cover
Contact Name
T.M. Rafsanjani
Contact Email
tmrafsanjani@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285310750403
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Teuku Nyak Arief, No. 206, Simpang Mesra, Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
ISSN : 26545934     EISSN : 26218178     DOI : http://dx.doi.org/10.32672/makma.v2i3.1534
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) with E-ISSN: 2621-8178 and P-ISSN: 2654-5934, DOI prefix code: 10.32672 is an official journal of the Public Health Faculty Serambi Makkah University, Aceh Province. It publishes original papers on: Epidemiology; Health Education and Behaviour Science; Health Policy Administration; Reproductive Health; Public Health Nutrition; Environmental Health; Occupational Health and Safety; others health sciences considered relevant. MaKMA is published three times a year in February, June, and October.
Articles 272 Documents
ANALISIS INSIDEN KEJADIAN NYARIS CEDERA DAN KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN DI RUMAH SAKIT X SURABAYA Salsabila, Aura Azzughro; Supriyanto, Stefanus
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1281

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) saat ini telah menjadi isu global dan nasional bagi rumah sakit. Rumah sakit tidak hanya berorientasi terhadap laba semata, namun harus tetap memperhatikan kualitas layanan terhadap para konsumen terutama berkenaan dengan isu keselamatan pasien (patient safety). Namun, berdasarkan laporan IKP RS X Tahun 2017-2018 menunjukkan peningkatan jumlah insiden jenis KNC dari 88 insiden menjadi 168 insiden. Sedangkan jenis KTD dari 4 kejadian menjadi 13 kejadian. Maka dari itu, peneliti ingin menganalisis distribusi insiden jenis KNC dan KTD berdasarkan faktor pasien, tempat lokasi kejadian, dan faktor kejadian berulang berdasarkan formulir internal insiden Rumah Sakit X Surabaya Tahun 2018. Hasilnya, distribusi berdasarkan faktor pasien yang memiliki modus paling banyak adalah usia 30 tahun-65 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Lalu, tempat lokasi kejadian dengan modus terbanyak adalah rawat jalan dan untuk faktor kejadian sebelumnya modus terbanyak adalah kejadian berulang. Maka, Rumah Sakit X Surabaya diharapkan menjadikan patient safety  sebagai prioritas strategis agar segala sumber daya yang ada mendukung pelayanan kesehatan yang aman.
ASUPAN SERAT DAN MAKANAN JAJANAN SEBAGAI FAKTOR RESIKO OBESITAS PADA ANAK DI KOTA BANDA ACEH Al Rahmad, Agus Hendra
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.812

Abstract

Indonesia mempunyai masalah obesitas pada anak berusia 5-12 tahun mencapai 8,8%, Provinsi Aceh sebesar 5,9% dan prevalensi di Kota Banda Aceh sebesar 6,5%. Faktor penyebab terjadinya obesitas pada anak adalah pola makan, pola makan berperan besar dalam peningkatkan risiko terjadinya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asupan serat dan makanan jajanan dengan terjadinya obesitas pada anak sekolah dasar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan case control study. Sampel diambil sebanyak 68 anak di Sekolah Dasar Negeri 20 Banda Aceh. Penelitian dilakukan pada Februari – April 2018. Pengumpulan data obesitas menggunakan z-score indeks IMT/U, data asupan serat dan makanan jajanan menggunakan recall 24 jam. Analisis menggunakan uji chi-square pada CI:95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asupan serat (p= 0,015) dan makanan jajanan (p= 0,012) dengan terjadinya obesitas pada anak SD Negeri 20 Banda Aceh. Kurangnya asupan serat berdampak terhadap obesitas sebesar 3,9, sedangkan asupan makanan jajanan yang lebih berdampak terhadap obesitas pada anak sebesar 4,3 kali. Kesimpulan, kurangnya asupan serat dan lebihnya asupan dari makanan jajanan merupakan faktor resiko obesitas pada anak Sekolah Dasar Negeri 20 Kota Banda Aceh. Saran, perlu pemantuan antropomteri lebih khusus ke murid dan membetuk kantin sehat untuk dapat menjual jajanan yang berkualitas nilai gizinya.Kata Kunci: Asupan makanan jajanan, asupan serat, obesitas, anak sekolah dasar 
SOLONG SERGAP (SOLONG SETOR SAMPAH CEGAH ISPA) SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LINGKUNGAN SOLONG, BANYUWANGI Hariyani, Rizky Putri; Hariyani, Rizky Putri; Mandagi, Ayik Mirayanti; Mahiroh, Hodimatum; Lestari, Ayu Fitri
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1275

