cover
Contact Name
Baiq Lily Handayani
Contact Email
baiq.fisip@unej.ac.id
Phone
+6281237134801
Journal Mail Official
Entitas@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto Jember 68121
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Entitas Sosiologi
Published by Universitas Jember
ISSN : 20888260     EISSN : 27213323     DOI : https://doi.org/10.19184/jes
Jurnal Entitas Sosiologi (JES) merupakan ruang bagi diseminasi gagasan dalam lingkup kajian Sosiologi. Jurnal ini juga memberi ruang pada berbagai perspektif dalam sosiologi khususnya dalam mengembangkan ide-ide yang dapat mendorong transformasi masyarakat menuju masyarakat yang manju dan berkelanjutan. Jurnal Entitas Sosiologi (JES) menerima artikel berupa hasil riset, kajian, dan review buku yang mendukung penyebaran gagasan dan pengkayaan pengetahuan berbasis sosiologi.
Articles 117 Documents
Dari Jalan ke Layar: Pengamen Online Pada Masyarakat Digital Dalam Perspektif Strukturasi Anthony Giddens: From Street to Screen: Online Buskers in Digital Society within Anthony Giddens' Structuration Perspective Bayu A. S. Jendra
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol. 14 No. 1 (2025): Social Dynamics and Community Transformation
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v14i1.53689

Abstract

 Fenomena pengamen online mencerminkan transformasi sosial dalam masyarakat digital yang dapat dianalisis melalui teori strukturasi Anthony Giddens dan teori kultivasi Gerbner. Interaksi antara agensi dan struktur membentuk praktik sosial baru, di mana teknologi tidak hanya memberikan peluang ekonomi tetapi juga menciptakan batasan melalui algoritma dan regulasi. Pengamen online beradaptasi dengan platform digital untuk menjangkau audiens lebih luas dan memperoleh pendapatan melalui fitur monetisasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis media dengan poros teori kultivasi Gerbner, sehingga data dari literatur, lalu internet, serta konten dari platform digital TikTok yang dikumpulkan akan dikategorikan berdasarkan relevansinya dengan perubahan sosial dalam masyarakat digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamen online merupakan bagian dari ekonomi digital yang berkembang pesat, dengan interaksi sosial yang semakin bergantung pada algoritma platform. Berdasarkan perspektif teori kultivasi, eksposur terus-menerus terhadap konten pengamen online membentuk persepsi masyarakat mengenai pekerjaan berbasis hiburan digital, di mana efek mainstreaming dan resonance memperkuat legitimasi profesi ini. Sedangkan perspektif strukturasi melihat fenomena ini tidak hanya merefleksikan perubahan ekonomi informal, tetapi juga dinamika antara struktur teknologi dan agensi individu dalam membentuk realitas sosial baru di era digital. Namun demikian, tantangan regulasi seperti perlindungan privasi, hak cipta, dan ketertiban ruang publik masih menjadi isu utama dan disarankan dilakukan penelitian lanjutan. Kata Kunci: Masyarakat Digital, Pengamen Online, Strukturasi Giddens, Tiktok
Reproduksi Sosial dalam Tradisi Kokocoran di Pulau Kangean: Perspektif Pierre Bourdieu: Social Reproduction of the Kokocoran Tradition on Kangean Island: An Analysis through Pierre Bourdieu’s Theory of Practice ROBITHA MAULA, SIRAH
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol. 14 No. 2 (2025): Negotiating Tradition and Modernity
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v14i2.53734

