cover
Contact Name
Lestari Ningsih
Contact Email
lestari_respati@yahoo.com
Phone
+62274489780
Journal Mail Official
dharmabakti@respati.ac.id
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto, KM. 6.3 Depok
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti
ISSN : 26152118     EISSN : 27158020     DOI : https://doi.org/10.35842/jpdb
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti memuat hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat. DIterbitkan oleh P3M Universitas Respat Yogyakarta dua kali terbit per tahun pada bulan Februari dan Agustus.Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil pengabdian masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018" : 10 Documents clear
Pendidikan Kesehatan dan Pemeriksaan Flatfoot pada Kader di Desa Srihardono, Kecamatan Panjangrejo Kabupaten Bantul Tahun 2017 W. Utami, J. Nugrahaningtyas
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.795 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.56

Abstract

Latar belakang: UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa  keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Dalam kehidupan anak membutuhkan kestabilan dalam kontrol postur dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Kaki bertanggung jawab untuk menerima berat seluruh tubuh . Salah satu masalah pada anak yang menyebabkan keseimbangan dinamiknya sering terganggu adalah flatfoot.  Apabila kondisi flatfoot ditemukan usia di atas 10 tahun, maka akan cenderung menjadi deformitas permanen dan lebih sulit penanganannya. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk memeberikan pendidikan kesehatan dan mengetahui kejadian flatfoot pada kader kesehatan di Desa Srihardono. Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitan deskriptif  kualitatif dengan pendekatan melihat data di pusat penelitian dan pengabdian masyarakat Universitas Respati Yogyakarta, pada bulan November 2017.  Teknik pengambilan data dengan menggunakan data sekunder. Metode yang digunakan adalah observasi dan edukasi. Dengan jumlah responden sebanyak 52 orang. Hasil: Jumlah kader yang memeriksakan flat foot terbanyak di usia 35-39 tahun, usia 45-49 tahun dan usia 50-54 tahun yaitu sebanyak 10 orang ( 19.23%) kemudian berturut-turut diikuti usia 40-44 tahun sebanyak 9 orang (17.31 %), 55-59 tahun sebanyak 6 orang (11.54%), 60-64 tahun sebanyak 4 orang ( 7.69 %), dan terakhir usia 30-34 tahun sebanyak 3 orang (5.77%). Kesimpulan  usia kader kesehatan yang memeriksakan flat foot terbanyak adalah usia 53-39 tahun, 45-49 tahun dan usia 50-54 tahun yaitu masing-masing sebanyak 10 (10.23%) orang dari 52 orangKata kunci : flat foot, pendidikan kesehatan, kader kesehatan
Edukasi Penyusunan Menu Makan bagi Atlet Sepak Bola di PS Mlati Puspaningtyas, Desty Ervira; Fitrianingtyas, Fitrianingtyas; Sutoyo, Rr.Lieliesnaini Octaviariani
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.355 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.51

Abstract

Sepak bola merupakan olahraga yang paling diminati oleh semua kalangan. Keberhasilan suatu tim sepak bola dalam sebuah pertandingan menggambarkan capaian prestasi tim. Pada beberapa kesempatan, olahraga ini memiliki prestasi yang baik, namun tidak jarang sepak bola menunjukkan prestasi yang kurang baik. Perbaikan asupan gizi merupakan suatu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan prestasi atlet sepak bola. Permasalahan utama yang sering terjadi adalah masih kurangnya pengetahuan dan pemahaman atlet mengenai gizi pada kondisi olah raga. Pemberian edukasi gizi pada atlet diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran atlet akan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi untuk menunjang prestasi atlet. Pengabdian masyarakat yang dilakukan merupakan edukasi gizi seimbang, edukasi pengaturan konsumsi cairan, dan edukasi penyusunan menu makan. Pengabdian masyarakat dilakukan terhadap 21 atlet sepak bola PS Mlati pada tanggal 10 Mei 2018 di Aula Desa Sendangadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Yogyakarta. Edukasi mengenai penyusunan menu makan dapat memberikan gambaran mengenai pemilihan makanan yang tepat bagi atlet. Kata kunci: sepak bola, edukasi, gizi seimbang, kebutuhan cairan, penyusunan menu
IbM Pembentukan Kader Kesehatan Posyandu Lansia Bokoharjo Prambanan Wahyuntari, Evi; Kurniawati, Herlin Fitriani
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.861 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.52

