia RELATIONSHIP OF AGE FACTORS, GRAVIDA, NUTRITIONAL STATUS, AND HYPERTENSION HISTORY OF THE EVENT OF EXLAMPSIA PRE ABSTRACT Pre eclampsia can be experienced by all second or third trimester pregnant women. But also occurs at 20 weeks gestational age. In Central Java in 2017, pre eclampsia was ranked as the highest cause of maternal death. The purpose of this study was to determine the relationship of age, gravida, nutritional status, and history of hypertension against pre eclampsia at the Jepara Annual Health Center. This type of research uses analytics with a case control approach. The population in this study were all pregnant women in the Jepara Annual Health Center who experienced pre eclampsia in September 2017 - September 2018 of 30 pregnant women with a total sampling technique. The data of this study are secondary data in the form of Medical Records. Univariate analysis with percentage and bivariate analysis using Chi-Square. Results: There was no relationship between age (p = 0.347), gravida (p = 0.118), nutritional status (p = 0.237) to the incidence of pre eclampsia at the Jepara Annual Health Center, but there was a relationship of a history of hypertension to the incidence of pre eclampsia (p = 0,000). Conclusion: There is no relationship between age, gravida, nutritional status of the incidence of pre eclampsia in the Jepara Annual Health Center, but there is a relationship of hypertension history to the incidence of pre eclampsia in the Jepara Annual Health Center. It is expected that pregnant women routinely check their pregnancy and actively participate in classes of pregnant women so that symptoms of pre eclampsia can be detected. Keywords: risk factors, pre eclampsia
The Self Efficacy Berhubungan dengan Burnout Perawat Igaa Sherlyna Prihandhani; Nina Rismawati Hakim
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 2 (2020): April 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.539 KB)

Abstract

Perawat dalam pemberian askep dihadapkan pada beban kerja tinggi, jam kerja yang panjang dalam berbagai shift, kompetisi, kurangnya pengetahuan dan kurangnya komunikasi yang baik dengan teman sebaya atau dokter. Kondisi seperti inilah yang dapat menimbulkan rasa tertekan pada perawat, sehingga ia mudah sekali mengalami stres. Stres yang berkepanjangan akan menyebabkan perawat rentan terkena burnout. Burnout dapat dicegah dengan cara meningkatkan self efficacy pada diri perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 40 orang. Penelitian menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid (0,80) dan reliabel (0,82). Hasil penelitian menunjukan tingkat burnout sedang (37,5%). Tingkat self efficacy tinggi (87,8%). Hasil uji korelasi Rho Spearman menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta dengan nilai p value 0,004 dengan koefisien korelasi 0,669.Terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah BIMC Kuta. Kata kunci : self efficacy, burnout, perawat SELF EFFICACY ASSOCIATED WITH NURSE BURNOUT ABSTRACT Nurse in the provision of nursing care faced with high workload, long shift duration, competition, lack of knowledge and good communication with peers or doctor. This condition could be lead to a depressed in nurse, it was easy experienced stress. Stress prolonged would cause nurse vulnerable to burnout. Burnout can be prevented by raising self efficacy in nurse. This study aimed at finding the relation between self efficacy and burnout on nurse in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta. The study design was cross-sectional quantitative with purposive sampling. Total samples in this study is 40 respondens. This research used questionary with validity score (0,80) and reliability score (0,82) . Data analysis included univariat and bivariat. The study result showed that the level of moderate burnout (37,5%). The level of severe self efficacy (87,8%). The correlation test by Rho Spearman result showed that there was significant correlation between self efficacy and burnout in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta with p value 0,004 with coefficient correlation 0,669, obtained that there was significant between self efficacy and burnout on nurse in BIMC Hospital for Special Surgery Kuta. Keywords: self efficacy, burnout, nurse
Pengetahuan Perawat tentang Kompetensi Kepemimpinan Klinis Perawat Pelaksana Arieny Rizafni; Setiawan Setiawan; Roymond H Simamora
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.291 KB) | DOI: 10.32583/pskm.v10i1.670

