cover
Contact Name
Ni Made Wangi Suryati
Contact Email
wangi.suryatimade@gmail.com
Phone
+6287861692266
Journal Mail Official
wangi.suryatimade@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tukad Balian No. 180 Renon, Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Nasional
ISSN : 25806173     EISSN : 25486144     DOI : 10.37294
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Nasional (JRKN) is a journal published by the Bali Institute of Technology and Health (ITEKES) and registered without ISSN 2580-6173 (Print) ISSN 2548-6144 (Online). The National Journal of Health Research (JRKN) provides a special forum for researchers and lecturers to exchange ideas about theory, research and research on fundamental issues relating to the world of health in general. Each Manuscript in the National Journal of Health Research (JRKN) has a DOI that can be accessed at the bottom of each abstract.
Articles 139 Documents
PENGALAMAN IBU MUDA TERHADAP KELAHIRAN ANAK PERTAMA DI KELURAHAN KALIABANG TENGAH BEKASI UTARA 2017 Novita, Regina Vidya Trias; Kamasi, Anastasya Victoria; Anggrareni, Lina Dewi
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.215

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: kurangnya pengetahuan dan informasi menjadi salah satu hambatan yang dialami oleh remaja terhadap kesehatan reproduksi remaja. Ketidaksiapan remaja dalam menghadapi perubahan yang terjadi seperti dorongan seks mulai meningkat dan sulit dikendalikan. Penelitian bertujuan untuk mengeksplor pengalaman kelahiran anak pertama pada ibu muda dengan usia remaja.Metode: metode pada penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan sampel snowball sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Informan terdiri dari tujuh orang ibu dengan usia remaja saat pertama kali melahirkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner semi terstruktur dengan teknik wawancara mendalam dan menggunakan teknik Colaizzi untuk analisa data.Hasil: hasil dari penelitian ini terdapat empat tema, yaitu emosi yang dialami ibu muda saat melahirkan, kendala yang dihadapi, upaya mengatasi kendala, konsekuensi menjadi ibu baru, dan dukungan pada ibu muda. Kendala yang utama dirasakan adalah merawat bayinya ketika sakit dan ketidakmampuan menyusui. Pengetahuan dan dukungan sangat kurang dan ibu muda berusaha mengatasi kendala tersebut dengan meminta bantuan orang yang berpengalaman. Kesimpulan: penting artinya pendampingan dari tenaga kesehatan dan kader posyandu untuk melakukan kunjungan rumah sehingga kendala yang dihadapi mendapatkan solusi yang tepat. Ibu remaja diberikan konseling, informasi, dan edukasi saat kehamilan agar dapat mempersiapkan diri guna menjalankan perannya sebagai ibu baru.Kata kunci: pengalaman, ibu muda, remaja, kehamilan, pertama kali melahirkan ABSTRACTBackground: lack of knowledge and information becomes one of the obstacles experienced by adolescents about adolescent reproductive health. Unpreparedness adolescents to face the changes that occur as sex drive begins to Increase and difficult. This study aimed to explore the experiences of the birth of the first child in adolescent mothers. Methods: this research used a qualitative method with snowball sampling. In this research, the researcher had a role as an instrument. The informants of this research involved seven mothers with teenage age at the first time of giving birth. Data collection was collected by open questioners semi-structured, using in-depth interviews with the Colaizzi technique for the data analysis. Results: results of this study were findings that have four themes, such as the emotions experienced at the first time giving birth, obstacles in caring for babies, the effort was made to cope the obstacles faced by young mothers, the consequences of being a new mother, and support in young mothers. Conclusions: the main obstacle felt was caring for her baby when sick and the inability to breastfeed. Knowledge and support were very lack and young mothers try to overcome these obstacles by asking for the helped of experienced people. Assistance from health workers such as PUSKESMAS and Posyandu cadres must conduct home visits so that the obstacles they encounter are getting the right solution. ConYoung mothers are given counseling, information, and education during pregnancy so they can prepare themselves to carry out their roles as new mothers.Keywords: experiences, young mothers, adolescents, pregnancy, birth of the first child
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI irmayati, noverita; Waluyo, Agung
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.229

