cover
Contact Name
Usman
Contact Email
usman_health@yahoo.co.id
Phone
+6285335204999
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani Km. 6, Kota Parepare Sulawesi Selatan 91112
Location
Kota pare pare,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
ISSN : 26145073     EISSN : 26143151     DOI : https://doi.org/10.31850/makes
Jurnal Ilmiah Manusia dan kesehatan merupakan jurnal ilmiah menyajikan hasil penelitian, laporan kasus, makalah ilmiah atau kajian analitis-kritis di bidang manusia dan kesehatan dan artikel dalam bentuk ulasan. Jurnal ini diterbitkan setahun tiga kali: Januari, Mei, dan September.
Articles 423 Documents
Korelasi Pengetahuan dan Sikap Ibu terhadap Perilaku dalam penanganan Demam pada Anak Di Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe Sarah Amanda, Siti; Mardiati, Mardiati; Mauliza, Mauliza
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.2906

Abstract

Demam merupakan peningkatan suhu tubuh lebih tinggi dari suhu normal yaitu 38,3°C. Peran ibu dalam melakukan penanganan demam dapat membantu dalam mengurangi ketidaknyamanan anak yang didasarkan oleh pengetahuan dan sikap ibu. Pengetahuan dan sikap secara langsung mempengaruhi individu untuk menampilkan perilaku dalam penanganan demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak di Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling sebanyak 400 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik usia Ibu mayoritas berusia 19-44 tahun (67,8%), mayoritas usia anak 1-5 tahun (35,0%), mayoritas pendidikan responden SMA (181%) dan mayoritas pekerjaan responden tidak bekerja (301%), gambaran penanganan demam pada anak didapatkan pengetahuan baik (63,5%), sikap baik (56,0%) dan perilaku baik (45,3%). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi yang kuat antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak di Puskesmas Mon Geudong Kota Lhokseumawe.
Pengaruh Media Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Dalam Penanganan Diare Pada Anak Pasca Banjir Di Desa Keutapang Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Meutia, Zahra; Zara, Noviana; Putri, Baluqia Iskandar
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.2912

Abstract

Diare adalah suatu kondisi sindrom diare akut, yang dapat disertai atau tidak disertai muntah, dan diduga disebabkan oleh kolonisasi patogen pada saluran pencernaan. Diare didefinisikan sebagai keluarnya tinja encer lebih dari 3 kali sehari, dengan atau tanpa darah dan lendir. Pada bayi, diare ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali sehari, dengan konsistensi tinja yang encer, mungkin berwarna hijau, dan dapat mengandung lendir atau darah. Penyebab diare dapat bervariasi, termasuk infeksi, malabsorpsi, dan faktor makanan, yang seringkali terkait dengan perilaku manusia. Pada tahun 2022, terdapat 1.949 kasus diare pada balita di Lhosukon dan 3.653 kasus pada anak-anak di atas 5 tahun, yang dikaitkan dengan kejadian banjir di wilayah tersebut pada tahun yang sama. Banjir dapat menyebabkan dampak pasca bencana, termasuk meningkatnya prevalensi penyakit seperti diare. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan tujuh penyakit yang sering muncul akibat banjir, termasuk diare, leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, penyakit saluran pencernaan, tifoid, dan penyakit menular seperti demam berdarah atau malaria. Diare merupakan salah satu penyakit yang paling umum terjadi setelah bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan pengetahuan ibu tentang penanganan diare sebelum dan setelah adanya promosi kesehatan di Desa Keutapang. Penelitian ini bersifat quasi-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 81 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum promosi kesehatan, sebagian besar ibu (60,5%) memiliki pengetahuan yang cukup, sedangkan setelah promosi kesehatan, sebagian besar ibu (96,3%) memiliki pengetahuan yang baik. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan P-value < 0,05, mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari promosi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang penanganan diare di Desa Keutapang. ABSTRAK Diare adalah suatu kondisi sindrom diare akut, yang dapat disertai atau tidak disertai muntah, dan diduga disebabkan oleh kolonisasi patogen pada saluran pencernaan. Diare didefinisikan sebagai keluarnya tinja encer lebih dari 3 kali sehari, dengan atau tanpa darah dan lendir. Pada bayi, diare ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali sehari, dengan konsistensi tinja yang encer, mungkin berwarna hijau, dan dapat mengandung lendir atau darah. Penyebab diare dapat bervariasi, termasuk infeksi, malabsorpsi, dan faktor makanan, yang seringkali terkait dengan perilaku manusia. Pada tahun 2022, terdapat 1.949 kasus diare pada balita di Lhosukon dan 3.653 kasus pada anak-anak di atas 5 tahun, yang dikaitkan dengan kejadian banjir di wilayah tersebut pada tahun yang sama. Banjir dapat menyebabkan dampak pasca bencana, termasuk meningkatnya prevalensi penyakit seperti diare. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan tujuh penyakit yang sering muncul akibat banjir, termasuk diare, leptospirosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, penyakit saluran pencernaan, tifoid, dan penyakit menular seperti demam berdarah atau malaria. Diare merupakan salah satu penyakit yang paling umum terjadi setelah bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan pengetahuan ibu tentang penanganan diare sebelum dan setelah adanya promosi kesehatan di Desa Keutapang. Penelitian ini bersifat quasi-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 81 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum promosi kesehatan, sebagian besar ibu (60,5%) memiliki pengetahuan yang cukup, sedangkan setelah promosi kesehatan, sebagian besar ibu (96,3%) memiliki pengetahuan yang baik. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan P-value < 0,05, mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari promosi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang penanganan diare di Desa Keutapang. Kata kunci : Anak, banjir, bencana, diare, infeksi
Pengaruh Media Auiovisual Terhadap Pengetahuan Personal hygiene Pasca Bencana Banjir Pada Masyarakat Desa Blang Perlak Dusun Uroeng Bak U Kabupaten Bireuen Imanda, Fetty; Zara, Noviana; Utariningsih, Wheny
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.2914