Abstract

Kompetensi kepemimpinan klinis merupakan kemampuan perawat sebagai klinisi yang memiliki waktu 24 jam dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang dapat diobservasi untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien. Perawat yang memiliki kepemimpinan klinis yang baik akan tercermin dari perilaku sehari-hari perawat, antara lain mampu bekerja sama yang baik, memiliki hubungan interpersonal yang baik, memiliki inovasi dan kreativitas, dan memiliki visi yang visioner bagi perkembangan karir diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat tentang kompetensi kepemimpinan klinis perawat pelaksana di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Desain penelitian ini adalah penelitian kuanitatif dengan metode uji statistik deskriptif. Metode pengumpulan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 46 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan perawat pada kategori baik sebanyak 9 orang (19.6%), cukup sebanyak 32 orang (69.6%) dan kurang sebanyak 5 orang (10.9%). Harapan yang merupakan saran kepada pihak Rumah Sakit untuk melaksanakan sebuah kegiatan dalam upaya meningkatkan pengetahuan perawat tentang kompetensi kepemimpinan klinis seperti seminar ataupun pelatihan sebagai peningkatan mutu sumber daya perawat yang memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien. Kata kunci : pengetahuan perawat, kompetensi,kepemimpinan klinis NURSING KNOWLEDGE ABOUT NURSE PRACTITIONER CLINICAL LEADERSHIP COMPETENCY ABSTRACT Clinical leadership competence is the nurse’s ability as the clinician to provide nursing care to the patient for 24 hours that can be observed to improve the quality of nursing services and patient safety. Nurses with good clinical leadership will be reflected in the daily behavior as a nurse, such as having good interpersonal relationships, innovation, and creativity, and having vision on her career. This research is aimed to analyze the nurse’s understanding of implementing the clinical leadership competency in Universitas Sumatera Utara hospital. The research design was a quantitative research study using the method approach of descriptive statistic test. The sampling method was taken by purposive sampling method as many as 46 people. The result of the research indicated that nurse’s understanding with good category as many as 9 people (19.6%), the moderate category was 32 people (69.6%) and less than moderate was 5 people (10.9%). The suggestion is given to the hospital to carry out an activity as the occasion to increase the nurse’s understanding of clinical leadership competencies such as doing seminars or training to improve the quality of nurse resources that will strongly be affected in providing the nursing services to patients. Keywords: nurse knowledge, competency, clinical leadership
Penggunaan Pestisida Berhubungan dengan Iritasi Kulit pada Petani Padi Vilar Mawa Miana; Cahyo Suraji
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.487 KB) | DOI: 10.32583/pskm.v10i1.671

Abstract

Penggunaan pestisida yang tidak sesuai dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan petani. Akibat penggunaan pestisida tidak sesuai anjuran yaitu iritasi kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan pestisida dengan iritasi kulit petani padi di Desa Dempelrejo Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi petani berjumlah 465 sampel penelitian sebanyak 76 responden dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan alat ukur kuesioner dengan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan karakterisitk responden berdasarkan umur ≤50 tahun), berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan SMA, lama menggunakan pestisida ≤ 30 tahun. Perilaku penggunaan pestisida kurang baik. Sebagian responden pernah mengalami iritasi kulit, keluhan terbanyak yang dirasakan yaitu gatal dan panas, dan sebagian besar terjadi di punggung. Ada hubungan yang signifikan antara penggunaan pestisida dengan iritasi kulit pada petani padi dengan ρ value 0,003. Kata kunci : pestisida, iritasi kulit USE OF PESTICIDES IS RELATED TO SKIN IRRITATION ON RICE FARMERS ABSTRACT The use of non-recommended pesticides can have an impact on health for farmers. The behavior of pesticides that are not recommended are skin irritation. The purpose of this study was to determine the relationship between the use of pesticides with skin irritation of rice farmers in Dempelrejo Village, Ngampel District, Kendal Regency. This study used a quantitative type with cross sectional method. The population of famers in Dempelrejo village, Ngampel District, Kendal Regency is 465. The research sample used was 76. Data collection techniques used questionnaire measuring tools with interview and observation methods. The results showed that the characteristics of respondents based on age were mostly respondents aged ≤50 years, male sex, high school educated. Some respondents had experienced skin irritation, the most complaints felt by respondents were itching and heat, and most occurred on the back. There is a significant relationship between the use of pesticides with skin irritation on rice farmers with a value of 0.003. Keywords: pesticides, skin irritation
Penatalaksanaan Keperawatan pada Pasien Kanker Payudara ; Sistematik Review Tetti Solehati; Pipih Napisah; Ai Rahmawati; Ida Nurhidayah; Cecep Eli Kosasih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.754 KB) | DOI: 10.32583/pskm.v10i1.672