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling sering dilaporkan oleh pasien kanker. Fatigue dapat berpengaruh terhadap Quality Of Life (QOL) seperti kemampuan mereka untuk berfungsi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa Yoga efektif dalam mengatasi fatigue. Yoga dapat membantu pasien menjaga kesehatan fisik pada pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan untuk mengetahui pengaruh Yoga untuk mengelola fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapiMetode : Studi ini menggunakan metode kuasi eksperimen : nonequivalent control group pretest-posttest design pada 11 pasien yang menjalani kemoterapi di ruang rawat jalan dan rawat inap RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo. Jakarta, Intervensi Yoga diberikan 2 kali seminggu selama 30 menit, dalam 4 minggu. Fatigue dinilai pada awal intervensi, dan akhir intervensi (4 minggu) dengan menggunakan Brief Fatigue Inventori (BFI).Hasil : Penerapan Yoga menunjukkan bahwa adanya penurunan fatigue dengan rerata pretest 35,64 dan postest intervensi 27,18 dengan p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa Yoga dapat dijadikan sebagai intervensi untuk gejala fatigue untuk pasien kemoterapi, dan sesuai digunakan di area klinis. Kesimpulan : Intervensi Yoga dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan. Perawat onkologi dapat mempelajari teknik Yoga dasar sederhana dan menggunakan Yoga sebagai intervensi keperawatan untuk membantu pasien kemoterapi mengelola gejala fatigue mereka.  Kata Kunci : Fatigue, Kemoterapi, Yoga ABSTRACTBackground : Cancer Related Fatigue (CRF) is a serious clinical manifestation and common symptoms experienced by cancer patients. Fatigue symptoms is one of the most frequently reported by cancer patients. Fatiques can affect the Quality Of Life (QOL) like their ability to function and participate in enjoyable activities. In several evidences show that Yoga effective in managing fatigue. Yoga can help patients to have healthy physical outcomes among chemotherapy patients. Objectives to examine effects of Yoga on manage fatigue symptom among chemotherapy patients. Methods : This study designed were Quasi Experiment : nonequivalent control group pretest-posttest design involving 11 chemotherapy in and outpatients at Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia. Yoga intervention was conducted twice a week for 30 minutes for 4 weeks. The fatigue symptoms were assessed at baseline, post intervention (4 weeks), using The Brief Fatigue Inventory (BFI). Results: Yoga intervention showed decrease in fatigues symptoms with pretest 35,64 and postest intervention 27,18, with p < 0,001). This finding suggest that Yoga have promise as interventions for fatigues symptoms for chemotherapy patients, and it is feasible to be used in clinical area. Conclusion :Yoga interventions can be integrated into nursing practice. Oncology nurse can learn basic simple Yoga technique and use Yoga as nursing interventions to help chemotherphy patients manage their fatigue symptoms.  Keywords : Chemotherapy, Fatigue, Yoga  ABSTRAKLatar Belakang :Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling sering dilaporkan oleh pasien kanker. Fatigue dapat berpengaruh terhadap Quality Of Life (QOL) seperti kemampuan mereka untuk berfungsi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang menyenangkan. Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa Yoga efektif dalam mengatasi fatigue. Yoga dapat membantu pasien menjaga kesehatan fisik pada pasien yang menjalani kemoterapi. Tujuan untuk mengetahui pengaruh Yoga untuk mengelola fatigue pada pasien kanker yang menjalani kemoterapiMetode : Studi ini menggunakan metode kuasi eksperimen : nonequivalent control group pretest-posttest designpada 11 pasien yang menjalani kemoterapi di ruang rawat jalan dan rawat inap RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo. Jakarta, Intervensi Yoga diberikan 2 kali seminggu selama 30 menit, dalam 4 minggu. Fatigue dinilai pada awal intervensi, dan akhir intervensi (4 minggu) dengan menggunakan Brief Fatigue Inventori (BFI).Hasil : Penerapan Yoga menunjukkan bahwa adanya penurunan fatigue dengan rerata pretest 35,64 dan postest intervensi 27,18 dengan p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa Yoga dapat dijadikan sebagai intervensi untuk gejala fatigue untuk pasien kemoterapi, dan sesuai digunakan di area klinis.Kesimpulan : Intervensi Yoga dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan. Perawat onkologi dapat mempelajari teknik Yoga dasar sederhana dan menggunakan Yoga sebagai intervensi keperawatan untuk membantu pasien kemoterapi mengelola gejala fatigue mereka.  Kata Kunci : Fatigue, Kemoterapi, Yoga ABSTRACTBackground : Cancer Related Fatigue (CRF) is a serious clinical manifestation and common symptoms experienced by cancer patients.Fatigue symptoms is one of the most frequently reported by cancer patients. Fatiques can affect the Quality Of Life (QOL) like their ability to functionand participate in enjoyable activities.In several evidences show that Yoga effective in managingfatigue. Yoga can help patients to have healthy physical outcomes among chemotherapy patients. Objectives to examine effects of Yoga on manage fatigue symptom among chemotherapy patients. Methods :This study designed were Quasi Experiment : nonequivalent control group pretest-posttest designinvolving 11 chemotherapy in and outpatients at Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia. Yoga intervention was conducted twice a week for 30 minutes for 4 weeks. The fatigue symptoms were assessed at baseline, post intervention (4 weeks), using The Brief Fatigue Inventory (BFI). Results: Yoga intervention showed decrease in fatigues symptoms with pretest 35,64 and postest intervention 27,18, with p < 0,001). This finding suggest that Yoga have promise as interventions for fatigues symptoms for chemotherapy patients, and it is feasible to be used in clinical area. Conclusion :Yoga interventions can be integrated into nursing practice. Oncology nurse can learn basic simple Yoga technique and use Yoga as nursing interventions to help chemotherphy patients manage their fatigue symptoms.  Keywords : Chemotherapy, Fatigue, Yoga
GAMBARAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN DENGAN ULKUS KAKI DIABETES MELITUS DI BALI Putri, Manik Elisa
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.209

