cover
Contact Name
Anisya Dewi Kusmardianto
Contact Email
anisyakusmardianto23@gmail.com
Phone
+6285884881568
Journal Mail Official
stikesbanten.2020@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Rawa Buntu No. 10, Rw. Buntu, Serpong, BSD, Banten. 15318
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23030518     EISSN : 27146111     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang Keperawatan meliputi perawatan paliatif, lansia, anak, dan medical bedah. Bidang Kebidanan meliputi pelayanan kebidanan komunitas, remaja, dan berbagai terapi pelayanan kebidanan. Bidang Kesehatan Masyarakat meliputi manajemen rumah sakit dan promosi kesehatan.
Articles 50 Documents
Pemberian Sari Kacang Hijau Hangat dan Massage Perut Dengan Menggunakan Teknik Huruf Jepang (の= No) Pada Pasien Stroke Dengan Konstipasi Haq, Yogie Erlangga
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 4 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu didunia dan penyebab kematian nomor tiga didunia. Penelitian ini bertujuan untuk Diketahuinya efektifitas pemberian sari kacang hijau hangat dan massage perut dengan menggunakan teknik huruf Jepang (の= No) pada pasien stroke dengan konstipasi. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan preintervensi-postintervensi. Jumlah sampel 27 responden, yang dibagi menjadi 3 kelompok masing- masing kelompok terdiri dari 9 orang kelompok perlakuan dengan pemberian sari kacang hijau hangat 9 responden. Kelompok perlakuan dengan massage perut teknik huruf Jepang (の= No) 9 responden, dan kelompok gabungan (dengan perlakuan pemberian sari kacang hijau hangat dan massage perut teknik huruf Jepang (の= No) sebanyak 9 responden). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna dalam mengatasi konstipasi sebelum dan setelah intervensi pada kelompok perlakuan dengan pemberian sari kacang hijau hangat (p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian sari kacang hijau hangat efektif dengan konstipasi.
Hubungan Usia, Paritas, Pendidikan dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pemeriksaan ANC di Puskesmas Wilayah Ciputat Timur (Penulis 1), Nuntarsih; Siallagan, Dorsinta; Nugraha, Siti Amelia
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 4 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil di Provinsi Banten tahun 2014 cakupan K1 ada sebanyak 93,6% dan cakupan K4 ada sebanyak 84,3%. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa bivariat. Hasil Penelitian dari 95 responden yang patuh melakukan pemeriksaan ANC berdasarkan usia 20-30 tahun ada sebanyak 80,2%, sedangkan usia <20 atau >35 tahun yang patuh sebanyak 57,1%. Berdasarkan paritas untuk primipara yang patuh sebanyak 77,4%, sedangkan yang multipara yang patuh sebanyak 76,8%. Berdasarkan pendidikan yang berpendidikan SMA-PT yang patuh sebanyak 84,0%, sedangkan pendidikan SD-SMP yang patuh sebanyak 50,1%. Dan untuk dukungan yang dukungan baik dan patuh sebanyak 82,9%, sedangkan dukungan yang kurang baik yang patuh sebanyak 38,5%. Kesimpulan, bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pemeriksaan ANC dan tidak ada hubungan antara usia dengan paritas terhadap kepatuhan pemeriksaan ANC. Diharapkan agar lebih meningkatkan promosi pelayanan antenatal, melalui pemberian pendidikan kesehatan dalam bentuk penyuluhan mengenai pentingnya pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayinya sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan.
Perbedaan Tingkat Kesepian Lansia Wanita Sebelum dan Sesudah Diberikan Kegiatan Pengajian di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Cengkareng Agustian, Putri
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 4 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah lansia di Indonesia dapat menimbulkan permasalahan yang cukup kompleks baik dari fisik maupun psikososial. Masalah psikososial yang paling banyak terjadi pada lansia seperti kesepian, perasaan sedih, depresi dan ansietas. Kesepian termasuk salah satu masalah kesehatan jiwa yang paling banyak terjadi. Kesepian pada lansia dapat diatasi dengan kegiatan pengajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kesepian lansia wanita sebelum dan sesudah diberikan kegiatan pengajian di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Cengkareng Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental design dengan pendekatan One group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yaitu non-probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 34 responden. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan kuesioner baku UCLA loneliness scale. Analisis data statistik yang digunakan adalah uji Marginal Homogeneity. Hasil Penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat kesepian lansia wanita sebelum dan sesudah diberikan diberikan kegiatan pengajian dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 (p<0,05). Kegiatan pengajian memiliki pengaruh terhadap penurunan yang signifikan pada tingkat kesepian yang dialami oleh lansia wanita.
