cover
Contact Name
Usman
Contact Email
usman_health@yahoo.co.id
Phone
+6285335204999
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km. 6, Kota Parepare Sulawesi Selatan 91112
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
ISSN : 26145073     EISSN : 26143151     DOI : https://doi.org/10.31850/makes
Jurnal Ilmiah Manusia dan kesehatan merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil penelitian, laporan kasus, makalah ilmiah atau kajian analitis-kritis di bidang manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan. Jurnal ini diterbitkan setahun tiga kali: Januari, Mei, dan September.
Articles 423 Documents
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA ANIMASI MAKANAN SEHAT BUAH DAN SAYUR TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ANAK SD Negeri 20 KOTA PAREPARE Triana Novelia; Ramlan; Nurlinda
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i1.922

Abstract

Konsumsi sayur dan buah orang Indonesia masih relatif rendah, sekitar 95,5% masyarakat Sulawesi Selatan umur >10 tahun kurang mengkomsumsi sayur dan buah (Riskesdas 2018). Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh media animasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap konsumsi sayur dan buah. Dengan metode quasi experimental yaitu tes awal dan tes akhir. Lokasi penelitian di lakukan di rumah siswa atau di sekitar sekolah. Waktu penelitian dilakukan bulan Agustus – Desember 2020. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang berisi 40 siswa dari dua kelas yang diambil dari populasi siswa kelas V dan VI SD Negeri 20 Parepare. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji t dependen (paired - sample t test) dan uji statistic Wilcoxon pada tingkat kepercayaan 95% (p=0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian media animasi terhadap perubahan pengetahuan (p=0,000). Rata-rata skor pengetahuan sebelum pemberian media animasi adalah 8,83 ± 1,61, sedangkan sesudah pemberian animasi adalah 18,23 ± 1,46. Rata-rata skor sikap sebelum pemberian media animasi adalah 17,73 ± 1,28, dan sesudah pemberian media animasi adalah 28,53 ± 2,13. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian animasi terhadap sikap (p=0,000). Diharapkan penelitian ini dapat diterima oleh siswa-siswi sebagai media baru dalam proses pembelajaran mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur.
ANALISIS PERENCANAAN OBAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MASSENREMPULU KABUPATEN ENREKANG Yunita Idham; Syarifuddin Yusuf; Usman, Usman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i1.936

Abstract

Pelayanan kefarmasian sebagai salah satu unsur dari pelayanan utama di rumah sakit, merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pelayanan di rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Praktek pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan terpadu, dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan obat dan kesehatan.Penilitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis perencanaan obat di Instalasi farmasi RSUD Massenrempulu Enrekang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara dan pengamatan secara langsung (observasi). Dan data sekunder berupa dokumen-dokumen di Instalasi farmasi RSUD Massenrempulu Enrekang. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencaan obat di RSUD Massenrempulu Kabupaten Enrekang sudah cukup efektif, karena telah sesuai dengan pedoman perencaan yang berlaku di rumah sakit tersebut. Namun, masih ada beberapa faktor yang menjadi kecala dalam perencaan obat di RSUD Massenrempulu Kabupaten Enrekang yaitu kekosongan obat. Hal ini disebabkan karena peningkatan jumlah pasien yang sewaktu-waktu terjadi sehingga menyebabkan permintaan akan obat juga meningkat, serta kekosongan stok obat yang dibutuhkan pada pihak distributor. Saran dalam penelitian ini kepada petugas perencanaan obat agar bisa menambah pihak yang berelasi (distributor) dengan rumah sakit dalam hal pembelian obat, agar ketika terjadi kekosongan stok barang di distributor maka ada alternatif tempat lain yang bisa dijadikan tempat pembelian obat tersebut.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MATA PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI KECAMATAN JELUTUNG KOTA JAMBI TAHUN 2021 Andika, Riko; Eti Kurniawati; Parman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i1.1221