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Quality of Life (QoL) atau Kualitas hidup pasien dengan ulkus kakik diabetes melitus lebih buruk, daripada pasien dengan Diabetes Melitus (DM) tanpa ulkus kaki dalam populasi umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Quality of Life (Kualitas hidup) pada pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus (Diabetic Foot Ulcer / DFU) di Bali.Metode : Desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel direkrut menggunakan convenience sampling yang melibatkan pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus (Diabetic Foot Ulcer / DFU) dengan total sampel yang melibatkan 201 orang responden. yang dilakukan di ruangan department rawat jalan bedah Rumah Sakit Wangaya serta klinik perawatan luka di Bali Indonesia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetic Foot Ulcer Scale-Short Form (DFS-SF) dan Independent t-test digunakan untuk memahami gambaran kualitas hidup antara perempuan dan laki-laki dengan DFU. Penelitian ini sudah mendapatkan ijin etik oleh komite etik Universitas Udayana.Hasil : Karakteristik responden perempuan (n= 103; 51.2%), dan laki-laki (n= 98; 48.8%). Kualitas hidup sebagian besar memiliki kualitas hidup rendah yang buruk yaitu (<50)(n=133; 66.2%), dan kualitas hidup yang lebih baik yaitu (> 50)[n=68; 33.8%]. Skor rata-rata kualitas hidup pada pasien dengan DFU 42.4±15.5.Kesimpulan: Laki-laki dan perempuan pada pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus menunjukkan kualitas hidup perempuan lebih rendah daripada laki-laki dengan diabetes melitus (DFU). Keluarga diharapkan tetap memotivasi dan mendukung pasien agar dapat berpartisipasi dalam aktivitas keagamaan atau kegiatan positif lainnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapat, Pasien dengan ulkus kaki diabetes melitus, baik laki-laki maupun perempuan merupakan suatu hal yang perlu kita perhatikan.  Kata Kunci : Ulkus Kakik Diabetes Mellitus, Jenis kelamin, dan Kualitas Hidup  ABSTRACTBackground: Quality of Life (QoL) or Quality of Life of patients with diabetic ulcer diabetes is worse, than patients with Diabetes Mellitus (DM) without foot ulcers in the general population. The purpose of this study was to study the description of Quality of Life (quality of life) in patients with Diabetic Foot Ulcer (DFU) in Bali. Methods: Descriptive design by discussing cross sectional. Sampling techniques were recruited using convenience sampling involving diabetic foot ulcer patients with diabetes mellitus (DFU) with a total sample involving 201 respondents. Performed in the Wangaya Hospital surgical outpatient room and wound care in Bali Indonesia. Data were collected using a Diabetic Foot Ulcer Scale-Short Form (DFS-SF) questionnaire and Independent t-test was used to collect assessments of quality of life between women and men with DFU. Udayana University Ethics Committee.Results: Characteristics of female respondents (n = 103; 51.2%), and male (n = 98; 48.8%). Quality of life mostly has a low quality of life that is poor (<50) [n = 133; 66.2%], and a better quality of life (> 50) [n = 68; 33.8%]. The mean score of quality of life was 42.4±15.5. Conclusion: Male and female patients with diabetes mellitus foot ulcers show a lower quality of life for women than men with diabetes mellitus (DFU). Families are expected to continue to motivate and support patients to participate in religious activities or other positive activities.Keywords: diabetic foot ulcer, gender, and quality of life
TINGKAT GEJALA DEPRESI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DI INSTITUT TEKNOLOGI DAN KESEHATAN (ITEKES) BALI Kusuma, Made Dian Shanti; NURYANTO, I KADEK; GEDE SUTRISNA, I PUTU
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.310