Abstract

Personal hygiene adalah suatu kegiatan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit pada diri sendiri dan orang lain, baik jasmani maupun rohani. Kurangnya kebersihan diri, terutama pasca banjir menjadi penyebab timbulnya berbagai gejala penyakit. Pada tahun 2022, Kabupaten Bireuen mencatat jumlah kejadian banjir tertinggi yakni sebesar 34,45%. Hingga saat ini banjir masih sering terjadi di Indonesia yang dapat menimbulkan risiko timbulnya berbagai penyakit di masyarakat. Promosi kesehatan yang menarik dapat dilakukan melalui media audiovisual yang mempunyai keunggulan berupa tampilan gambar, animasi dan suara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap pengetahuan personal higiene pada masyarakat yang melibatkan 51 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen one-group pretest-posttest design. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil survei menunjukkan responden perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, yang sebagian besar merupakan remaja akhir. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan hingga 100,0% dengan kategori baik setelah dilakukan intervensi. Penggunaan media audiovisual berpengaruh terhadap pengetahuan dengan uji Wilcoxon dengan p-value sebesar 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah media audiovisual berpengaruh terhadap pengetahuan personal higiene pasca banjir di Desa Blang Perlak Dusun Uroeng Bak U Kabupaten Bireuen.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Umbi Lapis Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Anjani, Raihannisa; Sahputri, Juwita; Novalia, Vera
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.2918

Abstract

Staphylococcus aureus termasuk bakteri berjenis gram positif yang bisa menjangkit pada manusia, seperti keracunan akibat makanan, infeksi ringan hingga serius yang bisa berujung pada kematian. Antibiotik yang biasa digunakan dalam pengobatan sudah resisten pada bakteri Staphylococcus aureus. Oleh karena itu, resistensi antibiotik pada bakteri memberikan peluang yang sangat baik untuk memperoleh senyawa antibakteri pada tumbuhan, salah satunya yaitu bawang merah (Allium cepa L.). Pada saat diuji fitokimia dalam umbi bawang merah, hasil yang ditemukan yaitu adanya senyawa aktif yang berguna untuk antibakteri seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan glikosida. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya kemampuan efektivitas antibakteri dari ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penghambatan dari pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode dari penelitian ini dengan cara posttest only control group design. Uji antibakteri menggunakan metode sumuran serta ekstrak umbi bawang merah dengan berbagai konsentrasi yaitu 100%, 125%, dan 150%, Dimethylsulfoxide dipilih menjadi kontrol negatif dan antibiotik eritromisin dipilih menjadi kontrol positif. Hasil penelitian ini didapatkan adanya zona hambat antibakteri pada ekstrak umbi bawang merah konsentrasi 100%, 125%, 150% secara berturut-turut memperoleh ukuran mean diameter zona hambat sebesar 9,96 mm, 12,8 mm, dan 14,94 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan yang bermakna antar semua kelompok ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Determinan Perilaku Pencegahan Penyakit Malaria Pada Masyarakat Di Desa Sanggi Wilayah Kerja Puskesmas Padang Cermin Wulandari, Sri; Samino, Samino; Sary, Lolita
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.2936

