cover
Contact Name
Baiq Lily Handayani
Contact Email
baiq.fisip@unej.ac.id
Phone
+6281237134801
Journal Mail Official
Entitas@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Entitas Sosiologi
Published by Universitas Jember
ISSN : 20888260     EISSN : 27213323     DOI : https://doi.org/10.19184/jes
Jurnal Entitas Sosiologi (JES) merupakan ruang bagi diseminasi gagasan dalam lingkup kajian Sosiologi. Jurnal ini juga memberi ruang pada berbagai perspektif dalam sosiologi khususnya dalam mengembangkan ide-ide yang dapat mendorong transformasi masyarakat menuju masyarakat yang manju dan berkelanjutan. Jurnal Entitas Sosiologi (JES) menerima artikel berupa hasil riset, kajian, dan review buku yang mendukung penyebaran gagasan dan pengkayaan pengetahuan berbasis sosiologi.
Articles 117 Documents
Konsekuensi Sosio Kultural dalam Konversi Komoditas Pertanian Tebu pada Pertanian Padi di Desa Asembagus Situbondo Kusuma, Hamid Ahmada; Handayani, Baiq Lily
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 10 No 01 (2021)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v10i01.26956

Abstract

This research was conducted departing from a phenomenon of commodity conversion by rice farmers in Asembagus Situbondo, which began to occur in the early 1980s. This conversion practice is motivated by two factors: the factor of sulfur contamination and the optimization of the sugar industry launched by the New Order government. The contamination of irrigation that flowed through the farmers' fields was caused by the cracking of the sulfur retaining dam on the top of Mount Ijen. Sulfur water seepage then flows into the Banyupahit river which is a source of irrigation for farmers in Asembagus. And at almost the same time there was a government policy related to the sugar industry by issuing the sugar cane intensification (TRI) program. This study aims to analyze and describe the practice of the conversion of commodity farmers from rice farmers to sugar cane farmers. This study used descriptive qualitative method. The theory used in this research is Pierre Bourdieu's Practice Theory. The results of this study include changes in sociocultural farmers which include the loss of farmers' legitimacy of their land and commodities, the loss of grain function as saving, the loss of front actors, cooks, and tractor owners. In addition, there is dominance carried out by actors who have high capital over actors who have low capital. The practice then constructs a dominant discourse (Doxa) in the Asembagus farming community. Keywords : Farmers, Agricultural Commodities, Practices, Doxa Penelitian ini dilakukan berangkat dari sebuah fenomena yaitu fenomena konversi komoditas yang dilakukan petani padi di Asembagus Situbondo yang mulai terjadi di awal tahun 1980-an. Praktik konversi tersebut dilatarbelakangi oleh dua faktor, yakni faktor tercemarnya irigasi oleh belerang dan adanya optimalisasi industri gula yang dicanangkan oleh pemerintah Orba. Tercemarnya irigasi yang mengaliri sawah petani disebabkan oleh retaknya bendungan penahan belerang yang berada di puncak Gunung Ijen. Rembesan air belerang kemudian mengalir ke sungai Banyupahit yang merupakan sumber irigasi bagi petani di Asembagus. Dan disaat yang hampir bersamaan terdapat kebijakan pemerintah terkait industri gula dengan menerbitkan program tebu rakyat intensifikasi (TRI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan terjadinya praktik konversi komoditas petani dari petani padi ke petani tebu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kata Kunci: Petani, Komoditas Pertanian, Praktik, Doxa
Konstruksi Sosial Penambang Marmer Mengenai Lingkungan IMIT di Kabupaten Tulungagung Ayuni, Fitri; Jannah, Raudlatul
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 9 No 02 (2020)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v9i02.26941

