cover
Contact Name
Baiq Lily Handayani
Contact Email
baiq.fisip@unej.ac.id
Phone
+6281237134801
Journal Mail Official
Entitas@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Entitas Sosiologi
Published by Universitas Jember
ISSN : 20888260     EISSN : 27213323     DOI : https://doi.org/10.19184/jes
Jurnal Entitas Sosiologi (JES) merupakan ruang bagi diseminasi gagasan dalam lingkup kajian Sosiologi. Jurnal ini juga memberi ruang pada berbagai perspektif dalam sosiologi khususnya dalam mengembangkan ide-ide yang dapat mendorong transformasi masyarakat menuju masyarakat yang manju dan berkelanjutan. Jurnal Entitas Sosiologi (JES) menerima artikel berupa hasil riset, kajian, dan review buku yang mendukung penyebaran gagasan dan pengkayaan pengetahuan berbasis sosiologi.
Articles 117 Documents
Pandhita Shamans and Preservation of Local Culture (Study of the Tengger Tribe in Wonokitri Village) Setiaini, Riska Dwi; Ganefo, Akhmad
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v8i2.16650

Abstract

This research was motivated by the formation of a conservative attitude and consistency of the Tengger Wonokitri tribe in carrying out traditional rituals and living habits according to ancestral teachings. This consistent life attitude is influenced by the existence of the dukun Pandhita who is known as the leader of traditional rituals. Moreover, Dukun Pandhita gives social control to his community. In the reality of Tengger tribe Wonokitri's life, people face the influence of modernity and tourism. Therefore, local cultural preservation efforts are essential to do. This study aims to determine and describe the role of the dukun Pandhita in social control as an effort to preserve the local culture of the Tengger tribe in Wonokitri Village. By using qualitative research methods and ethnographic approaches, researcher gain the data. The technique used to determine the informant is the snowball technique. The results showed, in the effort to preserve the local culture, Pandhita shamans planted value and preventive through traditional rituals and daily living habits. Besides, there are efforts to repress social control in the form of planting cultural values to uphold the law of Karma Pala. Keywords: Dukun Pandhita, Tengger tribe, Preservation of Local Culture. Referensi: Hidayat, K & Widjanarko, P. 2008. Reinventing Indonesia Menemukan Kembali Masa Depan Bangsa Jakarta:Mizan M.S, Basrowi. 2005. Pengantar Sosiologi. Bogor:Ghalia Indonesia Poloma, M. M. 2010. Sosiologi Kontemporer.Jakarta: Rajawali Pers. Ritzer, G. 2001. Sosiologi Ilmu Berparadigma Ganda.Jakarta: PT Rajawali Press Sutarto. Ayu. 2007. Saya Orang Tengger Saya Punya Agama. Jember. Kompyawisda Jatim. Zaitun. 2016. Sosiologi Pendidikan (Teori dan Aplikasi). Pekanbaru: Kreasi Edukasi. Profil Desa Wonokitri tahun 2018 Moeis, Syarif. (2008). Strukur Kekuasaan: Kekuasaan, Wewenang dan Kepemimpinan. Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia. [27-07-2019]
Labour Knowledge Construction Regarding Labour Rights (Study of FSPMI in Labour Movement at Pasuruan) Muqtafiah, Muqtafiah; Kusumah, Maulana Surya
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v8i1.16647

