cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
lppm@stikeskendal.ac.id
Editorial Address
Jl. Laut No. 31A Kendal Jawa Tengah 51311
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal
ISSN : 20890834     EISSN : 25498134     DOI : https://doi.org/10.32583/pskm
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ilmiah permas: jurnal ilmiah stikes kendal (JIPJISK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JIPJISK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi. JIPJISK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu yang berfokus pada delapan (8) pilar kesehatan masyarakat, meliputi Biostatiska dan Kependudukan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan Reproduksi. JIPJISK mulai Januari 2019 akan terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober.
Articles 1,175 Documents
PENERIMAAN DIRI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Alfiatur Rohmah; Abdul Wakhid; Tri Mawati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.671 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.131-134

Abstract

Penerimaan diri mempengaruhi tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronikyang menjalani hemodialisis. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penerimaan diri pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Kabupaten Semarang sejumlah 78 pasien diambil menggunakan teknik total sampling. Alat pengambilan data penerimaan diri diukur dengan kuesioner yang disusun sendiri oleh peneliti. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penerimaan diri kurang baik (73,1%). Diharapkan pasien gagal ginjal kronikyang menjalani hemodialisis untuk bisa menerima dan menjalani hidupnya dengan ikhlas, menerima kondisinya yang saat ini. Kata kunci : Hemodialisis, penerimaan diri SELF-ACCEPTANCE IN CHRONIC KIDNEY FAILURE PATIENTS WHO HAVE HEMODIALYSIS ABSTRACTSelf-acceptance affects stress levels in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis. The study aimed to determine the description of self-acceptance in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis in Semarang District Hospital. The design of this study is descriptive with a survey approach. The population of this study were 78 patients who underwent hemodialysis in Semarang District Hospital, with 78 patients taken using total sampling technique. Self-acceptance data retrieval tools are measured by questionnaires prepared by the researcher. Data analysis using univariate analysis. The results showed that most respondents experienced poor self-acceptance (73.1%). It is expected that patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis to be able to accept and live their lives sincerely, accept their current condition. Keywords: Hemodialysis, self-acceptance
GAMBARAN DISTRIBUSI KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA PENGENDARA SEPEDA MOTOR Mochammad Malik Ibrahim; Mateus Sakundarno Adi; Suhartono Suhartono
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.848 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.82-91

Abstract

Angka insidensi kecelakaan sepeda motor di Kota Semarang meningkat setiap tahun dalam kurun waktu 2014-2016.Data sekunder faktor penyebab dan kecelakaan lalu lintas sepeda motor di Kota Semarang belum dikaji secara epidemiologi oleh kepolisian dan peneliti terdahulu. Sehingga tujuan penelitian ini untuk menggambarkan distribusi kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengendara sepeda motor di Kota Semarang. Studi deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel studi sebanyak 3.009 sampel kasus yang memenuhi kriteria tercatat lengkap identitas subjek dan lokasi. Pengumpulan data menggunakan catatan laporan kasus kecelakaan lalu lintas Kepolisian Kota Semarang tahun 2014-2016. Analisis data dengan distribusi frekuensi dan analisis spasial. Pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lalu lintas mayoritas berjenis kelamin laki-laki (77,4%), umur 26-59 tahun (51,7%), pekerjaan swasta (69,3%), kecelakaan ganda (90,9%), tabrakan depan (52,8%), kecelakaan sedang (65%), kurang waspada (51,5%), jalan lurus (74,5%), jam 06.01-12.00 (33%), terdapat 80 lokasi kecelakaan lalu lintas dengan pola sebaran yang berkelompok ≥5 kasusdan terjadi peningkatan kasus dibanding periode sebelumnya dalam kurun waktu bulan April, Agustus, dan Oktober tahun 2014-2016. Simpulan,sebagian besar kurang waspada, jenis jalan lurus dan pengelompokan kasus menyebar hampir kesemua jenis jalan dan peningkatan kasus pada bulan April, Agustus, dan Oktober dengan kecenderungan kasus terjadi pada jam 06.01-12.00 WIB. Kata kunci : Distribusi, kecelakaan lalu lintas, sepeda motor THE DESCRIPTION OF TRAFFIC ACCIDENT DISTRIBUTION OF MOTORCYCLE RIDERS ABSTRACT The incidence rate of motorcycle accidents in Semarang City increases every year in the period 2014-2016. Secondary data of causal factors and motorcycle traffic accidents in Semarang City have not been studied epidemiologically by police and previous researchers. So the purpose of this study to describe the distribution of traffic accident incidents on motorcycle riders in Semarang City. Descriptive study with cross sectional design. Samples of the study were 3,009 sample cases that fulfilled the criteria of complete identification of subject and location. Data collection using traffic accident report case of Semarang City Police in 2014-2016. Data analysis with frequency distribution and spatial analysis. The majority of motorcycle riders were male (77.4%), 26-59 years old (51.7%), private employment (69.3%), double accidents (90.9%), front crash (52.8%), moderate accident (65%), less alert (51.5%), straight road (74.5%), 06.01-12.00 hours (33%), there are 80 locations of traffic accidents with a spreading pattern of ≥5 cases and increase in cases over previous periods in April, August, and October 2014-2016. Conclusions, mostly less alert, type of straight road and clustering of cases spread almost all types of roads and increased cases in April, August, and October with the tendency of cases occurred at 06.01-12.00 AM. Keywords: Distribution, traffic accident, motorcycle
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN EMOSIONAL, PSIKOLOGI DAN SOSIAL PADA KESEHATAN JIWA REMAJA Ni Made Dian Sulistiowati; Budi Anna Keliat; Besral Besral; Abdul Wakhid
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.508 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.116-122

