cover
Contact Name
Dhini Anggraini Dhilon
Contact Email
jurnaldoppler@gmail.com
Phone
+6281365593206
Journal Mail Official
jurnaldoppler@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang - Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Doppler
ISSN : -     EISSN : 25803123     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Doppler is a journal on midwifery. This journal is managed by midwifery program and supervised by Lembaga Penelitian Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Doppler (JD) is registered with eISSN : 2580-3123. JD is published twice a year. The journal publishes articles about midwifery care, evidence based in midwifery and all about issue that related to midwifery. JD follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription. Manuscript should be prepared according to the following author guidelines template.
Articles 148 Documents
PENGARUH PIJAT OKETANI TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA Vania Putri Ulan Sari; Syukrianti Syahda
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif dimulai dari bayi baru lahir sampai bayi berusia 6 bulan. Produksi ASI yang kurang dapat menyebabkan terganggunya proses menyusui sehingga menjadi salah satu faktor ibu tidak memberikan ASI secara eksklusif. Upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan angka cakupan ASI rendah yaitu 9,7% di wilayah kerja Puskesmas Bangkinang Kota adalah dengan melakukan terapi pijat oketani. Pijat oketani merupakan manajemen keterampilan untuk mengatasi masalah laktasi seperti produksi ASI yang tidak cukup atau ASI kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan pijat oketani pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pretest Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu nifas hari pertama dengan sampel sebanyak 25 orang menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis data menggunakan t test dependen. Hasil penelitian menunjukkan produksi ASI ibu nifas sebelum dilakukan pijat oketani diperoleh nilai rata-rata yaitu 82,40 cc. Sedangkan produksi ASI ibu nifas sesudah diberikan pijat oketani memiliki nilai rata-rata yaitu 105,20 cc di peroleh nilai p value = 0.000 (≤ 0,005). Diharapkan ibu nifas yang telah melakukan pijat oketani agar bisa tetap melakukan pijat secara rutin, sehingga dapat lebih memperlancar dan memperbanyak produksi ASI Ibu.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN LAMA PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CESAREA Peny Ariani; Putri Ayu Yessy Ariescha; Yulia Fahmila; Mutiara Dwi Yanti; Nurul Aini Siagian
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rate of cesarea section is not more than 15-20%. However, the data show that the rate of caesarea section in private hospitals in cities in Indonesia is above 30% and some even reach 80%. The aim of the study was to find out the relationship between nutritional status and the length of wound healing of sectio caesarea in public hospitals accompanied by Deli Tua in 2020. The method of the type of research used in this study is quantitative descriptive with the case control approach, using Purposive Sampling techniques. With a sample of 152 people. The research instrument used an IMT measuring instrument and observation sheet. The results T Independent test statistic were obtained P-value 0.000
FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN TINGGI BADAN IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA RANAH SINGKUANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPAR Fitri Apriyanti; Fitri Meiriza Syahasti
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari World Health Organization (WHO). Berdasarkan hasil Riskesdas (2018) menunjukkan angka yang cukup menggembirakan terkait masalah Stunting di Indonesia. Angka Stunting mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu pada tahun 2013 sebesar 37,2% sedangkan pada tahun 2018 menjadi 30,8%. Namun angka kejadian Stunting pada balita ini masih tergolong cukup besar. Tujuan penelitian ini yaitu Menganalisis Faktor Sosiodemografi dan Tinggi Badan Ibu dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Desa Ranah Singkuang pada tanggal 30 Desember 2020 sampai 16 Januari 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Ibu yang memiliki anak balita di desa Ranah Singkuang wilayah Kerja Puskesmas Kampar berjumlah 90 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Analisa data dilakukan dengan komputerisasi, dengan analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh terdapat hubungan antara faktor umur ibu (p value=0,003), faktor pendapatan keluarga (p value=0,02), faktor jumlah anggota keluarga (p value=0,008), faktor Jarak Kehamilan (p value=0,003), dan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting di Desa Ranah Singkuang Wilayah Kerja Puskesmas Kampar dengan p value 0,004 (p value < 0,05). Diharapkan kepada responden untuk lebih aktif dalam mencari informasi dengan cara mengikuti penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga Kesehatan tentang stunting.
