cover
Contact Name
Anggi
Contact Email
anggi.restyana@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285655000039
Journal Mail Official
jalapa@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Kadiri Jl Selomangleng No. 1 Pojok, Mojoroto, Kota Kediri
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 27212254     EISSN : 27162826     DOI : 10.30737/jafi
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia merupakan jurnal original yang diterbitkan program studi farmasi dalam berbagai bidang kefarmasian yang bertujuan untuk selalu memberikan inovasi penelitian-penelitian. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia teregistrasi oleh LIPI dan terbit setiap 6 Bulan pada Bulan Juni dan Desember. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia lahir pada tanggal 14 November 2019. dengan sistem jurnal terbuka. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia menerima naskah berbahasa inggris maupun Indonesia dengan abstrak dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris). Kami membuka luas pada berbagai bidang seperti Teknologi Farmasi, Farmakologi dan Toksikologi, Biologi Farmasi, Imunologi, Bakteriologi, Pengobatan Bahan Alam, Farmasi Klinis, Komunitas dan Sosial Farmasi.
Articles 89 Documents
Profil Terapi dan Evaluasi Peresepan Pasien Covid-19 Rawat Jalan Di RS Wafa Husada Malang: Therapy Profile and Prescription Evaluation for Covid-19 Out Patients at Wafa Husada Hospital Malang Ilmi , Tsamrotul; Probosiwi , Neni; Sukmawati, Datin An Nisa; Nurkamah, Siti; Lestari, Sri; Tandela, Tantik
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No.2 Juni 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v6i2.6529

Abstract

Treatment of COVID-19 patients is differentiated based on the degree of symptoms. The purpose of this study was to determine the therapeutic profile and appropriateness of prescriptions for outpatient COVID-19 at Wava Husada Hospital for the period January–July 202, based on the COVID-19 Management Protocol Book, Edition 2, 2021 and the Hospital Formulary. The research method was a retrospective descriptive observational study with a purposive sampling technique. The research instruments were medical records from SIMRS and patient prescriptions. The results showed that most patients were male (53%), aged 18-44 years (60%). The treatment profile of COVID-19 patients with asymptomatic and mild symptoms, according to therapeutic class, were vitamins (40.3%), cough and cold (12.7%), antipyretic analgesics (9.1%), supplements (8.2%), and macrolide antibiotics (7.6%). The most common types of drugs were vitamin C 500 mg non-acidic (11.8%), vitamin E 400 IU (9.8%) and vitamin D 5000 IU (8.1%). The prescription compliance is 92% of drugs according to the COVID-19 Management Protocol Book Ed. 2 of 2021 and the rationality compliance is 79%. The prescription compliance according to the Hospital Formulary has been fulfilled 100%.
Analisis Profil Terapi dan Evaluasi Kualitas Peresepan Pada Pasien COVID-19 Rawat Inap di Rs X Jawa Tengah: Therapeutic Profile Analysis and Prescription Quality Assessment for COVID-19 Inpatients Hospital X in East Java Mawarni, Okky Intan; winartiana, Winartiana; Putri, Elsa Mahardika; Pratiwi, Maharani Dwi; Prabowo, Pulung; Ratnanigrum, Elly Rakhmawati
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No.2 Juni 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v6i2.6530

Abstract

COVID-19, caused by SARS-CoV-2, has a high transmission and mortality rate, The variability in therapies administered to patients necessitates an evaluation of treatment patterns among COVID-19 patients to ensure effective therapeutic outcomes. This study aims to analyze the therapy profiles and evaluate prescription patterns of hospitalized patients at General Hospital X, Central Java, based on the COVID-19 Management Protocol, 2nd edition (January 2021). A retrospective descriptive method with purposive sampling was applied to 100 hospitalized COVID-19 patients in 2022. The results showed that the majority of patients were male (55%), aged 40–59 years (45%), had moderate disease severity (77%), a treatment duration of 1–10 days (89%), and a recovery rate of 62%. The most frequently used drug therapies included respiratory medications (19%), gastrointestinal drugs (17%), vitamins (16%), antibiotics (11%), and antivirals (11%). Prescription evaluation revealed 100% drug suitability, 100% correct dosage, 97% appropriate dosing intervals, and 92% correct duration of administration.
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Dalam Pengelolaan Sediaan Farmasi Di Apotek Wilayah Kedung Jepara: Evaluation Of The Implementation Of Pharmaceutical Service Standards In The Management Of Pharmacy Preparations In Pharmacies In The Kedung Jepara Hamid, Fathuddin; Fanani, Zaenal; Kurniawan, Galih
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.6518

