cover
Contact Name
Muhrisun Afandi
Contact Email
risonaf@yahoo.com
Phone
+6282242810017
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat
ISSN : 25983865     EISSN : 26143461     DOI : https://doi.org/10.14421/panangkaran
Jurnal Panangkaran merupakan jurnal Assosiasi Peneliti Agama-agama yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai media komunikasi hasil penelitian para peneliti, ilmuwan dan cendekiawan. Tujuannya adalah untuk mewadahi, menyebarluaskan dan mendialogkan wacana ilmiah di bidang penelitian sosial keagamaan. Naskah yang dimuat dalam jurnal berasal dari hasil-hasil penelitian maupun kajian-kajian kritis para peneliti agama atau akademisi yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan sosial keagamaan, kelekturan, pendidikan dan keagamaan, agama dan sains. Jurnal terbit setahun 2 kali pada bulan Juni dan Desember.
Articles 161 Documents
Pertaruhan Keimanan Pascal dan Dampaknya pada Perilaku Beragama Ilham Maulana
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0402-02

Abstract

For a man, his faith would be a base of his worldview, such as his thought about what is good and evil, and also about how he should act of daily life. In the same context but with different view, philosophy explained that metaphysics is a foundation of man's thought. Include about its ethic thought. This article will explain about Pascal’s Wager, about wager of faith, as a foundation of religious behavior. With philosophical approach, it will illustrate how faith that believed by someone could influence his behavior of daily. Thus the result of this article tells that a man’s faith about God and life after death impacts for religious behavior. In contrary if someone couldn’t believe about God and life after death, it also impacts for his behavior. Both are opposed because of differences in knowledge about faith which have an impact on the value system adopt in ethics.[Bagi seorang manusia, keimanannya akan menjadi dasar dari pandangan dunianya (worldview), seperti pemikirannya mengenai apa yang dimaksud dengan baik dan buruk, dan juga mengenai bagaimana seharusnya ia bertindak di kehidupan hariannya. Dalam konteks yang sama namun berbeda pandangan, filsafat menjelaskan bahwa metafisika merupakan fondasi dari pemikiran seseorang. Termasuk tentang pemikiran etikanya. Artikel ini akan menjelaskan mengenai Pertaruhan Pascal (Pascal’s Wager), yakni tentang pertaruhan iman, sebagai fondasi dari perilaku beragama. Dengan pendekatan filsafat, artikel ini akan mengilustrasikan bagaimana iman yang dipercayai oleh seseorang bisa mempengaruhi perilaku hariannya. Jadi hasil dari artikel ini memberitahu bahwa keyakinan seseorang tentang Tuhan dan kehidupan setelah kematian berdampak pada perilaku beragama. Sebaliknya jika seseorang tidak percaya tentang Tuhan dan kehidupan setelah kematian, itu pun berdampak pada perilakunya. Keduanya berlawanan karena adanya perbedaan dalam pengetahuan mengenai iman yang memiliki dampak pada sistem nilai yang diadopsi dalam etika.]
Komunikasi Antar Budaya Madura dan Yogyakarta (Studi Etnografi Adaptasi Speech Code Mahasiswa Madura pada Masyarakat Yogyakarta) Khefti Al Mawalia; Marfuah Sri Sanityastuti
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2019.0302-02