Indikator Keberhasilan Posyandu Melati 7 Tingkat Madya di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cikupa Nofita, Refi; Wardani, Shendy Kusuma; Sabarguna, Boy S.
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 4 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya manusia yang paling dikenal masyarakat. Pada tahun 2017 terdapat 85 Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang yang terdiri dari 18,82% posyandu pratama, 24,7% posyandu madya, 54,11% posyandu purnama dan 2.35% posyandu mandiri. Untuk mengetahui meningkatkan pelayanan posyandu maka posyandu dibedakan sesuai tingkatannya yang membedakannya adalah indikator yang dibuat oleh pemerintah yaitu frekuensi penimbangan, rerata kader, cakupan D/S, cakupan KIA, cakupan KB, cakupan Imunisasi, program tambahan, dan cakupan dana sehat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Sampel yang diambil sebanyak 33 responden dengan menggunakan metode qouta sampling. Hasil Penelitian indikator tingkat madya frekunsi penimbanganan 8 kali, rerata kader 5 orang, cakupan D/S cakupan kumulatif KIA, cakupan kumulatif KB, cakupan kumulatif imunisasi (>37,5%), progam tambahan (+), cakupan dana sehat (0%), dari hasil penelitian didapatkan bahwa posyandu melati 7 tingkat madya seharusnya sudah naik tingkatannya menjadi posyandu tingkat purnama hal ini ditungjang karena nilai cakupan lebih >37,5 dan terdapat progam tambahan. Saran untuk miningkatkan pelayangan KB sebaiknya memberikan fasilitas, perlengkapan dan macam-macam KB, memberikan informasi hidup sehat dan menjalankan progam dana sehat.
Perbedaan Perkembangan Bahasa Balita Usia 1-5 Tahun Yang Diasuh oleh Orang Tua Dengan Balita Yang Dititipkan di Tempat Penitipan Anak Damayanti, Sri; Wenny, Tantri
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 4 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan merupakan masalah yang serius bagi negara maju maupun negara berkembang didunia. Kejadian terjadinya gangguan bicara dan bahasa terus meningkat dilihat dari angka prevelensi keterlambatan kemampuan bahasa pada anak usia 2-4,5 tahun adalah 5-8% mengalami keterlambatan berbicara dan 2,3- 19% mengalami keterlambatan bahasa. Desain penelitian ini merupakan penelitian komparatif kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 120 sampel. Instrument yang digunakan adalah DDST. Teknik analisa meggunakan uji fisher. Hasil yang didapatkan ada perbedaan perkembangan bahasa balita usia 18-24 bulan (p value= 0,30), 24-36 (p value= 0,029). Penelitian ini juga menggambarkan tidak ada perbedaan perkembangan bahasa balita usia 36-48 bulan ( p value= 0,196), usia 36-48 bulan (p value= 1,000). Pengasuh dan ibu dapat memberikan stimulasi yang tepat agar perkembangan bahasa anak menjadi lebih optimal.
Korelasi Antara Kebersihan Alat Kelamin Dengan Resiko Keputihan Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pondok Aren Nofita, Reni; Alamsyah, Chairunnisa Minarni; Sartika, Cynthia Dewi
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 3 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kadar hormon estrogen menyebabkan peningkatan kadar air dalam mucus serviks sehingga sekret vagina bertambah banyak dan meningkatkan terjadinya faktor resiko keputihan. Hygienitas menjadi faktor dominan penyebab keputihan terutama pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Populasi yang dijadikan acuan perhitungan sampel merupakan Ibu hamil TM III. Di Puskesmas Pondok Pucung sebanyak 168 Orang, Puskesmas Pondok Betung sebanyak 424 Orang, dan di Puskesmas Pondok Kacang Timur sebanyak 120 Orang, sehingga total populasi ada 712 Orang Ibu hamil TM III. Dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden dan penetapan sampel secara Accidental sampling. Hasil Penelitian. dari 97 responden Ibu hamil, ibu yang memakai pembersih vagina dan mengalami keputihan ada sebanyak 23,8% sedangkan ibu yang hanya menggunakan air dan mengalami keputihan ada sebanyak 7,9%. Terdapat hubungan antara pengguna pembersih vagina dengan kejadian keputihan pada ibu hamil. Perlunya edukasi mengenai personal hygine selama kehamilan kepada Ibu hamil supaya mengurangi kejadian keputihan selama kehamilan.
