cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
lppm@stikeskendal.ac.id
Editorial Address
Jl. Laut No. 31A Kendal Jawa Tengah 51311
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal
ISSN : 20890834     EISSN : 25498134     DOI : https://doi.org/10.32583/pskm
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal (JIPJISK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.
Articles 1,175 Documents
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PEMAKAIAN APD MASKER PADA PETANI PADI SAAT MELAKUKAN PENYEMPROTAN PESTISIDA Elma Vitasari; Cahyo Suraji
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 1 (2018): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.659 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.1.2018.43-48

Abstract

ABSTRAK Petani merupakan pekerja informal yang belum mendapat binaan dalam pencegahan kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan saat penyemprotan pestisida. Dalam mencegah dampak tersebut petani harus memakai APD masker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan praktik pemakaian APD masker pada petani padi saat melakukan penyemprotan pestisida. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 392 dan sampel 154 petani dengan sampel purposive sampel. Alat penelitian menggunakan kuesioner untuk pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reabilitas,cheklist untuk praktik pemakaian APD masker. Analisis data menggunakan uji Chi squre, hasilnya adalah ada hubungan antara pengetahuan dengan praktik pemakaian APD masker(nilai p value 0,0000)dengan berpengetahuan baik sebesar 42,9% dan ada hubungan antara sikap dengan praktik pemakaian APD masker(nilai p value 0,0000)dengan sikap baik 37%dan yang memakai APD masker 35,7%. Petani disarankan agar memakai APD masker saat melakukan penyemprotan pestisida guna mencegah terjadinya gangguan kesehatan. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Praktik Pemakaian APD masker THE RELATION BETWEEN KNOWLEDGE AND ATTITUDE WITH THE PRACTICE OF WEARES MASKS APD AT FARMERS DURING SPRAYING PESTICIDES ABSTRACT Farmers are informal jobs that have no guidance in preventing the occurrence of occupation accidents and health problem when spraying pesticides. Prevent these impacts farmers should wear a mask APD. From the results of the predecessor study of famers who do not wear masks APD as many 7 people. The purpose of this study to determine the relation between knowledge and attitude with the practice of weares masks APD at farmers during spraying pesticides. This type of research is analytical survey using the approach method cross sectional population in this study as many 392 farmer sample, 154 farmer sampling tecnique purposive sample. This research tool questionnaires for knowledge and attitudes that have been tested for validity and reliability, chacklist for the pravtice of applying mask APD on farmers. The results of this study were obtained using chi square test and in obtaining results there is a relationship between knowledge with the practice of using mask APD on the farmer that is (p value 0,0000) and there is a relationship between attitude with the practice of using mask APD on the farmer (p value 0,0000) for farmer are advised to wear APD mask when spraying pasticides to prevent the occurrence of health problem. Keywords: Knowledge, Attitude, Usage APD mask
HUBUNGAN TEKANAN DARAH DENGAN KEJADIAN STROKE ISKEMIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Ratna Muliawati; Tjokorda Gde Dalem Pemayun; Suharyo Hadisaputro
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 1 (2018): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.335 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.1.2018.49-55

