cover
Contact Name
Usman
Contact Email
usman_health@yahoo.co.id
Phone
+6285335204999
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km. 6, Kota Parepare Sulawesi Selatan 91112
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
ISSN : 26145073     EISSN : 26143151     DOI : https://doi.org/10.31850/makes
Jurnal Ilmiah Manusia dan kesehatan merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil penelitian, laporan kasus, makalah ilmiah atau kajian analitis-kritis di bidang manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan. Jurnal ini diterbitkan setahun tiga kali: Januari, Mei, dan September.
Articles 423 Documents
Hubungan Paparan Kebisingan Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Pekerja Pabrik Pengelolaan Batu Di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022 Nora Maulina; Rizka Sofia; Nora Zulfa
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1583

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu faktor fisik dari lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi produktifitas seorang pekerja. Intensitas kebisingan yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan dalam jangka waktu yang lama akan membebani jantung dan dapat menyebabkan strees yang akhirnya menimbulkan kelelahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan kebisingan terhadap perubahan tekanan darah pada pekerja pabrik pengelolaan batu di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional, dilakukan di PT Bohana Jaya Aceh Utara dari Januari sampai dengan Februari 2022. Populasi yang di jadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 orang pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan analisis chi-square (p≤0,05). Hasil penelitian tekanan darah terhadap 62 orang pekerja dimana terdapat 47 pekerja (75,8%), yang mengalami peningkatan tekanan darah setelah terpapar kebisingan dan 15 pekerja (24,2%) tidak mengalami peningkatan tekanan darah. Hasil penelitian kebisingan menunjukkan terdapat 50 pekerja (80,6%) yang terpapar kebisingan ≥ 85 dB dan 12 orang pekerja (19,4%) terpapar kebisingan <85 dB. Terdapat 50 responden yang terpapar kebisingan ≥ 85 dB, 45 diantaranya mengalami peningkatan tekanan darah, dan 5 diantaranya tidak mengalami peningkatan tekanan darah, sedangkan untuk responden yang terpapar kebisingan <85 dB terdapat 12 orang, dimana 10 diantaranya tidak mengalami peningkatan tekanan darah, dan 2 diantaranya mengalami peningkatan tekanan darah. Berdasarkan uji statistik terdapat hubungan paparan kebisingan (p = 0,000) terhadap perubahan tekanan darah pada pekerja pabrik pengelolaan batu di Kabupaten Aceh Utara.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Dengan Kesiapan Melakukan Tindakan BHD Pada Mahasiswa Keperawatan Di Perguruan Tinggi Kota Lhokseumawe Wheny Utariningsih; Anna Millizia; Rara Enggola Handayani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1584

Abstract

Bantuan hidup dasar (BHD) merupakan usaha awal yang dilakukan untuk menyelamatkan seseorang yang berada dalam keadaan yang mengancam jiwa atau keadaan kegawatdaruratan. Pengetahuan tentang BHD adalah kompetensi yang harus dimiliki tenaga kesehatan untuk mengatasi kejadian gawat darurat. Sebagai calon tenaga medis, mahasiswa perawat harus menguasai pengetahuan BHD agar mampu dan siap dalam memberikan BHD sebagai bentuk pertolongan pada keadaan gawat darurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan BHD dengan kesiapan melakukan BHD pada mahasiswa keperawatan di perguruan tinggi Kota Lhokseumawe. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional. Pengambilan data dilaksanakan dengan pembagian kuesioner kepada 187 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan BHD pada kategori kurang yaitu sebanyak 112 orang (59,9%). Sedangkan kesiapan responden terhadap BHD mayoritas memiliki kesiapan kurang yaitu berjumlah 110 orang (58,8%). Hasil uji bivariat dengan menggunakan uji korelasi spearman terdapat kolerasi yang bermakna dengan p value 0,002 (p < 0.05), dan nilai r 0,229. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan bantuan hidup dasar (BHD) dengan kesiapan melakukan BHD pada mahasiswa keperawatan di perguruan tinggi Kota Lhokseumawe.
Hubungan Pernikahan Usia Dini Terhadap Kejadian Stunting di Kecamatan Anreapi Afriani; Urwatil Wusqa Abidin
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1742