PENGARUH SEDUHAN TEH DAUN BANGUN-BANGUN TERHADAP PRODUKSI ASI DI KLINIK PRATAMA HARYANTARI MEDAN TAHUN 2021 Debora Paninsari Paninsari; Maria Mutiara Saragih; Susi Susanti Aritonang; Oinike Septiani Wau; Friska Nora Wati Marpaung
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode post-partum adalah periode krisis yang dialami ibu, pasangan, maupun keluarga yang bersangkutan. Salah satu yang menjadi penyebab periode krisis yaitu proses laktasi (Andina,2019). Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia (2019) Pada tahun 2019 cakupan bayi yang mendapat ASI eksklusif sebesar 67,74%. Angka tersebut sudah mencapai target Renstra tahun 2019 yaitu 50% . Persentase tertinggi pemberian ASI eksklusif terdapat pada Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar (86,26 %) dan persentase terendah terdapat pada Provinsi Papua Barat sebesar (41,12%). Untuk persentase Provinsi Sumatera Utara sebesar 59,97% sudah mencapai target. (Profil Kesehatan Indonesia, 2019). Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Design dengan menggunakan pendekatan Non-Equevalent Control Grou. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui di Klinik Pratama Haryantari berjumlah sebanyak 30 orang. hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai p-value = 0,008 dengan nilai signifikan p
PERBEDAAN DERAJAT RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN ANTARA POSISI MENERAN MIRING DAN POSISI MENERAN SETENGAH DUDUK Erlinawati Erlinawati; Joria Parmin
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur perineum merupakan robekan pada perineum yang terjadi sewaktu persalinan dan disebabkan oleh beberapa faktor antara lain posisi persalinan, cara meneran, pimpinan persalinan dan berat badan bayi baru lahir. Meneran dengan posisi miring dapat mengurangi risiko terjadinya ruptur perineum, sedangkan meneran dengan posisi setengah duduk risiko terjadinya ruptur perineum lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan derajat ruptur perineum pada ibu bersalin antara posisi meneran miring  dan posisi meneran setengah duduk. Jenis penelitian analitik komparatif observasional pada 2 kelompok tidak berpasangan dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di BPM Lini, BPM Ernawati dan BPM Dameria Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kabupaten Kampar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei tahun 2021.  Populasi adalah seluruh ibu bersalin normal dengan jumlah sampel 30 ibu bersalin, terdiri dari 2 kelompok; 15 ibu bersalin dengan posisi meneran miring dan ; 15 ibu bersalin dengan posisi meneran setengah duduk. Teknik pengumpulan data menggunakan consecutive sampling. Alat ukur penelitian menggunakan lembar obsevasi derejat ruptur perineum dan posisi meneran. Hasil penelitian median derejat ruptur perineum pada ibu bersalin dengan posisi meneran miring (median 1) lebih rendah dari pada kelompok posisi meneran setengah duduk (median 3). Secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok tersebut. Saran bagi bagi dokter dan bidan agar dapat memberikan dukungan pada ibu bersalin dalam pemilihan posisi meneran, khususnya posisi meneran miring untuk mencegah ruptur perineum saat persalinan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, USIA MENARCHE, DAN STATUS GIZI DENGAN NYERI HAID PADA SISWI KELAS VIII DI SMP N 2 LAHAT KABUPATEN LAHAT PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2021 Septi Riona; Helni Anggraini; Satra Yunola