Abstract

Latar Belakang: Depresi pada remaja atau dewasa muda sangat jarang teridentifikasi, depresi tersebut dapat dipengaruhi oleh masalah depresi dari keluarga, stress, dan perubahan hormone. Apabila gejala perubahan psikologis yang dimiliki seseorang tidak teridentifikasi dan diatasi dengan baik, mereka bisa mengalami depresi. Dalam hal ini, skrining depresi perlu dilakukan dikalangan mahasiswa untuk mencegah terjadinya depresi.Metode: Design pada penelitian ini adalah descriptive dengan pendekatan cross-sectional, populasi dan sampel adalah mahasiswa program studi Sarjana Keperawatan ITEKES Bali. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Patient Health Questionnaire 9 (PHQ-9) yang digunakan untuk melakukan skrining depresi.Hasil: Tingkat gejala depresi pada mahasiswa program studi sarjana keperawatan bervariasi dimana hampir 50% memiliki gejala depresi ringan yaitu sebanyak 107 orang (45.5%), sedangkan terlihat 4 orang mahasiswa memiliki gejala depresi berat (1.7%). Sekitar 30% mahasiswa 69 (29.4%) tidak depresi. Dimana beberapa perilaku terkait gejala depresi yang dialami oleh responden adalah kurang tertarik atau bergairah dalam melakukan apapun, merasa murung, muram, atau putus asa, sulit tidur atau insomnia, kurang percaya diri, dan sulit berkonsentrasi pada sesuatu.Kesimpulan: Gejala depresi yang dialami mahasiswa bervariasi dilihat dari data karakteristik. Pada mahasiswa jika mekanisme koping nya kurang baik/maladaptive akan sangat renten memiliki gejala depresi. Oleh karena itu, perlu pengawasan khusus untuk mahasiswa apabila dilihat menunjukkan tanda dan gejal depresi, untuk mencegah terjadinya depresi
Uji Aktivitas Filter Buah Juwet (Syzygium cumini) sebagai Peluruh Radikal Bebas Terhadap Paparan Asap Rokok pada Hati Mencit Jantan (Mus musculus L.) Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Sukmaningsih, Anak Agung Sagung Alit
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.240

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran histologi hepar mencit jantan (Mus musculus) yang diberi ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) pada filter rokok kretek sebagai peluruh radikal bebas pada asap rokok. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni (true experimental) dengan pendekatan post test only control group design. Data hasil penelitian diuji statistik menggunakan SPSS 21.0, hasil uji Shapiro Wilk  menunjukan data terdistribusi normal dengan nilai p>0,05, selanjutnya dilakukan uji homogenitas yang hasilnya menunjukan data homogen, dengan nilai p< 0,05. Setelah itu dilanjutkan dengan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mencit yang diberikan rokok kretek  memiliki hasil yang signifikan dengan kelompok kontrol sebesar 5,78±1,64 dimana sel nekrosis dan perlemakan hati lebih banyak terjadi pada mencit yang diberikan rokok kretek dibandingkan dengan yang tidak diberikan rokok kretek. Pemberian filter ekstrak juwet pada mencit jantan yang terpapar asap rokok menunjukkan hasil yang signifikan menurunkan jumlah nekrosis dan perlemakan hati, hal ini ditunjukkan dari hasil uji statistic nilai p<0,05 dimana kelompok kontrol tidak menunjukan perbedaan yang signifikan terhadap kelompok perlakuan yang diberikan filter ekstrak juwet . Pada penelitian ini filter rokok ekstrak buah juwet (Syzygium cumini) dapat menurunkan nekrosis dan perlemakan hati pada mencit jantan. (Mus musculus) yang terpapar asap rokok.
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANALGESIK DALAM SWAMEDIKASI NYERI DI KOTA DENPASAR Lydya, Ni Putu; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Kartika Dewi, Ni made Umi
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.315