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina. Kementrian Kesehatan mencatat bahwa total kasus malaria di Indonesia tahun 2020 sebanyak 254.055, angka kejadian malaria di Provinsi Lampung pada tahun 2021 yaitu sebesar 769 kasus dengan jumlah kematian penyebab malaria sebesar 10,3%. Sedangkan pada tahun 2022 di Provinsi Lampung jumlah penyakit malaria dari Januari hingga Oktober 2022 tercatat 655 kasus. Kasus malaria banyak terjadi di Pesawaran dengan 411 kasus malaria. Tujuan penelitian diketahui hubungan pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan malaria di Desa Sanggi wilayah kerja Puskesmas Padang Cermin 2023. Jenis penelitian kuantitatif desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 918 KK di Desa Sanggi dengan sampel sebanyak 162 KK. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisoner. Analisis data menggunakan univariat (distribusi Frekuensi) dan bivariat (chi square). Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,001), sikap (p-value = 0,001), dan sumber informasi (p-value = 0,005) dengan perilaku pencegahan malaria. Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Cermin. Saran diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan melalui edukasi kesehatan dan seleksi sumber intervensi untuk masyarakat yang benar agar perilaku pencegahan malaria dapat diterapkan di desa yang dilakukan 1x sebulan.
Peran Keteraturan Makan dan Tingkat Ansietas dalam Kejadian Dispepsia Fungsional di SMAN 1 Lhokseumawe Sukma, Cahaya Jelita; Sayuti, Muhammad; Siregar, Sarah Rahmayani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i3.2948

Abstract

Dispepsia fungsional adalah masalah kesehatan yang sering dijumpai dokter dalam praktik sehari-hari. Berdasarkan data Ummur dan rekan pada tahun 2019, jumlah kejadian dispepsia di Indonesia mencapai 10 juta individu dan menempati peringkat kelima sebagai penyakit dengan jumlah pasien rawat inap terbanyak. Kurangnya keteraturan dalam pola makan dan kecemasan dapat menjadi penyebab terjadinya dispepsia fungsional. Siswa Sekolah Menengah Atas merupakan salah satu kelompok yang berisiko terkena dispepsia fungsional karena kurangnya perhatian terhadap keteraturan makan dan risiko gangguan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keteraturan makan dan tingkat kecemasan dengan kejadian dispepsia fungsional pada siswa kelas XII SMAN 1 Lhokseumawe tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 101 responden yang dipilih dengan metode simple random sampling. Keteraturan makan dinilai menggunakan kuesioner yang telah divalidasi, sedangkan tingkat kecemasan dinilai menggunakan DASS 42, dan dispepsia fungsional dievaluasi dengan kuesioner Rome Criteria IV. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara keteraturan makan dan tingkat kecemasan dengan kejadian dispepsia fungsional pada siswa kelas XII SMAN 1 Lhokseumawe tahun ajaran 2023/2024. Kata kunci : dispepsia fungsional, keteraturan makan, tingkat ansietas
Geospasial Wilayah Cakupan Suplementasi Kapsul Vitamin A Pada Pada Balita Di Masa Pandemi Covid-19 Anggraena, Ria; Kumaladewi Hengky, Henni; Umar, Fitriani; Majid, Makhrajani; Haniarti, Haniarti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.3046

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak bagi sektor kesehatan salah satunya layanan kesehatan ibu dan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui geospasial cakupan suplementasi vitamin A pada balita di masa pandemi covid-19 di Kota Parepare dan faktor yang mempengaruhi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah kepala puskesmas, petugas gizi, kader posyandu dan ibu balita. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode snowball sampling sebanyak 94 orang. Hasil penelitian diperoleh cakupan suplementasi kapsul vitamin A pada balita di masa pandemi covid-19 di Kota Parepare Tahun 2020 dan 2021 yang sudah mencapai target diatas 86% meliputi Puskesmas Lompoe, Lakessi, dan Cempae sedangkan yang masih dibawah target yaitu Puskesmas Lapadde, Lemoe, Lumpue dan Madising Na Mario. Faktor yang mempengaruhi cakupan suplementasi kapsul vitamin A pada balita di masa pandemi covid-19 di Kota Parepare yaitu pengetahuan ibu balita yang masih rendah, kurangnya kunjungan ke posyandu, posyandu beberapa yang tutup serta sweeping vitamin A yang tidak merata yang dilakukan oleh petugas dan kader. Disarankan perlunya edukasi kepada ibu balita tentang manfaat vitamin A dan upaya meningkatkan cakupan suplementasi kapsul vitamin A pada balita khususnya di Puskesmas Lapadde, Lemoe, Lumpue dan Madising Na Mario.
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Padat di Puskesmas Mattirobulu Kabupaten Pinrang Majid, Makhrajani; Nurpaisa A, Nurpaisa A; Zarkasyi R, Rahmat; Nuddin, Andi; Herlina, Herlina
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.3047