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awal masa remaja, akan mengalami berbagai perubahan yang mencolok baik secara fisik maupun psikis. Tahap ini disebut pubertas. Berdasarkan World Health Organization (WHO) prevalensi kejadian dismenore di seluruh dunia sangatlah tinggi, rata-rata menunjukkan lebih dari 50% perempuan di setiap Negara mengalami dismenore. Di Indonesia sendiri prevalensi kejadian dismenore menunjukkan penderita dismenore mencapai 60-70% wanita dari seluruh indonesia. Pubertas pada anak perempuan biasanya terjadi pada usia 10 hingga 14 tahun ditandai dengan datangnya menstruasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui “Hubungan Pengetahuan, Usia Menarche, Dan Status Gizi Dengan Nyeri Haid Pada Siswi Kelas VIII Di SMP N 2 Lahat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII yang mengalami nyeri haid sebanyak 95 siswi dan sampel diambil dengan tehnik non probability dengan bentuk simple random sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik menggunakan chi-square tidak ada hubungan pengetahuan dengan nyeri haid diperoleh p. value = 0,728, ada hubungan usia menarche dengan nyeri haid, diperoleh p. value = 0,006, ada hubungan status gizi dengan nyeri haid, diperoleh p. value = 0,000, Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan nyeri haid, ada hubungan usia menarche dengan nyeri haid, dan ada hubungan status gizi dengan nyeri haid. Maka disarankan untuk kerja sama lintas sektor dalam hal ini  kaitannya dengan pihak Puskesmas untuk memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi dan pencegahan nyeri haid.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMASLUBUK BATANG KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2021 Krisna Mega Pratiwi; Siti Aisyah Hamid; Helni Anggraini
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) yaitu makanan alami pertama untuk bayi yang memberikan semua vitamin, mineral dan nutrisi. Nutrisi yang lengkap di dalam ASI juga terdapat zat kekebalan seperti IgA, IgM, IgG, IgE, laktoferin, lisosom, immunoglobulin yang melindungi bayi dari berbagai penyakit. Diketahuinya hubungan peran suami, pendidikan ibu dan pekerjaan ibu secara simultan dengan Pemberian ASI Eksklusif di wilayah UPTD Puskesmas Lubuk Batang Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2021. Desain penelitian menggunakan metode Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 7 – 12 Bulan di Wilayah Puskesmas Lubuk Batang yang berjumlah 319 orang. Sampel penelitin ini berjumlah 77 respondeen. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dengan teknik Non Random Sampling (tidak acak) yaitu purposive sampling dimana sampel diambil atas pertimbangan yang berfokus pada tujuan tertentu  menggunakan uji chi square. Dari hasil analisis diketahui dari 50 responden dengan ibu yang tidak bekerja tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 32 responden (64,0%), sedangkan yang memberikan ASI Eksklusif sebanyak 18 responden (36,0%). ada hubungan yang bermakna antara peran suami dengan pemberian ASI Eksklusif p Value = 0.021, ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif p Value = 0.014, terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif p Value = 0.038. Pihak UPTD Puskesmas Lubuk Batang mendapatkan gambaran tentang pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerjanya.
