cover
Contact Name
Rumondang, S.Pi., M.Si
Contact Email
lppmuna123@gmail.com
Phone
+6281262070788
Journal Mail Official
lppmuna123@gmail.com
Editorial Address
Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Asahan Jln. Ahmad Yani Kisaran – 21224 – Sumatera Utara
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PIONIR
Published by Universitas Asahan
ISSN : 25493043     EISSN : 26553201     DOI : 10.36294/pionir.v2i4
Jurnal Pionir merupakan jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Asahan yang bertujuan sebagai sarana komunikasi ilmiah dan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian kepada praktisi dan pengamat ilmu pengetahuan. Jurnal Pionir mencakup berbagai bidang kajian ilmu pengetahuan karena jurnal ini bersifat multidisiplin ilmu. Seperti Ilmu Hukum, Ilmu Pendidikan dan Keguruan, Ilmu Teknologi dan Informatika dan ilmu-ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 354 Documents
KAJIAN LMIAH PENYEBAB HAMPIR PUNAHNYA IKAN BATAK DI PERAIRAN DANAU TOBA Pohan Panjaitan 1 , Rumondang2 Juliwati Batubara3 , Khairani Laila4
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2709

Abstract

Tulisan ini memaparkan hasil kajian ilmiah yang bertujuan untuk menemukan penyebab hampir punahnya ikan batak dan memberi sebilangan strategi alternatif penyelamatannya dan pelestarian ikan batak di perairan Danau Tob.Penelitian dilaksanakan di Medan dan di kawasan perairan Danau Toba, selama dua bulan, yaitu mulai April dan Mei 2022. Metoda penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data yang diperoleh adalah berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat kawasan Danau Toba termasuk para nelayan. Sedangkan data sekunder berupa produksi ikan batak yang diperoleh dari data dinas perikanan yang ada di kawasan perairan Danau Toba. Data hasil survei berupa data aspek sosial dan ekonomi masyarakat nelayan dan hasil pengamatan langsung terhadap kondisi daerah aliran sungai yang bermuara di perairan Danau Toba. Data yang diperoleh dari lapangan (primer maupun skunder) dianalisis, dikompilasi dan dibandingkan dengan kebuutuhan ekologi, reproduksi dan siklus hidup ikan batak. Studi ilmiah ini menemukan sebilangan factor penyebab hampir punahnya ikan batak di perairan Danau Toba antara lain: (1) terdapatnya sejumlah jenis spesies ikan berupa peredator bagi kehidupan ikan batak di perairanan Danau Toba. Ikan kaca-kaca. Ukuran ikan kacakaca lebih kecil dari ikan batak, sehingga ikan kaca-kaca sebetulnya tidak memangsa ikan batak. Namun, ikan kaca-kaca itu memakan telur dan larva ikan batak; (2) terbatasnya pengetahuan dan keterampilan Smasyarakat nelayan di kawasan perairan Danau Toba terutama masyarat nelayan akan biologi dan siklus hidup termasuk reproduksi ikan batak; (3) Air sungai yang bermuara di perairan Danau Toba umumnya berkualitas rendah karena sudah tercemar oleh limbah organik dan limbah tak organik yang berasal dari hasil erosi tanah di daerah aliran sungai. Kata kunci:Punahnya populasi ikan batak, perairan DanauToba,kajianilmiah, limbah takorganik
ANALISIS BUDAYA MASYARAKAT JAWA DI DESA TANAH TINGGI KECAMATAN AIR PUTIH KABUPATEN BATU BARA DALAM ACARA SYUKURAN TINGKEBAN :KAJIAN SEMIOTIKA LISA HARTATI, TARIDA ILHAM MANURUNG, ,KARIMALIANA
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2829