Abstract

Menurut WHO (2016) kasus ISPA di dunia sebanyak 18,8 miliar dan menyebabkan kematian sebanyak 4 juta orang per tahun (WHO,2016). Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2003 hingga tahun 2013 menyatakan bahwa di Nigeria faktor risiko kejadian ISPA adalah kepadatan penduduk, kepadatan hunian, polusi udara dan sanitasi lingkungan yang buruk (Akinyemi Morakinyo, 2018). Berdasarkan data dari Puskesmas Klatak pada tahun 2016 hingga 2017 Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan peringkat pertama dalam 10 besar tertinggi daftar penyakit yang ada (Profil Puskesmas Klatak, 2018). Berdasarkan FGD yang dilakukan masyarakat menilai bahwa kualitas udara sekitar daerah Solong sangat berpengaruh. Kualitas udara yang buruk diakibatkan oleh frekuensi pembakaran sampah yang dilakukan oleh warga. Melalui Program Solong Sergap, warga Solong diberikan kapasitas pengetahuan mengenai pemilahan dan pengolahan sampah hingga praktek dalam mengolah sampah.  Melalui artikel ini, penulis akan menyampaikan perencanaan hingga implementasi Program Solong Sergap berdasarkan Teori Dignan. Metode yang dilakukan yaitu secara observasional menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Kesimpulan yang didapatkan yaitu program Solong Sergap cukup efektif dalam mengurangi frekuensi pembakaran sampah di Lingkungan Solong. Saran yang dapat diberikan yaitu intensitas komuniaksi penanggung jawab kegiatan lebih sering kepada peserta kegiatan yang bertujuan supaya kegiatan berkelanjutan.Kata Kunci: ISPA, Sampah, Teori Dignan.
HUBUNGAN USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DI LAPAS KELAS II B BANYUWANGI Rochmah, Novayanti Nur
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i1.1462

Abstract

Penyakit Skabies merupakan penyakit yang sering terjadi di penduduk dengan kepadatan hunian yang tinggi seperti Lembaga Pemasyarakatan. Data kejadian Skabies di Lapas Kelas IIB tiap tahunnya meningkat. Penyebab penyakit Skabies di Lapas Kelas IIB Banyuwangi yaitu perilaku personal hygiene yang buruk. Berdasarkan hal diatas sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan dari karakteristik umur dan tingkat pendidikan dengan perilaku personal hygiene Narapidana Lapas Kelas IIB Banyuwangi. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif  dengan jenis penelitian observasional deskriptif yang dilakukan kepada 112 Narapidana. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antar umur dengan perilaku personal hygiene karena nilai p kurang dari α (p= 0,065) dan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku personal hygiene karena nilai p lebih dari α (p= 0,035). Umur dan tingkat pendidikan Narapidana tidak merubah perilaku personal hygiene yang baik. Saran untuk memperbaiki perilaku personal hygiene Narapidana tersebut yaitu perbaikan pengetahun tentang pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai dasar.
PENGARUH SANITASI DASAR TERHADAP KEPADATAN LALAT PADA WARUNG NASI DAN KANTIN (Studi Kasus Di Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya) Masyudi, Masyudi
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i1.633

Abstract

Menurut laporan bidang kesehatan lingkungan dan epidemiologi tahun 2016 daerah Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya menduduki peringkat pertama dalam angka kesakitan diare, sebanyak 78 kasus. Jumlah warung makan, dan kantin yang ada di Kecamatan Tangan-tangan mencapai 132. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh sanitasi dasar terhadap kepadatan lalat di kecamatan Tangan-tangan  Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini bersifat analitik  yaitu untuk melihat pengaruh sanitasi dasar kepadatan lalat pada warung nasi dan kantin  di Kecamatan Tangan-tangan, dengan jumlah responden sebanyak 57 yang diperoleh dari hasil rumus slovin. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada pengaruh penyediaan air bersih pada warung nasi dan kantin terhadap kepadatan lalat, dengan nilai p-value 0.581 . Tidak ada pengaruh pengelolaan sampah pada warung nasi dan kantin terhadap kepadatan lalat, dengan nilai p-value 0.110 . Ada pengaruh sanitasi dasar tingkat kepadatan lalat pada warung nasi dan kantin terhadap kepadatan lalat di Kecamatan Tangan-Tangan, dengan nilai p-value 0.031 . Disarankan kepada pihak karyawan atau penjamah serta pengelola rumah makan/warung nasi  khususnya untuk dapat meningkatkan dan menjaga lebih baik lagi sanitasi dasar rumah makan/ warung nasi  khususnya dalam pengelolaan sampah agar  terhindar dari lalat yang dapat menyebarkan berbagai penyakit baik pada makanan maupun pengunjung.Kata Kunci: Sanitasi Dasar, Kepadatan Lalat, Warung Nasi.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH DAN DAMPAKNYA PADA SMPN 3 KALIPURO Azizah, Zumrotul
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i1.888