HUBUNGAN UMUR, PARITAS DAN FREKUENSI MENYUSUI DENGAN PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) DI KLINIK ANDRI KOTABANGUN Peny Ariani; Putri Ayu Yessy Ariescha; Nur Mala Sari; Angelika Terulin
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overall only 44% of newborns in the world get breast milk within the first hour of birth, even a few babies at the age of six months are breastfed exclusively. The purpose of this study is the relationship of age, parity and frequency of breastfeeding with the production of breast milk (breast milk) at The Andri Clinic in Kota Bangun in 2021. The type of research used in this study is correlated with the cross sectional approach. The samples in this study were taken by total polulation as many as 41 respondents. Data collection techniques are taken from primary data that is data obtained by giving questionnaires to nursing mothers. Based on the results of the study using chi-square test with a confidence level of 95% obtained the value of ρ = 0.030 in the age variable, the value ρ = 0.004 in the variable parity and ρ = 0.000 in the variable frequency of breastfeeding. The conclusion of this study is the relationship of age, parity and frequency of breastfeeding with the production of breast milk (breast milk). It is expected in all mothers in order to increase knowledge on how to increase the production of breast milk.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI HB0 DI PUSKESMAS KOTA MEDAN Rosmawaty Irma Suryani Siagian; Ivan Elisabeth Purba; Rahmat Alyakin Dachi; Donal Nababan; Jasmen Manurung
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) Hepatitis B merupakan masalah kesehatan dunia yang menjangkiti 257 juta penduduk di seluruh dunia. Pada tahun 2015, diperkirakan sebanyak 887.000 orang meninggal akibat komplikasi hepatitis B. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, persentase yang sudah mendapatkan imunisasi HB0 di Indonesia sebesar 83.1% (Riskesdas, 2018). Berdasarkan hasil cakupan imunisasi HB0 di Indonesia yang di laporkan Riskesdas tahun 2018 di atas, terlihat bahwa pencapaian target cakupan imunisasi HB0 masih di bawah target kelurahan UCI yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI yaitu minimal 94.4 % dari jumlah bayi (0-7 hari) yang ada di kelurahan tersebut sudah mendapat imunisasi HB0 (Kemenkes RI, 2015). Tujuan Penelitan ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 di Puskesmas Kota Medan. Jenis penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi adalah seluruh petugas kesehatan yang memberikan pelayanan imunisasi di Puskesmas Kota Medan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling dengan jumlah 55 responden. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisa data menggunakan pendekatan bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh motivasi terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,030, ada pengaruh supervisi tehadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,001, dan ada pengaruh lama masa kerja terhadap cakupan imunisasi HB0 p= 0,041. Diperoleh nilai Probabilitas atau Predicted dari persamaan adalah 0,884 (>0,05) , dengan kata lain variabel supervisi dan lama bekerja mempengaruhi cakupan imunisasi HB0 di Puskesmas Kota Medan sebesar 88,4%. Disarankan kepada pimpinan agar memperbaiki dan meningkatkan kualitas supervisi, dan menambah insentif, agar tercapai peningkatan kinerja khususnya bagi juru imunisasi sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan cakupan imunisasi.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI, PEMBERIAN KONSELING PADA AKSEPTOR KB DAN USIA IBU DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI UPTD PUSKESMAS LUBUK BATANG TAHUN 2021 Heltati Heltati; satra Yunola; Turiyani Turiyani
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IUD adalah alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim yang memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kehamilan. Tujuan penelitian diketahuinya hubungan dukungan suami, pemberian konseling pada akseptor KB dan usia ibu secara simultan dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD di UPTD Puskesmas Lubuk Batang Tahun 2021. Desain penelitian menggunakan metode Survey Analitik dengan desain Cross Sectional terhadap 76 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cheklist pada bulan Agustus 2021, dengan teknik accidental Sampling menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan ibu dengan dukungan suami kurang mendukung sebanyak 21 (50,0%) orang tidak memilih IUD dan 21 (50,0%) orang memilih IUD sedangkan dukungan suami mendukung sebanyak 7 (20,6%) orang tidak memilih IUD dan 27 (79,4%) orang memilih IUD dengan p Value = 0.016. akseptor dengan pemberian konseling kurang baik sebanyak 21 (47,7%) orang tidak memilih IUD dan 23 (52,3%) orang memilih IUD sedangkan pemberian konseling baik sebanyak 7 (21,9%) orang tidak memilih IUD dan 25 (78,1%) orang memilih IUD dengan p Value = 0.039. ibu usia tidak beresiko sebanyak 19 (51,4%) orang tidak memilih IUD dan 18 (48,6%) orang memilih IUD sedangkan usia beresiko pemberian konseling baik sebanyak 9 (23.1%) orang yang tidak memilih IUD dan 30 (76,9%) orang memilih IUD dengan p Value = 0.021. Ada hubungan dukungan suami, pemberian konseling pada akseptor KB dan usia ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD di UPTD Puskesmas Lubuk Batang . Setiap akseptor dapat menggunakan kontrasepsi yang tepat sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya.

Page 9 of 15 | Total Record : 148