Abstract

Demonstrations carried out by workers represent the construction of labor awareness. FSPMI supports the awareness-building process. The researcher focused this research on how awareness construction was carried out by FSPMI. FSPMI not only mobilizes workers to carry out demonstrations but also builds labor' awareness regarding labor rights, work relations, both related to regulations and systems or other labor issues. By using a qualitative research design, the description or review provided is descriptive. Researchers also use the constructivist approach. This constructivism approach becomes essential because to know about how the construction process is carried out by FSPMI, a further and in-depth approach is needed. The results showed that the process of building labor' awareness in the FSPMI labor association was carried out through education. FSPMI carried out its activities through several stages called (CLA) concept-lobby-action. The construction produced through education makes labors more aware of their rights and is also involved in politics. Construction carried out through education has created critical awareness of workers. Keywords: Awareness Construction, Labor Rights, Labor Movement, Role of FSPM Referensi: Akrom, 2011. Prespektif Karl Marx tentang Kelas Sosial. Jurnal Primary. 3 (1) 109-115 Amin, Muryanto. 2011. Fragmentasi Gerakan Buruh di Indonesia Pasca Orde Baru. Jurnal Ilmu Politik. 3 (1): 47-56 Iqbal, Said. 2011. Buruh dan Politik. Jurnal Sosial Demokrasi. 10 (4): 54-61 Launa. 2011. Buruh dan Politik Labour and Politics. Jurnal Sosial Demokrasi. 10 (4): 4-15 Meretas Kesadaran Merajut Ideologi. 10 (4): 70-77 Haq, Yusfia A. 2015. Upaya Perempuan Aktivis Buruh Dalam Memperjuangkan Hak-Hak Normative Buruh Perempuan di Perusahaan Dalam Negeri Kabupaten Mojokerto. Jurnal Politik muda. 4 (1):13-20 Hendrastomo, Grendi. 2010. Menakar Kesejahteraan Buruh: Memperjuangkan Kesejahteraan Buruh diantara Kepentingan Negara dan Korporasi. Jurnal Informasi. 16 (2):1-17 Setiawan, Ade. 2012. Gerakan Serikat Buruh : gerakan penolakan/penuntutan revisi ranperda ketenagakerjaan 2011 oleh serikat buruh di Kabupaten Gresik. Jurnal Politik Muda. 1 (1) Vidi, Muhammad RA dan Affandi Muhammad. 2015. Gerakan Perlawanan Serikat Buruh dalam Sistem Outsourcing dan Sistem Pengupahan di PT JAPFA Comfeed Sidoarjo. Jurnal Paradigma,3(1):1-8 Winata, Ria A. 2015. Gerakan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Dalam Memperjuangkan Penolakan Sistem Outsourcing di Kota Surabaya tahun 2012-2015. Jurnal Politik Muda, 4(3):259-267 Syahputra, Ganda. 2009. Peranan Serikat Buruh Dalam Memperjuangkan Hak Upah dan Politik (Studi Kasus Serikat Buruh Medan Indonesia. Skripsi. Medan.Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara Wisnutomo, N H. 2014. Peran Serikat Pekerja Dalam Penentapan Upah Minimum Buruh dan Penyelesaian Masalah Pemutusan Hubungan Kerja (Studi Pada Serikat Pekerja Nasional Kota Salatiga). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga Wulandari, Bety. 2014. Bentuk-Bentuk Protes Karyawan Terhadap Manajemen Pabrik Kertas Leces. Skripsi.Jember: Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jember Handik, Andi. 2015. Gaji di bawah UMSK, Buruh PT Nestle Datangi Disnaker. http://www.timesindonesia.co.id/baca/103654/20150831/120354/gaji-di-bawah-umsk-buruh-pt-nestle-datangi-disnaker/ [ 17 Desember 2015] Hartik, Andi. 2015. Bupati Akan Panggil PT Halim Jaya Sakti Terkait Persoalan Buruh.http://beta.timesindonesia.co.id/baca/103178/20150819/112236/bupati-akan-panggil-pihak-pt-halim-jaya-sakti-terkait-persoalan-buruh/ [17 Desember 2015] Hujjah, S. 2015. Dalam Sehari, Ratusan Buruh Pasuruan Demo di Tiga Lokasi. http://beritajatim.com/peristiwa/242464/dalam_sehari,_ratusan_buruh_pasuruan_demo%20_di_tiga_lokasi.html#.VnNEaGdRZ8Q [17 Desember 2015] Hujjah, Shohibul. 2015. Ratusan Buruh Sarbumusi Datangi Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. http://beritajatim.com/peristiwa/253071/ratusan_buruh_sarbumusi_datangi_kantor_dprd_kabupaten_pasuruan.html [17 Desember 2015] Marza, Ade. 2015. Tak digaji 3 Bulan, Buruh Demo di Pasuruan. http://solidaritas.net/2015/04/tak-digaji-3-bulan-buruh-demo-di-pasuruan.html Syairwan, Irwan. 2015. Buruh Pasuruan Tuntut Keberadaan PHI. http://surabaya.tribunnews.com/2015/05/01/buruh-pasuruan-tuntut-keberadaan-phi [17 Desember 2015] Yoenianto, Arie. 2015. Demo Buruh Lumpuhkan Surabaya-Malang. http://daerah.sindonews.com/read/974338/151/demo-buruh-lumpuhkan-surabaya-malang-1425954397 [17 Desember 2015] (http://jatimprov.go.id/read/berita-pengumuman/ribuan-buruh-jatim-tolak-rencana-pemerintah-tetapkan-rpp-pengupahan) diakses 17 Desember 2015
The Perception of Gender Equality Practices among CV Milzam Multi Sejahtera Jember Employees Widayanti, Nike; Hidayat, Nurul; Handayani, Baiq Lily
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v7i1.16640