Abstract

ABSTRAK Pekerja las memiliki risiko cedera mata yang tinggi akibat paparan radiasi, mekanik, suhu dan kimiawi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan teknik pengambilan secara total sampling yaitu seluruh pekerja las di Kecamatan Jelutung Kota Jambi yang berjumlah 63 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2021 di bengkel las di Kecamatan Jelutung. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Sebanyak 46,0% responden ada keluhan mata, 49,2% responden memiliki usia berisiko, 79,4% responden memiliki masa kerja berisiko dan 39,7% responden tidak menggunakan APD saat melakukan pengelasan. Ada hubungan antara usia (p=0,032) dan penggunaan APD (p=0,000) dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las Kecamatan Jelutung. Tidak ada hubungan antara masa kerja (p=0,510) dengan keluhan mata pada pekerja las di Bengkel Las Kecamatan Jelutung. Keluhan mata pekerja bengkel las di Kecamatan Jelutung berhubungan dengan usia dan penggunaan APD. Untuk itu diharapkan kepada pemilik bengkel las melakukan pengawasan kepada pekerja terhadap penggunaan APD googles/welding shields. Pekerja sering mengistirahatkan matanya setelah mengelas dengan metode 20-20-20, setiap bekerja 20 menit lakukan istirahat 20 detik dengan memandang jarak sejauh 20 kaki (6 meter). ABSTRACT Welders are at high risk of eye injury from radiation, mechanical, thermal and chemical exposures. This study aims to determine the factors associated with eye complaints in welding workers at the Welding Workshop. The research design used was cross sectional. The sample in this study was taken using a total sampling technique, namely all welding workers in Jelutung District, Jambi City, amounting to 63 people. This research was conducted in June 2021 at a welding workshop in Jelutung District. The research instrument is a questionnaire. Data were analyzed by univariate and bivariate using Chi Square test. As many as 46.0% of respondents had eye complaints, 49.2% of respondents had a risky age, 79.4% of respondents had a risky working period and 39.7% of respondents did not use personal protective equipment when doing welding. There is a relationship between age (p=0.032) and the use of personal protective equipment (p=0.000) with eye complaints in welding workers at the Welding Workshop, Jelutung District. There was no relationship between years of service (p=0.510) and eye complaints in welding workers at the Welding Workshop, Jelutung District. The eye complaints of welding workshop workers in Jelutung District are related to age and the use of personal protective equipment. For this reason, it is hoped that the welding workshop owner will supervise workers against the use of personal protective equipment such as googles/welding shields. Workers often rest their eyes after welding with the 20-20-20 method, every 20 minutes of work take a 20 second break by looking at a distance of 20 feet (6 meters).
PENERAPAN KESELAMATAN KERJA DALAM PENGOPERASIAN CUTTER SECTION DREDGING DI JETTY BATU BARA PADA PT. ANUGERAH JAWARA PRIMA Indra, Indrawan Adri; Indri Hapsari Susilowati
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i1.1267

Abstract

Pengoperasian Cutter Suction Dredging (CSD) di sektor pertambangan batu bara pernah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 5 kali pada tahun 2012 hingga 2017 diantaranya CSD tenggelam, CSD ditabrak kapal tongkang, CSD terbakar sehingga mengakibatkan kerusakan alat CSD dan waktu kerja hilang. Guna mencegah terjadinya kecelakaan kerja dalam pengopersian CSD makapenerapan keselamatan kerja sangat diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan keselamatan kerja berdasarkan pemenuhan kru CSD, kondisi CSD, lingkungan kerja, standar operasional prosedur (SOP) dalam pengoperasian CSD di Jetty batu bara pada PT. Anugerah Jawara Prima (AJP). Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kru CSD sebanyak 32 orang dengan objek 1 unit CSD. Sampel penelitian ialah seluruh kru CSD sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kru, kondisi CSD, lingkungan kerja serta standar operasional prosedur dalam pengoperasian CSD rata-rata pada tingkat hasil penilaian penerapan baik dan memuaskan. Hal ini disebabkan karena kru telah memenuhi kompetensi sesuai jabatannya dan dibekali beberapa kompetensi mengenai keselamatan, kru juga memenuhi SOP pengoperasian CSD. Pada kondisi CSD sebelum bekerja dilakukan P2H dan tiap tahunya dilakukan perawatan dan pengukuran lingkungan kerja. Jika ditemukan suatu permasalahan pada komponen bagian CSD maka segera dilakukan perbaikan di lapangan dengan memanfaatkan suku cadangan yang telah tersedia. Kesimpulan secara umum penerapan keselamatan kerja dalam pengoperasian CSD telah dilakukan dengan baik dibuktikan dengan hasil penilaian penerapan.
MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS KABERE KABUPATEN ENREKANG Nurlaela; Syarifuddin Yusuf; Usman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v6i2.774