Abstract

This research is motivated by managing the natural resources of the people living in the Tulungagung Indonesian Marble Industry environment (IMIT). IMIT mining causes water, soil, and air pollution. The relationship between IMIT and the surrounding community formed the social construction of the IMIT process, which was rejected, accepted, and even now can be established cooperation. Communities living in the IMIT environment can survive by utilizing waste that pollutes the environment or as a marble miner. The knowledge possessed by the community towards the environment influences social actions. This study aims to describe and analyze the social construction of marble miners in the climate "Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT)," located in Besole Village, Besuki district, Tulungagung Regency. By using qualitative research methods, the technique used in determining informants is purposive sampling. The results showed that some community knowledge is constructed and influences the social actions of the community in the surrounding environment. Keywords: Social Construction, Marble Mining, Environment Penelitian ini dilatar belakangi oleh pengelolaan sumber daya alam masyarakat yang tinggal di lingkungan Industri Marmer Indonesia (IMIT) Tulungagung. Penambangan IMIT menyebabkan pencemaran air, tanah dan udara. Hubungan antara IMIT dengan masyarakat sekitar membentuk konstruksi sosial dari proses IMIT yang ditolak, kemudian diterima bahkan saat ini dapat terjalin kerjasama. Masyarakat yang tinggal di lingkungan IMIT memiliki strategi bertahan hidup dengan memanfaatkan limbah yang mencemari lingkungan atau sebagai penambang marmer. Pengetahuan yang dimiliki masyarakat terhadap lingkungan mempengaruhi tindakan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis konstruksi sosial penambang marmer tentang lingkungan “Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT)” yang berlokasi di Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam menentukan informan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa pengetahuan masyarakat yang terbangun dan mempengaruhi tindakan sosial masyarakat di lingkungan sekitarnya. Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Penambangan Marmer, Lingkungan
Cerita Tiga Keluarga Petani Gurem: Dinamika Penguasaan Lahan dan Degenerasi Petani di Kelurahan Karangrejo Kabupaten Jember Sucipta, Ucha Jaya; Jannah, Raudlatul
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 10 No 01 (2021)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v10i01.26951

Abstract

Farming families living in urban expansion areas are vulnerable to land conversion practices. It has consequences for the degeneration process of farmers in the sustainability of family farming businesses. It also can be seen through the lives of 3 families of gurem farmers in the Karangrejo Neighborhood. They practice land conversion for various reasons, which ultimately makes the farmer's children, as the next generation, lose interest in the agricultural sector. Ben White calls it the lost generation. This research aimed to find out the dynamics of land tenure and the process of degeneration of farmers in gurem farming families in Karangrejo Village. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The results showed that several aspects influence land conversion practices: market, cultural, structural, heritage-sharing cultures, and pragmatic needs. In addition, judging from land ownership rights, there is a decrease in interest in becoming farmers in intergenerational relationships in each family. The next generation of family farming businesses thinks that farmers are laborious, hot, and wasteful jobs. Land conversion practices conducted by farming families further alienate children's access to production factors. One way that allows farmers' children in narrow-minded farming families to access production factors is by renting land. Keywords : Farmer Degeneration, Farmer's Family, Land Conversion. Keluarga petani yang tinggal di daerah perluasan kota rentan terhadap praktik konversi lahan. Praktik ini tidak hanya berimplikasi terhadap penurunan jumlah lahan produktif dan jumlah usaha tani keluarga, namun juga berimplikasi pada proses degenerasi petani dalam keberlanjutan usaha pertanian keluarga. Hal ini dapat dilihat melalui kehidupan 3 keluarga petani gurem di Lingkungan Karangrejo yang melakukan praktik konversi lahan dengan berbagai alasan, yang pada akhirnya membuat anak petani sebagai generasi penerus kehilangan minat dan pandangan realistisnya terhadap sektor pertanian. Sebagaimana Ben White menyebutnya dengan istilah lost generation. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dinamika penguasaan lahan dan proses degenerasi petani pada keluarga petani gurem di Kelurahan Karangrejo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa aspek yang mempengaruhi praktik koversi lahan, yakni aspek pasar, aspek kultural, aspek struktural, budaya bagi-bagi warisan, dan perilaku pragmatis. Di samping itu, dilihat dari aspek hak kepemilikian lahan, terdapat penurunan minat menjadi petani dalam relasi antargenerasional dalam tiap-tiap keluarga. Generasi penerus dalam usaha pertanian keluarga beranggapan bahwa petani adalah pekerjaan yang melelahkan, panas-panasan dan buang-buang tenaga. Praktik konversi lahan yang dilakukan keluarga petani semakin menjauhkan akses anak pada faktor produksi. Salah satu cara yang memungkinkan anak petani untuk mengakses faktor produksi ialah dengan menyewa lahan. Kata Kunci: Degenerasi Petani, Keluarga Petani, Konversi Lahan.
Strategi Masyarakat Petani Tadah Hujan Desa Gayam dalam Menghadapi Kekeringan Indahsari, Amalia Nur; Hidayat, Nurul
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 10 No 02 (2021)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v10i02.27551