Abstract

ABSTRAK Budaya daerah sangat sangat penting untuk berlangsungnya kebudayaan nasional, untuk itulah budaya daerah harus terus dilestarikan dan dijaga agar tetap dilaksanakan oleh suatu masyarakat. Indonesia memiliki banyak suku bangsa yang tersebar luas, dari sekian banyaknya suku bangsa ada salah satunya yaitu budaya Jawa.Dalam penelitian ini data yang difokuskan pada menganalisis makna setiap proses upacara tingkeban yang ada didesa Tanah Tinggi Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara. Budaya Jawa adalah salah satu budaya yang ada diindonesia, kebudayaan Jawa ini dengan keanekaragamannya banyak mengilhami masyarakat Jawa dalam tindakan maupun prilaku keberagamannya masing-masing. Misalnya dalam upacara daur hidup, masa kehamilan, kelahiran, masa anak-anak, masa remaja, masa perkawinan dan masa kematian. Identifikasi masalah didefenisikan sebagai upaya untuk menjelaskan masalah dan membuat penjelasan dpat diukur, identifikasi ini dilakukan sebagai langkah awal penelitian. Jadi secara ringkas identifikasi adalah mendefenisikan masalah penelitian. Selain itu, identifikasi masalah juga dapat diartikan sebagi proses dan hasil pengenalan masalah. Maka dari itu identifikasi ini menjadi langkah awal penelitian yang penting. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Analisis Budaya Masyarakat Jawa di Desa Tanah Tinggi Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara: Kajian Semiotika. Dapat disimpulkan sebagai berikut :1)perelengkapan siraman yang didalamnya dilengkapi air dari tujuh sumber mata air dan kembang setaman, 2) perlengkapan brojolan brupa bubur procot dan cengkir gading, 3) perlengkapan ngagem busana dengan menggunakan tujuh motif kain,4) perlengkapan menjual rujak dan dawetdilengkapi dengan rujak dan dawet,5) perlengkpan kenduri yang dilengkapi dengan nasi dan lauk dan makanan lainnya.
POLITIK HUKUM RETRIBUSI PARKIR DI KABUPATEN ASAHAN Bahmid Bahmid; Ahmad Fauzi; Edi Kurniawan; Julizar Mauttaqin; Marlon Brando; Miftahul Husna; M Nico Hardianto; M Tomy Iskandar; Nurul Islamy; Risdianto Risdianto; Ustami Panjaitan
JURNAL PIONIR Vol 7, No 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v7i2.2955

Abstract

Salah satu sumber pendapatan daerah yang dapat dioptimalkan dari hasil retribusi, retribusi parkir merupakan pendapatan asli daerah yang dapat dioptimalkan dengan pengelolaan yang baik serta pengawasan yang tepat dari Dinas perhubungan. Mulai dari tarif parkir yang harus sesuai dengan Peraturan Bupati yang telah ditetapkan dan juga pengawasan terhadap juru parkir liar. Bagaimana pengelolaan parkir di Kabupaten Asahan guna terciptanya keadilan, kepastian dan kemanfaatan bagi semua pihak. Merupakan metode penelitian yang meninjau fungsi dari suatu hukum atau aturan dalam hal penerapannya di ruang lingkup masyarakat. Metode penelitian ini disebut juga dengan penelitian hukum sosiologis, hal ini disebabkan metode dalam penelitian ini juga dilakukan penelitian berkaitan dengan orang dalam menjalani suatu hubungan dalam kehidupan yang berkaitan dengan orang lainnya atau masyarakat. Pendapatan Asli Daerah merupakan pendapatan daerah yang bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan pendapatan lain asli daerah yang sah. Retribusi merupakan pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikaan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. Salah satu jenisnya retribusi arker, Sarana atau tempat arker merupakan tempat tertentu yang ditetapkan oleh Kepala Daerah/Bupati/Wali Kota sebagai tempat arker.Kata Kunci : Retribusi, pengelolaan Parkir, pendapatan Daerah
FAKTOR RISIKO INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD KOTA PINANG KABUPATEN LABUHAN BATU SELATAN TAHUN 2020 Antonij Edimarta, Frida Saragih, Yunida Tourisna Oktavia Simanjuntak, Rinco Siregar
JURNAL PIONIR Vol 7, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v7i1.2800

