cover
Contact Name
T.M. Rafsanjani
Contact Email
tmrafsanjani@serambimekkah.ac.id
Phone
+6285310750403
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Teuku Nyak Arief, No. 206, Simpang Mesra, Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Serambi Mekkah
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
ISSN : 26545934     EISSN : 26218178     DOI : http://dx.doi.org/10.32672/makma.v2i3.1534
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) with E-ISSN: 2621-8178 and P-ISSN: 2654-5934, DOI prefix code: 10.32672 is an official journal of the Public Health Faculty Serambi Makkah University, Aceh Province. It publishes original papers on: Epidemiology; Health Education and Behaviour Science; Health Policy Administration; Reproductive Health; Public Health Nutrition; Environmental Health; Occupational Health and Safety; others health sciences considered relevant. MaKMA is published three times a year in February, June, and October.
Articles 272 Documents
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG BEKERJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN Orisinal, Orisinal; Jumadewi, Asri
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i1.877

Abstract

Salah satu pengalaman berharga yang dialami ibu dan bayi adalah menyusui ASI secara Eksklusif. Namun tidak semua ibu menyadari akan pentingnya pemberian ASI Eksklusif. Angka pemberian ASI Eksklusif masih rendah, alasan ibu menghentikan pemberian ASI Eksklusif, diantaranya produksi ASI kurang, ibu bekerja, ingin dianggap modern, masalah pada puting susu, pengaruh iklan susu formula dan pengaruh orang lain terutama suami. Permasalahan penelitian adalah bagaimana pengaruh dukungan keluarga (dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan dukungan emosional) terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang bekerja di Wilayah Kerja Puskesmas Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga (dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan dukungan emosional) terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu yang bekerja. Penelitian ini bersifat explanatory research. Populasi adalah seluruh ibu bekerja yang memiliki bayi berumur 7-12 bulan dan menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan berjumlah 57 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan 66,7% ibu memberikan ASI tidak ekslusif, Dukungan penilaian, dukungan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja. Perlu meningkatkan strategi promosi kesehatan seperti pemasangan spanduk dan leaflet untuk penyampaian pesan kepada keluarga tentang pemberian dukungan kepada ibu menyusui, perlu memberikan penyuluhan kepada keluarga yang mendampingi ibu pada saat Ante Natal Care tentang pemberian ASI saja kepada bayi tanpa makanan tambahan lainnya, cara memerah ASI dan cara menyimpan ASI perah serta cara memberikan ASI perah kepada bayi yang ibunya bekerjaKata Kunci      :  ASI Eksklusif, Dukungan Keluarga.
ANALISIS INDEKS KELUARGA SEHAT DI GAMPONG LINTASAN HAULING PT MIFA BERSAUDARA KABUPATEN ACEH BARAT Farisni, Teungku Nih; Reynaldi, Fitrah
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1533

Abstract

Program Indonesia sehat sebagai upaya meningkatkan kualita hidup manusia Indonesia yang diwujudkan dalam rencana strategis kementrian kesehatan 2015-2019. PT Mifa Bersaudara merupakan perusahaan bersaudara yang mulai beroperasi pada tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis indeks keluarga sehat (IKS) di gampong lintasan hauling PT Mifa Bersaudara. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menghitung indeks keluarga sehat dengan populasi seluruh KK yang ada didesa Peunaga Cut Ujong yang merupakan lintasan hauling PT Mifa Bersaudara. Teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yang berjumlah 286 KK. Penilaian IKS berdasarkan keluarga ber KB, ibu bersalin di faskes, bayi mendapat imunisasi lengkap, ASI eksklusif, balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan, penderita TB Paru, penderita hipertensi, penderita gangguan jiwa, anggota keluarga tidak ada yang merokok, JKN, sarana air besrih, dan jamban sehat dan diukur indek keluarga sehat pada setiap gampong.Hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah keluarga yang pra sehat (54,90%) dan tidak sehat (1,75%). Keluarga yang pra sehat sebagian besar penyebabnya adalah masih ada anggota keluarga yang merokok (38,11%) yang berdampak pada menderita TB (1,40%). Di Desa Peunaga Cut Ujong masih ada keluarga yang belum mempunyai jamban (2,10%). Kesimpulan IKS di desa Peunaga Cut UJong berada pada indeks keluarga pra sehat, dalam peningkatan IKS perlu adanya sinergi dengan aparat gampong, Puskesmas Meureubo. Pemerintah Daerah dan Perusahaan PT Mifa Bersaudara dalam penetapan program di bidang kesehatan. Peningkatan IKS ini dapat dilakukan dengan pembentukan kader sehat digampong guna untuk memantau kesehatan masyarakat di desa Lintasan Hauling Peunaga Cut Ujong Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA PENYAKIT SCABIES PADA NELAYAN DI DESA RHEUM BAROH KABUPATEN BIREUEN Masyudi, Masyudi; Darusman, Darusman
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.816