Abstract

Masa remaja terjadi perubahan yang dapat menimbulkan masalah jika tidak adanya koping yang adaptif yang dimiliki remaja. Hal ini tentunya perlu diikuti dengan dukungan sistem yang baik pada remaja sehingga remaja mampu tetap memiliki kesehatan jiwa yang baik dan mampu menggunakan koping yang sesuai dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif korelatif dengan desaincross-sectional untuk mengetahui sejauh mana hubungan dukungan sosial terhadap kesehatan jiwa remaja melalui kesejahteraan emosional, psikologis dan sosial. Sampel sebanyak 135 siswa kelas 7 dan 8 yang berada di SMP swasta dan negeri di Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Responden mengisi kuesioner tentang dukungan sosial (CASSS) dan kesehatan jiwa (MHC-SF). Hasil yang didapatkan diolah secara statistik menggunakan uji chi square. Didapatkan kesejahteraan psikologi remaja sebagian besar dipengaruhi oleh dukungan sosial teman sekelas dan sekolah, sedangkan kesejahteraan sosial remaja dipengaruhi oleh dukungan sosial orang tua, guru, teman sekelas dan sekolah (p<0.005). Adapun faktor yang paling berkontribusi dalam kesehatan jiwa remaja adalah dukungan sosial orang tua (OR : 5,2; p<0.005).Diperlukan peran serta antara orangtua, guru, teman sebaya dalam membantu remaja memahami perubahan yang terjadi pada dirinya sehingga mampu menggunakan koping adaptif ketika masalah terjadi. Kata kunci :Kesehatan jiwa, remaja, dukungan sosial DESCRIPTION OF SOCIAL SUPPORT TOWARD EMOTIONAL, PSYCHOLOGY AND SOCIAL WELLBEINGAMONG ADOLESCENT’S MENTAL HEALTH ABSTRACT Adolescents with low adaptive coping are potentially having difficulties facing changes in teenage years. These adolescents are needed solid support systems to maintain mental health well-being during their difficult time. The supports help them using adaptive coping properly to deal with the problems. This study is a descriptive study using cross sectional design aimed to explore social support system effect on mental health status on emotional, psychological and social well-being. There were 135 students of grade 7th and 8th at junior high schools in Denpasar participated in this study. The participants filled up Social Support Questionnaire (CASSS) and Mental Health Questionnaire (MHC-SF). Data was analysed using Chi Square. The result shows that adolescents’ phychological well-being is influenced by social supports from friends and school, while their social well-being is affected by social supports fulfilled from their parents, teachers, friends, and school (p<0.005). The strongest contributing factor of adolescent mental health status is parental support socially (OR : 5,2; p<0.005). It is concluded that the role of parents, teachers, and peers is significant in supporting adolecents on choosing adaptive coping to deal with potential difficulties in teenage years. Keywords: mental health, adolescence, social support
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONTROL ASMA PADA PASIEN ASMA RAWAT JALAN Truly Dian Anggraini; Susilowati Susilowati; Aminudin Pamungkas
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.014 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.123-130