Abstract

Penelitian ini menganalisis keberlangsungan ruang reproduksi sosial tradisi budaya Kokocoran pada masyarakat Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep. Tradisi Kokocoran, sebagai warisan budaya lokal yang masih dilestarikan, mengandung makna filosofis dan nilai-nilai penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tradisi ini diwariskan dan dipertahankan dari generasi ke generasi di tengah tuntutan modernitas. Menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu, penelitian ini mengkaji peran konsep habitus, modal (ekonomi, budaya, sosial, simbolik), dan ranah (field) dalam pelestarian tradisi Kokocoran. Metode penelitian etnografi digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data interaktif Miles dan Huberman diterapkan, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reproduksi sosial tradisi Kokocoran terjadi melalui internalisasi nilai-nilai budaya dalam keluarga, pendidikan informal di masyarakat, partisipasi aktif generasi muda, serta peran sentral tokoh adat sebagai agen reproduksi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang dinamika pelestarian budaya lokal di tengah modernisasi dan memberikan implikasi praktis bagi kebijakan kebudayaan.  
Transformasi Peran Balian dalam Masyarakat Dayak Ma’ayan: Sinkretisme Agama dan Dinamika Stratifikasi Sosial: The Transformation of the Balian’s Role in Dayak Ma’ayan Society: Religious Syncretism and Social Stratification Dynamics Nimah; Sumiati
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol. 14 No. 2 (2025): Negotiating Tradition and Modernity
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v14i2.53754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi peran Balian dalam masyarakat Dayak Ma’ayan di Kabupaten Barito Timur di tengah tantangan modernisasi dan pluralisme agama. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Balian beradaptasi serta mempertahankan relevansinya di tengah perubahan sosial-keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Balian tidak lenyap, melainkan bertransformasi menjadi agen utama sinkretisme keagamaan yang secara pragmatis mengintegrasikan kepercayaan tradisional dengan agama-agama formal, terutama Kristen dan Islam, untuk mengisi ruang spiritual masyarakat. Posisi sosial Balian juga menunjukkan variasi yang signifikan: mereka tetap dihormati dalam komunitas pedalaman, tetapi cenderung termarginalisasi di wilayah urban, di mana stratifikasi sosial lebih banyak ditentukan oleh modal ekonomi dan pendidikan formal. Tradisi Balian memperlihatkan ketahanan budaya yang kuat, berfungsi sebagai pilar penting dalam negosiasi identitas budaya Dayak Ma’ayan di era kontemporer. Studi ini menyimpulkan bahwa Balian bukanlah peninggalan masa lalu, melainkan institusi budaya yang dinamis dan resilien, yang terus memainkan peran penting dalam membentuk tatanan sosial dan religius masyarakat Dayak.
Konstruksi Sosial atas Sakralitas dan Praktik Keagamaan di Sumur Habib Sholeh: Perspektif Berger dan Geertz : The Social Construction of Sacredness and Religious Practices at the Habib Sholeh Well: A Berger and Geertz Perspective fitri, Intan Syah
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol. 14 No. 2 (2025): Negotiating Tradition and Modernity
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v14i2.53766

Abstract

Penelitian ini mengkaji konstruksi sosial atas sakralitas yang melingkupi Sumur Habib Sholeh di Lumajang, Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana simbol dan praktik keagamaan direproduksi secara sosial melalui pengalaman kolektif dan proses institusional dalam komunitas Muslim lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini memanfaatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi untuk menelusuri hubungan dinamis antara keyakinan individu, otoritas spiritual, dan struktur sosial. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann serta antropologi interpretatif Geertz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sakralitas Sumur bukan sekadar warisan spiritual masa lalu, melainkan proses sosial yang terus hidup dan dibentuk melalui praktik ritual, narasi keagamaan, dan legitimasi kelembagaan. Sakralitas tersebut menjadi arena di mana masyarakat menegosiasikan identitas religius mereka antara tradisi lokal dan ortodoksi Islam. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi kajian sosiologi agama dengan menunjukkan bagaimana ruang sakral di Indonesia dikonstruksi dan dipertahankan melalui proses sosial yang berkelanjutan, serta memperlihatkan fungsi agama sebagai mekanisme integrasi sosial dan ketahanan budaya di tengah modernisasi.
Relasi Kuasa dalam Politik Pendidikan di Indonesia: Perspektif Freire, Gramsci, dan Foucault: Power Relations in Indonesian Educational Politics: Freire, Gramsci, and Foucault Perspectives novelantika
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol. 14 No. 2 (2025): Negotiating Tradition and Modernity
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v14i2.53769

