cover
Contact Name
Rinto Alexandro
Contact Email
rintoalexandro76@gmail.com
Phone
+6282141262814
Journal Mail Official
rintoalexandro76@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS)
ISSN : 23550236     EISSN : 26846985     DOI : 10.37304
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) mencakup bidang ilmu Sosial
Articles 408 Documents
Peningkatan Kinerja Dan Profesional Tenaga Pendidik/Guru Di Kota Palangka Raya Tonich Uda
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 1, Juni, Tahu
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen utama yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah guru. Peran guru sangat menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Keberhasilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki guru dan kemampuan yang dimiliki peserta didik. Guru yang memiliki kompetensi sebagai pendidik akan lebih berhasil dalam melaksanakan pembelajaran dibanding dengan guru yang tidak memiliki kompetensi. Keberhasilan dalam melaksanakan pembelajaran akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang selanjutnya akan meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, usaha meningkatkan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas guru. Guru yang berkualitas adalah guru yang profesional dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Guru yang profesional mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran, serta menilai hasil pembelajaran. Dengan kata lain bahwa guru yang berkualitas adalah guru yang mampu melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung-jawab dan layak atau guru yang memiliki kinerja yang baik. Kinerja guru merupakan prestasi yang dapat ditunjukkan oleh guru. Ia merupakan hasil yang dapat dicapai dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya berdasarkan kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu yang tersedia. Wujud dari kinerja guru direalisasikan oleh kompetensi atau profesionalismenya (Riduwan, 2009). Berdasarkan ungkapan tersebut berarti kinerja guru (teacher performance) berkaitan dengan profesionalisme guru, artinya untuk memiliki kinerja yang baik guru harus didukung dengan profesionalisme atau kompetensi yang baik pula. Esensi dari kinerja guru tidak lain merupakan kemampuan guru dalam menunjukkan kecakapan atau profesionalisme yang dimilikinya dalam dunia kerjannya. Dunia kerja guru adalah membelajarkan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Upaya Peningkatan Prestasi Hasil Belajar Ekonomi Dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS (Think Pair Share) Pada Kelas IX A SMP Negeri 1 Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau Yanson I Nyalung
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 1, Juni, Tahu
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar IPS/ekonomi pada siswa kelas IX.A SMPN-1 Jabiren Raya Tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus di mana masing-masing siklus dilalui dengan empat tahapan, yaitu: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi tindakan; dan (4) refleksi tindakan. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas SMPN-1 Jabiren Raya Tahun pelajaran 2014/2015 sebanyak 31 siswa dengan komposisi 15 laki-laki dan 16 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan secara kolaborator bersama dengan guru mata pelajaran IPS/Ekonomi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, teknik evaluasi atau tes, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini yaitu penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar IPS/Ekonomi pada kelas IX.A SMPN-1 Jabiren Raya Tahun pelajaran 2014/2015. Hal tersebut didukung oleh fakta-fakta sebagai berikut: (1) Keaktifan siswa dalam apersepsi meningkat sebanyak 14%. Hasil tersebut ditunjukkan pada siklus 1 sebesar 58% (21 siswa) dan pada siklus 2 sebesar 72% (26 siswa); (2) Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TPS meningkat sebanyak 16%. Hasil tersebut ditunjukkan pada siklus 1 sebesar 61% (22 siswa) dan pada siklus 2 sebesar 77% (28 siswa); (3) Keaktifan siswa dalam diskusi berpasangan/kelompok meningkat sebanyak 20%. Hasil tersebut ditunjukkan pada siklus 1 sebesar 61% (22 siswa) dan pada siklus 2 sebesar 81% (29 siswa); (4) Ketuntasan hasil belajar meningkat sebesar 15%. Hasil tersebut ditunjukkan pada siklus 1 sebesar 68% (23 siswa) dan pada siklus 2 sebesar 83% (29 siswa); (5) Keaktifan siswa dalam diskusi mengalami peningkatan terbesar dibandingkan dengan keaktifan dan ketuntasan hasil belajar siswa lainnya. Hal tersebut disebabkan siswa memberi respon yang positif terhadap tugas yang diberikan guru dengan aktif berdiskusi dalam pasangan/kelompok.