Abstract

ABSTRAK Stroke menempati urutan kedua penyebab kematian dan penyebab utama kecacatan jangka panjang. Prevalensi stroke pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) mengalami peningkatan dan penderita diabetes berisiko 3-4 kali lebih besar menderita stroke iskemik dibandingkan non-diabetes. Penderita DMT2 seringkali disertai dengan tekanan darah tinggi. Informasi mengenai hubungan tekanan darah denganstroke iskemik pada penderita DMT2 masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekanan darah dengan stroke iskemik pada penderita DMT2. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain kasus-kontrol. Kelompok kasus adalah 48 orang penderita stroke iskemik dengan DMT2, dan kontrol adalah 48 orang penderita stroke iskemik non DM. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Pengumpulan data melalui catatan rekam medis penderita stroke iskemik di RSUP dr. Kariadi Semarang. Data dianalisis secara bivariat dengan menggunakan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tekanan darah tinggi dengan kejadian stroke iskemik pada penderita DMT2 (nilai p 0,044, OR (95%CI) sebesar 2,88 (1,00 – 8,30. Penderita DMT2 disarankan untuk mengontrol tekanan darah agar dapat meminimalkan risiko terjadinya stroke iskemik. Kata kunci : Tekanan Darah, Stroke Iskemik, Diabetes Mellitus Tipe 2 THE RELATIONSHIP OF BLOOD PRESSURE WITH ISCHEMIC STROKE IN PATIENTS WITH DMT2 ABSTRACT Stroke is the second leading cause of death and the leading cause of long-term disability. The prevalence of stroke in patients with Diabetes Mellitus Type 2 (DMT2) has increased and diabetics are at 3-4 times greater risk of ischemic stroke than non-diabetics. People with DMT2 are often accompanied by high blood pressure. Information on the relationship of blood pressure with ischemic stroke in patients with DMT2 is still limited. This study aims to determine the relationship of blood pressure with ischemic stroke in patients with DMT2. This study is observational analytic study with case-control design. The case group was 48 ischemic stroke patients with DMT2, and control was 48 people with non-DM ischemic stroke patients. This study used consecutive sampling. Data collection through medical records of patients with ischemic stroke in dr. Kariadi Semarang. Data were analyzed by chi square test. The results showed that there was a correlation between high blood pressure and the incidence of ischemic stroke in patients with DMT2 (p value 0.044, OR (95% CI) of 2.88 (1.00 to 8.30). DMT2 patients were advised to control blood pressure in order to minimize the risk of ischemic stroke. Keywords: Blood Pressure, Ischemic Stroke, Diabetes Mellitus Type 2
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP CAKUPAN KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT Rita Kartika Sari; Ratnawati Ratnawati; Livana PH
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 1 (2018): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.35 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.1.2018.56-62

Abstract

ABSTRAK Masalah penyakit akibat perilaku dan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks salah satunya penggunaan jamban yang sehat. Capaian penduduk dengan akses jamban sehat belum sesuai target, hal ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya: faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Penelitian ini bertujuan untuk gambaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap cakupan kepemilikan jamban sehat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian seluruh KK yang ada di Desa Gaji, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Sampel penelitian ini adalah masyarakat yang tidak menggunakan jamban, yaitu terdapat 5 Kepala Keluaga. Pengambilan sampel data menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner melalui analisis akar penyebab masalah mengunakan teori L. Green. Analisis data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan warga tentang pentingnya jamban sehat masih kurang, masih ada warga yang tidak mempunyai jamban sehat di rumahnya, petugas kesehatan belum pernah melakukan penyuluhan tentang jamban sehat. Perlu adanya peningkatan motivasi, pemberian materi berkala, dan advokasi kepada pejabat desa untuk memberi dukungan dan kesejahteraan terhadap kader posyandu serta peningkatan pengetahuan mengenai jamban sehat melalui Video ilustrasi jamban sehat (animasi) durasi ± 5-10 menit Kata kunci : Kepemilikan jamban sehat. DESCRIPTION OF FACTORS AFFECTING TOWARDS COVERAGE OF HEALTHY HEALTHY OWNERSHIP ABSTRACT Behavior-related disease problems and lifestyle changes related to behavior and socio-culture tend to be more complex one of them the use of healthy latrines. Achievement of the population with access to healthy latrines has not been on target, this is influenced by several factors including: predisposing factors, enabling factors, and reinforcing factors. This study aims to illustrate the factors that affect the coverage of ownership of healthy latrines. This research is a quantitative research with descriptive approach. Research population of all households in Salary Village, Guntur District, Demak District. The sample of this research is people who do not use latrines, there are 5 Heads of Examples. Sampling data using total sampling technique. Data collection using questionnaire through root cause analysis using L. Green. Data analysis in this research is presented in the form of frequency distribution. The result of the research shows that people's knowledge about the importance of healthy latrine is still lacking, there are still residents who do not have healthy latrines in their homes, health workers have never conducted information about healthy latrines. There needs to be increased motivation, regular provision of materials, and advocacy to village officials to provide support and welfare to posyandu cadres and increased knowledge of healthy latrines through video illustrations of healthy latrine (animation) duration ± 5-10 minutes Keywords: Possession of healthy latrines.
HUBUNGAN PERILAKU VERBAL ABUSE ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH Sri Puji Lestari; Isy Royhanaty; Elbert Samuel Landu Amah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 1 (2018): April
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.758 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.1.2018.63-66