Abstract

Remaja adalah suatu masa perkembangan setiap individu mulai dari pertama kali menunjukkan tanda-tanda seksual sekunder sampai mencapai kematangan seksual, serta individu telah mengalami perkembangan psikologi dan pola berpikir dari kanak-kanan menjadi dewasa. Angka perilaku seks pranikah pada remaja di indonesia berdasarkan data ditemukan bahwa kehamilan pada usia kurang dari 15 tahun terutama terjadi di perdesaan, meskipun dengan proporsi yang sangat kecil (0,03%). Resiko perilaku seks pranikah pada remaja ini tidak hanya berdampak jangka pendek saja, namun juga berdampak jangka panjang, bahkan dapat mempengaruhi kelanjutan hidup remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang seks pranikah dan dampaknya pada siswa SMPN 3 Kalipuro di Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi Cross Sectional. Total populasi 84 siswa/siswi, dan Sampel dalam penelitian ini diambil dari semua total populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja pada siswa SMPN 3 Kalipuro Sekitar 50% sudah ada yang mengetahui tentang seks pranikah. Namun, masih ada yang belum mengetahui mengenai seks pranikah. Sehingga remaja berhak mendapatkan informasi dan pendidikan kesehatan reproduksi yang benar.Kata Kunci: Dampak, Pengetahuan, Remaja, Seks Pranikah.
INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS PADA BALITA DI RURAL AREA KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR Alamsyah, T
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i1.2022

Abstract

Infeksi saluran Pernafasan Atas (Ispa) merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi, setiap anak di perkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) Pada Balita di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besa.Penelitian ini bersifat survey analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi seluruh ibu yang mempunyai balita yang menderita ISPA di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar berjumlah 63 orang, Analisa data dengan menggunakan statistik chi-square. Ada hubungan antara pencemara nudara, dengan hasil uji statistik P Value = 0,000, ventilasi dengan hasil uji statistik P Value = 0,002, kebiasaan merokok dengan hasi luji statistik P Value = 0,003,6 sanitasi lingkungan dengan hasil uji statistik P Value = 0,001 dengan kejadian penyakit ispa pada balita di Kecamatan  Darul Imarah Aceh Besar. Di sarankan kepada petugas kesehatan agar dapat terus untuk meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat khususnya pada masyarakat tentang pentingnya pencegah Ispa pada balita.
ASOSIASI PENGGUNAAN INTERNET DAN OBESITAS DI ERA DIGITAL: REVIEW SISTEMATIS Handayani, Yeni Sri; Fathimi, Fathimi
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i1.878

Abstract

Penggunaan internet menjadi gaya hidup baru dan memiliki risiko terhadap kesehatan. Menurut penelitian tentang hubungan berat badan dan penggunaan Internet yang bermasalah cenderung mengalami obesitas. Pendapat ahli penggunaan internet yang bermasalah menurunkan aktivitas fisik dan gaya hidup yang menetap dapat meningkatkan berat badan dan gejala terkait. Penelitian ini bertujuan untuk melihat asosiasi penggunaan internet yang tidak tepat terhadap risiko obesitas. Metode pada penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis melalui PRISMA diambil dari jurnal basis data yaitu Science Direct dan JSTOR menggunakan kata kunci "penggunaan internet" dan "obesitas" dan "BMI" dan "remaja", tahun publikasi dari 2012 hingga 2017. Jurnal ditinjau dengan kriteria PICOS. Terpilih 3 dari 233 jurnal untuk dilakukan kritik dan analisis, penelitian ini menggunakan penilaian kritis dengan desain cross-sectional. Hasil temuan menunjukkan pria dan wanita dengan masalah penggunaan internet memiliki risiko masalah pengendalian berat badan. Penilaian faktor risiko menunjukkan pria lebih berisiko dari pada wanita. Sementara itu, kualitas tidur dan penggunaan Internet berdampak pada kesehatan yang buruk. Berdasarkan review sistematis dapat disimpulkan penggunaan internet yang tidak tepat dapat menyebabkan obesitas yang lebih besar, untuk itu perlu intervensi gaya hidup penggunaan internet demi meningkatkan kualitas generasi muda yang sebagai generasi penerus bangsa.Kata Kunci: Penggunaan Internet, Obesitas,
PERBEDAAN NILAI SEBELUM DAN SETELAH PROGRAM WEEKLY SAFETY TALK PADA PEKERJA DI PT BUMI SUKSESINDO Anggraeni, Meidyas Dwi
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1278