Abstract

Asma merupakan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Faktor resiko asma yang berasal dari pasien yang meliputi usia, jenis kelamin, genetik dan obesitas, namun masih belum diketahui pengaruhnya terhadap kontrol asma. Faktor di luar pasien yang mungkin juga mempengaruhi adalah ketepatan penggunaan alat inhalasi, dimana penggunaan alat inhalasi seharusnya dapat mengontrol dan mengurangi serangan asma. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kontrol asma pada pasien asma rawat jalan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 109 pasien asma rawat jalan di RSUD Kota Surakarta yang diambil dengan tekhnik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan dari empat faktor yang dianalisis, faktor yang mempengaruhi kontrol asma adalah usia dan ketepatan penggunaan alat inhalasi. Hasil uji Chi-Square hubungan usia dengan kontrol asma p = 0,042 dan OR (Odd Ratio) = 3,277dan hubungan ketepatan penggunaan alat inhalasi dengan kontrol asma p = 0,000 dan OR (Odd Ratio) = 14,400. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia dan ketepatan cara penggunaan alat inhalasi dengan kontrol asma pasien rawat jalan.diharapkan adanya peningkatan pengetaan mengenai penggunaan alat inhalasi yang benar. Kata kunci : Asma, Usia, Ketepatan Alat Inhalasi, Kontrol Asma. ABSTRACT Asthma is the top ten causes of illness and death in Indonesia. Risk factors for asthma from patients including age, sex, genetic and obesity, but still not known to influence asthma control. Factors outside the patient that might also affect the accuracy of the use of inhalation devices, where the use of inhalation equipment should be able to control and reduce asthma attacks. The study aimed to analyze factors related to asthma control in outpatient asthma patients. This study uses an observational analytic design with a cross sectional approach. The sample of 109 outpatient asthma patients in Surakarta City Hospital was taken by purposive sampling technique. Data analysis using Chi-Square statistical test. The results showed that of the four factors analyzed, the factors that influence asthma control are age and accuracy of use of inhalers. Chi-Square test results of the relationship of age with asthma control p = 0.042 and OR (Odd Ratio) = 3.277 and the relationship of the accuracy of the use of inhalation devices with asthma control p = 0.000 and OR (Odd Ratio) = 14,400. These results indicate a significant relationship between age and accuracy of how to use inhalation devices with outpatient asthma control. It is hoped that there will be an increase in mapping regarding the use of correct inhalation devices. Keywords: Asthma, Age, accuracy of the use of inhalation devices, asthma control
FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN FILARIASIS Yusuf Lensa Hamdan; Suharyo Hadisaputro; Ari Suwondo; Muchlis AU Sofro; Sakundarno Adi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.358 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.1.2019.21-26