Abstract

Complex issues exist in the handling of medical waste at health centers. The Ministry of Environment and Forestry's statistics reveals that solid medical waste management is still subpar since only 26.8% of Community Health Centers have incinerators, while the remaining 73.2% lack these facilities. This study's objective was to evaluate the Mattirobulu Health Center's solid medical waste management procedure utilizing a descriptive research design and qualitative methodology. The research tools included in-depth, organized interviews, documentation, and field observations. From February to March 2023, it will be executed. The survey target was the Puskesma manager as the main informant, the environmental health manager as the main informant, then the environmental health officer/Sanling as the supplementary informant, and the cleaning service as the additional informant. The results showed that the solid medical waste disposal system was not properly and accurately implemented, as evidenced by personal protective equipment (PPE) still being basic and improperly used, the lack of color-coded plastic waste bags in each service unit during the sorting phase, the storage tanks that were still very small during the storage phase, and the medical waste transport process through non- medical Temporary Storage Areas (TPS) where there was no dedicated route and empty space..
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pemberian Bakso Belut untuk Pencegahan Stunting pada Balita Zarkasyi R, Rahmat; Usman, Usman; Hasyuti, Nur; Thasim, Sukmawati; Rahman, Abdul; Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i2.3050

Abstract

The problem of stunting is still the most serious threat to toddlers in Indonesia. Nutritional problems in toddlers need to be handled properly because they have the potential to cause high mortality rates. Fulfillment of micronutrient needs can be obtained from food, fortified foods and direct supplementation. The purpose of the study was to determine the level of knowledge and attitudes of mothers in Providing Eel Meatballs to Prevent Stunting in Toddlers. The type of research used in this study is quantitative with a descriptive approach. This research was conducted in Parepare City for 3 months, namely February - April 2024. The sample of this study was 124 mothers of toddlers who were used as respondents with a data collection technique, namely Probability Sampling with a Simple Random Sampling approach. The results of the study showed that the majority of mothers' knowledge levels in providing Eel Meatballs to prevent stunting were in the good category, namely 55.65% and only 14.51% stated that they were lacking. In addition, the majority of mothers' attitudes in providing Eel Meatballs to prevent stunting were in the good category, namely 50.81% and only 12.90% stated that they were lacking. The conclusion of the study is that the level of knowledge and attitudes of mothers regarding giving eel meatballs to prevent stunting in toddlers is in the good category
Hubungan Konsumsi Fast Food Dengan Status Gizi Pada Remaja Kelas VIII Di SMPN 27 Bandar Lampung Agusni, Muhammad Yosa; Nurmalasari, Yesi; Mandala, Zulhafis; Putri, Devita Febriani
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v7i3.3076

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji atau junk food telah menjadi tren yang semakin populer di kalangan masyarakat, terutama remaja. Namun, pola makan yang didominasi oleh fast food dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti obesitas dan gangguan gizi. Studi menunjukkan bahwa konsumsi fast food secara berlebihan berkorelasi dengan peningkatan risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas pada remaja. Melihat prevalensi yang semakin meningkat, Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara konsumsi fast food dan status gizi pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara konsumsi fast food dan status gizi pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung. Sampel yang digunakan berjumlah 72 siswa yang dipilih dengan metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran berat dan tinggi badan siswa serta mengisi kuesioner Food Frequency Questionnaires. Uji statistik menggunakan uji Spearman. Hasil uji statistik menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara fast food dengan status gizi pada remaja kelas VIII di SMPN 27 Bandar Lampung dengan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dan nilai r 0,652. Diharapkan pihak sekolah dapat membuat kantin sehat dan melarang penjualan makanan makanan yang tidak sehat atau sejenis fast food untuk beredar di dekat sekolah. Kata kunci: fast food, status gizi, remaja