Abstract

This research discusses the adaptation of speech code among Madurese students in Yogyakarta. Speech code adaptation involves intercultural communication; perception, verbal communication, and non-verbal communication. A qualitative method is employed in this study, using ethnographic approach as well as participant observation and in-depth interview. Speech code adaptation  among Madurese students in Yogyakarta could be seen from their intonation, accent, expression, and gesture. Different background of these students has contributed to their different perception and the way they construct the foundation for the process of adaptation with native citizen in Yogyakarta. It is found in this study that students from Madura who live in Yogyakarta adapt their speech code in such manners as; assimilation, separation, integration, and cultural hybridity. Assimilation is used among them to equate the two cultures in a way to maintain their Madurese culture and their attachment to the new culture in Yogyakarta. Separation is the way used by Madurese students to subsist in their own culture, to minimize the interaction, and to their way to cluster themselves in their own culture. Integration is one option among them to keep their own culture in regards to speech code, while it enables them to interact with Yogyakarta people. Cultural hybridity is a way that Madurese students carry out negotiation and adaptation process to gain positive perception within the host culture of Yogyakarta.[Penelitian ini membahas adaptasi logat di kalangan mahasiswa Madura di Yogyakarta. Adaptasi logat melibatkan komunikasi antar budaya yaitu persepsi, komunikasi verbal, dan komunikasi non-verbal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi serta observasi partisipan dan wawancara yang intensif. Adaptasi logat di kalangan mahasiswa Madura di Yogyakarta dapat dilihat dari intonasi, akses, ekspresi dan gerak tubuh yang mereka gunakan. Latar belakang para mahasiswa yang berbeda turut membentuk persepsi mereka dan cara mereka dalam proses adaptasi dengan penduduk asli Yogyakarta. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa yang berasal dari Madura di Yogyakarta mengadaptasi logat bicara dengan cara asimilasi, separasi, integrasi, dan hibrid budaya. Asimilasi dilakukan untuk menyamaratakan budaya yang berbeda dengan mempertahankan budaya Madura dan keterikatan mereka dengan budaya baru di Yogyakarta. Separasi adalah cara yang digunakan mahasiswa Madura ini untuk hidup dengan budaya mereka sendiri dan meminimalkan interaksi dengan cara mengelompokkan diri dengan teman sebudaya mereka sendiri. Integrasi adalah salah satu pilihan mereka untuk menjaga budaya mereka sendiri dalam hal logat dan memungkinkan mereka supaya dapat berinteraksi dengan masyarakat Yogyakarta. Hibrid budaya adalah cara mahasiswa Madura ini melakukan proses negoisasi dan adaptasi untuk memperoleh persepsi positif dalam kehidupan budaya tuan rumah yakni Yogyakarta.]
Dialog Antar Agama-Konflik: Jalan Damai Konflik Islam-Kristen di Aceh Singkil Tahun 2015 Winda Ika Pratiwi
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0401-02

Abstract

The problem of inter-religious harmony is a necessity in the context of religious diversity in Indonesian society. In accordance to this, the paper tries to find out the efforts to resolve religious conflicts in Aceh Singkil. This paper highlights two main problems, namely; First, how is the relationship between Islam and Christianity in Aceh Singkil? Second, how to build a harmonious relationship between Islam and Christianity between the two. The method used in this research is Library Research, by collecting data through relevant books. magazines, leaflets dealing with research problems and objectives. The results find that the dynamics of inter-religious relations in Aceh Singkil is undergoing a social shift between Muslim and Christian communities. It can be concluded that according to Adian Husaini, in order to build harmonious relations between Islam and Christianity in Indonesia, Muslims and Christians must still hold fast to their beliefs and must be obedient with their teachings, without having to inflame the truth claim by assuming all religions are the same or something.[Persoalan kerukunan antar umat beragama merupakan suatu keniscayaan dalam konteks keberagaman agama dalam masyarakat Indonesia. Berkaitan dengan upaya menjaga kerukunan antar umat beragama, Tulisan ini merupakan hasil penelitian upaya resolusi konflik keagamaan di Aceh Singkil, tulisan ini menyorot dua masalah utama, yaitu; Pertama, bagaimana hubungan Islam dan Kristen di Aceh Singkil? Kedua, bagaimana cara membangun hubungan harmonis Islam dan Kristen antar keduanya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Library Research, yaitu cara pengumpulan data melalui buku-buku yang releven. majalah, liflet yang berkenaan dengan masalah dan tujuan penelitian. Dari hasil penelusuran atas masalah ini, dinamika hubungan antarumat beragama di Aceh Singkil mengalami pergeseran social antar masyarakat Muslim dan Kristen. dapat disimpulkan bahwa menurut Adian Husaini untuk membangun hubungan harmonis Islam dan Kristen di Indonesia, kaum muslimin dan Kristen tetap harus berpegang teguh pada keyakinannya dan harus jujur terhadap ajarannya. Tanpa harus mengobarkan klaim kebenaran tersebut dengan menganggap semua agama sama atau semacamnya.]
Two Faces of Veil in the Quran: Reinventing Makna Jilbab dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Maqāshidi dan Hermeneutika Ma’nā cum Maghzā Egi Tanadi Taufik
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2019.0302-05