Abstract

ABSTRAK Perilaku bullying pada anak di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Beberapa faktor yang diduga merupakan penyebab dari perilaku bullying salah satunya adalah verbal abuse orang tua. Menurut data yang dikeluarkan oleh Lembaga Perlindungan Anak Jawa Tengah melaporkan pada tahun 2008 jumlah kasus terbanyak yaitu kekerasan seksual sejumlah 170 kasus dengan 262 korban. Kasus korban kekerasan pada anak di Jawa Tengah terus meningkat, yaitu mencapai 2,478 kasus. Survei pendahuluan yang dilakukan menggunakan kuesioner diperoleh hasil dari 10 orang anak, 7 orang anak (70%) pernah melakukan perilaku bullying dan 3 orang anak (30%) tidak melakukan perilaku bullying. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku verbal abuse orang tua dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif (deskriptif korelasional) dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak usia sekolah di Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan yang berjumlah 88 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 47 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Ada hubungan perilaku verbal abuse orang tua dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah di Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Orang tua di Desa Jatiharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan yang melakukan verbal abuse membuat semakin memperberat perilaku bullying pada anak usia sekolah. Kata kunci : Verbal abuse, perilaku bullying, anak usia sekolah. THE CORRELATION BETWEEN VERBAL BEHAVIOR OF PARENTS AND BULLYING BEHAVIOR ON SCHOOL-AGED CHILDREN ABSTRACT Bullying behavior in children in Indonesia has increased significantly. Several factors are suspected to be the cause of bullying behavior one of them is verbal abuse of parents. According to data released by the Central Java Child Protection Agency reported in 2008 the highest number of cases of sexual violence amounted to 170 cases with 262 victims. The number of victims of child abuse in Central Java has increased, reaching 2,478 cases. Preliminary survey conducted using questionnaire obtained results from 10 children, 7 children (70%) had done bullying behavior and 3 children (30%) did not do bullying behavior. The study aimed to find out the correlation between verbal behavior of parents and bullying behavior on school-aged children. The type of research in this study is quantitative research (descriptive correlational) with cross sectional approach. The population in this study are parents and school-age children in Jatiharjo Village Pulokulon District Grobogan District which amounted to 88 people. The sample in this study amounted to 47 people using simple random sampling technique. There is a relationship of verbal behavior abuse parents with bullying behavior in school-age children in Jatiharjo Village Pulokulon District Grobogan District. Parents in Jatiharjo Village, Pulokulon Sub-district, Grobogan District, who conducted verbal abuse, further aggravated bullying behavior in school-aged children. Keywords: Verbal abuse, behavior of bullying, school age children.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN BUDAYA DENGAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA Anita Syarifah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.371 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.92-98

Abstract

Arthritis gout (Asam Urat) merupakan penyakit radang sendi akibat terakumulasinya kristal mikroskopik asam urat dalam persendian, yang menimbulkan peradangan. Angka kejadian asam urat pada lansia di wilayah kerja puskesmas Muara Lembu terdapat 94 kasus enam bulan terakhir. Asam urat banyak menyerang lansia karena asam urat ini akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan budaya dengan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Muara Lembu Kabupaten Kuansing. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi berjumlah 94 orang lansia asam urat.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat, alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, dan pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapathubungan pengetahuan dengan kadar asam urat (p value 0,008), dan ada hubungan budaya dengan kadar asam urat (P value 0,002). Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, dan budaya dengan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Muara Lembu Kabupaten Kuansing, disarankan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan informasi dan perhatian kepada lansia terhadap kadar asam urat. Kata kunci : Budaya (konsumsi makanan), Kadar Asam Urat, Pengetahuan KNOWLEDGE AND CULTURE RELATIONSHIP WITH URIC ACID LEVEL ON ELDERLY ABSTRACT Arthritis gout (Uric Acid) is a disease of arthritis due to the accumulation of microscopic crystals of uric acid in the joints, which cause inflammation. The incidence of uric acid in the elderly in the work area of ​​Muara Lembu clinic is 94 cases in the last six months. Uric acid attack many elderly because uric acid will increase with age. The purpose of this research is to know knowledge and culture relationship with uric acid level on elderly at Muara Lembu Health Center of Kuansing Regency. The type of this research is descriptive analytical using cross sectional design. Population amounted to 94 elderly people uric acid. The sample in this study amounted to 48 people. Sampling technique using purposive sampling. The analysis used is univariate and bivariate analysis, measuring instrument used is questionnaire, and data processing using computerized by using chi-square test. The results showed that there was a correlation of knowledge with uric acid level (p value 0,008), and there was cultural relation with uric acid level (P value 0,002). There is a significant relationship between knowledge, and culture with uric acid levels in elderly people at Muara Lembu Health Center of Kuansing Regency. it is advisable for health workers to provide information and attention to the elderly against uric acid levels. Keywords: Culture (food consumption), Knowledge, Uric Acid Levels.
HUBUNGAN UMUR, TINGKAT PENDIDIKAN DAN LAMA KERJA PERAWAT PELAKSANA DENGAN PELAKSANAAN KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN DI RUANG RAWAT INAP Sunarti Swastikarini
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.808 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.75-81