Abstract

Berdasarkan data yang didapatkan di Puskesmas, daf tar 10 penyaki t terbesar di Puskesmas Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen Tahun 2016 sampai Maret Tahun 2017 peny aki t kulit skabies merupakan salah satu dari 10 penyaki t terbanyak. Menurut survei awal peneliti di Desa Rheum Baroh kabupaten Bireuen Tahun 2017 saat melakukan wawancara, didapatkan 10 dari 15 orang nelayan tidak memperdulikan penyakit kulit apa yang sedang dialami, dan 5 orang nelayan lainnya mereka mereka mengatakan penyakit skabies itu adalah penyakit biasa dan tidak perlu dikhawatirkan. Penelitian ini bersifat Survei Analitik dengan desain cross sectional studi. Dengan jumlah Sampel yang diambil yaitu 51 responden. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Tempat penelitian ini dilakukan di Desa Rheum Baroh Kabupaten Bireuen Tahun 2017. Dari hasil uji statistik chi-square dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Lama Bekerja terhadap terjadinya Penyakit Scabies Pada Nelayan (P-value 0,029 0,05), antara Hubungan Personal Hygiene terhadap terjadinya Penyakit Scabies Pada Nelayan (P-value 0,001 0,05), dan antara Sanitasi Lingkungan terhadap terjadinya Penyakit Scabies Pada Nelayan (P-value 0,008 0,05), di Desa Rheum Baroh Kabupaten Bireuen Tahun 2017. Diharapkan kepada nelayan untuk meningkatkan pengetahuan tentang personal hygienenya dalam bekerja maupun di rumah tangga masing-masingKata Kunci: Penyakit Scabies. Pekerjaan.
ANALISIS PEMILIHAN PELAYANAN DOKTER KELUARGA DI KABUPATEN BIREUEN Fauzan, Ahmad; Ichwansyah, Fahmi; Usman, Said
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1299

Abstract

Pelayanan Dokter Keluarga merupakan pelayanan kesehatan yang di dukung oleh pengetahuan kedokteran terkini secara menyeluruh, paripurna, terpadu, berkesinambungan dalam menyelesaikan semua keluhan dari pengguna jasa atau pasien sebagai komponen keluarganya dengan tidak memandang umur, jenis kelamin dan sesuai dengan kemampuan sosialmya.Tujuanpenelitianmenganalisisfaktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan dokter keluarga di Kabupaten Bireuen. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain case control dengan perbandingan 1:2.  Kelompok kasus adalah semua pasien yang menggunakan layanan dokter keluarga, sedangkan kontrol adalah semua pasien yang dinyatakan tidak menggunakan layanan dokter keluarga tetapi di puskesmas. Jumlah sampel adalah126 orang responden, yang terdiri dari 42 orang kasus dan 84 kontrol. Hasil analisis bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan pemilihan dokter keluarga adalah :faktor pendidikan tinggi (P value= 0,0001: OR 10,9), faktor  pekerjaan formal (P value= 0,0001: OR 5,7), faktor  penghasilan cukup (P value= 0,001: OR 3,8), faktor jarak dekat (P value= 0,0001: OR 5,8), faktor fasilitas pelayanan kesehatan baik (P value= 0,001: OR=5,2), faktor persepsi baik (P value= 0,0001: OR= 4,4), faktor sikap tenaga kesehatan  baik (P value= 0,0001: OR=5,6), faktor jenis (P value= 0,015: OR=2,5). Kesimpulan dari penelitian ini  fasilitas baik (P value= 0.012: OR= 4,7) merupakan variabel yang paling berhubungan dengan pemelihan pelayanan dokter keluarga dibandingkan variabel lainnya. Kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) agar dapat mengadvokasi praktek dokter keluarga agar lebih meningkatkan kulitas pelayaan dan peningkatan sarana dan prasarana. Dokter keluarga dapat menjalin dan memperluas kerjasama dengan asuransi lainnya dalam hal cakupan pelayanan dan penggunakan layanan kesehatan.
HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DENGAN RISIKO KEJADIAN CAMPAK PADA BALITA DI PUSKESMAS KUTA BARO ACEH BESAR Safmila, Yuliani; Mardiah, Ainul
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i1.637