Pencegahan Kejadian Demam Berdarah Dengue Dengan Cara 3M Plus di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang Permatasari, Putri; Putra, Gusti Randu Eka
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 3 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah adalah penyakit menular yang disebabkan virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedesaegypti, yang mengakibatkan pendarahan dan kematian. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang, angka kejadian DBD tertinggi pada wilayah kerja Kecamatan Kuranji, dimana pada tahun 2013 sebanyak 123 kasus, dan meningkat tahun 2015 sebanyak 218 kasus. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi masyarakat dalam mencegah kejadian Demam Berdarah Dengue dengan cara 3M Plus di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Padang. Jenis penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study, dilakukan pada bulan Januari s/d Agustus 2016. Populasinya adalah seluruh KK di kelurahan kuranji sebanyak 10.097 KK. Jumlah sampel sebanyak 99 KK, dengan teknik sampling yang digunakan secara simple random sampling. Untuk analisis data menggunakan analisis univariat dan untuk analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan persepsi masyarakat positif sebanyak 73 (73,7%) dan dilakukan pencegahan 3M sebanyak 68 (68,7%). Hasil uji statistik terdapat hubungan persepsi masyarakat dalam mencegah kejadian demam berdarah dengue dengan cara 3M Plus di wilayah kerja puskesmas Belimbing padang tahun 2016 (p value = 0,000). Diharapkan puskesmas dan masyarakat lebih aktif dalam melakukan pencegahan penyakit DBD dengan 3M Plus.
Hubungan Pola Konsumsi Tablet Zat Besi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Serpong Siallagan, Dorsinta; (Penulis 2), Nuntarsih; Fransiska, Yunita Melani
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 3 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan hemoglobin dalam darah ibu hamil mengakibatkan kurangnya oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh ibu dan janin, sehingga dapat meningkatkan resiko perdarahan postpartum, abortus, persalinan lama, persalinan premature, inertia uteri hingga menimbulkan kematian pada ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi tablet zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data primer. populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan ANC pada bulan Juni sebanyak 81 dan sampel yang dibutuhkan sebanyak 67 responden dengan tehnik accidental sampling, dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh kejadian anemia 28,4%, ada hubungan antara antara pola konsumsi tablet zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan p value = 0,000. Pemberian informasi mengenai cara mengkonsusmi tablet besi dan diadakannya pendampingan menelan obat (PMO) sehingga pola konsumsi tablet besi ibu hamil baik.
Perbedaan Pijat Punggung dan Usap Perut Terhadap Tingkat Nyeri Pada Kala I Persalinan di Rumah Bersalin & Klinik Diana Permata Medika Effendi, Dian Puspitasari; Soerawidjaja, Resna A.; Rachmah, Destya Fuji
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 3 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa nyeri pada kala I disebabkan oleh kontraksi uterus, pembukaan serviks, peregangan vagina dan dasar panggul. Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri kala I dengan nonfarmakologi adalah dengan pijat punggung dan usap perut. Metode Penelitian menggunakan penelitian Quasy Experimental Design dengan rancangan Two Group Pretest-Posttest Design. Metode yang digunakan Accidental Sampling, jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 12 responden, yang dibagi dua kelompok yaitu 6 kelompok intervensi pijat punggung dan 6 kelompok intervensi usap perut. Pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale. Analisis menggunakan non-parametrik yaitu Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian, pada kelompok intervensi pijat punggung setelah diberikan intervensi terdapat 3 responden dengan nyeri ringan dan 3 responden pada nyeri sedang, sedangkan pada kelompok usap perut setelah diberikan intervensi terdapat 4 responden dengan nyeri ringan dan 2 responden dengan nyeri sedang. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara pijat punggung dan usap perut terhadap penurunan tingkat nyeri pada kala I persalinan dengan nilai p = 0,699 ≥ 0,5.
Perbedaan Tingkat Kesembuhan Luka Operasi Cito Dengan Operasi Terencana Pada Pasien Post Operasi Abdomen di RSU Tangerang Susilawati, Ela; (Penulis 2), Khumaeroh; Soerawidjaja, Resna A.
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 3 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan operasi, baik cito maupun terencana adalah peristiwa kompleks yang menegangkan, yang membedakan adalah operasi cito dilakukan dengan segera pada seorang pasien yang berada dalam keadaan darurat sedangkan operasi terencana dilakukan terjadwal dengan persiapan, dan dilakukan pada pasien dengan kondisi baik, bukan gawat darurat. Adapun pada proses penyembuhan luka operasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah nutrisi, oksigen, stress abdomen dan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kesembuhan luka operasi cito dengan terencana pada pasien post operasi abdomen. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan sampel sebanyak 41 responden. Uji statistik Chi Square dengan alat ukur lembar observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kesembuhan luka operasi cito dengan operasi terencana. Tingkat kesembuhan luka operasi cito dengan operasi terencana menunjukan perbedaan yang bermakna setelah dilakukan observasi selama 4 minggu dengan hasil nilai yang didapatkan 0,000.