Abstract

Apotek berperan penting dalam menyediakan obat dan alat kesehatan yang bermutu, aman, dan efektif. Apotek wajib menerapkan Standar Pelayanan Kefarmasian sesuai Permenkes RI No. 73 Tahun 2016, yang mencakup seluruh proses pengelolaan sediaan farmasi. Penerapan standar ini bertujuan mencegah pemborosan, menjamin ketersediaan obat, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan pasien. Namun, di lapangan masih ditemukan kendala seperti keterlambatan pengadaan, keterbatasan anggaran, dan risiko kedaluwarsa obat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi standar tersebut di apotek wilayah Kedung, Kabupaten Jepara dengan kriteria apotek aktif beroperasi, memiliki penanggung jawab apoteker, serta bersedia diwawancarai dan memberikan data dokumentasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan total sampling terhadap 10 apotek. Instrumen penelitian berupa wawancara terstruktur berdasarkan Permenkes No. 73 Tahun 2016 dan dokumentasi. Secara kuantitatif, ditemukan bahwa aspek perencanaan (90%), pengadaan (20%), penyimpanan (10%), pemusnahan dan penarikan (10%), serta pencatatan dan pelaporan narkotika–psikotropika (50%) masih belum sepenuhnya sesuai standar. Meskipun demikian, mayoritas apotek menilai penerapan standar cukup efektif (58% sangat efektif, 37% efektif).
Kepatuhan Dan Manajemen Diri Sebagai Determinan Outcome Terapi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Complience and Self-Management as Determinants of Clinical Outcomes in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Probosiwi, Neni; Vellanie, Putri Suyence; Siswidiasari, Arifani; Nurmawati, Dian; Ilmi, Tsamrotul
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.6668

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengendalian optimal untuk mencegah komplikasi. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kepatuhan, manajemen diri, dan karakteristik pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan outcome terapi pada pasien DM tipe 2 di Poli Rawat Jalan RS X Kota Blitar. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional pada 83 responden yang dipilih secara purposive sampling. Tingkat kepatuhan diukur dengan Medication Adherence Report Scale (MARS-5) dan manajemen diri dengan Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ). Outcome terapi dinilai dari kadar glukosa darah sewaktu (GDS) dan glukosa darah puasa (GDP). Hasil menunjukkan kepatuhan (p=0,001), manajemen diri (p=0,003), dan lama menderita DM (p=0,048) berhubungan signifikan dengan outcome terapi, sedangkan karakteristik seperti jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan. Analisis regresi logistik mengidentifikasi kepatuhan sebagai determinan utama (OR=3,280; 95% CI: 1,085–9,913). Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan dan manajemen diri berperan penting dalam keberhasilan terapi pada pasien DM tipe 2.
Analisis Histopatologi Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Akar Sebiak (Gynura procumbens (Lour.) Merr.): Histopathological Analysis of the Anti-inflammatory Effect of Ethanol Extract of Akar Sebiak Leaves (Gynura procumbens (Lour.) Merr. Saristiana, Yuneka; Prasetyawan, Fendy; Savitri, Lisa
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.6670

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek antiinflamasi ekstrak etanol daun Akar Sebiak (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) melalui analisis histopatologi pada tikus putih jantan yang diinduksi Complete Freund’s Adjuvant (CFA). Hewan uji dibagi menjadi lima kelompok: kontrol normal, kontrol positif (Triamsinolon Asetonid), kontrol negatif (CMC-Na 1%), dan ekstrak dosis 100 mg/kg BB serta 200 mg/kg BB. Parameter yang diamati meliputi penurunan volume udem, jumlah leukosit total, dan lebar joint space. Hasil menunjukkan ekstrak dosis 100 mg/kg BB dan 200 mg/kg BB menurunkan volume udem masing-masing sebesar 43,33% dan 49,15%, menurunkan jumlah leukosit, serta memperbaiki joint space dibandingkan kontrol negatif. Efek antiinflamasi ini diduga terkait kandungan flavonoid, alkaloid, dan triterpenoid/steroid yang menghambat jalur inflamasi. Meskipun potensi ekstrak signifikan, efeknya masih di bawah triamsinolon asetoniid.
Evaluasi Efektivitas Antibiotika Pada Pasien Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di RSPAL dr.Ramelan Surabaya: Evaluation of Antibiotic Effectiveness in Chronic Kidney Disease Patients with Hemodialysis dr. Ramelan Hospital, Surabaya Damayanti, Amitasari; Risetyaningsih, Ayunanda; Kresnamurti, Angelica; Novela, Chandni Paramitha; Rizkadirianti , Nabila Indri Rizkadirianti
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.6693

Abstract

Di Indonesia, tingkat penyakit ginjal kronik sebesar 0,38%, dan sekitar 60% penderita gagal ginjal memerlukan dialisis, menurut RISKESDAS 2018 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan penyakit ginjal kronik. Pasien dengan infeksi ginjal kronik harus segera diobati agar penyakit mereka tidak memperparah, yang dapat menyebabkan kematian. Antibiotik diberikan untuk memerangi infeksi bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi apakah pemberian antibiotik dapat mengurangi infeksi yang diderita pasien dengan melihat hasil lab pasien. Mereka juga ingin mengetahui apakah pemberian antibiotika telah memenuhi prinsip tepat diagnosis, pasien, antibiotik, dan regimen dosis yang tepat. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian kuantitatif observasional dengan retrospektif yang menggunakan data rekam medik pasien yang menderita ginjal kronik dan hemodialisa serta mendapatkan terapi antibiotik. Hasil menunjukkan bahwa 94,54% pasien tepat diagnosa, 91,51% tepat pasien, 64,84% tepat antibiotika, dan 21,81% tepat regimen dosis.
Optimasi Formulasi Sediaan Balsem Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.): Formulation Optimization of Starfruit Extract Balm Preparation (Averrhoa Bilimbi L.) Rosyida, Firdania Firdaus; Mustika, Silvia Wahyu; Jaroh, Assolychathu; Remanti, Etis; Kristijono, Ary; Sukmawati, Datin An Nisa
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.7039