Abstract

Meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk berpengaruh terhadap peningkatan usia harapan hidup (UHH). Hal ini membuat populasi lansia semakin meningkat sehingga membutuhkan perhatian khusus untuk peningkatan kualitas hidup sehingga mampu mempertahankan kesehatanya dan produktif. Masa lansia merupakan usia yang sangat rawan dalam siklus kehidupan manusia. Pada masa ini kemungkinan terjadi gangguan baik psikologis maupun fisik. Salah satunya adalah penyakit degeneratif yang banyak muncul pada usia lansia. Salah satu program dari pemerintah adalah dengan adanya posyandu lansia. Tujuan program pembentukan kader kesehatan Posyandu Lansia ini adalah untuk mengaktifkan peran kader yang sudah ada dan mengaktifkan sistem 5 meja pada pelaksanaan posyandu.Permasalahan di Pedukuhan Plempoh adalah terdapat posyandu lansia tetapi tidak aktif dan tidak ada kegiatan rutin posyandu, belum terbentuknya kader yang khusus melayani lansia, belum ada kader yang mengikuti pelatihan pelaksanaan Posyandu lansia, belum ada kader yang bisa melakukan pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi badan dan berat badan secara benar. Angka kejadian hipertensi cukup tinggi; berdasarkan data yang diambil pada tanggal 30 Juli 2017 didapatkan 16 (42,1%) dari 38 lansia mengalami hipertensi.Hasil dan luaran yang dihasilkan adalah terbentunya kader posyandu Pramudya dengan menerapkan sistem 5 meja dan kader posyandu Pramudya dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah serta tersedia media dan alat untuk pemeriksaan kesehatan seperti modul untuk kader, KMS Lansia,  tensi meter, timbangan berat badan dan pengukur suhu.Kata kunci: Lansia, Posyandu, Kader
Pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta Fauziah, Afroh; Sudarti, Sudarti
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.507 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.47

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Sebagian besar dari infeksi saluran pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk-pilek, disebabkan oleh virus, dan tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan masyarakat pada bulan-bulan musim dingin. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak, karena sistem pertahanan tubuh anak masih rendah. Kejadian penyakit batuk-pilek pada balita di Indonesia diperkirakan 3 sampai 6 kali per tahun, yang berarti seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk-pilek sebanyak 3 sampai 6 kali setahun.Tujuan: Melakukan pengabdian masyarakat ini diharapkan ibu-ibu mengetahui dan mampu mencegah terjadinya Infeksi Salusan Akut dan meningkatkan status kesehatan BALITA Dusun Suruh, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan.Metode: Penyuluhan tentang ISPA pada Ibu-ibu dan yang alat yang digunakan berupa leafleat terkait materi yang disampaikan.Hasil: Sejumlah 46 ibu-ibu Balita telah mengikuti dan sudah mengerti cara mencegah penyakit ISPA dengan benar. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Ibu Balita, ISPA
Pemanfaatan Energi Surya sebagai Energi Alternatif Pengganti Listrik untuk Memenuhi Kebutuhan Penerangan Jalan di Dusun Nglinggo Kelurahan Pagerharjo Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Utari, Evrita Lusiana; Mustiadi, Ikhwan; Yudianingsih, Yudianingsih
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.223 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.53