Abstract

Contemporary Qur’an and Hadith scholars are challenged in their way to develop comprehensive research while observing the realia in a multidisciplinary and cognitive perspective so that authoritative and arbitrary interpretations would not appear. This article examines the theory of Maqāshid al-Qur’an and Ma’nā cum Maghzā promoted by two scholars, Abdul Mustaqim and Sahiron Syamsuddin, especially in the context of reinventing the meaning of jilbab/hijab. The validity of Maqashidī and Ma’nā cum Maghzā interpretation is equivalent based in its process on identifying values of the Qur’anic text to develop moral-based interpretations. Through the maqāshidi interpretation approach, the development of hijab is observed as an effort of protection, prevention the rights of the mind, soul, body, family, financial, and ishahah to the legal, political, and sharia implications. On the other side, through the Ma’nā cum Maghzā approach, the development of hijab has experienced the axiological shift from ethical values to aesthetic one so that societal reception on its magnificence and sublimities have changed its position from within the fundamental-productive aspects of hifzh al-nasl which were originally istihsan towards dharuriyyat. Interpretation products emerged from the methodology of Maqāshidi and Ma’nā cum Maghzā are inclined to the conclusion that the use of the hijab in Indonesia needs to be adjusted to the needs of the community which underlining the dimensions of temporality and locality, so that an interpreter needs to observe the ahhām marhaliyāt (temporal law) philosophically, critically, and contextually.[Sarjana Alquran dan Hadis kontemporer dituntut untuk mengembangkan kajian yang komprehensif dengan mengamati realita dalam perspektif multidisiplin dan rasional sehingga tafsir otoritatif dan sewenang-wenang tidak akan muncul. Artikel ini membahas teori Maqāshid al-Qur’an dan Ma’nā cum Maghzā yang dikemukakan oleh dua ulama, Abdul Mustaqim dan Sahiron Syamsuddin, terutama dalam konteks memaknai kembali arti jilbab/ hijab. Validitas interpretasi Maqashidī dan Ma’nā cum Maghzā dalam hal ini setara kedudukannya berdasarkan prosesnya dalam mengidentifikasi nilai-nilai teks Alquran untuk mengembangkan interpretasi berbasis moral. Melalui pendekatan interpretasi maqāshidi, pengembangan jilbab diamati sebagai upaya perlindungan, pelanggaran hak-hak pikiran, jiwa, tubuh, keluarga, keuangan, dan ishahah terhadap implikasi hukum, politik, dan syariah. Di sisi lain, melalui pendekatan Ma’nā cum Maghzā, pengembangan jilbab telah mengalami pergeseran aksiologis dari nilai-nilai etis ke nilai estetika sehingga penerimaan masyarakat atas kemegahan dan keagungannya telah mengubah posisinya dari dalam aspek fundamental-produktif dari hifzh al-nasl yang awalnya istihsan menuju dharuriyyat. Produk tafsir yang berasal dari metodologi Maqāshidi dan Ma’nā cum Maghzā cenderung pada kesimpulan bahwa penggunaan jilbab di Indonesia perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang menggarisbawahi dimensi temporalitas dan lokalitas, sehingga seorang penafsir perlu mengamati ahhām marhaliyāt (hukum temporal) secara filosofis, kritis, dan kontekstual.] 
Pengaruh Indeks Produksi Industri (IPI), Sertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS), Inflasi dan Nilai Tukar terhadap Indeks Saham Syariah Indoneisa (periode 2012-2018) Muhammad As Shadiqqy
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2019.0301-03

