cover
Contact Name
Bambang Sugiantoro
Contact Email
bambang.sugiantoro@uin-suka.ac.id
Phone
+6287880724907
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Studi Cyber Security Sunan Kalijaga Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Cyber Security dan Forensik Digital (CSFD)
ISSN : -     EISSN : 26158442     DOI : -
Core Subject : Science,
Cyber Security dan Forensik Digital (CSFD), published by Center of Cyber Security Sunan Kalijaga, Faculty of Science and Technology - UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. This journal published twice a year, May and November, in the fields of Cyber Security and Digital Forensics.
Articles 107 Documents
PERANCANGAN INTRUSION DETECTION SYSTEM MENGGUNAKAN HONEYPOT PADA UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA Allan Desi Alexander; Ratna Salkiawat; Joni Warta
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.1.2379

Abstract

Internet sudah menjadi bagian vital dari sebuah institusi yang membawa keuntungan yang besar bagi penggunanya tetapi disisi lain ada segelintir pengguna yang melakukan kegiatan yang mengambil keuntungan dari system lain dengan cara melakukan penyerangan dengan menggunakan berbagai software yang berbahaya seperti virus, worm, trojan horse, spyware dan lainnya.Honeypot system sering digunakan sebagai bagian dari system pendeteksi serangan (IDS, Intrusion Detection System) yang mampu mendeteksi ancaman yang terjadi pada sebuah jaringan komputer, keuntungan dari honeypot tidak hanya mendeteksi berbagai serangan tetapi dapat juga membuat sebuah system yang berpura-pura memiliki titik kelemahan yang sangat tinggi sehingga mudah diserang oleh malware. Dan jika malware menjalankan aktifitasnya system honeypot akan mencatat dan hasil dari catatannya dapat dianalisa guna menangani dan pemulihan selama dan setelah serangan terjadi.Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) merupakan sebuah institusi dibawah Yayasan Brata Bakti yang memiliki kedekatan dengan POLRI, hubungan ini memiliki daya Tarik bagi penyerang karena mereka menyangka bahwa Ubhara Jaya adalah bagian dari POLRI dan dampaknya jaringan komputer Ubhara Jaya kerap mendapatkan serangan berupa malware bahkan pada Februari 2018 serangan tersebut sempat melumpuhkan jaringan dan sebagian sistem yang ada.
ANALISIS LIVE FORENSIC PADA WHATSAPP WEB UNTUK PEMBUKTIAN KASUS PENIPUAN TRANSAKSI ELEKTRONIK Syaza Dyah Utami; Carudin Carudin; Azhari Ali Ridha
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.1.2416

Abstract

Internet tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, namun juga dapat menimbulkan dampak negatif. Salah satunya yaitu kejahatan dunia maya. Sosial media yang sering digunakan oleh masyarakat dapat disalahgunakan untuk dijadikan sebagai media kejahatan. Salah satunya melalui sosial media yang popular di Indonesia, yaitu Whatsapp. Kasus penipuan melalui aplikasi Whatsapp sering terjadi di Indonesia, sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut agar kasus kejahatan tersebut dapat diselesaikan dan pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Live forensic sebagai cabang ilmu Digital Forensic dapat digunakan untuk mencari bukti digital terkait kasus penipuan dari perangkat bukti yang masih dalam kondisi menyala (on). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan kasus penipuan transaksi elektronik pada Whatsapp web dengan menggunakan metode Live forensic. Metodologi NIST (National Institute of Standards and Technology) dengan tahapan koleksi, pemeriksaan, analisis, dan reporting digunakan pada penelitian ini. Pencarian bukti digital dilakukan pada laptop pelaku, sedangkan smartphone korban dijadikan sebagai pembanding. Bukti digital yang dianalisis berupa teks percakapan, gambar, dan video. Live forensic dilakukan dengan RAM imaging serta akuisisi log file, cache, dan riwayat browser dengan menggunakan FTK Imager dan Browser History Viewer. Hasil penelitian yaitu teks percakapan, filename gambar, filename video, timestamp, history, nomor rekening pelaku, dan nomor handphone korban yang merupakan bukti digital untuk pembuktian kasus. Bukti digital dari proses Live Forensic merupakan bukti yang sah berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
PERBANDINGAN HASIL INVESTIGASI BARANG BUKTI DIGITAL PADA APLIKASI FACEBOOK DAN INSTAGRAM DENGAN METODE NIST Rizqi Rahmansyah
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.1.2421