Abstract

Potensi wisata sebagai modal pembangunan dari lingkup kota, kabupaten, hingga yang terkecil yaitu desa, mulai dipasarkan demi meningkatkan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta mendukung perkembangan usaha kecil di daerah masing – masing. Wilayah yang memiliki potensi wisata yang cukup besar salah satunya adalah Kabupaten Kulonprogo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu Desa  yang memiliki keistimewaan wisata alam, budaya, dan agro adalah Desa Pagerharjo yang terletak di Kecamatan Samigaluh. Sebagai daerah tujuan  wisata harus memiliki daya tarik wisata antara lain memiliki fasilitas atau objek yang menarik, mudah  dicapai  dengan  kendaraan, menyediakan tempat hunian sementara atau homestay bagi para wisatawan. Salah satu dusun didesa Pagerharjo yaitu Dusun Nglinggo. Dusun Nglinggo Pagerharjo Samigaluh Kulonprogo terletak di daerah perkebunan teh Nglinggo yang berada pada ketinggian 800 m dpl yang membentang cukup luas di daerah Pegunungan Menoreh. Di pegunungan ini dapat menikmati indahnya panorama delapan puncak gunung yaitu Merapi, Merbabu, Slamet, Prau, Ungaran, Sumbing, Telomoyo, dan Sindoro. Apabila kondisi cuaca berkabut dan gelap, pencahayaan sangat kurang sehingga menyulitkan bagi wisatawan untuk menuju maupun meninggalkan daerah perkebunan tersebut. Hal ini dikarenakan sumber energi yang ada didaerah perkebunan tersebut masih terbatas dan masih membutuhkan tambahan fasilitas utamanya adalah energi listrik.Dari keterbatasan energi listrik tersebut memunculkan gagasan untuk memberikan penyuluhan pemanfaatan energi matahari sebagai energi alternatif sebagai sumber listrik. Pemanfaat energi matahari tersebut nantinya, hasilnya dapat digunakan untuk penerangan jalan. Sehingga mempermudah akses masyarakat menuju kawasan kebun teh yang masih minim penerangan. Oleh karena itu energi alternatif yang nantinya dapat digunakan untuk mempermudah akses jalan menuju daerah yang masih minim energi listrik dan pemanfaatan energi terbarukan ini juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat utamanya Dusun Nglinggo Pagerharjo Samigaluh Kulonprogo.Keyword: Solar Panel, Dusun Nglinggo, Samigaluh, Desa Wisata, Kebun Teh
IbM Sukses Ujian Nasional dengan Reinforcement Minat dan Smart Punture Siswa Kelas XII Widyaningsih, Ari; Isfaizah, Isfaizah; Hirawati, Heni
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.492 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.48

Abstract

Siswa kelas XII akan menghadapi ujian nasional.  Pada proses menuju ujian nasional, mereka diwajibkan mengikuti serangkaian kegiatan untuk menunjang prestasi mereka, serta kegiatan – kegiatan yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa agar dapat lulus ujian nasional dan mendapatkan nilai yang maksimal.  Apabila mereka bisa lulus dengan nilai yang baik mereka dapat memilih jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan minat mereka masing – masing.   SMA, MA dan SMK di Kabupaten Pati memiliki siswa – siswi yang berpotensi menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi, namun belum adanya identifikasi dan pengelompokkan minat sesuai dengan pilihan siswa akan menghambat proses ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga tes minat siswa perlu dilakukan untuk mengidentifikasi jenis minat siswa sehingga lebih mudah untuk diarahkan.  Selain tes minat tersebut, program pengabdian masyarakat ( IbM ) di SMA, MA dan SMK di Kabupaten Pati khususnya kelas XII, juga memberikan solusi untuk permasalahan konsentrasi belajar.  Demi menunjang kegiatan ujian nasional, siswa akan diajarkan metode smart puncture, yang mana metode tersebut dapat dilakukan sendiri dengan menggunakan jari yang dipijat di bagian kepala.  Tujuan dari kegiatan ini adalah agar dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan siswa kelas XII sesuai dengan minat yang dimiliki serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa tentang smart puncture. Kata Kunci : Tes Minat, Smart Puncture
IbM Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Candirejo Kec. Ungaran Barat Kab. Semarang Isfaizah, Isfaizah; Primarti, Mala; Trisnasari, Anggun
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.262 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.54