Abstract

Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman.Laporan insiden keselamatan pasien rumah sakit di Indonesia tahun 2015 berdasarkan akibat insiden didapatkan 390 kasus tidak cidera, 112 kasus cidera ringan, 97 kasus cidera sedang, 7 kasus cidera berat, dan 19 kasus berujung pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan umur, tingkat pendidikan dan lama kerja perawat pelaksana dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien. Penelitian ini merupakan kuantitatif menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di 12 ruang rawat inap. penelitian dilaksanakan dari tanggal 8 Agustus – 3 September 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Ruangan Rawat Inap berjumlah 284 orang.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan probability sampling yaitu proportional simple random sampling.Jumlah sampel dalam penelitan ini adalah 166 orang.Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner yang diisi oleh perawat pelaksana di ruang rawat inap. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara umur (p value 0,001), tingkat pendidikan (p value 0,001) dan lama kerja (p value 0,007) perawat pelaksana dengan pelaksanaan ketepatan identifikasi pasien di ruang rawat inap. Diharapkan hasil penelitian memiliki konstribusi terhadap pengembangan keilmuan manajemen dalam keperawatan terutama berkaitan dengan mutu pelayanan keperawatan dan keselamatan pasien. Kata kunci : umur; tingkat pendidikan; lama kerja; identifikasi; keselamatan pasien THE RELATIONSHIP BETWEEN AGE, EDUCATION LEVEL AND LENGTH OF WORK OF NURSE EXECUTOR WITH THE IMPLEMENTATION OF PATIENT IDENTIFICATION ACCURACY ABSTRACT Hospital patient safety is a system whereby hospitals make patient care more secure. The report on the patient's hospital patient safety incident in 2015 based on incidents was 390 cases of non-injury, 112 minor injuries, 97 moderate injuries, severe injuries, and 19 cases resulting in deaths. This study aims to examine the relationship between age, education level and length of work of nurse executor with the implementation of patient identification accuracy. This research is a quantitative research using descriptive method with cross sectional approach. The study was conducted in 12 inpatient rooms. the study was conducted from August 8 - September 3, 2016. The population in this study was all nurses in the inpatient room amounted to 284 people. Sampling technique in this research use probability sampling that is proportional simple random sampling. The number of samples in this study is 166 people. The measuring instrument used is a questionnaire filled by the nurses in the inpatient ward. The result of the research shows that there is correlation between age (p value 0,001), education level (p value 0,001) and length of work (p value 0,007) nurse implementing with accurate identification of patient in hospital ward. It is expected that the research results have a contribution to the development of management science in nursing, especially related to the quality of nursing service and patient safety. Keywords: age; level of education; length of working; identification; patient safety
PEMBERIAN PERSEA AMERICANA MILL PADA PASIEN HIPERTENSI Awaluddin Awaluddin; Aminah Gusri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.717 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.99-106