Abstract

Filariasis merupakan suatu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Kecamatan Pekalongan Selatan merupakan salah satu daerah endemis filariasis. Pada tahun 2014 - 2016 didapat 71 kasus filariasis yang mungkinkan oleh berbagai faktor lingkungan yang banyak terdapat rawa dan kolam dan digenangi air serta ditumbuhi oleh tanaman air. Faktor lain selain dari faktor lingkungan adalah faktor sosial, ekonomi dan perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor risiko lingkungan fisik (genangan air), lingkungan biologi (tanaman air, ikan predator), Lingkungan sosial ekonomi (pekerjaan, pendidikan dan penghasilan) dan faktor perilaku (kebiasasaan keluar malam hari, kebiasaan menggunakan obat anti nyamuk dan kebiasaan menggunakan baju pelindung diri dari gigitan nyamuk) yang berpengaruh terhadap kejadian filariasis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan studi kasus kontrol. Kasus adalah penduduk yang menderita filariasis dan kontrol adalah penduduk yang tidak menderita filariasis. Jumlah kasus dan kontrol adalah 80. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis dilakukan secara bivariat dan multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Analisis Multivariat menunjukkan bahwa dari 11 (sebelas) variabel yang dianalisis terdapat 1 variabel yang terbukti berpengaruh terhadap kejadian filariasis di Kecamatan Pekalongan Selatan, yaitu : Pemakaian Obat Anti Nyamuk (OR = 35,286, CI 95% = 7,390 – 168,476). Penggunaan obat anti nyamuk merupakan faktor risiko yang paling dominan untuk terjadinya penularan filariasis. Masyarakat disarankan menggunakan kelambu atau anti nyamuk sewaktu tidur, memakai pelindung diri (baju dan celana panjang) waktu keluar rumah pada malam hari. Perlu adanya tindakan penyuluhan dan penyebarluasan informasi tentang filariasis dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kata kunci: filariasis, lingkungan, perilaku. VARIOUS ENVIRONMENTAL AND BEHAVIOR FACTORS THAT INFLUENCE THE FILARIASIS EVENT ABSTRACT Filariasis is a disease that is still a health problem in Indonesia. South Pekalongan District is one of the endemic areas of filariasis. By the year 2014 - 2016, it was found about 71 cases of filariasis. This is caused by many factors in the environment, such as swamp and pool that was flooded with water with many water plants. Other factor, that caused by are sosio economic and community behavior. The objective of this study was to determine physical factors (swamp / pool), Biological (water plants, fish / animal predators) of the environment. Socio ecomic factor (education, job and income), behaviour factor the habitat of (going outside at night, habit of using mosquito repellent and wearing clothes to protect from mosquitoes bite) that may give influence the filariasis cases in South Pekalongan District. This research was an observasional research with a case-control approach. Case in this study was filariasis cases and for control was people suffer from filariasis. Total sampler were 80 sample. Data was taken by observation and interview. Data collected was analyzed by using logistics regression. Multivariate analysis showed that from 11 variables, there are 1 variable were proved to be the risk factor of filariasis at South Pekalongan District, which are : respondent, habit of using mosquito repellent (OR = 35,286, CI 95% = 7,390 – 168,476). The use of mosquito repellent is the most dominant risk factor for filariasis transmission. It is suggested that people sould use mosquito net or repellent when bed time, self protection dress when they go out at night. It is necessary to perform health promotion and extend the information related to filariasis in order to improve people knowledge . Keyword : Filariasis, Environmental, Behavioral.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN FILARIASIS DI KOTA PEKALONGAN Harfaina Harfaina; Suharyo Hadisaputro; Djoko Trihadi Lukmono; Mateus Sakundarno
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.571 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.1.2019.1-6