Abstract

The purpose of this study is to describe the practice of gender equality for plywood mill employees at CV Milzam Multi Sejahtera in Jember. The method used is a qualitative method with a feminist social science approach. The researcher selects the informants by using purposive techniques, with the criteria of workers who have worked in factories at least one year. Data collection techniques are done by observation, in-depth interviews, and documentation. Test the validity of the data using triangulation techniques. The analysis technique uses the interactive model of Miles and Huberman. The theory used is the Marxist / Socialist feminist theory. The results of the study show that: 1) In a work distribution system because women are considered to have a cautious nature, they are given easy jobs, but require accuracy, while work for men requires heavy work. 2) In the salary system, women are considered cheap labor, so they deserve a cheap salary. It is because the involvement of women in this work is only a side job. 3) Right to leave, the company does not distinguish between leave rights for male and female workers. However, workers who were given leave did not receive a replacement salary. 4) Promotion of position. Anyone can obtain the development of jobs by the requirements for appointment. So, based on research results at the CV Milzam Multi Sejahtera Jember plywood factory, there is relatively no gender inequality. Keywords: Perception, Equality Practices, Gender, Workers, Factory Referensi: Afrizal, M.A, 2014. Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Fakih, Mansour.1996. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Cet 1. Husni, Lalu. 2006. Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Makarao, Nurul Ramadhani. 2009. Gender dalam Bidang Kesehatan. Bandung: Alfabeta. Cet 1. Rokhmansyah, Alfian. 2016. Pengantar Gender dan Feminisme: Pemahaman Awal Kritik Sastra Feminisme. Yogyakarta: Garudhawaca. Sastrohadiwiryo, Siswanto. 2005. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Jakarta: PT Bumi Aksara. Cet 3. Soepomo, Iman. 1992. Pengantar Hukum Perburuhan. Jakarta: PT. Ikrar Mandiriabadi. Tong, Putnam Rosemarie. 1998. Feminis Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Terjemahan Aquarini Priyatna Prabasmoro. Yogyakarta:Jalasutra.
Survival Strategy of Rainfed Farmers in Koanyar Village, Klabang Bondowoso Murtiah, Murtiah; Mulyono, Joko
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v8i1.16641