Abstract

ABSTRAK Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang terjadi di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan setelah pasien dirawat 2x24 jam, yang sebelumnya, pasien tidak memiliki gejala penyakit tersebut dan tidak dalam masa inkubasi.pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang paling berisiko terkena infeksi nosokomial, karena infeksi ini dapat menular dari pasien ke petugas kesehatan, dari pasien ke pengunjung atau keluarga ataupun dari petugas ke pasien Faktor yang berhubungan dengan infeksi nosokomial adalah tindankan invasif dan pemasangan infus, ruangan terlalu penuh, penyalahgunaan antibiotik, prosedur sterilisasi yang tidak tepat dan ketidaktaatan terhadap peraturan pengendalian infeksi oleh perawat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, tindakan serta lingkungan perawat tentang faktor risiko infeksi nosokomial di ruang rawat inap RSUD Kota Pinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional. Pada penelitian ini terdapat 36 populasi dengan 36 sampel, dimana sampel ditarik dengan total sampling. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari 26 responden terdapat 16 responden (61,5%) responden yang memiliki pengetahuan kurang baik dan 10 responden terda entrasi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Faktor  Risiko Infeksi Nosokomial pada Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan Tahun 2020. Infeksi nosokomial merupakan infeksi yang terjadi di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan setelah pasien dirawat 2x24 jam, yang sebelumnya, pasien tidak memiliki gejala penyakit tersebut dan tidak dalam masa inkubasi.Pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan penunggu pasien merupakan kelompok yang paling berisiko terkena infeksi nosokomial, karena infeksi ini dapat menular dari pasien ke petugas kesehatan, dari pasien ke pengunjung atau keluarga pat 9(90,0%)  responden dengan sikap positif 6(50.0%) responden dengan sikap negatif, 19 (79,2%) responden dengan tindakan positif dan 8 (10,8%) responden dengan tindakan negatif serta untuk variabel lingkungan kerja perawat dapat dikatakan baik, meskipun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Keyword: Risiko, Infeksi Nosokomial, Perawat
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DENGAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS KELAS X DI SMA TAMAN SISWA PEMATANGSIANTAR TAHUN 2020 Sri Wahyuni Tarigan SST.,M.Kes1, Jumadiah Wardati Br Saragih2
JURNAL PIONIR Vol 6, No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v6i2.2865

Abstract

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada sel-sel di leher rahim. Kanker serviks di Indonesia menduduki urutan kedua dalam urutan keganasan pada wanita. Kejadian kanker serviks sebanyak 5.786 kasus atau 10,3% dari keganasan lainnya. Bahkan sekitar 500.000 wanita di seluruh dunia didiagnosa menderita kanker serviks dan rata-rata 270.000 orang meninggal tiap tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri kelas X  di SMA Taman Siswa Pematangsiantar, Pencegahan kanker serviks di kelas X di SMA Taman Siswa Pematangsiantar, dan hubungan tingkat pengetahuan remaja putri dengan pencegahan kanker serviks kelas X di SMA Taman Siswa Pematangsiantar. Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional, dengan populasi 100 dan didapat 50 sampel yang dipilih secara purposive sampling serta pengumpulan data untuk variabel dependen dan variabel independen di lakukan bersamaan melalui instrument  kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan baik ada sebanyak 36 responden (72%) dan pengetahuan kurang baik ada sebanyak 14 responden (28%). Berdasarkan hasil uji statistic chi-square dengan tingkat kemaknaan a=0,05 diperoleh nilai p= 0,01 yang berarti bahwa  ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kanker serviks. Kata kunci :  Pengetahuan, Dan Pencegahan Kanker Serviks  
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BIRU- BIRU KECAMATAN SIBIRU-BIRU KABUPATEN DELI SERDANG Yosafat Barus, Fridella Grace Natalia Tarigan, Tetty Suriany Limbong3
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2772