Hubungan Peran Guru Dalam Mendisiplinkan Siswa Terhadap Aktivitas Pembelajaran Siswa Di SMPN 5 Palangka Raya Sogi Hermanto
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 1, Juni, Tahu
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan peran guru dalam mendisiplinkan siswa, (2) mendeskripsikan aktivitas pembelajaran siswa, dan (3) untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara peran guru dalam mendisiplinkan siswa terhadap aktivitas pembelajaran siswa di SMPN-5 Palangka Raya. Populasi penelitian sebanyak 306 siswa, Sampel diambil 25 % dari jumlah keseluruhan poulasi sebanyak 77 Siswa. Metode yang digunakan adalah adalah deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, observasi, dokumentasi dan wawancara, sedangkan teknik analisis menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian secara deskriptif : (1) peran guru dalam mendisiplinkan siswa mendapatkan 68,83 % responden memiliki nilai kategori tinggi dan 31,17% memiliki kategori sangat tinggi, (2) aktivitas pembelajaran siswa mendapatkan 11,69% responden memiliki nilai kategori sangat rendah, 20,80% responden memiliki kategori rendah, 16,11% responden memiliki nilai kategori sedang, 13,40% responden memiliki nilai kategori tinggi dan 38,00% memiliki kategori sangat tinggi, dan (3) Karena hasil uji hipotesis diperoleh rxy hitung = 0,531, rxy hitung 0,531 adalah lebih besar dari r tabel = 0,227 pada taraf signifikan 5% dan taraf signifikan 1% = 0,296, maka Ha diterima, dan Ho ditolak. Kesimpulan: berarti ada hubungan positif yang signifikan antara peran guru dalam mendisiplinkan siswa terhadap aktivitas pembelajaran siswa di SMPN-5 Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan peran guru dalam mendisiplinkan siswa, (2) mendeskripsikan aktivitas pembelajaran siswa, dan (3) untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara peran guru dalam mendisiplinkan siswa terhadap aktivitas pembelajaran siswa di SMPN-5 Palangka Raya. Populasi penelitian sebanyak 306 siswa, Sampel diambil 25 % dari jumlah keseluruhan poulasi sebanyak 77 Siswa. Metode yang digunakan adalah adalah deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, observasi, dokumentasi dan wawancara, sedangkan teknik analisis menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian secara deskriptif : (1) peran guru dalam mendisiplinkan siswa mendapatkan 68,83 % responden memiliki nilai kategori tinggi dan 31,17% memiliki kategori sangat tinggi, (2) aktivitas pembelajaran siswa mendapatkan 11,69% responden memiliki nilai kategori sangat rendah, 20,80% responden memiliki kategori rendah, 16,11% responden memiliki nilai kategori sedang, 13,40% responden memiliki nilai kategori tinggi dan 38,00% memiliki kategori sangat tinggi, dan (3) Karena hasil uji hipotesis diperoleh rxy hitung = 0,531, rxy hitung 0,531 adalah lebih besar dari r tabel = 0,227 pada taraf signifikan 5% dan taraf signifikan 1% = 0,296, maka Ha diterima, dan Ho ditolak. Kesimpulan: berarti ada hubungan positif yang signifikan antara peran guru dalam mendisiplinkan siswa terhadap aktivitas pembelajaran siswa di SMPN-5 Palangka Raya.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Pada Mata Pelajaran PKn Femmy; Abd Rahaman Azahari; Rinto Alexandro
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang mendapat pembelajaran berbasis portofolio dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional pada mata pelajaran PKn dengan pokok bahasan Globalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan “random, pre-test, post-test design”. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan tes prestasi (achievement test) dengan instrumen berupa soal tes objektif bentuk pilihan ganda, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah t-test. Hasil penelitian menemukan bahwa proses belajar mengajar dengan model pembelajaran berbasis portofolio memberikan perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar siswa lebih positif oleh siswa kelompok eksperimen. Pemahaman siswa kelompok eksperimen terhadap konsep kesempatan kerja lebih tinggi dibandingkan dengan siswa kelompok kontrol.