Abstract

The drought in Gayam Village is caused by the long dry season. For farmers, the threat of climate change has a severe impact on achieving targets in the agricultural sector. The changes also have an effect on the economy of rainfed farmers in Gayam Village. Therefore, it is necessary to have a survival strategy carried out by rainfed farmers in Gayam Village. This study aims to find out, analyze, and describe how the survival strategy is applied by the rainfed farming community when there is no agricultural activity during the drought. This study uses a descriptive qualitative research approach. The theory used is James C Scott’s theory, namely the theory of survival mechanisms. Data was collected using the methods of observation, interviews and documentation. The result of the research is that the drought that hits Gayam Village every year makes farmers only able to plant and work then land/rice fields once a year. On the other hand, Gayam Village also experienced a water crisis during the dry season, and there was no irrigation water to irrigate their rice fields. In addition, the farmers only rely on rainfall as the only source of water to irrigate their rice fields. The planting process, which can only be done once a year, makes it difficult for farmers. It is because work as a farmer is their primary job. Therefore, during the dry season, the patterns of behaviour carried out by rainfed farmers are by implementing survival strategies. This strategy is carried out to maintain the security of their subsistence.Keywords: Rainfed Farmers, Drought, Survival Strategy Dampak terjadinya kekeringan yang terdapat di Desa Gayam disebabkan oleh musim kemarau yang berlangsung lama waktunya dibandingkan dengan musim hujan. Bagi petani, ancaman berupa perubahan iklim memberikan dampak yang serius terhadap pencapaian target dalam sektor pertanian. Perubahan juga berdampak pada perekonomian petani tadah hujan di Desa Gayam. Maka dari itu perlu adanya strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh petani tadah hujan di Desa Gayam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan tentang bagaimana strategi bertahan hidup yang diterapkan masyarakat petani tadah hujan saat tidak ada aktivitas pertanian pada saat kekeringan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori James C Scott yaitu teori mekanisme survive. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah terjadinya kekeringan yang setiap tahunnya melanda Desa Gayam membuat petani hanya bisa menanam dan mengerjakan tanah/lahan sawah setahun sekali. Pada sisi lain, Desa Gayam juga mengalami krisis air selama musim kemarau tiba serta tidak adanya air irigasi untuk mengairi lahan sawah mereka. Selain itu, para petani hanya mengandalkan curah hujan sebagai satu-satunya sumber air untuk mengairi lahan sawah mereka. Proses tanam yang hanya bisa dilakukan sekali selama setahun membuat para petani kesusahan. Hal itu disebabkan karena pekerjaan sebagai petani menjadi pekerjaan utama mereka. Maka dari itu, pada saat musim kemarau, pola-pola perilaku dilakukan oleh petani tadah hujan saat musim kemarau yaitu dengan menerapkan strategi bertahan hidup. Strategi ini dilakukan guna mempertahankan keamanan subsistensi mereka.Kata Kunci : Petani Tadah Hujan, Kekeringan, Strategi Bertahan Hidup.
Eksistensi Kegiatan Keagamaan Islam Aboge pada Masa Pendemi COVID-19 di Kabupaten Probolinggo Dewi, Khofifah Kurnia; Fauzi, Agus Machfud
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 10 No 02 (2021)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v10i02.27552