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker invasif paling sering pada wanita di seluruh dunia dan penyebab kematian kanker tertinggi kedua setelah kanker paru-paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mereview berbagai penatalaksanaan keperawatan pada pasien kanker payudara. Metode penelitian : pencarian terbatas dilakukan di tiga data base yaitu PUBMED, EBSCO, COCHRANE dan PROQUEST. Keempat database dipilih dengan pertimbangan bahwa ketiganya merupakan database yang kredibel di bidang kesehatan dan kedokteran. Kriteria artikel yaitu studi diterbitkan dalam Bahasa Inggis, terbit tahun 2015-2019, dan menggunakan studi Randomized Control Trial. Peneliti menemukan 22 studi yang masuk dalam kriteria penelitian yaitu intervensi untuk penatalaksanaan keperawatan pada pasien kanker payudara. Hasil penelitian : penatalaksanaan keperawatan untuk pasien kanker payudara terdiri dari intervensi, program, dan skrining. Intervensi yang dapat diaplikasikan pada pasien kanker payudara terdiri dari intervensi yang dapat menurunkan kecemasan, nyeri, kelelahan, gejala menoupouse, meningkatkan kualitas hidup, hasil pemeriksaan fisik, aktivitas fisik, mengatasi mual. Program untuk pasien kanker payudara terdiri dari : program untuk pemenuhan nutrisi, aktivititas fisik untuk menurunkan mucositis dan limpadema, PIE (untuk meningkatkan pengetahuan, teknik perawatan dan meningkatkan ketidaknyamanan). Skrining untuk mengetahui masalah-masalah pasien dengan kanker payudara. Kesimpulan: semua intervensi, program, dan skrining efektif dalam penatalaksanaan keperawatan untuk pasien kanker payudara. Kata kunci : kanker payudara, pasien, penatalaksanaan keperawatan NURSING MANAGEMENT IN BREAST CANCER PATIENTS: A SYSTEMATIC REVIEW ABSTRACT Breast cancer is the most common invasive cancer in women throughout the world and the second highest cause of cancer death after lung cancer. The purpose of this study was to review a variety of nursing management in breast cancer patients. Research methods: searching strategy was carried out in four data bases namely PUBMED, EBSCO, COCHRANE, and PROQUEST. All databases were chosen with the consideration that all databases were credible in the health and medical fields. The article criteria were a study published in English, published in 2015-2019, and used a Randomized Control Trial study. Researchers found 22 studies that it included the research criteria, namely interventions for nursing management in breast cancer patients. Results: Nursing management for breast cancer patients consisted of interventions, programs and screening. Interventions that can be applied to breast cancer patients consisted of interventions that can reduce anxiety, pain, fatigue, menoupouse symptoms, improve quality of life, physical examination results, physical activity, and cope with nausea. Programs for breast cancer patients consisted of: programs for fulfilling nutrition, physical activity to reduce mucositis and lymphoma, PIE (to increase knowledge, treatment techniques, and increase discomfort). Screening to find out the problems of patients with breast cancer. Conclusion: all interventions, programs, and screening are effective in nursing management for breast cancer patients. Keywords: breast cancer, patients, nursing management
Finasteride dan Minoxidil sebagai Obat Pilihan Alopesia Androgenetik Bagas Mukti; Nabilah Amirah Salsabila
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.043 KB) | DOI: 10.32583/pskm.v10i1.673