Abstract

This research is a qualitative descriptive study that aims to describe and analyze the survival strategies of rainfed farmers in the Koanyar sub-village, Klabang Bondowoso. Rainfed lowland rice farming in Koanyar Hamlet is caused by a lack of water supply, which affects dry and dead plants. Ownership of rain-fed rice fields causes farmers only to be able to plant once a year, which results in low farmer income. Therefore, farmers make various ways to survive in stressful situations. Researchers use James C. Scott's frame of mind about Survive Mechanisms. The results showed that rainfed farmers survive by saving, working side by side, maintaining good relations with patrons and increasing the ability to grow crops using a water-sucking machine, and selecting plants according to the season. Keywords: Rainfed lowland, Low-income farmers, Survival Strategies Referensi: Afrizal. 2014. Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Penggunaan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta: Rajawali Pers. Bungin, Burhan. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo. —. 2006. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: KENCANA. Creswell. 2010. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Jacky. 2015. Sosiologi Konsep, Teori, dan Metode. Jakarta: Mitra Wacana Media. Mansyur. 2005. Sosiologi Masyarakat Kota & Desa. Surabaya: Usaha Nasional. Martono, Nanang. 2012. Sosiologi Perubahan Sosial: Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial. Jakarta: Rajawali Pers. Narwoko, J. Dwi dan Bagong Suyanto. 2011. Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan, Edisi Keempat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Resmi, Setia. (2005). Gali Tutup Lubang Itu Biasa: Strategi Buruh Menanggulangi Persoalan dari Waktu ke Waktu. Bandung: Yayasan Akatiga. Salim, Emil. 1986. Pembangunan Berwawasan Lingkungan. Jakarta: LP3ES. Scott, James. 1981. Moral Ekonomi Petani. Jakarta: LP3ES. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. Suryabrata, Sumardi. 2008. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Syahyuti. 2006. 30 Konsep Penting dalam Pembangunan Pedesaan dan Pertanian: Penjelasan tentang "Konsep, Istilah, Teori, dan Indikator serta Variabel". Jakarta: PT. BINA RENA PARIWARA. Wahyudi, A. S. 1996. Manajemen Strategik: Pengantar Proses Berpikir Strategik. Klaten: Binarupa Aksara. Skripsi: Absor, Much Ulil. 2016. Makna Hidup di Lereng Gunung Raung bagi Masyarakat Dusun Prengpadduh. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. Arifin, Jaenal. 2010. Strategi Masyarakat Dusun Pancer dalam Menghadapi Angin Barat Doyo. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. Latalatop, Panji. 2016. Mekanisme Bertahan Hidup Pekerja Seks Komersial Tua: Studi Kasus Pekerja Seks Komersial Tua di Jember. Jember: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. Lubis, M. 1999. Strategi Hidup Rumah Tangga Petani Miskin Pada Saat Krisis Moneter (Studi Kasus: Rumah Tangga Miskin di Desa Wargaluyu, Kecamatan Tanjung Kerta, Kabupaten Sumedang, Propinsi Jawa Barat). Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Maghfiroh, Lailatul. 2015. Pola Aktivitas Sosial Masyarakat dalam Menghadapi Ancaman Tsunami di Pantai Payangan Kecamatan Ambulu. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember. Jurnal: Aprian, Farida. 2014. "Analisis Curah Hujan sebagai Upaya Meminimalisasi Dampak Kekeringan di Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2014." KHAZANAH, 13-22. Jannah, W., Khadarisman. 2015. Strategi Bertaha Hidup Buruh Tani Sawit di Kelurahan Pasir Sialang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Karmila. 2014. Stratifikasi Sosial Petani Padi di Desa Pematang Sikek Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Roken Hilir. (online). Tersedia: Jom Fisip/31654/. Moertopo, A. 1974. Strategi Politik Nasional. Jajasan Proklamasi. Centre For Strategic and International Studies. Warsani, H. 2013. Kajian Pemanfaatan Lahan Sawah di Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi (Doctoral Dissertation Universitas Pendidikan Indonesia. Widodo, Y.B. 2007. "Dampak Bencana Kekeringan terhadap Peluang Kesejahteran Penduduk." 95-106.
Asceticism as a Driving Factor of Marriage: Study of Marriage Syar'i Hijab Student Fauziyah, Umi Nur; Suhartini, Elly
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v8i1.16642