Abstract

There are many followers of Aboge Islam (Alip Rebo Wage) in Probolinggo Regency, including the Districts of Leces, Tegalsiwalan, Dringu, and Bantaran. Adherents experience differences in calculations because it is based on the Old Javanese calender and is influential on Islamic holidays. Of course it is different from the calculation of the Hijri calender. Aboge Muslims do not mind these differences in calculations. The existence of Aboge Muslims until now is still a lot because they consider it a legacy from their ancestors. The spirit in religious activities is also different, of course. The purpose of this study was to determine whwther there were changes in the religious activities of Aboge Muslims during the pandemic in Probolinggo Regency. Using qualitative research methods because they are appropriate and suitable for analyzing phenomena. Herbert Mead’s theory of action explains action, in the form of religious activities of Aboge Muslims during the Covid-19 pandemic in Probolinggo Regency. The results of this study stated that there is no significant difference in religious activities before and during the pandemic. The implementation of religious activities is carried out with enthusiasm and the intention has not decreased to worship amid the Covid-19 pandemic.Keywords : Islam Aboge, religious activities, pandemic Penganut Islam Aboge (Alip Rebo Wage) banyak terdapat di Kabupaten Probolinggo, meliputi Kecamatan Leces, Tegalsiwalan, Dringu, dan Bantaran. Penganutnya mengalami perbedaan dalam perhitungan karena didasarkan pada kalender Jawa Kuno dan berpengaruh pada hari besar Islam. Tentunya berbeda dengan perhitungan kalender Hijriyah. Penganut Islam Aboge tidak mempermasalahkan perbedaan perhitungan tersebut. Eksistensi penganut Islam Aboge sampai sekarang masih banyak karena mereka menganggap sebagai warisan leluhur. Semangat dalam kegiatan keagamaan juga berbeda pastinya. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perubahan pada kegiatan keagamaan penganut Islam Aboge pada masa pandemi di Kabupaten Probolinggo. Menggunakan metode penelitian kualitatif karena tepat dan sesuai untuk melakukan analisis fenomena. Teori tindakan Herbert Mead menjelaskan tentang tindakan, berupa kegiatan keagamaan penganut Islam Aboge pada masa pandemi COVID-19 di Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian menyatakan tidak terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada kegiatan keagamaan sebelum dan saat pandemi. Pelaksanaan kegiatan keagamaan dilaksanakan dengan penuh semangat dan niat tidak mengalami penurunan untuk beribadah ditengah pandemi COVID-19.Kata kunci : Islam Aboge, kegiatan keagamaan, pandemi Covid 19.
Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Lansia (Studi Tentang Pemenuhan Kebutuhan Lansia Di Desa Dadapan) Aini, Ida Nur; Mulyono, Joko
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 10 No 02 (2021)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v10i02.27548

Abstract

The research titled "Family Social Support for the Elderly (Study: Meeting the Needs of the Elderly in Dadapan Village)" was motivated by many elderly people living in Dadapan Village. A large number of older people are also led to the emergency of some assumptions among the public that the elderly are a burden for family members. However, it is different from the elderly living in the Madurese community, such as Dadapan Village. Madura people tend to uphold and respect the elderly in their families. The formulation of the problem in this study is "How is Family Social Support Against Meeting the Needs of the Elderly?". This study aims to describe and analyze family support to fulfill the needs of the elderly in the village of Dadapan, a Madurese community. The method used in this research is the descriptive qualitative method, using purposive informant retrieval techniques. Data collection techniques using observation, in-depth interviews, and documentation. Test the validity of the data using data triangulation. A review of Friedman's family social support theory. The results obtained from this study are the elderly who live together with their family members still get various kinds of social support related to emotional support, self-esteem support, network support, assessment support, and charitable support.Keywords: Elderly, Family, Madurese Culture, Social Support Penelitian dengan judul “Dukungan Ssosial Keluarga Terhadap Lansia (Studi : Pemenuhan Kebutuhan Lansia Di Desa Dadapan)”dilatarbelakangi oleh banyaknya lansia yang tinggal di Desa Dadapan. Banyaknya jumlah lansia yang ada saat ini juga menyebabkan munculnya beberapa anggapan dikalangan masyarakat bahwa lansia merupakan sebuah beban bagi anggota keluarga. Akan tetapi, berbeda halnya dengan lansia yang tinggal dilingkungan masyarakat madura seperti di Desa Dadapan. Masyarakat madura cenderung menjunjung tinggi dan menghormati lansia dalam keluargaya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Pada Lansia?”. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa tentang dukungan keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan lansia yang ada di Desa Dadapan yang merupakan komunitas masyarakat Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik pengambilan informan purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan Triangulasi data. Tinjauan teori dukungan sosial keluarga dari Friedman. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah lansia yang tinggal bersama dengan anggota keluarganya masih mendapatkan berbagai macam dukungan sosial yang berkaitan dengan dukungan emosional, dukungan harga diri, dukungan jaringan, dukungan penilaian, dan dukungan altruistik.Kata Kunci : Lansia, Keluarga, Budaya Masyarakat Madura, Dukungan Sosial
Rasio Komunikatif Kelompok Tani (Studi tentang Komunikasi Kelompok Tani Arum Sari dengan Perusahaan Corteva Agriscience Indonesia) Muhar, Ardy Choisal; Suhartini, Elly
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 10 No 02 (2021)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v10i02.27553