Abstract

Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor resiko penyebab kematian. Tekanan darah tinggi dianggap sebagai faktor resiko utama bagi berkembangnya penyakit jantung dan berbagai penyakit vaskuler pada orang-orang yang telah lanjut usia, hal ini disebabkan ketegangan yang lebih tinggi dalam arteri sehingga menyebabkan hipertensi. Zat yang terkandung didalam alpukat seperti flavonoid dan polifenol sebagai antioksidan bagi tubuh yang dapat menangkal radikal bebas, querstin yang terdapat dalam daun alpukat bermanfaat untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan sebelum dan sesudah pemberian rebusan daun alpukat (persea americana mill) pada lansia hipertensi. Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen design dengan rancangan one group pretest-postest, jumlah sampel 20 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh p value sistol: 0,002 dan value diastol: 0,000<0,05. Kesimpulannya ialah air rebusan daun alpukat efektif untuk menurunkan hipertensi. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah pemberian rebusan daun alpukat (persea americana mill) dianjurkan untuk menurunkan hipertensi. Kata kunci : Hipertensi, lansia, rebusan daun alpukat PERSEA AMERICANA MILL ADMINISTERED TO HYPERTENSIVE PATIENTS ABSTRACT Hypertension or commonly known as high blood pressure is one of high risk factors causing death. High blood pressure is considered a major risk factor for developing heart disease and a variety of vascular disease in people who are elderly, this is due to higher tension in the arteries, causing hypertension. Substances contained in the avocado, such as flavonoids and polyphenols as antioxidants for the body to counteract free radicals, querstin contained in avocado leaves helpful to protect the body from various diseases. This study aimed to investigate the effect before and after administration of decoction of leaves of avocado (Persea Americana mill) in elderly hypertensive. This study design is a pre-experimental design with the design of one group pretest-posttest, the sample size of 20 respondents using purposive sampling technique. The results of the study was systole obtained p value: 0.002 and diastolic : 0.000 <0.05. The conclusion is effective avocado leaves boiled water to reduce hypertension. Recommendations from this research was the decoction of leaves of avocado (Persea americana mill) is recommended to reduce hypertension. Keywords: Hypertension, elderly, stew of leaf avocado
ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA ANTARA SHIFT PAGI DAN SHIFT SIANG PADA PEKERJA DI BAGIAN OPERASIONAL Nurul Hidayah; Siti Musyarofah; Baju Widjasena
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.345 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.107-115

Abstract

Kelelahan kerja merupakan menurunnya proses efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya kekuatan/ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang dilakukan. Pekerjaan yang menggunakan tenaga fisik dan mental seperti quality control, penerimaan, penimbunan, dan penyaluran avtur ke pesawat, sehingga sangat berkaitan dengan beban kerja fisik dan mental yang dapat menimbulkan kelelahan kerja. Tujuan penelitian yaitu menganalisis perbedaan beban kerja terhadap kelelahan kerja antara shift pagi dan shift siang. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan Cross sectional. Sampel berjumlah 9 pekerja bagian operasional Depot Pengisian Pesawat Udara Ahmad Yani Semarang yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kelelahan kerja menggunakan uji ketuk jari (finger taping test) pada aplikasi android, untuk pengukuran beban kerja fisik menggunakan uji denyut nadi dan pengukuran beban kerja mental menggunakan kuesioner NASA-TLX yang diambil pada saat bekerja. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Paired t-test menunjukkan bahwa 95% terdapat perbedaan yang signifikan kelelahan kerja(p=0,027), beban kerja fisik(p=0,003), dan beban kerja mental(p=0,040) antara shift pagi dan shift siang pada pekerja bagian operasional. Pekerja disarankan untuk melakukan peregangan otot seperti menggerakkan kepala, tangan, dan kaki disela-sela pekerjaan ataupun saat istirahat, dengan tujuan supaya tubuh tidak terlalu lama dalam keadaan statis yang dapat mengakibatkan tenaga kerja menjadi cepat lelah. Kata kunci : Kelelahan kerja, beban kerja, shift kerja, Pekerja bagian Operasional ANALYSIS OF WORK LOADS ON WORKING FAILURE BETWEEN MORNING SHIFT AND LONG SHIFT ON WORKERS IN OPERATIONAL PARTS ABSTRACT Job fatigue is a decrease in the process of efficiency, work performance, and reduced strength / physical endurance of the body to continue the activities carried out. Work that uses physical and mental energy such as quality control, acceptance, stockpiling and distribution of aviation fuel to the aircraft, so that it is closely related to physical and mental workloads that can cause work exhaustion. The purpose of the study is to analyze the difference in work load to work fatigue between morning shift and afternoon shift. This type of analytic descriptive research uses a cross sectional approach. The sample consisted of 9 workers in the operational section of Ahmad Yani Aircraft Filling Depot Semarang taken by using total sampling technique. Measurement of work fatigue using finger taping test on android application, for measuring physical workload using pulse test and measurement of mental workload using NASA-TLX questionnaire taken at work. The results of the study using the Paired t-test showed that 95% there were significant differences in work fatigue (p = 0.027), physical workload (p = 0.003), and mental workload (p = 0.040) between morning shift and afternoon shift on operational part workers. Workers are advised to stretch the muscles such as moving the head, hands and feet on the sidelines of work or at rest, with the aim that the body is not too long in a static state that can cause labor to become tired quickly. Keywords: Job fatigue, workload, work shift, Operational worker
PENGETAHUAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA Annisa Fitri Lidia; Dwi Cahya Rahmadiyah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.03 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.67-75