Abstract

Latar Belakang: Nyeri merupakan keluhan terbanyak yang mendorong masyarakat untuk melakukan praktek swamedikasi. Analgesik efektif dan memiliki indeks terapi yang luas, namun dapat berpotensi untuk menimbulkan efek samping yang serius bahkan ketika digunakan dalam dosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran terkait rasionalitas penggunaan analgesik dalam swamedikasi nyeri di Kota Denpasar. Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 196 responden yang dipilih dengan consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada enam apotek di wilayah Kota Denpasar dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa 50,5% responden menggunakan analgesik secara tidak rasional dalam praktek swamedikasi nyeri. Mayoritas responden yang menggunakan analgesik dalam swamedikasi nyeri adalah perempuan, usia 17-25 tahun, tingkat pendidikan tinggi, bekerja dan memiliki tingkat pendapatan yang rendah. Kesimpulan: Setengah dari total responden menggunakan analgesik secara tidak rasional dalam praktek swamedikasi nyeri. Tingginya ketidakrasionalan penggunaan analgesik dapat menyebabkan peningkatkan biaya pengobatan dan dapat menimbulkan kondisi yang berbahaya. Kata kunci: Penggunaan analgesik, rasionalitas, swamedikasi AbstractBackground: Pain is the most complaints of illness that encourage communities to use analgesics in self-medication practice. Analgesics are effective and have a broad therapeutic index, but may have potentially serious side effects even when they used in the right dosage. This study aimed to determine the rationality of analgesic use in pain self-medication in Denpasar City. Method: A cross-sectional design was used, and involved 196 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected from questionnaire distribution in six pharmacies in Denpasar City and analyzed by using descriptive statistics. Result: This study found that 50,5% respondents used analgesics irrationally in pain self-medication practice. The majority of respondents who used analgesics in pain self-medication were females, aged 17-25 years old, high education level, employed, and had low income. Conclusion: Half of the total respondents used analgesics irrationally in pain self-medication practice. High of irrational analgesic use can increase medical costs and lead to dangerous conditions. Keywords:  Analgesic use, pain, rationality, self-medication
GAMBARAN STRES SISWA SMA MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH DARI RUMAH SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI SMAN I MENGWI Dina Susanti, Ni Luh Putu; Nuartini, Ni Nyoman
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.305

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Fenomena yang sedang terjadi di kalangan Siswa SMA adalah adanya kecemasan karena akan mengikuti ujian sekolah dari rumah yang sangat menentukan bisa tidaknya seorang siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya karena adanya pandemi Covid-19. Keadaan yang berlarut-larut tanpa kepastian dan penanganan yang baik  dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan umum, kesehatan reproduksi bahkan gannguan kejiwaan Metode :Rancangan penelitian ini adalah penelitian qualitative. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam terhadap partisipan terkait yang berjumlah 13 orang dan data dianalisis secara tematik  yang disajikan dalam bentuk narasi.    Hasil dan Pembahasan: Secara umum partisipan pada penelitian ini memiliki persepsi bahwa ujian sekolah dari rumah merupakan langkah yang tepat dilakukan pada masa pandemic Covid-19 ini. Masih ditemukan permasalahan yang menimbulkan stress pada siswa khususnya dampak pada kesehatan reproduksi yang dialami oleh siswa laki-laki adalah penurunan stamina dan pada siswa perempuan adanya gangguan pada menstruasi.Simpulan dan Saran : Siswa SMA mengalami stress menghadapi ujian sekolah yang berdampak pada kesehatan umum dan kesehatan reproduksi. Pihak orangtua/wali siswa dan pihak sekolah sudah berusaha memfasilitasi dan berharap adanya akses internet gratis dari pemerintah dan pandemic ini akan segera berakhir. 
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Kusuma Negara, S.Kep., M.N.S, I Gusti Ngurah Made; Rismawan, Made
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.247