Abstract

The Indonesian Sharia Stock Index (ISSI) is one of the stock indexes that calculates an average price index for types of business activities to meet sharia criteria. Macroeconomic conditions often lead to market sentiment and turmoil at ISSI. This study aims to analyze the effect of the industrial production index, sharia-compliant Indonesian bank certificates, inflation and the Rupiah Exchange Rate on the Sharia Stock Index, focuses on period of 2012 to 2018.This study based on secondary data which consist of monthly data content and the data of macroeconomic variable. The collected data was analyzed using stationarity test, granger test, co-integration test and VAR test. The variables tested in this study were IPI, SBIS, inflation and the exchange rate against ISSI variables. It is found in this study that SBIS, inflation and the exchange rate has a one-way causality relationship with ISSI. The variable that has the biggest shock effect is inflation with an effect of 2.82 percent in the second period and increased to 18.9 percent in the 10th period.[Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) adalah salah satu indeks saham yang menghitung indeks harga rata-rata untuk jenis kegiatan bisnis yang berguna untuk memenuhi kriteria syariah. Kondisi ekonomi makro sering menyebabkan sentimen pasar dan kekacauan di ISSI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indeks produksi industri, sertifikat bank Indonesia yang syariah, inflasi dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Indeks Saham Syariah, berfokus pada periode 2012 hingga 2018.Penelitian ini didasarkan pada data sekunder yang terdiri dari konten data bulanan dan data variabel ekonomi makro. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji stasioneritas, uji granger, uji co-integrasi dan uji VAR. Variabel yang diuji dalam penelitian ini adalah IPI, SBIS, inflasi dan nilai tukar terhadap variabel ISSI. Penelitian ini menemukan bahwa SBIS, inflasi dan nilai tukar memiliki hubungan kausalitas satu arah dengan ISSI. Variabel yang memiliki efek guncangan terbesar adalah inflasi dengan efek 2,82 persen pada periode kedua dan meningkat menjadi 18,9 persen pada periode ke-10.]
Interaksi Sosial antar Pemeluk Agama di Madinah Era Nabi Muhammad Saw Perspektif Kajian Hadis Landy Trisna Abdurrahman
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2021.0501-06

Abstract

The interaction between human beings, regardless of the differences, is a necessity. Also interaction and intercommunication between religious communities is no exception in this contemporary era. However, there are various narratives that are quite discriminatory in Islam which can be used as a basis for discriminating against and hating followers of other religions. Whereas in the early era of Islam, especially in the era of Medina, the Prophet Muhammad (PBUH) had interacted with followers of other religions, especially Jews, Christians, Magi (majusi), and Pagans. Even Medina before the Prophet's era was a fairly plural area in terms of belief and religion. This paper is written by asking questions (1) how was the social interaction at the beginning of the Prophet Muhammad in Medina from the perspective of hadith, and (2) what is the “basic idea” contained in the hadith narrations that recorded social interactions in Medina during the era of the Prophet Muhammad? The results of the research in this paper found that there were social interactions between religious communities that were quite intense and in the principle of helping each other and obeying the Prophet Muhammad as a leader. The basic idea in the hadith narrations that record social interactions at that time is that the Prophet Muhammad SAW punished or attacked people of other religions because of their disobedience and disobedience, not solely because of their beliefs.[Interaksi antar umat manusia, apapun perbedaannya, adalah hal yang niscaya. Tak terkecuali interaksi antar umat beragama di era kontemporer ini. Namun terdapat berbagai narasi yang cukup diskriminatif dalam agama Islam yang bisa dijadikan dasar untuk bertindak diskriminatif dan membenci pemeluk agama lain. Padahal pada era awal Islam, terutama pada era Madinah, Nabi Muhammad SAW telah berinteraksi dengan umat pemeluk agama lain, terutama Yahudi, Nasrani, Majusi, dan kaum Pagans. Bahkan Madinah sebelum era Nabi adalah daerah yang cukup plural dari sisi kepercayaan dan agama. Makalah ini ditulis dengan mengajukan pertanyaan (1) bagaimana interaksi sosial pada masa awal Nabi Muhammad di Madinah dalam perspektif hadis, serta (2) ide dasar apa yang terkandung dalam riwayat-riwayat hadis yang merekam interaksi sosial di Madinah pada era Nabi Muhammad SAW? Hasil penelitian dalam makalah ini menemukan bahwa terdapat interaksi sosial antar umat beragama yang cukup intens dan dalam prinsip saling membantu serta menaati Nabi Muhammad sebagai seorang pemimpin. Ide dasar pada riwayat-riwayat hadis yang merekam interaksi sosial pada masa tersebut adalah Nabi Muhammad SAW menjatuhkan hukuman atau menyerang umat beragama lain dikarenakan perilaku mereka yang tidak menaati serta membangkang, bukan semata-mata karena keyakinan yang mereka anut.]
Audio Visual Dakwah Media Baru Khalid Basalamah Perspektif Honeycomb Social Media Apang Abdul Goffar; Nanda Fahrun Nisa
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2021.0501-07