Abstract

Asceticism is the desire to be blessed to be closer to the creator. Asceticism can be a motivation for Marriage at a young age. Marriage is often interpreted as something very crucial for humans. This study aims to determine the reasons for marriages conducted by Shari hooded female students by using Peter L. Berger and Thomas Luckman's social construction theory. This study uses qualitative research methods with a constructivist approach. The results showed that asceticism was the main factor causing marriages among Shari veiled female students. Other factors are obedience to parents, obedience to husband, happiness, norms, and rizq obtained, involvement in religious activities. The decision to get married chosen by students has a positive and negative impact on life lived both in the academic field and in everyday life. Keywords: asceticism, syari students, marriage. Referensi: Carl W Ernist, The Shambala Guide to Sufism. Shambala Publication Inc., Boston, 1997. Hadiwijono, Harun, Seri Sejarah Filsafat Barat I. Kanisius,Yogyakarta, 1980 IAIN Syarif Hidyatullah, ”Zuhud" dalam Insklopedi Islam Indonesia. Djambatan, Jakarta, 1992. Jones, P. (2009). Pengantar Teori-Teori Sosial. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Koentjaraningrat. (1990). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan. Liliweri, A. (1996). Sosiologi Organisasi. Bandung: Citra Aditya Bakti. Luckman, P. L. (1990). Tafsir Sosial atas Kenyataan. Jakarta: LP3ES. Margono, S. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Norman K. Denzin, Y. S. (2009). Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Ritzer, G. (2014). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP. ------------(2014). Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Depok: RajaGrafindo Persada . Shiraishi, S. S. (2009). Pahlawan-Pahlawan Belia. Bogor: Grafika Mardi Yuana. Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Kharisma Putra Utama Offset. Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta. Thoreau, H. D. (1854). Walden; or, Life in the Wooda. Boston: Ticknour and Fields. Weber, M. (2002). Teori Dasar Analisis Kebudayaan. Jogjakarta: IRCiSoD. Jurnal: Agustian, H. (2013). Gambaran kehidupan pasangan yang menikah di usia muda di Kabupaten Dharmasraya. Spektrum PLS, Vol. 1(1), 205-217. Anisaningtyas, G., & Dwi, A. Y. (2011). Pernikahan di Kalangan Mahasiswa S-1. Proyeksi, 21-33. Ansori, A. A. (2015). Dinamika Pernikahan pada Mahasiswa S-1 di Universitas Muhammadiyah Surakarta. 1-11. Hamali, S. (2015). Asketisme Dalam Islam Perspektif Psikologi Agama. Al- AdYaN/Vol.X, No2, 203. Marlina, N. (2013). Hubungan antara tingkat pendidikan orangtua dan kematangan emosi dengan kecenderungan menikah dini. Empathy. 2 (1). Marsela, D. J. (2017). Studi Kasus Terhadap Mahasiswa yang Menikah Saat Menempuh Masa Kuliah. Jurnal Tarbawi, Vol. 13, No. 02. Pujihartati, S. H. (2010). Fenomena Nikah Siri di Kalangan Mahasiswa dan Dampaknya terhadap Perempuan. Jurnal Sosiologi DiLeMa, 41-48. Skripsi: Kusuma, A. N. (2013). Perilaku Asketisme Duniawi Komunitas Hindu Di Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Universitas Jember. Muji, I. K. (2013). Motivasi Pengambilan Keputusan Menikah di Kalangan Mahasiswi Jurusan Psikologi Angkatan 2009. Universitas Pendidikan Indonesia.
Revitalisasi Modal Sosial Dalam Pengelolaan Wisata Raung Tubing Adventure Desa Sumberbulus Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember Social Capital Revitalization in Raung Tubing Tourism Management in Sumberbulus Village, Ledokombo District, Jember District) Marta Diana, Dwi Reni; Jannah, Raudlatul
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20789