Upaya Guru Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII E Melalui Penggunaan Metode Diskusi Di SMPN 1 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Engripin; Dehen Erang; Eko Riady; Revnussa Oktobery
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pendidikan tergantung bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran yang dilaksanakan dimana guru harus memperhatikan siswanya, dan harus memberikan sesuatu yang sifatnya membuka pikiran siswa. Hal tersebut dimaksudkan agar siswa dapat mengembangkan pemahamannya, menyimpulkan serta dapat memperluas ilmu pengetahuan tersebut kelak. Adapun komponen yang membentuk kegiatan pembelajaran adalah: a). Siswa yang bertindak sebagai mencari, penerima dan menyimpulan isi pelajaran, b.) guru bertindak sebagai pengelola dalam rangka pembelajaran yang efektif, c). Metode atau cara yang teratur dan efektif dalam penyampaian informasi materi pelajaran kepada siswa, dalam rangka pencapaian tujuan, d.) Tujuan, adanya suatu perubahan pada siswa, setelah proses pembelajaran dilaksanakan, e). Isi pelajaran segala informasi harus berupa fakta dan konsep yang jelas, f). Metode dan bahan serta peralatan yang dibutuhkan untuk membantu pencapaian tujuan, g.) Evaluasi adalah alat untuk melihat hasil dari perkembangan pembelajaran mulai dari sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa. Rumusan masalah ”Apakah upaya guru melalui penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII E di SMPN-1 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau” ?. Proses penelitian dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Hopkins dalam Aqib, (2007:31), sifat penelitian adalah pengamatan yang dilakukan oleh 2 orang, kepala sekolah dan rekan sejawat, 1 orang guru sebagai peneliti sekaligus melakukan proses pengajaran yang berlangsung di dalam kelas. Pelaksanaan penelitian terbagi menjadi tiga tahapan, dimana pada tahap I disebut sebagai pre-test (tes awal), tahap II Siklus I proses penerapan tindakan observasi, dan Refleksi, serta evaluasi, tahap III Siklus II proses penerapan tindakan observasi, dan Refleksi serta evaluasi. Hasil yang diperoleh adalah nilai rata-rata pre-test data awal 5,65 (65%) tidak tuntas, pelaksanaan Siklus I nilai rata-rata 6 dengan ketuntasan belajar 85% yang tidak tuntas 15%, pelaksanaan Siklus II nilai rata-rata 8 yang tuntas dalam belajarnya 100% yang tidak tuntas 0%. Kesimpulan penelitian dengan menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui penggunaan metode diskusi mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII E di SMPN-1 Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Manajer Dalam Melaksanakan Tugas Dan Hubungannya Dengan Keberhasilan Usaha Koperasi Unit Desa Di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Tonich Uda
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study were to analyse the effect of education, training, experience and compensation upon the managers ability in conducting job and the relationships with the success of KUD in the district of Kapuas at Central Kalimantan Province. The hypothesis of this study were: (1) Factors and elements of managers ability [Education (X1), Training (X2), Experience (X3) and Compensation (X4)] affect positively to managers ability in conducting their job at KUD; (2) Managers ability in conducting their job (Y) affect positively on the success of KUD. A survey was applied in the district of Kapuas, Central Kalimantan. In this study 45 KUD were sorted out as a sample and 45 managers of these KUD in the district. The hypothesis were tested using Structural Equation Modeling Analysis (SEM) and using LISREL 8.0 program. The results of this study indicated that (1) education, training, experience and compensation factors positively affected to the managers'ability in conducting their job. (2) The ability of managers in conducting their job in turn positively would affect to the success of KUD.