Abstract

 Prevalensi peyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Ungaran 2014 sebanyak 17  kasus  dan  berada  di urutan ke-7 kasus DBD di kabupaten Semarang. Masalah DBD erat kaitannya dengan masalah perilaku, dimana tingkat pengetahuan masyarakat memegang peranan penting. Sosialisasi tentang pencegahan  dan  pemberantasan  penyakit  DBD  dengan  3M  PLUS pada  kader  kesehatan  sangatlah  penting  dalam  memutus  rantai nyamuk  Aedes  Aigepty  dan  memutus  endemik  kejadian  DBD di Desa Candirejo, Kabupaten Semarang. Tujuan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan ibu rumah tangga (IRT) tentang penyakit DBD dan cara pencegahannya.Pengabdian ini dilakukan dalam 3 kegiatan yaitu refresing kader, penyuluhan IRT dan penghitungan jentik nyamuk. Sasarannya adalah 20 kader kesehatan, IRT serta rumah warga. Kegiatan dilaksanakan bulan Agustus sampai dengan Desember 2017. Evaluasi dilakukan dengan memberikan soal pre dan pos tes kepada kader kesehatan dan IRT, kemudian data dianalisis menggunakan SPPS Versi 22 dengan analisis univariat dan bivariat.Hasil pengabdian ini adalah kehadiran kader kesehatan 80%, rerata umur kader 45 tahun, lama menjadi kader 16 tahun, pengetahuan kader sebelum diberikan penyuluhan sebesar 69, dan kader setelah penyuluhan menjadi 85. Rerata pengetahuan ibu rumah tangga (IRT) sebelum penyuluhan 68 dan menjadi 81 setelah penyuluhan. Terdapat perbedaan pengetuan kader dan IRT sebelum dan sesudah diberikan refresing kader dan penyuluhan. Perlunya peningkatan kegiatan refresing kader dan penyuluhan ke masyarakat baik dari tenaga kesehatan dan institusi pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan dan derajat kesehatan pada umumnya. Kata Kunci : Pencegahan, Pemberantasan, Demam Berdarah Dengue Kepustakaan : 9 (2007-2014)
Peningkatan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah Pertama dengan Pelatihan Corel Draw Arumi, Endah Ratna; Burhanuddin, Auliya
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.647 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.49

Abstract

Kegiatan pengabdian ini mempunyai tujuan jangka panjang untuk mewujudkan siswa SMP Muhammadiyah Pujotomo yang memiliki pengetahuan dan kreatifitas pada bidang komputer khususnya untuk aplikasi desain grafis dan multimedia. Tujuan jangka pendek dengan mengedukasi siswa dalam menggunakan tool-tools pada aplikasi desain grafis yaitu dengan Corel Draw, sehingga diharapkan siswa dapat merancang dan mengembangkan bakat kreatifitas siswa dalam bidang desain. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pendampingan secara komprehensif kepada siswa SMP Muhammadiyah Pujotomo melalui sosialisasi aplikasi desain grafis, penggunaan aplikasi Corel Draw, pembuatan buku panduan penggunaan aplikasi desain grafis dengan Corel Draw yang digunakan untuk panduan pengoperasian aplikasi tersebut, sehingga membantu siswa dalam praktik pembuatan desain dan siswa diharapkan dapat membuat desain poster.Luaran akhir yang akan dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan siswa dalam penggunaan komputer sebagai alat pengembangan kreatifitas siswa dalam bidang desain. Selain itu siswa memiliki panduan penggunaan aplikasi Corel untuk membantu siswa menggunakan tools dan mengembangkan menjadi desain gambar/poster, dan siswa juga diharapkan dapat memiliki sertifikat pada pelatihan ini. Secara ilmiah, luaran akhir dalam kegiatan pengabdian ini adalag terpublikasinya hasil pengabdian ini dalam jurnal pengabdian.Kata kunci: pelatihan, desain grafis, corel draw, poster.
Pencegahan Penyakit Degeneratif dengan Memanfaatkan Sampah Plastik sebagai Media Toga di Desa Grojogan Rt 03, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta Aini, Resmi
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.521 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.55