Abstract

Filariasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing Wuchereria Bancrofti, Brugia Malayi, dan Brugia Timori yang menyebabkan cairan limfe tidak dapat tersalurkan dengan baik sehingga menyebabkan pembengkakan pada tungkai dan lengan. Meskipun tidak ada penyebab kematian tetapi menyebabakan cacat permanen dan stigma sosial. Eliminasi Filariasis dilakukan dengan Program Pengobatan Massal ke seluruh penduduk di daerah endemis setahun sekali selama 5 tahun. Keberhasilan program ini memerlukan kepatuhan minum obat pencegahan filariasis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat sebagai upaya pencegahan filariasis. Penelitian ini Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk berusia 15-65 tahun di dua kelurahan endemis yaitu kelurahan kuripan kertoharjo dan kelurahan jenggot selama mei-juli 2018. Sampel dalam penelitian ini 80 kasus dan 80 kontrol dengan teknik cluster random sampling. Variabel yang terbukti berpengaruh yaitu persepsi kerentanan negatif (OR=4,093) 95%CI=1,356-12,350 dan self efficacy negatif (OR=30,298) 95%CI=8,986-102,156. Persepsi kerentanan negatif dan self efficacy negatif merupakan faktor perilaku yang mempengaruhi ketidakpatuhan minum obat pencegahan filariasis. Diharapkan ada penelitian lanjutan tentang ketidakpatuhan minum obat pencegahan filariasis bukan berwujud persepsi tetapi dengan pengukuran faktor lingkungan sosial secara objektif dengan melakukan intervensi berupa perubahan perilaku. Kata kunci : Filariasis, Ketidakpatuhan, Minum Obat, Mix Method FACTORS THAT INFLUENCE DRINKING DRUG PREVENTION NON COMPLIANCE OF FILARIASIS IN PEKALONGAN CITY ABSTRACT Filariasis is an infectious disease caused by worms Wuchereria Bancrofti, Brugia Malayi, and Brugia Timori, adult worm lives and damage reulting in blockage of lymph channels, causing swelling of the legs and arms. Although no cause of death but causes permanent disability and social stigma. Filariasis elimination done with the Mass Treatment Program to the entire population in endemic areas a year for 5 year. Succesfully this program required a medication adherence. The purpose of this study was to determine the factors that influence drug disobedience as an effort to prevent filariasis. This study uses a mix method. The population in this study were residents aged 15-65 years in two endemic villages, namely kuripan kertoharjo and jenggot villages during May-July 2018. Samples in this study were 80 cases and 80 controls with cluster random sampling technique. Variables that proved influential were perceptions of negative vulnerability (OR = 4,093) 95% CI = 1,356-12,350 and negative self efficacy (OR = 30,298) 95% CI = 8,986-102,156. Negative vulnerability perceptions and negative self efficacy are behavioral factors that influence non-compliance with filariasis prevention drugs. It is expected that further research on non-compliance with taking drugs to prevent filariasis is not a form of perception but objective measurement of social environmental factors by intervening in the form of behavior change. Keywords: Filariasis, Noncompliance, Medication, Mix Method
KONSEP DIRI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Abdul Wakhid; Gipta Galih Widodo
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.677 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.1.2019.7-11

Abstract

Pasien yang menjalani hemodialisis sebagian besar ketergantungan terhadap mesin hemodialisis yang mengakibatkan terjadinya perubahan seperti masalah finansial, kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan, dorongan seksual yang menghilang, impotensi, dan pasien sering kali mengalami gangguan konsep diri serta gangguan citra tubuh karena kesulitan menerima perubahan yang terjadi akibat gagal ginjal yang dialaminya sehinggamengakibatkan pasien mengalami depresi. Desain penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatansurvei. Populasi penelitian 85 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Teknik sampling menggunakan quota samplingsehinggajumlah sampel penelitian yaitu 85 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat depresi dan kuesioner konsep diri. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisismemiliki konsep diri yang negatifsejumlah 52 orang (61,2%), sebagian besar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis mengalami depresi ringan sejumlah 41 orang (48,2%). Ada hubungan secara signifikan antara konsep diri terhadap tingkat depresi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dengan nilai p-value 0,000 < α (0,05). Saran bagi rumah sakit, untuk memberikan pelayanan keperawatan yang holistik pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis. Kata kunci : Konsep diri, gagal ginjal kronik, hemodialisis SELF-CONCEPT OF PATIENTS WITH CHRONIC RENAL FAILURE WHO UNDERWENT HEMODIALYSIS ABSTRACT Patients under going hemodialysis are mostly dependent on hemodialysis machines which result in changes such as financial problems, difficulty maintaining work, sex drive that disappears, impotence, and patients often experience self-concept disorder sand body image disturbances dueto difficulties receiving changes that occur dueto failure the kidneys they experiences that the patient experiences depression. The research design is descriptive with a survey approach. The study population was 85 patients with chronic renal failure who under went hemodialysis. The sampling techniqueuse squota sampling so that the number of study samples is 85 patients with chronic renal failur eunder going hemodialysis. Data collection using depression level questionnaire sand self-concept questionnaires. The results showed that most patients with chronic kidney failure who under went hemodialysis had a negative self-conceptof 52 people (61.2%), the majority of patients with chronic renal failure who under went mild depression experienced 41 people (48.2%). There is a significant relationship between self-concept and depression level of patients with chronic renal failure under going hemodialysis with a p-value of 0,000 <α (0,05). Advice for hospitals, to provide holistic nursing services for patients with chronic kidney failure who are under going hemodialysis. Keywords: Self-concept, chronic kidney failure, hemodialysis
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA BAGIAN PEMBERI PAKAN AYAM PULLET 2 Sigit Sumarsana; Mushidah Mushidah; Cahyo Suraji
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.943 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.1.2019.51-55