Abstract

This article describes the audio-visual da'wah as a form of da'wah innovation in the digital era. By using the honeycomb social media concept, this paper will explore the role of the seven honeycomb social media frameworks in audio-visual da'wah activities on YouTube. This paper focuses on the discussion of the audio-visual da'wah conducted by Ustadz Khalid Basalamah on his personal YouTube channel. Khalid Basalamah Official Channel is one of the audio-visual da'wah activists through YouTube which has the most subscribers and its da'wah is in great demand by many people. By using the virtual observation method or online observation of audio-visual da'wah conducted by Ustadz Khalid Basalamah on his youtube channel. This article is important to read if you want to see the role of the honeycomb concept that has emerged in the last 10 years in the world of media studies and is widely used as a reference by social media researchers, in connection with Ustadz Khalid Basalamah's audio-visual da'wah activities on YouTube. Finally, it is known that there are two blocks in the honeycomb social media framework that have a role in seeing the success of Ustadz Khalid Basalamah's audio-visual da'wah.[Artikel ini menjelaskan tentang audio visual dakwah sebagai bentuk inovasi dakwah di era digital. Dengan menggunakan konsep honeycomb social media, tulisan ini akan mengeksplorasi peran tujuh kerangka honeycomb social media dalam aktivitas audio visual dakwah di youtube. Tulisan ini memfokuskan pembahasan pada audio visual dakwah yang dilakukan oleh Ustadz Khalid Basalamah di kanal youtube pribadinya. Kanal Khalid Basalamah Official merupakan salah satu aktivis audio visual dakwah melalui youtube yang memiliki pelanggan terbanyak dan dakwahnya sangat diminati oleh banyak kalangan. Dengan menggunakan metode pengamatan virtual atau pengamatan online atas dakwah audio visual yang dilakukan oleh Ustadz Khalid Basalamah di kanal youtubenya. Tulisan ini penting untuk dibaca jika ingin melihat peran konsep honeycomb yang muncul dalam 10 tahun terakhir di dunia media studies dan banyak dijadikan rujukan oleh para peneliti media sosial, dalam hubungannya dengan aktivitas audio visual dakwah Ustadz Khalid Basalamah di youtube. Akhirnya diketahui bahwa terdapat dua blok dalam kerangka honeycomb social media yang memiliki peran dalam melihat keberhasilan audio visual dakwah Ustadz Khalid Basalamah.]
The Significance of Psychosocial Well-Being for Trauma Healing in Randa Abdel-Fattah's Where The Streets Had a Name Lisa Aulia
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0401-07