Abstract

Kesehatan adalah faktor penting yang mendukung terwujudnya masyarakat sejahtera. Tanpa badan yang sehat, masyarakat tidak akan mampu bekerja dan berusaha.Masyarakat RT 03 Grojogan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta  belum mampu memanfaatkan sampah plastik dari aktivitas rumah tangga yang melimpah. Setiap tahun kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegepty selalu meningkat. Minimnya Kesadaran, pengetahuan, keterampilan warga akan arti pentingnya TOGA (Tanaman Obat Keluarga),  kebersihan lingkungan yang disebabkan sarang nyamuk (misalnya sampah plastik) untuk meningkatkan derajat kesehatan warga sehingga kasus DBD dapat menurun dan dapat mengurangi penularan virus Zika pada masyarakat binaan.            Metode pendekatan yang ditawarkan adalah :penyuluhan dan pelatihan, pemberdayaan kelompok masyarakat dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi media TOGA dengan sistem hidroponik. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat  tentang pemberantasan DBD, Penularan Virus Zika dan Manfaat TOGA sebagai pengobatan dini penyakit degeneratif. Masyarakar dapat mengoptimalkan lahan sempit untuk budidaya TOGA.            Kegiatan   ini  telah berhasil  memperkenalkan dan memberikan bekal tentang cara budidaya TOGA dengan media sampah plastik.Setelah selesainya Kegiatan   ini diharapkan  melalui Kader Dasawisma yang telah dibentuk dapat membantu memonitoring peserta  agar benar-benar menjalankan kegiatan ini dalam kelompoknya masing-masingKata kunci: Sampah Plastik, TOGA
Pembinaan Kader Kesehatan Terkait MKJP di Dusun Karangwuni Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta Casnuri, Casnuri; Rahayu, Puspito Panggih
Jurnal Pengabdian Dharma Bakti VOL 1, NO 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.955 KB) | DOI: 10.35842/jpdb.v1i2.50

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan dan peningkatan mutu pelayanan posyandu sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakat diantaranya adalah kader posyandu. Peran kader sangat penting dalam pelaksanaan program posyandu. Dusun Karangwuni merupakan salah satu dusun di Desa Caturtunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman Yogyakarta dengan jumlah kader 7 orang dengan minimnya pengetahuan tentang alat kontrasepsi sehingga kurangnya kepercayaan diri dalam menyampaikan informasi terkait alat kontrasepsi. Kegiatan dilakukan untuk menambah pengetahuan kader, sehingga kader lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi.Metode Kegiatan: Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab pada kader dan role play dilaksanakan oleh kader.Pelaksanaan dan Hasil Pengabdian: Kegiatan pengabdian dilakukan pada hari Rabu/16 Mei 2018 pada pukul 10.00  -  12.00 WIB, Minggu/20 Mei 2018 pukul 16.00 WIB - selesai. Dari 7 orang kader yang hadir, ditemukan 2 orang kader yang aktif dalam memberikan pertanyaan dan memiliki kepercayaan yang tinggi dalam menyampaikan informasi, sedangkan 5 orang kader lainnya cenderung pasif. Namun, pengetahuan tentang kontrasepsi jangka panjang cenderung kurang. Pada kegiatan kedua saat pengamatan, semua kader memiliki antusias dan kepercayaan yang tinggi untuk melakukan penyuluhan.Kesimpulan: Kegiatan pelatihan/pembinaan pada kader terkait metode kontrasepsi jangka panjang cukup berhasil, dimana peserta sudah memiliki kemampuan dalam melakukan kegiatan penyuluhan secara mandiri dengan kepercayaan diri yang tinggi. Kata Kunci: Pembinaan, Kader, MKJP

Page 1 of 1 | Total Record : 10