Abstract

Stunting sudah menjadi salah satu permasalahan gizi besar yang dihadapi dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting sendiri merupakan status gizi yang disebabkan oleh malgizi kronik, sehingga anak balita stunting bisa menjadi indikator kunci dari kesehatan ibu dan anak. Upaya intervensi gizi spesifik untuk balita pendek difokuskan padakelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Berdasarkan data awal laporan gizi Kabupaten Polewali Mandar Kecamatan Anreapi memiliki penderita anak stunting sebanyak 247 anak (33,10%).Anak yang lahir dari ibu yang menikah dini memiliki kesempatan hidup yang rendah dan berisiko memiliki masalah gizi seperti pendek, kurus, dan gizi buruk. Hal tersebut kemungkinan bisa terjadi karena ibu balita yang umurnya kurang dari 18 tahun cenderung memiliki pola asuh yang kurang baik sehingga bisa berdampak pada status gizi anaknya. Pada penelitian yang dilakukan Afifah menunjukkan bahwa persentase anak pendek meningkat pada ibu yang menikah pada usia dini. Semakin muda usia pernikahan ibu, maka proporsi balita dengan status gizi buruk semakin meningkat [4][5]. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan pernikahan usia dini dengan kejadian stunting di Kecamatan Anreapi. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu balita yang melahirkan anak pertama di wilayah kerja Puskesmas Anreapi dan memenuhi criteria inklusi sebanyak 36 sampel. Penarikan sampel menggunakan teknik non probability sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan anak pertama di wilayah kerja Puskesmas Anreapi Kecamatan Anreapi sebanyak 36 responden dan memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil analisis bivariat dnegan menggunakan uji statistic Chi-Square didapatkan nilai p=0,023 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara ibu yang menikah usia dini terhadap kejadian stunting.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Kelelahan Mata Pada Pekerja Bengkel Las di Kecamatan Kota Baru Kota Jambi Tahun 2022 Fipo Ardino Tieri; Abul Ainin Hapis; Rara Marisdayana
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1798

Abstract

Masalah kesehatan mata merupakan salah satu gangguan kerja yang menimpa pekerja. Salah satunya pekerja las, karena paparan radiasi ultraviolet, percikan las, asap logam, bubuk, dan debu mengakibatkan kelelahan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru Kota Jambi. Metode penelitian ini adalah cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling yaitu pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru berjumlah 55 responden menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2022 di bengkel las Kecamatan Kota Baru. Intrumennya yaitu kuesioner dan observasi. Terdapat sebanyak 67,3% responden mengalami keluhan kelelahan mata, 50,9% responden memiliki usia berisiko, 81,8% responden memiliki masa kerja berisiko, 80% responden memiliki lama paparan berisiko, dan 23,6% responden tidak menggunakan APD. Adanya hubungan yang signifikan antara usia (p-value = 0,035), lama paparan (p-value = 0,028), dan penggunaan APD (p-value = 0,005) dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru. Sedangkan masa kerja (p-value = 0,063) tidak memiliki hubungan dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Kecamatan Kota Baru. Sebaiknya pekerja selalu memakai alat pelindung mata seperti welding helmets/tameng las, goggles dan kacamata hitam saat proses pengelasan. Meluangkan waktu sejenak untuk mengistirahatkan mata selama 5 - 10 menit.
Hubungan Riwayat Menarche dan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal terhadap Usia Menopause Nursadilah; Iskandar Albin; Teuku Ilhami Surya Akbar
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1802