Abstract

This paper elaborates an in-depth research on the novel Where the Streets Had a Name. This research aims to analyze trauma as the impact of Palestinian-Israeli conflict to Hayaat. Hayaat a Palestinian that is exposed to traumatic memory end up coping with her traumatic memory in the conflicting country, and Hayaat finds one of her trauma healing from Israelis as the party that threatens and intimidates Palestinians. Trauma is a psychological injury which is caused by emotional shock. As this research uses the qualitative method, this research aims to explain trauma healing on Hayaat. To analyze the change that Hayaat experience because of trauma, this research uses trauma theory by Nigel C. Hunt. The theory discusses how trauma emerges traumatic symptoms such as intrusive recollections, avoidance, negative emotions and thoughts, and hyperarousal to traumatized people. The theory brings a solution up to help traumatized people to cope with trauma. By the presence of psychosocial well-being, Hayaat successfully cope with her trauma.[Penelitian ini meneliti novel Where the Streets Had a Name dengan tujuan untuk menganalisis dampak atas konflik Palestina-Israel terhadap Hayaat. Hayaat adalah orang Palestina yang terpapar kejadian traumatis dan berhasil sembuh dari trauma di negara yang sedang berkonflik. Ia disembuhkan oleh orang-orang Israel yang selama ini mengancam dan mengintimidasi orang-orang Palestina. Trauma merupakan penyakit kejiwaan yang disebabkan oleh emosi yang terguncang. Sebagai sebuah penelitian kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penyembuhan trauma terhadap Hayaat. Untuk menganalisis trauma yang dialami Zeynab, penelitian ini menggunakan teori trauma oleh Nigel C. Hunt. Teori tersebut membahas bagaimana trauma memunculkan simtom-simtom trauma seperti ingatan yang menggangu, pengabaian, emosi dan pikiran negatif, serta perubahan emosi serta tingkah laku terhadap orang-orang yang menderita trauma. Teori tersebut menyuguhkan solusi atas trauma yang dialami oleh penderita. Kehadiran psikososial membantu Hayaat untuk mengatasi trauma yang ia alami.]
Determinan Foreign Direct Investment (FDI) di Negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Periode 2010-2019 Weri Mahendra
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0401-06

Abstract

This study explains how the influence of GDP, exports, HDI, corruption perception index and democracy index on Foreign Direct Investment (FDI) in 15 OIC countries, namely Kazakhstan, Saudi Arabia, Indonesia, Turkey, Malaysia, United Arab Emirates, Azerbaijan, Egypt, Nigeria, Lebanon, Morocco, Tunisia, Bangladesh, Pakistan, Albania in 2010-2019. The existence of Foreign Direct Investment in a country can be useful as state revenue from tax sources, as well as the relationship between technology transfer, transfer of management expertise, development of entrepreneurial output and increasing the rate of national income in the economy. This study uses quantitative methods with secondary data and data collection through the World Bank, Transparency International, United Nations Development Program (UNDP) and The Economist Intelligence Unit. This study also uses panel data regression with the best model approach, namely the Random Effect Model (REM), to determine how much influence the independent variables such as GDP, exports, HDI, corruption perception index and democracy index have on the dependent variable (FDI). Based on the results of the F test obtained, it shows that in general the five independent variables have a positive and significant effect on FDI. Meanwhile, the T test results show that the GDP and export variables have a positive and significant effect on FDI. In the HDI variable, the corruption perception index and the democracy index have no effect on FDI.[Penelitian ini menjelaskan bagaimana pengaruh PDB, ekspor, IPM, indeks persepsi korupsi dan indeks demokrasi terhadap Foreign Direct Investment (FDI) di 15 negara OKI yaitu Kazakhstan, Arab Saudi, Indonesia, Turki, Malaysia, Uni Emirat Arab, Azerbaijan, Mesir, Nigeria, Libanon, Moroko, Tunisia, Bangladesh, Pakistan, Albania pada tahun 2010-2019. Adanya Foreign Direct Investment  dalam suatu negara dapat bermanfaat sebagai penerimaan negara dari sumber pajak, serta adanya hubungan alih teknologi, transfer keahlian manajemen, perkembangan wirausaha output serta menaikkan laju pendapatan nasional dalam perekonomian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder dan pengambilan data melalui World Bank, Transparency International, United Nations Development Programme (UNDP) dan The Economist Intelligence Unit. Penelitian ini juga menggunakan regresi data panel dengan pendekatan model terbaik yaitu Random Effect Model (REM), untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas seperti PDB, ekspor, IPM, indeks persepsi korupsi dan indeks demokrasi terhadap variabel terikat (FDI). Berdasarkan hasil uji F yang diperoleh, menunjukkan bahwa secara umum kelima variabel bebas berpengaruh positif dan signifikan terhadap FDI. Sedangkan pada hasil uji T menunjukkan bahwa variabel GDP dan ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap FDI. Pada variabel HDI, indeks persepsi korupsi dan indeks demokrasi tidak memiliki pengaruh terhadap FDI.]
Respon Masyarakat Lokal dalam Menghadapi Pandemi COVID-19: Studi Masyarakat Pengrajin Bambu di Desa Muntuk Erna Fitri Utami
Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : LP2M UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/panangkaran.2020.0402-05