Abstract

Kesehatan kerja merupakan aplikasi kesehatan masyarakat didalams uatu tempat (perusahaan, pabrik, kantor dan sebagainya). Kelelahan akibat kerja sering kali diartikan sebagai proses menurunnya effisiensi dan berkurangnya kekuatan atau ketahanan fisik tubuh. Seperti halnya pada tenaga kerja bagian pemberi pakan ayam pullet 2 di PT Rehobat Limbangan sebagian besar yang mengalami kelelahan ditandai dengan merasa haus, merasa kantuk, dan menurunnya stamina. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan keleleahan kerja pada tenaga kerja bagian pemberian pakan ayam pullet 2 di PT Rehobat Limbangan. Jenis penelitian ini observasikuantitaif dengan menggunakanmetode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 44 rsponden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Alat ukur berupa observasi beban kerja dan kuesioner kelelahan kerja analisa data menggunakan uji kendall’s tau_b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja yang mempunyai beban kerja sangat berat sebanyak 14 responden (31,8%), mayoritas pekerja yang mempunyai kelelahan kerja berat sebanyak 23 responden (52,3%). Ada hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja bagian pemberi pakan ayam pullet 2 di PT Rehobat Limbangan di tunjukkan dengan uji kendall’s tau_b dengan p value = 0.000. Diharapkan tenaga kerja mampu menggunakan waktu istirahat dengan baik agar menghindari kelelahan fisik. Kata Kunci : Benan kerja, kelelahan kerja, tenaga kerja RELATIONSHIP BETWEEN WORK LOADS AND LOSS OF WORK ON LABOR PARTS OF PULLET CHICKEN FEEDERS 2 ABSTRACT Occupational health is a public health application in a place (company, factory, office and so on). Occupational fatigue is often interpreted as a process of decreased efficiency and reduced physical strength or endurance. As with the workforce of pullet 2 chicken feeder in PT Rehobat Limbangan, the majority of those who experience fatigue are characterized by feeling thirsty, feeling sleepy, and decreasing stamina. The purpose of this study was to determine the relationship between workload and workload on pullet 2 chicken feed labor in PT Rehobat Limbangan. This type of research is observational observation using the cross sectional method. The population in this study amounted to 44 respondents with sampling techniques namely total sampling. Measuring instruments in the form of workload observations and data analysis work fatigue questionnaires using the kendall's tau_b test. The results showed that the majority of workers who had very heavy workloads were 14 respondents (31.8%), the majority of workers who had heavy work fatigue were 23 respondents (52.3%). There is a relationship between workload and work fatigue on the workforce of pullet 2 chicken feeder part in PT Rehobat Limbangan indicated by kendall's tau_b test with p value = 0.000. It is expected that the workforce is able to use rest periods well so as to avoid physical fatigue. Keywords: Right of work, work fatigue, labor
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA BERDIRI DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PEMBUAT TRIPLEK Ika Oktafiannisa; Sri Sumini; Mushidah Mushidah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.022 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.1.2019.42-45