Abstract

Abstract Diabetes Mellitus is a chronic hyperglycemic state accompanied by various metabolic disorders due to hormonal disorders that cause various chronic complications in the eyes, kidneys, nerves and blood vessels so that it can affect a person's quality of life. Quality of life of patients with diabetes mellitus on average have a poor quality of life due to physical changes. Physical changes felt by patients with diabetes mellitus such as fatigue and disturbances during activities caused by increased blood sugar levels. One way to improve the quality of life is good self-care. The purpose of this study was to identify the relationship between self care and the quality of life of patients with diabetes mellitus at the Biru-Biru Health Center, Sibiru-biru District. This research method uses a correlation design with a sample of 46 respondents at the Biru-Biru Health Center, Sibiru-biru District. The measuring instrument used in this research is a questionnaire. Data analysis was performed using the chi-square test with (p=0.002). The results of this study indicate that there is a relationship between self care and the quality of life of patients with diabetes mellitus at the Biru-Biru Health Center, Sibiru-biru District. It is hoped that patients will be able to further improve self-care so that the quality of life is better. Keywords: Self Care, Quality of Life for Diabetes Mellitus Patients
RESPON VARIASI MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN URINE KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Armaniar, , Kabul Warsito, Fachrina Wibowo
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2717

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Pengaruh media tanam dan pengaruh pemberian urine kelinci terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (A ascalonicum L.) serta interkasi kedua perlakuan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan Faktor pertama adalah Media Tanam (M) yang terdiri atas M1 : Kompos : Pupuk Kotoran Sapi : Cocopeat (2:1:1), M2 : Kompos : Pupuk Kotoran Sapi : Cocopeat (1:2:1) dan M3 = Kompos : Kotoran Sapi : Cocopeat (1:1:2) dan Faktor kedua adalah urine kelinci (P) yang terdiri atas P0 = 0 ml/tanaman (Kontrol), P1 = 500 ml/tanaman dan P2 = 1000 ml/tanaman, yang terdiri dari 9 kombinasi dan 3 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 9 tanaman dengan total tanaman 243 tanaman. Parameter penelitian ini terdiri atas jumlah daun (helai), panjang daun (cm), jumlah anakan (buah), jumlah umbi per sampel (buah), diameter umbi per sampel (cm), berat basah umbi per sampel (g) dan berat kering umbi per sampel (g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan beberapa media tanam berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun dan jumlah anakan, tetapi berpengaruh nyata terhadap panjang daun dan berat umbi persampel serta berpengaruh sangat nyata terhadap parameter diameter umbi dan berat kering umbi, Media tanam terbaik yaitu pada M2 (kompos : kotoran sapi: cocopeat/1:2:1). Pada Perlakuan urine kelinci berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah umbi, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun, panjang daun, jumlah anakan, berat basah per sampel, berat kering per sampel dan diameter umbi, perlakuan terbaik pada P2 (1000 ml/tanaman). Kata kunci : Media tanam, Bawang merah, Urine kelinci  ABSTRACTThis study aims to determine: The effect of planting media and the effect of rabbit urin on the Growth and Production of Shallots (A ascalonicum L.) and the interaction of the two treatments. This study used a factorial randomized block design (RAK) with the first factor being Planting Media (M) and the second factor being rabbit urine (P) consisting of 9 combinations and 3 replications, where each replication consisted of 9 plants with a total of 243 plants. This study consisted of 2 treatments, namely planting medium (M) as the first factor consisting of M1 : Compost : Cow Manure : Cocopeat (2:1:1), M2 : Compost : Cow Manure : Cocopeat (1:2:1 ) and M3 = Compost: Cow Manure: Cocopeat (1:1:2) and the provision of rabbit urine (P) as the second factor consisting of P0 = no treatment (Control), P1 = 100 ml/plant and P2 = 200 ml/plant . The parameters of this study consisted of the number of leaves (strands), leaf length (cm), number of tillers (fruit), number of bulbs per sample (fruit), tuber diameter per sample (cm), wet weight of tubers per sample (g) and dry weight. tubers per sample (g). The results of this study showed that the treatment of several planting media had no significant effect on the number of leaves and number of tillers, but had a significant effect on leaf length and weight of the sampled tubers and had a very significant effect on the parameters of tuber diameter and dry weight of tubers. The best planting medium was M2 (compost). :cow dung: cocopeat/1:2:1). The rabbit urine treatment had no significant effect on the number of tubers, but had a very significant effect on the number of leaves, leaf length, number of tillers, wet weight per sample, dry weight per sample and tuber diameter, the best treatment at P2 (1000 ml/plant). Keyword : Planting Media, Shallots, rabbit urine   
TEKNIK RADIOGRAFI OSSA PELVIS DENGAN SANGKAAN FRAKTUR OS PUBIS DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT EFARINA ETAHAM BERASTAGI KABUPATEN KARO TAHUN 2020 Veryyon Harahap1, Bambang Kustoyo1, Saufa Taslima1
JURNAL PIONIR Vol 8, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i1.2855