Peran Strategis PKN Dalam Membangun Budaya Hukum Yang Berkeadaban Sakman
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terciptanya budaya hukum yang berkeadaban merupakan cita-cita luhur founding fathers kita dalam mendirikan Negara Republik Indonesia ini. Salah satu cara untuk membangun budaya hukum yang berkeadaban adalah melaksanakan PKn dalam arti luas atau citienzhip education yang mencakup sasaran dunia persekolahan melalui school civic education dan masyarakat luas melalui community civic education (Cogan, 1999). Pendidikan kewarganegaraan secara tegas memberikan gambaran kepada kita bahwa pendidikan kewarganegaraan itu harus ditujukan untuk membentuk warganegara yang cerdas dan baik yaitu warganegara yang memiliki karakter budaya hukum yang berkeadaban sesuai degan nilai-nilai pancasila. Aspek-aspek kompetensi dalam PKn mencakup pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraaan (civic skills), dan watak atau karakter kewarganegaraan (civic dispositions), ketiga aspek tersebut harus dikembangkan secara seimbang untuk melahirkan warga negara yang memiliki budaya hukum yang berkeadaban sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Budaya hukum terbentuk dari kebiasaan masyarakat, kebiasaan masyarakat terbentuk dari watak atau karakter individu dalam masyarakat itu sendiri.
Dampak Penayangan Pornografi Dan Kekerasan Di Multimedia Bagi Perkembangan Dan Perilaku Anak Eddy Lion
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan terpesat yang terjadi dalam beberapa tahun ini adalah dalam bidang multimedia. Penulis melihat dan menilai penayangan acara melalui multimedia pada saat ini, berbagai tayangan contohnya: sinetron, sex, reality show, kekerasan dan lain-lain. Waktu penayangan acara-acara tersebut biasanya pada waktu saat jam belajar anak-anak dan waktu santai orang dewasa. Tanpa keberadaan orang tua di saat anak berinteraksi dengan multimedia kadang merupakan kekhawatiran tersendiri bagi orang tua, misalnya ketika si anak menonton tanyangan yang bermakna kekerasan, maka perkembangan anak cenderung mencontoh hal-hal yang dilihatnya di acara tersebut, atau sebaliknya orang dewasa yang berinteraksi dengan multimedia yang menayangkan kekerasan dan kekerasan seksual pada anak secara terus menerus dan terpengaruh pada sikap dan perbuatanya, secara tidak langsung akan mempengaruhi sikapnya terhadap anak. Multimedia merupakan komponen yang berada di luar diri anak dan orang dewasa, dan diperkirakan mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan anak, karena merupakan sarana untuk belajar masalah-masalah yang positif maupun negatif. Makin majunya teknologi dan makin berkembangnya masyarakat menyebabkan multimedia merupakan sarana yang tidak asing lagi untuk menyampaikan berbagai informasi. Beberapa ahli berpendapat bahwa multimedia dapat menstimulasikan fantasi kekerasan dan fantasi ini mendukung timbulnya tingkah laku agresif penontonya. Kehadiran multimedia dalam kehidupan sehari-hari merupakan suatu hal yang tidak bisa terhindarkan. Perkembangan anak dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor yang berasal dari dalam diri dan di luar dirinya. Interaksi antar faktor ini membentuk kepribadian anak yang kemudian akan tampak dalam sikap serta tingkah lakunya. Salah satu faktor dari luar yang mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak adalah multimedia.