Abstract

Kemajuan teknologi sudah sangat berkembang pada masa ini, salah satunya adalah dibidang media penyebaran informasi. Media penyebaran informasi yang berkembang ini salah satunya ditandai dengan hadirnya sosial media yang sering diakses masyarakat. Sosial media yang sering diakses masyarakat diantara-Nya adalah Facebook dan Instagram karena kedua sosial media tersebut mudah untuk diakses hanya dengan sebuah ponsel pintar. Informasi yang beredar melalui sosial media tidak selamanya benar, ada kalanya informasi yang tersebar pada sosial media merupakan berita palsu atau hoaks. Dikarenakan banyaknya kasus penyebaran berita palsu atau hoaks ini melalui sosial media yang bisa diakses oleh masyarakat via smartphone mereka maka diperlukan ilmu Mobile Forensic untuk kepentingan investigasi barang bukti digital dari pelaku penyebar hoaks yang telah dihapus baik berupa unggahan gambar ataupun teks pesan. Dalam melakukan penelitian ini metode yang akan digunakan adalah sebuah metode yang dikeluarkan oleh NIST (National Institute of Standards and Technology) dimana tahapan-tahapan dari metode itu terdiri dari Collection, Examination, Analysis, Reporting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan bantuan aplikasi Magnet Axiom Process dan Magnet Axiom Examine proses forensik pada ponsel bisa dilakukan dengan mudah selain itu hasil perhitungan perbandingan persentase barang bukti digital yang didapatkan menunjukkan aplikasi Instagram mendapatkan barang bukti sebesar 75% sedangkan Facebook hanya sebesar 37,5% dari 12 barang bukti yang ingin didapatkan. ni menunjukkan bahwa barang bukti yang didapatkan oleh aplikasi Instagram jauh lebih banyak dibandingkan Facebook. Selain itu waktu dilakukannya proses forensik setelah kejadian penghapusan mempengaruhi hasil dari barang bukti digital yang didapatkan.
PENGUKURAN RISIKO DAN EVALUASI KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN INDEKS KEAMANAN INFORMASI DI BKD XYZ BERDASARKAN ISO 27001 / SNI Tri Rochmadi; Ike Yunia Pasa
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.1.2439

Abstract

Digitalisasi tidak bisa dihindari di era revolusi industri 4.0 termasuk di pemerintahan. Selain memberikan manfaat yang luar biasa pada sisi efisiensi dan efektiftas kerja, namun juga meninggalkan ancaman tentang data privasi atau keamanan informasi. Atas dasar ancaman yang dimungkinkan banyak terjadi akibat digitalisasi tersebut, maka perlu adanya pengukuran bagaimana keamanan informasi pada BKD XYZ agar bisa dijadikan evaluasi dan perbaikan. Hal ini dimaksudkan agar BKD XYZ bisa melindungi asset data dan informasi atau mencegah adanya serangan dari ancaman-ancaman yang mungkin saja terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Indeks KAMI sebagai tool pengukuran dan evaluasi keamanan informasi di BKD XYZ. Dari hasil penelitian yang dilakukan, bahwasanya BKD XYZ masih berada pada tingkat tidak layak untuk benar-benar bisa menerapkan keamanan informasi yang ideal. Sehingga dibutuhkan tindak lanjut sesuai rekomendasi perbaikan, agar BKD XYZ bisa mencapai kesiapan sertifikasi ISO 27001/SNI.
PENGEMBANGAN APLIKASI INFORMATION GATHERING MENGGUNAKAN METODE HYBRID SCAN BERBASIS GRAPHICAL USER INTERFACE Mardhani Riasetiawan; Akas Wisnuaji; Dedy Hariyadi; Tri Febrianto
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.1.2449

Abstract

Sebagian analis keamanan sistem dan jaringan komputer menyatakan aplikasi atau alat bantu pengujian berbasis Command-line Interface (CLI) sangat mempermudah pekerjaan. Namun, tidak banyak aplikasi tersebut tidak komprehensif baik cara menganalisis maupun hasil laporannya. Laporan pada proses pengujian keamanan sistem dan jaringan komputer diharapkan minimal terdiri dari dua tipe, yaitu keperluan manajemen dan tim teknis. Tulisan ini diusulkan pengembangan aplikasi atau alat bantu pengujian keamanan sistem dan jaringan komputer yang komprehensif dan memiliki laporan yang memudahkan tim manajemen dan tim teknis. Pada pengembangan ini menggunakan bahasa pemrograman Python dengan module TKInter untuk menghasilkan aplikasi berbasis Graphical User Interface (GUI). Dengan menggunakan aplikasi GUI harapannya dapat digunakan oleh siapapun. Fokus pengembangan aplikasi ini yaitu pada tahapan Information Gathering yang menggunakan metode Hybrid Scan,yaitu: Passive dan Active. Passive Scan menggunakan 11 Application Programming Interface (API) sedangkan Active Scan menggunakan Socket Module Python dan berberapa aplikasi native yang berjalan di GNU/Linux.
IDENTIFIKASI BUKTI DIGITAL INSTAGRAM WEB DENGAN LIVE FORENSIC PADA KASUS PENIPUAN ONLINE SHOP erly ariyanti
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.2.2436