Abstract

This study aims to analyze the role of youth and social capital in the Raung Tubing Adventure Tourism management. This research conducted in Sumberbulus Village, Ledokombo sub-district. By using social capital theory from Robert D. Putnam, this research elaborates three elements of social capital, namely trust, social networks, and norms. The result shows after revitalizing the Raung Tubing Adventure Tourism management, the social capital rises. It indicated by changing situation around the river. Firstly, people no longer throw garbage into the river. Secondly, youth no longer do harmful things. Thirdly, many actors in this village develop good relations with the village government, the Tourism Office and the Irrigation Service. The most important finding is the role of the Student Community Service Program from the University of Jember, who helped the youth villagers to build tubing tours from the beginning to the present. They help in terms of cleaning up rivers, making tubing grooves, inaugurating, and promoting tubing tourism, helping to find sponsors, and recording them in the Jember Tourism Office. Finally, we can underline that the youth also potential in building community-based tourism as proved in Sumberbulus Village, Ledokombo sub-district. Keywords: Social capital, youth role, Community Based Tourism Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemuda dan modal sosial dalam pengelolaan Wisata Petualangan Raung Tubing. Penelitian ini dilakukan di Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo. Dengan menggunakan teori modal sosial dari Robert D. Putnam bahwa penelitian ini menguraikan tiga elemen modal sosial, yaitu kepercayaan, jejaring sosial, dan norma. Hasilnya menunjukkan setelah merevitalisasi manajemen Wisata Petualangan Raung Tubing, modal sosial naik. Ini ditandai dengan perubahan situasi di sekitar sungai. Pertama, orang tidak lagi membuang sampah ke sungai. Kedua, remaja tidak lagi melakukan hal-hal yang berbahaya. Ketiga, banyak aktor di desa ini mengembangkan hubungan baik dengan pemerintah desa, Dinas Pariwisata dan Dinas Pengairan. Temuan yang paling penting adalah peran Program Layanan Komunitas Mahasiswa dari Universitas Jember, yang membantu para pemuda desa untuk membangun tur tubing dari awal hingga sekarang. Mereka membantu dalam hal membersihkan sungai, membuat alur tubing, melantik, mempromosikan pariwisata tubing, membantu mencari sponsor, dan mencatatkannya di Kantor Pariwisata Jember. Akhirnya, kita dapat menggarisbawahi bahwa pemuda juga berpotensi dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat seperti yang dibuktikan di Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo. Kata kunci: Modal sosial, peran pemuda, Pariwisata Berbasis Masyarakat
Internalisasi Nilai Kemandirian Pada Anak Anak Komunitas Tanoker di Jember (The Internalization of Independence Value toward Children of Tanoker Community in Jember) Mu’allifin, Isnatul; Hidayat, Nurul
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20790

Abstract

This paper focuses on analyzing the internalization process in building independence character among children of the Tanoker Community. The way to support the internalization process includes respecting children's initiatives, respecting children in determining interests, training children's courage to act, maximizing children's abilities, and building closeness with children. These values ​​are studied using the social construction theory of Peter L. Berger. This theory is relevant to the issues discussed because internalization in a person occurs through interactions with other people. The internalization occurs through an externalization and objectification process. By using qualitative research approaches, constructivist paradigms, data in this study are descriptive or narrative. The technique of determining informants in this study uses purposive sampling until 15 key informants, and 20 supporting informants are found. Data collection was carried out through participatory observation, in-depth interviews, documentation, and literature studies. Data analysis was performed using the Miles and Huberman analysis method, which is through the stages beginning with data reduction, data display, conclusion drawing / verification. The results of the practices carried out by Tanoker in supporting the process of internalizing the value of independence in children bring children in a level of being more courageous, confident, active, dare to make choices, and dare to express themselves. When they are independent or sovereign in thinking and acting, they have become independent by trusting and relying on their abilities. Keywords: Children, Tanoker Community, Internalization Process, Independence Tulisan ini berfokus pada internalisasi nilai-nilai kemandirian pada anak yang ada di Komunitas Tanoker. Cara-cara yang dilakukan untuk mendukung proses internalisasi diantaranya dengan menghargai inisiatif anak, menghargai anak dalam menentukan minat, melatih keberanian anak untuk bertindak, memaksimalkan kemampuan anak, serta membangun kedekatan dengan anak. Tujuan dari adanya internalisasi nilai kemandirian dalam diri anak adalah membentuk pribadi mandiri dalam diri anak-anak. Nilai nilai ini dikaji menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L Berger. Metodologi penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dan data dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling hingga ditemukan informan utama 15 orang dan 20 informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatoris, in dept interview, dokumentasi, dan studi literatur. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi. Hasil dari cara-cara yang dilakukan komunitas tanoker dalam mendukung proses internalisasi nilai kemandirian pada anak membawa anak-anak dalam taraf menjadi pribadi yang lebih berani, percaya diri, aktif, mandiri dalam membuat pilihan, serta berani mengekspresikan diri. Semua itu yang pada akhirnya membawa anak-anak pada kedaulatan berfikir dan bertindak. Ketika mereka telah merdeka atau berdaulat dalam berfikir dan bertindak berarti mereka telah mandiri dengan mempercayai dan bergantung kepada kemampuan diri mereka sendiri. Kata Kunci: Anak-anak, Komunitas Tanoker, Internalisasi Nilai, Kemandirian
Pembawa Pesan Terdepan: Diaspora Dalam Gastrodiplomasi Indonesia Trihartono, Agus; Purwowibowo, Purwowibowo; Santoso, Budi; Hara, Abubakar Eby
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20786