Korelasi Penguasaan Kalimat Dengan Kemampuan Menulis Argumentasi Mahasiswa PGSD FKIP UPR Darsan Bagus
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa yang aktif kuliah di PGSD Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya dengan tujuan untuk mengetahui korelasi antara penguasaan kalimat dengan kemampuan menulis argumentasi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya. Penelitian ini tergolong penelitian metode kuantitatif, populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa yang aktif kuliah di PGSD, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya, yang keseluruhannya berjumlah 304 orang, sedangkan sampelnya sampel penelitian ini bisa diambil 15% adalah sebanyak 46 orang mahasiswa, yang dipilih secara acak sederhana dari seluruh mahasiswa program studi PGSD, Jurusan Ilmu, Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan angket/tes, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan adanya bahwa penguasaan kalimat sangat besar sekali yaitu 93,5% yang menunjukkan bahwa variable penguasaan kalimat memberikan korelasi terhadap variable kemampuan menulis argumentasi, dan sisanya sebesar 6,5% merupakan kontribusi dari variable lain yang tidak diteliti atau dapat disebut variable intervining. Hasil penelitian ini mengindikasi bahwa penguasaan kalimat merupakan suatu hal yang sangat penting bagi seorang mahasiswa dalam rangka membantu kemampuan menulis argumentasi dalam pelaksanaan tugas dan pekerjannya, baik di kampus maupun di luar kampus sehingga dapat meningkatkan kemampuan menguasai Bahasa Indonesia. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara penguasaan kalimat terhadap kemampuan menulis argumentasi mahasiswa PGSD di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya sebesar 93,5%.
Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai Bandiklat Provinsi Kalimantan Tengah Revnussa Oktobery; Rinto Alexandro
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 2, Desember,
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reformasi pemerintahan yang terjadi di Indonesia telah mengakibatkan terjadinya pergeseran paradigma penyelenggaraan pemerintahan dari paradigma sentralistis ke arah desentralisasi yang ditandai dengan pemberian otonomi yang luas dan nyata kepada daerah Tujuan manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu untuk menjamin penyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan dukungan PNS yang professional, bertanggung jawab, jujur dan adil melalui pembinaan yang dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier. PNS sebagai sumber daya aparatur sudah semestinya didorong untuk memiliki profesionalitas yang tinggi dan tanggap terhadap berbagai tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang.Dengan pengaturan manajemen sumber daya manusia secara professional diharapkan dapat menghasilkan aparaturyang berkualitas dan memiliki kinerja yang tinggi sehingga tujuan organisasi yang diharapkan dapat tercapai.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 17 Nomor 2 Desember 2025 Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 17 Nomor 1 Juni 2025 Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 16 Nomor 2 Desember 2024 Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 16 Nomor 1 Juni 2024 Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 15 Nomor 2 Desember 2023 Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 15 Nomor 1 Juni 2023 Vol. 15 No. No Special - 1 (2023): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 15 Nomor Sp Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 14 Nomor 2 Desember 2022 Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 14 Nomor 1 Juni 2022 Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Vol 13, Nomor 2, Desember, T Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 13, Nomor 1, Juni, Ta Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume, 11 Nomor 01, Juni, T Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 12, Nomor 2, Desember Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 12, Nomor 1, Juni, Ta Vol 11 No 02 (2019): Jurnal Pendidikan IPS volume 11, Nomor 02, Desember, Tahun2019 Vol 11 No 1 (2019): Journal Pendidikan IPS Vol, 11 Nomor 1, Juni 2019 Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 11, Nomor 2, Desember Vol 10 No 02 (2018): Jurnal Pendidikan IPS volume 10 Nomor 02, Desember, Tahun 2018 Vol 9 No 01 (2018): Jurnal Pendidikan IPS volume 09 Nomor 01, Juni, Tahun 2018 Vol. 10 No. 02 (2018): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 10, Nomor 02, Desemb Vol. 9 No. 01 (2018): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 9, Nomor 01, Juni, Ta Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 10, Nomor 2, Desember Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 9, Nomor 1, Juni, Tahu Vol 8 No 02 (2017): Jurnal Pendidikan IPS volume 08, Nomor 02, Desember, Tahun 2017 Vol. 8 No. 02 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 08, Nomor 02, Desembe Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 08, Nomor 2, Desember, Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 7, Nomor 1, Juni, Tahu Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 6, Nomor 2, Desember, Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 5, Nomor 1, Juni, Tahu Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 2, Desember, Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 3, Nomor 1, Juni, Tahu Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 2, Nomor 2, Desember, Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Volume 1, Nomor 1, Juni, Tahu More Issue