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau yang biasa disebut dengan ISPA merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia maupun di Indonesia. ISPA paling banyak terjadi pada usia anak-anak dan balita merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap penyakit ini. Pengetahuan dan perilaku pencegahan yang kurang baik dari keluarga akan menimbulkan risiko terhadap balita untuk terkena penyakit ISPA. Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan yang dimiliki oleh keluarga mengenai penyakit ISPA terhadap tindakan pencegahan ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Ciawi Bogor.Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 93 sampel yang diambil menggunakan teknik Accidental sampling.Sampel penelitian adalah Ibu yang membawa balitanya berobat ke Poli MTBS Puskesmas Kecamatan Ciawi. Hasil penelitian dianalisa dengan Chi-square yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan ISPA yang dilakukan oleh keluarga (p value = 0,000, p < α = 0,05) dimana keluarga dengan pengetahuan baik memiliki kecenderungan 8,3 kali lebih besar untuk melakukan pencegahan yang baik terhadap penyakit ISPA.Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan studi mengenai pengaruh pemberian pendidikan kesehatan di Puskesmas dengan pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap penyakit ISPA. Kata kunci : ISPA, pengetahuan, perilaku pencegahan FAMILY KNOWLEDGE RELATED TO PREVENTION BEHAVIOR OF ACUTE RESIRATORY INFECTIONS (ARI) FOR TODDLER ABSTRACT ARI is a disease that is a major cause of infectious morbidity and mortality in the world as well as in Indonesia. Acute respiratory infections occur most at the age of children, and toddlers are the age group most susceptible to this disease. Poor knowledge and prevention behavior of the family will cause the risk of toddlers to get ARI disease. The purpose of this quantitative study is to determine the relationship between knowledge owned by the family about ARI disease against prevention behavior of ARI in infants in the work area of ​​Puskesmas Kecamatan Ciawi Bogor. This study used cross-sectional design with 93 samples taken using Accidental sampling technique. The sample of this research is mother who bring her toddler to visit Poli MTBS Puskesmas Kecamatan Ciawi. The results were analyzed by Chi-square which showed a significant correlation between knowledge with prevention behavior of ARI in family (p value = 0,000, p <α = 0,05). In this research, family with good knowledge have tendency 8.3 times better for doing good behavior in preventing ARI disease. Subsequent research is recommended to conduct a study on the influence of providing health education in Puskesmas with knowledge and behavior of people against ARI disease. Keywords: Acute Resiratory Infections (ARI), knowledge, preventionbehavior.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN NEFROPATI DIABETIKA STADIUM 3-5 Sri Wahyuningsih Roesipin; Heri Nugroho Hario Seno; Suhartono Suhartono; Suharyo Hadisaputro; Mateus Sakundarno
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.938 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.135-143