Abstract

Agriculture is a special concern in Indonesia's development program. This program seeks to pay attention to the capacity of farmers through the existence of agricultural supporting institutions, namely farmer groups. Farmer group forums are used as a means of aspiration and communication between farmers in the sustainability of the agricultural sector. This is done by the Arum Sari Farmers Group located in Krajan II Hamlet, Kembiritan Village. However, there are limitations of production factors (land, work, capital) which pose a threat so that farmer groups look for alternative ways by establishing partnerships with companies. This study aims to analyze the partnership run by the Arum Sari Farmer Group with the Corteva Agriscience Indonesia company. Then it will be analyzed using the theory of Jurgen Habermas regarding the communicative ratio. The type of research used in this study is a qualitative method with a phenomenological approach. In determining the informants using purposive sampling technique and using 3 data collection techniques, namely observation, in- depth interviews, and documentation. In testing the validity of the data, using source triangulation, until the analysis technique uses data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are the communicative ratio plays an important role in the use of communication language to reach a consensus word to establish a partnership. This partnership is also in the form of a subcontracting scheme that requirespartner groups to produce components needed by partner companies as part of their production.Keywords: communicative ratio, partnership and farmer group Pertanian menjadi perhatian khusus dalam program pembangunan negara Indonesia. Program ini berupaya memperhatikan kapasitas petani melalui adanya kelembagaan penunjang pertanian, yakni kelompok tani. Forum kelompok tani dijadikan sebagai sarana aspirasi dan komunikasi antar petani dalam keberlangsungan sektor pertanian. Hal ini dilakukan oleh Kelompok Tani Arum Sari yang berada di Dusun Krajan II, Desa Kembiritan. Namun, muncul keterbatasan faktor produksi (lahan, kerja, modal) yang menjadi ancaman sehingga kelompok tani mencari jalan alternatif dengan menjalin kemitraan bersama perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk, menganalisis mengenai kemitraan yang dijalankan oleh Kelompok Tani Arum Sari dengan perusahaan Corteva Agriscience Indonesia. Kemudian akan di analisis menggunakan teori dari Jurgen Habermas mengenai rasio komunikatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Dalam penentuan informan menggunakan teknik Purposive Sampling serta menggunakan 3 teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dalam pengujian keabsahan data, menggunakan triangulasi sumber, Hingga untuk teknik analisis menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah rasio komunikatif berperan penting dalam penggunaan bahasa komunikasi hingga mencapai kata konsensus untuk menjalin kemitraan. Kemitraan yang dijalankan ini juga berbentuk pola subkontrak yang mengharuskan kelompok mitra memproduksi komponen yang diperlukan perusahaan mitra sebagai bagian dari produksinya.Kata kunci: rasio komunikatif, kemitraan, dan kelompok tani.
Relasi Kuasa Dalam Kehidupan Single parent (Analisis Wacana Kehidupan Tiga Single parent di Desa Jiwan, Kabupaten Madiun) Maliki, Mohammad Adam; Arifiyanti, Jati
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 10 No 02 (2021)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v10i02.27549