Abstract

Balsem merupakan bentuk sediaan farmasi yang bermanfaat sebgai bahan pereda nyeri. Belimbing wuluh secara Konvesional dapat dimanfaatkan untuk mengatasi pembengkakan, karena mengandung terdapat kandungan senyawa flavonoid, tanin, saponin dan akaloid sebagai anti inflamasi. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk menghambat enzim pro-inflamasi, seperti siklooksigenase (COX) dan lipoksigenase (LOX). Tujuan penelitian ini adalah optimasi formulasi sediaan balsem ekstrak blimbing wuluh dengan konsentrasi ekstrak 2% dengan bahan tambahan seperti paraffin solidum (12 %), menthol (1 %), methil salisilat (10 %), vaselin album (ad 100%), dan champora sebagai variasi formulasi dengan konsentrasi F1=6% F2=7% F3=8%.  Didapatkan hasil evaluasi fisik sediaan balsem ekstrak belimbing wuluh formula 2 (F2) memiliki nilai tertinggi pada hampir seluruh parameter fitokimia, yaitu flavonoid sebesar 58,1 ± 2,0 mg, tanin 28,3 ± 1,2 mg/g, saponin 3,83 ± 0,15%, serta alkaloid 2,08 ± 0,10 mg/g. Daya sebar F2 sebesar 7,58 ± 0,20 cm, daya lekat. Nilai pH F2 yaitu 5,80 ± 0,06, dan pH F2 yaitu 5,80 ± 0,06, menandakan bahwa F2 memiliki kandungan senyawa aktif paling optimal.
Identifikasi Fitokimia Hasil Fraksinasi Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara Catharanthus roseus Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis: Phytochemical Identification of Ethanol Extract Fractionation Results of Tapak Dara Leaves (Catharanthus Roseus L.) Using Thin Layer Chromatography Method Al Bari, Akhmad; Yani’ Qoriati; Nely Alfiana Faricha; Elis Faiqotul Kamelia
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.7066

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi yang berpotensi sebagai sumber bahan baku obat herbal, salah satunya adalah tapak dara yang mengandung berbagai metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa fitokimia hasil fraksinasi ekstrak etanol tapak dara menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Proses ekstraksi dilakukan secara sonikasi terhadap 500 g serbuk daun dengan 1.000 mL etanol 96%, menghasilkan rendemen sebesar 7,28%. Fraksinasi dilakukan bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol, menghasilkan randemen masing-masing sebesar 21,4%, 10,2%, dan 18,9%. Hasil KLT menunjukkan bahwa fraksi n-heksana mengandung alkaloid (Rf 0,28; 0,33; 0,39) dan flavonoid (Rf 0,28), fraksi etil asetat mengandung alkaloid (Rf 0,80; 0,88), flavonoid (Rf 0,11), serta tanin (Rf 0,11; 0,44), sedangkan fraksi etanol negatif terhadap semua uji.
Kadar Fenolik, Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Calathea Silver Plate: Total of Phenolic, Flavonoid Content and Antioxidant Activity of Calathea Silver Plate Leaves Extract Sukmawati , Datin An Nisa; Savitri , Lisa; Rosyida, Firdania Firdaus; Ngibad, Khoirul; Nuardani, Hanifah Delima
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.7316

Abstract

Daun Calatea Silver Plate (CSP) merupakan tanaman hias yang memiliki karakteristik daun berwarna ungu pada bagian atasnya dan perak pada bagian bawahnya yang mengindikasikan adanya potensi bioaktivitas sebagai antioksidan. Sehingga, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kadar fenolik, flavonoid total dan mengukur aktivitas antioksidan ekstrak etanol CSP. Uji kadar fenolik total menggunakan metode folin-ciocalteu dengan menggunakan asam galat sebagai senyawa standar. Sedangkan untuk uji kadar flavonoid total menggunakan metode kolorimetri dengan menggunakan AlCl3 dan senyawa kuersetin sebagai standar. Untuk uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan ABTS. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ekstrak CSP mengandung senyawa fenolik dengan kadar 203,89 mg GEA/g, senyawa flavonoid dengan kadar 446 mg QE/g, memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50  75,78±2,1 terhadap DPPH dan nilai IC50 87,75±3,0 terhadap ABTS. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak CSP memiliki potensi sebagai antioksidan alami.