Abstract

Campak (Campak atau Morbili) adalah penyakit menular dan akut yang disebabkan oleh virus genotipe Paramyxovirus (RNA) Morbillivirus. Imunisasi berguna untuk meningkatkan risiko anak-anak menjadi rentan terhadap penyakit menular seperti infeksi saluran pernapasan atas, campak dan diare. Penyakit campak dapat dicegah dengan memberikan ketepatan waktu imunisasi imunisasi campak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi dengan risiko kejadian campak di Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan case control menggunakan data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang datang berobat ke Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Teknik pengambilan sampel pada kelompok kasus dan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan status imunisasi dengan kejadian campak dalam memperoleh OR = 7,800. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk terus meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat, terutama ibu yang memiliki anak tentang campak, imunisasi campak dan administrasiKata Kunci: Balita, Campak, Status Imunisasi.          
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN ACEH BARAT Husaini, Muhammad
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1302

Abstract

Kinerja ialah hasil kerja seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang, dan tanggung jawabnya. Kinerja pegawai dalam suatu organisasi perlu diukur atau dinilai, agar dapat diketahui apakah kinerja pegawai itu baik atau buruk. Kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal, yaitu kinerja yang sesuai standar organisasi dan mendukung tercapainya tujuan organisasi, dan dikatakan buruk jika sebaliknya. cara terbaik untuk memotivasi kerja seseorang adalah dengan memenuhi kebutuhan tingkat tingginya. Fenomena atau permasalahan yang terjadi pada obyek penelitian yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat antara lain disiplin masuk kerja masih kurang, kondisi ruang kerja yang kurang tertata dengan rapi. Hasil wawancara dengan beberapa petugas mengatakan bahwa suasana kerja lebih disukai yang dilapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan motivasi kerja dengan kinerja pegawai pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan crossectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 49 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki motivasi yang tinggi yaitu 57,1%, sebahagian besar memiliki kinerja yang baik,63,3%, dan ada hubungan antara motivasi dengan kinerja dengan nilai p=0,010. Disarankan Kepada BPBD Kabupaten Aceh Barat untuk melakukan upaya meningkatkan motivasi kerja petugas melalui pembinaan kepada petugas, memberi pelatihan, meningkatkan upah/gaji/honor serta memberi peluang untuk meningkatkan kemampuan/karier melalui pendidikan dan pelatihan
PENILAIAN UJI VALIDITAS INSTRUMEN SKRINING GANGGUAN REFRAKSI MATA SISWA SDN MODEL BANYUWANGI Ulfa, Itsna Faizah
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 3, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v3i1.1595

Abstract

Latar Belakang : Kelainan refraksi mata merupakan gangguan mata yang menyebabkan mata tidak dapat melihat atau fokus pada sesuatu objek sehingga pandangan menjadi kabur bahkan dapat menyebahkan penglihatan melemah. Kelainan refraksi mata yang berupa miopi sudah dapat terdeteksi pada anak usia sekolah dasar dan dapat berkembang seiring meningkatnya usia. Oleh karena itu, perlu dilakukan  skrining kelainan refraksi mata pada usia sekolah Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas alat skrining kelainan refraksi mata. Metode : Penelitian ini menggunakan  desain studi cross sectional deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas VI  SDN Model Banyuwangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2018 di SDN Model Banyuwangi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner.dan Optotype snellen untuk memeriksa kelainan refraksi mata sebagai metode baku emas. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai validitas instrumen skrining yakni, nilai sensivisitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif secara berurutan adalah 17%, 83,3%, 17%, dan 75%. Kesimpulan : Nilai validitas yang diperoleh rendah yang artinya skrining ini lemah dalam mendeteksi siswa yang positif mengalami kelainan refraksi mata.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT LEMBAH BHAKTI KABUPATEN ACEH SINGKIL Masyudi, Masyudi; Lizam, T. Cut
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i1.882