Abstract

Sikap Kerja Berdiri merupakan sikap siaga baik sikap fisik maupun mental, sehingga aktifitas kerja dilakukan lebih cepat, kuat dan teliti. Berbagai masalah kerja dengan sikap kerja berdiri dapat menyebabkan keluhan nyeri dan terjadi fraktur pada otot tulang belakang. Tujuan penelitian ini mengkaji sikap kerja berdiri dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pembuat triplek. Penelitian ini menggunakan pendekatan Croos Sectional. Sempel penelitian sebanyak 34 pembuat triplek kelurahan ketapang kendal. Pengukuran sikap kerja berdiri menggunakan lembar cheklist dan keluhan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian adalah 85,7% responden dengan sikap kerja berdiri tidak baik ada keluhan muskuloskeletal, sebanyak 14,3% responden dengan sikap kerja berdiri baik tidak ada keluhan muskuloskeletal. Simpulan dari penelitian ini ada hubungan sikap kerja berdiri dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pembuat triplek ketapang kendal (p=0,001). Saran bagi pekerja melakukan istirahat duduk beberapa menit saat mereka merasakan keluhan pada otot skeletal dan Penyediaan meja kerja sesuai ergonomi untuk pembentukan sesuai postur alamiah tubuh pekerja. Kata Kunci : Sikap Kerja Berdiri, Keluhan Muskuloskeletal, pekerja pembuat triplek THE RELATIONSHIP BETWEEN STANDING ATTITUDE WITH MUSCULOSKELETAL COMPLAINTS ON THE PLYWOOD MAKER ABSTRACT Standing Attitudes Stand is a good attitude both physical and mental attitude, so that work activities done more quickly, strong and meticulous. Various work problems with standing work attitude can cause pain complaints and fractures occur in the spinal muscles. The purpose of this study is to study the standing attitude with musculoskeletal complaints on the plywood maker. This research uses Cross Sectional approach. The sample of research is 34 makers of urban kampung ketapang kendal. Work attitude measurement stands using cheklist sheets and musculoskeletal complaints using Nordic Body Map. Data analysis using Chi-Square. The result of this research is 85,7% respondent with work attitude stand no complaint musculoskeletal, As many as 14.3% of respondents with good standing attitude no musculoskeletal complaints. Conclusion from this research there is correlation between standing work attitude with musculoskeletal complaint on the workers of pest controller (p = 0,001). Suggestions for workers to rest sit for a few minutes when they feel a complaint on skeletal muscle. Keywords: standing work attitude, musculoskeletal complaints, plywood making workers
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-CARE MANAGEMENT AND DIABETES FOOT ULCER RISK AMONG TYPE 2 DIABETES PATIENTS Hermanto Hermanto; Salustiano Salustiano
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.176 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.1.2019.46-50

Abstract

Diabetes is a disease that leads to death in developing countries including Indonesia. Diabetic Foot Ulcers (DFU) is one of the clinical complications that result from the degenerative changes through the body. The purpose of the study is to examine relationship between degree of self-care management and diabetes foot ulcer risk among type 2 diabetes patients. In this study, the investigator utilized the quantitative research method with correlation design using cross-sectional approach. With the computed value 0.000 lower than p value at 0.05 significant level statistical data analysis revealed a significant relationship between level of self-care management and foot ulcer risk. The level of self-care management has strong influence on foot ulcer risk; better self-care management leads to lower risk of foot ulcer in type 2 diabetes patients.

Page 49 of 118 | Total Record : 1175


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025 Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025 Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025 Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2025 Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024 Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024 Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2024 Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024 Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023 Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023 Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023 Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022 Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2022 Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2022 Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp April 2022 Vol 12 No 1 (2022): Supp Januari 2022 Vol 12 No 1 (2022): Januari 2022 Vol 11 No 4 (2021): Supp Oktober 2021 Vol 11 No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021 Vol 11 No 2 (2021): April 2021 Vol 11 No 2 (2021): Supp April 2021 Vol 11 No 1 (2021): Supp Januari 2021 Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021 Vol 10 No 4 (2020): Oktober 2020 Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020 Vol 10 No 2 (2020): April 2020 Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020 Vol 9 No 4 (2019): Oktober Vol 9 No 3 (2019): Juli Vol 9 No 2 (2019): April Vol 9 No 1 (2019): Januari Vol 8 No 2 (2018): Oktober Vol 8 No 1 (2018): April Vol 7 No 2 (2017): Oktober Vol 7 No 1 (2017): April Vol 6 No 2 (2016): Oktober Vol 6 No 1 (2016): April Vol 5 No 2 (2015): Oktober Vol 5 No 1 (2015): April Vol 4 No 2 (2014): Oktober Vol 4 No 1 (2014): April Vol 3 No 2 (2013): Oktober More Issue