Abstract

Alopesia androgenetik adalah suatu kelainan kerontokan rambut yang progresif yang dialami oleh pria maupun wanita. Alopesia androgenetik disebabkan karena dua factor, yang pertama dikarenakan oleh kelainan poligenik yang sifatnya diturunkan, dan yang kedua dikarenakan oleh peningkatan 5-α-dehydrotestosterone (DHT) diserum maupun dikulit kepala yang menyebabkan pemendekan dari fase anagen siklus pertumbuhan rambut. Kelainan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan rambut dan kulit kepala penderita tetapi juga mimiliki dampak psikososial dari perubahan yang ditimbulkan. Sehingga tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui pengobatan apa yang paling tepat untuk penyakit alopesia androgenetik.Jenis penelitian ini berupa penelitian deskriptif. Metode penulisan berupa literature review dengan sumber pustaka yang didapatkan berjumlah 25 artikel yang berasal dari buku, jurnal nasional dan jurnal internasional dan dipilih sebanyak 22 sumber yang sesuai dengan penelitian ini yang berasal dari 2 buku, 3 jurnal nasional dan 17 jurnal internasional.dengan menggunakan pencarian di PubMed, Elsevier, dan Google Scholar. Berbagai penelitian meta analisis telah membuktikan hasil yang signifikan bahwa finasteride oral dan minoxidil topical dapat digunakan sebagai first line therapy untuk penyakit alopesia androgenetik. Finasterid dan minoxidil juga telah teruji dan terbukti memiliki efek yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan rambut kembali dan hanya memiliki sedikit efek samping dibandingkan obat lainnya. Kata kunci : alopesia androgenetik, finasteride, minoxidil FINASTERIDE AND MINOXIDIL AS DRUG OF CHOICE ANDROGENETIC ALOPECIA ABSTRACT Androgenetic alopecia is a progressive hair loss disorder experienced by both men and women. Androgenetic alopecia is caused by two factors, the first is due to polygenic abnormalities that are inherited, and the second is due to an increase in 5-α-dehydrotestosterone (DHT) in the serum or scalp which causes shortening of the anagen phase of the hair growth cycle. This disorder does not only affect the health of the patient's hair and scalp but also has a psychosocial impact from the changes caused. So the purpose of this paper is to find out what treatment is most appropriate for androgenetic alopecia. This type of research is in the form of descriptive research. The writing method in the form of literature review with literature sources obtained amounted to 25 articles from books, national journals and international journals and selected as many as 22 sources in accordance with this study originating from 2 books, 3 national journals and 17 international journals. at PubMed, Elsevier, and Google Scholar. Various meta-analysis studies have proven significant results that oral finasteride and topical minoxidil can be used as first line therapy for androgenetic alopecia. Finasterid and Minoxidil have also been tested and proven to have significant effects in promoting hair regrowth and have few side effects compared to other drugs. Keywords: androgenetic alopecia, finasteride, minoxidil
Pengaruh Jus Pepaya terhadap Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik Mahasiswa Sumarni Sumarni; Adi Sucipto; Siti Fadlilah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 2 (2020): April 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.553 KB)

Abstract

Tekanan darah dipengaruhi oleh, psikososial (stres), genetik, usia, jenis kelamin, status gizi, dan gaya hidup. Pepaya memiliki kandungan diuretik dan kalium. Diuretik menyebabkan pelepasan air dan natrium sehingga memiliki efek antihipertensi. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi jus pepaya terhadap tekanan darah pada mahasiswa di salah satu universitas di Yogyakarta. Jenis penelitian adalah quasi experimen dengan desain pre and post test non equivalent control group. Sampel diambil dengan simple random sampling yaitu kelompok kontrol 30 responden dan jus pepaya 30 responden. Uji pre-posttest tiap kelompok menggunakan T-test Paired. Perbandingan efek kelompok kontrol dan perlakuan menggunakan independent T-test. Selisih mean tekanan darah sistolik dan disatolik pre-posttest pada kelompok kontrol yaitu -0,4 mmHg dan -0,9 mmHg. Selisih mean tekanan darah sistolik dan diastolik pre-posttest kelompok jus pepaya yaitu -4,0 mmHg dan -2,1 mmHg.Hasil analisis tekanan darah sistolik dan diastolik pre-posttest pada kelompok kontrol p-value 0,136 dan 0,560. Hasil analisis tekanan darah sistolik dan diastolik pre-posttest kelompok jus pepaya p-value 0,023 dab 0,173. Hasil analisis tekanan darah sistolik dan diastolik posttest kelompok kontrol dan jus pepaya p-value 0,032 dan 0,759. Konsumsi jus pepaya berpengaruh terhadap tekanan darah sistolik, tetapi tidak berpengaruh terhadap tekanan darah diastolik. Kata kunci : jus pepaya, herbal terapi, tekanan darah THE EFFECT OF PAPAYA JUICE TO SYSTOLIC AND DIASTOLIC BLOOD PRESSURE AMONG STUDENTS ABSTRACT Blood pressure is influenced by psychosocial, genetic, age, gender, nutritional status, and lifestyle. Papaya contains diuretic and kalium. Diuretic have antihypertensive effects and increase the release of water and sodium. This study aims to determine the effect of consumption of papaya juice on blood pressure. This type of research is a quasy experiment design of nonequivalent control group pre and posttest. The sample was taken by simple random sampling, the control group 30 respondents and papaya juice 30 respondents. Data pre-posttest was tested using Paired T-test. Comparison control-treatment group was tested using Independent T-test. The mean difference of systolic and diastolic pre-posttest in the control group was –0.4 mmHg and -0.9 mmHg. The mean difference systolic and diastolic pre-posttest papaya juice group was -4.0 mmHg and -2.1 mmHg. The p-value of pre-posttest systole and diastolic in control group were 0.136 and 0.560. The p-value of systolic and diastolic pre-posttest papaya juice group were 0.023 and 0.173. The p-value of the systolic and diastolic posttest between control group and papaya juice were 0.032 and 0.759. Consumption of papaya juice affects systolic blood pressure, but does not affect diastolic blood pressure. Keywords: blood pressure, coconut water, herbal therapy, papaya juice
Tingkat Ketergantungan dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-hari Berhubungan dengan Harga Diri Penderita Stroke Irza Oktari; Rizka Febtrina; Eka Malfasari; Stephanie Dwi Guna
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 2 (2020): April 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.997 KB)