Abstract

Pengelolaan obat merupakan suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut aspek perencanaan, pengadaan pendistribusian, penggunaan dan penghapusan obat yang dikelola secara optimal untuk mejamin tercapainya ketetapan jumlah dan jenis perbekalan farmasi. Pada pengelolaan obat di Puskesmas tingkat ketersediaan obat sudah sesuai dengan kebutuhan pelayan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi lebih mendalam tentang studi manajemen pengelolaan obat di Puskesmas Kabere Kabupaten Enrekang tahun 2019 ditinjau dari perencanaan, pengadaan, pendistribusian, penggunaan dan penghapusan. Jenis peneltian ini adalah kualitatif dan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang, yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Penanggung jawab gudang obat, dan petugas apotik. Hasl peneltian in menunjukkan bahwa perencanaan pengelolaan obat berdasarkan metode epidemiologi dengan pengadaan obat disesuaikan pola penyakit dengan mengajukan LPLPO (Lembar Permintaan dan Lembar Pemakaian Obat) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang dan GFK (Gudang Farmasi Kota). Tempat penyimpanan obat di Puskesmas masi kurang memadai, namun penyusunannya sudah memenuhi standar penyimpanan obat di Puskesmas. Pendistribusian obat yang di lakukan sesuai dengan prosedur pengelolaan obat, serta mengadakan pemusnahan pada obat yang kadaluarsa. Disarankan, yaitu sebaiknya tempat penyimpanan obat harus diperbaharui atau diperbaiki agar keamanan obat terjaga dengan baik.
PENGARUH PENGGUNAAN LARUTAN DAUN CENGKEH TERHADAP PENURUNAN KEPADATAN VEKTOR LALAT PADA PROSES PENJEMURAN IKAN ASIN Noor Inzani Imaniar Hermansyah Tanjung; Nurhapsa; Abdul Madjid
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v6i2.811

Abstract

Lalat adalah Arthropoda sebagai vektor mekanis yang membawa bibit penyakit. Cengkeh (Syzigium Aromaticum) adalah insektisida hayati berpotensi mengendalikan vektor, baik untuk pemberantasan larva maupun lalat dewasa. Daya bunuh insektisida hayati berasal dari zat aktif eugenol yang dikandungnya, Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan larutan daun cengkeh terhadap penurunan kepadatan vektor lalat pada proses penjemuran ikan asin. Jenis penelitian adalah Quasi – Experimental dengan rancangan one grup pre test – post test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan larutan daun cengkeh terhadap penurunan kepadatan lalat pada proses penjemuran ikan asin dengan uji paired sample t – test nilai signifikan (2-tailed) sebesar 0,003. Disarankan kepada masyarakat menggunakan limbah daun cengkeh untuk menekan angka populasi lalat yang hinggap pada produk ikan asin saat dipasarkan.
HUBUNGAN POLA DIET DAN AKTIVITAS FISIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DALAM MENGONTROL TEKANAN DARAH DI PUSKESMAS MADISING NA MARIO KOTA PAREPARE Sri Wahyuni; Haniarti; Henni Kumaladewi Hengky
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v6i2.875

Abstract

Resiko hipertensi di Indonesia termasuk tinggi, perubahan gaya hidup menyebabkan peningkatan prevalensi hipertensi, pola diet dan kebiasaan berolahraga dapat rnenstabilkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pola Diet dan Aktivitas Fisik Pada Penderita Hipertensi Dalam Mengontrol Tekanan Darah Di Puskesmas Madising Na Mario Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel 94 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non ramdom sampling dengan cara accidental sampling menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara diet rendah garam dalam mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi ( P value = 0,003 < 0,05), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara diet rendah kolestrol dan lemak ( P value = 0,318 > 0,05), dan diet tinggi serat ( P value = 0,480 > 0,05) dalam mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi ( P value = 0,480 > 0,05), serta terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dalam mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi ( P value = 0,001 < 0,05). Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk memberikan informasi atau pengetahuan tentang pola diet dan aktivitas fisik yang baik pada penderita hipertensi dalam mengontrol tekanan darah.
PENGARUH STRESS TERHADAP KINERJA PERAWAT DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA KABUPATEN ENREKANG Elvitasari; Ramlan; Usman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v6i2.892