Abstract

Women who are separated from their partners either by divorce or death will change their status to become single parents. Not a choice, destiny life that makes them have that social status. Problems and pressures will come along with this social status. This study aims to find out how the knowledge of single parents in Jiwan Village. This problem is examined using the theory of power relations from Foucault. This theory is relevant to the issues raised in the study because every single parent will have a relationship that is in accordance with the surrounding environment. This type of research is a qualitative research with the Genaology research method from Foucault. This study uses a purposive method in the selection of informants, and uses the method of observation, interviews, and documentation in data collection. The analysis of this study uses data triangulation and in the data validity test the researcher makes a comparison of field data with other supporting literature. The research results obtained are found in the village of Jiwan Single parent phenomenon with the relationship of support together with support and social support. Ms. Anik has a power relation by becoming the coordinator and alumni of her junior and senior high school treasurers, Ms. Siti Chotidjah has a power relation as the recitation chair, and Ms. Jatmiko has a power relation as the head of social gathering in Jiwan Village. Keywords: Single Parents, Power Relations, Knowledge Wanita yang berpisah dengan pasangannya baik dikarenakan perceraian atau kematian akan berubah statusnya menjadi single parent. Bukan sebuah pilihan, melainkan takdir kehidupan yang membuat mereka memiliki status sosial tersebut. Permasalahan dan tekanan akan datang seiring dengan adanya status sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wacana pengetahuan relasi kuasa single parent di Desa Jiwan. Isu ini dikaji menggunakan teori relasi kekuasaan dari Foucault. Teori ini relevan dengan isu yang diangkat dalam penelitian karena setiap single parent akan memiliki relasi kuasa atas dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode pendekatan genaologi dari Foucault. Penelitian ini menggunakan metode purposive dalam pemiliha informan, serta menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Analisis penelitian ini menggunakan triangulasi data serta dalam uji validitas data peneliti melakukan komparasi data lapangan dengan literatur penunjang lainnya. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa di Desa Jiwan terdapat fenomena single parent dengan relasi kuasa beserta dengan resistensi dan dukungan sosialnya.Kata Kunci : Single parent, Relasi Kuasa, Pengetahuan
Kehidupan Keluarga Tukang Becak di Jember Ulinuha, Zulfa; Handayani, Baiq Lily
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 10 No 02 (2021)
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v10i02.27550

Abstract

The research aims to describe and analyze the family life pedicab driver in Jember. This research approach using qualitative methods with a phenomenological, with research locations in the Slawu village, Patrang district, Jember. The informants of this research are three pedicab families that meet the criteria as informants—the Data validity test using data triangulation techniques. Data analysis techniques start from data collection, data reduction, data presentation, and concluding. The theoretical framework inside this research uses the cultural theory of poverty from Oscar Lewis. This study shows that family life pedicab relies on work as a pedicab for the primary source of income. If it is insufficient, then they do side jobs as construction laborers, improve household appliances. Besides, the pedicab wife, too, helps her husband is looking for income in a way being housemaid, work as a tobacco factory worker, open a small business, and seek wages with clean the gravel. They turn into debt as a habit, intended for by household appliances. Nevertheless, they remain share with family and also even though they are neighbor’s deficiency.Keywords: Family, pedicab, works, side job, poverty culture. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kehidupan keluarga tukang becak di Kabupaten Jember. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan lokasi penelitian di Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Informan dari penelitian ini adalah tiga keluarga tukang becak yang memenuhi kriteria sebagai informan. Teknik uji keabsahan data dengan menggunakan teknik Triangulasi data. Teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teori dalam penelitian ini menggunakan teori budaya kemiskinan dari Oscar Lewis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan keluarga tukang becak mengandalkan pekerjaan sebagai tukang tukang becak untuk sumber pendapatan utama. Apabila kurang mencukupi, maka mereka melakukan pekerjaan sampingan sebagai kuli bangunan, memperbaiki peralatan rumah tangga. Selain itu istri tukang becak juga membantu suami dalam mencari penghasilan dengan cara menjadi pembantu rumah tangga, bekerja sebagai buruh pabrik tembakau, membuka usaha kecil, dan mencari upahan dengan membersihkan kikil. Mereka menjadikan hutang sebagai kebiasaan, yang ditujukan untuk membeli peralatan rumah tangga. Meskipun demikian, mereka tetap berbagi kepada saudara dan juga tetangga walaupun mereka sendiri kekurangan.Kata Kunci: Keluarga, tukang becak, pekerjaan, pekerjaan sampingan, budaya kemiskinan
Dampak Penggunaan Media Sosial Whatsapp terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Desa Lok Batu Kabupaten Balangan diah, Halimatus Sa'; Khairussalam, Khairussalam; Hakim, Arif Rahman
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol 11 No 1 (2022): Social Movement and Volunteerism
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v11i1.29259