Abstract

Stroke menimbulkan kecacatan fisik berupa penurunan kemampuan motorik yang mengakibatkan penurunan kemampuan aktivitas. Penurunan kemampuan menyebabkan ketergantungan yang dapat mempengaruhi harga diri penderita stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat ketergantungan dalam pemenuhan aktivitas sehari hari dengan harga diri penderita stroke. Penelitian ini dilakukan terhadap 53 pasien stroke yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional.Variabel Independen di ukur tingkat ketergantungan aktivitas sehari hari di ukur menggunakan kuesioner Indeks Barthel dengan nilai validitas r > (0,4438) dan uji reliabilitas sebesar (0,884). Variabel dependen menggunakan kuesioner harga diri Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) dengan hasil validitas 0,3296 - 0,822 (r tabel = 0,2456). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas tingkat ketergantungan responden adalah ketergantungan Ringan sebanyak 17 responden (32,1%), dan mayoritas responden memiliki harga diri sedang (64,2%). Berdasarkan uji chi square didapatkan kesimpulan bahwa p value = 0,002 (< 0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat ketergantungan aktivitas sehari hari dengan harga diri penderita stroke. Harga diri yang tinggi dapat berguna bagi diri seseorang untuk membentuk sikap yang optimims, rasa percaya diri dan membangkitkan kemauan untuk menerima tanggung jawab serta mampu untuk menerima kritik. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang faktor lain (kehilangan pekerjaan dan lingkungan) yang dapat mempengaruhi harga diri pasien stroke. Kata kunci : tingkat ketergantungan, harga diri, stroke LEVEL OF DEPENDENCE IN FULFILLING DAILY ACTIVITIES ASSOCIATED WITH SELF-ESTEEM OF STROKE PATIENTS ABSTRACT Strokes cause of physical disability in the form of motor skills decline resulting in decreased ability of activity. Decreased ability to cause dependence that can affect self-esteem stroke patients. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of dependence in fulfilling daily activities with the self-esteem of stroke patients. This research was conducted on 53 stroke patients taken by purposive sampling technique. This research is a quantitative study with cross sectional research design. Independent variables are measured in the level of dependency of daily activities measured using the Barthel Index questionnaire with a validity value of r> (0.4438) and a reliability test of (0.884). The dependent variable used the Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) self-esteem questionnaire with the results of the validity of 0.3296 - 0.822 (r table = 0.2456). The results of this study indicate that the majority of respondents' dependency level is Mild dependence by 17 respondents (32.1%), and the majority of respondents have moderate self-esteem (64.2%). Based on the chi square test, it was concluded that p value = 0.002 (<0.05) means that there is a significant relationship between the level of dependence of daily activities with the self-esteem of stroke patients. Self-esteem is useful for someone to form optimims attitude, confidence and generate a willingness to accept responsibility and be able to accept criticism. Recommendations for further research to conduct research on other factors (loss of jobs and the environment) that can affect self-esteem stroke patients. Keywords: level of dependence, self-esteem, stroke

Page 20 of 118 | Total Record : 1175


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025 Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025 Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025 Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2025 Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024 Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024 Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2024 Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024 Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023 Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023 Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023 Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp April 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2022 Vol 12 No 1 (2022): Supp Januari 2022 Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022 Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 11 No 4 (2021): Supp Oktober 2021 Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021 Vol 11 No 2 (2021): Supp April 2021 Vol 11 No 2 (2021): April 2021 Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021 Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10 No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020 Vol 10 No 2 (2020): April 2020 Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9 No 4 (2019): Oktober Vol 9 No 3 (2019): Juli Vol 9 No 2 (2019): April Vol 9 No 1 (2019): Januari Vol 8 No 2 (2018): Oktober Vol 8 No 1 (2018): April Vol 7 No 2 (2017): Oktober Vol 7 No 1 (2017): April Vol 6 No 2 (2016): Oktober Vol 6 No 1 (2016): April Vol 5 No 2 (2015): Oktober Vol 5 No 1 (2015): April Vol 4 No 2 (2014): Oktober Vol 4 No 1 (2014): April Vol 3 No 2 (2013): Oktober More Issue