Abstract

Setiap wanita akan mengalami fase menopause, yaitu disaat ovarium menjadi tidak responsif terhadap gonadotropin akibat pertambahan usia yang berkaitan dengan penurunan jumlah folikel primordial secara mendadak. Terjadinya menopause akan meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pada wanita akibat adanya perubahan hormon. Banyak faktor yang mempengaruhi menopause, seperti riwayat usia menarche dan penggunaan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat usia menarche dan penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap usia menopause wanita di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 98 orang. Hasil penelitian ini menunjukan 74,2% wanita menopause pada rentang usia 47-52 tahun memiliki riwayat usia menarche <13 tahun, serta 65,3% wanita yang menopause pada usia 47-52 tahun pernah menggunakan kontrasepsi hormonal. Berdasarkan uji chi square didapatkan Ho gagal ditolak, dengan p value 0,187 dan 0,167 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan bermakna dari riwayat menarche dan penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap usia menopause di Kecamatan Banda Sakti.
Hubungan Konflik Peran Ganda dengan Keharmonisan Keluarga pada Pegawai Perempuan di Rumah Sakit Andi Muflihah Darwis Andi; Fadhilah Hanifa Asman; Andi Rifkah Kifayah Rosadi; St. Nur Asizah Dwiana Arni
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1819

Abstract

Pekerja rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai pekerja, tetapi juga sebagai istri, ibu dan kepala rumah tangga. Partisipasi perempuan dalam peran-peran tersebut seringkali menimbulkan konflik yang mempersulit pemenuhan tuntutan pekerjaan dan rumah yang saling bertentangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat konflik peran ganda di antara staf rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di RS Unhas dan dilakukan pada bulan Agustus 2022. Sampel ditentukan dengan purposive sampling sebanyak 62 orang. Konflik peran ganda dengan stres kerja pada pegawai perempuan memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p-value 0,026. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik peran ganda dengan stres kerja pegawai perempuan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin memiliki hubungan. Sedangkan pada konflik peran ganda dengan tingkat keharmonisan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Selain itu, pada tingkat keharmonisan dengan stres kerja tidak memiliki hubungan.
Pengetahuan Pralansia Tentang Hipertensi Pasca Edukasi Menggunakan Media Leaflet Di Kecamatan Silungkang Kota Sawahlunto Aqillah Mutia Hayya; Evi Maria Lestari; John Amos; Nindy Audia Nadira; Widdefrita
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1825

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) salah satu nya yaitu adalah hipertensi. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 34.11%, Provinsi Sumatera Barat mencapai 25,16% dan Silungkang sebanyak 10,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan pralansia tentang hipertensi pasca edukasi menggunakan media leaflet di Kecematan Silungkang Kota Sawahlunto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan Quasi Experiment melalui pendekatan one group dan post-test design. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pengetahuan secara bermakna (p-value=0,0005). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan pralansia sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan menggunakan leaflet tentang hipertensi. Diharapkan agar tenaga Promosi Kesehatan dapat memanfaatkan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan pralansia tentang hipertensi.
Hubungan Luas Lesi Radiografi Toraks Berdasarkan Sistem Skoring RALE dengan Derajat Klinis Pasien Covid-19 di RS Universitas Andalas Padang Annisa Dhea Mutiara; Dewi Nadia Purnama; Septiana Vina Tri
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1826

Abstract

COVID-19 is a contagious infectious disease caused by a highly contagious coronavirus. The RT-PCR method is still used as the gold standard for diagnosing COVID-19, but this examination has several limitations, including delays in the release of examination results, causing delays in diagnosis. A chest radiograph can be performed while waiting for the RT-PCR results to come out. The RALE scoring system on chest radiographs can be used as an easy-to-apply method to assess and triage patients diagnosed with COVID-19. To determine the correlation between chest radiographic lesion based on RALE scoring system with clinical severity of COVID-19 patients at RS Universitas Andalas Padang. This research is observational analytic with a cross sectional design. The Population in the study were patients diagnosed with COVID-19 who underwent chest radiography examinations at the Andalas University Hospital, Padang with a total of 124 samples using the consecutive sampling technique. The most gender were women, namely 71 people (57.3%), the most age was 46-55 years, namely 29 people (23.4%), the most comorbids were having comorbidities, namely 72 people (58.1%) with the type the most disease was hypertension, namely 31 people (25.0%), the most clinical degree was mild, namely 78 people (62.9%), the most extensive chest radiographic lesions were normal, namely 89 people (71.8%), the correlation between chest radiographic lesions with the clinical severity of COVID-19 patients at RS Universitas Andalas Padang, obtained p value = 0.000 with r value = 0.50. The correlation between chest radiographic lesions based on the RALE scoring system and the clinical degree of COVID-19 patients has sufficient correlation strength.
Pola Pengobatan Gejala pada Tatalaksana Pasien Lansia Covid-19 dengan Komorbid Diabetes Melitus di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2020 Dessy Abdullah; Zahra Aufi Adzkia; Khomeini; Irwan Triyansyah; Yuliza Birman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1827