Abstract

Nefropati diabetika merupakan penyebab utama kejadian gagal ginjal. Prevalensi di negara-negara Asia sangat tinggi. Sebanyak 20%-40% penderita diabetes akan berkembang menjadi nefropati diabetika, jika tidak dilakukan pencegahan dengan pengelolaan faktor risikonya. Namun penelitian tentang faktor risiko nefropati diabetika di Indonesia masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko tersebut. Desain penelitian ini adalah studi kasus kontrol dengan jumlah sampel 43 kasus dan 43 kontrol. Kasus adalah penderita diabetes dengan komplikasi nefropati diabetika stadium 3-5 dan kontrol adalah penderita diabetes dengan nilai eGFR>60ml/menit/1,73m2 dengan proteinuria negatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling pada pasien diabetes yang dirawat inap. Variabel bebas meliputi riwayat keluarga menderita penyakit vaskuler, lama menderita diabetes, riwayat obesitas, kadar gula darah puasa, kadar kolesterol total, status hipertensi, kebiasaan merokok, status hiperurisemia, kualitas tidur, pola konsumsi obat dan aktifitas fisik. Data diolah secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis regresi logistik berganda menunjukkan bahwa yang terbukti merupakan faktor risiko kejadian nefropati diabetika stadium 3-5 adalah hiperurisemia (OR 9,36; 95%CI: 3,035-28,863) dan hipertensi (OR 3,75; 95%CI:1,090-12,934. Hipertensi dan hiperurisemia merupakan faktor yang dapat diperbaiki, sehingga penderita diabetes disarankan untuk mengendalikan tekanan darah dan kadar asam uratnya sedini mungkin utnuk mencegah komplikasi nefropati diabetika. Kata kunci: Nefropati diabetika, Faktor risiko THE RISK FACTORS OF DIABETIC NEPHROPATHY IN STAGE 3-5 ABSTRACT Diabetic nephropathy is a major cause of kidney failure. The prevalence in Asian countries is very high. As many as 20% -40% of diabetics will develop into diabetic nephropathy, if not prevented by managing risk factors. However, research on the risk factors for diabetic nephropathy in Indonesia is still rare. This study aimed to determined the risk factors for diabetic nephropathy. The study design was a case control study with a total sample of 43 cases and 43 controls. The cases were diabetics with stage 3-5 of diabetic nephropathy and the controls were diabetics with eGFR> 60ml / minute / 1.73m2 with negative proteinuria. Sampling used consecutive sampling technique in hospitalized diabetic patients. Independent variables were family history of vascular disease, duration of diabetes, history of obesity, fasting blood sugar levels, total cholesterol levels, hypertension status, smoking habits, hyperuricemia status, sleep quality, medicines consumption patterns and physical activity. Data was processed in univariate, bivariate and multivariate using multiple logistic regression. The results of multiple logistic regression analysis showed that the significant risk factors for stage 3-5 of diabetic nephropathy were hyperuricemia (OR 9.36; 95% CI: 3.035-28.863) and hypertension (OR 3.75; 95% CI: 1.090-12.934). Hypertension and hyperuricemia are modifiable risk factors, so that diabetic patients are advised to control their blood pressure and uric acid levels as soon as possible to prevented the diabetic nephropathy. Keywords: Diabetic nephropathy, risk factors.

Page 48 of 118 | Total Record : 1175


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025 Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025 Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025 Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2025 Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024 Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024 Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2024 Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024 Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023 Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023 Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023 Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp April 2022 Vol 12 No 1 (2022): Supp Januari 2022 Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022 Vol 11 No 4 (2021): Supp Oktober 2021 Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021 Vol 11 No 2 (2021): Supp April 2021 Vol 11 No 2 (2021): April 2021 Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021 Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10 No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020 Vol 10 No 2 (2020): April 2020 Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9 No 4 (2019): Oktober Vol 9 No 3 (2019): Juli Vol 9 No 2 (2019): April Vol 9 No 1 (2019): Januari Vol 8 No 2 (2018): Oktober Vol 8 No 1 (2018): April Vol 7 No 2 (2017): Oktober Vol 7 No 1 (2017): April Vol 6 No 2 (2016): Oktober Vol 6 No 1 (2016): April Vol 5 No 2 (2015): Oktober Vol 5 No 1 (2015): April Vol 4 No 2 (2014): Oktober Vol 4 No 1 (2014): April Vol 3 No 2 (2013): Oktober More Issue