Abstract

This paper discusses the role of diaspora in Indonesian gastro-diplomacy. As a new country in culinary diplomacy, the role of the Indonesian diaspora is not dominant but not unimportant. The diaspora directly or not has popularized Indonesian food in foreign countries. Some of them have successfully managed Indonesian restaurants, although there are also some who are less successful. Learning from the experiences of countries already established in this culinary diplomacy such as India, China, Turkey and Vietnam, Indonesia needs to popularize more Indonesian food in many activities such as food festivals. In addition to this, the diaspora can increase the presence and visibility of Indonesian food through narratives in various printed and social media. Books and information on Indonesian cuisine, for example, are still very limited both in printed and digital media. In the current era, what is known as culinary fictions is one of the important aspects that can support gastro diplomacy.Keywords: Gastrodiplomacy, Diaspora, Indonesia Makalah ini membahas peran diaspora dalam gastro diplomasi Indonesia. Sebagai negara baru dalam diplomasi kuliner, peran diaspora Indonesia tidak dominan tetapi cukup penting. Diaspora secara langsung atau tidak telah mempopulerkan makanan Indonesia di luar negeri. Beberapa dari mereka telah berhasil mengelola restoran Indonesia, walaupun ada juga yang kurang berhasil. Belajar dari pengalaman negara-negara yang telah mapan dalam diplomasi kuliner ini seperti India, Cina, Turki dan Vietnam, Indonesia perlu mempopulerkan lebih banyak makanan Indonesia dalam banyak kegiatan seperti festival makanan. Selain itu, diaspora dapat meningkatkan kehadiran dan visibilitas makanan Indonesia melalui narasi di berbagai media cetak dan sosial. Buku dan informasi tentang masakan Indonesia, misalnya, masih sangat terbatas baik di media cetak maupun digital. Di era saat ini, apa yang dikenal sebagai fiksi kuliner adalah salah satu aspek penting yang dapat mendukung gastro diplomasi.Kata kunci: Gastrodiplomasi, Diaspora, Indonesia
Dampak Ekonomi Pengembangan Agro Wisata Sirah Kencong Pada Pekerja PTPN XII Blitar (Economic Impact of the Development of Sirah Kencong Agro-Tourism on PTPN XII Blitar Workers) Elyani, Elyani; Ganefo, Akhmad
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20791