Abstract

This research is motivated by the development of increasingly sophisticated technology. WhatsApp social media is a means for interacting, sharing information, education and entertainment. So that the use of WhatsApp social media has its own impact on its users. This study aims to: (1) To determine the use of WhatsApp on the social interaction of the people of Lok Batu Village, Batu Mandi District, Balangan Regency. (2) Identifying and understanding the positive and negative impacts of using WhatsApp in the Lok Batu village, Batu Mandi District, Balangan Regency. This research method uses a qualitative research approach with a qualitative descriptive type of research. The informants in this study were the people in the village of Lok Batu. Data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation, with primary and secondary data sources. Data analysis technique using triangulation technique. This research was reviewed using Social Interaction theory by Gillin and Gillin. From the results of research that has been carried out, it is found that the use of WhatsApp in Lok Batu village is used as a communication tool that makes it easier for users to interact remotely. Through various available WhatsApp features such as group chats, voice calls, video calls, sharing photos, videos and documents. If WhatsApp is used wisely it will have a positive impact on WhatsApp users, but if it is misused it will have a negative impact on WhatsApp users and society. In this case, the author looks at the impact of using WhatsApp social media in terms of Social Relations, and the functions of the media, namely the Information Function, Educational Function and Entertainment Function. The positive impact of social relations (strengthening friendships, keeping yourself from being less social and as a forum for exchanging ideas) negative impacts (irritability, forgetting time and spending time on WhatsApp). The positive impact of the Information Function (Notification of the latest news that can be easily spread and as a forum to promote business) the negative impact of the information function (easily consumed by hoax news). The positive impact of the Educational Function (increased knowledge and as a medium of online learning). Positive impact Entertainment function (as an entertainment medium) negative impact (triggering social jealousy and excessive joking).Keywords: Impact, WhatsApp, Social Interaction, Lok Batu Village. Penelitian ini dilatar belakangi dengan seiring perkembangan zaman teknologi semakin canggih. Media sosial WhatsApp menjadi sarana untuk berinteraksi, berbagi informasi, edukasi dan hiburan. Sehingga penggunaan media sosial WhatsApp memiliki dampak tersendiri terhadap penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui penggunaan WhatsApp terhadap interaksi sosial masyarakat Desa Lok Batu Kecamatan Batu Mandi Kabupaten Balangan. (2) Mengidentifikasi juga memahami dampak positif dan negatif penggunaan WhatsApp masyarakat di kampung Lok Batu Kecamatan Batu Mandi Kabupaten Balangan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Masyarakat di desa Lok Batu. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil bahwa penggunaan WhatsApp di desa Lok Batu digunakan sebagai alat komunikasi yang memudahkan penggunanya untuk dapat berinteraksi dengan jarak jauh. Melalui berbagai fitur WhatsApp yang tersedia seperti chat grup, panggilan suara, panggilan video, berbagi foto, video dan dokumen. Dari sisi Hubungan Sosial, dan Fungsi media yaitu Fungsi Informasi, Fungsi Edukasi dan Fungsi Entertaimen (Hiburan). Dampak positif hubungan sosial (mempererat silaturahmi, menjaga diri agar tidak kurang pergaulan dan sebagai wadah untuk bertukar pikiran) dampak negatif (mudah tersinggung, lupa waktu dan menghabiskan waktu dengan WhatsApp). Kata Kunci : Dampak, WhatsApp, Interaksi Sosial, Desa Lok Batu

Page 7 of 12 | Total Record : 117