Abstract

The COVID-19 pandemic is a non-physical disaster that has quite an impact on various aspects of life, one of which is in the economic sector. The existence of this pandemic has paralyzed economic activity in various countries, one of which is Indonesia. So that society must try to stay alive. This study aims to determine the socio-economic conditions of the bamboo craftsmen community during the COVID-19 pandemic. In addition, this study aims to determine the efforts made by bamboo craftsmen to survive in the midst of uncertain conditions. This study used a qualitative descriptive research method, namely to describe the factors that caused the bamboo craftsmen community in Muntuk Village experienced economic downturn. Furthermore, through this method the bamboo craftsmen community will respond in order to remain resilient so that they can survive in the new normal era.The results of this study indicate that the bamboo craftsmen experienced an economic downturn caused by several factors, including the Large-Scale Social Restriction (PSBB) policy, regional quarantine, increased community living costs, decreased prices and numbers of bamboo handicraft orders, and school fees in the future online learning. Seeing these conditions, bamboo craftsmen must shape themselves to remain resilient. The response has been to continue producing bamboo handicrafts, switching to mobile vendors and online shops, and building market relationships with various parties such as restaurants, hotels, markets and company.[Pandemi COVID-19 merupakan bencana non fisik yang cukup berdampak di berbagai aspek kehidupan, salah satunya di sektor ekonomi. Keberadaan pandemi ini melmpuhkan kegiatan perekonomian di berbagai Negara, salah satunya Indonesia. Sehingga masyarakat harus berusaha untuk agar tetap bertahan hidup.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat pengrajin bambu di masa pandemi COVID-19. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh pengrajin bambu agar tetap bertahan hidup di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yakni untuk mendeskripsikan dan memaparkan faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat pengrajin bambu di Desa Muntuk mengalami keterpurukan ekonomi. Lebih lanjut, melalui metode ini akan dipaparkan bagaiamana respon masyarakat pengrajin bambu agar tetap resiliens sehingga mampu bertahan di era normal baru.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pengrajin bamboo mengalami keterpurukan ekonomi yang disebabkan oleh beberapa  faktor, di antaranya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), karantina wilayah, meningkatnya biaya hidup masyarakat, menurunnya harga dan jumlah pesanan kerajinan bambu, dan biaya sekolah di masa pembelajaran daring. Melihat kondisi tersebut, pengrajin bambu harus membentuk diri mereka agar tetap resiliens. Adapun respon yang dilakukan adalah dengan tetap memproduksi kerajinan bambu, beralih menjadi pedagang keliling dan online shop, serta membangun relasi pasar dengan berbagai pihak seperti restaurant, hotel, pasar dan PT.]

Page 9 of 17 | Total Record : 161