Abstract

The purpose of this study was to describe the economic impact of agro-tourism development on PTPN XII plantation workers Sirah Kencong Blitar. The method used is qualitative. Determination of informants is using purposive sampling techniques. In this study, informants are community leaders (RT / RW), village elders or people who have lived in the Sirah Kencong tea plantation area, local government, tourism management, and several residents concerned in the management of the tourism area. Data collection techniques are done by observation, in-depth interviews, and documentation. Test the validity of the data using triangulation techniques. The analysis technique uses an interactive model. The theory used is the Cohen Tourism Socio-Economic Impact theory. The results showed that: 1) The development of agrotourism had economic and social impacts as a continuation for the community, namely in the financial aspect made the increase in job vacancies and increased income from various employment sectors related to tourism 2) the development of the economic sector, such as stalls, shops, souvenir merchants, etc. 3) For the social aspects of the development of Sirah Kencong agro-tourism, there are several impacts for the community, namely increasing the ability of the community in the field of tourism, in social aspects, they become more understanding of how to dress well, communicate well, and also the level education is increasing because of the development of tourism. So, based on the research results of agro-tourism development, it has a positive impact on the lives of PTPN XII plantation workers Sirah Kencong Blitar. Keywords: Economic Impact, Social Impact, Agro-tourism, Plantation Workers Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak ekonomi pengembangan agrowisata terhadap pekerja perkebunan PTPN XII Sirah Kencong Blitar. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini informan adalah tokoh masyarakat (RT/RW), sesepuh desa atau masyarakat yang pernah tinggal di kawasan perkebunan teh Sirah Kencong, pemerintah daerah, pengelola wisata, dan beberapa warga yang berkepentingan dalam pengelolaan kawasan wisata. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis menggunakan model interaktif. Teori yang digunakan adalah teori Dampak Sosial Ekonomi Pariwisata Cohen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengembangan agrowisata memberikan dampak ekonomi dan sosial sebagai kelanjutan bagi masyarakat yaitu dalam aspek keuangan membuat peningkatan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan dari berbagai sektor pekerjaan yang terkait dengan pariwisata 2) pengembangan bidang ekonomi, seperti warung, toko, pedagang cinderamata, dll 3) Untuk aspek sosial pengembangan agrowisata Sirah Kencong ada beberapa dampak bagi masyarakat yaitu peningkatan kemampuan masyarakat dalam bidang pariwisata. Dalam aspek sosial, mereka menjadi lebih memahami cara berpakaian yang baik, berkomunikasi yang baik, dan juga tingkat pendidikan yang meningkat karena perkembangan pariwisata sehingga berdasarkan hasil penelitian pengembangan agrowisata berdampak positif bagi kehidupan pekerja perkebunan PTPN XII Sirah Kencong Blitar. Kata kunci: Dampak Ekonomi, Dampak Sosial, Agrowisata, Pekerja Perkebunan
Dinamika War of Position dalam Pengembangan Wisata Syariah di Pulau Santen Banyuwangi (Dynamics of War of Position in the Development of Sharia Tourism in Santen Island Banyuwangi) Zelika, Yunda; Ganefo, Akhmad
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i1.20787

Abstract

By narrating the development of sharia tourism, this article would like to explore the dynamics of the war of position practice between the Banyuwangi Culture and Tourism Office, TNI, and the Santen Island supervisory community group. It is based on the cracking of social capital in cooperation between the three entities. This issue is based on the orientation of different political-economic interests in each actor in sharia tourism practices. Therefore it is interesting to examine how the formation of the war of position conducted between the three entities in the sharia tourism floating discourse? In this study, data and information were obtained from an ethnographic approach through participant observation, interviews, and documentation. The data and information collected were then analyzed using the Gramscian perspective on hegemony and the concept of war position on the development of sharia tourism. The results showed a conflict of interest between the Culture and Tourism Office, TNI, and the Santen Island supervisory community group to achieve political economy orientation. It appears and represents the complexity of the problem of developing sharia tourism that has never been shown before. Keywords: Sharia Tourism, Political Interests, Position War Dengan menarasikan pengembangan wisata syariah, artikel ini hendak mengeksplorasi dinamika praktik perang posisi (war of position) diantara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, TNI Banyuwangi, dan kelompok masyarakat pengawas Pulau Santen. Hal ini didasari oleh retaknya modal sosial dalam kerjasama diantara ketiga entitas tersebut. Persoalan ini didasari orientasi kepentingan ekonomi politik yang berbeda pada masing-masing entitas dalam praktik wisata syariah. Oleh karena itu menarik untuk diteliti bagaimanakah formasi perang posisi yang dilakukan diantara ketiga entitas tersebut dalam wacana pengambangan wisata syariah? Dalam penelitian ini, data dan informasi diperoleh dari pendekatan etnografi melalui observasi partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Data dan informasi yang didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan perspektif Gramscian tentang hegemoni dan perang posisi pada pengembangan wisata syariah. Hasil penelitian menunjukkan adanya benturan kepentingan diantara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, TNI Banyuwangi, dan kelompok masyarakat pengawas Pulau Santen untuk meraih orientasi ekonomi politik. Hal tersebut tampil dan merepresentasikan kompleksitas persoalan pengembangan wisata syariah yang tidak pernah ditampilkan sebelumnya. Kata kunci: Wisata Syariah, Politik Kepentingan, Perang Posisi

Page 5 of 12 | Total Record : 117