Abstract

COVID-19 is a respiratory disease caused by SARS-CoV-2. This disease more easily attacks ederly patienrs or patients with certain comorbidities. One of the most common comorbidities found is diabetes mellitus. Until now there is no definitive treatment for COVID-19. This study aims to determine the symtomps medication pattern in the treatment of COVID-19 of ederly COVID-19 patients with comorbid diabetes mellitus at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2020. The type of research used is categorical descriptive. The sampling technique used was purposive sampling technique. Sample obtained 40 samples. The Results of this study indicate that the most age categories in elderly COVID-19 patients with comorbid diabetes mellitus are 60-69 years, as many as 36 respondents (87.5%), the most gender is male, namely 31 respondents (78%), the degree of symptoms The most clinical patients with mild symptoms were 15 respondents (38%), the most common cough medicine used for the treatment of cough symptoms was mucolytic, as many as 36 respondents (90%), treatment of sore throat symptoms used was corticosteroids given to 20 respondents ( 50%) and no corticosteroids were given to 20 respondents (50%), and the drug most frequently used for the treatment of headache or fever symptoms was paracetamol, which was 29 respondents (73%). The most frequently used treatment patterns for elderly COVID-19 patients with comorbid diabetes mellitus are mucolytic cough medicine, corticosteroids and paracetamol.
Prevalensi Anosmia dan Komorbiditas Pasien Covid-19 Sedang - Berat di RSUP Dr M Djamil Padang Tahun 2020 Irwan Triansyah; Dian Ayu; Revalna Anestaria
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1829

Abstract

The current coronavirus disease (COVID-19) pandemic anosmia and dysgeusia have been described as important symptoms of the disease. Clinical syndromes arising from infection with the SARS-CoV-2 virus can be of various kinds. Research by the American Academy of Otolaryngology shows anosmia occurs in 73% of patients and shows that anosmia is one of the important symptoms that arise from COVID-19 and to identify COVID-19 patients. To find out the description of anosmia in moderate-to-severe COVID-19 patients at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2020. The scope of the research is in the field of Ear Nose Throat Science. The research was conducted in the medical records section of Dr. RSUP. M. Djamil Padang. This research was conducted from August to September 2021. The type of research was descriptive categorical. The population in this study were all patients diagnosed with moderate-to-severe COVID-19 at RSUP Dr. M. Djamil Padang in 2020 as many as 106 samples with the Consecutive sampling technique. Univariate data analysis is presented in the form of frequency distribution and data processing using computerized SPSS program version IBM 24.0. Almost the same between male and female sexes with moderate-severe COVID-19, the mean age of moderate-severe COVID-19 patients was 49.68 (SD ± 12.63) years, which was dominated by the 52-53 age group. years with a total of 8 people, hypertension comorbid factor, as many as 35 people (33%), Diabetes Mellitus as many as 16 (15%) people, and cardiovascular disorders 8 people and 57 patients (53.8%) moderate-severe COVID-19 at RSUP Dr M Djamil Padang in 2020 does not suffer from anosmia. Conclusion: Almost the same between the sexes of women and men who suffer from moderate-severe COVID-19. The mean age of patients suffering from moderate-to-severe COVID-19 was 49 years and a standard deviation of 12.63. The most common comorbid disease suffered by patients was hypertension, followed by diabetes mellitus and cardiovascular disorders and complaints of anosmia were found in 49 patients.