Abstract

Salah satu peran media sosial adalah tempat untuk mempromosikan dan menjual produk dagangannya. Penggunaan media sosial tidak hanya memberi dampak positif, tetapi juga dampak negatif bagi user ketika digunakan sebagai media untuk melakukan tindak kejahatan, salah satunya penipuan online shop pada Instagram. Berdasarkan statistik dari Direktorat Tindak Pidana Siber Kepolisian Republik Indonesia pada tahun 2020 menerima 649 kasus pengaduan penipan online dari total 2.259 laporan kejahatan. Pelaku penipuan online shop dapat menghapus percakapan dengan korban yang dapat dijadikan sebagai bukti digital. Oleh karena itu diperlukan penanganan forensik untuk mengidentifikaksi bukti digital yang telah dihapus tersebut menggunakan metode live forensic. Sedangkan untuk metodologi menggunakan NIST (National Institute of Standards and Technology). Tools yang digunakan dalam penelitian yaitu FTK Imager dan Browser History Viewer. Pencarian bukti digital didapatkan dari barang bukti berupa laptop pelaku, sedangkan smartphone milik korban dijadikan sebagai pembanding. Hasil pencarian pada bukti digital yang dihapus mendapatkan 39 percakapan, 36 diantaranya berupa teks dan 3 lainnya berupa gambar. Hasil identifikasi yang didapat berupa waktu kejadian, nama korban, nama pelaku, nama Instagram korban, nama Instaram pelaku, nomor HP korban, nomor rekening pelaku, nama rekening pelaku dan total kerugian korban atau jumlah uang yang dikirm korban kepada pelaku.
ANALISIS TINGKAT KEMIRIPAN SUARA SEBAGAI BUKTI DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK AUDIO FORENSIK Mia Nuur Aini
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.2.2445

Abstract

Kejahatan penipuan menempati posisi teratas pada tahun 2019 dengan salah satu media yang digunakan ialah telepon seluler. Pada tahun tersebut di Indonesia mendapat sebanyak 1.617 laporan terkait penipuan pada situs patroli siber. Salah satunya ialah penipuan melalui panggilan telepon. Hal ini menyebabkan korban penipuan tidak mengetahui atas siapa orang dibalik suara panggilan tersebut. Sehingga dibutuhkan sebuah metode yang dapat mengetahui tingkat kemiripan suara yang dimiliki pelaku penipuan maupun menyelesaikan permasalahan yang bersangkutan dengan audio/suara. Audio forensik merupakan salah satu cabang bidang ilmu digital forensik untuk menganalisa barang bukti audio ataupun rekaman suara dengan empat tahapan, diantaranya ialah acquisition, audio enhancement, decoding dan voice recognition. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap nilai pitch dan formant pada tahap voice recognition. Hasil dari analisis pitch dan formant menunjukkan bahwa subyek ke dua mempunyai tingkat kemiripan lebih tinggi terhadap suara yang barang bukti. Dengan perbandingan ketiga subyek pada analisis formant ialah subyek 1 dan subyek 2 mempunyai kemiripan suara sebanyak 2 kata dan subyek 3 mempunyai kemiripan 3 kata sedangkan hasil dari analisis pitch ialah subyek 1 mempunyai kemiripan suara sebanyak 16 kata, subyek 2 mempunyai kemiripan suara sebanyak 30 kata dan subyek 3 tidak memiliki kemiripan sama sekali.
ANALISIS PENEMUAN BARANG BUKTI DIGITAL MELALUI REKAMAN SUARA MENGGUNAKAN PRAAT DENGAN METODE AUDIO FORENSIK Hafiz Pratama S Nawawi
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.2.2638

Abstract

Perkembangan zaman saat ini membawa pengaruh besar kedalam dunia digital, informasi bisa diterima sangat cepat, namun dalam menerima informasi yang didapat seringkali masyarakat salah menggunakan nya, salah satu diantaranya informasi penyebaran hoax mengenai vaksin sinovac yang masuk ke Indonesia, banyak opini yang masyarakat terima tentang hal negatif setelah melakukan vaksin tersebut. Salah satunya berupa rekaman suara yang beredar tentang informasi bohong vaksin tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan rekaman suara yang diterima identik atau tidak berdasarkan jenis kelamin. Oleh karena itu perlu penanganan forensik untuk mengidentifikasi bukti digital dengan menggunakan metode audio forensik. Sedangkan metodologi yang digunakan adalah SOP 12 DFAT (Digital Forensic Analyst Team) dengan melakukan proses akuisisi, enhancement, decoding dan voice recognition. Tools yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Adobe Audition CS6, Praat , dan Gnumeric. Analisis dilakukan dengan mencari nilai statistik pitch, formant dan, spectrogram dimana dari hasil ketiga komponen suara tersebut. Hasil yang didapat dari tujuh sampel suara yang identik dengan barang bukti yaitu sampel suara ke-7 dan jenis kelamin dari masing masing rekaman suara yang dimiliki yaitu tujuh orang laki-laki dan satu orang perempuan. Bukti yang ditemukan merupakan bukti yang sah berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU ITE No 19 Tahun 2016 Pasal 28 Ayat 1 mengenai berita penyebaran hoaks di media elektronik.
UJI KERENTANAN SMART HOME MENGGUNAKAN METODE SQUARE UNTUK MENDUKUNG SMART CAMPUS Arini Arini; Nurul Faizah Rozy; Iik Muhammad Malik Matin
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.2.3355