Abstract

Pendahuluan : Orang tua tentu mengharapkan memiliki anak yang sehat dan dapat berkembang dengan baik. Akan tetapi terkadang tidak semua anak dapat lahir dengan kondisi sehat. Kelahiran seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus tentunya dapat menjadi beban bagi keluarga itu sendiri sehingga dapat mempengaruhi penerimaan orang tua terhadap anak itu sendiri. Permasalahannya adalah kebanyakan penelitian yang dilakukan terkait factor yang mempengaruhi penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus masih terfokus pada salah satu factor dan belum menjelaskan factor dominannya. Metodologi : Metode yang digunakan pada penelitian adalah korelasi analitik. Responden pada penelitian ini adalah orang tua anak berkebutuhan khusus di 3 SLB wilayah Propinsi Bali dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Variable diukur menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesa dilakukan dengan Spearman Rho.Hasil : Hasil analisa hubungan didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dan penerimaan orang tua terhadap anak retardasi mental dengan nilai signifikan P= 0,000, nilai r = 0,612 dan arah korelasi kedua variabel bersifat positif (+).Diskusi :  Kurangnya pengetahuan dan informasi merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada penerimaan anak retardasi mental dimana tingkat pendidikan yang tinggi akan lebih  mudah mencari informasi dan memahami masalah yang dialami oleh anak dan mencari penyembuhan. Penerimaan orang tua adalah perasaan atau perilaku orang tua yang dapat menerima keberadaan anaknya tanpa syarat seperti rasa sayang, kelekatan, kepedulian, dukungan dan pengasuhan. faktor penyebab keluarga tidak menerima anak mereka disebabkan karena keluarga tidak memiliki informasi, pengetahuan dan kesiapan dalam menerima anak mereka. Hal ini yang menyebabkan saat anak mereka lahir dan mengalami tumbuh kembang yang tidak normal, keluarga menganggap mereka adalah anak yang merepotkan dan aib dalam keluarga. Selain itu sikap tidak menerima kehadiran anak dengan retardasi mental juga dipengaruhi oleh penolakan dari lingkungan sosial yang beranggapan bahwa mereka adalah hambatan dalam masyarakat
DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA KESEHATAN MENTAL REMAJA DI KABUPATEN BANGLI - BALI Rahayuni, I Gusti Ayu Rai; Wulandari, Ida Ayu Putri
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.311

Abstract

Background : The Covid-19 Pandemic situation is an extraordinary event in the world community. In addition to physical impacts due to viruses, the psychological, mental and social impacts was  priority issues  that also involve an adolescents as productive, active and dynamic subjects. Very drastic changes in all settings of life during the lockdown period bring adolescents to the transition situation, a difficulty with social distancing around  more than 3 months which can trigger burden, stress, depression and other mental effects. The purpose of this study was to describe the Impact of Covid-19 Pandemic on Adolescent Mental Health in Bangli District – Bali. Methods :  This descriptive research with cross-sectional approach. Data was collected  at SMA 1 Bangli on July 2020 with a total sampling technique of 302 adolescents who met with inclusion criteria. Data were collected using the Indonesian version of the SRQ-29 questionnaire online and were processed in a descriptive univariate. Results : The results of the study illustrate the conditions during the Covid-19 pandemic that 10 respondents (3%) had undergone Rapid tests, 6 people (2%) had undergone swab tests, 1 person (2%) had confirmed positive Covid-19 and 113 people (37) , 4%) stated that their home area  was once a red zone. Results Analysis of mental conditions during the pandemic that 93 people (30.8%) indicated the presence of neurosis symptoms, 21 people (6.9%) indicated the use of psychoactive substances, 128 people (42.4%) indicated the presence of psychotic symptoms and that is 284 people (94%) indicated PTSD symptoms. Conclusion : Support from all parties through policy, attention and intervention is needed to minimize mental disorders, especially PTSD symptoms in adolescents so that adolescents can back be productive . 
UJI EFEKTIVITAS L-CARNITINE TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIBERI PAKAN TINGGI LEMAK Antari, Ni Wayan Sukma; Damayanti, Ida Ayu Manik
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas spermatozoa dan hormon testosteron setelah pemberian L-carnitine terhadap pada Mencit Jantan (Mus musculus)  Penelitian ini dilakukan dengan memberikan L-carnitine sebagai perlakuan selama 42 hari pada Mencit Jantan dengan variasi dosis 100 mg/kg bb, 150 mg/kg bb dan 200 mg/kg bb dan menggunakan kontrol sebagai pembanding. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah kualitas spermatozoa yaitu: morfologi, motilitas, viabilitas, integritas membrane dan melihat kadar hormone testosteron. Data hasil penelitian diolah menggunakan program statistik komputer (SPSS 22.0 for Windows) dengan menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen L-carnitin dengan dosis tinggi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan menurunnya kualitas spermatozoa yaitu: morfologi, motilitas, viabilitas, dan integritas membran

Page 11 of 14 | Total Record : 139