Abstract

ABSTRAK Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik,kekuatan dan sudut dari tenaga tersebut, keadaan tulang itu sendiri, dan jaringan lunak di sekitar tulang akan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak lengkap. Fraktur lengkap terjadi apabila seluruh tulang patah, sedangkan pada fraktur tidak lengkap tidak melibatkan seluruh ketebalan tulang. Ada beberapa istilah yang dipakai untuk menjelaskan tipe fraktur yaitu. Fraktur Transversal,Fraktur Longitudinal, Fraktur Segmental, Fraktur Kompresi dan Fraktur Avulsi.Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui hasil gambar radiografi, Apabila terjadi fraktur atau benturan serta diakibatkan oleh faktor KLL(kecelakaan lalulintas). Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana teknik pemeriksaan  radiogrfi Ossa Pelvis dengan sangkaan Fraktur Os Pubis di instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Berastagi Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan data dengan cara observasi, studi dokumentasi dan studi literature (kepustakaan). Hasil penelitian pemeriksaan Ossa Pelvisdengan sangkaan Fraktur Os Pubis di instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi adalah secara umum dengan menggunakan proyeksi AP(AnteriorPosterior). Pesawat Rontgen yang ideal untuk radiografi Ossa Pelvis adalah jenis pesawat rontgen yang portable atau mobile X-Ray unit dengan kemampuan yang relatif rendah. Film rontgen yang digunakan jenis high speed yang dikombinasikan dengan intensifying screen (IS) yang fast screen dimana jenis film dan intensifying screen (IS) ini dapat menghasilkan gambaran dengan detail dan ketajaman yang baik. Dengan demikian dosis radiasi juga dapat dikurangi bagi pasien dan operator itu sendiri. Proses pencucian film rontgen yang digunakan sebaiknya menggunakan Automatic Processing. Diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dari hasil radiografi khususnya pada kasus Fraktur Os Pubis.Kata  kunci : Ossa Pelvis, fraktur Os Pubis    ABSTRACT               A fracture is a fracture, usually caused by trauma or physical exertion, the strength and angle of the force, the state of the bone itself, and the soft tissue surrounding the bone will determine whether the fracture is complete or incomplete. Complete fracture occurs when the entire bone is broken, whereas incomplete fracture does not involve the entire thickness of the bone. There are several terms used to describe the type of fracture, namely. Transverse Fractures, Longitudinal Fractures, Segmental Fractures, Compression Fractures and Avulsion Fractures.The examination aims to determine the results of radiographic images, if there is a fracture or collision and it is caused by the KLL factor (traffic accident). The research objective was to find out how the Ossa Pelvis radiographic examination technique with suspected Os Pubis Fractures in the Radiology installation of the Efarina Berastagi Hospital in 2020. This type of research is descriptive research using data collection techniques by means of observation, documentation study and literature study (literature). The results of the research on the examination of Ossa Pelvis with suspected Os Pubis Fractures in the Radiology installation of the Efarina Etaham Berastagi Hospital were generally using the AP (Anterior Posterior) projection. The ideal X-Ray aircraft for radiographs. Ossa Pelvis is a portable or mobile X-Ray unit with relatively low capability. The x-ray film used is a high speed type combined with a fast intensifying screen (IS) where this type of film and the intensifying screen (IS) can produce images with good detail and sharpness. Thus the radiation dose can also be reduced for both the patient and the operator himself. The process of washing the X-ray film used should be Automatic Processing. It is hoped that it can be used as a reference for radiographs, especially in cases of Os Pubis fracture.Key words: Ossa Pelvis, Os Pubis fracture 
PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENINGKATKAN HARMONI SOSIAL KEAGAMAAN PADA MASYARAKAT PLURAL DI KELURAHAN BATANG BERUH, SIDIKALANG. 1Elisabeth M. Lumbantobing, 2Hana Dewi Aritonang
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2703