Abstract

Data dari PT. Lembah Bhakti dari tahun 2015 tercatat kasus meninggal 3 pekerja, luka berat seperti patah tulang , kehilangan anggota tubuh adalah 40 pekerja, luka ringan seperti tergores benda tajam tertusuk duri atau kaca adalah 35 pekerja dan penyakit akibat kerja seperti gangguan pernafasan, penyakit kulit dan gangguan organ tubuh lain nya adalah 40 orang.   Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 November 2015, Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 200 pekerja, dengan sampel 67 orang, pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat.  Dari hasil uji statistik chi-square dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh regulasi terhadap risiko kecelakaan kerja (P.Value 0,000 α = 0,05), ada pengaruh skill terhadap risiko kecelakaan kerja (P. Value 0,021α = 0,05), ada pengaruh lingkungan kerja terhadap risiko kecelakaan kerja (P. Value 0,000 α = 0,05), di di PT. Perkebunan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Lembah Bhakti Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2015. Diharapkan kepada pimpinan untuk meningkatkan skill pekerja dengan cara memberikan penyuluhan serta pelatihan yang berkaitan dengan pekerjaan agar pekerja bisa bekerja dengan profesional dan menurunnya angka kecelakaan kerja,diharapkan kepada pekerja agar bekerja sesuai dengan  prosedur serta  mengetahui regulasi/peraturan yang telah ditetapkan agar terhindar dari risiko kecelakaan kerja.Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Regulasi, Skill.
BERBAGAI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Samalanga Kabupaten Bireuen) ismail, ismail; Usman, Said; Maulida, Mahya
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i3.1545

Abstract

Berdasarkan wawancara dan observasi di lapangan pada responden trimester III kehamilan yang berada di Desa Pante Rheng mengenai kecemasan pada saat menjelang persalinan sangatlah tinggi. Sekilas dari pengetahuan ibu, diketahui belum mengerti bagaimana cara menghadapi, mengatasi serta menenangkan diri dari kecemasan pada saat persalinan. Sementara dukungan dari keluarga, beberapa ibu mengatakan kurang karena terbiasa pergi sendiri sementara suami yang bekerja sebagai nelayan akan berangkat ke laut sesuai jadwalnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Wilyah Kerja Puskesmas Samalanga Kabupaten Bireun Tahun 2018 Penelitian ini bersifat survei analitik dengan desain cross sectional studi. Dengan jumlah populasi 127 responden dan sampel berjumlah 56 responden. Analisis yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Tempat penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Samalanga Kabupaten Bireun pada tanggal 20 s/d 26 Februari tahun 2019. Dari hasil uji statistik chi-square dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengetahuan (P-value  0,025 0,05), psikologis (P-value  0,014 0,05), dukungan keluarga (P-value  0,048 0,05), dan tidak ada pengaruh pendapatan (P-value  0,055 0,05) terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Samalanga Kabupaten Bireuen Tahun 2019. Diharapkan kepada puskesmas, dapat memegaskan kepada sang ibu saat pemeriksaan kehamilan untuk menikuti masa pemeriksaan kehamilan untuk mengurangi tingkat komplikasi dan kematian ibu demi meningkatkan derajat kesehatan.
HUBUNGAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DAN PENCEMARAN UDARA DENGAN TANGGAPAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (TPA) BANDA ACEH Safmila, Yuliani
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 1, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v1i2.821

Abstract

Studi pendahuluan yang peneliti lakukan terhadap 91 responden didapatkan bahwa sebagian besar responden tanggapannya masih kurang baik dan masih terganggu terhadap keberadaan TPA Gampong Jawa, disebabkan karena faktor kebersihan lingkungan dan pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersihan lingkungan dan pencemaran udara dengan tanggapan masyarakat terhadap keberadaan tempat pembuangan akhir sampah. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya berjumlah 953 KK dengan jumlah sampel 91 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara kebersihan lingkungan, pencemaran udara dengan tanggapan masyarakat terhadap keberadaan TPA. Diharapkan masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Gampong Jawa untuk dapat memperbaiki, merawat dan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari pembakaran sampah yang dapat menjadi sumber pencemaran udara serta dapat menjaga kesehatannya agar terhindar dari penyakit. Diharapkan pada Dinas Kesehatan dan Instansi terkait agar TPA dapat dibuat jauh dari perumahan penduduk yang sesuai dengan standar dan syarat serta dapat melakukan perbaikan sistem pengelolaan sampah secara baik dan benar.Kata Kunci: Kebersihan Lingkungan, Keberadaan TPA, Pencemaran Udara.