Abstract

Komunikasi Keselamatan kerja merupakan bagian dari kegiatan pendukung untuk pencegahan kecelakaan kerja. Salah satu upaya pencegahan yang ada dalam K3 adalah melaksanakan program safety talk di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan nilai sebelum dan sesudah pemberian program weekly safety talk pada pekerja di PT. Bumi Suksesindo. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada pekerja PT. Bumi Suksesindo, Pesanggaran Banyuwangi tahun 2019.  Sampel dari penelitian ini berjumlah 99 pekerja dari departemen di PT. Bumi Suksesindo yang dipilih melalui random sampling. Variabel penelitian ini adalah program weekly safety talk dan juga pengetahuan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bhawa sebagaian besar responden memiliki  usia 26 – 35 tahun dan berpendidikan SMA. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata – rata nilai pekerja sebelum dilakukan weekly safety talk  adalah 66,92, sedangkan setelah diberikan weekly safety talk adalah 79,42, maka terjadi peningkatan rata – rata nilai sebelum dan sesudah dilakukan weekly safety talk.  Diketahui juga nilai p value = 0,000 yang artinya nilai sesudah dilakukan weeklysafety talk signifikan lebih besar dibandingkan dengan sebelum dilalukan weekly safety talk.
ANALISIS KONDISI FASILITAS SANITASI DAN KELUHAN KESEHATAN KORBAN BANJIR BANDANG ACEH TENGGARA DI POSKO PENGUNGSIAN Irmansyah, Irmansyah
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.817

Abstract

Banjir bandang merupakan bencana yang diakibatkan faktor alam. Banjir bandang tidak dapat diprediksi membuat masyarakat harus tinggal di posko pengungsian. Dalam posko pengungsi sangat membutuhkan fasilitas sanitasi yang memadai karena kurangnya sarana sanitasi dan lingkungan yang padat pengungsian dapat mempermudah penularan penyakit dari satu kepada yang lain. Masalah kesehatan di posko berpotensi menimbulkan KLB. Penyakit yang terjadi di pengungsian seperti diare, ISPA, kulit, campak disebabkan karena jeleknya sanitasai lingkungan. Tujuan penelitian untuk menganalisis kondisi fasilitas sanitasi dan keluhan kesehatan korban Banjir bandang di posko pengungsian Kecamatan Bandar. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Bapak atau Ibu yang menjadi kepala keluarga yang tinggal di posko pengungsian Kecamatan Bandar dengan jumlah sampel diambil menggunakan teknik Cluster Sampling (area sampling) atau sampling daerah dengan dua tahap. Kondisi air bersih yang ada diposko pengungsian di Kecamatan Bandar tidak memenuhi syarat kesehatan, jamban yang digunakan para pengungsi tidak memenuhi syarat, pengolahan limbah padat di posko pengungsian tidak memenuhi syarat, pengolahan limbah cair di posko pengungisan sudah ada yang memenuhi syarat sebanyak 2 tempat (28,4%) namun masih 5 tempat (71,6%) yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Jenis keluhan yang paling banyak dialami oleh masyarakat adalah keluhan pernafasan dengan gejala yang dirasakan seperti batuk sebanyak 76 orang (86,4%) dan pilek/hidung tersumbat sebanyak 63 orang (71,6%). Perlu dilakukan perbaikan fasilitas sanitasi kesehatan seperti penampungan air bersih, jamban, tempat sampah dan SPAL serta masyarakat mau berpartisipasi untuk menjaga lingkungan sekitarnya.Kata Kunci: Fasilitas Sanitasi, Keluhan Kesehatan, Pengungsi.