Abstract

Indonesia terkenal dengan masyarakat multikultural dimana sebuah kehidupan yang nyata saling menerima dan saling menghargai ragam perbedaan dalam bentuk apapun baik itu kesukuan atau etnisitasnya disekitar lingkungannya. Sejauh ini, toleransi telah menjadi obat yang diandalkan untuk mempersatukan masyarakat multicultural dalam membentuk keharmonisan. Kepelbagaian segi asal, etnis, pola budaya, agama dan lain-lain dalam suatu Negara atau masyarakat (disebut: Plural) akan mempengaruhi pemahaman dan pola pandang masyarakat itu sendiri. Manusia sebagai mahluk Sosial tidak akan terlepas dari proses interaksi sosial. Interaksi sosial akan menjalin hubungan sosial antar sesama yang disebut relasi atau relation. Relasi Sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan individu yang lain dan saling mempengaruhi dan didasarkan pada kesadaran untuk saling menolong. Dan jika berlangsung dalam waktu yang relatif lama akan membentuk suatu pola, pola hubungan ini disebut pola relasi sosial. Toleransi antar umat beragama tidak terlepas dari hubungan interaksi para tokoh agama yang berbeda yang akan menciptakan relasi sosial yang baik yang akan di contoh oleh umat atau masyarakat. Sebagai tokoh agama/panutan para umat dan masyarakat, selayaknya mencerminkan Harmoni sosial dlam masyarakat terelebih bagi umat. Pola relasi sosial yang baik akan menciptakan harmonis sosial keagamaan yang kuat. Empati terhadap pemeluk agama yang berbeda menjadi modal dasar membentuk suatu harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian teologis dan penelitian deskriptif sosial. Hasil penelitian ini terdiri atas 3 poin utama yaitu: pertama, peran tokoh agama sangat berpengaruh terhadap keharmonisan masayarakat plural di Kelurahan Batang Beruh sidikalang, Kedua sosial masyarakat menjadi lebih erat menjakin keadamaian dan kerukunan antar umat beragama, dan yang ketiga, keharmonisan ini layak dipertahankan di keluragan batang beruh , Sidikalang serta layak ditiru oleh daerah lain
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SEMANGKA TANPA BIJI (Citrullus vulgaris scard) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HIJAU (HANTU SL) Erwin Pane, Asep Supriadi
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2809

Abstract

ABSTRACT Growth Response Research And Production Plants Without Seeds Watermelon (Citrullus Vulgaris scard) Against Giving Green fertilizer (Ghost SL). Order to determine the affect of growth response and the production of green fertilizer ghost. Green manures affect both the production and watermelon crop production. The research was conducted in the village of Sugiarjo, Distric Batang kuis, Deli Serdang district with a height of 15 m dpl above sea level, topography is flat and sandy loam soil types. This study was conducted from may to july 2015, using a Randomized Block Design non factorial with six replications, 1 combination thus obtained 24 plots of the entire combination and repetition. Factor tested were green fertilizer ghost that H0 = without fertilizer green, H1 = use of green fertilizer ghost with a concentration of 1 cc/liter water per plot, H2 = use of green fertilizer ghost with a concentraion of 2 cc/liter water per plot, H3 = use of green fertilizer ghost with a concentration of 3 cc/liter water per plot. The results showed that the concentration of the four treatment by using green fertilizer ghost (H) is H3 significantly increased girth, number of leaves, a long tendril, wrap fruit, fruit weight seedless watermelon plants ( Citrullus Vulgaris Scard) Varieties of Quality. Keywoards : Green fertilizer Ghost SL, seedless watermelon (Citrullus Vulgaris Scard).