Abstract

Transformasi teknologi saat ini telah berdampak pada banyak aspek termasuk pada dunia pendidikan. Kampus sebagai penyelenggara pendidikan tinggi dituntut dapat bertransformasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan pendekatan teknologi. Smart campus merupakan teknologi yang dapat mengintegrasikan proses bisnis organisasi seperti pembelajaran, manajemen perpustakaan, dan manajemen kampus lainnya. Smart campus dapat diintegrasikan dengan smart home. Perangkat-perangkat smart home seperti gadget, laptop, speaker yang dapat dikontrol secara otomatis dapat menunjang kegiatan akademik. Namun keamanan menjadi hal yang krusial. Kampus sebagai penyedia layanan akademik harus menjamin keamanan informasi demi keberlangsungan kegiatan akademik. Untuk itu diperlukan suatu uji kerentanan pada smarthome untuk mendukung smart campus untuk menjamin keamanan proses bisnis organisasi. Penelitian ini kami melakukan pengujian kerentanan pada smarthome menggunakan metode SQUARE. Pengujian menargetkan pada teknologi teleconference dan e-learning. Hasil dari penelitian ini berupa usulan-usulan persayaratan keamanan sebagai mitigasi risiko serangan jaringan pada smarthome. The current technological transformation has had an impact on many aspects, including the world of education. Campuses as providers of higher education are required to be able to transform to improve the quality of education with a technological approach. Smart campus is a technology that can integrate organizational business processes such as learning, library management, and other campus management. Smart campus can be integrated with smarthome. Smart home devices such as gadgets, laptops, speakers that can be controlled automatically can support academic activities. But security is crucial. Campuses as academic service providers must ensure information security for the continuity of academic activities. For that we need a vulnerability assessment on smarthomes to support smart campuses to ensure the security of the organization's business processes. In this study, we conducted vulnerability testing on smarthomes using the SQUARE method. testing targets teleconferencing and e-learning technologies. The results of this study are in the form of proposals for security requirements to mitigate the risk of network attacks on smarthomes.
ANALISIS STATIK KEAMANAN APLIKASI VIDEO STREAMING BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN MOBILE SECURITY FRAMEWORK (MOBSF) Fitri Nurindahsari; Bita Parga Zen
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2021.4.2.3373

Abstract

Video streaming yaitu layanan transmisi video dan audio melalui internet. Layanan ini dibroadcast kepada banyak pengguna yang mengakses suatu situs video online. Pengguna aplikasi video streaming di Indonesia mengalami peningkatan selama 4 tahun terakhir. Kondisi saat ini yang masih dalam masa pandemi semakin meningkatkan keinginan masyarakat untuk menggunakan aplikasi video streaming, terkhusus aplikasi video streaming berbasis android. Kita sebagai pengguna Aplikasi video streaming tidak bisa mengabaikan keamanan dari aplikasi tersebut. Dengan banyaknya akses ke aplikasi video streaming berbasis android dapat menjadi target utama oleh Cracker dan Hacker dalam melakukan tindak kejahatan. Apalagi terdapat data pribadi pengguna aplikasi video streaming seperti email dan nomor handphone, jika hal ini sampai dapat diakses oleh oknum yang tidak bijak maka dapat disalahgunakan. Tujuan penelitian ini untuk menemukan celah keamanan yang terdapat pada aplikasi video streaming berbasis android. Peneliti menggunakan mobile security framework (MobSF) untuk menganalisis statik keamanan tahap dangerous permissions, weak crypto, root detection, SSL bypass dan Domain malware Check pada aplikasi video streaming berbasis android. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu aplikasi Y, N dan V memiliki dangerous permissions, weak crypto, dan SSL bypass, dan Domain malware Check dengan status good. Hanya aplikasi Y yang tidak memiliki root detection. Kata kunci: analisis statik, android, keamanan, MobSF, video streaming.

Page 5 of 11 | Total Record : 107