Abstract

ABSTRAK Stress merupakan suatu bentuk tanggapan baik fisik maupun psikis seseorang saat dihadapkan dengan keadaan yang tidak sesuai antara tuntutan dengan kemampuan untuk mengatasinya. Stres dapat berdampak positif maupun negatif tergantung pada respon individu dalam menghadapinya.Kinerja merupakan bagaimana seseorang diharapkan dapat berfungsi dan berperilaku sesuai dengan tugas yang telah dibebankan kepadanya.Setiap harapan mengenai bagaimana seseorang harus berperilaku dalam melaksanakan tugas, berarti menunjukkan suatu peran seorang perawat yang ada di Puskesmas.Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Agustus – September 2018 dengan jumlah responden 16 0rang yaitu perawat yang berada di puskesmas kota Kabupaten Enrekang.Tujuan peneliti Untuk mengetahui pengaruh stress kerja terhadap kinerja perawat Di Puskesmas Kota Enrekang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Dalam penelitian survei, informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling karena seluruh populasi akan digunakan sebagai sampel.Hasil analisis dengan uji statistik Chi Square diperoleh dengan p value 0,017. p (value) = 0,013 > 0.05, maka Ha diterima, hal ini berarti ada pengaruh stress kerja terhadap kinerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan Di Puskesmas Kota Kabupaten Enrekang. Kata kunci : Stress kerja, kinerja perawat ABSTRACT Stress is a form of response both physically and psychologically to a person when faced with a situation that does not match demands with the ability to cope with them. Stress can have a positive or negative impact depending on the individual's response to it. Stress can have a positive or negative impact depending on the individual's response to it. Performance is how a person is expected to function and behave in accordance with the task that has been assigned to him. Every expectation regarding how someone should behave in carrying out their duties means showing the role of a nurse in the Puskesmas. This research was conducted for 2 months, namely August - September 2018 with 16 respondents, namely nurses who were in the municipal health center in Enrekang Regency. Researchers to determine the effect of work stress on the performance of nurses at the Enrekang City Health Center. This study uses a quantitative approach using a survey method. In survey research, information is collected from respondents using a questionnaire. The sampling technique is total sampling because the entire population will be used as a sample. The results of the analysis with Chi Square statistical test were obtained with a p value of 0.017. p (value) = 0.013> 0.05, then Ha is accepted, this means that there is an effect of work stress on the performance of nurses in providing health services at the City Health Center, Enrekang Regency. Keywords: Job stress, nurse performance
PENGARUH PAPARAN ASAP ROKOK DI RUMAH PADA WANITA TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MADISING NA MARIO KOTA PAREPARE Syahraeni; Henni Kumaladewi Hengky; Ayu Dwi Putri Rusman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v6i2.914

Abstract

Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat di dunia yang terus bertambah. Lebih dari 7 juta kematian disebabkan oleh rokok, 6 juta kematian tersebut disebabkan perokok aktif sedangkan sekitar 890.000 disebabkan oleh paparan asap rokok. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cros sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling method menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-square.Berdasarkan hasil penelitian uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan kebiasaan merokok (p = value 0,0662) lama paparan (p= 0,791) jumlah perokok (p = value 0,791) jenis rokok (p = value 0,099) dan jumlah rokok yang dikonsumsi (p = value 0,657) dengan pengaruh paparan asap rokok dirumah pada wanita terhadap kejadian hipertensi. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk memberikan informasi atau pengetahuan tentang bahaya asap rokok pada wanita dengan kejadian hipertensi.
PENGARUH LAMA DUDUK TERHADAP KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA TUKANG JAHIT DI KOTA PAREPARE Devi Triana; Henni Kumaladewi Hengky; Ayu Dwi Putri Rusman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v6i2.915

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan penyakit nomor dua pada manusia setelah influenza . Data untuk jumlah penderita NPB di Indonesia belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan penderita NPB di Indonesia bervariasi antara 7,6% sampai 37% dari jumlah penduduk yang ada di Indonesia. Nyeri punggung bawah merupakan rasa nyeri, ngilu, pegal yang terjadi di daerah punggung bagian bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia, lama duduk, masa kerja, jam kerja, terhadap nyeri punggung bawah pada tukang jahit di Kota Parepare. Metode yang digunakan adalah metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel 38 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total Sampling menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (0,461), lama duduk (0,203), masa kerja (0,252), dan jam kerja (0,328) dengan kejadian penyakit nyeri punggung bawah pada tukang jahit.