Abstract

Pendidikan merupakan institusi sosial yang tidak pernah netral dari pengaruh politik dan kekuasaan. Ia berfungsi sebagai arena ideologis tempat negara, kelompok dominan, dan masyarakat saling bernegosiasi dalam membentuk kesadaran kolektif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relasi kuasa dalam politik pendidikan di Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka yang bersifat integratif-kritis. Analisis difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu hakikat politik pendidikan, teori-teori kekuasaan dalam pendidikan menurut Freire, Gramsci, dan Foucault, serta dinamika politik pendidikan di Indonesia sejak masa kolonial hingga era reformasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran ganda: sebagai instrumen reproduksi kekuasaan sekaligus sebagai sarana emansipasi manusia. Dalam konteks Indonesia, kebijakan dan kurikulum pendidikan mencerminkan konfigurasi politik yang dominan pada setiap periode sejarah. Namun, melalui paradigma dialogis dan emansipatoris sebagaimana dikemukakan Freire, pendidikan berpotensi menjadi kekuatan transformatif untuk melahirkan kesadaran kritis. Kontribusi utama artikel ini terletak pada sintesis konseptual antara teori kekuasaan klasik dan dinamika politik pendidikan Indonesia kontemporer, yang menawarkan kerangka reflektif-transformatif untuk memahami pendidikan sebagai arena dominasi sekaligus pembebasan sosial.
Transformasi Sosial dan Relasi Kuasa Dalam Praktik Kawin Tangkap (Paneta Mawinne) di Desa Mareda Kalada, Sumba Barat Daya: Social Transformation and Power Relations In The Practice Of Capture Marriage (Paneta Mawinne) In Mareda Kalada Village, Southwest Sumba Elanda, Yelly; Seha Aldjufrie, Syarifah; Alie, Azizah; Wahyudi, Ruslan
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol. 14 No. 2 (2025): Negotiating Tradition and Modernity
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v14i2.53779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi sosial dan relasi kuasa yang terjadi dalam praktik kawin tangkap atau yang dikenal secara lokal sebagai paneta mawinne di Desa Mareda Kalada, Sumba Barat Daya. Paneta mawinne sebagai sebuah tradisi tidak bersifat statis, tetapi mengalami dinamika dan reinterpretasi seiring dengan perubahan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan 8 informan (mulai dari tetua adat, keluarga pelaku, korban, hingga aparat desa), serta studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi praktik paneta mawinne terjadi dalam tiga bentuk utama: (1) Pergeseran motif dari legitimasi adat ke motif ekonomi dan penyelesaian “aib” pra-nikah; (2) Penguatan dimensi kekerasan dan koersi fisik dibandingkan dengan simbolisme adat; (3) Peran agensi perempuan yang mulai muncul melalui perlawanan terbuka maupun diam-diam. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa relasi kuasa yang terbentuk dari praktik kawin tangkap sangat timpang, didominasi oleh laki-laki dan struktur patriarki adat yang menggunakan narasi “tradisi” untuk melanggengkan hegemoni. Namun demikian, hegemoni ini tidak bersifat absolut. Resistensi dari perempuan, intervensi hukum negara, dan tekanan dari organisasi sipil mulai menciptakan ruang negosiasi baru, meskipun masih sangat terbatas. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa paneta mawinne merupakan konstruksi sosial yang dinamis atau “medan pertarungan” antara kekuatan tradisi, kepentingan ekonomi-patriarkal, dan tuntutan modernitas akan hak asasi manusia serta kesetaraan gender.
Peran Sosial Orang Tua dalam Pendampingan Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kabupaten Bondowoso: Perspektif Sosiologi Keluarga: The Social Roles of Parents in Supporting the Learning of Children with Special Needs in Bondowoso Regency: A Family Sociology Perspective Aprilia, Fanny
Jurnal ENTITAS SOSIOLOGI Vol. 14 No. 2 (2025): Negotiating Tradition and Modernity
Publisher : Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jes.v14i2.53780

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan individu yang memiliki keterbatasan fisik, mental, maupun sosial yang memerlukan pendampingan khusus, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Dalam perspektif sosiologi keluarga, orang tua memiliki peran sosial yang penting dalam mendukung proses belajar dan sosialisasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sosial orang tua dalam pendampingan belajar ABK di Kabupaten Bondowoso dengan menggunakan Family Role Theory dari Reuben Hill dan Ira L. Reiss. Teori ini memandang keluarga sebagai sistem peran sosial yang diorganisasikan berdasarkan norma dan harapan sosial (role expectation), di mana setiap anggota keluarga menjalankan perannya melalui proses penyesuaian dan negosiasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan informan primer dan sekunder. Hasil penelitian diharapkan dapat menggambarkan dinamika peran sosial orang tua sebagai pendidik, pendamping, dan mediator sosial bagi ABK, serta memperlihatkan bagaimana keluarga menegosiasikan fungsi sosialnya di tengah tuntutan pendidikan dan lingkungan masyarakat. Kata Kunci: peran sosial, orang tua, anak berkebutuhan khusus, sosiologi keluarga, Family Role Theory

Page 12 of 12 | Total Record : 117